Koleksi cerita-cerita setelah bangun tidur.

Momen-momen Chanbaek.

-oOo-

Title:

It Will Rain Baekhyun

Genre:

Drama, Romance

Rate:

All

Author:

Hyun Ji Soo

-oOo-

Baekhyun menatap ke luar jendela dari tempat duduknya di kelas. Dia sudah kelas 3 SMP tahun ini. Tapi minat untuk belajar belum juga muncul. Bahkan angan-angan akan memeruskan ke SMA mana, juga belum terpikirkan olehnya. Sehingga alih-alih mendengarkan guru yang sedang mengajar, dia malah asik memperhatikan rintik-rintik air yang jatuh mengenai jendela kaca ruang kelasnya. Hujan.

Pikiran Baekhyun melayang. Suara penyiar berita ramalan cuaca yang dia dengarkan tadi pagi kembali terngiang-ngiang di telinganya.

"Kemungkinan hujan turun di distrik Gangwon hari ini adalah 80%. Bagi pendengar siaran radio kami harap mempersiapkan diri. Bawalah perlengkapan yang anda butuhkan saat hujan agar anda tetap dapat beraktivitas dengan lancar. Jangan sampai anda sakit. Saya menyayangi anda semua."

Baekhyun tersenyum mendengar suara penyiar wanita yang selalu dia dengarkan selagi sarapan di pagi hari sebelum dia berangkat sekolah.

"Noona memang tak pernah salah."

Baekhyun keluar dari kelas saat pelajaran sudah usai. Kedua tangannya memegang erat tali tas selempang yang dia kenakan.

Hujan belum juga berhenti bahkan saat sekolah telah usai. Baekhyun berhenti dan membuka tasnya. Tangannya dia masukkan dalam tas untuk menemukan sesuatu. Tapi gerakan itu terhenti saat dia melihat seseorang yang di kenalnya sedang berada di teras sekolah dengan membawa payung dengan tangkai berbentuk mirip tongkat.

Baekhyun menghampiri sosok itu dan berdiri di sampingnya.

"Hujan lagi."

Sosok tingggi itu menoleh saat mendengar suara Baekhyun. Dia lantas tersenyum manis.

"Bukankah sudah kukatakan bahwa Je Hee noona selalu benar. Bahkan kali ini kemungkinan turun hujan 80%. Apa kau masih belum mempercayainya?"

"Aku hanya tidak peduli saja."

"Jangan-jangan kau tidak membawa payung lagi hari ini?"

"Memang tidak."

"Kau masih saja merepotkan seperti anak-anak. Sebentar lagi kita sudah SMA."

"Memang apa hubungannya?"

"Sudahlah. Hari ini aku tidak akan membiarkanmu menumpang payungku lagi."

"Memang aku pernah meminta? Bukankah kau yang selalu menawariku?"

Baekhyun tersenyum. Dia melepaskan tas selempangnya dan menyangganya di atas kepalanya dengan kedua tangan. Dengan cepat dia berlari menerobos hujan berpayungkan tas sekolahnya.

"Baekhyun tunggu."

Baekhyun tidak berhenti berlari bahkan saat sosok yang lebih tinggi darinya itu berteriak memintanya untuk menunggu.

Sosok tinggi itu berlari mengejar Baekhyun dengan payung yang telah terbuka dan berada di tangannya. Setelah dekat dengan Baekhyun, payung itu dia letakkan di atas kepala Baekhyun.

Baekhyun pun berhenti berlari dan menurunkan tas selempangnya setelah merasakan hujan tak lagi mengenai tubuhnya.

"Aku hanya bercanda. Mengapa kau malah berlari menerobos hujan?"

Sosok itu menatap Baekhyun dengan wajah khawatirnya. Dia tidak ingin sahabat yang telah dikenalnya sejak TK itu kenapa-kenapa karena berlarian di bawah hujan. Sedangkan dia tahu jika sahabatnya itu sangat tidak tahan dengan cuaca dingin.

"Aku tahu kau hanya bercanda. Tapi aku suka melihatmu mengkhawatirkanku."

"Lalu bagaimana jika kau sakit hah?"

"Tidak akan."

"Keras kepala sekali. Aku akan mengantarmu pulang."

"Baiklah Park Chanyeol, jika kau memaksa."

Baekhyun tersenyum untuk menggoda Chanyeol yang masih khawatir padanya. Mereka berdua pun berjalan menembus hujan dengan sebuah payung lebar yang tangkainya dipegang oleh Chanyeol.

Tanpa Baekhyun tahu, Chanyeol mencondongkan payungnya untuk menutupi seluruh tubuh Baekhyun dari guyuran hujan hingga membuat bahu kanannya sendiri basah.

Dan tanpa Chanyeol tahu. Sebuah tangkai payung lipat terlihat berada di tas Baekhyun karena Baekhyun lupa menutup resleting tas selempangnya tadi.

-o-

-oOo-

The End

-oOo-

-o-

Bagaimana kali ini? Romantis kan? Cerita singkat ini hanya berasal dari mimpi. Mungkin saja mirip dengan kejadian di dunia nyata atau sebuah adegan dalam film/drama yang pernah saya tonton dan malamnya saya memimpikannya. Mohon dimengerti.

Terimakasih sudah menjadi pembaca yang baik. Mohon tinggalkan review.