Koleksi cerita-cerita setelah bangun tidur.

Momen-momen Chanbaek.

-oOo-

Title:

Baekhyun, dont do it.

Genre:

Mellow Drama

Rate:

All

Author:

Hyun Ji Soo

-oOo-

Baekhyun duduk bersandar pada dinding yang teramat dingin. Sekali lagi Baekhyun menyayat pergelangan tangannya. Entah sudah berapa kali dia melakukan hal ini karena di tangannya banyak luka sayatan lain yang sudah mengering. Sayatan itu tidak dalam memang. Juga tidak tepat mengenai nadinya. Tapi itu cukup untuk membuatnya meringis kesakitan. Dan juga membuat darah segar keluar membasahi lantai kamar mandinya.

Hanya dalam hitungan menit, mata Baekhyun sudah terasa berat. Tapi dia tahu, dia tidak akan mati hanya karena hal kecil seperti ini. Lagipula dia sudah mencoba hal ini beberapa kali. Dia hanya perlu menahan kesadarannya sampai seseorang datang padanya seperti waktu-waktu saat dia melakukannya dulu.

Baekhyun mulai khawatir saat tidak mendapati seorangpun mengetuk pintu kamar mandinya. Juga seseorang yang sangat diharapkannya untuk datang. Ini sudah terlalu lama. Dia hampir berteriak karena tidak sanggup menahan rasa sakitnya. Tidak ingin berteriak, dia hanya menggigit bibirnya hingga bibir tipis itu berdarah. Batinnya bergumam.

"Kau di mana? Mengapa tidak datang?"

Tepat saat Baekhyun berada di puncak rasa sakitnya, dia mendengar langkah kaki seseorang mendekat. Senyumpun mengembang dari bibirnya.

"Aku tahu kau akan datang."

Seseorang membuka pintu kamar mandi dengan keras. Mata bulat itu menatap Baekhyun dengan pandangan khawatir.

"Baekhyun-ah. Mengapa kau melakukannya lagi?"

Baekhyun segera menghapus senyumnya agar orang itu tak mengetahuinya. Dia menggantinya dengan tatapan sendu. Dia ingin terlihat putus asa di hadapan orang itu.

"Jangan mendekat! Biarkan aku mati."

"Aku tidak suka jika kau mati. Lepaskan pisau itu!"

Baekhyun tersenyum kecut sambil kembali mengarahkan pisau itu pada pergelangan tangannya.

Sebelum pisau itu mengiris nadi Baekhyun, pria itu langsung menahan tangan Baekhyun dan merebut pisau itu lalu melemparkannya jauh dari jangkauan Baekhyun. Dia juga langsung menahan tubuh Baekhyun yang hampir ambruk ke lantai.

Sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, Baekhyun tersenyum untuk sosok pria yang telah menolongnya itu.

"Chanyeol-ah. Aku senang kau datang."

Setelahnya Baekhyun tidak bisa lagi mendengar kata-kata Chanyeol. Dia tidak sempat melihat betapa khawatirnya Chanyeol padanya.

"Bodoh, aku akan tetap datang meski kau tak melakukannya."

Chanyeol menggendong tubuh itu di punggungnya. Dia membawa Baekhyun ke kamar dan membaringkannya. Dengan telaten dia menyuntikkan obat penghilang rasa sakit pada Baekhyun. Dia juga membersihkan dan menjahit luka di pergelangan Baekhyun lalu memasangkan perban pada luka itu.

Setelah semua selesai, Chanyeol menyelimuti Baekhyun yang terlelap seperti tanpa dosa. Pada saat tertidur lelap, Baekhyun benar-bensr seperti bayi. Tanpa sadar, setitik air mata mulai keluar dari kedua matanya.

"Kapan kau akan berhenti melakukannya Baekhyun-ah?"

Mata Chanyeol beralih pada meja nakas di sebelah ranjang Baekhyun. Di sana ada sebuah map transparan yang berisi kertas hasil diagnosis dari Psikiater.

Nama: Byun Baekhyun

Usia: 26 Tahun

Jenis Kelamin: Laki-laki

Penyakit: Self Injury

Tujuan: Mencari perhatian

Penanganan: Konseling Rutin

Pencegahan: Selalu bersama orang yang dia harapkan perhatiannya

-oOo-

The End

-oOo-

Cukup menyedihkan bukan? Ini karena mental breakdown saya sedang kambuh.

Cerita singkat ini hanya berasal dari mimpi. Mungkin saja mirip dengan kejadian di dunia nyata atau sebuah adegan dalam film/drama yang pernah saya tonton dan malamnya saya memimpikannya.

Terimakasih sudah menjadi pembaca yang baik. Mohon tinggalkan review. Semoga sehat selalu.