Baby Baby
JEALOUSLY
"Ada apa dengan wajahmu,dude? Kau oke?." tanya Taehyung,aku membalas menatapnya lalu mendengus tak minat. "Entahlah ini perasaanku saja atau memang benar,kau stress tapi aku juga bisa melihat sinar bahagia dimatamu.Dan kau kacau." komentarnya,lalu tertawa terbahak-bahak.
"Diamlah." desisku kesal.Pria bebas sepertinya tidak akan pernah mengerti keadaanku.Dia bahkan tidak tahu bagaimana rasanya mengganti popok bayi dan membuat susu formula sementara anakmu yang lainnya merengek minta dibacakan dongeng.Dan bagaimana stressnya saat melihat pinggul istrimu berlenggak lenggok menggoda didepanmu saat dia bergerak sedangkan kau punya janji untuk tidak ada acara sex sebelum bayimu berusia empatpuluh hari.Pria ini tak akan pernah tau bagaimana rasanya.
"Ya aku tahu sulit bagimu,tapi kau punya Yoongi,kau adalah bajingan paling beruntung se korea yang bisa menikahinya. Dia bukan hanya sexy Jeon,tapi juga ibu yang baik." kata taehyung.
Wait,apa barusan dia bilang Yoongi sexy? Kurang ajar sekali mulutnya.
"Berhentilah membicarakan istriku,atau aku akan mematahkan lehermu." geramku,lalu diapun tertawa lebih kencang.Mendapatkan apa yang dia mau.Menggodaku hingga aku kesal dan marah.
Ponselku berdering dan aku segera menjawab pangilan masuk dari Yoongi.
"Ya,sayang..."
"Kookie,kau tidak lupa untuk menjemput choko kan? Atau kau sudah meminta supir untuk menjemputny?" suaranya setengah berbisik,mungkin dia sedang menidurkan bayi kami.
Aku menepuk dahiku pelan,astaga aku lupa.Aku sudah berjanji untuk menjemput Choko hari ini.Melirik jam tanganku dan bersyukur aku tidak terlalu terlambat.
"Ah,maaf aku lupa sayang.Tapi tenang saja,aku akan segera meluncur kesana." kataku takut-takut.Dan benar saja dia langsung menyembur marah.
"APA? Bagaimana bisa kau lupa? Kau ingin dia ngambek lagi? Aku sudah cukup kerepotan menghadapi sifat moody-nya jangan menambah masalah." lalu suara tangisan bayi terdengar dan telepon dimatikan sepihak.
Matilah aku!!
Aku mengumpat pelan apalagi melihat Taehyung menahan tawanya seakan mengerti apa yang barusaja terjadi padaku. Seakan hariku bertambah buruk saja.
"Hai,buddy!! How your school?." tanyaku berjongkok dan merentangkan tanganku. Biasanya dia akan menghambur ke pelukanku tapi kini dia hanya berjalan melewatiku sambil menghentak-hentakkan kaki kecilnya dengan kesal.
Pengawal Yoo memberiku senyum prihatin sebelum akhirnya mengikuti langkah Choko menuju mobil.Ya aku tahu,terlambat sepuluh menit bukanlah hal yang disukai Choko,dia pasti marah sekarang.
"Hei,kau marah sama daddy?" tanyaku saat kami dalam perjalanan pulang. Jujur saja wajah cemberutnya bukanlah favoritku.Choko dalam mode mengambek adalah yang terburuk,dia akan mogok bicara, bahkan mogok makan. Jangan lupakan gen keras kepala yang diturunkan Yoongi padanya.
Aku mendesah saat tidak mendapat jawaban dari ekspresi mukanya saja sudah jelas dia marah. "Maafkan Daddy,oke!!"
Choko melirikku sekilas lalu membuang muka lagi.Ingin rasanya mencubit pipi gemuknya yang menggembung lucu karena marah,tapi itu bukanlah ide baik mengingat radarnya masih menyala merah yang artinnya dia masih dalam mode berbahaya. Kadang aku frustasi juga,putraku ini drama sekali,selalu bersikap dramatis.Tapi tidak bisa disalahkan juga,kau tidak bisa mengharapka anak berusia lima tahun untuk bersikap bijak,bagaimanpun mereka tetaplah anak-anak sejenius apapun mereka.
"Daddy sudah melupakanku kan?." katanya dengan nada bergetar,dia menahan untuk tidak menangis karena emosi.Dan itu menusuk hatiku.Here we go again...
Aku meraihnya ke dalam pelukanku dan mengecup puncak kepalanya. Tak lama kemudian dia menangis tersedu-sedu.Aku bingung antara ingin tertawa gemas atau menjerit frustasi.
"Daddy tidak lupa,baby.bagaimana bisa Daddy lupa pada kesayangan Daddy? Tadi Daddy ada keperluan,makanya daddy telat." aku benci berbohong,tapi a little white lies kadang berguna untuk situasi seperti ini.
"Daddy melupakanku,Mommy juga." isaknya lagi.
Aku akan menceritakan akar dari segala sifat alay drama putraku ini. Semua berawal dari saat anak keduaku lahir,another Jeon berjenis kelamin perempuan yang kami beri nama Jeon ChoAh.Yoongi yang mengusulkan nama itu karena seirama dengan kata jjoha yang berarti suka,kami ingin putri kami menjadi anak yang disukai banyak orang,baik hati dan membanggakan seperti kakaknya.
Awalnya Choko sangat excited, karena sejak awal kami menanamkan angan-angan betapa menyenangkannya punya seorang adik.Tapi hal itu tidak berlangsung lama,setelah sifat jealousnya muncul tiba-tiba.Hanya karena putru kecil kami lebih banyak menyita waktu dan membutuhkan perhatian lebih.ChoAh masih bayi,yang berarti sewaktu-waktu dia menangis,membutuhkan ini itu dan lain-lain.Mau tidak mau Yoongi lebih sering memperhatikan ChoAh dan mulai mengurangi intensitas kebersamaanya dengan Choko.Bukannya istriku melupakan putra kami,dia tetap mencurahkan kasih sayangnya pada Choko.Hanya saja sepertinya Choko tidak siap untuk berbagi. Dia menjadi lebih sensitif dan mudah marah.
Contohnya kemarin,Yoongi lupa menyiapkan cemilan siangnya,Choko ngambek dan melampiaskannya dengan memutar lagu Alvin and the chipmunks seharian hingga sore. Oh,siapa sih yang tidak suka mereka di dunia ini,mereka lucu dan menyanyikan lagu-lagu hits. Tapi mendengarkan lagu mereka satu album penuh dan diputar ulang adalah bencana bagi telinga kalian,karena suara menggemaskan mereka bisa menjadi sangat annoying dan menganggu telingamu.Sungguh!!
Jadi intinya putra kami ini sedang cemburu pada adik kecilnya.
"Hei,itu tidak benar baby.Mommy dan Daddy sangat menyayangi Choko." kataku mengelus kepalanya sayang.
"Tapi kalian lebih sayang ChoAh." tuh kan?
"Itu tidak benar,kami sayang kalian berdua.Dan sebagai kakak yang baik Choko harus mengerti,baby choah kan masih kecil,belum bisa makan sendiri belum bisa berbicara dan belum bisa ini itu,jadi biarkan Mommy membantunya hingga dia sudah cukup besar sepertimu,oke?." ya ini adalah kata-kata paling sederhana untuk menjelaskan pada anak umur lima tahun yang sedang ngambek.
"Tapi Choko tidak suka." dengusnya.
"Punya adik itu menyenangkan,bila dia besar nanti kau bisa mengajaknya bermain,dan sampai waktu itu tiba kau harus membantu Mommy dulu."
"Membantu Mommy?" alisnya mengkerut lucu.
"Ya," jawabku mengecup pipi gemuknya. "Jadilah kakak yang baik,Choko kan sudah besar.Kasihan Mommy nanti dia sedih karena Choko ngambek terus." lanjutku.
"Choko tidak mau Mommy sedih." dia sudah siap-siap akan menangis lagi,tapi diurungkannya karena aku memberinya suatu gagasan.
"Bagaimana kalau Choko jadi anak yang baik dan belajar mandiri,Mommy pasti akan bangga dan lebih sayaaaang lagi sama Choko.Mau tidak daddy ajarkan caranya?" tanyaku.
Dan seperti dugaanku,dia tertarik pada gagasan menjadi kakak baik yang membanggakan.Dia mengangguk antusias dengan senyum secerah mentari.
Aku tertawa senang dan membawanya ke dalam pelukanku lagi. "Kesayanganku..." dendangku.
Yoongi kaget dan menelan kembali kemarahannya saat melihatku melenggang masuk ke dalam rumah sambil tertawa-tawa bersama Choko.Bahkan dia juga mendapat ciuman 'aku pulang' dari putra kami.
Bibirnya melafalkan kata "how come?" tanpa suara sebelum memeluk putra kami dan memutar tubuh mungilnya dalam dua putaran penuh tawa.
"Wow..." komentarnya.Saat kami di kamar baby ChoAh,menontonnya minum susu dengan semangat dari dotnya. "Bagaimana bisa? Kau benar-benar menjinakkan bayi singa,kookie?."
Aku merengut sebelum larut juga dalam tawanya. "Yang kau katakan bayi singa itu anakmu,kau lupa? Dia itu mirip sekali denganmu saat marah." kataku mencium pipinya.Ada gurat lelah disana,Yoongi benar-benar ibu yang baik,dia mengasuh anak kami sepenuh hatinya dan melakukan segalanya semaksimal mungkin. Dia juga menolak usulan memakai jasa baby sitter,baginya itulah seni kesenangan dari seorang ibu.Meski kau akan kelelahan mengurus ini itu akan ada kebanggan tersendiri saat melakukannya.
Hal itulah yang membuatku semakin mencintainya dan bangga mempunyai istri Yoongi.Hidupku sempurna ditambah dengan kehadiran dua anak lucu buah cinta kami.Apalagi yang bisa ku harapkan di dunia ini.
"Kau ayah yang baik." pujinya mengecup bibirku lalu tersenyum. "And i think i'm falling in love over and over again with you."
Giliranku menciumnya dengan penuh kasih sayang. "I love you more,baby." kataku mengusap pipinya. "Ah,rasanya sulit sekali untuk menahan keinginanku untuk tidak memakanmu." desahku.
Yoongi tertawa. "Kita masih punya waktu satu minggu lagi sampai pertemuan kita dengan dokter Jung untuk berkonsultasi." ujarnya.
"Ya,kau benar." kataku. "Dan sebelum aku tidak bisa menghentikan fantasi liarku lebih baik aku kabur ke kamar Choko,dia mungkin sudah menungguku membacakan dongeng untuknya." aku mengecup kening yoongi dan putri kami sebelum pergi dari ruangan itu.
Aku terbangun karena suara monitor dari kamar bayi berbunyi keras.Itu artinya putri kami pasti menangis dan aku yakin dia pasti menagih jatah minum susunya tengah malam.
Melirik Yoongi yang tertidur pulas dan tidak terusik oleh suara tangisan ChoAh,dia pasti sangat kelelahan.Aku mengecup keningnya dan beranjak bangun sebelum suara tangisan ChoAh membangunkan seisi rumah.
"Hai,baby..." kataku menyapanya dan seketika tangisanya berhenti menjadi rengekan-rengekan pelan. Yoongi bilang suaraku ampuh sekali menghentikan tangisan ChoAh.
Hal pertama yang aku lakukan adalah mengganti popoknya yang sudah penuh ompol.Kuakui aku tidak canggung lagi ketika melakukannya karena sudah mendapatkan pengalaman saat membesarkan Choko dulu.Selesai mengganti popok aku membuat susu formula,dan mengecek suhunya di punggung tanganku sebelum memberikannya pada ChoAh.
"Daddy..."
Aku menoleh ke arah pintu dimana Choko berdiri dengan wajah menantuk dan mengusap-usap matanya pelan.
"Hai,buddy...kau terbangun." kataku,dan choko beranjak duduk di sofa,menotonku memberi susu pada adiknya.
"Dia lapar?." tanyanya.
Aku mengangguk. "Kau mau memegang tangannya?." tanyaku melihat ada rasa keingin tahuan saat dia melirik tangan mungil adiknya yang bergerak lucu.
Choko segera menyambut tawaranku dengan senang.Dia mengulurkman jari telunjuknya di telapak tangan Choah yang langsung digenggamnya.
"Wah,daddy ChoAh menarik jariku." ujar Choko lalu terkikik lucu. "Tangannya kecil sekali daddy."
Aku terkekeh pelan. "Itu artinya dia menyukaimu,ChoAh suka Choko oppa."
"Benarkah? Aku juga suka ChoAh."
Aku tersenyum lega,sepertinya aku berhasil melaksanakan misi membuat Choko menjadi kakak yang baik,semoga saja setelah ini dia tidak cemburuan dan posesif lagi.
Selanjutnya aku membawa Choah untuk tidur di kamar Kakaknya,karena rasa keingintahuan besar kakaknya pada adik kecilnya.Hatiku menghangat saat mendengar Choko berceloteh dan Choah terkekeh karena celotehannya,atau saat Choko memperagakan peek a boo dengan semangat.Sisanya kami tidur bertiga di tempat tidur Choko yang luas.
Aku menguap lebar setelah membacakan dongeng yang mengantarkan kedua buah hatiku dalam tidur lelapnya.Lucunya tangan mereka masih bertaut dengan posisi Choko tidur menyamping dengan jari yang masih digenggam Choah.
"Selamat malam,baby." kataku mengecup pipi keduanya sebelum membaringkan tubuhku dan ikut terbang ke alam mimpi.
Daddy did a great job,right??
Endsekian dan terimakasih.wkwkwkkkbagi yang punya WP bisa mampir ke @anunya_suga for more kookga fanfictionterimakasihxoxo
