Because of Fate

Who Is He?

A Fanfiction Made by min_ve

Main Pairing: Kookv; Top! Jungkook x Bottom! Taehyung

.

.

Enjoy~

.

.

Tak ada kata selingkuh pada dunia ini sekarang terutama mereka yang telah terikat oleh sebuah ikatan alami. Entah sejak kapan ikatan alami ini terbuat bahkan terkesan sangat tetiba dan tak ada media yang menyimpan sejarahnya. Seolah semua memang telah menjadi seperti ini sejak dunia terbentuk. Tak berguna mempertanyakan sejarah yang entah terjadi atau tidak sehingga para manusia berhenti mempertanyakannya namun kemudian melupakannya dan menganggapnya sebagai hal paling normal di dunia selayaknya warna merah dicampur oleh warna kuning menghasilkan warna oranye.

Ah—mungkin harus terjadi peralatan kata di dalam sana.

Perselingkuhan mungkin terjadi tetapi hanya pada sisi dominan. Sejak awal submisif merupakan makhluk yang harus terus tersakiti oleh sikap para dominan terutama jika melibatkan perasaan. Tetapi disinilah hal menariknya—

Jika pasangan telah terikat oleh ikatan alami seolah telah ditakdirkan maka kedua sisi tidak akan bisa melepaskan diri selain kematian memisahkannya. Cukup romantis 'kan? Tentu saja jika kau dan pasanganmu hanyalah dua orang biasa seperti pegawai pada perusahaan, tak ada kata kematian di dalam kamus pekerjaanmu.

Takdir itu sangat baik hati. Terkadang ia sangat kejam. Terkadang pula ia sangat licik bagaikan ular kecil namun memiliki bisa berbahaya. Terkadang dia membawa ke sebuah akhir cerita yang indah namun terkadang membawa ke akhir buruk. Karena ia adalah takdir, tak mengenal pilihan hidup ataupun pekerjaan manusia.

Namun, takdir telah berevolusi—tak hanya tak mengenal pilihan, pekerjaan dan perasaan manusia sekarang ia tak mengenal—

Jenis kelamin.

Because of Fate Part One

"Usual Activity"

Gelap.

Sejak dilahirkan—tidak, sejak mendapatkan kesadaran bahwa dirinya hidup di sebuah dunia dia sebenarnya tak pernah mendapatkan sesuatu yang biasa semua orang sebut mimpi. Ia hanya tertidur dan bangun ketika waktunya bangun tanpa mengalami mimpi apapun atau bahkan setidaknya melihat kejadian yang telah dialaminya tetapi tidak. Benar-benar nihil seolah dia tak ditakdirkan untuk mengalami hal tersebut.

Berguling ke samping untuk melihat jam dinding berhubung tempat tidurnya merupakan ruangan bawah tanah jadi tak ada sinar matahari yang akan masuk. Tenang, dia sudah terbiasa tidur di sebuah tempat dimana sinar matahari tak masuk jadi kalian—terutama para perempuan yang sering terlalu overprotektif terhadapnya—bisa tenang dan kembali melanjutkan kegiatan membaca kalian.

Sejujurnya dia sendiri tak memiliki jadwal tidur yang teratur—dia hanya tidur ketika memang lelah dan memiliki waktu untuk beristirahat berhubung caranya mendapatkan uang untuk makanan di atas piringnya sehari-hari tak memiliki jadwal pasti. Belum lagi pekerjaan sampingannya yang menghabiskan banyak waktunya sampai terkadang kala ia melupakan tengah sadar di hari apa, tanggal berapa, bulan apa, tahun apa. Ditambah faktor hidupnya yang sangat monoton semakin sulit mengingat tanggal begitu juga dengan hari.

Hendak berguling lagi agar berhadapan dengan dinding dingin teringat belum memeriksa alat komunikasinya. Meraih ponselnya dan melihat ada panggilan tak dijawab olehnya dari temannya, menggerakkan jari telunjuknya ke bawah melihat bagaimana temannya benar-benar mengirimi pesan ke semua media sosialnya mengatakan bahwa dia akan berada di tempat bersantai kesukaannya dan mengajaknya untuk bergabung. Di tengah membersihkan notifikasi, netranya menangkap kalimat yang bukan berasal dari temannya—notifikasi dari aplikasi berita.

"Pemimpin dari perusahaan mendunia, Park Chanyeol telah menghilang sejak kontak terakhirnya yang dilakukan 28 jam lalu."

Refleksi layar ponselnya hanya menunjukkan system bar kemudian ibu jarinya mengetuk notifikasi tersebut, menunggu sampai halaman berita tersebut selesai memuat baru mulai membaca laporan dari pembuat berita tersebut. Seperti biasa diawali dengan foto dari hasil pencarian sebuah web mendunia bernama Google kemudian diikuti oleh paragraf pembuka dan paragraf intinya merupakan alasan utamanya membuka berita tersebut.

"Kontak terakhir dilakukan bersama dengan asistennya. Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait perihal ini dan sampai sekarang belum mengeluarkan pernyataan apakah Park Chanyeol dinyatakan meninggal.

Penyelidik yang telah menyelidiki kasus dengan tersangka utama pembunuh yang telah menghantui Korea Selatan dengan nama Taehyung memberikan pendapat bahwa kemungkinan besar korban merupakan target dari Kim Taehyung berhubung latar belakang cukup sama dengan beberapa korban Kim Taehyung.

"Tetapi itu hanyalah gagasan sementara berhubung korban Kim Taehyung selalu memiliki latar belakang yang berbeda dan terkesan acak." Ucap detektif Jeon—"

Melanjutkan bacaannya sampai akhir baru melihat seksi komentar yang telah biasa disediakan oleh pihak pembuat aplikasi berita ditambah berguna untuk melihat bagaimana reaksi masyarakat normal terhadap berita terutama mengenai pembunuhan atau mengenai politik entah mengapa masyarakat dengan umur di atas 20 tahun sering muncul di kolom komentar dan memberikan berbagai reaksi yang—menarik. Terkadang juga ada yang bertingkah seperti detektif, memaparkan analisis amatir yang sebenarnya jauh dari kata benar.

Dilihat dari kolom komentar netizen telah menganggap serius pembunuh ini dengan awalnya menganggap bahwa suatu saat ia akan tertangkap oleh pihak kepolisian kemudian daerah mereka akan tenang kembali. Meskipun begitu, analisis salah satu netizen cukup menenangkan mereka menyatakan bahwa pembunuh ini kemungkinan besar merupakan pembunuh bayaran.

Pembunuh bayaran—dengan kata lain pembunuh yang membunuh target tertentu dengan bayaran tertentu. Sejak awal sebutan ini beredar di dunia mereka selalu dikenal dengan membunuh dengan cara rapi, tanpa menyisakan setetes darah pun tetapi bagaimanapun mereka harus membuang tubuh yang dimaksud terutama jika klien mereka tak setuju untuk mengurusnya. Bagaikan anjing terlantar yang menemukan tulang, biasanya orang tanpa tempat tinggal akan menemukannya dan melaporkannya ke aparat kepolisian dengan harapan mendapatkan sesuap nasi karena laporannya.

Prinsip pembunuh bayaran adalah hanya membunuh mereka yang diperlukan, kemungkinan terburuknya hanyalah saksi tak disengaja selain itu dalam maksud—korban hanya untuk kepuasan sendiri tak diizinkan.

Selesai melakukan kegiatan membaca beritanya, dia menjauhkan selimut pada tubuhnya dan bangkit berdiri lalu meregangkan tubuhnya sekaligus mengumpulkan energinya. Kegiatan sehari-harinya setelah bangun adalah langsung mengisi daya ponselnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya meskipun belum melakukan kegiatan berkeringat. Belum lagi dia harus bertemu dengan temannya itu sesegera mungkin berhubung pesan-pesan tersebut dikirim sejam yang lalu.

Mengangkat kaus polosnya, melemparkannya ke keranjang cucian yang telah diisi oleh pakaian kotor bekas kegiatan semalamnya dan melakukan hal yang sama dengan celana begitu pula dengan dalamannya. Memutar kenop shower membiarkan tetesan air hangat mengenai rambut dan kulit golden honey-nya. Terdiam sejenak untuk menikmati tetesan hangat tersebut sambil menutup matanya.

Hujan sehari lalu terasa begitu dingin dan menusuk pada kulitnya, berbeda dengan tetesan air hangat itu. Jika diingat kemarin terjadi hujan deras dan dia mengambil kesempatan dari hujan deras itu untuk melakukan kegiatannya berhubung tak ada seorang pun yang akan berada di jalanan selain dirinya—dan satu lagi yang sekarang hanya tinggal nama.

Netra indahnya sempat terhalangi oleh kelopak matanya sekarang kembali menampakkan dirinya setelah kelopak tersebut terangkat. Dengan kepalanya menghadap ke bawah penglihatannya pun mau tak mau akan melihat kepemilikannya menggantung diantara selangkangannya. Jemari tangan kanannya hendak menggapai kepemilikannya namun beberapa milimeter darinya dia menjadi ragu dan menarik kembali jemarinya untuk mengambil sabun di dekatnya.

Mandinya memang selalu cepat, padahal dia tak pernah mendapatkan pengalaman dimana dia harus mandi dengan sangat cepat. Cepat namun bersih, tentunya. Mematikan shower tersebut dan sekarang berjalan menuju wastafel untuk menyikat giginya. Menyelesaikan semua kegiatan yang harus dilakukan di kamar mandi ia membawa tubuhnya ke depan lemari untuk memakai pakaian seadanya dan tentunya tak terlalu mencolok. Hanya sebuah kemeja putih dengan motif bunga samar dan celana kain hitam sebagai bawahannya-ah, jangan lupakan dasi dengan motif garis unik berwarna merah putih dan biru untuk menemani kemejanya.

Sekarang berada di depan cermin berdandannya, membuka kotak kecil dimana berbagai jenis anting tersusun rapi secara horizontal. Mengambil waktu beberapa menit untuk menentukan manakah yang akan dipakainya hari ini, setelah menentukannya mengambilnya kemudian kembali menutup kotak tersebut. Mengambil botol berisi alkohol bersih untuk membersihkan semua bakteri pada anting tersebut baru dengan lihai memasangnya pada telinga kirinya.

Bergoyang seiring dengan semua gerakan kecil yang dilakukannya, mengangguk puas dengan anting tersebut. Mengambil ponselnya lalu keluar dari tempat tinggalnya itu.

.

.

To be Continued

Follow me on other social media

Wattpad: min_ve

kiraranik

Instagram: min_veve