TATTOO

AMANDAERATE

MANYEOLBAEK

THIS IS CHANBAEK STORY

Maincast: Park Chanyeol dan Byun Baekhyun

Rate: M

Warning: Genderswitch! Typos!

.

.


TATTOO

PART 2


.

.

"Kenapa?"

Sebelumnya aku tidak pernah menanyakannya pada pelangganku mengenai makna tattoo pada tubuh mereka. Biasanya mereka akan dengan inisiatif sendiri memberitahukan perihal arti dari desain tattoo mereka. Mereka akan banyak bicara dan tentunya menggodaku untuk mengusir rasa bosan selama proses memasang tattoo. Tetapi kali ini aku tidak yakin kenapa aku menanyakannya pada Baekhyun.

Aku menghentikan pekerjaanku dan mendongak melihat Baekhyun yang menyangga tubuhnya dengan siku sementara kepalanya tidak terlentang dan melihatku menyelesaikan miliknya. Sedangkan kakinya mengangkang menperlihatkan pubis yang bersih sehabis dicukur. Bagian vaginanya ditutup dengan menggunakan handuk yang telah kuberikan. Roknya hinggap disekitar perut. Seketika tubuhku menegang ketika menyadari posisi yang terlihat ambigu.

Baekhyun terlihat canggung saat proses mentattoo akan dimulai. Rona merah menjalar di wajah sampai telinganya. Dia masih seorang remaja yang ingin ditattoo. Dan beberapa saat yang lalu aku dengan kurang hajarnya membayangkan bagaimana diri Baekhyun yang seksi. Yang melompati mejaku dan mengangkang tepat didepan wajahku dengan wajah menggoda menurunkan celananya dan memberitahuku bahwa dia ingin ditattoo diatas pubisnya.

Tidak. Tidak. Setan darimana yang merasukiku sampai hal itu terjadi seperti nyata? Bukannya wajah menggoda Baekhyun, yang kudapati malah wajahnya yang menunduk serta rona merah itu terlihat jelas. Dan dengan polosnya dia bertanya 'apakah tidak apa-apa?'.

Melihat binar dimanik matanya malah membuatku beranggapan bahwa dia membangkitkan gairahku.

Lelaki macam apa yang tidak terganggu saat digoda dan bergairah saat melihat wajah polos dan menggemaskan seperti Baekhyun? Apakah aku sudah berubah menjadi seorang pedofil?

"Entahlah. Aku tidak tahu sebabnya. Hal itu muncul begitu saja dipikiranku..." Dia menerawang. "Mungkin karena diriku seperti ruangan yang dikunci? Terdapat lubang kunci yang rumit jika kau mau membukanya. Dan juga, hanya aku yang memegang kunci itu dan tidak akan ada yang berhasil membukanya."

Perkataan Baekhyun membuatku mengeyahkan pikiran mesumku. Aku mempelajari matanya yang tidak berpaling dariku.

"Kecuali kalau aku sendiri yang memberikan kunci itu kepada seseorang. Dan seseorang itu bisa dengan mudah membukanya."

Aku yang lebih dulu memutuskan kontak mata kami dan melanjutkan pekerjaanku mentattoo di pubisnya.

Tanpa penglihatan Baekhyun. Aku tersenyum miring.

Menarik

.

.


TATTOO


.

.

Tukang tattoo artistik yang seksi. Itu adalah sebutan Luhan untuk lelaki yang sekarang sedang menunduk dan fokus mengerjakan pekerjaannya sementara aku mengangkang untuknya. Dia hanya memakai kaos hitam oblong yang memperlihatkan otot lengannya yang besar. Dikedua lengan dibawah bahunya terdapat tattoo bergambar ular yang sama persis seperti bercermin. Atau mungkin itu adalah ular yang sama?

Aku berada di sofa empuk pilihanku untuk ditattoo. Chanyeol membiarkan kami, para pelanggan agar nyaman saat proses mentattoo. Dileherku terdapat bantalan yang empuk sampai ke punggungku. Dan Chanyeol memberi bantal kecil yang sudah dilapisi plastik pada bokongku, sehingga pinggangku lebih naik daripada tubuhku. Sementara, dia juga melapisi sofa yang berada dibawah bokong sampai ke lutut kaki agar tidak mengotorinya.

Jika orang melihat posisiku dengannya, aku yakin mereka akan salah paham. Dia seperti bekerja pada vaginaku. Dan aku memikirkan bagaimana jika dia menjilati vagina serta anusku dengan mulutnya? Pikiran konyol yang hanya membuatku ingin tertawa.

Dua minggu yang lalu, saat aku menemani Luhan. Sama sekali tidak terpikirkan bahwa aku akan kembali lagi ke tempat seperti ini. Sifatku memang selau berubah-ubah tergantung mood. Sekarang, saat jadwalku sedang kosong aku malah datang ke tempat terkutuk ini lagi. Setidaknya, itu sebutanku dua minggu lalu.

Bagaimana jika Luhan mengetahui bahwa saat ini aku sedang mengangkang di depan wajah Chanyeol? Mungkin dia akan meneriakiku karena berusaha menggoda lelaki incarannya. Tetapi toh, aku sedang tidak menggodanya.

Chanyeol mengalihkan tatapannya padaku dengan cepat dan kembali mentattoo saat aku memberitahukan apa makna lubang kunci milikku. Aku tersenyum maklum.

Dia seperti terlihat tidak peduli dan masa bodoh. Ternyata benar kata Luhan. Dia mungkin gay karena tidak suka dengan perempuan manapun.

Aku bergidik dibuatnya.

"Awwhhh.." Aku merintih ketika jarum yang digunakannya menusuk kulitku lebih dalam. Dia mendesis tetapi aku tidak tahu sebabnya.

"Sejak kapan kau menjadi artistik tattoo?" Aku bertanya untuk menutup rasa canggung dan bosan yang menghampiri kami.

"Sejak hidupku hancur dan berantakan, mungkin? Tapi aku bersyukur aku berada disini." Jawabnya masih tetap mengerjakan tattooku. "Bisakah kau rileks? Kau terlalu tegang."

Aku mengendurkan bahuku dan menghela napas. Baru menyadari bahwa tadi aku menahan napas. "Maafkan aku..."

Walaupun dia tidak bermaksud membentakku, tetap saja suaranya keras. Jadi, aku memilih terlentang dan menutup wajahku dengan lengan kiri. Tentu dengan posisi begitu, tubuhku menjadi rileks.

Dan, aku tidak tahu bahwa aku sampai tertidur...

.

.


TATTOO


.

.

"Jadi kau sudah meniduri remaja perawan itu, eoh?" Kris muncul setelah beberapa jam aku mentattoo. Dan selama itu pula baekhyun tertidur. Aku memperhatikannya saat tidak ada suara apapun dari Baekhyun. Yang ada hanya napas teraturnya sampai terdengar.

"Ck. Dasar." Karena tidak mau menganggunya, aku mengambil handuk yang lebih besar dan menutupi bagian pinggang sampai lututnya. Dan lebih memilih membereskan peralatan mesin tattoo. Aku tidak percaya bahwa aku tidak menidurinya. Dia membangkitkan gairahku begitu saja saat dia meringis kesakitan. Itu seperti alunan desahan yang ditangkap oleh telinga sialanku. Untungnya, aku bisa mengatasi itu. Setelahnya, Kris memasuki ruangan dengan santai.

"Apanya yang meniduri, Hyung. Dia tidur begitu saja."

Aku menaruh kembali mesin tattoo kedalam rak. Kris duduk di sofa depan mejaku.

"Dan kau kecewa karena itu?"

Aku menghampiri mejaku dan mengernyit. "Apasih yang kau bicarakan?"

Kris terkekeh sendiri. "Aku hanya bercanda, bodoh."

Aku berdecih. "Apa yang mau kau bicarakan padaku?"

Aku beralih pada pop mie yang tersedia di lemari ruangan tersebut dan menyeduhnya. Aku sangat lapar. Aku adalah tipe orang yang banyak makan tetapi tidak akan berpengaruh pada tubuhku. Aku selalu makan jika aku memang lapar, setidaknya tergantung kantung saku pula.

"Kelihatan sekali, memangnya?" Aku memperhatikannya yang menopang dagu sambil berpikir.

"Kau kan memang seperti itu. Kau akan datang padaku jika memang ada yang ingin kau bicarakan." Aku duduk kembali kemejaku dan menunggu mienya akan lembek.

Kris terkekeh lagi. "Ya, itulah aku." Dia menghela napas. Dan terlihat stress. Aku semakin penasaran, apa masalahnya kali ini.

"Ibuku memintaku segera menikah."

"Apa?" Aku tertawa keras. Kris mencebikkan bibirnya. Tidak cocok dengan wajahnya yang tua itu.

"Kau kan sudah bilang padaku kemari, Hyung." Kemudian aku memasang wajah malas sambil memutar bola mataku. Aku mengaduk mie yang ternyata sudah matang. Dan langsung menyumpitnya agar panasnya berkurang. Asapnya mengepul ketika kutiup.

"Tapi kali ini berbeda, Ibuku mendesakku."

"Kenapa kau tidak coba dengan perempuan bermata panda yang diceritakan Kai minggu lalu?" Ucapku dengan mulut penuh mie.

Kemudian kulihat matanya berbinar. Sebenarnya, berapa umurnya sih? Dia hampir tidak bisa menyelesaikan urusannya sendiri.

"Astagaahhh! Kau benar. Terimakasih Chanyeolku. Kau yang terbaik." Dia mendekatiku hendak mencium pipiku. Aku sudah bersiap untuk menyumpal mulutnya dengan sepatuku yang tidak pernah kucui tetapi suara perempuan mengalihkan tatapan kami berdua.

"Chanyeol-ssi?"

.

.


TATTOO


.

.

Aku mengerjapkan mataku pelan mengamati langit-langit berwarna putih yang pertama kali kulihat. Kemudian tersentak dan langsung terbangun saat menyadari aku masih di tempat tattoo. Untunglah tidak ada sesuatu yang terjadi. Aku melihat pubisku dan tersenyum puas melihat hasilnya. Kemudian berdiri dan cepat-cepat memakai celana dalam dan membenahi pakaianku. Samar-samar aku mendengar dua orang yang sedang bercakap. Aku mengikuti asal suara.

Orang yang lebih tinggi mengatakan hal-hal yang tidak layak seperti teman. Seperti mengatakan 'Chanyeolku'. Dan beranjak ke samping dengan tangan yang terjulur seperti ingin memeluk. Sementara bibirnya manyun seperti ingin mencium Chanyeol. Aku bergidik ngeri karena dia benar-benar gay.

"Chanyeol-ssi?" Cepat-cepat aku ingin menghentikan drama murahan didepanku.

"Yeol. Aku akan menemui perempuan bermata panda itu. Terimakasih, Yeol. Kau yang paling mengerti aku." Kata-katanya yang lembut membuatku semakin memicing dan memandang Chanyeol aneh.

Ketika laki-laki dengan alis tebal itu pergi. Chanyeol langsung menghampiriku.

"Apa yang kau pikirkan?"

Aku tidak siap jika mendengar Chanyeol akan mengaku bahwa dia benar-benar gay.

"Kau gay?"

Uhuk uhuk. Chanyeol tersedak dan memekik. "Apa?! Tentu saja tidak!" Dia mengambil minum yang berada di mejanya.

"Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Dia memang selalu bercanda. Dia bercerita padaku bahwa ibunya mendesaknya agar segera menikah. Dan aku menyarankan pelanggan setianya."

"Aku tidak peduli."

"Uh oh." Aku terkekeh pelan didalam hati melihat matanya membulat dan wajahnya jengkel.

"Karena sudah selesai. Aku akan pulang." Dia menuntunku kearah meja lain yang terdapat note hasil mentattooku dan ada nominal uang yang harus kubayar. Setelah selesai, aku langsung keluar tanpa menatapnya.

Sebuah tarikan halus dilenganku membuatku menoleh.

Aku melihat wajahnya gugup. "Baekhyun. Kalau kau berniat mencari seseorang untuk kunci yang kau pegang. Kau bisa mencariku."

Aku tahu itu hanyalah kata-kata penenang dari banyak lelaki yang sudah kudengar. Dan aku tidak mau terlalu berlebihan menanggapinya agar aku tidak terjatuh pula ke jurang yang sama dua kali.

Itu hanyalah ajakan yang sering kali kuhindari karena mereka hanya mau untungnya saja. Pada dasarnya, semua lelaki adalah sama. Untuk menyikapi perkataannya aku tersenyum dan menjawab. "Tentu, oppa." Kemudian dengan langkah yang ringan aku pergi.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

WKWK. Aku ga tau responnya bakal sebagus ituuu^^

Sudah bisa ngira mana POV baek mana POV chan kan?:v

Pubis itu bukan vagina ya. Pubis itu bagian yang di tumbuhi rambut itu loh. Ada yang nanya kemaren hihi.

Banyak juga yang ngira kalo Baek kalah taruhan sama Luhan:vvv

Big Thanks To:

Asmaul | JonginDO | Gianty581 | Oyong Park | YuRhachan | kkamjongyehet | baekfrappe | kimryeosa wardhani | ruixi1 | Intan954 | mikaanggra | Park Beichan | enoanggraeni250712 | nareul | oohsitik | parkbaexh614 | babyXie | baekyeol25 | VampireDPS | nggtwlndr | Fawkaihoon | firawati9 | Wiwik426 | satanSEKAI | Zheend | byunchanbaek | parkobyunxo | Irshnbrnne | Mong Jiraffe | Luhanssi | intan | rly | guest | DevBaek | fuckyeahSeKaiYeol(ngakak namanya) | leeminoznurhayati | HuffleZiy | chenbanana(ebusett:v) | yeolbaeeeeee94 | pinkpurple94 | zenbaek | chanslumiere | Re | 1004baekie | Tyara1661 | CyBh |

Review terus ya kalian?:*

Maafkan kalo banyak typo yaaaaa. Dannnn maaf juga kalo ga sesuai prediksi kalian wkwk.

NC nya tunda dulu lah wkwk. Dan ini aku bikin pendek aja biar ga bosen. Biar gregetttt:p

Yang nanya ff ku yang lain? Sabar ya wkwk. Aku msh ujian. Minggu depan baru liburrr yeyyy^^

Tadinya juga aku mau publish ini minggu depan, tapi karena reviewnyaaaa ahhhh terharu pokoknya. Love kaliannn dehhh daebak:$$$

So, review?

Yg bikin aku semangat hanya review sayangkuuuu^^

manyeolbaek.