TATTOO
AMANDAERATE
MANYEOLBAEK
THIS IS CHANBAEK STORY
Maincast: Park Chanyeol dan Byun Baekhyun
Rate: M
Warning: Genderswitch! Typos!
.
.
TATTOO
PART 4
.
.
"Kau harus mentattoo diseluruh tubuhku, Yeol."
Baekhyun dan aku terpaut 6 tahun. Tetapi aku tidak mau dia memanggilku dengan sebutan oppa. Jika dua orang berbeda usia memanggil nama panggilannya tersendiri tanpa ada batasan umur, itu terdengar lebih intim. Lebih terdengar bisa mengenal masing-masing karakter kami. Kupikir aku suka bagaimana aku mendengar dia memanggilku 'Yeol'. Karena sebagian orang akan memanggilku 'Chan' bukan 'Yeol'. Dan kata-kata itu terdengar manis keluar dari mulut mungilnya.
"Apakah kau yakin? Seluruh tubuhmu akan sakit dan akan memerah."
Aku masih berdiri layaknya orang idiot yang tidak tahu bagaimana cara bergerak. Baekhyun masih dalam posisi tengkurap. Dengan tenang. Seolah-olah dia sengaja melakukannya. Menampilkan punggung putih miliknya yang begitu mulus. Dari posisi diriku berdiri, aku bisa melihat belahan payudaranya. Oh, dan jangan lupa bokongnya yang indah itu terasa kenyal untuk dimainkan. Sial. Apakah dia mencoba menggodaku?
Tidak ada yang sepolos Baekhyun.
"Tidak apa-apa. Aku ingin terlihat keren."
Aku memicingkan mataku. Menunggu dia membatalkan ucapannya. Tetapi dia bahkan tidak mengindahkanku. Tattoo di pubisnya bahkan masih dalam tahap perawatan dan sekarang dia akan menambahkannya lagi diseluruh tubuhnya?
Gadis yang nakal dan tidak mau menuruti perintah.
"Bolehkah aku bertanya, Yeol?" Ah, lagi-lagi panggilan itu. Membuat dirku merasa dipuja dan seakan terdapat kupu-kupu imajiner yang berada disekelilingku.
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
Aku duduk di sofa tunggal disebelah kiri sofa yang ditempati Baekhyun. Berusaha menjaga mataku dari tubuhnya.
"Apa tattoo ditubuhmu?"
Heol. Kukira ada sesuatu yang serius yang ingin ditanyakannya mengingat ia memasang wajah serius dan penasaran.
Aku kemudian terkekeh dan kembali berdiri untuk membuka kemeja hitam yang kukenakan. Kemudian berbalik sehingga menyuguhkan punggungku kearah Baekhyun.
.
.
TATTOO
.
.
Aku tertawa keras di dalam hati. Melihat mata Chanyeol yang bergerak gelisah. Dia mungkin berusaha agar matanya tidak melihat ke arah tubuhku. Dia terlihat seperti anak ayam yang takut jika tidak bersama induknya.
Kemudian aku ingat bahwa aku selalu bertanya-tanya bagaimana desain tattoo yang berada di balik kemaja hitam yang dikenakan Chanyeol. Entah kenapa, aku selalu terobsesi dengan pria yang memakai kemeja berwarna hitam. Walau wajah maupun tubuhnya biasa saja, itu akan terlihat keren dimataku.
Dan, melihat Chanyeol dengan wajahnya yang rupawan dan tubuhnya yang kekar menggunakan kemeja hitam semakin membuat dirinya terlihat...bangsat? Jika wanita yang terobsesi sama sepertiku melihat Chanyeol, aku yakin wanita itu akan rela mendesah dibawah Chanyeol sampai meninggal.
Uh. Apa yang sudah kupikirkan? Mengapa aku menjadi mesum seperti ini?
"Apa tattomu?"
Kemudian aku melihatnya terkekeh dan berdiri. Dia membuka kemeja hitamnya dengan anggun. Membuatku tidak menyadari bahwa aku menahan napas. Aku melihat abs niliknya yang terasa sempurna di tubuhnya yang kekar. Otot dilengannya terasa ingin keluar dari tempatnya. Aku mendadak terasa kaku dan sulit bernapas.
Dia kemudian berbalik untuk memperlihatkan punggungnya yang dipenuhi tattoo. Celana dipinggangnya begitu rendah dan aku bisa melihat tattoonya berhenti tepat diatas pantatnya.
"OMG! It's beautiful!" Aku melompat turun dan sekarang berada dibelakang tubuhnya untuk melihatnya lebih dekat.
Desainnya begitu memiliki aturan sendiri. Itu adalah desain pertengahan antara malaikat dan iblis. Di sebelah kanannya terdapat sayap berwarna putih bertengger layaknya anugrah yang tidak bisa ditolak. Begitu lembut dan menyejukkan. Sementara di sisi satunya penuh dengan warna hitam dan siluet. Terdapat ukiran ukiran yang kasar disetiap ujungnya, terlihat memilukan dan menakutkan dalam satu waktu. Sedangkan ditengah-tengah antara tulang punggungnya terdapat tubuh manusia yang terbelah menjadi dua bagian. Sisi kanan berwarna putih serta sisi kiri berwarna hitam. Sama persis seperti sayapnya.
Kemudian aku menelusuri permukaan tattoo diatas kulitnya dengan menggunakan jariku. Terasa kasar seperti ada permukaan yang muncul pada bagian tattoo.
"Baekhyun." Napasnya kencang, begitu terdengar sampai ketelingaku dan dia terengah-engah. Aku jadi sadar bahwa napasku juga sulit dan hembusanku mengenai kulit punggungnya.
Dan ketika kesadaranku masih saja belum pulih, Chanyeol tiba-tiba berbalik dan benda kenyal itu langsung menempel di permukaan bibirku.
.
.
TATTOO
.
.
Aku menoleh kesamping dengan tubuhku yang masih memunggunginya. Menyadari bahwa dia berada dibelakangku. Dalam keadaan telanjang bulat. Tuhan!
Aku membuang mukaku kedepan. Mencoba mengenyahkan pikiran yang tidak-tidak. Mendengar dia memekik heboh dengan desain tattoo di punggungku. Kemudian aku merasakan jarinya yang halus bersentuhan dengan kulit punggungku.
Tidak tahu bahwa dengan hanya menyentuh kulitku membuatku menjadi terengah-engah. Hembusan napas yang bukan milikku menerpa kulit telanjangku, membuatku memejamkan mata menahan desakan yang ingin disalurkan.
"Baekhyun." Suaraku memperingatinya untuk menjauh dari jangakauanku. Bersuara di tengah kondisi napasku yang tidak stabil.
Gerakan jari Baekhyun menjadi berhenti.
Tanpa menghiraukannya aku berbalik. Kami bertatapan dengan intens. Kemudian aku menangkup wajahnya dan meraih bibirnya dengan bibirku. Keadaan menjadi panas. Membuatku semakin memakan mulutnya. Aku merasakannya dia membalas ciumanku.
Tangannya yang bebas kubuat mengalung dileherku. Aku meraih pinggangnya, semakin menuntut dia agar merapat pada tubuhku. Tubuh atas kami menempel. Aku merasakan payudaranya menempel didadaku. Suasana ini membuatku lupa bahwa dia bertelanjang bulat.
Aku menjulurkan lidahku sementara dia memakan lidahku dan mengemutnya. Begitu juga sebaiknya. Kami bermain lidah. Berperang memasukkan ke mulut lawan. Remasan dirambutku semakin membuatku bersemangat untuk membuka mulutnya yang terasa pas di mulutku. Saliva bertukar dan berceceran di sekeliling dan dagu kami. Sedangkan tanganku bekerja pada tubuhnya. Mengelus sekitar punggung dan meremas bokongnya.
"Sial, Baek. Kau terlalu menggoda."
Aku melepaskan tautan bibir kami. Memandang Baekhyun yang bibirnya sudah membengkak dengan mata menyayu.
Aku menerjang lehernya. "Baekhyun. Tolong hentikan aku." Aku berbicara dilehernya dengan suara yang lirih.
"Oh. Yeol." Dia meremas rambutku lagi. Semakin menekan kepalaku yang sekarang berada di payudaranya. "Don't stop it." Bisik Baekhyun tepat ditelingaku dan setelahnya menjilat telingaku dengan sensual.
Oh my God. Dia seksi.
Dengan gerakan cepat aku mengangkatnya. Dia refleks mengalungkan kakinya disekitar pinggangku. Tangannya tetap mengalung di leherku. Dia bagaikan bayi panda yang akan diberi makan. Bersikap manja agar keinginannya terkabul. Dan, aku membawanya ke kamarku.
Aku mendorongnya kasar kekasur sehingga dia tersentak. Pantulannya di kasur yang empuk dan dia menjadi tergeletak tak berdaya. Kemudian dia bangun dan menyanggah tubuhnya pada kedua siku kebelakang. Membuat payudaranya semakin menggiurkan.
Mataku tidak pernah berpaling padanya. Dia pun sama. Seakan mengerti akan gairah kami masing-masing. Aku mengamati dia yang begitu indah dengan posisinya. Dan gadis seksi itu berada di kasurku. Dalam keadaan telanjang. Apa yang baru saja kulakukan?
Kemudian aku melihat dia mengangkang dengan gerakan lambat. Seakan menggodaku yang menunggunya. Secara perlahan aku melihat vaginanya yang berwarna merah muda yang khas.
Aku tidak tahan. Aku menarik kedua kakinya agar bokongnya berada dipinggiran kasur. Setelahnya mengangkat kedua kakinya keatas. Aku berjongkok, menunduk untuk mencapai vaginanya. Kedua tanganku menahan kakinya dan aku bekerja dengan lidahku terhadap vaginanya.
"Sial. Kau sudah basah."
Aku menggeram. Menjilat titiknya yang sensitif sehingga dia menggelinjang dan mendesah.
"Aahh, Yeollhh. Oh fuck."
Aku berdiri kembali. Membuka celana dengan tidak sabaran. Kejantananku menyembur keluar. Keras dan begitu besar. Tidak pernah aku merasakan hal yang bergairah seperti ini sebelumnya.
Aku menjulurkan jari telunjukku ke depan mulut Baekhyun. Memintanya agar mengemutnya dan dia menurut karena langsung melecehkan jariku. Sementara tangan kiriku bekerja pada kejantananku.
Kemudian jari yang sehabis dijilat oleh Baekhyun kubawa ke depan vaginanya, menyentuh clitnya dan mengusapnya dengan lembut. Dengan gerakan perlahan aku memasukkan jariku kedalam vaginanya. Dia mengerang. Aku menusuk vagina Baekhyun dengan menggunakan jari kananku.
Semakin cepat aku menusuk vaginanya semakin cepat pula tangan kiriku bergerak mengocok kejantanku. Baekhyun ikut menggerakkan tubuhnya agar jariku semakin masuk. Sebelum dia datang, aku langsung melepaskan jariku. Membuat dia mengerang frustasi.
Kemudian aku membenarkan posisinya agar lebih naik ke kasur sedangkan aku berada diatasnya.
"Baekhyun. Aku akan berada didalammu. Sekarang." Aku memasang kejantananku tepat didepan vaginanya, menggoda dengan mengusap-usapnya. Lalu dengan perlahan memasukkannya kedalam lubang vagina sempit Baekhyun.
Kedua tangan kami bertautan berada diatas kepala Baekhyun. Aku mencium bibirnya kembali. Sedangkan pinggulku mulai bergerak teratur.
Baekhyun mendesah, menyebut namaku berulang kali. Kami tetap berciuman. Sesekali dia mendesah dengan membuka mulutnya lebar-lebar membuatku ingin terus membungkam bibirnya. Pinggulku bergerak lebih cepat dengan irama yang mengalun indah. Baekhyun ikut bergerak berlawanan. Kasur kami berderit. Juga seprai yang mulai berantakan. Serta keringat yang mengalir disekujur tubuh kami tidak membuat aktivitas kami berhenti.
Dengan brutal aku menggenjot kejantananku lebih dalam. Menusuknya dengan kasar. Membuat Baekhyun melenguh dan melengkungkan badannya. Napas kami bersautan. Mengejar sesuatu yang akan datang.
Tanda dirinya akan datang membuatku semakin bergerak gusar. Kami melepaskan ciuman kami. Dengan bibir yang berdekatan serta mulut yang sama-sama terbuka. Aku mengamatinya. Masing-masing mengamati diri kami yang akan datang. Kejantananku ikut berkedut hanya dengan melihat dia tidak berdaya dibawahku.
"Lihat aku, Baek." Desisanku terdengar menggeram. Kini dia membuka matanya kembali.
Saat kedua pelepasan itu akhirnya datang. Kami sama-sama mengerang dan terengah-engah. Aku melesakkan wajahku kelehernya. Memeluknya. Tetap menjaga tubuhku agar tidak terlalu menindihnya. Sementara tangannya mengelus suraiku yang berantakan.
.
.
TATTOO
.
.
"Ini bukan yang pertama untukmu."
Itu bukanlah sebuah pertanyaan.
Kami sedang berpelukan. Wajah Baekhyun berada di dadaku dan tangannya pun menapak disana. Napasnya begitu terasa. Kami melepas lelah dan membiarkan keringat ditubuh kami mengering dengan sendirinya.
"Ya."
"Tapi ini yang pertama kalinya untukku." Suaraku nyaris melirih. Sedikit kecewa karena tidak mendapatkannya untuk pertama kali. Sedangkan dia mendapatkanku.
Perbandingan remaja saat ini memang sudah banyak berubah dan pastinya itu bukan sesuatu yang dipermasalahkan lagi.
"Hey." Baekhyun membawa wajahku untuk menatapnya. Dia memasang wajah sendu yang menyesal. "Itu bukan kemauanku."
Aku mengernyit. Apa yang terjadi jika itu bukan kemauannya?
"Saat umurku 14 tahun. Ayah mabuk. Dia tidak seperti biasanya yang memasuki kamar ibu. Dia memasuki kamarku."
"Stop. Oh sialan Baekhyun! Dia memperkosamu!" Kini kami dalam posisi duduk. Aku dilanda perasaan bersalah padanya karena sudah memikirkan hal negatif untuknya.
"Aku akan menemui Ayahmu dan menendang kepalanya!"
"Yeol." Susah payah dia merengkuh wajahku. Supaya aku bisa diam. Wajahnya memerah dan dia memelukku, duduk dipangkuanku dan aku langsung membalas untuk menenangkannya. Baekhyun bergelung dileherku. "Dia sudah meninggal, Yeol. Orang tuaku sudah meninggal." Isakan samar terdengar tidak terlalu jelas karena dia mengubur wajahnya di leherku.
"Stttt.. Aku minta maaf, sayang."
Aku merasakan kepalanya menggeleng. Kesedihan melingkupi kami. Seharusnya dia tidak menangis untuk Ayahnya. Ayahnya adalah bajingan. Dan Ayahnya tidak pantas untuk ditangisi. Dia sudah membuat Baekhyun kesulitan didalam hidupnya. Dalam hati aku bersyukur bahwa bajingan itu meninggal.
Cukup lama kami dalam posisi seperti itu. Aku lega mengetahui dia tertidur.
Oh. Gadis yang malang. Dia sudah pernah bercerita kepadaku mengenai betapa sulitnya masa kecilnya. Dan hari ini aku mendapatkan fakta yang membuatku bersedih untuknya. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu oleh orang tuanya. Peran ibu yang seharusnya menyalurkan kasih sayang kepada anaknya, justru tidak bisa berbuat apapun.
Seandainya aku mengenalnya seperti Luhan mengenal seluk beluk gadis ini.
.
.
TATTOO
.
.
Seharusnya aku tidak meninggalkan Chanyeol begitu saja. Ketika aku terbangun, diam-diam aku bangkit, langsung meraih bajuku yang berserakan di ruang santai dan bergegas untuk pergi ke apartemen Luhan.
Setelah orangtuaku meninggal, aku menjual semua aset yang dimiliki oleh mereka. Sebagai gantinya Luhan menyuruhku membeli sebuah apartemen dengan namanya untuk aku hidup. Aku menyuruh Luhan untuk ikut tinggal disana. Dia tentu langsung menyanggupinya. Kami hanyalah gadis berusia 14 tahun saat itu. Dan semua itu diurus oleh Ayah Luhan yang kebetulan kenal dengan Ayahku.
Aku hanya tidak ingin rumah mereka mengingatkanku akan sikap Ayah selama ini. Ibu tidak selalu berada disampingku. Dia selalu menangis dan aku hanya memperhatikan dia dalam wajah sendu. Walau bagaimanapun, mereka tetaplah orangtuaku. Aku bersedih mengapa mereka meninggalkanku begitu cepat. Dan, Ayah.. Aku sudah memaafkan semua perbuatanmu. Berbahagialah di surga.
Setelah aku menutup pintu dari dalam, aku berbalik dan tersentak kaget saat Luhan berdiri disana, berkacak pinggang dengan piyama hello kittynya.
"Darimana saja kau?"
Luhan sudah bagaikan ibu bagiku. Dia lebih tua dan sikap protektif yang berlebihan terhadapku selalu melingkupinya. Dia sudah seperti itu saat kami kecil. Aku ingat bagaimana diriku diganggu oleh anak gendut berkacamata dan Luhan langsung menghajar anak itu sampai dia menangis kencang.
"Aku dari apartemen Chanyeol." Salah satu yang tidak bisa kuhindari darinya adalah berbohong padanya.
"Apa? Dan dia menidurimu, aku benarkan? Aku akan menghajarnya untukmu!"
Aku menahan tangannya ketika dia ingin beranjak. "Itu tidak perlu, Lu. Aku tidak dipaksa." Aku mencicit saat dia melotot.
"Benarkah? Apakah kau yakin?"
"Ya." Aku menunduk, mukaku memerah dengan cepat. Memikirkan perbuatannya yang begitu gentle terhadapku saja efeknya sudah berlebihan seperti ini.
"Apa-apaan dengan wajah memerahmu itu?" Luhan menggodaku. Aku mendengus dan menahan malu.
Luhan menggusak suraiku. "Tidak apa-apa. Kau sudah besar dan sudah bisa memilih tetaplah berhati-hati. Arratchi? Lain kali ceritakan padaku bagaimana kemaluannya." Ucapnya terkekeh kemudian berlari ke arah kamar mandi. Bersiap untuk berangkat kesekolah. Bagaimanapun ini tahun terakhir kami berstatus sebagai pelajar.
"Luhan!"
.
.
TATTOO
.
.
Aku kalang kabut. Melihat sisi dikasurku yang sudah kosong. Sudah seperti itu ketika aku membuka mataku.
Aku meraih ponselku dan menekan angka 9 yang langsung terhubung pada Baekhyun.
Tubuhku mondar-mandir tak karuan. Bergerak gelisah.
"Halo? Baekhyun?!" Suaraku marah. Tidak sadar bahwa aku berteriak padanya.
"Chanyeol? Ada apa?"
"Sialan! Kau pergi."
Aku terengah-engah. Tidak tahu bahwa dampaknya akan seperti ini. Dia sudah bersarang diotakku sejak kami melakukannya. Dan aku tidak bisa jika dia tidak berada dalam jangkauanku.
"Uh. Maafkan aku, Yeol. Aku harus berangkat kesekolah."
Sekolah. Aku melupakan kewajiban Baekhyun yang satu itu.
"Sialan sialan sialan! Jangan lakukan itu lagi lain kali, Baek. Aku kalut. Kau tahu?"
"Yeol. Tenanglah. Aku baik-baik saja. Aku disini, Yeol."
Suara lembutnya menenangkanku. Apasih yang sudah dia lakukan kepadaku? Kenapa aku menjadi seperti orang idiot? Tidakkah dia putri seorang penyihir? Dia bisa membuat diriku candu hanya dalam waktu yang singkat. Bibirnya seperti heroin dan aku mabuk kepalang dibuatnya.
"Maafkan aku, oke? Aku terlalu bingung mengapa aku menjadi seperti ini."
"Maafkan aku juga karena meninggalkanmu begitu saja."
Oh. Dia bahkan mengatakan sesuatu yang manis.
"Datanglah ke apartemenku saat kau pulang nanti. Kau tahu passwordku."
"Ya. Aku akan datang. Dan segera menghubungimu jika aku sudah sampai."
"Baiklah. Dan, Baekhyun?" Aku tidak tahu apa yang aku katakan nanti benar. Tetapi aku tipe orang yang akan menyuarakan isi pikiranku. Tetapi hatiku? Aku tidak pernah tahu sebelum bertemu dengannya. Dan, yang kurasakan sekarang adalah masalah hati.
"Ya?"
"Aku mencintaimu."
.
.
TATTOO
TO BE CONTINUED
.
.
Kasih tau aku kalo ada yang keliru or typo ya? Biar bisa diedit^^
Kalian! Kalo masalah NC ajaa pasti lngsng nyambung nyambung gitu kek ada sinyal-_-
Aku udah fast update. Dan udah dipanjangin juga. Dikit. Hahaha:p
Please jangan komentar NC nya aku ga jago kalo bikin NC. Jagonya real? *lah engga ko bercanda:vvv
Makasih buat kalian yg udah nyemangatin ujianku:"" laknat ga sih lagi ujian malah bikin ff gini._. Apa kabar nilaiku~~~~~
Big Thanks To:
Asmaul | JonginDO | Gianty581 | Oyong Park | YuRhachan | kkamjongyehet | baekfrappe | kimryeosa wardhani | ruixi1 | Intan954 | mikaanggra | Park Beichan | enoanggraeni250712 | nareul | oohsitik | parkbaexh614 | babyXie | baekyeol25 | VampireDPS | nggtwlndr | Fawkaihoon | firawati9 | Wiwik426 | satanSEKAI | Zheend | byunchanbaek | parkobyunxo | Irshnbrnne | Mong Jiraffe | Luhanssi | intan | rly | guest | DevBaek | fuckyeahSeKaiYeol | leeminoznurhayati | HuffleZiy | chenbanana | yeolbaeeeeee94 | pinkpurple94 | zenbaek | chanslumiere | Re | 1004baekie | Tyara1661 | CyBh | azurradeva | Rain030 | RakumPark | RufEXO | kyotipie | chanbaek0605 | deedaimonia | SehunbigdickUkemendesah | depiieee | DBSJYJ | | baekpie461 | melizwufan | piupiuchan | anxbyul | 9394loves | Byun Cabekhyun | Cheonsa528 | SELUsin | exindira | taolinna6824 | Wiwik426 | choi96 | Ekayoon | pisang panjang | h3llyeol | mbloh HAPPINNES | Guest | boobear | Byunnerate | | Dela523 | joohyunkies | milabee36 | sehunshit96 | Hyun CB614 | laxytao | Kim124 | daebaktaeluv | Yunna Park | baekichu | 614LOVE | SooieBabyUke |
Review terus ya kalian?:*
Untuk mikaanggra :
hemmm... Nyebut merk gitu yaa. Wkwk. Yaa iya dimana lagi cobaa kampus yg msh ujian hari gini-_- jangan jangan situ kampusnya sama?:ooo
Btw, ada yang masih bingung pake POV siapa?._. Itu gampang bgt ditebaknya serius. Kalo mereka nyebut nama Chanyeol berarti pake PoV Baek dan begitu juga sebaliknya. Kalo pake sudut pandang ketiga juga kalian pasti tau dong? Kalo kalian baca novel kan pasti gaada tulisan PoV siapanya kan? Kalian pasti nebak sendiri. Nah... Aku mau kaya gitu biar kek di novel-novel. BAK~
Biasanya dalam satu chapter aku nargetin review gitu baru aku publish kalo melampaui:$$
So, review?:)
Yang bikin aku semangat lanjutin hanya review, teman teman:)) Kalo tiba tiba aku menghilang jan salahin aku ya?:p #bodoamat - dalam hati kalian.
Manyeolbaek.
