TATTOO
AMANDAERATE
MANYEOLBAEK
THIS IS CHANBAEK STORY
Maincast: Park Chanyeol dan Byun Baekhyun
Rate: M
Warning: Genderswitch! Typos!
NO COPY PASTE! NO BASH! DON'T READ IF YOU DON'T LIKE THIS, IT'S SIMPLE, RIGHT?
ENJOY^^
.
.
TATTOO
PART 5
.
.
"Kau harus tahu bahwa Sehun juga memiliki tattoo yang sama seperti Chanyeol di punggungnya. Aku tidak bisa percaya ini!"
"Apakah kau menyesal? Aku sudah bilang bahwa kita tidak boleh membawa perasaan kita ikut bermain. Kita harus ingat tujuan awal kita, Lu." Luhan seperti bukan dirinya. Dia menunduk dalam dengan wajah sedih yang ketara. Dia adalah seseorang dengan tingkat ceria tertinggi yang pernah kukenal. Dan, ini seperti bukan gayanya. Dia tidak pernah memikirkan apapun selain dirinya yang bertingkah seenaknya maupun semau dirinya. Tapi kupikir kali ini kasusnya sedikit berbeda.
Kami sedang duduk pada sofa bundar di apartemenku serta Luhan.
"Lalu bagaimana denganmu, Tao-ie?" Aku beralih pada perempuan bermata panda di sebelah kiriku. Walaupun Tao berada satu tahun dibawahku, tubuhnya melebihi tinggi badanku. Aku selalu jengkel jika mengingatnya. Dia begitu ramping dan jago wushu.
Tao menyenderkan punggungnya dengan nyaman. "Kris bersih. Dia tidak memiliki tattoo apapun di punggungnya. Ini begitu melegakan." Dia langsung menutup mulutnya cepat setelahnya menyengir. Aku tertawa jengkel.
"Minseok eonnie?" Aku bertanya pada Minseok eonnie yang berada di depanku. Dia dikenal dengan pipi gembulnya yang membuat wajahnya seperti anak kecil, padahal dia adalah yang tertua diantara kami.
"Aku belum mengetahuinya. Tolong beri aku beberapa waktu lagi." Dia mendesah pasrah dan mencicit dengan melirikku takut-takut.
"Ini sudah melebih batas waktu yang telah ditentukan, eonnie." Aku berdecak.
Dia mengangguk setelah menghela napas panjang. "Aku tahu."
"Apakah dia begitu sulit untuk kau tangani? Biarkan Luhan yang menangani itu."
"TIDAK!" Kami berjengit kaget. Dia langsung menegakkan duduknya dan bergerak tidak nyaman. "Ehmm… maksudku, dia tanggung jawabku kan? Akan aneh kalau tiba-tiba Luhan yang mengganti perannya."
Aku memicingkan mataku. Begitu juga kedua teman yang berada di samping kanan dan kiriku.
"Kau tidak sedang beralasan kan? Kau tahu kami hanya melakukan ini dalam waktu singkat. Kau hanya perlu memberanikan dirimu, Min." Luhan mengintrogasinya. Memang belakang ini sikap aneh Minseok eonnie membuat kami mengernyit penasaran. Minseok tidak mengatakan apa-apa pula pada kami. Kupikir itu wajar karena dia memang sedikit pemalu. Padahal, Tao yang lebih muda daripadanya saja bertingkah dewasa sebelum waktunya.
Lucu memang jika umur seseorang tidak bisa menjamin sifat yang dimilikinya. Tetapi dari semua itu, aku harus bersyukur karena memiliki mereka.
"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya, eonnie?" Tao dengan cuek memperhatikan layar handphonenya. Mungkin dia bermain game lagi.
"Bersantailah dulu. Kita tidak boleh gegabah. Mengorek informasi dari orang baru memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar."
"Tidakkah kita perlu meminta bantuan terhadap dia?"
Oh. Aku hampir melupakan fakta bahwa akan ada pelangi sesudah hujan. Orang itu tentu bisa membantuku serta teman-temanku untuk melakukan aksi kami.
"Haruskah? Dimana kita dapat menemuinya?"
"Aku akan menghubungi Yixing agar dia membantu kita untuk menghubungi orang itu. Kemampuan Yixing kan sudah meningkat." Luhan mengeluarkan handphonenya dan bersiap menelpon Yixing eonnie. Luhan pamit untuk berbicara di telepon. Kami mengangguk.
Hening untuk beberapa saat. Aku mengaduk teh yang telah berada di atas meja di depan kami dan menyeruputnya.
Aku ingat terakhir kali aku berbicara pada Chanyeol adalah saat kata-kata terlarang itu keluar dari bibir kissablenya.
Saat itu aku hanya bisa mematung dengan keadaan adrenaline yang berpacu semakin cepat. Keringat dingin menjalar di sekujur tubuhku dengan handphone yang masih bertengger ditelingaku. Sementara di seberang sana hanya terdengar bunyi teratur yang menandakan bahwa Chanyeol langsung menutup handphonenya begitu saja tanpa menjelaskan apapun setelahnya. Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau bertanggung jawab? Tentu saja dia kan?
Kenapa dia menjadi perasa seperti ini sih? Baru beberapa kali kami bertemu dan dia sudah menyatakan pernyataan cinta dengan semudah itu? Bagaimana bisa secepat itu?
Kalimat chessy 3 kata dengan dipadukan suara bass Chanyeol itu terus saja terngiang di telingaku. Membuatku mendengus lelah.
Tidak kuhiraukan Tao dan Minseok eonnie yang saling berpandangan tidak mengerti.
Kemudian aku bangkit menuju kamarku untuk bersiap. Meninggalkan Tao dan Minseok eonnie yang masih memasang wajah kebingungan.
.
.
TATTOO
.
.
Aku menekan digit password pada pintu apartemennya. Kemarin Chanyeol sudah memberitahukan password miliknya padaku lewat pesan.
Heh. Jika dipikir lucu sekali kami bertindak bagai sepasang kekasih. Aku sebagai perempuan yang tinggal di rumah lelakinya. Menyadari aku berpikiran yang tidak-tidak membuatku menggeleng dan menampar pipiku. Kemudian terkekeh layaknya orang tidak waras. Apakah otakku sudah terbentur?
Aku melangkah masuk tanpa ragu. Sudah tahu bahwa pemilik apartemen tidak berada ditempatnya. Kemarin saat Chanyeol memintanya untuk datang ke apartemennya setelah.. ekhem.. kami berhubungan badan, aku tidak datang ke tempatnya. Aku terlalu kalut untuk bisa melihat wajahnya.
Maka untuk menebus kesalahanku kemarin, aku akan memasak sesuatu untuknya. Aku menaruh beberapa bahan makanan yang tadi baru saja kubeli. Mungkin aku bukan seseorang yang pandai memasak seperti Yixing eonnie, tetapi aku juga tidak terlalu buta untuk mengetahui bagaimana cara memasak.
Aku sudah mengetahui bagaimana Chanyeol selalu memakan ramyeon. Dia tidak makan dengan baik saat dirinya bekerja.
Aku memutuskan membuat nakji jeongol[1]. Aku pernah membantu Yixing memasak ini—walaupun belum pernah mencoba memasaknya sendiri.
Selain mudah membuatnya, aku juga sangat menyukainya. Apalagi ketika melihat sup berubah menjadi memerah karena ditambah dengan bumbu gochujang[2] dan bubuk cabai.
Menunggu air yang bergejolak di panci berukuran besar, aku menyiapkan beberapa irisan daging, beberapa makanan laut seperti gurita kecil dan kerang, serta ditambah beberapa jenis sayuran. Semua bahan hanya perlu di satukan dan di rebus secara bersamaan.
Sebuah tangan melingkar di perutku dengan tiba-tiba membuat jantungku berdetak lebih cepat. Hampir saja aku dibuat jantungan olehnya.
"Kenapa kau tidak datang kemarin, hm?" Sembari menciumi leherku dari samping dengan bertubi-tubi membuatku yang sedang memotong beberapa daun bawang menghentikan gerakannya.
"Maaf karena tidak memberitahumu." Aku berbalik dan mengecup bibirnya sekilas.
Chanyeol tersenyum. Dan menyentil hidungku. Dia melihat ke arah masakanku. "Kau memasak jjigae[3]?"
"Bukan. Ini lebih beragam dari jjigae." Aku beralih kembali memotong daun bawang yang tadi sempat terabaikan. Kemudian memasukkannya ke dalam panci bersama dengan bahan yang lainnya.
"Apakah itu pedas?"
"Apakah kau tidak suka pedas?"
Chanyeol terkekeh. "Kau ini. Aku bertanya dan kau malah bertanya balik." Chanyeol menumpukan dagunya dibahu sebelah kananku. Tangan kirinya melingkar pada leherku sementara satu tangan yg lain menekan pinggangku. "Aku tidak suka pedas. Tapi jika memakan makanan pedas bersamamu aku yakin pedasnya tidak akan terasa."
Aku mendecih. "Berhenti menggodaku, Yeol. Lagipula sup ini pedas manis, kok." Aku menyeret Chanyeol ke meja makan dan menyuruhnya duduk. "Sebaiknya kau tunggu disini saja. Sebentar lagi akan matang."
"Baik, mama."
Aku mendelik ke arahnya tetapi tetap kembali ke dapur. Dapat kudengar dia tertawa sendiri. Tidak waras sama sekali.
Untunglah Chanyeol tidak mengungkit lagi masalah dia yang mengatakan 3 kata keramat itu. Seolah dia tidak pernah mengatakannya padaku. Setidaknya… Lebih baik seperti ini dulu saja.
.
.
TATTOO
.
.
"Yixing sudah membuat janji dengan orang itu. Kita akan bertemu dengannya hari ini. Kau ada waktu?" Aku mengangkat telepon dengan mata yang sedikit mengantuk. Sebuah lengan masih melingkar di perut telanjangku. Dan aku bisa merasakan dada telanjang yang menempel dengan punggungku.
"Ya, Luhan. Aku akan menemuimu. Aku akan menghubungimu nanti." Luhan tidak perlu menanyakan dimana dirinya berada saat ini karena Luhan mungkin mengerti. Setelah menutup panggilannya aku kembali memejamkan mata. Karena kami baru selesai menjelang dini hari. Chanyeol benar-benar tidak bisa berhenti.
"Luhan meneleponmu pagi-pagi sekali? Apakah ada sesuatu yang penting?" Chanyeol bersuara dengan khas bangun tidurnya.
Aku sudah tahu bahwa hari ini aku akan terbaring lagi bersama Chanyeol. Di kasurnya untuk yang kedua kali. Dan hal ini membuatku menyiapkan beberapa pasang baju yang akan di taruh di lemarinya.
Aku tidak tahu mengapa aku sampai sejauh ini.
"Ya. Kami akan pergi hari ini."
"Oh iya? Biar kutebak ini pasti masalah perempuan?" Aku tertawa dan berbalik menghadap kearahnya.
"Kau sangat mengerti sekali." Aku mengejeknya. Tetapi masih dalam keadaan mata yang terpejam. "Aku masih mengantuk. Mari tidur kembali."
"Kau ingin tidur kembali?" Chanyeol menyingkirkan rambutku yang menutupi wajahku.
"Hmmm." Aku hanya bergumam tanpa membuka mata. Rasanya seluruh tubuhku pegal-pegal dan lubangku masih sedikit nyeri. Aku seperti merasakan lem tak kasat mata yang ditaruh di mataku sehingga tidak bisa terbuka dengan mudah.
Aku mendengar Chanyeol menghela napas. Dia menggenggam tanganku. Aku tersenyum dalam diam karena dia amat mudah diluluhkan. Tetapi pemikiran itu sirna karena dia menuntunku untuk menggenggam sebuah benda panjang yang sudah berdiri. "Padahal aku ingin meminta bantuanmu untuk meniduri ini."
.
.
TATTOO
.
.
Luhan melambaikan tangannya saat melihatku di pintu cafe. Disana sudah ada Tao dan juga Minseok.
"Yixing eonnie tidak datang?" Tanyaku sambil duduk di salah satu kursi.
Minseok eonnie memicingkan matanya. "Kupikir dia tidak terlibat? Kenapa dia harus berada disini?"
"Semua orang yang tahu apa yang kita lakukan tentu dihitung terlibat, eonnie." Minseok eonnie menggangguk paham. "Dimana orang itu?"
"Kita masih menunggu. Kita tidak tahu pasti apakah dia lelaki atau wanita, tua atau muda. Kita masih belum tahu itu." Luhan menaruh tangannya dibawah dagu. Pose seseorang yang sedang berpikir. "Kau pesanlah sesuatu dulu."
Aku mengangguk kemudian berjalan ke arah kasir untuk memesan minuman yang tersedia. Beberapa menit aku melihat Tao ikut menyusulku. Aku tadi melihat dia juga belum memesan apapun.
"Bagaimana kuliahmu?"
Sembari menunggu atrian yang lumayan panjang, aku berinisiatif untuk memecah kebosanan.
"Baik-baik saja, eonnie." Kemudian dia terkekeh pelan.
Aku menyipitkan mataku curiga. "Kenapa kau tertawa?"
Tao menghentikan tawanya. "Itu karena intonasi bicaramu sama seperti kakak yang sedang mengintrogasi adiknya karena ketahuan berpacaran."
"Yak! Aku tidak seperti itu!" Aku menyentil dahinya. Dia mengaduh. Membicarakan adik membuat aku teringat dengan dongsaengku yang masih belum memberikan kabar sampai hari ini. "Ah, ya… Apakah kau sudah mendengar kabar dari Kyungsoo?"
Tao bergumam sedih. "Belum. Kita tidak tahu kemana dia pergi sampai sekarang." Aku mengangguk mengerti. Pembicaraan harus berakhir disini karena ini adalah sesuatu yang dinilai sensitif bagi mereka. Tidak ada yang tahu kemana Kyungsoo pergi.
Setelah memesan dan mendapatkan minuman kami. Kami berjalan menuju tempat duduk dimana Luhan dan Minseok menunggu.
Seorang lelaki duduk didepan Luhan dan membelakangi mereka. Orang itu sudah berada disana. Aku dan Tao mempercepat langkahku.
Tetapi begitu melihat orang itu. Aku membulatkan mataku.
"Kris?!" Itu bukan suaraku. Melainkan suara Tao. Walaupun aku dan Luhan juga tidak asing dengan wajah pria didepannya ini.
.
.
TATTOO
TO BE CONTINUED
.
.
Kasih tau aku kalo ada yang keliru or typo ya? Biar bisa diedit^^
Maaf banget banget kalo ngaretnya kebangetan:''''''
DAN… Nahloh…. Ada yang bisa nebak gimana lanjutan ceritanya?:D
Aku masih kobaaaaam gara-gara ig chanyeol yang sama baekhyunnnnnnnn kyaaaaaa penuh cintaa dehhh fotonyaaa:vvvvvv Ga kuaddd gue kalo liat yang sweet gituhhh langsung RIP~ *lupakan
Big Thanks To:
Asmaul | JonginDO | Gianty581 | Oyong Park | YuRhachan | kkamjongyehet | baekfrappe | kimryeosa wardhani | ruixi1 | Intan954 | mikaanggra | Park Beichan | enoanggraeni250712 | nareul | oohsitik | parkbaexh614 | babyXie | baekyeol25 | VampireDPS | nggtwlndr | Fawkaihoon | firawati9 | Wiwik426 | satanSEKAI | Zheend | byunchanbaek | parkobyunxo | Irshnbrnne | Mong Jiraffe | Luhanssi | intan | rly | guest | DevBaek | fuckyeahSeKaiYeol | leeminoznurhayati | HuffleZiy | chenbanana | yeolbaeeeeee94 | pinkpurple94 | zenbaek | chanslumiere | Re | 1004baekie | Tyara1661 | CyBh | azurradeva | Rain030 | RakumPark | RufEXO | kyotipie | chanbaek0605 | deedaimonia | SehunbigdickUkemendesah | depiieee | DBSJYJ | | baekpie461 | melizwufan | piupiuchan | anxbyul | 9394loves | Byun Cabekhyun | Cheonsa528 | SELUsin | exindira | taolinna6824 | choi96 | Ekayoon | pisang panjang | h3llyeol | mbloh HAPPINNES | Guest | boobear | Byunnerate | | Dela523 | joohyunkies | milabee36 | sehunshit94 | Hyun CB614 | laxytao | Kim124 | daebaktaeluv | Yunna Park | baekichu | 614LOVE | SooieBabyUke | fujoshi kronis | dosarang12 | vhyo3107 | RahmaIndirawati | keenz | snowwddrop | sehun DICKtator | VNaaaa | riribas | mrsbunnybyun | ccoxx | enno96 | sherli898 | wonujeon | mynameis | Eka yoon | mamihjesper | Tak Secantik Baekhyun | avs1105 | Shin Yo Yong | yeollo | xi noe roel | strawbekrry | saa | akasyaka aeri | ssuhoshnet | laxyovdrs | BAEKBAEK04 | Kookiesue | Nadiyahafifah | princebaechan | danactebh | ambar istrinya suho | dearsy94 | inibaek | EyiLy | daeri2124 | Ita Daiki | cookiebyun | sariputri383 | kaisoodyo | chanbaekaf | TKsit | NLPCY |
Review terus ya kalian?:*
Semoga gaada yang ketulis double ya usernamenya:DDD Banyak readers baru jugaaa. Selamat datang di ffkuhhh;))
Untuk dearsy94:
Bisa kasih tau aku dibagian mana yang bikin kamu bacanya ga nyaman? Biar nanti aku ganti penulisannya? Thankyou sarannya;))
Untuk chanbaekaf:
Kyaaa suka banget baca review yang ditulis kaya kamu yaa wkwk:D tapi sayangnya aku ngarettt;( maafkan akuuuuuhhh *lebay… BENTAR! Jangan-jangan kita satu kelas?! Wkwk:D *shock
Untuk firawati9:
Aku juga sayang kamuuu:***
Untuk BAEKBAEK04:
Wkwk, sengaja ko dibikin begituuuu biar bikin readers dibuat bingung dan penasaran dulu. Tapi akhirnya bakalan ketauan kok sifatnya gimana haha:D
Untuk xi noe roel:
Yaampunnnn ini readers satu iniiii perhatian banget sama akuhhh:DD Makasihhh lohhh:**
Untuk boobear:
NCnya ga hot? Maaf yaaa aku ga jago bikin enceh;(( western? Ahhh ku juga gatauuu kenapa menjurus kesana:DDD
Sudah cukupppp maafkann karena banyak basa basinya daripada chapternya yaa._.
Aku tetep balesin review kalo aku sempet ya?;)
Oh ya FANFICTION lagi ada problem lagi ya? Jumlah reviewnya sekian tapi pas dilihat gak bertambah. Waktu itu juga pernah kayak gini. Mungkin sekitar 3-4 harian baru pulih. Jadi maaf kalo ada nama yang ga ditulis di atas ya? Karena memang gak muncul sampe sekarang^^ jadi besar kemungkinan bakal di tulis chapter depan.
OH IYA! Satu lagi… yang pake smuleeeeee coba tengok username manyeolbaek yaaaa. Kita duet lagu exo bareng disanaaa^^ seru deh berkat smule jadi banyak temen exo-l or kpopers lainnya;) see u in smulee^^
So, review?:)
Yang bikin aku semangat lanjutin hanya review, teman teman:)) Kalo tiba tiba aku menghilang jan salahin aku ya?:p #bodoamat - dalam hati kalian.
Manyeolbaek.
