"You are Mine"

•Markhyuck - Mainpair

..

.

Pagi ini Haechan sudah rapih dengan dandanan casual miliknya. Dirinya terus mematut didepan cermin besarnya yang ada di kamar. Sesekali bibirnya menyunggingkan senyum merekah secerah matahari pagi dan jangan lupakan gigi kelincinya yang mengintip lucu.

Dirinya menoleh ke dinding, melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi, dan dengan segera menyelesaikan acara berdandan ria-nya lalu mengambil ponsel juga walletnya. Haechan keluar apartement tak lupa menutup pintu terlebih dahulu dan berjalan ke lobby, menunggu Mark.

Iya, mereka -Haechan dan Mark- akan pergi berkencan, itu sih yang disimpulkan Haechan. Haechan sudah duduk di sofa yang ada di lobby, sesekali dia melirik ke depan untuk melihat Mark yang datang menjemputnya.

Tak sampai 15 menit, porsche hitam milik Mark berhenti tepat didepan lobby, membuat Haechan mengembangkan senyum dan bangkit dari duduknya menghampiri Mark.

"Hay~" Sapa Haechan riang di jendela mobil Mark yang telah diturunkan terlebih dahulu oleh si pemilik.

"Hallo princess, masuklah" Mark menggerakan kepalanya memberi isyarat Haechan untuk segera masuk.

"Ya! Aku bukan princess!" Walaupun menggerutu tapi dengan segera Haechan masuk ke mobil, menggunakan seatbelt dan duduk dengan tenang. Jangan lupakan senyumnya yang tak kunjung hilang itu.

Di dalam perjalanan Haechan terus bersenandung kecil mengikuti musik yang diputar dari radio mobil Mark, membuat Mark sesekali melirik Haechan dan ikut tersenyum.

"Kau bahagia sekali ya"

"Tentu, aku sangat bahagia"

"Apa yang membuatmu bahagia?"

"Karena kau mengajakku berkencan" Haechan kembali tersenyum membayangkan apa saja yang akan dia dan Mark lakukan seharian ini.

Dengan otak jahilnya Mark tersenyum miring, menjahili Haechan adalah favoritnya.

"Apa aku mengajakmu berkencan?" Mark memastikan dengan raut serius.

Haechan yang mendengarnya seketika menghentikan khayalan gilanya dan menoleh kearah Mark yang sedang fokus menyetir.

Haechan mengernyit bingung, bukankah Mark mengajaknya berkencan saat di cafe kemarin? Apakah pria Kanada ini terkena amnesia mendadak?

"Kau mengajakku kemarin Mark. Apa kau lupa?" Haechan bertanya bingung.

"Kapan? Aku tak bicara begitu"

"Huh? Jangan bercanda" Haechan merengut lucu, bibirnya sudah maju. Ingin saja rasanya Mark mencium bibir yang mengerucut lucu itu.

"Aku tidak bercanda sayang~"

"Kau bercanda, lagipula kau juga menjemputku. Berhenti mengerjaiku"

"Tidak, aku hanya menjemputmu karena kau yang memintaku, ingat bukan pesanmu semalam yang memintaku menjemputmu jam 9"

Haechan menjatuhkan rahangnya, dia ingat itu. Karena semalam dia memang meminta Mark menjemputnya pukul 9.

Haechan menekuk bibirnya kebawah siap menangis. Hidungnya sudah kembang kempis. Haechan tidak bisa diginikan.

"Hiks... Mark kau jahat. Apa yang kau lakukaaaannn" Haechan menangis keras di dalam mobil, membuat Mark dengan segera menepikan mobilnya dan mencoba menenangkan beruang kesayangannya.

"Cup... cup... cup... jangan menangis sayang. Berhenti ya. Maaf aku hanya mengerjaimu" Seketika Haechan berhenti menangis. Matanya menyalang marah, bibirnya siap mengeluarkan segala jurus sumpah serapahnya untuk Mark.

"Apa!? Kau mengerjaiku sungguhan?! Sialan kau Mark Lee!!" Haechan memukul lengan Mark dengan acak, membuat Mark meringis sakit, pukulan Haechan tak main-main, kawan.

"Ouch... sakit Haechan, stop it. Baiklah aku minta maaf"

Haechan menghentikan pukulan itu dan duduk kembali diposisinya, membenarkan tatanan rambutnya juga pakaian yang dia kenakan.

"Kau merusak make up-ku karena sudah menangis Mark. Aku marah padamu" Haechan menyilangkan tangan didepan dada, memalingkan wajahnya ke samping tak ingin melihat Mark.

"Maafkan aku, aku hanya bercanda. Berhenti marah okay. Kita 'kan ingin berkencan. Lucu kalau kita sedang marahan"

"Terserah"

Mark mengecup pipi Haechan, membuat lelaki manis tadi menoleh dan bereaksi heboh.

"Jangan menciumku! Aku marah padamu Mark!!!"

"Baiklah baiklah, mari kita berkencan" Dan setelahnya Mark kembali menjalankan mobilnya, tak peduli Haechan yang masih mengerucut lucu.

..

Mark dan Haechan sampai di tempat yang Mark yakini Haechan tak akan menolaknya. Lotte World. Siapa yang akan menolak tempat seseru ini?

Haechan keluar dari mobil dengan senyum yang tak hentinya sampai lupa kalau tadinya dia marah pada Mark.

Tangan itu menarik Mark, mengajaknya mengelilingi seluruh isi taman bermain itu. Tak lupa juga dia mengambil beberapa foto bersama Mark.

"Mark kau mau naik itu?"

"Tidak, aku lelah Haechan"

"Ayolah temani aku, aku ingin naik roller coaster itu"

"Apa kau tidak lelah? Bisakah kita duduk sebentar dan memakan sesuatu? Perutku benar-benar minta diisi"

"Kalau begitu ayo kita makan" Dan dengan segera Haechan menarik Mark menuju ke kedai yang ada disana. Hell... menolak permintaan Haechan sangatlah mudah, asalkan makanan menjadi alasannya.

-

-

Haechan makan dengan lahap, sesekali pipinya itu menggembung lucu. Astaga Mark tak tahan untuk tak mencium bibir itu.

Tanpa Haechan sadari Mark dengan segera memajukan tubuhnya dan-

Cup

-mengecup bibir Haechan yang masih mengerucut karena sibuk mengunyah itu. Menyesapi creamy sauce yang ada disekitar bibir itu. Rasanya? Fantastic!

Seketika saat Haechan menyadari apa yang dilakukan oleh Mark dengan segera mendorong dada lelaki itu dan menelan seluruh makanannya agar masuk ke lambung.

Haechan mengambil minum, meneguknya secara brutal dengan pipi yang memerah. Haechan malu sekali. Inginnya dia tenggelamkan saja lelaki yang ada didepannya ini ke laut, tapi sayangnya dia mencintai lelaki itu.

Haechan menatap Mark dengan mata memincing sebal, yang ditatap hanya menatap balik dengan penuh perasaan dan senyum gilanya.

"Kau- kenapa menciumku? Ish bodoh"

"Kau lucu saat makan seperti itu, rasanya aku ingin menciummu terus menerus"

"Kau mesum Tuan Lee"

"Tapi aku mencintaimu"

"Dan malangnya aku juga mencintaimu" Haechan berkata lalu menghabiskan kembali makanannya, dia tidak suka diganggu saat makan, by the way.

.

.

"Kemana kita pergi setelah ini?" Haechan bertanya kepada Mark saat sudah keluar dari kedai tadi.

"Kau tidak jadi naik roller coaster?"

"Kalau kau mau aku memuntahkan seluruh makananku, maka aku akan naik sekarang"

"Galak sekali princess-ku ini"

"Berhenti memanggilku princess dan pergi dari tempat ini"

"Aye aye captain!"

"Aku gerah" Haechan menarik kerah hoodie dengan motif floral miliknya dan mengipas-ngipasinya pelan diarea leher. Terik kali ini benar-benar menguras tenaganya.

"Suruh siapa memakai pakaian seperti itu? Kau kira kita sedang di pantai?"

Haechan mengernyit, menatap dirinya dari bawah sampai atas, tak ada yang salah dengan pakaiannya? Sah-sah saja dia berpakaian seperti ini kan?

Hoodie putih gading dengan motif floral itu sangat pas bila dipakai oleh lelaki manis seperti Haechan. Lagipula hoodie itu cukup santai untuk dipakai dimana saja. Jadi masih aman.

"Apa ada yang salah Tuan?"

"Aneh, kau terlihat akan pergi ke pantai"

"Ya! Jangan mengataiku. Lihat saja dirimu, apa kau tidak gerah? Dengan pakaian seperti itu mustahil kau tidak berkeringat Tuan Tampan!" Haechan menyilangkan tangan didada, menantang Mark.

"Aku? Jelas sekali aku tampan. Lihat? Sangat cocok bukan?"

Oke Haechan akui Haechan terpesona dengan Mark hari ini. Kemeja hijau dengan motif kotak-kotak itu sangat cocok dipadukan dengan sweater merah tanpa lengan miliknya. Haechan tak henti-hentinya mengagumi Mark hari ini.

Haruskah mereka bertengkar masalah pakaian? Ayolah dengan pakaian seperti itu benar-benar membuat mereka terlihat seperti sepasang remaja yang dimabuk asmara. Ya walau kenyataannya mereka benar-benar remaja 10 tahun lalu.

"Sial! Kau menang kali ini Mark" Dan setelahnya Mark merangkul pundak Haechan yang berjalan menjauhinya.

"Kau cantik sekali Haechan"

Haechan berhenti. Telinganya menangkap kalimat sihir milik Mark tepat disebelah kanan. Seketika pipi itu merona sampai telinga, membuatnya menghadap kanan dan menatap Mark.

"Berhenti berkata menjengkelkan"

"Aku serius Haechan, bohong kalau kau tidak mempesona hari ini. Matahari saja kalah terangnya darimu" Mark mendekat kearahnya. Memeluk pinggang itu dan menempelkan ke tubuhnya.

Haechan terpaku, matanya terlalu fokus menyelami manik obsidian itu. Benar-benar memabukkan tatapan yang diberikan oleh Mark padanya.

Tanpa aba-aba bibir Mark sudah mendarat tepat diatas bibirnya, melumat kecil bibir itu dan menggigitnya pula. Mengecap rasa manis karena olesan liptint Haechan yang terecap lidahnya. Membuatnya kembali dimabuk oleh pesona milik lelaki manis yang ada didepannya ini.

Pagutan itu terus terjadi dalam beberapa waktu, sangat membuai sepasang adam yang dengan bodohnya berciuman ditengah taman yang terik ini tanpa peduli.

Haechan mendorong dada Mark pelan, dia butuh oksigen segara kalau tak ingin mati karena ciuman mereka. Mark memberikan ruang untuk Haechan mengambil udara, dan membawa tangan itu digenggamannya.

Demi apa pun mereka lupa kalau masih di tempat umum sehingga beberapa pasang mata menyaksikan mereka, dan itu membuatnya tidak peduli. Sebenarnya, Mark lupa kalau dia masih di tempat umum tapi dia pura-pura tidak peduli.

"Aku mencintaimu Haechan, sangat sangat mencintaimu"

Kembali pipi itu memanas, membuatnya menunduk malu dan mengangkat kepalanya saat jantungnya sudah kembali berdetak secara normal.

"I-iya aku tau. Karena aku juga mencintamu Mark"

.

.

Mark menghentikan mobilnya di tepi jalan, sore ini cuaca benar-benar cocok untuk menghabiskan waktu di taman kota, tapi sebelum itu dia mengajak Haechan ke toko bunga yang ada di dekat taman terlebih dahulu.

Lonceng berbunyi, menandakan seseorang masuk ke toko tersebut, membuat wanita yang sedari tadi duduk di kursi kasir itu berdiri tegak dan menyapa pembeli dengan hangat.

Mark masuk diikuti Haechan di belakang yang tak henti-hentinya terpaku melihat deretan bunga-bunga cantik yang memanjakan mata indahnya.

"Selamat sore Bibi Kwon"

"Sore Mark. Dengan siapa hm?" Wanita yang berusia kepala empat itu bertanya sembari menatap lelaki yang mengekori Mark tadi yang sekarang sudah sibuk melihat bunga-bunga kecil.

"Oh dia kekasihku Bi, namanya Haechan"

"Ah Haechan, jadi dia orangnya? Sungguh manis, sangat cocok denganmu yang tampan ini"

Mark tertawa kecil atas pujian Bibi-nya itu, "Bibi bisa saja"

"Haechan kemarilah sebentar" Haechan mendekat kearah Mark.

"Pilih bunga sesukamu, biar Bibi Kwon yang akan merangkainya untukmu"

Haechan melongo, dirinya akan mendapat bunga? Haechan kira Mark akan membeli bunga untuk keponakannya yang baru saja pulang dari Jerman tapi ternyata untuk dirinya. Haechan ingin memeluk Mark saat ini juga.

"Sungguh? Ah terima masih Mark"

See? Beruang itu memeluk Mark erat didepan Bibi Kwon, sang Bibi? Hanya tersenyum maklum.

"Dia sangat manis Mark, kau tak bisa menolak pesonanya. Aku tahu dari matamu"

"Kau benar Bi, Haechan terlalu berharga untukku, sampai-sampai setiap malam aku sulit tidur karena takut kehilangannya lagi."

"Tidak Mark. Bibi yakin, kalian tidak akan berpisah untuk kedua kalinya"

"Ya Bi, semoga saja. Terima kasih atas doa Bibi"

"Sama-sama Mark. Kau sudah Bibi anggap seperti putra Bibi sendiri. Bibi menyayangimu"

"Aku juga menyayangimu Bi" Dan setelahnya Mark memeluk Bibi Kwon dengan hangat.

.

.

TBC

INI SCENE AKU BUAT KHUSUS UNTUK MARKHYUCK KARENA YAAA KALIAN TAHU KAN CHAP SEBELUMNYA ISINYA CAMPUR-CAMPUR. ADA NJUN AMA NOMIN JUGAA...

TAPI BUAT CHAP DEPAN INSYAALLAH BANYAK MARKHYUCKNYA.

Karena, 2 CHAP AKAN SEGERA SELESAI :")

KALIAN BISA CEK DI WORK AKU DI WATTPAD KALAU MAU LIAT FOTONYA MARK KEA APA WKWKW

@tiramisumacaron

tengseuuu~

MARKMARKHYUCK

.

.

.

.

Omake :

Mark mengeluarkan ponselnya saat dirinya siap untuk tidur, setelah Mark dan Haechan bervideocall ria dan mendengarkan bagaimana bahagianya Haechan bisa berkencan dengan Mark membuat hati Mark menghangat. Dia jadi ingin membagikan kebahagiaannya ini kepada orang-orang.

Dengan mata berbinarnya Mark meng-scroll up foto-foto yang ada digaleri ponselnya. Sesekali matanya menyipit lucu dan bibirnya juga melengkung tampan, tersenyum saat melihat beberapa foto lucu Haechan. Ada foto Haechan dimana dia sedang berjongkok berbicara dengan anak kecil di Lotte World tadi. Ada juga foto Haechan yang terpout lucu saat di cafe, dan masih banyak lagi.

Seketika jarinya itu terhenti saat melihat foto tumpukan bunga yang dia ambil di toko bunga Bibi Kwon tadi. Bibirnya tersenyum merekah matanya juga kembali berbinar, dan dengan mantap menekan opsi share untuk dibagikannya diakun SNS miliknya.

.

Markzzlee_

Loc. KWON's Florist ShopiE

picture posted

liked by @jen0lee.swag, @yeerim_, and 827 others

Markzzlee_ Flowers are blooming every day, so glow and beauty like you. (flowers)(kiss)(love)

From. Leo to Bear

view all comments...

Jaeeminiecute weitsss kencan ya~

W00jincool boss jangan lupa besok meeting jam 2

Bae_jinjin bahagia ya presdir?

Hyun_jin mengingatkan saja, besok ada meeting siang jangan sampai lupa ya sajangnim

Jen0lee.swag BOSSKU YANG PALING TAMPAN, BESOK ADA MEETING HARAP UNTUK MENYIAPKAN SEGALANYA YA. TERIMA KASIH (kiss)

Minakang28 uhuk uhuk boss

Markzzlee_ siap @w00jincool @hyun_jin / jelas @jaeeminiecute @bae_jinjin / jijik! @jen0lee.swag / bibi sakit? @minakang28

Minakang28 Sialan kau Mark Lee !!!

Jae_hyunjung Mark kapan pulang Kanada? Mommy @tae.yongjung miss you already.

Markzzlee_ year end, dad @jae_hyunjung / Mark rindu mommy juga @tae.yongjung

Hchanleez (flowers)(flowers)(flowers)

Markzzlee_ (flowers)(flowers)(flowers)

-

Renjunnhuangg liked your post. 3sc