Karakter: Uzumaki Naruto, Yatogami Tohka, Itsuka Shido

Genre: Romance, Adventure, Friendship, Hurt/Comfort

Warning: FemShido, Ooc, imajinasai author, tidak suka tidak usah baca

Maaf kalau ada kesamaan jalan cerita dengan fic lainnya ya,

Guardians of the Crescent Moon Kingdom

Chapter 1: Pria misterus dengan Byakugan

Negeri bulan... berada jauh di pulau bulan sabit di daerah samudra selatan. Disana matahrinya selalu bersinar terang, suasana disana pun juga cerah sehingga membuat negeri itu makmur. Selain itu sumber daya alamnya pun juga melimpah ruah, sehingga kebutuhan pokok seluruh rakyatnya selalu terpenuhi. Pantai karang yang indah di negeri tersebut pun selalu menjadi tujuan wisata utama di negeri tersebut.

Selain itu, disana pun juga menyediakan berbagai macam sofenir yang unik dan juga menarik. Sehingga pasar di negeri tersebut pun juga selalu ramai akan pembeli yang hendak membeli suatu barang. Namun sekitar setengah tahun yang lalu, terjadi pemberontakan dinegeri tersebut. Entah apa alasannya, namun yang pasti salah satu orang kepercayaan raja telah melakukan pengkhiatan terhadap raja dan berusaha merebut tahkta kerajaan dengan membunuh seluruh anggota keluarga kerajaan.

Namun ternyata sang raja telah menyadari rencana kudeta tersebut jauh sebelumnya. Agar keturunannya tidak di bunuh, raja pun memutuskan untuk mengirim putra-putri keluar negeri untuk berkelana selama setahun. Sementara itu sang raja berniat untuk menghentikan kudeta dengan cara baik-baik, namun dia gagal. Kuddeta berhasil dilaksanakan dan karena hal itu beberapa orang kepercayaan raja yang lain pun terpaksa mergang nyawa mereka. sementara sang raja sendiri berhasil selamat meski dia menderita luka yang cukup parah akibat serangan beberapa shinobi yang sengaja disewa untuk membunuh sang raja.

Hingga saat ini, Shido dan ketiga saudarinya itu belum mengetahui akan hal tersebut dan terus melakukan pengembaraan keseluruh dunia selama setahun sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ketempat asal mereka.

DISISI NARUTO

Ditengah padang rumput yang begitu luasnya, terlihat sebuah karavan yang tengah melintasi padang rumput tersebut. Itu adalah rombonganya Shido, sang pangeran dari negeri bulan yang akan menjadi pewaris takhta yang berikutnya setelah ayahnya. Selain itu disamping kereta kuda milik Shido, terlihat pula Naruto dan Obito yang sedang berjalan kaki disebelah kereta kuda milik Shido.

Ini sudah tiga jam berlalu semenjak mereka memulai perjalanan mereka. namun Naruto dan Obito masih belum terlihat lelah. Yah, wajar saja, mereka itu kan shinobi, mereka bisa berjalan kaki selama 12 jam tanpa henti.

"Ngomong-ngomong, apa nantinya anda juga berniat untuk menjadi raja di masa depan?" tanya Obito pada Shido

"Yah, tentu saja, namun ayahku saat ini keadaannya masih sangat sehat, beliau masih mampu untuk memimpin kerajaan, selain itu aku juga masih terlalu muda untuk menjadi raja, jadi masih sangat lama agar aku bisa menggantikan posisi ayahku sebagai seorang raja" ucap Shido

"Perjalananku dan para saudari ku ini juga di organisir olehnya juga, ayah memaksa kami untuk pergi keluar negeri karena beberapa alasan. Namun meski begitu, aku masih tidak mengerti tentang alasan ayah yang sebenarnya" ucap Shido

Obito hanya menjawab sambil memberikan tatapan datarnya

"Begitu, ya" ucapnya

"Lalu, raja di konoha itu seperti apa?" tanya Shido

"Bukan raja, namun Hokage" ucap Obito

"Hokage?"

"Hokage adalah shinobi terkuat diantara semua shinobi yang ada didesa kami" ucap Obito

"Jadi, apakah Obito-san mewarisi posisi hokage?" tanya Shido

"Tidak, seorang Hokage didesa kami dipilih berdasarkan kekuatan dan juga keterampilannya untuk memimpin atau dengan kata lain hanya mereka yang benar-benar dipercaya oleh warga yang bisa menjadi Hokage"

"Jadi begitu, ternyata hanya mereka yang dipercaya saja yang bisa menjadi hokage, ya!" gumam Shido

Obito kemudian menolehkan pandangannya kearah Naruto yang ada dibelakangnya

"Naruto yang disana itu adalah shinobi yang bercita-cita untuk menjadi Hokage suatu hari nanti, dia rela melalui rintangan seperti apapun demi bisa mencapai impiannya tersebut. Berkat semangat dan tekadnya pantang menyerahnya itu, dia berhasil mengalahkan musuh terbesar konoha dan juga berhasil menyelamatkan desa kami, jadi bisa dibilang meski masih muda, dia ini adalah pahlawan besar bagi desa kami" ucap Obito

"Heeh, aku kagum, walau masih muda tapi sudah menjadi orang yang berjasa besar bagi semua orang" ucap Shido dengan nada kagum

Naruto dan yang lainnya kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Diperjalanan Obito dan Shido membicarakan banyak hal yang sebenarnya tidak begitu penting namun bisa memperdalam ikatan mereka. contohnya seperti apa makanan kesukaan mereka, apa hal yang paling mereka benci, dan hal-hal lainya.

Beberapa jam kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat disebuah kota kecil, hal itu karena Tohka dan Kotori menggunakan kehendak mereka dan seenaknya memrintahkan seluruh karavan untuk berhenti di kota tempat itu. Meski Shido adalah yang paling tua diantara para saudarinya, dia orangnya terlalu lembut

Saat itu Naruto memutuskan untuk pergi berkeliling. Dia berkeliling sambil mengeluh soal sikap kedua putri tersebut yang menurutnya angkuh.

'Mereka itu! seenaknya saja menggunakan kekuasaan mereka dan memerintahkan karavan untuk berhenti' batin Naruto menggerutu

"Haah..."

"!"

Saat Naruto sedang berjalan ditepi sungai dia, mendengar suara seseorang sedang menghela nafas. Naruto pun merasa seperti pernah mendengar suara itu

"..."

Dan disana, dibawah sebuah pohon yang rindang, Naruto melihta seorang pemuda bersurai biru sedang terduduk lesu disana. "Itu, kan ... Shido..."

Naruto kemudian berjalan menghampirinya,

"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Naruto

Badan Shido tersentak kaget ketika Naruto tiba-tiba saja memanggilnya

"Ternyata kau Naruto ... aku sedang tidak melakukan apapun" ucap Shido

"Aku hanya sedang duduk dibawah pohon ini sambil melihat aliran air sungai" lanjutnya

Mereka berdua berada ditepi sungai sambil melihat air sungai yang mengalir. Untuk sesaat Naruto melihat wajah Shido, dan kelihatnya dia sedang memikirkan suatu masalah.

"Kau ... sedang ada masalah, ya" ucap Naruto

"Bagaimana kau bisa tahu?"

"Itu bisa terlihat dari wajahmu yang kusut begitu"

"Begitu, ya ... ya kau benar! Aku memang sedang ada masalah"

"Apa soal para saudarimu itu?"

"Ya.." jawab Shido

"Begini Shido, Aku tidak tahu bagaimana caranya kau menghadapi sikap mereka berdua yang menyebalkan itu, tapi kau hebat Shido" ucap Naruto

"Apa yang kau maksud itu adalah Tohka dan Kotori?"

"Ya tentu saja! Mereka menyebalkan! Mereka menggunakan kehendak yang mereka miliki sebagai putri raja untuk berbuat seenaknya dan menghentikan karavan ini ditengah jalan, memang sih, kalau mereka itu manis-manis, tapi sebagai kelaurga kerajaan yang terhormat mereka tidak seharunya melakukan hal seperti itu,kan" ucap Naruto mengunggkapkan kekesalannya.

Shido hanya terdiam mendengar pendapat Naruto soal Tohka dan Kotori, dia meresa telah gagal sebagai seorang kakak yang bertugas untuk mendidik adik-adiknya.

Disisi lain, Naruto merasa sudah keceplosan dengan apa yang baru saja dia katakan.

"Maaf, sebagai orang luar yang tidak tahu apa-apa, aku tidak seharusnya mengucapkan hal seperti itu"

"Tidak apa-apa, aku bisa mengerti hal itu, Tohka dan Kotori memang seperti itu, sikap yang mereka tunjukkan sama sekali tidak pantas untuk seorang yang menyandang gelar sebagai keturunan seorang raja, tapi..."

"Tapi?"

"Tapi, dulu sikap mereka tidak seperti ini"

"Eh!"

"Tohka adalah sorang gadis yang ceria dan baik, begitu juga dengan Kotori dan Shiori, mereka bertiga dulunya adalah seorang gadis yang ramah dan mudah bergaul dengan orang lain, namun semua berubah semenjak ibu kami meninggal"

"Meninggal!" Naruto terkejut

"Ya, semenjak ibu kami meninggal, Shiori menjadi gadis yang pemalu dan manja, Kotori dan Tohka menjadi seorang yang menutup diri terhadap dunia luar"

Mendengar penjelasan dari Shido, Naruto cukup terkejut dengan hal itu. Siapa yang menyangka kalau gadis yang angkuh seperti mereka ternyata memiliki masa lalu yang kelam. Naruto jadi merasa bersalah terhadap mereka bertiga.

'Begitu, ya ... sikap mereka seperti itu karena masa lalu mereka, harusnya aku tidak menilai seeorang hanya dari luanya saja' batin Naruto

Beberapa saat kemudian, ada seorang gadis berambut biru yang mendatangi mereka berdua ditepi sungai.

"S-Shido!" ucap gadis tersebut memanggil nama Shido

Ternyata gadis tersebut adalah Shiori, saudari Shido yang memiliki kemiripan dengannya

Dia memberitahukan kalau karavan akan segera berangkat, Naruto dan Shido pun memutuskan untuk kembali kekaravan.

SKIP TIME

Malam hari pun telah tiba, setelah berjalan selama hampir sehari penuh, karavan memutuskan untuk bermalam disebuah padang rumput yang cukup luas. Dan tentu saja tempat seperti ini rawan oleh perampokan, namun mereka tidak punya pilihan lain. Semua kuda yang menarik rombongan kereta dikaravan tersebut sudah nampak sangat kelelahan.

Naruto dan Obito yang bertugas untuk mengawal karavan dari sanga pewaris tahkta kerajaan bulan tersebut terpaksa ikut bermalam ditempat itu.

"Hari ini, karavan memutusakan untuk bermalam ditempat ini ya ... mereka kan seharusnya tahu kalau tempat ini rawan oleh perampokan" ucap Naruto

"Yah, mau bagaimana lagi, coba kau lihat itu" ucap Obito sambil menunjuk kearah para kuda karavan " kuda-kuda itu nampak sudah sangat kelelahan, mereka sudah tidak kuat lagi untuk menarik kereta kuda, jadi setidaknya kita harus membiarkan mereka untuk beristirahat"

"Benar juga" ucap Naruto

Kemudian disalah satu kereta kuda, Nartuo dan Obito melihat Shido bersama Tohka dan Kotori. Dia nampak sedang diomeli oleh merek berdua mengenai suatu hal.

Karena merasa jenuh dengan keadaan ini, Naruto memutuskan untuk berkeliling sebentar sembari menghilangkan kejenuhan.

"Hey, Naruto, kau mau kemana?" tanya Obito

"Aku mau cari angin sebentar" ucap Naruto

Naruto memutuskan untuk pergi kesebuah danau yang berada didekat padang rumput tersebut.

Ditempat itu dia bisa melihat indahnya malam dibawah terpaan cahaya sinar bulan yang terpantul dari danau tersebut, dan membuatnya terlihat seperti sebuh cermin raksasa. Dan tepat ditepi danau tersebut, Naruto melihat seorang gadis berambut biru laut sedang memandang indahnya pantulan cahaya bulan.

Untuk memastikan apakah Naruto mengenal sosok tresebut, dia memutuskan untuk mendekatinya.

"Shiori-san?"

Badan gadis tersebut tersentak kaget saat Naruto memanggilnya, dia dengan perasaan takut dan gugup menoleh kearah Naruto, dan ternyata benar dugaan Naruto, gadis tersebut adalah Itsuka Shiori, sudarinya Shido.

"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Naruto

"..."

"...?"

"..."

"Etto,... Shiori, kenapa kau tidak menjawabku?"

"..."

Sang gadis masih saja terdiam dalam keheningan, dia nampak tidak berani untuk berhadapan dengan orang lain termasuk Naruto. Karena tidak tahu harus bagaimana lagi, Shiori pun memutuskan untuk berlar menjauhi Naruto.

"Hey, tunggu!" ucap Naruto

Namun untuk sesaat, dari arah lain, Naruto melihat sebuah anak panah melesat cepat kearah Shiori,

SYAAT

"Awas!"

BRUK

Naruto mendorong tubuh Shiori hingga jatuh, untungnya Shiori tidak kenapa-kenapa tapi sebagai gantinya malah Naruto yang terkena anak panah tersebut.

Shiori membulatkan matanya saat melihat bahwa Naruto melindungi dirinya.

SLEP

Naruto mengambil anak panah yang menancap dilengan kanannya tersebut dan kemudian membuangnya.

Disaat yang sama muncul beberapa orang perampok dari balik semak-semak yang mengitari danau tersebut.

"Siapa kalian?" tanya Naruto

"Kau tidak perlu tahu siapa kami, kalau kalian ingin selamat cepat serahkan barang-barang berharga milik kalian"

Shiori bergetar ketakutan saat melihat puluhan orang perampok telah mengepung mereka

"Shiori tetaplah disini!" ucap Naruto

"Eh! Tapi..."

Tanpa pikir panjang lagi, Naruto kemudian langsung melesat maju kearah para perampok tersebut.

"Heh, rupanya kau mau mati, ya"

"Naruto!" ucap Shiori, disisi lain Naruto tetap melangkah maju kearah para perampok itu

"KAGEBUNSHIN ON JUTSU"

Dalam sekejap kemudian tercipta puluhan Naruto yang menyamai jumlah para perampok itu

"MINNA, AYO SERANG MEREKAA!" teriak Naruto

"OUH!" teriak para bunshin dengan serempak.

Naruto beserta para bunshinnya tersebut kemudian bergerak untuk menyerbu para perampok yang mengancam mereka. pertarungan pun terjadi diantara Naruto dan para perampok tersebut. Naruto pun akhirnya berhasil membuat para perampok itu terpukul mundur.

Setelah itu, Naruto dan Shiori akhirnya bisa bernafas lega.

Namun ketika mereka sudah berpikir kalau semua sudah selesai. Dari sudut lain tiba-tiba muncul seorang misterius berjubah hitam.

Naruto pun kembali memasang mode waspadanya.

"Siapa kau? Apa kau salah satu dari para perampok itu?" tanya Naruto ke pria misterius itu

"... "

Namun pria misterius tersebut tidak menjawab sama sekali, dan malah berjalan mendekati mereka.

'Cakra ini ... dia bukan shinobi biasa' pikir Naruto saat dia mreasakan aura cakra yang menguar dari pria tersebut

Naruto kemudian menyuruh Shiori untuk menjauh dari pira ini sejauh yang dia bisa.

"SHIORI, MENJAUHLAH DARI TEMPAT INI ! PRIA INI CUKUP BERBAHAYA!" teriak Naruto

Shiori berusaha mengiyakan perintah Naruto, namun dia terlalu takut unntuk melakukan hal itu.

"CEPATLAH!" teriak Naruto

'Aku sedang berusaha, tapi kakiku tidak bisa bergerak' pikir Shiori gemetar ketakutan

Dan saat lengah, pria tersebut kemudian menyerang, namun yang diserang bukanlah Shiori melainkan Naruto.

"!"

Pria tersebut memberikan beberapa pukulan kearah Naruto. Naruto yang lengah pun tidak sempat menghindari serangan tersebut hingga akhirnya terpental.

"Naruto!"

'Sial, aku lengah' pikir Naruto, saat pria misterius tersebut kembali menyerang dirinya, Naruto menggunakan jurus Kagebunshin no Jutsu, namun tidak terjadi apa-apa.

'Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa menggunakan kagebunshin-ku?' pikir Naruto

SYAAT

JLEB

Saat pria misterius tersebut hendak menyerang Naruto, tiba-tiba saja seseorang melemparkan sebuah kunai pelad kearahnya dan-

BOOOM

TAP

Saat ledakan itu terjadi, muncul seorang pria didepan Naruto,

"Obito!" ucap Naruto saat melihat bahwa yang menolongnya adalah Obito

"Kau tidak apa-apa, Naruto?"

"Ya, tapi setelah menerima serangan dari pria itu, aku tidak bisa merasakan aliran cakraku"

"Apa!?"

Dan dari balik kepulan asap yang mulai menghilang, sosok pria misterius yang menyerang Naruto tersebut pun mulai memperlihatkan wujudnya, nampaknya tudung yang dia pakai telah hancur akibat serangan tadi.

"...?"

"Uh!" pekik Obito membulatkan matanya saat melihat wajah dari pria tersebut yang ternyata memakai topeng spiral menutupi wajahnya.

"Ada apa, Obito?"

'Cakra ini ... sepertinya aku mengenal aura cakra ini!"

"!" Obito dan Naruto kembali dibuat terkejut saat mereka melihat sepasang pupil mata berwarna putih yang terlihat dari dalam topeng itu

"Mata itu ... Byakugan!"

SYUUUUT

"Tunggu!" pria misterius tersebut kemudian mneghilang dalam sebuah lubang dimensi yang menelan dirinya

Malam itu pun berakhir dengan seorang pria misterus yang tiba-tiba saja menyerang Naruto dan yang lain.

Bersambung...