"jun ge?"

"ya?"

"apa ada yang menganggu pikiranmu?"

Yang ditanyai pun hanya mengerutkan alis bingung. "tidak hao-ya,"

"kau tidak bisa berbohong padaku ge,"

"emm.. Ya mungkin ada, tapi aku tidak akan mengatakannya sekarang hao-ya,"

Hao pun tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu menunduk. Jun yang merasa hao tidak mengikutinya pun memalingkan wajahnya untuk melihat Hao. "kenapa berhe-"

"jun ge tidak percaya hao ya?" hao. Berkatanya dengan suaranya yang sedih.

"ani, bukan begitu hao-ya, aku akan menceritakan ketika sudah waktunya.. Aku janji,".

-at Quartz Kingdom -

"entah kenapa aku ingin bertemu dengannya lagi Joshua-ya,"

"mungkin kau menyukainnya eonnie,"

"tidak mungkin. Kita baru pertama kali bertemu secara non-formal. Mana mungkin aku langsung mencintainya,"

"tidak ada yang tidak mungkin. Cinta pada pandangan pertama itu ada. Dan mungkin ini yang kau rasakan," joshua pun tersenyum pada kakanya itu yang mungkin sekarang sedang bingung akan perasaannya.

Belum sempat Jeonghan membalas, Joshua sudah melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan, namun sebelum dia benar-benar keluar dari. Ruangan itu, dia menengok kepada Jeonghan dan berkata "coba kau pikirkan lagi eonnie, apa kau benar menyukainya, atau itu hanya perasaan anehmu saja,"

Jeonghan pun termenung di tempatnya 'menyukainya? Tak akan mungkin bukan?'.

-at Selovia Quartz's Park-

Joshua yang sedang berjalan pun menikmati suasana ditaman ini yang sedang tenang, entah mengapa tidak banyak anak yang bermain sore hari ini. Tanpa sadar Joshua pun memejamkan matanya.

~bruk~

"a-ah maaf noona, aku tidak sengaja," kata seorang laki-laki yang baru saja menabrak Joshua. Lalu dia segera bangkit dan mengulurkan tangannya untuk mrmbantu joshua bangkit.

"kau tak apa noona?"

"a-ah iya, aku tak apa," jawab Joshua sambil menerima uluran tangan lelaki dihadapannya itu.

Dan entah bagaimana ceritanya mereka sekarang sedang mengitari taman bersama.

"noona sendirian saja kesini?"

"iya, kau juga?"

"iya noona. ngomong-ngomong, kita belum bertukar nama, jadi siapa nama noona cantik ini?"

Joshua pun terkikik "haha terimakasih, namaku Yoon Christiani Joshua, namamu?"

"namaku Seokmin Bryan Dikey,".

-quartz's apartment -

"Jihoonie, aku lapar," rengek seorang lelaki bermata sipit itu pada kekasihnya

"buat makanan mu sendiri sipit!" balas kekasihnya ketus

"aku malas Jihoonie, tapi aku benar-benar lapar," rengek Hoshi lagi

"kau tidak lihat aku sedang apa?"

"oh ayolah, kau bisa mewarnai kukumu lain kali. Kekasih tampan mu ini benar-benar lapar, rasanya ku ingin mati,"

"mati saja, aku tak peduli," namun Jihoon tetap saja berjalan menuju dapur dan memasakan kekasihnya itu makanan.

10 menit kemudian*

"hanya tersedia roti dikulkas. Kita belum membeli bahan makanan, jadi aku hanya memasakan roti bakar. Maaf,"

Hoshi menatap roti itu berbinar "tak apa sayang, ini sudah cukup untukku. Nanti kita ke supermarket ya," lalu hoshi pun memakan makanannya dengan semangat, seakan-akan itu adalah makanan sangat enak 'padahal rasanya biasa saja, tapi dia lahap sekali,' batin Jihoon.

Diam-diam Jihoon pun tersenyum menatap kekasihnya itu, yang benar-benar seperti hamster.

-The Serenity Elite Region-

Seorang laki-laki berkulit sedikit gelap itu sedang asik memainkan ponselnya, sesekali dia tertawa apabila ada sesuatu yang lucu.

"mhh.. Gyu?"

"eh sayang, kau sudah bangun hm?" tanya mingyu yang mengalihkan pandangannya dari handphonenya, dan menatap kekasihnya yang mengenakan kemejanya -yang tentu kebesaran di badan kekasihnya- dan hotpants.

Dan hanya dibalas anggukan oleh perempuan itu, lalu Wonwoo pun menghampiri tunangannya, dan duduk dipangkuan tunangannya sambil memeluk lehernya.

"kenapa sayang?" tanya mingyu sambil mengelus sayang rambut tunangannya itu.

Wonwoo pun makin mengeratkan pelukannya. "jangan pergi lama-lama lagi,"

Mingyu hanya terkekeh "kita sudah lama tidak minum darah segar bukan? Jadi aku mencarinya,"

"kita tak meminumnya juga tak apa kan? Ini baru sebulan dari Terakhir kali kita meminumnya. Bahkan daya tahan tubuh kita mampu menahan walau setahun kita tak meminumnya,"

"tunanganku ini tumben cerewet sekali hm," mingyu pun mencubiti pipi tunangannya

"huh yasudah!" wonwoo pun melepaskan pelukannya dan menatap ke lawan arah sambil mengerucutkan bibirnya.

"bercanda sayang," mingyu pun menarik dagu wonwoo, dan mungecup bibirnya "kau merindukanku?" lanjutnya bertanya sambil mengembalikan tangan wonwoo ke lehernya

"tentu bodoh," jawab wonwoo sambil nemeluk erat tubuh mingyu.

"nado wonnie," mingyu pun mencium pucuk kepala tunangannya.

Mereka tetap pada posisi itu, sampai pada akhirnya wonwoo turun dari pangkuan mingyu dan duduk disampingnya, sambil memeluk perut mingyu dari samping. Mingyu pun melingkarkan tangannya dibahu wonwoo.

" tak ada rencana keluar hari ini?" tanya mingyu

"tidak. Aku hanya ingin bersama mu,".

Voment juseyooo~