SCHOOL'S CAPTAIN

Disclaimer : Boboiboy © Animonsta Studios

By : Dark Aquarelle

Warning : AU, OCC, pair(?), typo(s), gaje

ENJOY :)


"Aduh, mampus aku!"

"Kenapa Boboiboy?"

"Ini.. aku nggak bawa baju olahraga gimana ni? DUhhh.. aku tolol banget." Boboiboy mulai panik, kakinya tak bisa behenti berjalan mondar-mandir dari sisi ruang yang satu ke sisi yang lain. Matanya terus menerus menatap ke bawah dengan khawatir dan ia terus menimbang-nimbang apakah ia harus pulang ke kos lagi untuk sekedar mengambil baju tersebut. Kos-kosanya tak jauh dari sini, dan ia bisa saja sampai dalam waktu 10 menit. Tetapi masalahnya, ini kan lagi jam sekolah, bagaiman ia bisa kabur?

"Udah pakai punyaku dulu aja." Tawar Fang lalu memberikan bajunya pada Boboiboy. Boboiboy pun terperangah dengan tawaran Fang, dan menatapnya tidak pecaya.

"Serius nih?" Ujar Boboiboy dengan mata berbinar-binar senang.

"Yaiyalah.. masa aku bohong? Mau nggak nih?" Fang menyodorkan kembali baju olahraganya pada Boboiboy yang masih bengong di tempat.

"Kok tumben kamu baik? Biasanya aja nggak mau minjemin baju or?" Ejek Boboiboy masih sambil berkacak pinggang.

"Udah terima aja, gitu kok repot. Dipinjemin salah, nggak dipenjemin salah juga.. Ala makk!" ceplos Gopal saat memasuki ruang ganti olahraga. Otomatis mata Boboiboy dan Fang tertuju pada Gopal.

"Kalau kamu nggak mau ganti, sini biar aku aja yang gantiin.." Gopal langsung menyambar baju yang diberikan Fang lalu menatap Boboiboy dengan mata memincing dan tersenyum penuh arti.

"Apa-apaan ini?" Boboiboy mulai panik dan mundur selangkah demi selangkah. "Fang! Tolongin aku lahh, jangan bengong kayak patung di situ aja.. gimana sih?!"

Fang tersenyum lalu ikut mendekati Boboiboy. "Bantuin gak ya?" Canda Fang lantas melirik Gopal.

"Kalian berdua ini apa-apaan sih?! Gak lucu ya bercandaanya!" Boboiboy mulai merapat ke pintu ruang ganti.

"Ohh.. bercandaan kita gak lucu ya.. gitu?" Fang menimpali dengan jahil. "Kok mukamu panik sih? Jangan panik dong, kan ada kita.." Gopal maju selangkah mendekati Boboiboy. Boboiboy melirik ke seluruh ruangan, mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa dipakai untuk menghindari kedua temannya yang mulai gila ini.

Matanya yang jeli menangkap sebuah sapu yang tergeletak di ujung ruangan. Dengan was-was dia mulai bergerak ke arah samping untuk menjangkau benda tersebut.

"Sini dong! Jangan jauh-jauh.." Rayu Gopal yang semakin dekat. Boboiboy mulai tak fokus dan sibuk menatap sapu itu sambil terus memikirkan cara untuk kabur dari kedua temannya yang kehabisan obat ini. Fang yang penasaran dengan apa yang ditatap Boboiboy, mengikuti arah pandanganya. Boboiboy merasa ada yang mengikuti pandangannya dan ia berbalik menatap Fang sengit.

Sedetik kemudain kedua pemuda itu saling berlomba merebut sapu tersebut. Boboiboy yang lebih gesit pada akhirnya mendapatkan benda itu terlebih dahulu dan menghadang Fang agar tidak mendekat.

"Jangan maju! Atau ku gorok lehermu" Boboiboy menatap Fang sengit sekaligus panik dan ketakutan. Tangan kirinya sibuk memutar-mutar kunci pintu lain di ruangan tersebut.

Klik!

Saat pintu berhasil terbuka, Boboiboy langsung lari tebirit-birit.

"MAMAA.. AKU DIKEROYOKK!" Jerit Boboiboy hingga satu koridor sekolah terdengar.

"HAHAHAHA.. HAHAHAH.. HAHAHAH. Sumpah aku nggak bisa berhenti ketawa.. HAHAHAHA" Gopal memegang perutnya yang mulai kesakitan. "Sumpah ini lucu banget. Harus ku post di media sosial ini!" Ujar Gopal dengan sisa-sisa tawa.

"HAHAHA.. pake aja caption "INIKAH KELAKUKAN KAPTEN SEKOLAH KAMI?" #anak mami #takut #kapten sekolah" Usul Fang masih tidak bisa berhenti tertawa.

.

Sementara itu *Di koridor*

Boboiboy masih terus berlari, sambil sesekali menoleh ke belakang memastikan apakah Fang dan Gopal masih mengejarnya.

"Fiuhhh.. untung mereka nggak ngejar lagi. Mampuss dahh.." Boboiboy melirik ke belakang sekali lagi dan untuk kesekian kalinya dia menghela napas lega.

Tiba-tiba..

BRUGHH!

Boboiboy tersentak dan berbalik menatap orang yang ditabraknya. "Kalau Jalan pake mata dong! Jangan mentang-mentang kapten sekolah, jadi seenaknya nubruk orang! Tanggung jawab nih, kacamataku jadi penyok kan!" Semprot Ying tanpa ampun.

"Kalau jalan ya pakai kaki mana ada orang jalan pake mata.. pikir dong!" Boboiboy balas membentak, tak terima diperlakukan secara tidak terhormat. Matanya meneliti kacamata Ying yang sedikit penyok akibat benturan keras dari tubrukan tadi.

"Kacamata jelek gitu aja dipelihara.."

"Apa kamu bilang? Udah nabrak, nggak minta maaf, sekarang ngejek aku" Ying memelotot kesal kearah Boboiboy dan menginjak kakinya keras-keras.

"ADOHHH!" Boboiboy meringis kesakitan lalu memegangi kaki kirinya.

"Kamu cewek bukan sih?! Preman banget kelakuannya!" Sekali lagi Ying memelotot sangat kesal pada Boboiboy dan meninju bahunya dengan hantaman keras.

"AKHH! Sakit tahu, cewek preman!" Kini tangannya beralih dari kaki ke bahu. Kuat juga ini cewek, kerasa bangett gila!

"Aku dengar sekali lagi kamu sebut 'cewek preman' aku gaplok kamu.. " Ying mengarahkan dua jarinya dari mata ke mata dengan sengit. Awas kamu!

Sebelum pergi Ying berhenti sejenak sebelum menambahkan. " Gantiin kacamata ini sama yang baru, harus persis, aku nggak mau tahu pokoknya" Ying melangkah meninggalkan Boboiboy yang masih meringis kesakitan.

Mimpi apa aku semalamm.. baju OR ketinggalan, punya 2 sahabat tapi gila semua, ditambah urusan cewek preman.. Boboiboy mengeluh lalu berjalan ke arah kelasnya dengan wajah lesu.

.

"Selamat pagi wahaii anak-anak muda" Papa Zola berjalan masuk kelas dengan baju guru khasnya yang tak lain dan tak bukan adalah baju superman kesayangannya. Dulu baju itu sudah hampir membuatnya dikeluarkan dari sekolah karena protes dari bapak-bapak yang tak ingin istrinya kepincut oleh pesona Papa Zola. Untungnya ada Boboiboy yang bisa menangani semuanya dengan baik sehingga Papa Zola tak jadi dikeluarkan.

"Ya anak-anak muda, hari ini kalian langsung aja kelapangan lalu lakukan pemanasan seperti biasa, oke?" Murid-murid mengangguk mengerti dan bersiap-siap sebelum keluar kelas.

"Mana Boboiboy?" Papa Zola celingukan mencari Boboiboy ke sekeliling kelas. "Di sini pak"

"Ya ampun Boboiboy.. kenapa kamu bersembunyi di bawah meja, kayak kecoa aja main sembunyi-sembunyi" Papa Zola menghampiri Boboiboy dan memaksanya berdiri dari bawah meja. Boboiboy menggigit bibir sebelum mengakui kelalaianya.

"Saya nggak bawa baju OR pak.. hehehehe" Boboiboy memasang tampang memelas paling melas yang bisa dilakukan. "Ya ampun anak muda.. kau itu kapten kenapa tak memberi contoh yang baik kepada rakyat mu ini.. memalukan" Papa Zola menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tak patut.. tak patut.. ckckck" Fang dan Gopal yang duduk di sisi kiri dan kanan Boboiboy cekikikan tanpa henti.

"Ya udah kamu bantuin Pak Nu di sana jaga-in gerbang depan sekolah sambil push-up sampai pelajaran ini selesai" Papa Zola menatap Boboiboy tegas.

"Ya ampun pak, masa tidak ada keringanan sih.. saya ini cuman nggak bawa baju OR lho pak, bukannya gak bawa tubuh." Canda Boboiboy.

Krikk.. krikkk

"APA SEHHH KAPTEN SEKOLAH.." Segera saja Boboiboy mendapat protes dari teman-temannya akibat candaan garingnya .

"Nggak lucu yaa… Yahhh sayang deh" Boboiboy memasang tanpa kecewa yang dibuat-buat lalu melengos pergi.

.

"Pak Nu.. saya di sini ya"

"Lahh.. Den Boboiboy ngapain toh di sini. Nanti gosong kayak saya gimana.." Ujar seorang pria tinggi yang berkulit sawo matang.

"Ya owohh pak.. saya sudah biasa.. wajah ganteng gini meskipun gosong tetap ganteng kok pak… eheheh" Cengir boboiboy yang kini sudah siap melakukan push-up.

"Nasib saya kok kayak gini ya pak?" Boboiboy mulai melakukan hukumannya di depan gerbang sekolah.

"Kayak gimana toh Den?" Tanya Pak Nu yang duduk di samping Boboiboy sambil mengamati keadaan sekitar.

" Ya kayak gini pak.. Udah nggak bawa baju OR, punya dua sahabat tapi nggak bisa diandelin, belum urusan cewek preman, ditambah lagi dengan hukuman ini.." Ujar Boboiboy dengan nada putus asa yang berlebihan. Boboiboy menarik napas sekali lagi, lalu menghembuskannya dengan dramatis.

Pak Nu yang melihat itu semua hanya bisa tersennyum. "Den Boboiboy harus bersyukur Den. Orang tua masih bisa sekolahin Den.. Jangan mengeluh seperti itu. Nggak bagus Den.."

Boboiboy tiba-tiba berhenti melakukan push-up dan menatap Pak Nu . Omongan Pak Nu berhasil membuatnya teringat akan orang tuanya sekarang yang tak tinggal bersamanya. Mereka berada di tempat yang sangat jauh dari Boboiboy. Semua itu mereka lakukan agar Boboiboy bisa bersekolah di sekolah yang mahal ini.

"Pak Nu kok bisa bicara seperti itu."

"Ya gimana ya Den.. saya ini cuman orang kampung, orang tua saya tidak mampu menyekolahkan saya." Pak Nu merenung, matanya menerawang menatap ke depan dengan kosong.

"Inilah kehidupan Den, sudah nasib seperti ini. Makanya Den Boboiboy jangan menyiakan kesempatan seperti ini ya.." Pak Nu menepuk Bahu Boboiboy dan kembali mengamati keadaan sekitar. Dengan terik matahari di siang bolong seperti ini, membuat Pak Nu haus dan pergi ke dapur yang terletak tak jauh dari gerbang sekolah.

"Den.. saya tinggal dulu ya.. mau ambil teh hanget manis. Den Boboiboy mau diambilin juga?" Tawar Pak Nu.

"Nggak usah deh, pak.. " Balas Boboiboy dengan senyuman. Pak Nu akhirnya berbalik dan berjalan melewati gerbang sekolah. Ia kaget saat menemukan para gadis yang membawa botol-botol minuman dan handuk sambil menatap ke arah Boboiboy dengan wajah berbinar-binar.

"Eh, tuh liat ganteng banget ya.. keringetan aja ganteng. Duhh meleleh akuu" Ujar salah seorang gadis yang tak jauh dari Pak Nu.

"Iya.. dia itu cowok terseksi.. lihat badannya kekar banget, mau deh dipeluk sama dia.." Timpal gadis yang lain.

Pak Nu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan melanjutkan perjalanan ke dapur untuk mengambil secangkir teh manis. Saat Ia kembali, gadis-gadis itu masih bergerombol di sana sambil saling berbisik dengan mata berbinar-binar.

Seorang gadis yang mengetahui bahwa Pak Nu akan menuju ke tempat Boboiboy pun memanggilnya.

"Pak, sini deh.." panggil gadis itu. Pak Nu yang kebingungan pun menghampiri.

"Ada apa Non?"

"Itu Bapak lihat Boboiboy, dia ganteng banget ya pak, wajahnya itu lho limited edition banget. Pokoknya jangan sampai lecet dehh.." Ujar gadis itu pada Pak Nu. Pak Nu ingin menimpali perkataan gadis itu tetapi di sela oleh gadis tersebut.

"Pak Nu karena Pak Nu baik banget, tolongin dong.. payungin Boboiboy supaya dia nggak kepanasan. Nih payungnya.." Gadis itu menyodorkan sebuah payung pada Pak Nu.

"Ehh.." Pak Nu kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.

"Udah ini pak diambil." Gadis itu memaksa Pak Nu mengambilnya dan menatap ke sekelilingnya dengan was-was.

"Awas ya pak.. jangan sampai Pak Nu menerima barang gadis lain untuk diberikan pada Boboiboy. Pak Nu terima punya saya saja, dan bilang pada Boboiboy saya penggemarnya dia. Jangan sampai dia tahu nama saya, oke pak? Gadis itu memberikan ibu jari kepada Pak Nu tanda persetujuan. Pak Nu yang masih bingung hanya mengangguk saja.

.

Pak Nu kembali ke tempat Boboiboy dan menaruh teh hangat manis nya di meja dekat pos satpam. Pak Nu menyeruput sedikit teh panasnya sebelum akhirnya duduk di samping Boboiboy

"Ehh.. Pak Nu, udah kembali pak?" Tanya boboiboy sekedar basa-basi.

"Iyaa den.." Jawab Pak Nu dengan sesekali melirik ke arah gadis yang memberikan payung kepadanya. Gadis tersebut memberi isyarat agar Pak Nu segera melaksanakan tugasnya. Pak Nu mengangguk dengan kikuk lalu mengeluarkan payung tersebut.

"Kenapa Pak? Kok aneh gitu sih?" Tanya Boboiboy yang bisa merasakan perubahan sikap Pak Nu yang agak kikuk.

"Den.. Den Boboiboy kepanasan gak? Sini biar Pak Nu payungin ya.." Pak Nu tidak menghiraukan Boboiboy dan segera melaksanakan tugasnya.

"Tumben banget Pak.. terima kasih lo pak.. nggak papa nih, nggak ngerepotin kan?" Tanya Boboiboy dan menatap Pak Nu yang kini berdiri di sampingnya.

"Iyaa nggak papa Den, saya kasian sama Den sampai keringetan kayak gitu." Timpal Pak Nu.

"Ini payungnya bukan punya saya Den" Pak Nu mulai mencoba menyampaikan pemilik payung tersebut.

"lhaa… punya siapa pak?"

"Ini.. punya penggemar Den Boboiboy, saya pinjem karena saya kasian ngelihat Den Boboiboy.." Ujar Pak Nu sedikit berbohong.

"Terima kasih lo Pak.. Nanti biar saya aja yang kembaliin payungnya" Ujar Boboiboy sambil tersenyum menatap Pak Nu.

"EHh.. nggak usah Den, saya aja yang ngembaliin, kan Den nggak tahu siapa orangnya." Ujar Pak Nu mencari alasan untuk menjaga identitas gadis tersebut.

"Ya udah deh pak.. terima kasih" Ujar Boboiboy sekali lagi sambil tersenyum.

.

To Be Continued...