SCHOOL'S CAPTAIN
Disclaimer : Boboiboy © Animonsta Studios
By : Dark Aquarelle
Warning : AU, OCC, pair(?), typo(s), gaje
ENJOY :)
"Boboiboy, kau tahu dia kah?" Fang menunjuk salah seorang gadis yang berada di lapangan basket sambil tetap menghalangi fans Boboiboy yang terus membuntuti sejak dia di hukum di gerbang sekolah. Gadis itu berambut pendek dengan poni di dahinya, matanya berwarna biru safir ketika terkena cahaya matahari dan tingginya sekitar 160 cm. Dia mengenakan atasan berwarna biru muda dengan cardigan berwarna kuning serta memakai jins belel. Dan dia hanya membawa tas kecil yang ia sampirkan di bahu dan setumpuk map.
"Mana aku tahu lahh.." Boboiboy tampak tak peduli dan sibuk me-lap keringat di dahinya. Setelah selesai menjalankan hukuman dari Papa Zola, sebenarnya dia malas masuk ke kelas berikutnya karena lelah tetapi dia kapten sekolah dan harus memberi contoh yang baik maka ia dengan terpaksa harus hadir di kelas tersebut.
Gadis asing tersebut celingukan mencari-cari sesuatu dan tak sengaja bertemu mata dengan Fang. Pada beberapa detik pertama, mereka hanya saling menatap sebelum mereka akhirnya saling memberikan senyuman yang ramah dan sopan. Setelah itu, gadis tersebut memalingkan wajah dan berjalan kembali di sekitar lapangan sekolah.
Fang penasaran dengan gadis yang mempunyai senyuman manis itu dan perlahan meninggalkan Boboiboy yang dikerumuni oleh fans-nya. Ia tak lagi menghalangi fans Boboiboy yang fanatik malah membututi gadis asing tersebut dari jarak jauh. Fokusnya terpusat penuh hanya pada gadis itu.
"Woii.. Fang tolongin! Kau mau pergi ke mana?!" Gopal melihat Fang yang berjalan menjauh dari kerumunan fans dan mulai kewalahan menghadapi fans Boboiboy yang terus menerus mendesak maju dan menginjak-injak kakinya agar dapat menyentuh Boboiboy.
Tetapi Fang tidak memedulikan kedua sahabatnya malah berjalan ke arah gadis asing tersebut dengan senyuman yang semakin lebar. Fans Boboiboy semakin berteriak antusias ketika Fang tidak menghalanginya lagi.
"Boboiboyy! Ganteng banget sih.. sini aku lap-in yaa" ujar salah satu fans nya sambil nyempil-nyempil di antara kerumunan dan menyodorkan beberapa handuk.
"Jangann Boboiboy, sinii sama aku ajaa lebih enakk tahu" Yang lain menyahuti dengan berambisi ingin berada sedekat mungkin dengan Boboiboy. Gopal akhirnya tidak lagi menghalangi malah terjepit di antara kerumunan dan kakinya terus diinjak berulang kali.
"Jangannn percaya Boboiboy, minuman aku lebih seger lho.." Sahut yang seorang lagi sambil menyodorkan beberapa air mineral dingin tepat di depan Boboiboy yang langsung ditanggapi dengan tatapan sengit dari fans lain.
"Apaan sihhh.. minumann aku yang lebih segerr, ya kann Boboiboy" Rayu yang lain sambil berlomba menyodorkan beberapa handuk dan botol di depan muka Boboiboy. Gopal kini sudah menjadi rempeyek dan kakinya bengkak akibat desakan-desakan dari fans Boboiboy. Kini Boboiboy harus berhadapan sendiri dengan fans-nya.
Menyadari hilangnya radar kedua sahabatnya itu, kepalanya celingukan mencari Gopal dan Fang, tetapi dia tidak menemukan kedua sahabatnya itu. Gopal berdiri dari tempat terjatuhnya dan melambai pada Boboiboy untuk memberi tahu keberadaanya. Boboiboy tersenyum senang ketika mengetahui Gopal masih berada di sana dan mengisyaratkan agar segera membantunya mengatasi situasi ini.
Tetapi Gopal yang sudah lelah dan capek hanya memberikan tanda silang dengan kedua tangannya kepada Boboiboy. Menyatakan bahwa ia sudah tidak mampu lagi menahan fans Boboiboy dan berjalan pergi begitu saja dari situ.
Boboiboy mencoba memohon dan memanggil-manggil Gopal tetapi Gopal tetap berjalan tak menghiraukannya.
Huh! Dasar Gopal! Badan segede gitu, tapi ngehadepin cewek takut! Sementara Boboiboy masih berjuang menghadapi keganasan fans-nya.
"Sebentar.. sebentar, jangan rebutan dong, aku nggak bakal kemana-mana kok.. ehehe" Boboiboy berusaha menenangkan kericuhan fans-nya yang sekarang mengitari dia membentuk sebuah lingkaran. Dia mencari akal dan menemukan ide yang bagus, yang cukup bisa melarikan dirinya dari gerombolan fans-nya.
"Aku mau buat perlombaan.. Siapa yang bisa mengumpulkan handuk dan botol terbanyak akan kuterima botol dan handuk dari dia." Sontak fans Boboiboy berteriak histeris dan masing-masing mulai mencari ide untuk merebut botol dan handuk fans lain.
Mereka saling mengambil kuda-kuda masing-masing sebelum akhirnya mereka menyerang satu sama lain. Alhasil perang antar fans terjadi begitu kejam dan sengit. Mereka saling menarik rambut satu sama lain bahkan sampai ada yang berguling-guling di ubin.
Ckckck... terkadang pertempuran antar perempuan lebih menyeramkan ketimbang perkelahian laki-laki.
Boboiboy pastinya tidak akan meragukan lagi kesempatan emas ini untuk melarikan diri sebelum dirinya jadi rebutan cewek-cewek ganas itu.
Sementara itu, Fang terus mengikuti gadis itu secara diam-diam sebelum akhirnya keluar dari tempat persembunyian karena melihat gadis itu yang terus-menerus kebingungan.
"Heii.. manis" Fang berjalan mendekat ke arah gadis tersebut dengan senyum se-cool mungkin.
Gadis itu menoleh kebelakang dan mendapati Fang yang berada tepat di depannya.
Awalnya, gadis itu memandang Fang dengan tatapan aneh, takut karena dia tiba-tiba muncul dan langsung menyapanya seolah mereka saling kenal. Tetapi Fang tidak keberatan dipandang sebagai orang yang SKSD, malah dengan begitu ia semakin percaya diri.
"Namaku Fang.. anak kelas XI MIPA-5" Fang langsung memperkenalkan dirinya terlebih dahulu pada gadis itu. Tetapi gadis itu hanya bergeming diam dan tidak menjabat tangan Fang.
Fang mengerti situasi dan menurunkan tangannya kembali. Gadis itu beranjak menjauh setelah terjadi keheningan dan kecanggungan diantara mereka berdua.
Harus dengan cara apa lagi, agar gadis itu mau berkenalan denganku. Fang berpikir keras dan mencari akal, tetapi ia tidak menemukan satu pun.
"Heii manis, jangan pergi dulu dong.." Fang mencoba menahan agar gadis itu tidak pergi. "Mau kemana? Ke ruangan kepala sekolah ya?" Fang berbasa-basi sekedar memperlama waktunya bersama gadis tersebut. Tebakan Fang ternyata benar, dan gadis itu mengangguk ke arahnya.
Yes! Berhasil! Pekik Fang senang
"Memangnya kamu tahu ruang kepala sekolah ada dimana?" Gadis itu bertanya dengan polosnya terhadap Fang yang kini tersenyum lebar.
"Ya.. jelas tahu lahh, kan aku sekolah di sini... Sini aku anter" Fang yang terlalu bersemangat tak ragu-ragu menggandeng tangan gadis itu. Tetapi rupanya gadis tersebut tidak nyaman dan langsung melepaskan tangan Fang dengan raut risih.
Fang sedikit kaget dengan genggaman yang terlepas dan bertanya-tanya apa kesalahannya sampai gadis tersebut melepaskan genggamanya. Beberapa detik kemudian Fang mulai mengetahui.
"Oohh.. okee" Fang mengerti kekikukannya dan membiarkan tangan gadis tersebut terlepas dari genggamanya.
Seharusnya aku tidak menggandeng tanganya, pasti gadis itu takut. Dasar bodoh! Fang merutuki dirinya sendiri dan memukul dahinya berulang kali. Lalu menutupi kesalahannya dengan senyuman singkat dan mengajak gadis itu untuk mengikutinya.
.
.
"Woii bro, kemana aja hah?" Gopal melotot kesal pada Fang.
"Ada dehh.. pingin tahu ajaa" Fang menjawab asal dengan wajah yang masih berseri-seri.
"Big boss lagi marah tuh.." Gopal masih menatap Fang dengan kesal. Gara-gara Fang, kaki Gopal jadi korbannya, untung masih bisa berjalan kalau tidak..- bisa dicincang Fang sekarang.
"Lahhh.. kenapa lagi tu anak? Pasti lagi PMS.." Fang duduk di samping Gopal dengan santainya tanpa merasa tertekan sedikit pun. Malah ia berani melontarkan candaan di saat seperti ini.
"Gilee luu..big boss lagi marah, kamu malah duduk santai sekali di sini" Gopal menghadap ke arah Fang sambil berkacak pinggang. "Kau mau kita dijadiin perkedel?" ujar Gopal lagi.
"Lahhh trus aku harus ngapain?" Fang bertanya seperti orang bodoh yang tak tahu harus berlaku apa. Otaknya benar-benar konslet setelah pertemuanya dengan gadis misterius itu.
Gopal menatap Fang dengan frustasi. "Apa yang sedang terjadi padamu Fang? Kepalamu tak terbentur tembok kan?" Gopal mengguncang-guncang kedua bahu Fang, menepuk-nepuk jidat dan pipinya berulang kali.
"Kenapa kau mendadak amnesia begini?" Ujar Gopal khawatir. Fang yang tak mengerti hanya melongo menatap Gopal. Sedetik kemudian, entah karena tepukan Gopal di jidat dan pipi Fang yang mujarab atau karena hal lain, yang pasti sekarang Fang telah tersadarkan dari dunianya.
"AAaahh.. Gopal, nyawa kita benar-benar dalam bahaya" Fang mendadak menjadi gelisah setelah bisa menggabungkan segala kejadian di otaknya yang mulai berfungsi kembali.
"Kenapa nggak dari tadi sadarnya bro! Hhih!" Gopal menjitak kepala Fang.
"Aduhh!" Fang mengusap-usap kepalanya yang sakit dan menatap Gopal dengan tatapan memelas. Belum lama mereka berbincang mendadak seseorang memanggil mereka dengan suara lantang. Suara langkah kakinya yang berat terdengar di seluruh koridor ketika sepatu itu membentur lantai.
"GOPAALLLL!"
"FANGG!"
Boboiboy berjalan dengan badan tegap sambil berkacak pinggang. Siap untuk meluapkan emosi terhadap kedua sahabatnya yang tega-teganya meninggalkan dia sendirian dikerubuti banyak fans-nya yang fanatik.
"Matii akuuu!" Gopal berulang kali menepuk jidatnya. Dia bergerak-gerak gelisah di bangkunya. Fang juga mendadak gelisah dan panik, ia sibuk melihat ke sekeliling mencari tempat persembunyian.
"Hhei Gopal, cepat kesini!" Fang berbisik dengan jari telunjuk ditempelkan di bibirnya.
Gopal melihat Fang yang bersembunyi di lemari buku guru dan ia pun ikut bersembunyi di dalamnya. Ternyata ketika Gopal masuk, Fang sama sekali tidak bisa bernapas karena badan Gopal yang memakan terlalu banyak tempat. Hampir aja lemari itu ambruk akibat ulah keduanya saling mendesak agar memberikan sedikit ruang.
"Gopal, kau tidak usah bersembunyi di sini lahh.. ternyata lemarinya sempit sekali!" Fang yang tidak tahan lagi akibat kehabisan napas langsung mendorong-dorong tubuh Gopal yang besar keluar dari lemari.
"Fang, kau yang benar saja! Tadi kau mengajak-ku sekarang kau mengusirku!" Gopal memprotes Fang yang terus-menerus mendorong tubuhnya. Tetapi Fang tak memedulikanya dan segera mendorong tubuh Gopal keras hingga ambruk ke luar dari lemari sebelum ia benar-benar mati di sana.
Brughh!
"AarGhhh.." Gopal menjerit kesakitan. Pinggangnya sakit akibat terbentur lantai yang keras.
Dasar Fang! dengus Gopal masih memegangi pingganya.
Saat itu juga, Boboiboy melihat Gopal dari jendela kelas dan langsung menyergap serta menjewer telinganya. Kena kau!
"Argghh.. sakit!" Gopal tak siap dan tidak menyangka kalau Boboiboy akan menemukannya secepat ini.
"Biarinn... Sapa suruh tadii ninggalin! Mana Fang?!" Boboiboy semakin mempererat jeweranya.
"iii... it.. ituu disana! Dibalik lemari!" Tunjuk Gopal dengan sedikit tergagap. Pandangan Boboiboy kini teralih pada lemari tersebut.
.
GOPAALLL! HIHH! NGAPAIN TU ANAK PAKE BERI TAHU BOBOIBOY SEGALA! Gerutu Fang gelisah yang bisa mendengar semuanya dari dalam dan berharap Boboiboy tidak membuka lemari.
Tetapi ternyata harapanya tidak terkabul. Boboiboy langsung membuka pintu lemari dan menemukan Fang yang bersembunyi di dalamnya.
"Eheheh..." Fang tersenyum memelas semoga Boboiboy tidak menjewer telinganya.
"Fang.. bandel ya sekarang!" sindir Boboiboy. "Kemana saja kamu?! Untung tadi masih ada Gopal.." Fang hanya menampakkan cengiran khas nya.
"Tadii.. aa.. ak.. aku nggak kema-mana kok!" dusta Fang dengan gagap sambil perlahan melangkah ke belakang menjauhi Boboiboy. Setelah yakin berada di jarak yang cukup jauh, Fang mencoba melarikan diri tetapi ternyata gagal karena gerakan Boboiboy menangkap Fang sangat gesit.
"Aarrghh.." Fang menjerit kesakitan sambil memukul-mukul tangan Boboiboy agar segera melepaskan tanganya. Tetapi ternyata jeweran Bonoiboy terlalu kuat hingga Fang menyerah.
Sukurin tuh! Gopal cekikikan dalam hati melihat Fang yang kesakitan. Boboiboy menyeret mereka berdua kembali ke kelas untuk pelajaran selanjutnya. Ketika Boboiboy berjalan di koridor sekolah, ia baru teringat bahwa bel pelajaran selanjutnya telah berbunyi sejak 15 menit yang lalu. Dengan kesal, Boboiboy melepaskan jeweran di telinga Fang dan Gopal.
"Kalian berdua, sekarang pikirin alasan agar kita bisa masuk kelas tanpa dimarahi, karena kita sudah terlambat 15 menit.." Tegas Boboiboy sambil melirik jam di tanganya. Fang dan Gopal saling menatap satu sama lain seolah mereka bisa bertelepati dan saling melemparkan kesalahan lewat tatapan keduanya.
"Gara - gara kamu sihh!" Fang menuduh Gopal dengan menudingkan tangan terhadapnya.
"Ya.. Gara-gara kamu lah!" Gopal tak terima dan kembali menuding Fang dengan tatapan kesal.
"KAMU!" Fang balas meneriakinya dengan suara yang lebih lantang daripada sebelumnya.
"KAMUU!" Gopal tak mau kalah dengan suara lantang Fang dan menantang Fang dengan maju selangkah di hadapanya.
Kepala Boboiboy sekarang mulai berdenyut-denyut mendengar perdebatan hebat yang terjadi di antara kedua sahabatnya. Bukannya membantu mencari alasan, mereka malah bertengkar..
"APA-APAAN SIH! Kalian seperti anak kecil tahu tidak?!" Boboiboy kesal dan meninggalkan mereka berdua di depan pintu kelas. Kalau begini sih, mendingan cari alasan sendiri daripada mengandalkan mereka yang sama sekali tidak bisa diandalkan.
Sepanjang perjalanan menuju kelas, Boboiboy masih belum bisa menemukan alasan yang tepat. Kepalanya sekarang rasanya seperti di aduk-aduk dan masa bodoh dengan guru yang akan memarahinya. Paling-paling ia kena hukuman lagi. Saat melihat ke jendela kelasnya, ternyata guru yang sedang mengajar tidak ada. Yes! Keberuntungan memang di pihaku, jadi tidak perlu susah-susah untuk mencari alasan lagi dehh..
Dengan santainya, Boboiboy berjalan ke dalam kelas seperti tidak melakukan kesalahan apa pun. Dan menyapa teman-teman sekelasnya dengan riang. Teman-teman sekelasnya hanya menatapnya aneh karena tidak biasanya Boboiboy menyapa mereka semua, apalagi dengan sebuah senyuman.
"Kenapa lagi tuh dia?"
"Nggak tahu deh.."
"Kesambet petir siang bolong kali.. " Terdengar beberapa bisikan-bisikan teman-temannya mengenai kelakuan Boboiboy yang agak aneh. Sementara Boboiboy besiul menuju tempat duduknya, Fang dan Gopal sudah sampai di depan pintu kelas, dan betapa tidak malunya mereka karena sekarang mereka saling berguling-guling di lantai dan menjambak rambut satu sama lain.
Tentu saja Boboiboy sebagai kapten sekolah malu punya dua sahabat yang tidak beres semua. Pada akhirnya Boboiboy hanya bisa menutup mata dengan kedua tanganya menahan malu atas kelakukan mereka berdua.
Huh! Sebenarnya apa sih yang dipikirkan mereka?! Gerutu Boboiboy sambil berpura-pura tidak melihat ke arah mereka.
Seperti anak kecil saja, bertarung di depan pintu kelas! Sama sekali tidak ada kerennya! Sungguh memalukan! Dengus Boboiboy kesal.
.
To Be Continued...
