Tsuna berjalan keatas tangga, tapi baru setengah jalan dia menemukan Reborn menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Tsuna baru saja akan naik ke kamarnya ketika ia bertemu reborn yang menatapnya dari atas tangga dengan penuh selidik

"kemana saja kau seharian ini dame-tsuna?" tanya reborn

"sudah kubilang bukan? aku baru saja melakukan sesuatu yang penting?" jawab tsuna dengan santai

"dan hal penting apa yang sampai membuatmu melupakan sekolah?" reborn mengubah leon menjadi pistol dan menodongkannya kepada tsuna

"aku akan beritahu kau pada saatnya. Sekarang bisa kau turunkan pistol itu? Aku lapar dan ingin segera makan malam" jawab tsuna kembali dengan santainya, membuat reborn memutar otaknya karna sikap yang diberikan tsuna berbeda dengan biasanya. "kaa-san menyuruhku untuk mengganti baju! Kita bisa bicara setelah makan malam" tawar tsuna

"baiklah tapi ingat! Jangan kau berencana kabur! Kau harus memberitahu semuanya!" reborn menurunkan pistolnya dan berbicara dengan penekanan disetiap katanya sebagai sebuah peringatan

"aku janji!" jawab tsuna kembali tersenyum dan bergerak ke kamarnya melewati reborn yang terdiam di tepi tangga. Namun baru beberapa langkah tsuna berjalan menjauhi tangga reborn tampak menatap bagian belakang baju tsuna yang tampak ada hal ganjil disana

"dame-tsuna kemana saja kau hingga bajumu kotor?" tanya reborn setelah melihat keganjilan tersebut

"mungkin karna terjatuh! Kau tahu kan, kalau aku ceroboh? Tadi aku sempat terjatuh ke tanah becek" ucap tsuna sambil menunjukkan bagian belakang celananya yang kelihatan kotor dan basah

"aku tak bertanya tentang celanamu! Aku bertanya tentang bercak noda yang ada di tepi bajumu !" ucap reborn. Tsuna sempat memutar kepalanya untuk melihat tatapan reborn yang bisa dibilang cukup menakutkan

"mungkin juga terkena ketika aku jatuh tadi" jawab tsuna dan langsung menuju kamarnya dan segera menutup pintunya "dan reborn, tolong jangan ganggu aku sampai makan malam!" ucapnya sebelum tak terdengar lagi suara dari arah kamar tsuna

Reborn masih mendengaus sebal ditempatnya, bagaimana bisa murid yang selama ini selalu takut akan kata-katanya kini berani membantahnya bahkan tak takut lagi kepadanya.


Dino baru saja sampai ke jepang untuk bertemu dengan reborn karna ada sesuatu yang harus dia bicarakan dengan mantan tutornya tersebut.

"boss, kenapa kita lewat jalan memutar?" tanya romario kepada dino yang duduk disampingnya

"seperti yang kau tahu bukan? aku ingin membeli sesuatu untuk tsuna! dia sudah berusaha keras dengan didikan reborn, memberinya sedikit hadiah tidak apa-apa kan?' tanya dino tersenyum melihat ke tumpukan barang di bagian belakang yang rencananya akan dia berikan untuk tsuna dan nana

"tapi boss, apa itu tidak kebanyakan?" tanya romario lagi

"aku sudah menyebabkan banyak masalah untuk ibu tsuna jadi aku ingin membalas budi padanya" jawab dino lagi sebelum pandangannya teralihkan keluar jendela dan mendapati sebuah kejanggalan "hei, bukankah itu namimorichuu?" tanya dino

"benar boss, tapi kelihatannya ada yang aneh" romario mengajukan pendapatnya

"romario, hentikan mobilnya!" perintah dino dan mobil segera berhenti. Dengan segera dino segera turun dari mobil dan dikejar oleh romario. Beberapa pengawal dino yang juga mengikutinya dengan mobil yang berbeda juga tampak turun mengikuti boss mereka

"boss ada apa?" tanya salah satu pengawal

"ada yang aneh. Kenapa pada jam segini gerbang namimorichuu masih terbuka?" tanya dino dengan heran, dia kemudian masuk kedalam bangunan sambil diikuti oleh seluruh anak buahnya. Hanya ada beberapa dari mereka yang masih berada diluar untuk mengawasi keadaan.

"tidak mungkin ada seseorang di jam segini! Lampu dibangunan juga sudah dimatikan" ucap romario sambil menatap jam tangannya yang menunjukkan angka setengah delapan malam

"berpencar dan cari sesuatu yang ganjil! Ada yang mengganggu perasaanku" perintah dino yang dibalas dengan anggukan oleh semua anak buahnya dan mereka mulai berpencar. Beruntung pintu depan tidak dikunci jadi mereka bisa masuk kedalam bangunan sekolah.

Dino berpencar dari anak buahnya dan mencari ke halaman belakang diikuti oleh romario yang setia mengikutinya. saat dengan samar dia melihat sebuah jejak aneh di samping gedung olahraga. Jejak tersebut berupa jejak kaki yang disekitarnya terdapat tetesan dengan warna yang sama dengan jejak tersebut

'merah' itulah warna yang menyelimuti jejak tersebut. secara samar itu terlihat seperti jejak kaki, tapi mengarah keluar seolah jejak itu hendak meninggalkan gedung olahraga. Dino dan romario yang menyadari kalau warna merah yang mereka lihat itu kemungkinan besar adalah darah langsung menuju asal jejak kaki itu melangkah dan menemukan sesuatu yang sanggup membuat bulu kuduk mereka merinding


Reborn makan malam dalam diam. Dia daritadi memperhatikan muridnya itu namun tsuna bersikap seperti biasa. Seperti dia yang ceroboh saat makan sampai bertengkar dengan lambo karna lambo terus membuat kerusuhan. Reborn merasa seperti sikap yang tadi ditunjukkan oleh tsuna hanyalah mimpi atau omong kosong, juga perasaan anehnya.

Jam menunjukkan pukul tujuh malam dan saat ini reborn sedang duduk di dalam kamar bersama dengan tsuna bersiap untuk mengintrogasi sang calon vongola decimo"jadi, reborn. Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya tsuna dengan polosnya. Tiba-tiba perasaan yang mrngganjal bagi reborn itu kembali.

"pertama, kenapa kau tidak kesekolah? Padahal kau bilang padaku kalau kau punya urusan di sekolah?" tanya reborn mulai introgasinya

"karna orang yang akan kutemui meminta untuk berrpindah lokasi" jawab tsuna masih tenang

"siapa orang itu dan apa yang kalian lakukan?"

"dia memintaku untuk menyembunyikan identitasnya dan yang kami lakukan adalah urusan yang berhubungan dangan vongola"

"sejak kapan kau mau mengurusi urusan vongola?"

"bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk bersikap dewasa dan mencoba menyelesaikan masalah dengan kekuatanku sendiri?" tsuna balik bertanya sambil menyeringai kepada reborn, seringai yang belum pernah dia tunjukkan pada siapapun

"aku memang menyuruhmu, tapi kau juga harus melaporkannya padaku! Bagaimanapun juga aku adalah tutormu, jadi aku harus tahu segala hal yang kau lakukan" reborn mulai menekankan suaranya

"maaf reborn! Aku tahu kau khawatir" kali ini ucapan tsuna melembut "tapi bisakah kau memberiku kesempatan untuk melakukan semua hal di luar jangkauanmu hanya kali ini saja? Aku janji kau akan tahu segalanya saat semua sudah usai!" ucap tsuna sambil memperlihatkan wajah murungnya

"aku tak bisa melakukannya!" bentak reborn

"kalau begitu aku tak akan pernah dewasa reborn" tsuna memperingatkan. "bukankah kau sendiri yang bilang kalau aku harus bersikap dewasa?" tanya tsuna yang membuat reborn berpikir keras. Saat ini tatapan yang ditunjukkan reborn sama seperti tatapannya yang biasanya

"baiklah, tapi kau harus ingat kalau aku akan mencari tahu sendiri. Dan sebaiknya itu bukan sesuatu yang menyebalkan atau aku akan melubangi kepalamu" ucap reborn sambil menodongkan pistolnya

"hieee!" tsuna mundur selangkah kebelakang yang membuat reborn sedikit kaget "jangan menodongkan pistol pada orang seenaknya reborn" bentak tsuna. reborn berpikir bahwa yang ada didepannya adalah berbeda dengan tsuna yang ia lihat tadi

"apakah urusan pentingmu sudah selesai?" tanya reborn

"urusan penting?" tsuna mengulang perkataan reborn "belum, aku baru saja mulai!" ucap tsuna kemudian dia menundukkan kepalanya menyembunyikan ekspresinya "ne, reborn!" tsuna berucap sambil mengangkat kepalanya penuh keyakinan

"apa?" reborn bingung dengan perubahan sikap muridnya yang tiba-tiba

"kau, maksudku kalian akan menyelamatkanku kalau sesuatu terjadi bukan?" tanya tsuna yang sebenarnya merupakan pertanyaan yang tidak perlu dijawab

"apa maksudmu dame-tsuna?" reborn semakin dibuat bingung oleh muridnya itu "tentu saja aku dan semua guardianmu, tidak tapi semua vongola akan menyelamatkanmu!" jawab reborn. Tentu saja karna tsuna adalah vongola decimo, sudah pasti semua orang akan menyelamatkannya

"tolong jangan lakukan!" ucap tsuna yang membuat reborn secara spontan menatapnya "jangan menolongku lagi jika sesuatu terjadi!" ucap tsuna

"apa..." ucapan reborn terputus

"berjanjilah bahwa kalian akan terus melanjutkan hidup dan terrus melindungi vongola tanpa menoleh kebelakang! " tsuna mengambil napas sejenak sebelum melanjutkan "jika mengorbankan satu nyawa sanggup menolong ribuan nyawa berjanjilah kau akan melakukannya!" ucap tsuna sebelum pandangan reborn sedikit kabur.

Reborn terdiam dengan apa yang baru saja dikatakan muridnya "bisa kau jauhkan pistol itu? Akan sangat gawat jika seseorang terluka karna pistol itu!" tsuna bicara kepada reborn yang kelihatannya melamun

"jelaskan maksud perkataanmu tadi!" ucap reborn

"perkataan apa maksudmu?" tsuna menatap reborn dengan ekspresi bingung, begitu pula reborn.

"kau baru saja mengatakan sesuatu yang tabu, dame-tsuna! apa kau tidak mau bertanggung jawab dengan ucapanmu?"

"kau baru saja menodongkan pistol padaku dan sekarang meminta penjelasan dari perkataan yang tak kuucapkan!" tsuna tak habis pikir dengan tutornya yang satu ini. Reborn menatap tsuna dengan tatapan penuh ketidak percayaan

"oh iya, diskusi ini sudah selesai kan? kaa-san menyuruhku untuk membeli kecap! Aku akan keluar sebentar" ucap tsuna segera menuruni tangga dan menemui ibunya

Reborn terdiam di kamar sambil merenungi kata-kata tsuna tadi. 'Apa yang barusan dikatakan tsuna? kenapa dia bilang dia tidak mengatakan apapun? Apa yang kulihat tadi adalah ilusi atau sebagainya? Kenapa tatapan tsuna berbeda, sebelum dan sesudah dia mengaatakan kalimat itu?' kata-kata itu terus terngiang di kepala reborn. 'Apa yang sebenarnya terjadi dengan mu, tsuna?'

Dia kemudian teringat dengan bercak noda yang ada di baju tsuna tadi. Dia ingat bahwa tsuna membawa seragamnya ke mesin cuci namun reborn yakin kalau baju itu masih belum dibersihkan. Diapun pergi untuk memeriksa kecurigaannya


Tsuna baru saja keluar dari rumahnya hendak menuju ke supermarket saat ia teringat tentang sesuatu. Dia segera masuk ke dalam rumah dan melihat reborn yang berdiri diatas mesin cuci hendak mencari sesuatu. Tsuna yang awalnya hanya berniat mengambil catatan yang ada di meja dan langsung pergi ke supermarket mengurungkan niatnya. Dia bersembunyi untuk mengamati apa yang dilakukan oleh arcobaleno tersebut.

"kurasa itu ada disini" gumam reborn membolak-balik seragam tsuna yang memang masih belum dicuci. "ini dia!" ucapnya saat menemukan apa yang dicarinya

Tsuna menatap kegiatan tutornya itu dengan tatapan horror namun begitu dia masih tersenyum seolah meikmati ekspresi yang terpasang di wajah reborn

Sementara reborn benar-benar tidak suka dengan apa yang dilihatnya, sudah bertahun-tahun dia menjadi hitman, jadi dia bisa langsung tahu bercak apa yang ada di baju tsuna tersebut meskipun samar-samar bercak itu sudah dihilangkan.

Sementara reborn sibuk dengan pikirannya sendiri tsuna mengendap-endap keluar dari rumah sebelum si arcobaleno menyadari keberadaannya. Dia pun berjalan sambil sesekali menyeringai horror seolah sesuatu yang menarik akan terjadi sebentar lagi


"boss itu tidak mungkin kan?" romario memberanikan diri bertanya kepada dino yang masih mematung didepan pintu ruang olahraga yang tertutup

Dino memberanikan diri mendekati sosok yang terduduk di depan pintu tersebut. seorang anak laki-laki yang kelihatannya siswa namichuu terduduk sambil menggenggam sebuah tonfa yang sudah membengkok ditangan kanannya sementara tonfa yang satunya lagi terlempar 3 meter dari dirinya

'Hibari Kyoya terduduk bersimbah darah didepan gedung olahraga'

"kyoya!" dino segera berlari menuju orang tersebut dan memeriksa detak jantungnya "dia masih bernapas! Romario, cepat bawa dia ke rumah sakit" perintah dino dengan panik. Romario segera megangkat hibari dan membawanya kedalam mobil. "apa yang sebenarnya terjadi disini?" dino bingung dengan banyaknya darah yang mengalir dari tubuh hibari. Sebuah keajaiban hibari masih bisa hidup dengan keadaannya yang kritis

"boss, kami tidak menemukan sesuatu..." salah satu anak buah dino yang tadi memeriksa kedalam bangunan menghampiri dino yang masih mematung di depan genangan darah hibari. "boss, apa yang terjadi? Darah siapa ini?" tanya orang itu panik

"ini darah kyoya" dino menjawab dengan tatapan horror

"maksudmu hibari kyoya penjaga awan vongola decimo?" semua orang yang mengenal vongola decimo dan semua penjaganya tidak akan mungkin percaya kalau penjaga terkuat vongola decimo bisa terluka begitu parah. Namun gagasan itu terpecahkan oleh anggukan dino yang menjadi jawaban akan pertanyaan anak buahnya.

"aku harus segera menemui reborn!" gumam dino "kalian, periksa di seluruh tempat, bahkan sudut terkecil sekalipun bila kalian melihat sesuatu yang janggal segera beritahu aku" perintah dino pada beberapa anak buahnya yang datang menghampirinya.

"baik, boss!" ucap semua pengawal dino. Detik selanjutnya dino pergi bersama romario ke rumah sakit untuk membawa hibari yang terluka sangat parah


Benar! Bercak noda yang ditemukan reborn di bagian belakang baju seragam tsuna adalah bercak darah. Bercak itu sudah mengering jadi pasti sudah agak lama sejak darah itu menempel di sana. Namun pertanyaannya darah siapa itu? Seingatnya tadi tsuna tidak terlihat sedang terluka, jadi bercak itu pasti milik orang lain.

Namun kenapa darah tersebut bisa menempel disana? Apa mungkin tsuna yang menyebabkan darah tersebut menempel disana dari pemiliknya? Jika begitu artinya tsuna telah melakukan tindakan yang salah. Namun reborn masih berusaha mempercayai kalau tsuna tidak mungkin melakukan hal itu. Dia akan percaya sampai akhir. Jika tsuna memang terbukti bersalah maka dia yang akan menghukumnya dengan tangannya sendiri karna itu sudah menjadi tanggung jawabnya sampai akhir


Gokudera berjalan sendirian ke supermarket, dia belum makan sejak siang tadi saat mendengar bahwa tsuna menghilang. Namun dia tahu kalau gokudera sampai menyiksa dirinya maka tsuna tidak akan senang dengan hal itu. Dia memasuki toko dan bergerak menuju counter makanan saat melihat seorang remaja berambut hitam sedang asyik bercanda dengan pemuda lain yang sangat dikenalnya

"ju, juudaime!" gokudera meneriaki nama orang yang sangat dikhawatirkannya "kau baik-baik saja juudaime?" tanya gokudera

"yo, gokudera!" tanya seseorang yang tadi berbicara dengan tsuna "sedang apa kau disini?" tanya orang itu sambil tersenyum

"ya..yakyuu bakka! Apa yang kau lakukan disini?" tanya gokudera merasa iri karna yamamoto lebih dulu bertemu dengan tsuna dari pada dirinya yang menjadi tangan kanan tsuna

"aku baru saja selesai mengantar sushi saat aku melihat tsuna sendirian di jalan dan ikut bersamanya" ucap yamamoto tanpa dosa.

"apa yang kau lakukan disini gokudera-kun?" tanya tsuna kepada gokudera

"eh, iya aku hanya membeli makanan, aku belum makan sejak mengetahui anda menghilang" jawab gokudera sambil memasang raut wajah lega karna akhirnya tsuna kembali "kau benar baik-baik saja kan juudaime?" ucapnya massih ada sedikit rasa khawatir

"seperti yang kau lihat aku baik-baik saja!" ucap tsuna masih tersenyum "tapi kenapa kalian kelihatannya sangat mengkhawatirkan aku?" tanya tsuna. gokudera dan yamamoto saling berpaandangan bingung

"tentu saja karna kau adalah teman kami, tsuna!" jawab yamamoto

"tentu saja karna anda adalah satu-satunya boss yang kuikuti juudaime!" jawab gokudera

"terima kasih karna sudah mengkhawatirkanku!" tsuna masih tersenyum "dan tolong jangan tinggalkan aku!apapun yang terjadi" ucap tsuna

"apa yang kaukatakan tsuna? tentu saja kami tak akan meninggalkanmu!" ucap yamamoto

"gokudera-kun, yamamoto!" tiba-tiba saja ekspresi di wajah tsuna berubah. Gokudera dan yamamoto yang melihatnya kebingungan

"tolong kalian tarik ucapan itu!" pinta tsuna

"apa maksudmu juudaime?" tanya gokudera yang tak mengerti

"i..itu bukan maksud ucapanku, maksudku berjanjilah! Apapun yang terjadi kalian akan melindungi vongola" tsuna memberikan tatapan sedih "jika kalian harus mengorbankan nyawa satu orang untuk menyelamatkan ribuan nyawa! Kalian harus melakukannya!" tatapan tsuna menjadi serius namun penuh dengan kesedihan

"apa maksud ucapan itu tsuna?" yamamoto entah kenapa merasakan jantungnya seperti ditusuk oleh sebuah pisau meski otaknya masih memproses arti kata-kata yang baru diucapkan tsuna.

"juudaime, apa kau?" ucap gokudera masih membatu melihat tatapan tsuna yang bukan main-main.

"berjanjilah padaku!" ucap tsuna sambil tersenyum tulus. Gokudera dan yamamoto hanya terdiam, "berjanjilah untuk terus melanjutkan hidup tanpa menoleh ke belakang" ucapnya lagi, dan sama seperti reaksi sebelumnya, dimana dua guardiannya hanya menanggapi dengan diam.

"memangnya apa yang akan kau lakukan tsuna?" tanya yamamoto yang pertama kali sadar dari syoknya

"anda tidak bermaksud melakukan sesuatu yang berbahaya kan? Juudaime?" lanjut gokudera

"aku akan memberitahu kalian pada saatnya. Lagi pula ini bukan permintaan! Tapi perintah! Perintah pertamaku sebagai vongola decimo!" ucap tsuna dengan tegas, dari matanya tak ada sedikitpun keraguan.

"pe...perintah?" gokudera ketakutan, karna seumur hidupnya ini adalah yang pertama kalinya tsuna memberi perintah. Dan setelah menatap mata tsuna, gokudera tak punya kekuatan untuk mengabaikan perintah itu.

"ini adalah perintah bukan permintaan, dan kalian sebagai guardian vongola decimo harus melaksanakannya!" ulang tsuna lagi.

"baiklah, vongola decimo! Perintahmu akan kami laksanakan!" meskipun berkata demikian tapi masih ada tatapan keraguan dari mata gokudera dan yamamoto.

"arigatou, gokudera-kun, yamamoto!" ucap tsuna sebelum pandangan gokudera dan yamamoto sedikit tidak fokus selama beberapa detik. Dan saat pandangan mereka kembali fokus, mereka menemukan tsuna tersenyum ke arah mereka. Namun senyum tersebut berbeda dengan senyum yang mereka lihat tadi

"kalian kenapa?" tanya tsuna terlihat kebingungan kenapa mendadak wajah gokudera dan yamamoto memucat

"juudaime, apa maksud perkataan anda tadi?" tanya gokudera, wajahnya masih tampak pucat

"eh? Perkataan apa? Soal aku yang meminta kalian untuk tidak meninggalkanku itu?" tanya tsuna menyadari keanehan dari perilaku mereka

"bukan yang itu tsuna! tapi perkataan yang baru saja kau ucapkan itu! Apa maksudmu?" tanya yamamoto, wajahnya sudah kembali seperti semula

"aku tak mengucapkan apapun pada kalian! Kalian yang tiba-tiba berhenti bergerak dan menjadi pucat!" ucap tsuna, yamamoto dan gokudera saling berpandangan seolah-olah ada sesuatu yang salah terjadi disini. "kalian berdua aneh sekali!" ucap tsuna lalu melihat jam tangannya "wah sudah jam segini, aku harus segera dan reborn pasti sedang mencariku" ucap tsuna sambil membawa barang yang dibelinya ke kasir sementara yamamoto dan gokudera masih mematung

"apa yang terjadi dengan juudaime?" gokudera bertanya entah pada siapa tapi karna yang ada di tempat itu hanya yamamoto maka pertanyaan itu mungkin untuk dirinya

"entahlah, aku juga ingin tahu akan hal itu" jawab yamamoto. Detik berikutnya, terdengar suara hp gokudera berbunyi dan dengan segera dia mengangkatnya

"moshi-moshi! Reborn-san?" ucap gokudera setelah melihat nama penelepon "ah, iya juudaime baru saja disini, tapi dia sudah pulang" lanjut gokudera "eh, apa?" kini gokudera berteriak dan membuat yamamoto serta beberapa orang disana terkejut "baiklah, aku mengerti reborn-san" ucap gokudera megantongi hpnya dan langsung berlari ke luar

"ada apa gokudera?" yamamoto yang mengikuti gokudera bertanya

"ada berita buruk, hibari diserang" jawab gokudera setelah menoleh ke kanan kiri mencari sosok bossnya untuk mengabarinya. Reborn bilang kalau tsuna tidak bisa dihubungi jadi reborn memiinta bantuan gokudera untuk mencarinya dan menyuruhnya ke rumah sakit segera

"hibari diserang?" ulang yamamoto merasa ada yang salah dengan pendengarannya "maksudmu hibari kyoya ketua komite disiplin kita?" tanya yamamoto

"kau pikir ada berapa banyak hibari yang kita kenal?" gokudera berteriak ke arah yamamoto "sekarang dia sedang ada di rumah sakit dan reborn-san meminta kita untuk memberitahu juudaime karna dia tidak bisa dihubungi" gokudera juga masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Tidak mungkin orang seperti hibari yang mampu menakhlukan yakuza sekalipun berhasil dikalahkan. Bahkan untuk bisa membuat sebuah goresan saja dibutuhkan usaha di atas rata-rata.

"sebaiknya kau ke rumah sakit dahulu! Aku akan mencari tsuna" ucap yamamoto

"bukankah seharusnya aku yang mencari juudaime?" tanya gokudera tidak setuju dengan rencana dari yamamoto

"aku ingin pergi ke suatu toko yang sejalan dengan rumah tsuna! bukankah akan lebih efisien kalau aku yang pergi? Kau temui saja adik kecil itu dan meminta keterangan, jadi kita bisa menghemat waktu" ucap yamamoto

"aku tidak setuju akan hal itu! Aku yang akan pergi mencari juudaime!" gokudera masih tidak mau diperintah oleh yamamoto

"dengan kecerdasanmu itu kau bisa menganalisis urutan kejadiannya sehingga kita bisa mendapatkan kesimpulan, tsuna akan senang mendengar kesimpulanmu itu sehingga dia tidak perlu berpikir lagi" kali ini gokudera menautkan alisnya. Memang benar kalau tsuna itu lemah dalam berpikir jadi dia akian senang jika bisa menyelesaikan masalah ini tanpa turun tangan

"baiklah aku percayakan juudaime padamu! Ingat aku hanya melakukan ini untuk kebaikan juudaime!" ucap gokudera sebelum berlari menuju rumah sakit

"percayakan padaku!" ucap yamamoto melambaikan tangan lalu berlari ke arah beralawanan menuju arah rumah tsuna 'dan juga aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada tsuna' lanjutnya dalam hati


Reborn masih terdiam dengan pemandangan yang ada di depannya, di ujung baju seragam yang dipakai tsuna hari ini terlihat bercak noda dengan samar-samar. Insting miliknya sebagai hitman terhebat di seluruh dunia tentu saja tahu kalau bercak itu adalah darah yang mulai menghitam. Dia segera turun dari mesin cuci meninggalkan baju tersebut di tempat asalnya. Ketika dia hendak kembali ke kamar tsuna terdengar dering telepon dari ruang tengah. Nana sudah tidur karena lelah dan tsuna sedang keluar jadi mau tidak mau reborn yang pergi untuk mengangkat telepon itu

"moshi-moshi! Disini kediaman sawada" ucap reborn memulai pembicaraan "ah, dino ada apa kau menelepon malam-malam?" tanya reborn setelah menyadari orang di seberang telepon "kau sedang di namimori? Dimana kau sekarang?" tanyanya lagi "apa yang kau lakukan di rumah sakit?"

Detik berikutnya mata reborn membelahak lebar saat mendengar penjelasan dino "dino kalau kau sedang bercanda bukan seperti ini caranya" bahkan reborn sangat terkejut saat mendengar kabar tentang hibari "tidak, tsuna sedang keluar, aku akan menyuruhnya pergi ke rumah sakit" ucap reborn setelah mendapat jawaban dari dino "bagaimanapun hibari adalah salah satu penjaganya, dia harus mengetahui hal itu" lanjut reborn "baiklah aku akan segera ke sana" dengan itu reborn meletakkan gagang telepon mengakhiri pembicaraan mereka

'pertama tsuna bertingkah aneh dan sekarang hibari di serang! Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?' reborn sedang berkutat dengan pikirannya, dia lalu mengangkat gagang telepon lagi dan menekan sejumlah nomor

"gokudera apa kau bertemu dengan tsuna?"reborn memulai pembicaraan setelah mendapat salam dari orang yang diteleponnya "apa kau bisa memberitahunya bahwa hibari diserang?" lanjut reborn dan seketika dia menjauhkan gagang telepon dari telinganya akibat teriakan gokudera "hibari diserang dan kini dia ada di rumah sakit, aku akan pergi ke rumah sakit sekarang jadi tolong kau beritahu tsuna mengenai hal ini, akan terlalu lama bila aku menunggunya pulang" reborn menjelaskan kejadian yang baru saja diceritakan dino pada gokudera"aku mengandalkanmu gokudera" dan sambungn telepon pun terputus

Reborn masih belum beranjak dari depan telepon, pikirannya masih bercampur aduk, dan kemudian dia melihat fuuta yang berjalan kearahnya sambil mengucek matanya, di belakangnya i-pin mengikuti

"apa yang terjadi reborn-san?" tanya i-pin dengan wajah penuh ke khawatiran

"wajahmu menyeramkan reborn!" lanjut fuuta

"maaf kalau aku membuat kalian takut" reborn menunjukkan senyumnya "apakah kalian akan tidur lagi?" tanya reborn

"setelah reborn-san membuat berisik di telepon kami tidak mengantuk lagi" jawab i-pin

"bagus kalau begitu, aku ingin minta tolong! Kalau tsuna datang suruh dia untuk menunggu yamamoto, kalau tsuna bertanya sesuatu bilang padanya kalau yamamoto yang akan memberikan rinciannya" reborn memberi perintah

"baiklah reborn, kami akan menunggu tsuna-nii dan takeshi-nii pulang!" jawab fuuta "jadi i-pin apa yang harus kita lakukan selagi menunggu?" fuuta menatap ke arah i-pin

"bagaimana kalau main kartu?" usul i-pin yang kemudian dijawab anggukan oleh fuuta

"baiklah, aku mengandalkan kalian" ucap reborn meloncat turun dari meja telepon dan berjalan menuju pintu

"kau mau kemana malam-malam begini reborn?" tanya fuuta

"ada urusan yang harus kulakukan, aku pergi dulu" ucap reborn membuka pintu dan segera pergi sementara i-pin dan fuuta mengambil kartu dan bermain di ruang tengah


Dino ada di depan ruang operasi, dia berdiri bersandar tembok saat melihat dua anak buahnya datang, dia langsung berdiri tegap dan memasang wajah serius

"bagaimana? Apa kalian menemukan sesuatu?" tanya dino pada kedua anak buahnya

"kami tidak menemukan ada yang aneh di namimorichuu boss" jawab salah satu anaki buah yang merupakan tangan kanannya romario

"kami sudah membersihkan noda darah yang ada di sekitar gedung olahraga" lapor anak buah dino yang satunya "lagipula boss, bagaimana dengan kondisi penjaga awan vongola?" tanyanya melirik ke arha ruang operasi

"dokter masih melakukan operasi walaupun dia kehilangan banyak darah namun suatu keajaibah dia masih bisa hidup dengan kondisi luka yang serius seperti itu" jawab dino

"boss, apa kita tidak memberitahukan masalah ini kepada vongola decimo?" usul romario

"aku tidak ingin membuat tsuna khawatir" jawab dino

"tapi boss, bagaimanapun juga dia adalah boss dari hibari kyoya! Sudah sewajarnya dia mengettahui masalah ini! Dia justru akan sangat marah jika mengetahui kalau kau berusaha menyembunyikan fakta ini darinya" ucap romario

"kau benar juga" dino berpikir sejenak lalu kemudian mengambil hp dari sakunya dan menelepon sebuah nama, saat merasa telepon sudah tersambung dia mendengar suara seseorang dari seberang telepon

"reborn, apakah ini kau? Ini aku dino" dino sedikit terkejut karna yang mengangkat teleponnya adalah reborn bukan tsuna atau nana, tapi ini akan lebih mudah baginya daripada memberitahu tsuna secara langsung"aku sedang ada di namimori, awalnya aku ingin pergi ke rumah tsuna tapi sekarang aku sedang ada urusan" dino menjawab pertanyaan reborn"aku ada di rumah sakit" setelah dino menjawab dia bisa mendengar nada kebingungan dari mantan tutornya itu "sebenarnya reborn, tadi saat melewati namimorichuu aku menemukan kyoya terluka parah di depan gedug olahraga" dino menjelaskan dan kemudian mendapat nada ketidak percayaan dari reborn "aku tak sedang bercanda reborn, kyoya saat ini sedang menjalani operasi, apakah tsuna ada disana?" dino sedikit membentak saat mendapati reborn yang menanggapinya sebagai lelucon"apa mungkin tsuna perlu tahu tentang hal ini?" dino kembali bertanya meminta pendapat dari reborn "kurasa kau benar, kau bisa kesini? Aku akan jelaskan detailnya disini" setelah yakin dia mematikan teleponnya dan memasukkannya ke dalam kantong

"Boss, bagaimana?" tanya anak buah di samping romario

"reborn yang akan menjelaskannya kepada tsuna, jadi aku tidak perlu khawatir karna reborn yang akan mengurus semua itu" jawab dino kembali menyenderkan punggungnya pada dinding dibelakangnya

"itu bagus" jawab romario menjadi lega

"jadi boss apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya anak buahnya

"kita hanya bisa menunggu! Kyoya adalah penjaga milik tsuna,jadi semua keputusan ada di tangannya" jawab dino

"tapi boss, apa menurutmu kejadian ini ada kaitannya dengan mafia?" tanya romario

"menurutku begitu, dan kalau dia sanggup membuat kyoya tidak berdaya seperti ini berarti dia bukan lawan sembarangan" dino menjawab dengan ekspresi horror. Dia saja butuh mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk bisa membuat goresan pada hibari, dan orang ini dia membuat hibari menerima luka yang sangat parah, siapa yang tidak takut akan kenyataan ini?

"kalau begitu kita harus mengambil tindakan boss" ucap romario

"sudah kubilang bukan? biarkan tsuna yang mengatasinya lagi pula dia bukan anak kecil seperti dulu lagi" jawab dino cepat kemudian memandang ke arah langit malam


maaf karna terlalu lama dalam update, sebenarnya naskah sudah lama jadi hanya saja saya sedang tidak ada mood untuk mengedit jadinya saya telantarin naskahnya (emang apa naskah kok ditelantarin?)

makasih banyak untuk pembaca yang mau mampir ke cerita ini baik readers yang mereview ataupun silent readers saya ucapkan terima kasih karna mau meluangkan waktunya guna membaca fanfic pertama saya... (stop, lama-lama bisa jadi pembukaan pengajian nih!)