Be Mine
Tsukiuta milik Tsukino Talent Production
Warning : OOC, Shounen-ai, dan Typo. and.. No Flame please.
Shun membantu Hajime membawa buku-buku ke Lab Ipa. Sepanjang perjalanan menuju lab Ipa hanya diisi oleh suara langkah mereka yang terdengar dikoridor sekolah.
Hajime sesekali mencuri pandang hanya untuk melihat wajah tampan sang senpai.
'Uh.. selanjutnya menyatakan perasaan padanya. Kulihat saat Ia hendak membantuku tadi, Shun-senpai sudah terpesona pada keindahan mata ku.' Memikirkan ini sedikit senyum menyeringai muncul dibibir cherry milik Hajime.
'Sebentar lagi.. Shun-senpai pasti menjadi milikku!' Batinnya keras.
"Sudah sampai." Ucap Shun menghentikan Hajime yang membatin sedari tadi memikirkan rencananya.
"Ah.. Umm.." sahut Hajime mengangguk dan mengikuti Shun yang telah memasuki lab Ipa.
Dengan pelan Hajime menutup pintu lab Ipa.
"Ditaruh dimana?" Tanya Shun menatap Hajime. Hajime langsung menatap balik senpainya itu.
"Ah.. diatas meja guru itu senpai. Mungkin.." ucap Hajime ragu.
"Yakin?"
"Ya.."
"Kau pelajaran Ipa hari ini disini? Jam pelajaran keberapa?" Tanya Shun sembari mengernyit heran. Ia merasa ada yang aneh.
"I..iya senpai, em.. Jam pelajaran ke enam."
"Jam keenam kah? Hm.. itu satu jam lagi. Lalu, bagaimana pelajaranmu dikelas sekarang?" Tanya Shun lagi. Jantung Hajime berdebar keras, Ia takut rencananya akan terganggu hanya karena pertanyaan dari pa-eh maksudnya calon-ehem-pacarnya-ehem ini.
"Jam pelajaran sekarang kosong senpai, Makoto-sensei sedang sakit." Sahut Hajime jujur. Masa bohong sama pa-calon pacar sendiri.
"Hm.. iya ya.. Makoto-sensei sakit.. berarti jam kosong juga dikelasku nanti?" Gumam Shun sembari berjalan menuju meja guru dan menaruh buku-buku yang Ia bawa.
"Nah.. Hm kau tak ingin menaruh buku itu? Apa tidak berat?" Tanya Shun menatap Hajime yang masih setia membawa buku paket Ipa.
"Ah segera setelah Shun-senpai menaruhnya." Sahut Hajime cepat.
"Ah.. Yasudah sini biar aku yang menaruhkannya." Ucap Shun mendekati dan mengambil buku yang ada ditangan Hajime. Berusaha keras Hajime menutupi rona merah yang kini menjalari wajahnya karena tangannya tadi sempat bersentuhan dengan tangan milik Shun.
'ARGH! AKU INGIN SHUN SENPAI SEGERA KUMILIKI!!!' batinnya mulai frustasi.
"..jime."
"..ajime."
"Hajime!" Ucap Shun menepuk pelan pundak Hajime. Hajime tersentak kaget.
"Ah.. maaf senpai, tadi aku melamun."
"Iya tak apa, tapi.. em.. aku ingatkan, agar kau tidak terlalu melamun. Nanti kesambet lagi." Canda Shun sembari tersenyum.
"Ya sudah aku kembali dulu ya, aku dan Kai harus memberitahukan pengumuman untuk kalian semua." Ucap Shun mengusap puncak rambut milik Hajime.
Hajime yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menahan rona merahnya lagi dan lagi.
Setelah mengatakan itu, Shun berlalu dan seketika itu juga langkahnya terhenti karena ada yang menarik lengannya.
Berbalik dan melihat siapa yang menahannya Shun sedikit mengernyit heran.
"Ano.. senpai.. ada yang ingin aku katakan.." ucap Hajime gugup.
"Hm..? Ya, katakan saja."
"Ano.. em.. etto.."
"Jangan ragu katakan saja."
"Aku.. aku menyu-ah tidak, aku.. aku mencintaimu senpai, etto maukah senpai menjadi kekasihku?" Ucap Hajime dengan raut wajah gugupnya. Senyum Shun yang tadi terlihat kini hilang seketika.
"Shun-senpai?" Ucap Hajime lagi ketika tak mendengar tanggapan dari Shun.
"Aku tak tau apa yang membuatmu tertarik padaku. Tapi.. dengarkan ini baik-baik, Mutsuki Hajime dari kelas 1-2. " Shun mendekati Hajime dengan wajah datarnya. Hajime dibuat kaget karenanya.
"Aku.. benci kisah romantisme, aku membenci hubungan seperti itu. Dan .. Aku tidak percaya akan hal yang dinamakan cinta! Ingat itu!" Desis Shun dingin, tepat di telinga Hajime. Menjauh sedikit, Shun kembali tersenyum.
"Sudah paham bukan, Kouhai ku yang manis." Ucapnya kemudian berbalik.
Hajime menggertakkan giginya kesal.
"Aku tak akan menyerah, walaupun kau bilang membenci hal seperti itu. Aku akan mengubahmu. APAPUN ITU AKU TAK AKAN MENYERAH MENDAPATKANMU. AKU AKAN MENGUBAHMU!! INGAT ITU SENPAI!!!" Teriak Hajime. Langkah Shun terhenti tiba-tiba. Kemudian Ia berbalik menatap Hajime yang kini nampak kesal.
"Silahkan saja, kalau kau bisa." Kemudian Shun meninggalkan Hajime sendirian di lab Ipa.
"Hm.. benar-benar menarik, bilang saja kau jual mahal. Senpai!" Gumam Hajime. Kesal, ia sungguh kesal. Oh hell, selama ini jika dia menyukai atau menginginkan sesuatu pasti dengan mudahnya terwujud. Tapi tadi? Sungguh membuatnya kesal tingkat 999.
-Be Mine-
Hajime memasuki kelasnya yang masih kosong karena gurunya sedang sakit.
"Bagaimana Hajime? Lancar?" Tanya Koi, dan hanya disahuti dengan gelengan dari Hajime. Sahabat-sahabatnya hanya saling pandang.
"HAAAH! gagal. Dia menolakku! Masa dia bilang dia tidak percaya akan cinta dan dia membenci romantisme atau apapun yang berhubungan dengan cinta!" Kesal Hajime duduk di kursinya.
"Haah.. kalau Shun-senpai mudah didapatkan sudah pasti dia memiliki kekasih sekarang Hajime." Ucap Haru menenangkan.
"Ya, tapi aku tak akan menyerah. Shun-senpai harus menjadi milikku bagaimanapun caranya!" Ucap Hajime semangat. Sahabat-sahabatnya hanya bisa menatap horor.
'Hajime terobsesi pada Shun-senpai!!' pekik mereka bersamaan.
"Kenapa?"
"Ah tidak.. begini saja bagaimana kalau saat pulang sekolah kita menabrak Shun-senpai saat akan melewati tangga dan saat Shun-senpai akan jatuh Hajime akan menolongnya. Nah kalau begitu, Shun-senpai akan merasa berhutang budi dan mau menjadi kekasihmu. Gimana?" Ucap Iku memberikan ide.
"Yak, bagaimana kalau gagal? Shun-senpai terjatuh dan kita juga kena hukuman nantinya karena itu." Sahut Rui.
"Ah begini saja. Hajime, keluarga mu dan keluarga Shimotsuki itu berteman akrab bukan?" Ucap Haru.
"Hm.. mungkin?" Jawab Hajime agak ragu. Ragu karena Ayahnya jarang berbicara tentang teman-temannya.
"Nah kalau akrab, kau bisa minta ayahmu untuk menjodohkanmu dengan Shun-senpai bukan?!" Ucap Haru lagi.
"Kau benar, akan kulakukan nanti. Tapi bagaimana kalau dia menolak? hm.. apa kalian punya rencana agar dia menerimanya tanpa bantahan?"
"Aku tahu!" Ucap Kakeru tiba-tiba. Semua mata tertuju padanya sekarang.
"Bagaimana?"
"Begini.. em.. kita akan mengunci kalian berdua saja di gudang. Terus kau pura-pura ketakutan dan saat disana kau keluarkan kekuatan merayumu. Sampai batas maksimal. Hingga Shun-senpai tak bisa berkutik lagi!!" Ucap Kakeru semangat.
"Maksudmu?"
"Rayu dia Hajime, kau kan manis dan ehem.. buat dia kehilangan akalnya dan.. dan.." Kakeru langsung mimisan saat menjelaskan apa yang dia maksud adalah ehem ehem.. jangan disebutin deh. kalian juga pasti tau. *Plakk
"Sepertinya aku paham maksudnya." ucap Arata santai.
"Yosh! akan kucoba!" teriak Hajime.
"Yak Shun-senpai tidak sebodoh itu." Ralat Koi.
"Hei, sepertinya kalian asik sekali. Dan kenapa membicarakan sahabatku?"
"Saha-eh Kai-senpai!" Pekik mereka.
"Hm? Kenapa, aku sudah selesai memberitahu kelas kalian. Nanti ketua kelas kalian saja yang memberitahukan pada kalian. Dan tadi kenapa? Aku mendengar kalian mengatakan nama Shun." Ucap Kai.
"Ano.. Kai-nii.. sebenarnya, Hajime.."
"Oh menyukai Shun kah?" Potong Kai yang memang sudah mengerti.
"Bagaimana? Diterima tidak?"
"Tidak. Tapi aku tak akan menyerah!" Ucap Hajime kekeuh. Kai merasa mempunyai sebuah ide.
"Jangankan kau, aku saja yang sahabatnya sendiri dia tolak dengan datarnya. Ah untungnya sih aku masih bisa dekat de-ngan-nya~" Ucap Kai seraya membuat wajah sedih yang dibuat-buat dan menekan kata 'dengannya'. Padahal kenyataannya Kai tak pernah menyatakan cinta atau apapun. Ia hanya ingin menggoda dan membuat Hajime merasa tersaingi.
Hajime kesal mendengar itu. Ia mengepalkan tangannya erat-erat dan menggigit bibir bawahnya menahan kekesalannya.
'Akan kulakukan apapun untuk mendapatkanmu, Shun!!!' batin Hajime kekekuh akan cintanya.
"A..apa maksud Kai-nii?" Ucap Rui terbata.
"Maksudku.. SHUN ITU KALAU MASALAH CINTA LANGSUNG BERUBAH DATAR SEDATAR TRIPLEK!!" teriak Kai seraya menyindir Shun yang tengah bersandar di pintu kelas 1-2.
"Sialan Kau Kai." Geram Shun.
'Mutsuki.. Hajime, kah? Lelaki manis yang pantang menyerah. Menarik.' Batin Shun.
*TBC
Aih.. kali ini agak panjang ya :v
Gimana?
Hm?
Terima kasih telah berkunjung. maaf kalau masih ada kekurangan ne~
See You in next chapter~
