Chapter 2
Di sebuah lorong yang gelap, seorang pria berjalan tertatih-tatih dan sebuah peluru bersarang di kakinya. Dia menggeram kesal ke arah kakinya yang menghalangi jalannya. Bisa-bisa dia tak berhasil melarikan diri dari mereka.
"Kau tak akan bisa pergi jauh, Kusumo-kun ."
"K-konan chan?" ucap Kusumo takut. Keringat dingin membanjiri kening nya. Sial, gadis ini benar-benar mengerikan.
Bugh ..
Kusumo tersandung batu dan terjatuh di tanah, dia memegang kakinya yang perih terkena debu. Dengan susah payah, laki-laki itu menyeret kakinya. Dia tak peduli lagi nanti.. Yang penting dia segera pergi dari sini.
'Akh..Sial"Batin Kusumo
"Ah... jadi ini batasmu ya?" Terdengar suara laki-laki lain dari belakang Konan. Rambutnya yang orange terlihat memadu dengan cahaya rembulan.
"Lakukan sekarang, Konan chan" Laki-laki tersebut merangkul Konan. Dia tersenyum sinis ke arah Kusumo.
"Baik, Yahiko-kun ." Puluhan kertas melayang ke arah Kusumo. Mulanya, kertas itu hanya mengitari Kusumo tapi detik berikutnya kertas itu menempel ke seluruh tubuh Kusumo. dan..
"ARGHHHH..." Seorang laki-laki berteriak kencang di bawah sinar rembulan .
"itu balasan untuk penghianat" Uap Yahiko sinis dan berlalu pergi di ikuti konan .
Shinobi Konoha by ^Jewon^
•
Naruto © Masashi kishimoto
•
[NaruxHina] ; Kurama/Kyuubi ; Sasuke
•
Genre : Adventure/Romance
Rated : T
WARNING : OOC , TYPO , EYD , DLL
•
SUMMARY :(New Summary) Kehidupan Naruto berubah saat mendengar berita akan adanya monster di dalam tubuh nya dengan berakhir di buru oleh Akatsuki. Hal itu menuntut Naruto untuk tidak berdiam diri demi keselamatan hidupnya dan kota di cintainya. Beruntung, dia menemukan 3 sahabat yang mau menemaninya dengan tulus. "Kalian bertiga akan mengguncang dunia"/"jaa ne".
Sinar mentari bersinar terang, cahaya nya mulai memasuki jendela-jendela. Burung berkicau riang, bunga-bunga tumbuh dengan indah. Konoha yang tadinya sepi mulai ramai karena teriakan bising dari transportasi beroda empat tersebut. Ah.. sungguh pagi yang indah.
"Naruto, Naruto. Bangun!" Seekor Rubah bewarna orange dan berekor sembilan tersebut terlihat menggoyangkan tubuh seorang pemuda.
"Ah.. Kurama-chan, sebentar lagi ya..." Naruto menarik Rubah tesebut kepelukannya.
"Ohok... ohok .. s-sesak B-baka." Dengan terpaksa, Kurama menggigit jari tan pemuda itu
"Aaaaa... I-ittai~" Pemuda a.k.a Naruto melempar Rubah malang itu dan langsung memegangi jarinya .
"Cepat bangun BAKAAAA."Teriak Kurama kesal
Seorang pemuda berjalan santai dengan seekor Rubah bertengger di pundaknya. Tanpa di ketahui orang, pemuda itu sedang berbicara dengan sang rubah
"Kurama-chan, gomen ne .." Naruto terkikik geli saat salah satu ekor Kurama mengenai teliganya .
"Kau bahkan bisa tertawa sekarang" Jawab Kurama, er.. Cemberut/?
"Siapa yang tertawa, Baka. Ekor mu itu mengenai telingaku" Dengus Naruto.
"Sudahlah, aku mau tidur." Sosok Kyuubi no youko tersebut memejamkan matanya.
Naruto kembali mendengus melihat patner nya tersebut.
"Ohayo, minnaaa "
"hm.." jawab mereka serempak .
Naruto duduk di kursi nya dengan cemberut.
"hei, hei. Naruto! kau sudah dengar berita pagi tadi?" Kiba langsung duduk di sebelah Naruto.
"Belum, pagi tadi aku bangun kesiangan." Jawab Naruto jujur. Menurut Naruto, menonton TV saat pagi hari adalah hal mustahil untuk dilakukan.
"Coba lihat." Kiba mengeluarkan smartphone nya dan langsung mengetik Youtube.
'Ninja modern' Batin kyuubi sweartdrop.
"Ditemukan mayat di lorong-lorong gang tapi mayat yang di temukan sangat aneh, seluruh tubuhnya di bungkus oleh kertas putih. Setelah di identifikasi, mayat tersebut adalah Kusumo Naegawa, salah satu anggota Akatsuki." Terdengar suara dari smartphone milik Kiba .
'Kusumo Naegawa? Menarik' Batin Naruto menyeringai .
Kiba sedikit takut melihat seringai Naruto.
"N-naruto bisa em.. begini" Kiba menggaruk kepalanya, takut .
Naruto tidak menatap Kiba, sekarang pandangannya tertuju pada seorang gadis berambut indigo. Laki-laki pirang itu menyadari, kalau sang gadis terus curi-curi pandang padanya.
Entah terhipnotis apa, Naruto beranjak dari kursi nya dan mengampiri Hinata. Dia duduk di samping Hinata dan tentu saja membuat sang gadis terlonjak kaget.
"Hei, Hinata chan." sapa Naruto ramah.
"E-eh? Naruto kun. A-ada apa?" Hinata memainkan jarinya malu dan tentu saja membuat Naruto gemas untuk tidak mencubit kedua pipi yang merona merah.
"Kau mau latihan bersama ku?"Tanya Naruto. Kurama sedikit membuka matanya saat mendengar pertanyaan Naruto.
"E-eh?" pekik Hinata.
Dilain tempat..
"Nggak salah nih? Naruto mendekati Hinata? Sejak kapan si bodoh itu peka dengan perasaan seorang gadis." ucap Sakura heran.
"wah.. berita baru" Ino menyeringai dan menatap Sakura yang mulai mengerti. Mereka berdua menyembunyikan seulas senyum entah apa artinya.
"Ayo, Hinata-chan, kita pulang bersama" Naruto langsung menghampiri Hinata yang masih memberesi alat tulisnya.
Hinata hanya mengangguk malu.
2 insan berbeda rambut tersebut berjalan berdampingan. Gelap dan terang mungkin itu cocok menggambarkan mereka, Pirang dan indigo. uupss termasuk Merah :D
Merasa suasana yang sunyi, Naruto membuat candaan yang membuat Hinata tertawa kecil. Melihat gadis manis itu tersenyum tentu menimbulkan rona merah tipis di pipi Naruto. Dia ikut tertawa hambar.
"Berhenti kalian."
4 orang ninja level chunin menghadang mereka terlihat dari ikat kepala Ninja kota Konoha. Kurama langsung membuka matanya dan menoleh ke arah Naruto yang menggeram kesal, karena aktivitas senangnya dengan Hinata harus terhenti.
"ah.. Kau anak yatim piatu itu kan.. heeeh... " Salah satunya memandang remeh Naruto. Dia memandang Hinata yang menunduk takut dan menyembunyikan diri di belakang Naruto sambil memegang erat pakaian anak pirang itu.
"Hei, gadis manis. Buat apa kau bersama anak yatim piatu itu, lebih baik bersama kami."
Mendengar kalimat menggoda itu tentu membuat Hinata semakin ketakutan. Dia menoleh ke arah Naruto yang sudah mungkin berasap jika ada efeknya.
'Sabar' Naruto sudah berjanji tidak akan mengeluarkan kekuatannya. Sebagai gantinya, anak itu menggertakkan giginya kesal.
Kurama hanya menatap Naruto yang sedang menenangkan diri itu. Sang Rubah tersenyum tipis, sepertinya sang Anak pirang yang penyabar bisa juga marah karena seorang anak gadis.
"J-jangan dekati kami." Hinata bersembunyi di belakang Naruto.
"Hei jangan bersembunyi dong gadis manis" salah satu chunin tadi menarik tangan Hinata, membuat sang anak gadis menjerit kesakitan karena tangan nya di cengkram kuat oleh orang chunin tadi.
GREEP
Naruto memegang tangan chunin tadi dan menatap tajam matanya. Hilang sudah kesabaran Naruto.
"Hohoho.. Kenapa kau yatim piatu? marah ya? hahaha... Kau mau melawan kami dengan kekuatan lemah mu itu. Seharusnya kau itu tidak usah menjadi ninja yatim piatu tapi karena keputusan Wali kota-sama jadi aku menerima dengan terpaksa."
BRUGH ..
Naruto memukul perut ninja chinun tersebut. Membuatnya terlempar dan menubruk tiang listrik di belakangnya.
"Diam atau mati" Angin deras menyelimuti Naruto.
"Akhh.." 4 orang chunin dan Hinata menutup matanya. Saat merasakan angin aneh itu mengenai mata mereka.
"Tahan dirimu, tidak boleh mengeluarkan nya. Itu akan berakibat fatal untukmu" ucap Kurama menenangkan.
"Dia telah memperlakukan kasar Hinata chan " Ucap Naruto marah
"Itu sama saja Naruto .. jika kau mengeluarkan elemen anginmu, Hinata akan terluka" ucap Kurama
Mendengar ucapan Kurama, Naruto kembali tenang. Angin deras tersebut hilang. Naruto langsung menggengam tangan Hinata dan shunshin ke rumahnya meninggalkan 4 chunin tadi.
Naruto, Kurama dan Hinata tiba di rumah Naruto.
Hinata membuka matanya menampilkan mata lavender tersebut.
"E-eh? Kenapa kita disini Naruto-kun? bukankah..."
Hinata terlonjak kaget saat melihat Naruto oleng dan hampir terjatuh jika dia tidak memegangi tubuh Naruto.
'Sial, kekuatan ini lagi.' Batin Naruto.
"Kurama, apa 'dia' ingin menerobos keluar lagi " Naruto memandang bingung Kurama yang hanya diam menatapnya.
'ah.. pasti karena ada Hinata chan' Batin Naruto
"Kau kenapa Naruto-kun?" Hinata langsung membatu Naruto ke sofa usang.
Hinata berlari ke dapur ingin mengambilkan air putih.
"Tak apa Kurama chan, Hinata-chan adalah orang baik, dia tidak akan memberitahukan ini ke orang lain." Kurama menghela napas dan merubah dirinya ke versi manusia. Dia duduk di samping Naruto .
SWING..
Dalam diam Kurama mengalirkan chakra merah miliknya untuk menetralkan chakra 'dia' agar tidak menerobos keluar lagi .
"Naruto kun, in-i..." Hinata terpaku melihat seorang laki-laki berambut merah sedang mengalirkan chakra merah ke Naruto
"Tak apa Hinata-chan, duduklah ." Hinata meletakkan gelas di meja dan duduk di samping Naruto
"Hinata-chan perkenalkan dia Kura..."
"Naruto!" sergah kurama
"Tak apa, Hinata-chan orang baik" Hinata menatap bingung 2 orang laki-laki di depannya.
"Kurama, namaku Kurama" Kurama menjulurkan tangannya ragu. Jika di lihat dengan jelas, ada semburat tipis di pipi laki-laki berparawakan tinggi itu.
"Kurama? bukankah itu rubah milik Naruto-kun " Tanya Hinata bingung sedangkan Naruto hanya tersenyum lembut .
Setelah merasa baikan, Naruto mulai menjelaskan siapa kah laki-laki yang duduk di samping nya.
"Begitulah ceritanya Hinata." Ucap Naruto mengakhiri ceritanya.
"Uzumaki kushina dan Namikaze minato." Gumam Hinata
"Kenapa Hinata?" Tanya Naruto saat melihat Hinata melamun.
"Tidak, Naruto-kun" Hinata tersenyum manis
'Aku rasa ayah pernah mengucapkan nama kedua orang itu. hm.. sebaiknya nanti ku tanyanya .' Batin Hinata .
TBC
