Chapter 4

Konon dunia ini di kendalikan oleh seorang dewa yang bijaksana, dia adalah Raja dari semua dewa.

Suatu hari istana para dewa di serang oleh naga emas bernama Dragon gold. Karena kekuatan nya yang sangat dahsyat, raja dewa menyegel kekuatannya dan mengurung nya ke dalam tubuh manusia. Dragon gold akan mendapatkan seluruh kekuatanya kembali jika dia mau merubah sifatnya. Banyak manusia yang mati karena tidak tahan akan besarnya -setengah- kekuatan dragon gold. Tapi raja dewa yakin, pasti ada seseorang yang mampu mengendalikan Dragon gold dan berteman dengannya.

Shinobi Konoha by ^Jewon^

Naruto © Masashi kishimoto

[NaruxHina] ; Kurama/Kyuubi ; Sasuke

Genre : Adventure/Romance

Rated : T

WARNING : OOC , TYPO , EYD , DLL

SUMMARY :(New Summary) Kehidupan Naruto berubah saat mendengar berita akan adanya monster di dalam tubuh nya dengan berakhir di buru oleh Akatsuki. Hal itu menuntut Naruto untuk tidak berdiam diri demi keselamatan hidupnya dan kota di cintainya. Beruntung, dia menemukan 3 sahabat yang mau menemaninya dengan tulus. "Kalian bertiga akan mengguncang dunia"/"jaa ne".

Naruto mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri. Sepertinya tak ada kesempatan kabur, terpaksa menghadapi deh..

"Sepertinya di sana " Bisik Naruto ke Kurama.

"hm.. ya, kau benar Naruto. Tumben kau pintar" Ejek Kurama.

Naruto memilih tak memperdulikan ejekan Rubah itu. Dia menarik Hinata dan memposisikan tubuh mereka berhadapan. Gadis itu segera mendongak.

"Hinata chan. Gomen"Ucap Naruto cepat

"E-eh ? Apa yang..."

TAK

Sebelum menyelesaikan perkataannya, Naruto telah memukul tengkuk Hinata dan Hinata pun pingsan.

"Ide bagus, Naruto." Ucap Kurama.

"Sepertinya sudah dimulai, ayo Kisame." Itachi pun keluar dari persembunyiannya.

"Ha'i, senpai ."

Wush...

Itachi dan Kisame mendarat tepat di depan Naruto yang sedang membaringkan tubuh Hinata.

"Hohoho.. Kau sudah menyadarinya ya bocah?" Ucap kisame sinis. Dia menarik keluar pedang Samehada nya.

"Eh? ada akatsuki? Ohayo ojii-san." Sapa Naruto riang.

"Nani?" Geram Kisame .

Naruto memandang intens ke arah Itachi .

'Jadi ini Nii-san nya Sasuke .'

"Ohayo Itachi Nii-san, Mau menjenguk Sasuke?" ucap Naruto sinis. Kurama bahkan terkejut, darimana Naruto belajar nada se sinis itu. Sepertinya dia harus membatasi tontonan anak itu.

Itachi hanya diam. Sorot pandangannya berubah.

"Grrr ... Kubunuh kau bocah" Geram kisame

Kisame mempersiapkan jutsu nya, dia ingin langsung menyerang Naruto dan mengacuhkan peringatan Itachi.

"Suiton: Daikodan No Jutsu" Muncul beberapa hiu yang melaju kencang ke arah Naruto.

Pandangan anak itu berubah, dia memasang wajah serius. Lawan nya adalah dua anggota Akatsuki, terlebih Itachi. Walaupun dingin dan datar, dia adalah musuh yang mengerikan.

"Hati-hati Naruto, hiu itu dapat menyerap chakra mu." ucap kurama dan di balas jempol oleh Naruto.

"Fuuton: Sensou gouheki no jutsu" Tiba - tiba ada dinding angin yang mengelilingi Naruto dan hiu itu pun menghilang.

Kisame menggeram kesal. Dia kembali merapalkan jutsu.

"Suiton: Suikodan No Jutsu " Bagaikan misil, para hiu itu langsung bergerak cepat ke arah Naruto.

'Cih, apa semua jurusnya itu hiu?' batin Naruto.

"Doton : doryuuheki no jutsu" Sebuah dinding setengah bola melindungi Naruto. Anak itu menoleh ke arah Kurama yang ada berada di belakang nya. Sejak kapan rubah itu dapat menggunakan elemen tanah, mengejutkan.

BRAK

Tapi dinding tersebut tak cukup kuat melindungi dari serangan hiu Kisame. Naruto kembali fokus, dia merapalkan jutsu elemen angin nya yang lain.

"wind Jutsu: technique thorn" Naruto menembakkan beberapa angin menyerupai duri.

BUMM

Jutsu hiu air milik Kisame bertabrakan dengan duri angin milik Naruto menyebabkan ledakan yang cukup besar. Untung saja wilayah ini cukup sepi jadi tidak ada yang curiga .

"Amaterasu" Itachi yang sedari diam mulai mengeluarkan jutsunya,

Naruto terkejut bukan main. Kurama segera bereaksi, dia kembali menghentakkan tangan kecilnya ke tanah.

"Earth jutsu: Protective layer land" Tiba - tiba keluar pelindung tanah berlapis-lapis .

Tapi Jutsu milik itachi tetap bisa membakar habis jutsu Kurama. Yang membuat Rubah itu berdecih kecil. Dia tetap menempelkan tangannya ke tanah agar dinding-dinding itu terus bisa melindungi mereka.

'Kusooo, tubuhku belum bisa mengeluarkan jutsu tingkat tinggi, Hosh.. hosh. Sepertinya aku harus mundur ' Naruto melompat ke arah Hinata. Melihat kode Naruto, Kurama langsung paham dan detik berikutnya Naruto, Hinata dan kurama menghilang dengan shunshin.

"Kusooo, dia kabur." geram Kisame.

"Bagaimana ini Itachi-senpai? Apa kita harus mengejarnya. Aku tidak mau menjadi korban shinra tensei milik leader."

"Tidak, jangan mengejarnya dan kita tidak kembali ke markas. Ayo pergi." Itachi menghilang dengan shunshin di ikuti kisame.

BUMM

Naruto, Hinata dan Kurama tiba di Rumah Naruto.

"Hosh hosh." Penglihatan Naruto kabur, keringat dingin bahkan membanjiri pakaiannya, mengeluarkan jutsu tingkat tinggi memang terasa cukup berat untuknya. Tak lama, tubuh kecil nya ambruk.

"Dasar menyusahkan" Kurama merubah dirinya ke versi manusia. Dia mengangkat tubuh Hinata ke kasur miliknya kemudian mengangkat Naruto ke kasur milik Naruto sendiri.

Beberapa menit kemudian,

"Eugh.." seorang gadis berambut indigo membuka matanya. Dia menyapuh pandangannya. Ingatan akan kejadian barusan segera memenuhi otak nya.

"Na-naruto kun.." Hinata segera bangkit dan berniat mencari anak pirang itu.

"Tenanglah Hinata." Seorang Pemuda berambut merah masuk sambil membawa bubur di tangannya. Hinata berhenti sejenak, Kurama duduk di atas kasur.

"Kurama-kun, tadi aku..."

"Soal Naruto memukul tengkuk mu itu dia hanya ingin melindungimu kok." ucap Kurama.

"Melindungi? melindungi dari apa ?"

"ah.. sudahlah, nanti kau juga tau. Oh iya, Naruto pingsan tadi, apa kau mau..."

Hinata segera berlari keluar setelah mendengar Naruto terluka, wajah nya terlihat khawatir.

Kurama menghela napas, dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aku bahkan belum menyelesaikan perkataan ku "

Hinata membuka cepat kamar Naruto.

"Na-naruto kun."

Hinata terdiam melihat Naruto tidur dengan pulas. Dia tersenyum lega.

Gadis itu kembali berlari ke arah tempat semula dia tidur dan merampas bubur di tangan Kurama.

"Hei hei, Hinata. " Kurama sweetdrop.

Hinata meletakkan bubur (Rampasanya) di meja samping tempat tidur Naruto. Hinata mengeluarkan chakra hijau dari tangannya. Ya, walau masih kecil, Hinata diam-diam mempelajari jutsu medis dari suatu gulungan rahasia.

Walau keringat telah membanjiri kening gadis itu, Hinata tetap menyalurkan chakra penyembuhnya.

"Kumohon sadarlah" Lirih Hinata.

"Eukh..."Naruto tersadar dari pingsannya, wajah khawatir Hinata tergantikan dengan kelegaan.

"Yokatta, Naruto kun sudah sadar." Ucap Hinata senang. Dia menyeka keringat di dahinya dengan lega.

"Hi-hinata chan." Gumam Naruto lirih.

Di tempat lain ...

"jadi rubah yang selalu menemaninya adalah Kyuubi no youko" Ucap yahiko.

"Itu benar Yahiko-kun."

"Menarik" Yahiko tersenyum sinis .

"Sepertinya kita akan mendapatkan 2 kekuatan besar sekaligus." Ucap Yahiko.

"Tapi ada masalah Yahiko-kun."

Yahiko menatap gadis yang berdiri di samping nya.

"Masalah? masalah apa konan?"

Gadis itu menatap Yahiko.

"Jika kita mengambil Kekuatan 'dia' sekarang itu akan percuma, Yahiko-kun ."

Mendengar Perkataan Konan tentu saja membuat alis laki-laki itu bertautan bingung

"Apa maksudmu?"

"Tubuh anak itu masih kecil otomatis kekuatan 'dia' juga masih terbatas, menurut gulungan yang aku baca, kekuatan 'dia' akan melonjak besar saat wadahnya berumur 16 tahun karena chakra 'dia' akan menyesuaikan mengikuti umur sang wadah."

Yahiko mendengus kesal. Dia berpaling ke arah anggota Akatsuki yang masih menampilkan wajah datar mereka masing-masing.

"Begitu rupanya, haah~ baiklah. Kita akan tunggu sampai Uzumaki Naruto berumur 16 tahun. Kalian semua panggil kembali itachi dan kisame."

"Ha'i leader " ucap anggota Akatsuki.

Setelah merasa baikan, mereka bertiga segera melanjutkan tujuan utama yaitu rumah Hinata. Untuk mempercepat waktu, Naruto mengusulkan agar mereka shunsin saja dan dalam waktu singkat. Naruto, kurama dan Hinata telah tiba di Rumah Hinata.

"ayo masuk Naruto-kun ."

Naruto mengangguk. Sepasang sapphire Blue itu cukup terkagum-kagum dengan interior rumah milik keluarga Hyuuga, sangat menjunjung tinggi rumah adat jepang. Beberapa pelayan membungkuk ke arah mereka.

"ayo kita ke ruangan Tou-san ."

Naruto hanya mengangguk.

"Tou-san, Tadaima." Hinata menggeser pintu kamar Hiashi.

Hiashi menatap instens ke arah Naruto, dia mempersilahkan mereka duduk di hadapanya.

"Jadi kau yang bernama Uzumaki Naruto ." Ucap Hiashi to the point saat melihat sang tamu sudah duduk di atas tatami.

"Ha'i Hiashi-san."

'Mereka sangat mirip' batin hiashi tersenyum.

"Baiklah dengarkan ceritaku, kau pasti sudah dengar moster yang berada di tubuhmu kan"

Hinata menatap diam dua orang yang sedang berbicara di hadapannya walau hatinya bertanya-tanya.

'Moster' batin Hinata yang agak ragu dengan pendengaran nya.

Naruto mengangguk.

"Dia adalah Dragon Gold, legenda moster paling kuat di dunia ini setara dengan juubi."

FLASHBACK

7 tahun yang lalu

Saat wadah terakhir dari Dragon gold meninggal, dragon gold keluar dan hampir memusnahkan dunia ini walaupun dengan chakra setengahnya. Tapi seseorang telah menyelamatkan dunia ini yaitu Minato, Namikaze Minato, walikota dari kota konoha. Dia bersama istrinya rela mati dan menyegel kembali kekuatan Dragon gold ke tubuh seorang anak. Tidak ada yang tau siapakah anak itu, karena sesaat setelah kejadian, anak itu di bawa oleh Rubah berekor sembilan atau Kyuubi no youko .

"Minato, bertahanlah." Hiashi menyandarkan kepala Minato ke pangkuannya .

"H-hiashi, b-bisakah aku m-meminta pertolongan mu." ucap minato .

Darah mengucur deras dari luka di tangannya. Dengan tenaga terakhirnya, Minato memberikan sesuatu kepada Hiashi yaitu suatu gulungan .

"B-berikan ini kepada N-naruto, anakku. A-aku yakin, dia pasti akan bertemu dengan mu nanti. S-sementara ini, B-biarkan Kyuubi, peliharaanku yang menjaganya ." ucap Minato susah payah .

"K-kami percayakan N-naruto padamu, hiashi." Ucap kushina yang berada di pangkuan Mikoto Uchiha .

"Arigatou Hiashi, Mikoto, Fugaku dan kalian S-semua ." Minato dan kushina pun menutup matanya untuk selama-lamanya .

"Minato kushina" Hiruzen merasa kehilangan sekali dengan dua orang yang sudah di anggapnya anak sendiri .

FLASHBACK END

Hiashi menyodorkan sebuah peti kecil yang berisi sebuah gulungan bewarna emas.

"Ini adalah gulungan nya Naruto " Ucap Hiashi

Naruto menatap gulungan di hadapanya. Tangan tergerak ingin mengambil nya, sebelum,

"Jangan di buka sekarang, Naruto. Chakra mu belum cukup untuk membuka segel ini. " ucap Hiashi.

"Jadi umur berapa aku sudah cukup membuka gulungan ini, Hiashi-san" Naruto kembali memberi fokus nya kepada Hiashi.

"16 tahun"

Dan itu memerlukan waktu beberapa tahun lagi, Naruto menghela napas lelah, dia menatap kurama yang mengangguk.

Hiashi menatap Naruto.

"sekarang tugas ku telah selesai, aku percayakan dunia ini padamu Naruto. Berhati-hatilah, karena kedamaian dunia ini ada di tanganmu sekarang ." Hiashi tersenyum tipis .

"Aku mengerti, Hiashi-san. Kalau begitu saya permisi dulu ." Naruto berdiri, dia membungkuk sebentar.

"Baiklah dan kau, Hinata. Antarkan Naruto sampai depan rumah ."

"Ha'i Tou-san, ayo Naruto-kun" Hinata agak shock saat mendengar cerita Tou-sannya, Dragon gold? dia memang pernah mendengar moster itu tapi itu hanya legenda.

TBC