Chapter 9
TITLE : Shinobi Konoha
DISCLAIMER : Naruto milik Masashi kishimoto
AUTHOR : ^JeWon^
PAIRING : [NaruxHina] ; Kurama/Kyuubi ; Sasuke
GENRE : Adventure/Romance
RATED : T
WARNING : OOC , TYPO , EYD , DLL
SUMMARY : Bagaimana jika di konoha masa depan masih ada shinobi bahkan sekolah khusus ninja pun ada ? ikuti kisah Naruto dan teman - temanya selama bersekolah di sana .
Bad Sumarry _
Chapter 9
Matahari mulai tenggelam, cahaya ke orange nya menghiasi langit, para penduduk banyak yang pulang ke rumah masing2 untuk beristirahat melepas lelah dari kesibukan pagi dan siang hari tapi walaupun begitu tanah beraspal itu masih di penuhi bunyi deru mesin beroda empat.
Di suatu rumah sederhana, 3 orang manusia dan seekor rubah sedang berbincang serius di ruang tamu.
"Haah~ sampai kapan dia pingsan begitu, padahal aku tidak terlalu keras kok memukul tengkuk nya" seorang laki-laki berambut pirang memijat kening nya kesal.
"Hahaha..tenang saja, Naruto-kun. Sebentar lagi, dia pasti sadar. Aku baru saja men cek nya" ucap seorang gadis berambut indigo
"Kalau begitu, aku mau ke kamar nya dulu" laki-laki berambut pirang itu beranjak pergi.
Di sebuah kamar sederhana, ada seseorang laki-laki tergeletak pingsan akibat pukulan maut dari seseorang.
"Bakat yang mengesankan, sayang harus di gunakan untuk hal yang tidak baik."Gumam naruto
Laki-laki berambut hitam itu mulai menampilkan gerakan sadar, tubuh nya menggeliat kecil, mata nya perlahan terbuka.
"Hohoho..kau sudah bangun rupanya, sai" ucap Naruto
Sai menatap tanpa ekspresi laki-laki berambut pirang di hadapan nya.
"Uzumaki Naruto" gumam nya
"Kenapa aku bisa disini?" Tanya sai lagi-lagi tanpa ekspresi
Naruto tersenyum menyeringai.
"Jadi dia sudah sadar" hinata dan sasuke masuk.
Sai meraba kantong kunai nya tapi
"Eugh.." Sai memegang tangan nya yang di perban
"Kau tak boleh banyak bergerak dan kami tak akan menyakitimu" ucap Hinata datar
"Yoyoyoyo, kau tak boleh sedatar itu dengan tamu, hinata-chan" Naruto merangkul hinata
"Haah~ baiklah. Aku permisi dulu" hinata keluar.
Sekarang di kamar tinggal sasuke, Naruto, dan sai.
"Kenapa kalian membawa ku kesini?"
"Kau terlalu kejam untuk seukuran anak, sai" Naruto tertawa pelan
"..."
"Dobe, cepatlah"
"Ha'I ha'I"
Naruto menarik kursi di belakang nya, menatap ramah sai yang sedang duduk di kasurnya.
"Aku ingin kau bergabung dengan kami, kau tak perlu melakukan pekerjaan yang bahkan tak pernah melibatkan emosi mu" ucap Naruto
Suasana menjadi sepi senyap, hanya suara angin sore yang terdengar.
"Apa maksudmu" Sai menatap tanpa ekspresi
"Em..bagaimana ya.."Naruto menggaruk-garuk kepalanya.
"Kami berniat mengajak mu bergabung bersama kami daripada menjadi budak dari kakek tua itu" ucap Sasuke.
Sai mengalihkan pandangan nya kepada Uchiha bungsu itu, dahi nya agak mengerut saat menyadari maksud dari dua orang beda rambut di hadapan nya. Sai bingung, dia menatap dua orang di depan nya
"Haish..yokatta..akhirnya kau menunjukkan ekspresi selain datar dan senyum palsu" Naruto nyengir.
"Ekspresi?"Muncul tanda tanya di kepala Sasuke dan Sai.
"Habisnya, dari pertama bertemu. Sai selalu menunjukkan ekspresi datar dan tersenyum palsu. Aku sudah khawatir dia akan menjadi sasuke ke 2" Jelas Naruto tersenyum lebar.
"Dobe.." Sasuke menepuk kening nya kesal sedangkan Sai hanya terdiam
'Mereka berdua terlihat seperti anak-anak biasa walau memiliki kekuatan yang lumayan hebat. Dan terlebih lagi, mereka terlihat bebas."
"Oh ya, Sai. Kau tak harus menjawab nya secepat itu, aku akan menunggu." Naruto tersenyum dan berjalan keluar diikuti Sasuke.
Sai terdiam, dia kembali memegang tangan nya yang di perban Hinata.
"Bagaimana keadaan nya, Naruto?" Kurama menoleh saat anak kuning itu keluar dari kamar.
"Dia baik-baik saja, Kurama-chan." Naruto mengambil air putih dan meminum nya.
"Naruto-kun, aku akan pulang dulu. Ini sudah sore, nanti Tou-san akan marah."
"Mau kuantar?"Tawar Naruto.
"Ah...itu..-"
"Aku akan pulang bersama Hinata-chan" ucap Sasuke
"Oh benarkah? Baguslah. Jaga Hinata-chan ya"
"Ayo Hinata-chan" Sasuke keluar diikuti Hinata.
Hinata dan Sasuke berjalan dalam diam.
"Apa orang bernama Sai itu tidak mencurigakan untukkmu, Sasuke-kun?" Tanya Hinata.
"Entahlah. Tapi Dobe terlihat percaya padanya. Kita ikuti saja si bodoh itu,"ucap Sasuke.
"Baiklah"Hinata tersenyum.
Hinata melambaikan tangan nya saat mereka berpisah di depan Mansion Hyuuga. Yap, Sasuke mengantarkan Hinata sampai ke mansion nya.
"Waktu semakin berjalan cepat, aku rasa hari damai kami akan berakhir. Akatsuki ya, organisasi itu membuat kami khawatir. Bagaimanapun juga, jika mereka menganggu Naruto-kun, aku tak akan ragu melindungi nya."
Hari demi hari berjalan dengan cepat, Setelah kejadian itu, Sai tak pernah menunjukkan dirinya lagi. Entah apa yang terjadi, tapi Naruto tetap mengharapkan laki-laki itu. hari ini tim 7 diminta datang ke tempat latihan tim 7 oleh guru pembimbing mereka, Kakashi-sensei.
"Apakah aku yang pertama datang?" Sakura menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tak ada siapun di sana.
"Seharusnya aku sudah tau bahwa sensei akan datang terlambat" Sakura menyandarkan punggung nya ke pohon.
Bruk!
Sasuke tiba di sana, Dia menoleh ke arah Sakura yang tertidur. Laki-laki itu menggelengkan kepalanya melihat kecerobohan gadis berambut pink itu.
"Dan sepertinya dobe akan terlambat. Dia pasti sedang bersama Hinata-chan. Si bodoh itu pasti sengaja datang terlambat." Sasuke ikut menyandarkan punggung ke pohon yang agak jauh dari gadis berambut pink itu, dia memejamkan matanya walau begitu tingkat kewaspadaan nya bertambah tinggi .
Di tempat lain, Naruto sedang bersama Hinata.
"Aku akan ke tempat latihan tim 8 sekarang, Naruto-kun" Hinata bangkit dari duduknya
"Jangan sekarang, Hinata-chan. Temani aku.." Naruto menahan tangan Hinata.
"Tapi Naruto-kun, ini sudah sangat terlambat dari waktu yang di janjikan. Dan juga, Naruto-kun juga ada pertemuan dengan kakashi-sensei kan?"
"Sensei no baka itu pasti juga datang terlambat" Naruto melipat tangan nya ke belakang kepala dan mengumpat ke kakashi-sensei.
"Naruto-kun!" Hinata menghentakkan kaki nya kesal.
"Aku akan pergi sekarang! Jaa na." Hinata pergi dengan shunshin nya.
"Hinata-chan" Naruto menghela napas dan bangkit, Kurama yang berada di pangkuan nya segera melompat ke pundak laki-laki itu.
"Kita pergi sekarang, Kurama-chan" detik kemudian, Naruto telah menghilang dari sana.
"Yo! E-eh?" Naruto menggaruk kepalanya. Dia menghela napasnya saat melihat teman se timnya itu tertidur dengan nyenyak.
"Dasar bodoh" ejek Naruto.
"Yo" Kakashi muncul di samping Naruto
"..."Naruto tak menjawab, dia menatap tajam sensei nya itu.
"Cepat bangunkan kedua teman mu itu" Kakashi menunjuk sakura dan sasuke.
"Ha'I ha'I" naruto mendengus kesal.
"Sakura! Teme!" Teriak Naruto.
"Ah nani nani..?" Sakura terlonjak kaget. Dia menoleh ke arah Naruto yang nyengir.
"Anak ini.." Geram Sakura.
Bugh!
"I-ttai, teme!" Naruto memegang kepalanya.
Setelah puas memukul Naruto, Sasuke memasukkan tangan nya ke saku celana dan berjalan ke arah Kakashi-sensei.
"Sensei, ada apa?"Ucap Sakura.
"Apa ini tentang ujian Chunin?"
Kakashi menyeringai dan memberikan sesuatu kepada ketiga anggota tim nya.
Skip~
"Apa kalian akan mengikuti nya?" Tanya Sakura.
"Entahlah" ucap Naruto dan menoleh ke arah Sakura.
"Sakura, ini ada sesuatu untukmu" Naruto memberikan suatu gulungan pada Sakura.
"Apa ini?"
"Itu hadiah dari Hinata-chan untukkmu. Baiklah kami pergi dulu, jaa" Naruto dan Sasuke menghilang dari sana.
"Dari Hinata" Sakura menggengam erat gulungan itu dan pergi ke rumah nya.
"Hi..na..ta-chan" Panggil Naruto senang.
"Konchiwa Naruto-kun Sasuke-kun" Hinata tersenyum
Kurama segera melompat ke arah Hinata.
"Konchiwa Kurama-kun"
"Hinata-chan, kau akan ikut kan ujian chunin?"
"Tentu saja" hinata tersenyum.
"Bagaimana kalau kita latihan sekarang" ucap Sasuke.
"Em..ide bagus." Hinata tersenyum senang.
Mereka segera shunshin ke hutan kematian.
Hinata tersenyum ke arah Naruto begitu juga sebaliknya. Mereka berdua saling berhadapan sekarang. Sedangkan agak jauh dari sana, Sasuke juga berhadapan dengan Kurama.
"Bersiaplah, Naruto-kun" Ucap Hinata dengan kunai di tangan. Posisi tubuhnya seperti klan hyuuga kebanyakan pada awal pertarungan
"Selalu, Hinata-chan" Naruto mengeluarkan kunai.
Detik berikutnya, mereka berdua telah tak ada di posisi awal. Hanya terdengar peraduan kunai. Hinata mundur kebelakang begitu juga dengan Naruto.
"Kage bunshin" Naruto memperbanyak dirinya. Sekarang ada 5 naruto berlari ke arah Hinata dengan masing-masing kunai di tangan nya.
Hinata menyeringai, dia mengayunkan tangan nya dan dengan cepat kumpulan lavender menghantam kelima Naruto tersebut.
"Aish..jutsu yang merepotkan" kesal Naruto, dia merapal sebuah jutsu..
"Wind release : hurricanes" Angin besar datang dan menghalau kumpulan lavender yang akan menyerang Naruto.
"Lavender release: wrapping technique"
Naruto melompat ke belakang berlindung dari lavender-lavender itu. dia melakukan handseal
"Kage bunshin no jutsu" naruto-naruto yang lain segera menyebar. Hinata menyerngit kan alisnya, dia segera membagi kumpulan lavender itu untuk mengejar naruto-naruto yg lain.
"Tangkap aku hinata, weekk.."
"Hinata kesini..."
"Hinata..hinata..."
Muncul perempatan siku-siku di dahi Hinata, dia segera mempercepat laju lavender nya untuk menangkap naruto-naruto itu. Sedangkan yang asli hanya terkikik geli melihat hinata yang kesal itu, dia bersembunyi di balik pohon yang agak jauh dari gadis itu.
"Ini menyebalkan..keluarlah, Naruto-kun" Hinata menghentakkan kaki nya kesal.
Naruto berjingkit ke arah Hinata, dia berniat menangkap Hinata sekarang. Tapi jangan pernah mengelabui insting Ninja, hinata menyeringai dan menyiapkan beberapa kunai.
"Sekarang.." Teriak Hinata, dia langsung melemparkan kunai-kunai nya.
"Hap,.." Naruto melompat menghindari kunai-kunai itu dan segera menangkap hinata dari belakang.
"Na-naruto..kun" Hinata terdiam dengan wajah memerah, sekarang Naruto sedang mengunci pergerakan nya dengan memeluk nya dari belakang.
"Le..lepaskan aku.." Hinata memberontak.
"Jika aku lepaskan, kau akan menyerangku lagi. Oh iya.." Naruto segera memegang tangan hinata dari belakang, dia khawatir jika gadis ini menggunakan lavender nya.
"Na..naruto-kun curang.." Hinata menggembungkan pipinya kesal.
"Eheheh...gomen.."
Glek.!
Naruto dan Hinata terdiam, begitu juga dengan Sasuke dan Kurama.
"Aku merasakan chakra yang kuat" ucap Hinata
"Em.." Naruto melepaskan pelukan nya dan mengangguk ke arah Hinata.
"Dobe, Hinata-chan" Sasuke dan Kurama mendarat di samping dua orang itu.
Kurama segera berubah ke versi rubah dan melompat ke arah Naruto.
"Ayo pergi" ketiga ninja itu menghilang.
3 orang berjalan santai di halaman luas sebuah hotel yang memang disediakan untuk para peserta ujian chunin dari berbagai kota maupun negara. Di lihat dari ikat kepalanya, 3 orang itu berasal dari kota Suna.
Kota Suna berada di Negara angin. Kota itu masih mengutamakan adat istiadat, bangunan-bangunan di sana menyerupai bangunan kuno di padang pasir. Memang kota itu terletak di gurun pasir yang luas dan panas.
"Ini tidak adil, kenapa harus hotel itu yang di gunakan" cucu dari walikota bernama konohamaru berjalan menunduk sambil mengumpat pelan.
Bruk!
"Awww..ittai~" Konohamaru terduduk setelah menabrak orang didepan nya.
"Hei, kalau jalan itu liat-liat dong" Konohamaru mendongak
"Seharusnya kami yang bilang begitu, bocah kecil." Seorang laki-laki mengangkat badan konohamaru.
"Lepaskan dia, kankurou. Jangan membuat masalah dengan anak konoha." Seorang gadis menggelengkan kepalanya.
"Baiklah," Laki-laki yang di ketahui namanya Kankurou segera melempar Konohamaru seperti barang tak berguna.
Hap!
Sebelum Konohamaru menabrak dinding, seseorang sudah menangkap tubuhnya.
"Konohamaru-kun"
Ketiga shinobi Suna itu menoleh ke samping.
"Konohamaru, kau bisa berdiri." Naruto membantu Konohamaru.
"Aku baik-baik saja, Naruto-niisan"
Note: anggap aja Konohamaru udah berteman dengan Naruto dan yang lain.
"Sudah kubilang jangan mencari masalah, Kankurou" Gadis itu menghela napas nya.
"Jangan salah kan aku, temari. Ini adalah kesalahan anak itu karena menabrakku."
Laki-laki di antara Kankuro dan temari berjalan meninggalkan area. Dia berjalan santai seolah tak terjadi apa-apa.
"Selesaikan ini dan jangan buat masalah."Ucap nya datar
"Baik gaara" ucap Kankuro dan temari bersamaan.
Naruto dan Kurama menatap selidik ke arah laki-laki berambut merah marun itu. Naruto menoleh ke arah Kurama yang dibalas anggukan.
"Shukaku, si ekor satu." Ucap Naruto
Gaara berhenti berjalan dan menoleh ke arah Naruto.
"Kau adalah seorang Jinchuuriki kan, shinobi suna" ucap Naruto menyeringai.
"Siapa kau?"Gaara menatap tajam ke arah Naruto.
Sasuke memijat keningnya kesal, teman duren nya ini memang suka sekali mencari masalah.
"Aku Uzumaki Naruto."
"Aku tak punya urusan denganmu" Gaara kembali berjalan .
"Tapi bijuu yang ada di tubuhmu membuatku tertarik"
Gaara kembali berhenti. Dia menoleh dengan cepat dan langsung mengeluarkan pasirnya.
"Gaara" teriak Temari.
Swing!
Pasir Gaara bertabrakan dengan bunga lavender Hinata.
"Jangan memperovokasi sembarang orang, Naruto-kun" Hinata melipat tanganya ke dada.
"Maafkan perlakukan Naruto" Hinata membungkuk.
"Ayo pergi, Naruto-kun Sasuke-kun."
"Baiklah." Mereka bertiga menghilang dari sana meninggalkan ketiga shinobi Suna itu bersama Konohamaru.
Gaara menatap pasir yang berhamburan di tanah. Dia menutup matanya sejenak dan kembali berjalan ke hotel.
"Hinata-chan..jangan marah ya,"Naruto berjalan di samping Hinata.
"Aku tak marah, Naruto-kun. Aku hanya tak ingin memulai perkelahian sebelum ujian chunin."
"Tak kusangka, hinata-chan lebih bijak darimu Dobe."
"Urusai teme.."
"Hinata!"
Mereka bertiga menoleh ke arah seorang gadis yang berlari ke arah Hinata.
"Hinata!"
"Sakura-san?"
"Hinata, arigatou atas gulungannya. Jutsu-jutsu di dalam nya lumayan mudah untuk ku pelajari." Sakura memamerkan senyuman nya.
Hinata tersenyum manis.
"Em..aku harap itu membantu mu. Soalnya, aku dengar kedua teman setim mu itu tak membantumu sama sekali." Hinata menoleh ke arah Naruto dan Sasuke yang mengaiihkan pandangan nya ke arah lain.
"Aku tak masalah soal itu. Baiklah, aku pergi dulu. Sampai bertemu di ujian Chunin." Hinata melambaikan tangan nya.
Gadis lavender itu menoleh ke arah Naruto dan Sasuke.
"Aku akan pulang. Sampai bertemu besok" Hinata menghilang dengan shunshinnya.
"Baiklah, aku juga akan pulang. Jaa" Sasuke juga menghilang.
"Ayo kita ke kedai ramen." Naruto berjalan santai ke kedai ramen langganan nya dengan Kurama yang bertengger(?) Di pundak nya.
"Teuchi-jii-san! Seperti biasa" teriak Naruto dengan semangat.
"Ok Naruto."
Seperti biasa, sesibuk apapun, Naruto menyempatkan mampir ke kedai langganan nya. Walaupun kedai ini terlihat kecil dan juga tempat nya agak kepinggir kota, pelanggan nya tetap banyak kok. Salah satu nya Naruto, pelanggan setia kedai ini.
Tbc
