Shinobi Konoha by ^Jewon^
•
Naruto © Masashi kishimoto
•
[NaruxHina] ; Kurama/Kyuubi ; Sasuke
•
Genre : Adventure/Romance
Rated : T
WARNING : OOC , TYPO , EYD , DLL
•
SUMMARY :(New Summary) Kehidupan Naruto berubah saat mendengar berita akan adanya monster di dalam tubuh nya dengan berakhir di buru oleh Akatsuki. Hal itu menuntut Naruto untuk tidak berdiam diri demi keselamatan hidupnya dan kota di cintainya. Beruntung, dia menemukan 3 sahabat yang mau menemaninya dengan tulus. "Kalian bertiga akan mengguncang dunia"/"jaa ne".
Chapter 11
Pertarungan klan Hyuuga dan Uzumaki itu berjalan cepat dengan Naruto sebagai pemenang. Hinata dan Sasuke sempat bingung dengan laki-laki pirang itu. Karena di awal, dia langsung mengeluarkan jutsu tingkat tinggi yang pastinya membuat Neji kewalahan. Sorak soray menggema di tempat itu.
Mereka bingung dan juga khawatir. Jika seperti itu, pasti ada yang di sembunyikan sahabat pirang mereka.
Pertarungan kembali berlanjut dengan Hinata melawan seorang shinobi berasal dari Suna. Dia sempat menggurutu karena lawan nya harus berasal dari Negara gurun itu lagi. Dan sesuai dugaan, Hinata menang dengan telak.
Pertarungan berjanjut dan sampailah pada pertarungan terakhir antara Sasuke dengan Gaara. Mereka berdua saling menatap tajam.
"Sasuke Uchiha kah?"
"Hn"
"Sasuke-kunnn.. Ganbate!" Hinata berteriak semangat.
"Saat aku melawan Neji, kau tak memberiku semangat" Naruto cemberut.
"Terserah aku dong" Hinata memalingkan wajahnya dan kembali memberi semangat Sasuke.
"Cih" Naruto melipat tangan nya kesal.
Melihat wajah anak laki-laki itu kesal membuat Hinata terkekeh kecil.
Pertarungan telah sampai di puncak nya. Dengan pertahanan pasir yang kuat, Gaara masih bisa memblokir semua serangan Sasuke. Tapi laki-laki keturunan Uchiha itu tak tinggal diam. Dia terus berusaha membobol pertahanan laki-laki merah marun itu.
Grek! Crashh..
Gaara melebarkan mata nya saat cairan bening bewarna merah keluar dari tubuhnya. Dia bergetar hebat, perlahan pasir-pasir itu roboh menyisakan Gaara yang memegang dadanya.
"Gawat! Hinata-chan bersiaplah. Pertempuran segera dimulai"
"Eh?"
Sebuah bulu bewarna putih terbang dan menidurkan semua orang yang di sana. Sasuke melompat di samping Hinata yang mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. Kurama juga tiba-tiba berada di samping Sasuke. Rubah kecil itu menatap ke arah kursi Wali kota.
"Kenapa semua orang tidur? Pertandingan belum selesai."Hinata menyapuh pandangan bingung.
"Hinata-chan, waktunya pergi" Ucap Naruto tiba-tiba.
"Eh apa? Kyaaa..."
Naruto menggendong Hinata bridal style dan melompat menyusul 3 shinobi Suna yang telah melarikan diri, Sasuke juga ikut di belakang dengan Kurama di pundak nya.
"Naruto-kun ada apa? Turunkan aku"
Hinata mencubit pipi anak laki-laki pirang yang sedang membawanya itu.
"Tidak ada penjelasan sekarang, Hinata-chan. Setelah kita membereskan 3 shinobi itu baru ku jelaskan. Ayo cepat" Naruto semakin mempercepat lompatan nya.
"Tapi turunkan aku duluuu. Kyaaaaaa..."
"Naruto! Kau berniat melawan nya?"Tanya Kurama. Naruto menoleh..
"Ya, karena dia membahayakan untuk Konoha"
"Terserah kau saja."
"Tapi kau harus membantu ku. Dia kan juga mempunyai kekuatan seperti dirimu di dalam dirinya"
"Baiklah"
Dua moster berekor itu saling menatap tajam. Sembilan versus satu.
Jauh dari sana, Hinata menatap kagum rubah berekor sembilan itu. Jujur, dia baru ini melihat wujud asli Kurama.
"Bulu nya terlihat lembut. Kyaaa.. Aku ingin memeluknya"Hinata berteriak senang
"Hah?" Sasuke sweetdrop.
"Menyerahlah, Gaara"Teriak Naruto.
"Aa.. Kyuubi. Rupanya kau.. Kenapa kau bisa disini, rubah?" Suara Ichibi terdengar.
"Grrr... Naruto. Anak itu sedang tidak sadar. Kau harus memukul nya agar rakun itu bisa menghilang. Aku sudah muak melihat wajahnya."
"Ha'I ha'I"
Pertarungan dua moster itu berjalan cepat. Singkatnya, Naruto berhasil memukul Gaara dengan bantuan Kurama. Rakun pasir itu meleleh menjadi pasir kembali saat Gaara membuka matanya.
"Hebat sekali, Kurama-kun" Hinata bertepuk tangan.
Hinata mengangkat satu tangan nya dan perlahan Gadis itu bersama Sasuke terangkat ke atas. Sasuke sedikit oleng, dia menoleh ke bawah tepat ke arah injakkan kakinya telah berganti menjadi kumpulan lavender.
"Naruto-kun Kurama-kun. Kita harus segera pergi dari sini.." Ucap Hinata.
"Baiklah" "oke"
Naruto menoleh ke arah Gaara yang terbaring di bawah. Dia terjun dari atas Kurama dan mendarat di samping laki-laki merah marun itu. Tanpa bisa bergerak lagi, Gaara bisa merasakan kehadiran orang yang telah mengalahkannya.
"Apa kau ingin membunuhku?"Ucap Gaara datar.
"Aku rasa cukup sakit mengetahui kau memiliki monster di dalam tubuhmu kan. Kau menjadi seperti ini karena ingin melindungi diri mu. Aku tak tau bagaimana rasanya karena memang tak ada yang tau aku juga memilikinya" Naruto memegang perut nya dan beralih menatap Sasuke, Hinata, dan Kurama yang telah menjadi kecil lagi.
"Tapi aku memiliki teman yang mau menerima ku apa adanya. Menurutku kau harus melihat, bahwa kau masih memiliki saudara yang kurasa mau menerima mu."
Temari dan Kankuro mendarat di samping Gaara dan membantunya.
"Ingat Gaara, kau tak sendirian." Naruto tersenyum lebar.
Gaara terpaku diam. Sebuah lengkungan tipis tercipta di bibirnya. Benar, walau orang di desa membencinya, dia masih memiliki dua saudara.
"Arigatou" bisik laki-laki merah marun itu dan menghilang bersama kedua saudaranya.
"Pidato yang bagus, Uzumaki" Hinata menepuk keras punggung laki-laki itu. Dia tersenyum manis.
"Heii itu sakit" Naruto mengerucutkan bibirnya dan merangkul pundak Hinata. Yang tentu saja membuat rona merah di pipi gadis itu.
"Ayo kita pulang dan membantu yg lain"
"Ok"
Kota Konoha rusak parah. Walau begitu, para penduduk tak bersalah juga terkena getahnya. Mereka para manusia yang tak memiliki chakra banyak menjadi korban walaupun para shinobi yang lain sudah berusaha mengasingkan mereka dari serangan mendadak ini.
Bangunan banyak hancur, korban jiwa yang tak sedikit dan juga mereka harus menelan pahit karena kehilangan sang pemimpin. Wali kota 3 mati di tangan shinigami. Dia mengorbankan dirinya untuk menyegel Orochimaru.
"Naruto-kun Sasuke-kun" Hinata memegang pundak kedua laki-laki itu. Mereka masih diam menatap kuburan wali kota 3 di depannya.
Hinata tau bahwa mereka menangis. Terlihat dari bahunya yang bergetar. Bagaimanapun juga Wali kota-sama sangat berperan penting dalam kehidupan keduanya. Mereka berdua telah kehilangan keluarga dan Wali Kota-sama adalah seseorang yang telah mereka anggap keluarga.
"Hinata-chan Sasuke Kurama" Panggil Naruto.
Sasuke menoleh ke arah Naruto begitu juga dengan Hinata. Terdengar helaan napas dari Naruto. Laki-laki itu berbalik dengan sorot mata nya yang tajam.
"Kita akan pergi dari konoha"
Hinata memiringkan kepalanya bingung, Sasuke mengalihkan pandanganya, Kurama menghela napas.
"Kenapa?" Tanya Hinata.
"Untuk berlatih memusnahkan Akatsuki dan Orochimaru. Oh ya, tentu saja membawa pulang Itachi"
Hinata dan Sasuke mengangguk setuju. Tak ada senyuman di wajah mereka yang ada hanya sorot tajam tanpa keraguan sedikitpun.
Sesuai kesepakatan, Tsunade selaku kepala sekolah KHS di angkat menjadi wali kota ke 5 dan saat itulah, setelah peresmian Tsunade berakhir, 3 orang anak bersama 1 rubah menghilang dari Kota Konoha, tak ada yang tau, tak ada yang mengira.
3 orang berjubah berdiri jauh dari gerbang utama Kota Konoha. Mereka menghela napas dan melepas headband yang terpasang di tubuh masing-masing.
"Kita akan melepasnya. Gunakan seperlunya." Ucap salah satu dari orang berjubah itu. Tak ada suara yang keluar, hanya ada anggukan dari dua orang lainnya.
"Kita akan berpisah disini, Hinata Sasuke. Semoga kalian baik-baik saja."
"Tentu Naruto-kun. Aku akan menjadi kuat setelah kembali dan tentu saja akan menagih kesempatan bertarung dengan kalian"
Naruto dan Sasuke bergidik ngeri. Mereka mulai membayangkan bagaimana kekuatan Hinata kelak, mengerikan.
"Kita akan bertemu lagi, disini. 5 tahun lagi"
Mereka tersenyum di balik jubah dan mulai berpaling ke arah yang di tuju.
'Aku harap kalian menjadi kuat' Naruto Tersenyum.
'Aku akan merindukan kalian' Hinata tertawa kecil.
'Kita akan tetap menjadi teman kan?' Sasuke tersenyum tipis
Kurama menoleh ke arah Hinata dan Sasuke yang telah menghilang di balik kerumunan orang. Rubah itu menyeringai.
'Kalian akan mengemparkan dunia ini, Naruto Hinata Sasuke'
'Jaa Minna' Kurama tersenyum tipis.
"Jadi kita akan kemana?" Kurama menoleh kembali ke arah patner nya yang duduk di bangku stasiun kereta api.
"Uzushiogakure" Naruto tersenyum dan memegang erat tiket yang ada di tangan nya. Dia berjalan masuk ke dalam kereta api yang akan membawanya ke sebuah tempat klan Uzumaki.
Tbc
Eheheh.. Banyak yang nggak suka Hinata sadis ya? Er.. Gimana ya? Aku malah suka Hinata sadis :D
Dia nggak akan sadis kok ya seperti menguliti musuhnya. Tentu saja nggak! Hinata masih punya hati :') jika di bilang sadis sepertinya kurang tepat. Ya mungkin dia berbicara agak kasar tapi dia tetap menjadi Hinata pemalu jika sudah di goda Naruto.
Nggak paham ya? Eheheh..
