Our Secret Relationship

ミンギュ x ウォヌ

[3/3]

Hari ketiga, pentas seni yang dijanjikan pun dimulai. Kali ini Hoshi mendapat kesempatan untuk menjadi MC sebagai perwakilan Hanyang, sementara Kyungsan diwakili oleh Mingyu. Mereka dipilih agar keseimbangan antara tampan dan humoris dapat terwujud. Kalian tentu tahu siapa yang mewakili sifat yang mana. Panitia acara ini sangat pintar melakukan promosi dengan memboikot semua orang agar menyaksikan pentas seni lewat Mingyu.

Mereka berdua mengenakan setelan kasual. Hoshi dengan kemeja oversized yang cerah, jin putih, dan sepatu All-Converse yang senada. Sementara Mingyu mengenakan kaos hitam dengan jas sebagai luaran yang digulung sampai siku, jin hitam yang sobek di lutut dan pantofel hitam. Membuat para gadis mengagumi betapa memesonanya dua orang itu.

Di satu sisi, Wonwoo duduk di sebuah ruangan kelas yang beralih fungsi menjadi ruang make up. Menyaksikan orang-orang yang berlalu-lalang di depannya sembari menunggu Hoshi yang tengah dipoles. Dia bergeser berulang kali di bangkunya, merasa tidak nyaman dengan situasi yang ramai.

Sementara di sisi lain, Hoshi terus mengamati Wonwoo diam-diam dari pantulan cermin di depannya. Dia sangat menantikan apa yang akan terjadi karena di ruangan itu juga ada Kim Mingyu yang telah selesai merias diri. Hoshi yakin Wonwoo telah melihatnya, namun pemuda itu pura-pura tidak tahu. Begitu pula dengan Mingyu yang tengah berbincang dengan salah satu panitia, mereka pasti sudah saling mengetahui.

"Kopi panas untuk dua MC yang akan bekerja ekstra hari ini!" seseorang yang memakai seragam panitia masuk dan memberikan dua cangkir kopi untuk Hoshi dan Mingyu.

Wonwoo mengecek ponselnya, mendapati dua panggilan tak terjawab dari Minggoo sekaligus satu pesan masuk.

Kau sangat cantik hari ini, pinggangmu seolah memanggilku.

"Sialan." gumam Wonwoo.

Tenggorokannya mendadak terasa kering dan Wonwoo memutuskan untuk membeli minum. Dia mengatakan itu pada Hoshi, tapi jelas pemuda itu tak percaya. Pasti dia akan bertemu Mingyu, pikirnya.

Wonwoo sempat mendengar riuh tepuk tangan dari aula. Selain pentas seni, hari ini adalah pertandingan voli, renang dan atletik. Beberapa stand makanan tampak berdiri kokoh di sekitar lingkungan sekolah, Wonwoo memutuskan untuk membeli sebotol yogurt cair. Saat melewati ruang perpustakaan untuk kembali, dia yang sedang memeriksa ponselnya malah tersandung dan benda itu hampir bertemu lantai jika saja seseorang tidak segera meraihnya.

"Hei," sapa orang itu sembari menarik lengan Wonwoo ke suatu tempat. Seseorang yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup Wonwoo, Kim Mingyu. "Kita tidak bertemu seharian kemarin."

"Tidak, karena seseorang lebih memilih makan siang dengan pelatihnya yang sudah renta." timpal Wonwoo sarkastik.

"Aigoo, aigoo, apa kekasihku baru saja merajuk?" godanya sembari menangkup kedua pipi putih Wonwoo. "Aku berjanji akan pergi bersamamu hari ini, ke mana pun. Kau yang memimpin."

Mata Wonwoo berbinar. "Serius?"

"Eung!" Mingyu mengangguk. "Aku sangat merindukanmu~"

Mingyu segera memeluknya, menghujani pucuk kepala Wonwoo dengan kecupan ringan. Mereka tidak bertemu selama lebih dari dua puluh empat jam, selama itulah keduanya saling menahan rindu meski masih menghubungi satu sama lain. Selain karena pelatih Mingyu yang terus menahannya, Hoshi juga menjadi penyebab yang lain. Pemuda sipit itu perlu diwaspadai, karena hubungan mereka hampir saja terekspos.

"Kyungsan unggul lima poin semalam, kau tidak ingin memberiku hadiah?"

Wonwoo memukul dadanya. "Kau mengalahkan sekolahku, aku tidak mau. Lagipula, apa-apaan semalam? Bagaimana kalau ada yang tahu tentang kita?"

"Tentang kita?" Mingyu menyeringai. "Memangnya apa yang terjadi pada kita?"

Paham dengan maksud Mingyu, Wonwoo segera mengambil langkah mundur. "Kau menyebalkan untuk seseorang yang lebih muda dariku."

Mingyu tertawa. "Kenapa tiba-tiba membicarakan usia? Mungkin aku lebih muda, tapi kita telah mengetahui siapa yang mendesah di bawah kungkungan siapa." ujarnya jahil.

"Mingyu!" Wonwoo melayangkan tatapan tajam ke arahnya. Pipinya bersemu merah.

"Ya, sayangku?"

Wonwoo mendengus. "Apa-apaan dengan rambutmu ini," katanya sembari mengacak surai Mingyu, berusaha menutupi keningnya yang terbuka. "Kau sangat jelek."

Mingyu menahan tangannya dan merengek. "Ya! Sebentar lagi aku akan naik. Lagipula, kau tidak perlu khawatir, selama aku masih mendominasimu, aku tidak akan berpaling."

Kini semburat merah juga mulai menjalar ke telinga Wonwoo. Dia bersedekap dan mengalihkan pandangan kepada objek lain.

"Sepertinya aku harus kembali sekarang," Mingyu berujar. "Kau tidak mau menciumku?"

Wonwoo merotasikan bola matanya. "Kita masih di sekolah, Mingyu. Kemungkinan besar orang akan melihat, aku belum siap untuk itu."

"Lalu, apa kau siap melihatku terus dikejar gadis-gadis setiap hari?"

"Huh?" Wonwoo memiringkan kepala. "Aku benci mendengarnya."

"Anggap saja sebagai penyemangat. Lagipula, aku akan mengumumkan hubungan kita cepat atau lambat."

Wonwoo mendecih, tapi tangannya bergerak menarik tengkuk Mingyu. "Awas kalau kau melihat gadis-gadis nanti." katanya sebelum menemukan bibir Mingyu.

Senyuman terkembang di bibir Mingyu selama ciuman mereka. Lengannya meraih pinggang Wonwoo yang terbalut kemeja, mengusapnya penuh peringatan seolah dia sedang menggoda pemuda itu. Sementara Wonwoo semakin dalam menarik tengkuk Mingyu, mendesis manakala Mingyu menjilat bibirnya. Membuat Wonwoo hilang kewarasan kala Mingyu semakin mendominasi pagutan mereka hingga ke titik yang paling intim.

Dan tanpa mereka sadari, ada orang lain yang melihat mereka sembari mengambil foto keduanya. Berita terpanas bulan ini, seorang Ace Kyungsan tengah berciuman panas dengan siswa teladan Hanyang di belakang gedung perpustakaan.

One week later...

Bis tiba di halte Hanyang tepat pukul setengah delapan. Wonwoo melepas earphone putihnya dan segera turun bersama yang lain. Melangkah dengan santai menuju gerbang sekolah sembari menghirup udara pagi yang segar. Alisnya menukik tatkala melihat para siswi bergerombol di depan pagar dengan berbagai macam bunga dan cokelat di tangan mereka. Manakala Wonwoo semakin dekat, tiba-tiba mereka langsung menghampiri dan memberikan semua benda-benda itu kepada Wonwoo.

"Wonwoo-ya, tolong berikan cokelat ini pada Mingyu!"

"Kirimkan suratku padanya, oke?"

"Wonwoo-ya, katakan pada Mingyu untuk mengangkat teleponku!!"

Ada apa ini? Kenapa semua orang menyebut Mingyu? Pikirnya.

Wonwoo hanya tersenyum canggung sembari menerima hadiah mereka, sebagian yang tidak bisa ditampung oleh tangannya tergeletak begitu saja di jalanan.

"Wonwoo!" Hoshi yang baru datang langsung menghampirinya. Membuat Wonwoo menghela nafas lega. Setidaknya Hoshi bisa meminta gadis-gadis itu mengambil hadiahnya lagi karena Wonwoo merasa sangat kewalahan.

"Aku ada hadiah untukmu!" seru Hoshi.

Wonwoo mengernyit. Kenapa Hoshi memberinya hadiah juga? Seingatnya hari ini masih tanggal tiga Juli, dan ulang tahunnya masih empat belas hari lagi. Wonwoo pun terus menatapnya yang sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam saku.

"Ini," Hoshi menyodorkan sebuah foto kepada Wonwoo, membuat jantungnya berdebar kencang dan mata yang melebar.

"I-itu—"

Itu fotonya dengan Mingyu di hari ketiga pertandingan. Yang sialnya sedang dalam pose yang tidak mengenakkan—berciuman. Darimana Hoshi mendapatkannya?!

"I-itu bukan seperti yang kalian pikirkan!" serunya.

Hoshi mengibaskan tangan, lalu merangkul bahu Wonwoo. "Kalian sangat serasi. Tenang saja, aku akan mendukung kalian."

Wonwoo mematung, dia kehilangan kata-kata untuk diungkapkan.

Di sisi lain...

"KIM MINGYU, KAU BERPACARAN DENGAN SEPUPUKU?!"

Choi Seungcheol menjerit di koridor, menimbulkan kegaduhan di antara orang-orang yang kebetulan berada di sana. Mingyu segera mengatupkan mulutnya dan melayangkan tatapan seperti kenapa-kau-mengatakan-itu-?.

Tak lama kemudian, ponsel Mingyu berbunyi—tidak, ponsel semua orang berbunyi dan mereka serentak mengecek ponsel masing-masing. Ada sebuah pemberitahuan bahwa laman web resmi sekolah memuat artikel baru yang diposting beberapa detik yang lalu.

Sangat Manis dan Menggemaskan, Inilah Sosok Kekasih Ace Kyungsan Yang Merupakan Siswa Peringkat Satu Hanyang

Sungguh judul yang penuh kontroversi.

Pada hari Rabu, 27 Juni 20-, seorang siswa Hanyang mendapatkan potret seseorang yang dianggap sebagai kekasih dari Ace kebanggaan Kyungsan, Kim Mingyu. Diambil pada hari ketiga pertandingan, pemilik akun Hoshosh ini mengunggah sebuah foto yang menunjukkan keduanya tengah berciuman di belakang perpustakaan. Dengan pose yang sangat intim, keduanya tampak menikmati suasana sehingga tidak menyadari kamera apa pun. Hoshosh juga mengatakan bahwa kekasih Mingyu adalah siswa peringkat satu tetap bernama Jeon Wonwoo. Setelah ditelusuri lebih dalam, hubungan mereka ternyata sudah terjalin sejak sekolah menengah pertama. Dengan wajah yang manis dan menggemaskan, Netizen mengatakan bahwa sosok Wonwoo sangat cocok bersanding dengan Kim Mingyu. Berikut adalah beberapa foto kedekatan mereka yang berhasil ditangkap.

Mingyu punya firasat buruk setelah ini.

FIN

Seharusnya ini ada fotonya, tapi aplikasi tidak mendukung. Sebenernya pun ini mau dijadiin oneshoot, tapi rasanya nggak nyambung gitu jadi aku pisah-pisah.

Buat kak ichinisan1-3, maaf karena merasa terpanggil hehe. Dan buat semuanya, maaf kalo ini pendek banget, soalnya ini cuma ff iseng doang. Makasih review-nya!