Ketika berada di sekolah menengah pertama dulu, Baekhyun pernah menyukai seseorang. Dia bernama Nam Joohyuk, kakak kelas yang juga merupakan tutornya dalam pelajaran matematika. Baekhyun selalu mendapat nilai rendah pada mata pelajaran itu dan terancam untuk tinggal kelas. Wali kelasnya mengusulkan siswa tingkat akhir itu untuk membantu Baekhyun dalam mata pelajaran tersebut.
Beberapa kali Joohyuk mendatangi rumah Baekhyun, mengajarinya materi yang tidak dipahami oleh Baekhyun. Sikap lembut dan perhatian Joohyuk terhadap Baekhyun tentu membuat lelaki mungil itu mulai memupukkan rasa padanya.
Suatu ketika, Baekhyun dengan wajah merah padam memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada Joohyuk. Namun Baekhyun harus menelan kekecewaan mendengar jawaban kakak kelas yang ia sukai itu.
"Maafkan aku, Baek. Tapi aku menyukai kakakmu. Selama ini aku mau menjadi tutormu dan mendatangimu kemari hanya untuk melihat Baixian. Maaf membuatmu salah mengartikan sikapku terhadapmu Baekhyun"
Ucapan Joohyuk itu tentu membuat Baekhyun tidak bisa menahan emosinya. Tangannya terkepal erat dan secara tiba - tiba ia layangkan kepalan itu kerahang Joohyuk. Ia tidak peduli jika setelah ini Joohyuk akan berakhir membencinya.
Lagi - lagi Baixian mendapatkan apa yang Baekhyun inginkan. Baekhyun semakin membenci kakaknya setelah mengetahui alasan Joohyuk itu.
DARK SIDE
.
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
.
Baekhyun baru saja sampai pada tujuannya, yaitu studio milik Kai. Sehun sudah sering mengajaknya kemari, jadi ia sudah hapal lokasi tersebut tanpa harus meminta Sehun menjemputnya.
Studio Kai berada ditempat yang tersembunyi. Ada sebuah lorong gelap dengan tangga yang mengarah kebawah. Baekhyun menapaki tangga menurun itu dan disampingnya terdapat pintu berbahan besi warna hitam. Ia membuka pintu tersebut dan suara berisik dari musik menyapa inderanya.
Pantulan dirinya dicermin membuat orang - orang yang sedang melakukan gerakan tarian diruangan itu berhenti. Baekhyun memasuki ruangan dan tak lupa menutup kembali pintunya.
"Kita istirahat dulu 15 menit lalu lanjutkan lagi" ucap lelaki berdimple sambil membuka tutup botol minuman dan diangguki oleh yang lainnya.
"Kau sudah datang?" Sehun yang saat itu hanya mengenakan kaos hitam dan celana panjang berwarna senada dengan sobekan dibagian lutut, menghampirinya. Baekhyun mengangguk memberi jawaban.
Tangan sehun terulur kekepala bagian belakang Baekhyun dan mendaratkan kecupan panjang dikening lelaki mungil itu. Baekhyun hanya diam membiarkan Sehun melakukan hal itu.
"Yahh... Kau selalu mencari kesempatan, Sehun" ucap Kai menciptakan decihan pada bibir Sehun.
"Ohh.. Baby, kau kemari sendirian? seharusnya kau menghubungi daddy agar daddy bisa menjemputmu, baby. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu dijalan, hm?" lelaki tan itu beralih pada Baekhyun. Tangannya ia bawa untuk menggelitiki dagu Baekhyun.
"Ohh... Maafkan Baekkie, daddy. Baekkie janji pulang nanti Baekkie akan menghisap lolipop besar milik daddy" Baekhyun berucap mengikuti alur drama yang kai buat. Kai dibuat gemas sendiri oleh tingkah Baekhyun. Bagaimana bisa Baekhyun mengucapkan hal sensual seperti itu dengan wajah yang dihiasi puppy eyesnya.
"Hei, bagaimana kalau kita ke cafe seberang setelah latihan" ajak Kai menatap Sehun dan Baekhyun bergantian. Keduanya mengangguk menyetujuinya. Baekhyun tentu menyanggupinya, ia lebih baik menghabiskan waktu bersama Sehun dan Kai dari pada harus berdiam diri dirumah dengan siksaan setiap detik yang ia terima.
Sehun meminum air yang ada dalam botol yang ia pegang. Pandangannya ia bawa untuk meneliti tubuh Baekhyun dari ujung kaki sampai kepala. Hingga ia menangkap sesuatu yang janggal pada area sekitar leher Baekhyun. Bukan, itu bukan kissmark yang Sehun buat. Memang mendapat kemampuan darimana Sehun untuk membuat kissmark dengan bentuk yang melingkar disepanjang leher putih itu.
Sehun mengangkat dagu Baekhyun agar dapat melihat leher itu dengan jelas.
"Apa ini?" tanya Sehun dengan gertakan dibibirnya. Baekhyun mengernyitkan dahi bingung dengan pertanyaan Sehun. Dan beberapa detik kemudian ia mengangguk paham.
"Ahh... Lelaki bau tanah itu mencekikku tadi. Apa itu membekas?" Baekhyun meraba lehernya sambil melihat pantulan dirinya dicermin.
"Orang itu benar - benar! Aku akan membunuhnya jika dia masih menyakitimu"
"Tidak perlu, aku yang akan menghabisinya dengan tanganku sendiri" kekehan mengalun dibibir Baekhyun. Membayangkan jika dirinya benar - benar akan membunuh ayah kandungnya sendiri.
Panggilan dari Lay - lelaki berdimple itu - terdengar mengajak yang lainnya untuk melanjutkan latihan. Sehun membimbing Baekhyun duduk disofa panjang dan memintanya untuk menunggunya latihan. Baekhyun mengangguk diselingi senyuman tipis.
Baekhyun menyandarkan punggungnya disofa dengan ponsel Sehun yang ada digenggamannya. Ia menggerakkan jari lentiknya dilayar ponsel itu. Membuat pola untuk membuka kunci layar dan menekan icon galeri.
Foto dirinya memenuhi galeri ponsel Sehun. Tidak ada foto teman - temannya ataupun keluarganya. Entah apa yang membuat Sehun lebih memilih mengoleksi foto tentang Baekhyun. Baekhyun sendiri acuh saja, tidak merasa risih atau apapun. Ia malah merasa diprioritaskan oleh Sehun.
Bukan hanya galeri saja yang dipenuhi foto Baekhyun. Tapi akun social media instagram Sehun juga dipenuhi oleh hal - hal tentang Baekhyun. Baekhyun ingin tertawa jika melihat akun itu. Instagram Sehun lebih cocok menjadi miliknya daripada milik lelaki putih itu.
Baekhyun ingat ketika dulu Sehun menciumnya panas dengan kamera ponsel yang merekam kegiatan mereka. Video berdurasi 50 detik itu Sehun unggah diakunnya. Dalam beberapa menit video tersebut sudah mendapat ribuan penonton dan ribuan komentar. Beberapa dari mereka berkomentar betapa manisnya Sehun dan Baekhyun. Namun tak jauh juga dengan komentar hujatan yang ditujukan untuk Baekhyun. Baekhyun hanya memutar bola matanya malas melihat itu. Apapun yang mereka berdua lakukan yang mendapat hujatan hanya dirinya, sementara pujian hanya mereka lontarkan untuk Sehun.
30 menit berlalu. Seperti janji Kai tadi yang mengajak Sehun dan Baekhyun ke cafe seberang studio. Sekedar untuk menghabiskan waktu. Kini mereka sudah menduduki meja berbentuk kotak dengan empat buah kursi. Sehun dan Baekhyun seperti biasa duduk berdampingan dengan kursi yang mereka dekatkan. Didepannya ada Kai yang duduk sendirian.
"Mana rokokmu?" Baekhyun bertanya sambil tangannya yang sibuk merogoh saku jaket Sehun. Setelah menemukan benda yang dicarinya Baekhyun menyelipkan benda nikotin itu dicelah bibirnya dengan bantuan sehun yang menyalakan pematiknya.
Menghisap rokoknya dengan matanya yang mengernyit dan menghembuskan asap rokok yang cukup banyak itu.
"Kai ayo bertanding, aku baru mengganti karakterku" ucap Baekhyun dengan jari jemarinya membuka aplikasi game diponselnya dan batang rokoknya yang berada disela jarinya.
"Kenapa ganti? baru sadar karaktermu terlalu lemah?" tanya Kai meledek Baekhyun yang hanya dibalas delikan mata oleh Baekhyun.
Sehun sendiri merasa diacuhkan oleh mereka. Jika mereka sudah memegang ponsel dan mengaplikasikan game maka mereka akan melupakan kehadiran Sehun. Sehun menghela nafas dan ikut mengeluarkan ponselnya. Bukan untuk bermain game, diponsel Sehun tidak ada game satupun. Tapi Sehun membuka aplikasi instagramnya dan melakukan siaran langsung pada aplikasi tersebut. Menaruh ponselnya diatas meja dengan kamera yang menghadap kearah dirinya dan Baekhyun.
Sehun memang cukup eksis didunia maya. Baru menyentuh icon siaran langsung saja sudah mendapat ribuan pasang mata dan juga hati dari pengikutnya.
Lengan sehun melingkari kepala kursi yang Baekhyun duduki dengan jari jemarinya yang memainkan rambut lelaki mungil itu. Sementara satu tangannya sama seperti yang Baekhyun lakukan, menghisap benda nikotin panjang yang disebut rokok.
"Akh sialan! Ada orang yang tiba - tiba bergabung, Baek" Kai menggertakan giginya merasa kesal dengan permainannya menciptakan kekehan dibibir Baekhyun.
Baekhyun mengarahkan rokoknya pada mulutnya, menghisapnya kembali. Namun sebelum ia menghembuskan asapnya tangan Sehun tiba - tiba menarik tengkuknya dan menempelkan bibir mereka untuk melakukan ciuman. Kedua bibir itu saling melumat dengan asap rokok yang menguar keluar dari bibir mereka.
Kegiatan Sehun dan Baekhyun itu mendapat perhatian dari orang - orang yang tengah menonton siaran langsung yang dilakukan Sehun pada ponselnya. Sebagian orang luar menyukai apa yang Sehun dan Baekhyun lakukan dengan memberikan dukungan untuk hubungan mereka berdua. Sementara sebagian lagi orang - orang yang berada disekolah yang sama dengan mereka mulai memaki - maki Baekhyun. Mengatakan betapa jalangnya seorang Byun Baekhyun.
'jalang itu benar - benar!'
'pantas saja Sehun selalu menempelinya. ternyata ini yang jalang itu lakukan pada Sehun'
'kau menjijikkan Byun Bitchy!'
Sehun dan Baekhyun terlalu malas untuk membaca komentar - komentar itu. Baekhyun malah melingkarkan kedua lengannya dileher Sehun. Melanjutkan ciuman mereka dengan lumatan yang ia berikan pada bibir bawah Sehun. Sementara tangan Sehun merambat untuk memeluk pinggang ramping Baekhyun dan satu tangannya menapak diatas meja dengan batang rokok disela jarinya.
Kai menaikan alisnya melihat karakter yang Baekhyun mainkan tidak bergerak sama sekali. Ia mendongak untuk sekedar bertanya pada Baekhyun namun segera ia urungkan ketika melihat dua orang itu berciuman ditempat umum tanpa tau malu.
Sehun menarik wajahnya untuk melepas ciuman. Bisa ia lihat wajah Baekhyun memerah dengan bibir membengkaknya yang terbuka. Menunduk untuk memberikan satu kecupan lagi dibibir itu.
DARK SIDE
Pagi ini seperti biasa, Baekhyun dan Sehun berangkat ke sekolah bersama menggunakan motor besar warna hitam milik sehun. Siswa - siswi yang kemarin sempat menonton siaran langsung Sehun, melayangkan tatapan sinisnya kepada Baekhyun. Bisikan - bisikan penuh hinaan mereka lontarkan. Baekhyun tentu saja mendengarnya. Tapi ia lebih memilih diam daripada harus menanggapi mereka. Ia bisa saja menghabisi mulut - mulut berbisa itu jika ia mau. Ini masih pagi, sangat merepotkan jika harus dipanggil keruang kesiswaan dengan omelan panjang gurunya.
Keduanya memasuki kelas dan duduk dibangku yang bersebelahan. Sehun sempat meminjam buku milik siswa yang duduk didepannya untuk disalin. Ia terlalu malas mengerjakan tugas yang dipenuhi angka itu. Begitu juga dengan Baekhyun. Mereka berdua mulai menyalin tugas itu bersama - sama.
Sehun memang disibukan dengan menyalin tugasnya. Namun satu tangannya tidak ia biarkan menganggur. Sehun membawa tangannya melingkari bahu Baekhyun dan jarinya ia gunakan untuk memainkan pipi gembil lelaki mungil itu. Mengusap - usap sesekali juga menggelitiknya. Baekhyun cukup geram dengannya. Ia bahkan sudah menggigit jari Sehun, tapi lelaki itu tetap melanjutkan kegiatannya. Sehun ini tidak bisa sedetik saja tidak menyentuh Baekhyun.
"Sehun~" oh lihatlah, Baekhyun si pemarah mulai merengek.
"Kenapa?" Sehun bertanya tanpa mengalihkan matanya pada buku tulis miliknya. Baekhyun hanya mendecih dan kembali menggerakan penanya diatas kertas. Membiarkan jari jemari Sehun memainkan pipinya.
"Hei. Kudengar akan ada siswa baru dikelas ini" siswi - siswi tukang gosip yang duduk didepan sana mulai berkumpul untuk menggosipkan sesuatu.
"Benarkah? Apa dia lelaki? Oh.. Aku harap itu lelaki yang tampan" ucap siswi dengan rambut pirang yang biasa dipanggil yeri itu menimpali.
Tak lama setelah itu, seorang wanita bertubuh pendek atau yang akrab dipanggil Yoon Saem memasuki ruang kelas. Namun tidak sendirian. Ada seorang lelaki tinggi dengan seragam yang sama seperti yang siswa siswi pakai berjalan dibelakang Yoon saem.
Penghuni kelas mulai ricuh dengan bisikan - bisikan serta pekikan - pekikan siswi yang mengagumi siswa baru tersebut.
TakTakTak
Yoon saem memukulkan penggaris besi yang ia bawa pada meja tinggi dihadapannya. Seolah menyuruh siswa - siswi untuk diam dan mendengarkan ucapannya.
"Kalian mendapat teman baru hari ini. Dia pindahan dari luar negeri" ucapan Yoon saem semakin menciptakan riuhan para siswa dan siswi.
'Wahh... Daebakk, dia orang luar negeri'
'pantas saja wajahnya sangat tampan'
'Oh Sehun saja kalah'
Bisikan - bisikan itu terdengar sampai ketelinga siswa baru itu. Ia hanya menanggapi dengan senyuman tampannya. Yoon saem memerintahkan dirinya untuk memperkenalkan diri.
"Hai, aku Park Chanyeol. Kalian bisa memanggilku Chanyeol. Aku pindahan dari London. Semoga kita bisa menja-" lelaki tinggi yang memperkenalkan diri sebagai Park Chanyeol itu sempat mengedarkan pandangannya untuk melihat wajah - wajah teman barunya. Namun ucapannya terhenti saat matanya menangkap mata milik Byun Baekhyun yang duduk dibelakang lalu beralih pada Byun Baixian yang duduk didepan.
Kembar?. Pikirnya.
"Semoga kita bisa menjadi teman yang baik" lanjutnya kemudian.
Yoon saem menyuruh Chanyeol untuk menduduki bangku kosong yang berada deretan tengah. Chanyeol mengangguk dan menghampiri bangku tersebut disambut senyuman genit para siswi.
DARK SIDE
Baixian sedari tadi mencuri - curi pandang kearah siswa baru itu. Ia menggigit bibir bawahnya menahan senyuman.
Dia... lelaki itu. Batinnya. Ia tidak tau Tuhan mengabulkan do'anya begitu cepat. Semalam ia mengharapkan agar dipertemukan lagi dengan lelaki itu dan kini lelaki bernama Chanyeol itu duduk tepat dibelakangnya.
Bel tanda pergantian jam telah berbunyi. Penghuni kelas berhamburan keluar kelas menuju ruang ganti mengingat sekarang waktunya jam olahraga.
Baixian berdiri dari duduknya, memberanikan diri untuk menghampiri si siswa baru.
"Hei.." sapanya. Chanyeol mendongak melihat siapa yang baru saja menyapanya. Ia menyunggingkan senyumnya membalas sapaan.
"Kita bertemu di taman kemarin. Dan kau meminjamkan jaketmu padaku" Chanyeol mengernyitkan dahi mencoba mengingat kejadian yang dimaksud dan detik kemudian ia membuka mulutnya.
"Ahh... Kau mengingatnya?" Baixian mengangguk cepat.
"Tentu saja, aku tidak mungkin melupakan orang yang sudah mengotori bajuku" jawabnya dengan kekehan. Chanyeol ikut terkekeh mendengarnya. Menurutnya lelaki mungil didepannya ini sangat menggemaskan.
"Mau keruang ganti bersama?" ajak Baixian dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.
DARK SIDE
Pelajaran olahraga kali ini adalah bermain basket. Siswa - siswi berkumpul di lapangan indoor sekolah membentuk barisan untuk mendengar arahan dari sang guru.
Sehun dan Baekhyun terlihat acuh saja, tidak mendengarkan gurunya sama sekali. Sehun malah melingkarkan kedua tangannya memeluk bahu Baekhyun dari belakang sedangkan Baekhyun mendaratkan tangannya diatas tangan Sehun sambil sesekali melontarkan guyonan.
Diujung sana seorang lelaki tinggi memperhatikan interaksi antara Sehun dan Baekhyun. Mengerutkan dahinya ketika kedua orang itu melakukan kontak fisik yang intim.
"Memperhatikan siapa?" menolehkan kepalanya mendapati Baixian berdiri disampingnya.
"Apa mereka berdua berpacaran?" tanyanya langsung membuat Baixian memasang ekspresi bingung. Baixian mengikuti arah pandang Chanyeol.
"Sehun dan Baekhyun?" Chanyeol mengangguk mengiyakan.
"Entahlah, sepertinya mereka hanya berteman"
"Tidak ada teman yang seintim mereka" Baixian menyunggingkan senyum mirisnya menangkap nada cemburu dari Chanyeol. Atau mungkin hanya perasaannya saja.
"Kau menyukai adikku?" Chanyeol seketika menatap Baixian setelah mendapat pertanyaan yang mengejutkan. Chanyeol pikir ini terlalu cepat jika harus menyukai Baekhyun, mengenal Baekhyun saja tidak.
Chanyeol menggelengkan kepalanya "aku hanya penasaran".
"Lalu, apa kau bisa membedakan kami? Banyak yang bilang kami susah dibedakan jika saja warna rambut kami sama"
"Tentu, aku melihat perbedaan kalian dari mata. Kau memiliki tatapan mata yang lembut, sementara Baekhyun memiliki mata yang tajam..." dan indah. Lanjutnya dalam hati.
"Kau menyadarinya? Wahh... Aku kira hanya Sehun yang menyadari itu" Baixian sedikit merona mendengar jawaban Chanyeol. Seolah lelaki itu memperhatikannya.
"Ku pikir itu terlihat jelas"
DARK SIDE
"Tidak, aku sedang malas keluar"
Lelaki putih bernama lengkap Oh Sehun itu berucap datar pada sambungan telepon yang terhubung dengan temannya. menempelkan ponselnya pada telinganya dan satu tangannya lagi memegang minuman kaleng.
Diseberang sana temannya - Kai - sedang memaksanya untuk datang berkumpul bersama yang lainnya.
Baekhyun baru saja memasuki dapur dan melihat Sehun sedang melakukan panggilan telepon. Ia menghampiri sehun, berjinjit mendekatkan telinganya pada ponsel Sehun untuk mendengarkan percakapan mereka.
'ayolah.. kau bisa mengajak Baekhyun juga. Sudah lama kita tidak berkumpul'
Suara Kai terdengar dari sebrang sana dan Sehun hanya memutar bola matanya malas.
Sehun baru menyadari kehadiran Baekhyun disampingnya dan sedang mencuri dengar percakapannya dengan Kai. Ia menundukan tubuhnya agar Baekhyun tidak kelelahan berjinjit seperti itu.
"Aku sedang ingin berdiam diri dirumah, Kai" bisa Sehun dengar Kai mendecih dengan alasannya.
'kau sedang ingin berdiam diri atau sedang ingin menghajar lubang Baekhyun habis - habisan, huh?'
"Yang kedua terdengar menyenangkan. Intinya aku tidak akan datang, oke?" Sehun memutuskan sambungan begitu saja dan menyimpan ponselnya disaku celana. Ia menoleh pada Baekhyun dan memberikan kecupan pada bibir lelaki terkasihnya.
"Kenapa tidak datang?" tanya Baekhyun.
"Aku sedang ingin berduaan denganmu, baek"
"Tapi aku ingin datang dan berkumpul dengan mereka, Sehun" Sehun menghela nafas pelan. Sehun memang sering mengajak Baekhyun untuk kumpul bersama teman - temannya. Tapi untuk saat ini ia sedang ingin berduaan dan menghabiskan malam bersama Baekhyun tanpa ada satu gangguan pun.
"Tidak Baek" ucapnya singkat dan berlalu menuju ruang tv diikuti oleh Baekhyun dibelakangnya.
"Ayolah Sehun~ aku ingin datang~" Baekhyun mulai merengek sambil menarik - narik ujung baju yang Sehun kenakan. Mereka menduduki sofa dengan Sehun yang menyalakan tv.
"Sehun~" Sehun menulikan telinganya mendengar rengekan Baekhyun yang jujur saja sangat menggemaskan. Baekhyun kesal karena Sehun tidak menanggapinya. Ia melingkarkan tangannya pada pinggang Sehun dan menumpukan dagunya didada lelaki itu. Menatapnya dengan jurus puppy eyesnya.
Sehun menggeram melihat tingkah Baekhyun yang sangat jarang ditunjukan itu. Segera saja ia membawa Baekhyun berbaring disofa dengan ia yang berada diatasnya. Mengecupi kulit rahang hingga leher Baekhyun dan sesekali menyesapnya.
"Ahhh... Sehun..." Baekhyun menggerakan tangannya mendorong dada Sehun.
"Jangan menyentuhku sebelum kau mengajakku datang" ia berucap memperingati. Namun Sehun tak mengindahkannya. Ia kembali menunduk mendekati wajah Baekhyun dan meraup bibir tipis itu. Membawanya dalam sebuah lumatan - lumatan halus. Lidahnya ia julurkan untuk memasuki mulut Baekhyun. Melakukan perang lidah didalam sana. Baekhyun menerimanya, membalas setiap lumatan bibir Sehun dan ikut andil dalam perang lidah yang mereka lakukan. Namun detik berikutnya ia menggigit kuat lidah Sehun membuat lelaki itu mengerang kesakitan dan melepaskan ciuman mereka.
Sehun menjulurkan lidahnya sambil tangannya ia gunakan untuk mengipasi, berharap sakitnya hilang.
"Kau belum menjawabku Sehun" Baekhyun tersenyum menyeringai melihat Sehun yang kesakitan.
"Baiklah, baiklah. Kita akan datang" ucap Sehun dengan dengusan kesalnya. Baekhyun berteriak senang dan berlari menuju kamar Sehun untuk berganti baju. Tanpa memperdulikan wajah bad mood Sehun.
DARK SIDE
Dan disinilah mereka sekarang, disebuah club malam yang biasa Sehun dan teman - temannya datangi. Duduk disebuah sofa hitam melingkar yang sudah terisi oleh Kai, Kim Taehyung, Park Jimin, Kang Daniel, dan Zelo. Ditengah - tengah terdapat meja panjang dengan beberapa botol minuman beralkohol dan juga tiga bungkus rokok.
"Ku kira kau benar - benar tidak datang" Kai menyunggingkan senyum mengejek pada Sehun dan Sehun hanya membalas dengan menunjuk Baekhyun menggunakan dagunya, seolah mengatakan bahwa lelaki mungil itu yang memaksanya.
Sehun membawa Baekhyun untuk menduduki tempat disebelah Zelo. Dan seperti biasa, ia akan membantu Baekhyun menyalakan rokoknya.
"Wahh.. Sudah lama aku tidak bertemu Baekhyun. Aku benar - benar merindukanmu, Baek" itu suara Taehyung. Ia yang sebelumnya duduk dipojokkan segera bangkit menggeser tubuh tinggi Zelo untuk duduk disebelah Baekhyun.
"Tapi aku tidak" jawaban yang singkat namun mampu menimbulkan gelak tawa yang lainnya. Taehyung mencebikkan bibirnya merasa tersakiti oleh Baekhyun.
"Bukankah itu Park Chanyeol?" ujar Daniel tiba - tiba dan mendapat tatapan bingung dari yang lain.
"Siapa Park Chanyeol?" tanya Kai.
"Dia murid baru di sekolahku. Dan juga teman sekelas Baekhyun dan Sehun" Kai, Jimin, Taehyung, dan Zelo berbeda sekolah dengan Sehun, Baekhyun serta Daniel. Maka dari itu mereka tidak mengenal siapa itu Park Chanyeol.
"Hei! Park Chanyeol!" teriak Daniel. Suara bising khas club malam tak membuat telinga Chanyeol tuli untuk mendengar suara yang memanggilnya. Ia mengedarkan pandangan kearah asal suara hingga menemukan seorang lelaki melambaikan tangan kearahnya.
Chanyeol menghampiri orang itu dan sedikit terkejut ketika mendapati Sehun dan juga Baekhyun berada dalam kumpulan orang yang memanggilnya tadi.
"Kau sendirian?" Chanyeol mengangguk menjawab pertanyaan Daniel.
"Ya, aku tidak punya teman di Korea yang bisa kuajak kemari"
"Duduklah, dan bergabung bersama kami"
Mendengar ajakan itu ia memutuskan untuk menyanggupinya. Dari pada ia harus minum sendirian seperti orang bodoh. Ia mengedarkan pandangan melihat orang - orang sekumpulan ini. Dan tatapannya berhenti pada Baekhyun yang juga tengah menatapnya. Keduanya terkunci dalam tatapan dalam dengan isi pikiran masing - masing. Hingga Baekhyun mengalihkan wajahnya memutuskan kontak mata mereka.
"Ayo bermain Truth or Dare!!" seruan Taehyung mengejutkan yang lain.
"Ah malas, kalian selalu mengerjaiku kalau main permainan itu" Jimin mengeluh. Terakhir kali mereka bermain Truth or Dare, botol yang mereka pakai selalu mengarah kearah dirinya. Membuat ia harus menjawab pertanyaan tak masuk akal atau melakukan tantangan - tantangan yang diberikan teman - temannya.
"Itu sudah nasibmu. Ayo main" Zelo mengambil botol yang sudah kosong dan menaruhnya ditengah meja.
"Sehun putarlah" permainan dimulai dari Sehun yang memutar botolnya. botol tersebut mengarah pada Kai dan Kai memilih Dare. Ia tersenyum penuh kemenangan. Dirinya paling suka jika sudah mengerjai teman bangsatnya itu.
"Kau lihat wanita berbaju merah itu..." Sehun mengarahkan telunjuknya pada seorang wanita berbaju merah. Semuanya mengikuti arah telunjuk Sehun.
"Hampiri dia dan buat satu kissmark dilehernya" Sehun berucap tenang, seolah itu tantangan yang mudah.
"Kau bercanda? Yang ada wanita itu akan meminta lebih padaku" Kai berdiri dari duduknya, meremehkan Sehun. Ia menghampiri wanita yang dimaksud Sehun tadi. Dengan tiba - tiba memeluk wanita itu dari arah belakang dan menyerukkan wajahnya diperpotongan leher si wanita. Diluar ekspetasinya, wanita tersebut malah menyikut perut Kai dan melayangkan tamparan pada pipi lelaki tan itu.
Sehun dan yang lain yang melihat itu membuka mulutnya untuk tertawa lebar. Tawa mereka semakin keras saat Kai dan wanita tadi terlibat dalam adu mulut. Mereka sudah tau sifat Kai yang tidak bisa bersikap lembut pada lawan jenisnya.
Kai kembali ke tempat duduknya dengan wajah marahnya.
"Wanita itu benar - benar bar - bar. Ayo lanjutkan" Ucap kai dengan dengusan kesal. Taehyung mengambil alih botol dan memutarnya hingga ujung botol tersebut mengarah ke Baekhyun.
"Baekhyun, Truth or dare?" tanyanya dan Baekhyun memilih Truth. Taehyung tampak berpikir sebelum akhirnya melontarkan pertanyaan "apa arti Sehun untukmu?" bukan Baekhyun yang terkejut, tapi Sehun. Ia menantikan jawaban Baekhyun. Ia juga penasaran sebenarnya apa arti dirinya dimata Baekhyun.
Baekhyun terdiam sebentar. "Sehun adalah hidupku. Segalanya. Aku tidak bisa membayangkan jika dia tidak hadir dihidupku" Sehun menyunggingkan senyuman tipis. Hatinya menghangat mendengar jawaban itu. Ia membawa bibirnya untuk mengecup pucuk kepala Baekhyun. Mengundang siulan - siulan menggoda dari teman - temannya.
"Giliranku" Kai mengambil giliran untuk memutar botol. Dan kali ini ujung botol tersebut mengarah kembali ke Baekhyun.
"Yess!! Baek, Truth or Dare?!" tanya Kai bersemangat.
"Dare" dan Kai kembali berseru senang. Ia menatap Baekhyun serius dan dibalas tatapan datar oleh si lelaki mungil.
"Selama ini aku tidak pernah melihatmu dekat dengan lelaki lain ataupun mencium lelaki lain selain Sehun" Kai menghentikan ucapannya dan menatap kearah Sehun dengan seringaiannya.
"Kali ini aku ingin melihatmu mencium lelaki lain. Dan lelaki itu..." Kai mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang cocok dengan tantangannya. Hingga matanya berhenti pada... "Park Chanyeol".
"Apa - apaan itu?! Tidak, aku menolaknya" Sehun berucap penuh perlawanan. Ia tidak akan rela melihat Baekhyun mencium lelaki lain selain dirinya.
"Hei, aku memberi tantangan pada Baekhyun, bukan kau. Mau tak mau dia harus melakukannya"
Chanyeol yang sedari tadi diam melihat jalannya permainan terkejut ketika namanya dibawa - bawa. Dan apa itu tadi? Berciuman? Apa dia akan berciuman dengan Baekhyun? Menciumnya saja belum, ia sudah bisa merasakan betapa manisnya bibir lelaki mungil itu.
Sehun menatap Baekhyun memberikan isyarat agar menolak tantangan itu. Namun Baekhyun tetap terlihat tenang dan tak memperdulikan tatapan Sehun. Baekhyun juga lelaki, walaupun dia submisif tapi dimana harga dirinya sebagai lelaki jika menolak tantangan tersebut. Baekhyun pun berdiri dari duduknya menghampiri Chanyeol. Dan cukup terkejut ketika Chanyeol menarik tubuhnya untuk dibawa dipangkuan lelaki itu.
Baekhyun sudah berada dipangkuan Chanyeol dengan tangannya yang menapak dipundak lelaki itu. Sementara Chanyeol melingkarkan tanganya dipinggang si mungil, menunggu Baekhyun untuk menciumnya terlebih dahulu.
Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa ia baru merasakan gugup sekarang, ketika berada didekapan Chanyeol. Apalagi dengan kedua mata Chanyeol yang terkunci padanya. Ayolah ia sudah sering berciuman dengan Sehun. Dan rasanya tak mendebarkan seperti ini. Dengan penuh keyakinan, ia mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Chanyeol hingga mempertemukan kedua bibir itu.
Baekhyun memejamkan matanya ketika ia melumat bibir atas Chanyeol dengan gerakan lambat. Menyesapnya dengan lembut dan memberikan sentuhan - sentuhan dari lidahnya dibibir tebal itu. Chanyeol mengusap punggung Baekhyun menenangkannya saat dirasa si mungil tengah gugup. Chanyeol mulai membalas ciuman Baekhyun. Meraup bibir tipis itu dalam sebuah lumatan. Lidahnya menjilati permukaan bibir Baekhyun meminta si tuan rumah membuka mulutnya. Baekhyun tak membukanya, ia malah melepas ciumannya melihat kearah lidah Chanyeol. Chanyeol menatapnya seolah meminta dirinya menyesap benda lunak itu. Dan Baekhyun menerimanya. Membawa lidah Chanyeol memasuki mulutnya. Ia menyesap lidah itu kuat sebelum akhirnya memaju mundurkan kepalanya menghisap lidah Chanyeol. Seolah ia tengah melakukan service pada penis Chanyeol.
God! dia sangat mahir. Batin Chanyeol merasa terpuaskan hanya dengan sebuah ciuman. Tangannya yang semula berada dipunggung Baekhyun kini sudah berada di area bawah. Menangkup bokong milik Baekhyun untuk ia berikan remasan.
Suara riuh Kai dan yang lain seolah tak terdengar ditelinga mereka berdua. Bahkan keduanya tak sadar ketika teman - temannya mengabadikan moment ciuman mereka dalam sebuah insta story dengan caption yang sama.
@baekhyun_ dan @real_pcy berciuman panas!!!
Sehun memalingkan wajahnya tak ingin melihat adegan yang tersaji dihadapannya. Cukup hatinya saja yang panas, tidak dengan matanya.
Baekhyun melepaskan hisapannya. Ia ikut menjulurkan lidahnya untuk melakukan perang lidah dengan Chanyeol. Bibir keduanya sesekali meraup memberikan lumatan dan kembali dengan peperangan lidah lagi. Chanyeol mengerang dalam hatinya. Tangannya masih ia gunakan untuk meremas bokong Baekhyun. Dan kini gerakannya berganti menuntun Baekhyun untuk menggerakan pinggulnya. Menimbulkan gesekan pada penis mereka.
"Ahngghh... Mmmhhhh..." desahan Baekhyun terlontar dengan keras membuat orang - orang yang menyaksikan kegiatan mereka bergidik ikut merasakan hasrat yang sama dengan yang Chanyeol rasakan.
Chanyeol yang mendengar desahan Baekhyun segera tersadar bahwa mereka sudah melewati batas dari sekedar berciuman. Gerakan tangannya berhenti. Ia memberikan kecupan panjang dibibir Baekhyun sebelum akhirnya melepaskan ciuman mereka.
Baekhyun terengah - engah dengan wajah memerahnya. Tatapan mata mereka kembali bertemu dan Chanyeol menyunggingkan senyuman. Sejujurnya ia berharap bisa merasakan bibir Baekhyun kembali suatu hari nanti.
Sebuah lengan melingkari pinggang Baekhyun dari belakang, mengangkatnya untuk bangkit dari pangkuan Chanyeol. Ia menoleh mendapati Sehun dengan wajah datarnya. Sehun menyampirkan jaketnya ditubuh Baekhyun. "Kami pulang duluan" menarik tangan Baekhyun membawanya keluar dari club.
DARK SIDE
Baixian duduk dimeja belajarnya dengan tangannya yang menggenggam ponsel putihnya. 10 menit yang lalu ia mengirimkan pesan line pada Chanyeol. Sekedar menyapanya. Namun hingga saat ini Chanyeol tak kunjung membalasnya, membacanya saja tidak.
Baixian beralih membuka akun instagramnya. Siapa tau nanti Chanyeol tiba - tiba membalas pesannya ketika ia sedang asik melihat - lihat unggahan foto terbaru teman - temannya.
Memberikan hati pada foto orang - orang dan menggerakan jarinya menyentuh icon bulat dibagian atas. Melihat semua story teman - temannya dan seketika matanya membulat melihat insta story milik akun dengan nama pengguna defkdaniel. Dalam story itu ia melihat adiknya, Baekhyun sedang melakukan pergulatan bibir yang panas dengan seseorang. Ia membaca caption yang tersemat.
'@baekhyun_ dan @real_pcy berciuman panas!!!'
"Real_pcy?" gumamnya. Ia menekan tulisan real_pcy tersebut untuk melihat siapa yang sedang berciuman dengan adiknya.
Matanya semakin membulat tidak mempercayai akun milik siapa itu. "Chanyeol?" ia merasakan sesak didadanya. Benarkah itu Chanyeol? Lalu bagaimana bisa mereka terlibat dalam sebuah ciuman.
Baixian meletakkan ponselnya diatas meja begitu saja dan menenggelamkan wajahnya diatas bantalnya. Mencoba menahan tangisannya.
DARK SIDE
Pukul satu dini hari, Sehun dan Baekhyun baru saja sampai di apartementnya.
"Sehun, kau lapar? Kau belum makan malam tadi" tanya Baekhyun yang sudah berada didapur. Membuka kulkas mencari bahan - bahan yang bisa ia masak. Sehun punya penyakit maag, jika terlambat makan maagnya bisa kambuh.
Sehun tak memberikan respon apapun pada ucapan Baekhyun. Ia memasuki kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan piama kemudian bergelung diatas ranjang.
Baekhyun yang merasa heran karena tak mendengar suara Sehun sedari tadi memilih untuk menghampiri lelaki putih itu. Ia melihat Sehun sudah memakai piamanya dan memejamkan mata bersiap untuk tidur.
"Sehun" panggilnya. Ia duduk disisi ranjang dan menghadap kearah Sehun. Tangannya tergerak untuk mengusap rambut Sehun yang menghalangi matanya.
"Ada apa denganmu? Kau marah?" kembali tak ada sautan dari Sehun. Lelaki itu masih memejamkan mata berpura - pura tidur.
"Hei, itu hanya permainan, Sehun. Kau tidak seharusnya menganggap itu hal yang serius"
"Aku tak ingat Kai menyuruhmu berciuman panas dengannya. Ku kira kau akan menghargaiku dengan hanya menempelkan bibir kalian saja" Sehun mulai bersuara namun tak membuka matanya. Ia sedang tidak ingin menatap mata Baekhyun yang menurutnya melemahkannya.
"Sehun jangan seperti anak kecil-"
"Kau membiarkannya menyentuhmu lebih, dan kau menikmatinya. Lalu kau menyuruhku untuk tak menganggapnya serius dan mengataiku kekanakan"
"Sehun!!"
"Pergilah dengannya, sepertinya kau lebih suka berada disisinya"
"Hilangkan sifat kekanakanmu, Sehun. Baiklah aku salah, aku minta maaf padamu" Baekhyun benar - benar merasa sifat Sehun yang satu ini semakin menjadi - jadi. Ia lebih memilih untuk mengalah daripada harus berakhir dengan perdebatan panjang.
"Untuk apa kau minta maaf? Kau tidak salah, kau hanya menikmati sesuatu yang menurutmu menyenangkan"
"Sehun hentikan, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu"
"Aku sudah menyuruhmu untuk menolaknya. Tapi kau tak memperdulikanku sedikitpun. Lalu apa maksud ucapanmu yang mengatakan bahwa aku adalah segalanya untukmu namun nyatanya kau tak menganggapku ada saat itu. Membiarkanku merasakan sesak sedangkan kau menikmati ciuman lelaki lain. Kau hanya tidak sedang membual, bukan?" Sehun membuka matanya, menatap Baekhyun sendu. Ia mengeluarkan isi hatinya yang ia tahan sedari tadi. Baekhyun sedikit terkejut mendengarkan ungkapan Sehun. Dalam hati ia merasa bersalah pada lelaki itu.
Baekhyun menahan air matanya agar tidak menetes, begitu juga dengan Sehun. Tanpa mengucapkan apapun, Baekhyun membaringkan tubuhnya disebelah Sehun. Melingkarkan lengannya dileher Sehun dan membawa lelaki itu dalam sebuah ciuman.
Baekhyun memejamkan matanya dengan bibirnya yang memberikan sesapan pada tiap inci bibir Sehun. Sehun terdiam, tak membalas ciuman itu dan hanya menatap mata Baekhyun yang tertutup.
Baekhyun melepaskan ciumannya dirasa tak mendapat respon dari Sehun. Ia membuka mata membalas tatapan Sehun. "Kau segalanya, Sehun. Kau segalanya untukku. Dan aku minta maaf padamu" ucapan itu entah kenapa meneduhkan lagi hati Sehun. Segera saja ia meraup bibir tipis milik Baekhyun dan memberikan lumatan - lumatan yang juga dibalas dengan baik oleh Baekhyun.
Sehun tidak peduli lagi Baekhyun menganggapnya apa. Yang ia inginkan sekarang hanya selalu berada disisinya. Membuat Baekhyun bahagia dengan kehadirannya.
tbc
ciaaa ini mereka pada jadi nagh hitz/?jujur aja aku pas nulis scene hunbaek ini terinspirasi dari hunbaek real sendiri. mereka itu ya gk bisa gitu diem buat gk saling sentuh/? chanyeol sabar aja sih, ntar pas ditempat sepi juga baekhyun dihajar habis"an. berakhir dengan baekhyun yang jalan ngangkang dan sehun chanyeol yang dorong"an /ciaa flashback moment dibandara/sebenernya apa sih hubungan hunbaek? dan ada apa sih dengan chanyeol yg seperti itu ke baekhyun/?kalo masih penasaran dengan cerita ini kalian bisa kan tinggalkan reviewnya.inget ya. kalo reviewnya masih kurang aku bakalan stop aja cerita ini. susah" mikirin ide tapi reviewnya gk memuaskan :(( ibarat udh sejam blowjob tapi gk muncrat/? sakit kan? :((sebenernya males update, tapi berhubung chapter ini udh selesai kutulis dan kuotaku yg habis dihari ini, jadi ya aku update aja walopun reviewnya gk moencradh :((
