The Dark Side of My Life

Cast: Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Chapter 6

Semenjak meninggalnya Donghae dan Sooyeon kehidupan Baekhyun dan Baixian berbanding terbalik. Dulu Baixian adalah seorang remaja yang ceria namun kini Baixian lebih sering mengurung diri didalam kamar. Dan hanya mau keluar jika dibujuk oleh kekasihnya, Chanyeol. Begitu juga dengan Baekhyun. Baekhyun lebih sering tersenyum sekarang. Dan sekarang Baekhyun tidak lagi pergi menginap ditempat Sehun. Justru Sehun yang terkadang menginap dirumah Baekhyun. Menemani lelaki kecil itu yang entah kenapa tubuhnya terlihat lebih berisi dan sangat menggemaskan.

Baekhyun memang merasa bahagia dengan terbebasnya dirinya dari ayahnya, namun jauh dilubuk hatinya ia merasa amat bersalah. Mencari kebahagiaan dengan cara yang salah.

Baekhyun menuruni tangga rumahnya setelah selesai bersiap dengan seragam sekolahnya. Hidungnya mencium bau wangi khas masakan dari arah dapur.

Chanyeol disana, berada didapur dengan celemek merah yang melekat ditubuh tingginya. Baekhyun sudah tidak terkejut lagi dengan kehadiran lelaki itu dirumahnya. Setelah ia tau kalau Chanyeol berpacaran dengan Baixian.

"Jangan berangkat dulu, aku sudah membuatkan sarapan" Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan menuntunnya untuk duduk dikursi. Baekhyun hanya diam. Ia juga tidak berniat berangkat kesekolah duluan jika sudah ada Sehun yang dengan senang hati menjemputnya.

"Makanlah. Aku akan memanggil Baixian dulu" Baekhyun mengangguk dan mulai menyendokan sesuap makanan buatan Chanyeol. Rasa rempah - rempah yang sangat pas dilidahnya itu membuatnya tersenyum. Ini pertama kalinya ia memakan masakan Chanyeol yang mungkin akan menjadi menu favoritnya.

"Baekhyun sayangggg~ Aku datangggg~" teriakan menggema itu sampai ditelinga Baekhyun. Itu suara Sehun dan sekarang Sehun sedang berjalan menghampirinya dan mencuri beberapa kecupan dibibirnya.

"Kau sudah sarapan?" Baekhyun bertanya yang dibalas gelengan oleh Sehun.

"Ayo buka mulutmu.. Aaa~" Baekhyun menyodorkan sesendok makanan pada Sehun berniat untuk menyuapinya. Dan Sehun dengan senang hati membuka mulutnya menerima suapan itu.

"Enak sekali... Apa kau yang memasaknya? Istriku ini pandai sekali memasak"

"Siapa yang menyuruhmu memakannya?" suara Chanyeol yang tiba - tiba itu menghentikan acara Sehun yang sedang asik mencubiti pipi Baekhyun.

"Apa aku perlu ijinmu untuk memakan masakan Baekhyun?" Sehun menyahutinya malas. Ia kembali menerima suapan dari Baekhyun dan mengabaikan Chanyeol.

"Jika yang kau maksud adalah sesuatu dimulutmu itu salah besar. Aku yang memasaknya" Sehun membelalakan matanya dengan mulutnya yang menggembung penuh. Dan dengan cepat Sehun menuju tempat cuci piring untuk memuntahkan makanan yang ia kira hasil tangan Baekhyun.

"Makanan apa ini?! Sangat hambar dan penuh bakteri. Baek, letakan sendokmu dan jangan memakannya lagi. Kau bisa sakit perut nanti" Baekhyun tercengang sendiri dengan tindakan Sehun yang melepas paksa sendok yang ia genggam. Dan Sehun juga membantunya meminum air untuk membersihkan makanan dimulutnya yang menurut Sehun penuh bakteri itu.

Begitu juga dengan Chanyeol dan Baixian yang menatap Sehun heran. Mereka mengedikan bahu dan mulai menikmati sarapan mengabaikan Sehun yang menyeret Baekhyun keluar rumah.

"Makanlah. Aku tidak ingin perutmu kosong dan berakhir sakit perut" Chanyeol mengambilkan sendok untuk Baixian, menyuruh kekasihnya itu makan sementara dirinya sibuk merapikan rambut Baixian yang belum tersisir rapi.

"Chanyeol.." Baixian memanggilnya dengan suara yang pelan dan ia hanya bergumam menanggapinya.

"Hm?"

"Maafkan aku. Aku terlalu merepotkanmu, aku bukan kekasih yang baik untukmu, Chanyeol" Chanyeol menghentikan acara menyisir rambut kekasihnya. Ia terdiam dan dalam hati dialah yang paling merasa bersalah pada Baixian.

Seharusnya aku yang meminta maaf padamu.

Batinnya menjeritkan kalimat itu. Chanyeol sudah mencoba. Mencintai Baixian sepenuh hatinya. Namun ia tidak tau jika hatinya meneriakan nama orang lain. Seseorang yang memiliki rupa yang sama dengan kekasihnya.

"Kau terlalu sempurna untuk menjadi kekasihku, sayang. Aku bahagia memilikimu" lagi, ia berbohong lagi. Dan ia akan terus berbohong hingga akhir.

Baixian tersenyum mendengarnya. Ia sungguh beruntung memiliki Chanyeol sebagai kekasihnya. Dan ia akan mempertahankan lelaki itu hingga akhir.

"Aku mencintaimu, Chanyeol" ucapnya dengan kedua tangannya yang terjulur memeluk kekasihnya erat. Chanyeol membalas pelukan itu tanpa menjawab kalimat cinta dari Baixian.

e)(o

Sehun berdecak kesal dengan matanya yang tertuju pada layar ponselnya. Kai dan temannya yang lain sedang membicarakan sesuatu yang serius dalam grup chat line. Baekhyun yang berada disampingnya mengerutkan kening bingung. Ia sudah melakukan banyak hal untuk menarik perhatian lelaki berkulit putih itu. Namun Sehun tetap saja tidak menghiraukannya dan malah sibuk dengan ponsel bodohnya.

"Sehun~" Baekhyun menarik - narik tangan Sehun mencoba membuat Sehun berhenti mengabaikannya.

"Sebentar, Baek" dan Sehun hanya menjawab kata 'sebentar' sejak tadi. Entah itu sudah 'sebentar' yang keberapa.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya marah. Ia merebut ponsel Sehun dan menyembunyikannya dibalik tubuhnya. Sehun sedikit terkejut dan kemudian menghela nafas melihat Baekhyun yang tengah merajuk.

"Maafkan aku, sayang. Tapi aku sedang membicarakan sesuatu yang penting dengan temanku" Sehun memasang raut memelas agar Baekhyun mengerti dirinya.

"Dan apa sesuatu yang penting itu?"

"Aku tidak bisa mengatakannya padamu sekarang"

"Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku? Apa kau sudah menganggapku tidak penting? Apa kau sudah bosan denganku?" Sehun membulatkan mulutnya mendengar pertanyaan - pertanyaan yang tidak masuk akal itu. Sepertinya Baekhyun salah paham disini. Dan lihatlah penghuni kantin menatap keduanya dengan saling berbisik.

'Ini pertama kalinya aku melihat Sehun dan Baekhyun bertengkar'

'Apa mereka akan berpisah?'

'Sepertinya Sehun sudah bosan dengan Baekhyun'

Baekhyun mengabaikan bisikan - bisikan itu. Pandangannya tetap tertuju pada Sehun seolah memaksanya agar mengatakan apa yang sedang lelaki putih itu sembunyikan darinya.

"Baekhyun percayalah kau sangat penting untukku. Dan aku tidak akan pernah bosan dengan--"

"Lalu apa susahnya mengatakannya padaku. Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?"

Sehun kembali terdiam membalas tatapan Baekhyun. Jika ia menuruti Baekhyun ia yakin Baekhyun akan terluka. Maka dari itu ia memilih bungkam. Sehun menjulurkan tangannya mengambil ponselnya yang disembunyikan Baekhyun dibalik tubuhnya.

"Maafkan aku" hanya itu yang bisa ia ucapkan sebelum akhirnya pergi meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun tercengang. Ini pertama kalinya Sehun pergi meninggalkannya. Mengabaikannya dan menganggapnya tidak ada. Ia berdecak marah. Tidak peduli apa alasan lelaki itu. Jika Sehun pergi meninggalkannya maka ia juga akan pergi meninggalkan lelaki itu.

e)(o

Dan nyatanya tidak. Baekhyun beberapa kali mengecek ponselnya menunggu kontak bernama Sehun menghubunginya. Namun hingga menjelang malam lelaki itu tidak menghubunginya sama sekali. Ia jadi semakin kesal.

Tok.

Tok.

Tok.

Bunyi ketukan pintu kamarnya menginterupsinya. Baekhyun membuka pintu kamarnya dan mendapati Chanyeol yang berdiri diambang pintu.

"Hei Baek.." Chanyeol menyapanya dengan senyuman. Mau tak mau Baekhyun juga membalas sapaannya dengan senyuman pula.

"Kau belum pulang?" Baekhyun bertanya. Mengingat ini sudah malam dan melampaui jam tidur.

"Aku ingin melihatmu sebentar" kalimat yang kembali membuat Baekhyun merona dan berdebar.

"Masuklah"

Baekhyun membuka pintunya lebih lebar menyuruh Chanyeol memasuki kamar luasnya. ia menghampiri sebuah kulkas kecil disudut ruangan mengambil dua kaleng cola dan memberikan satu pada Chanyeol.

"Kau terbiasa tidur larut?" Chanyeol memulai obrolan basa - basinya. Dan Baekhyun menjawabnya dengan baik seolah tak terganggu sedikitpun dengan kehadiran Chanyeol.

"Aku insomnia" jawabnya. Tak menyadari Chanyeol tengah menatapnya dengan memuja. Chanyeol sering melihat rupa itu dan bahkan kekasihnya memiliki rupa yang sama dengan Baekhyun. Namun ini terasa berbeda. Dilihat dari sudut manapun Baekhyun jauh lebih menawan. Jauh lebih mempesona. Dan jauh lebih menarik perhatiannya.

Ia sadar dirinya mulai terobsesi dengan apa yang ada pada diri Baekhyun. Rambut coklat gelapnya, mata tajamnya, bibir tipis namun sangat lembut ketika dicecapnya, dan pinggang ramping yang sangat pas dipelukannya.

"Baekhyun.." Baekhyun bergumam menjawab panggilan Chanyeol. Ia menatap Chanyeol dengan menegak minuman colanya.

"Bagaimana jika aku tertarik denganmu"

Uhuk!

Baekhyun tersedak minumannya hingga ia terbatuk - batuk dan Chanyeol segera membantunya menepuk - nepuk punggung Baekhyun.

"Minumlah pelan - pelan" ucap Chanyeol dengan tangannya menyeka cola yang mengotori bibir dan dagu Baekhyun.

Baekhyun terdiam. Chanyeol memang selalu memperlakukannya dengan manis namun ucapan lelaki itu yang mengejutkannya.

Bagaimana jika Chanyeol tertarik padanya?

Hah!!

Apa Chanyeol itu bodoh? Jika Chanyeol tertarik padanya tidak mungkin lelaki itu berpacaran dengan kakak kembarnya sekarang.

Sulit dipercaya.

"Pilihlah. Aku atau Baixian?" Baekhyun tiba - tiba menanyakan itu. Menyuruh Chanyeol memilih satu antara dirinya dengan Baixian. Yang sebenarnya Chanyeol bisa menjawab dengan cepat. Namun bibir Chanyeol terlalu kelu untuk menjawabnya.

"Baixian" dan itulah yang keluar dari mulutnya. Entah itu benar atau tidak.

Sedangkan Baekhyun mengangguk sedikit merasa kecewa.

"Baek..."

"Hm?"

"Ayo bercinta denganku"

Uhuk!

Lagi. Baekhyun tersedak minumamnya lagi. Ia heran. Apa yang sebenarnya Chanyeol inginkan. Mengatakan hal konyol dan kemudian mengajaknya bercinta.

Baekhyun menaruh minumannya diatas meja. Ia melirik Chanyeol sebentar. Sebelum akhirnya ia bergerak naik kepangkuan Chanyeol. Menapakan tangannya meremat tengkuk lelaki itu.

"Aku tidak yakin kau memilih Baixian" bisiknya tepat didepan bibir Chanyeol. Nafas yang menerpa bibir membuat Chanyeol merasa merinding. Tangan Chanyeol terangkat merengkuh pinggang Baekhyun untuk merapatkan tubuh mereka.

"Kau berniat mengajakku selingkuh?" dan pertanyaan itu menyadarkan Chanyeol. Chanyeol menatap Baekhyun dengan raut wajah yang terbaca.

"Apa terlihat seperti itu?" Baekhyun terkekeh. Ia merunduk menyesap bibir Chanyeol sebentar kemudian menatap Chanyeol meremehkan.

"Kau tertarik padaku, dan kau tetap memilih Baixian, lalu kau mengajakku bercinta. Apa itu tidak terdengar brengsek?"

"Baekhyun, aku hanya--"

"Jika kau sedang bernafsu kenapa kau tidak meniduri kekasihmu. Kau pikir apa gunanya memiliki kekasih jika kau tidak menikmati tubuhnya?"

"Tidak, Baek. Baixian berbeda. Aku tidak bisa menyentuhnya"

Baekhyun mengeraskan rahangnya mendengar alasan yang terdengar sangat menyakiti hatinya. "Maksudmu? Baixian berbeda denganku? Baixian orang yang suci sedangkan aku adalah seorang jalang yang bisa kau tiduri semaumu?"

Lagi - lagi Chanyeol merutuki mulutnya yang tidak bisa dikontrol. Sungguh ia tidak bermaksud seperti itu. Dan Baekhyun sudah terlanjur salah mengartikan ucapannya.

Baekhyun menarik dirinya menjauh dari Chanyeol. Ia sudah cukup sakit hati dengan lelaki yang sialnya sangat sangat tampan itu.

Baekhyun membuka pintu kamarnya lebar - lebar. "Pulanglah" ucapnya mengusir Chanyeol.

Chanyeol menghela nafasnya kasar. Setelah ini pasti Baekhyun membencinya dan tidak ingin bertatap muka dengannya. Ia berjalan lesu keluar dari kamar Baekhyun. Mengucapkan kata maaf yang tak dipedulikan sama sekali oleh si kecil.

e)(o

"Dimana dia?" Sehun melesat dengan cepat setelah mendapat panggilan dari Kai bahwa seseorang ingin bertemu dengannya. Baru saja ia membuka helmnya dan bertanya pada Kai dengan rahangnya yang mengeras.

"Sehun, kuharap kau bisa mengendalikan emosimu jika tidak ingin terjadi sesuatu" Kai berucap memperingati Sehun mengingat bagaimana kerasnya sahabatnya itu.

"Dimana dia, sialan?!" Sehun sudah benar - benar tersulut emosi sekarang walaupun seseorang yang menyulut emosinya belum menampakan batang hidungnya.

"Senang bertemu denganmu, Oh Sehun" suara seseorang itu membuat Sehun menolehkan kepalanya. Menatap seorang lelaki yang lebih tinggi darinya dengan pandangan meremehkan.

"Ya. Senang bertemu denganmu juga..." Sehun mengantungkan kalimatnya. Mendekati lelaki yang tengah menyeringai sinis padanya.

"Nam Joohyuk"

e)(o

Pagi ini seperti biasa, Chanyeol akan datang kerumah kekasihnya dan membuatkan sarapan untuk Baixian sekaligus untuk Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol sedikit merasa canggung jika harus berhadapan dengan Baekhyun setelah kejadian semalam. Baekhyun pasti menghindarinya.

Tapi tebakannya salah. Baekhyun mendatanginya didapur dan mengucapkan selamat pagi padanya. Walaupun tanpa senyuman. Ia menaruh beberapa hidangan diatas meja. Menyuruh Baekhyun untuk memakan sarapannya.

"Makanlah" perintahnya sembari memberi usakan pada rambut Baekhyun. Menghilangkan kecanggungannya.

Chanyeol belum beranjak dari posisinya. Ia mengamati Baekhyun yang terasa janggal untuknya. Dan pandangannya jatuh pada leher Baekhyun.

Kalung pemberiannya, yang selalu melingkar indah dileher si mungil. Kini sudah tidak ada lagi. Ia menyentak tangan Baekhyun agar berhadapan dengannya. Dan Baekhyun sedikit meringis sakit. Ia menatap Chanyeol dengan pandangan bertanya.

"Dimana kalungmu?" pertanyaan bernada dingin dan begitu mengintimidasi membuat Baekhyun menelan ludahnya gugup.

"A-aku m-melepasnya" Baekhyun tergagap menjawabnya. Ia sendiri merasa heran kenapa sekarang ia jadi merasa lemah dihadapan Chanyeol?

"Kenapa kau melepasnya?" lagi. Baekhyun menelan ludahnya lagi dan menunduk menghindari tatapan tajam itu. Chanyeol menjadi terlihat menyeramkan ketika marah.

"Jawab aku, sialan!"

"A-aku tidak suka memakainya" Baekhyun tengah berbohong atau mungkin terlampau jujur menjawabnya. Ia berbohong tentang pemberian Chanyeol yang sebenarnya sangat ia sukai. Dan ia jujur kalau ia sebenarnya tidak suka memakai perhiasan. Namun Baekhyun melupakan sesuatu. Gelang dari Sehun masih melingkar dengan indah dipergelangan tangannya. Dan itu tertangkap oleh mata bulat Chanyeol.

Chanyeol menghembuskan nafas kasar. Merasa begitu marah pada lelaki kecil didepannya. Tangannya terkepal erat yang bisa saja ia layangkan pada pipi Baekhyun jika ia ingin. Tapi ia memilih meninggalkannya sendiri dimeja makan daripada emosinya tidak terkendali dan berakhir menyakiti Baekhyun.

e)(o

Baekhyun menghela nafasnya entah sudah yang keberapa kalinya. Pagi tadi Sehun tidak menjemputnya untuk berangkat sekolah bersama dan hari ini Sehun tidak datang kesekolah tanpa memberitaunya. Ini sudah dua hari Sehun tidak menghubunginya dan dirinya sudah benar - benar merindukan lelaki terlampau putih itu.

Kang Daniel ada didepannya tengah menatapnya dengan alis berkerut. Tidak biasanya Baekhyun terlihat galau seperti ini. Apalagi bibirnya yang sangat menggoda itu mengerucut dengan imutnya.

Daniel dibuat gemas sendiri dan mencubit bibir Baekhyun hingga si empunya mengadu sakit.

"Kau pasti tau sesuatu kan tentang Sehun?" tanya Baekhyun. Daniel hanya diam dan berpura - pura berpikir.

"Cepat beri tau aku, Daniel" Daniel tertawa mendengar perintah Baekhyun dengan wajah puppynya yang khas.

"Aku tidak tau bisa memberitaumu atau tidak. Tapi kenapa kau tidak datang menemuinya untuk bertanya langsung padanya?" Baekhyun terlihat mempertimbangkan saran Daniel. Benar juga. Kenapa ia tidak kepikiran untuk mendatangi sehun langsung.

e)(o

Dan Baekhyun memilih membolos untuk menghampiri Sehun diapartementnya. Sehun itu selalu luluh padanya. Jadi dengan rengekan manjanya mungkin Sehun akan memberitaunya apa yang sedang terjadi.

Baekhyun menekan beberapa kode kunci pintu apartement itu dan kemudian ia melangkah masuk. Apartement Sehun terlihat tidak terurus semenjak ia kembali kerumahnya. Ia berdecak kesal. Sehun kan sangat jorok, mana mau dia membersihkan apartementnya ini.

Baekhyun menghampiri kamar Sehun melewati beberapa bungkus makanan yang tercecer dilantai. Ia akan membersihkannya nanti. Sekarang ia ingin menemui Sehun dulu.

Baekhyun membuka pintu kamar dan yang ia dapati pertama kali adalah Sehun yang tengah bergelung diatas ranjangnya.

Tidak sendirian, sehun tidak sendirian. Ada seorang wanita yang meringkuk dipelukan Sehun. Dan Sehun tampak tidak terganggu sedikitpun. Malah lengannya melingkari tubuh wanita itu untuk memeluknya erat. Persis seperti ketika ia dan Sehun selesai melakukan penyatuan diri.

Baekhyun tidak cemburu melihat itu tapi tanpa sadar matanya memanas dan dadanya terasa sesak. Sehun tidak menghubunginya dua hari ini yang ternyata lelaki itu tengah bersenang - senang.

Sehun membuka matanya merasa terusik oleh sesuatu. Pandangannya terfokus pada seorang wanita yang semalam menghabiskan malam yang hebat dengannya. Ia tersenyum tipis, wajahnya ia dekatkan untuk mengecup kening wanita itu.

Sehun melepaskan kecupannya dan mendongakkan kepala. Saat itu juga ia terkejut mendapati Baekhyun tengah berdiri diambang pintu dan menatapnya dengan pandangan yang sulit dibaca.

"Baekhyun" panggilnya. Ia segera menuruni ranjang, memakai pakaiannya dan menghampiri Baekhyun yang tetap berdiri mematung.

Sehun menarik tubuh Baekhyun untuk ia peluk namun Baekhyun sudah terlebih dulu mundur menjauhinya. Baekhyun tertawa pelan. Menyadari betapa bodohnya ia datang jauh - jauh menemui Sehun jika ini yang ia dapat.

"Baek--"

"Ternyata memang benar. Kau sudah benar - benar muak denganku" Baekhyun tertawa lagi bersamaan dengan air matanya yang menetes.

Baekhyun selama ini menghargai perasaan Sehun meskipun belum bisa membalasnya. Ia tidak membiarkan orang lain menyentuhnya dan hanya memberikan tubuhnya pada Sehun. Hanya Sehun yang ia ijinkan menyentuhnya. Tapi ia tidak menyangka jika Sehun bisa melakukan ini padanya.

"Aku tidak pernah merasa muak ataupun bosan denganmu, Baek. Ini hanya--"

"Kau merasa marah ketika Chanyeol menciumku. Lalu bagaimana denganku yang mendapatimu bercinta dengan wanita itu?"

"Baekhyun dengarkan aku--"

"Wahh... Bahkan kau memperlakukannya seperti memperlakukanku. Apa ini? Apa aku tengah berbagi?" Baekhyun kembali tertawa dengan pemikirannya.

"Aku hanya sedang membutuhkannya saat itu" Sehun merasa kalut sekarang. Baekhyun sudah memiliki pemikiran lain tentangnya dan ia akan sulit meluruskan itu.

"Ya, kau membutuhkannya dan tidak membutuhkanku lagi. Apa gunanya aku disini sekarang?" Baekhyun berucap diselingi kekehannya. Ia berbalik untuk meninggalkan Sehun. Namun Sehun menahannya dengan ucapannya.

"Kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan dengan Chanyeol dibelakangku?" Sehun berucap dingin dengan rahangnya yang mengeras.

"Apa maksudmu?"

Berganti, Sehun yang kini tertawa melihat Baekhyun yang tengah berpura - pura bodoh.

"Bukankah sekarang kau menjadi jalangnya? Bagaimana permainannya? Apa dia lebih hebat dariku?"

Plak!

Baekhyun melayangkan tamparannya diatas pipi Sehun. Hingga pipi putih itu berubah memerah. Sehun mengatupkan rahangnya. Amarahnya sudah mencapai puncaknya saat ini.

Sehun selayaknya bukan dirinya sekarang. Jika dulu ia tidak pernah menyakiti Baekhyun seujung kuku pun. Kini berubah menjadi pribadi yang bisa menyakiti lelaki kecil itu tanpa perasaan.

Sehun mengulurkan tangannya mencekik leher putih Baekhyun dan mendorongnya hingga menabrak dinding. Ia tidak memperdulikan Baekhyun yang tengah meronta dan merintih merasa nafasnya bisa hilang kapan saja.

"Benar. Aku memang sudah muak denganmu. Aku menunggumu selama ini dan kau malah bermain dibelakangku bersama si brengsek itu!!" Sehun mengeratkan cekikannya hingga wajah Baekhyun memerah.

"Se... Hun... Uhuk.. Lepas.." Baekhyun memukul - mukul tangan Sehun meminta lelaki itu melepaskan cekikannya namun tak dipedulikan sama sekali.

"Aku sudah cukup bersabar menunggumu. Dan aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi" Baekhyun terdiam berhenti meronta untuk mencerna ucapan Sehun. Apa Sehun akan meninggalkannya?

Sehun melepaskan cekikannya dan menatap Baekhyun terluka. Baekhyun seketika jatuh terduduk mencoba mengais udara untuk ia bernafas. Ia mengusap air matanya sambil sesekali terbatuk - batuk akibat cekikan itu.

Sehun menatap tangannya tidak percaya. Ini pertama kalinya ia melayangkan tangannya untuk menyakiti lelaki terkasihnya. Dan ini semua diluar kendali Sehun. Ia mengusap wajahnya kasar. Menjernihkan pikirannya.

"Pergilah" sehun berucap mengusir Baekhyun. Ia hanya tidak ingin menyakiti lelaki kecil itu lagi.

Baekhyun berdiri menatap Sehun dengan sendu. "Terima kasih, Sehun" ucapnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Sehun.

Entah ia berterima kasih untuk apa. Untuk Sehun yang selama ini selalu melindunginya atau untuk Sehun yang baru saja menyakitinya.

Sehun mengerang keras. Menendang apapun yang terlihat oleh matanya. Ia terlalu bodoh dalam bertindak. Dan sekarang ia sudah kehilangan Baekhyun. Seseorang yang telah memiliki hatinya.

e)(o

Chanyeol bersama dengan Baixian tengah menikmati waktu bersantainya setelah pulang sekolah. Keduanya berada didalam kamar Baixian untuk menonton film. Baixian yang memintanya dan Chanyeol tidak keberatan dengan itu.

Baixian memeluk lengan Chanyeol dan mengusuk - usukan pipinya pada lengan itu.

"Kau menjadi semakin manja, hm?" Chanyeol terkekeh merasa senang kekasihnya itu bermanja - manja padanya.

"Itu karena aku suka berada didekatmu" ucap Baixian.

Chanyeol melepaskan lengannya dan berganti merengkuh Baixian dari arah samping. Sementara Baixian dengan nyaman menyandarkan kepalanya didada kekasih tingginya.

"Akhir pekan temanku akan datang kemari. Dia dari Beijing" Baixian memulai kegiatan bercelotehnya. Seperti biasa, ia orang yang terbuka.

"Oh ya? Apa dia kesini untuk liburan?"

"Mmm... Entah, sepertinya dia akan menetap. Karena sebelumnya dia menanyakan sekolah terbaik disini"

"Lalu? Dia akan tinggal dimana?"

"Dia akan tinggal disini kkk~ tapi..." Baixian menggantungkan kalimatnya. Ia ragu boleh mengatakan ini atau tidak.

"Tapi apa?" Chanyeol menatapnya menunggu kelanjutan cerita Baixian.

"Dia sangat cantik dan sangat modis. Kau pasti menyukainya" Baixian tampak lesu setelah mengucapkan itu.

Chanyeol terkekeh, tau apa yang ditakutkan kekasih kecilnya itu. Ia mengusap lengan Baixian menenangkannya.

"Tentu saja. Aku ini pencinta orang cantik. Mungkin temanmu akan aku jadikan kekasih kedua ku" ucapnya menggoda kekasihnya.

"Chanyeol ~" dan Baixian melayangkan pukulan main - main didada Chanyeol. Membuat lelaki itu semakin tertawa lebar.

"Tidak, sayang. Aku tidak akan berpaling darimu"

Tidak ada yang secantik Baekhyun. Batinnya hingga tanpa sadar bibirnya melengkung keatas. Tersenyum membayangkan wajah cantik Baekhyun.

e)(o

Sehun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Ia ingin menemui Baekhyun dan meminta maaf padanya. Ia diluar kendali dan tidak menyangka ia bisa melukai lelaki terkasihnya.

Sehun mengernyit, ada mobil Chanyeol didepan rumah Baekhyun. Orang itu kenapa semakin sering berada disini? Ia jadi mengkhawatirkan Baekhyun. Ia turun dari motornya yang ia parkirkan dibelakang mobil Chanyeol.

Berjalan tergesa - gesa memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu. Baru saja ingin menaiki tangga, ia mendengar suara orang bercakap - cakap dari arah dapur. Itu suara Baekhyun.

Sehun menuju ke dapur. Melihat Baekhyun dan Chanyeol yang tengah terlibat perbincangan yang sepertinya serius. Ia diam memilih mendengarkan percakapan mereka.

Baekhyun berdiri disamping Chanyeol yang tengah membuat minuman hangat. Raut wajah Chanyeol tampak datar dan entahlah terlihat sendu juga. Berbeda dengan Baekhyun yang menampilkan senyuman manisnya.

"Aku minta maaf soal kemarin" Chanyeol memulai obrolannya. Mengaduk minumannya tanpa menatap Baekhyun.

Baekhyun mengangguk dan tetap tersenyum manis padanya. "Aku juga minta maaf karna sudah melepas kalung itu"

"Tidak apa - apa. Itu hanya sebuah kalung. Kau bebas mau memakainya atau tidak"

"Aku akan memakainya lagi"

Chanyeol menghentikan acara mengaduknya. Ia menghadapkan tubuhnya pada Baekhyun. Sedikit menunduk melihat wajah Baekhyun. Mengingat tubuh Baekhyun yang kecil.

"Baekhyun" panggilnya.

"Hm?"

Chanyeol mengambil kedua tangan Baekhyun untuk ia genggam dan ia memberikan kecupan dipunggung tangan itu. Baekhyun merona dan tanpa sadar tersenyum malu.

"Aku serius tentang aku yang tertarik denganmu" Baekhyun mematung. Ada rasa hangat yang menjalar dihatinya. Ia tidak bisa mengelak lagi bahwa ia juga tertarik dengan Chanyeol. Tapi ia tidak mungkin bisa memilikinya. Kakak kembarnya jauh lebih membutuhkan Chanyeol dibandingkan dengannya. Dan sehun... Entahlah.

Baekhyun berjinjit mengecup bibir Chanyeol tanpa melepaskan tautan tangan mereka.

"Kau perlu tau sesuatu, Chanyeol" ucapnya memberikan teka - teki pada lelaki tinggi itu.

"Kalau aku juga--"

"Baekhyun" ucapannya terpotong oleh panggilan seseorang. Keduanya menoleh dan mendapati Sehun yang tengah menatap mereka dengan tangan terkepal.

Sehun menghampiri mereka. Berjalan tergesa - gesa dan tanpa aba - aba melayangkan pukulan pada rahang Chanyeol.

"Chanyeol!!" Baekhyun memekik melihat bagaimana Sehun memukul Chanyeol begitu keras. Ia berjongkok membantu Chanyeol berdiri.

"Kau tak apa?" hati Sehun mencelos. Baekhyun mengkhawatirkan lelaki lain tepat dihadapannya. Ia memukul Chanyeol karena ia merasa cemburu. Tapi ia lebih cemburu lagi dengan tindakan Baekhyun yang mengkhawatirkan Chanyeol dan tak menyadari keberadaannya.

"Baekhyun, aku ingin berbicara denganmu" ucap Sehun sebelum berlalu meninggalkan ruang dapur untuk menunggu dikamar Baekhyun.

Baekhyun menyentuh pipi Chanyeol yang terlihat memar. Ia sedikit meringis melihatnya. Itu pasti sakit sekali.

"Aku tidak apa - apa, Baek. Sebaiknya kau temui Sehun dulu" dan Baekhyun bodohnya baru menyadari kalau Sehun ada disini dan Sehun lah yang memukul Chanyeol tadi.

"Aku akan menemuinya sebentar"

e)(o

Baekhyun membuka pintu kamarnya dengan perasaan takut. Ia tidak pernah merasa setakut ini pada Sehun. Tidak sebelum insiden Sehun yang mencekik lehernya.

Pintu terbuka. Ia memasuki kamarnya tak lupa menutup pintunya kembali. Sehun ada disana. Berdiri dengan kepalanya yang mendongak. Entah memikirkan apa.

"Seh--"

Plak!

Baekhyun tersungkur dilantai setelah menerima tamparan yang keras dari tangan Sehun. Persis seperti yang ayahnya lakukan dulu.

Ia memegang pipinya yang terasa sakit dan sudut bibirnya yang berdarah. Terdiam dalam posisi itu tanpa berniat menatap Sehun.

"Kau benar - benar jalang, Baekhyun"

Air mata Baekhyun menetes dengan sendirinya. Mendengar kalimat itu keluar dari mulut Sehun yang tak pernah ia sangka sebelumnya.

Sehun tertawa miris. Ia sudah kalah telak. Ia menunggu Baekhyun bertahun - tahun untuk membalas perasaannya namun seorang lelaki yang baru muncul itulah yang mendapatkan hati Baekhyun. Ia tidak bodoh untuk mengetahui keduanya memiliki ketertarikan satu sama lain.

"Aku benci mengatakan ini. Tapi aku..." Sehun menggantungkan kalimatnya. Menatap Baekhyun yang masih tertunduk memegangi pipinya dengan perasaan terluka.

"Aku memaksamu. Aku memaksamu untuk menerimaku. Kau milikku sekarang. Kau kekasihku. Aku tidak peduli kau suka atau tidak"

Baekhyun tetap diam dan malah mengeluarkan isakannya. Ia menangis melihat sikap Sehun yang sungguh berbeda.

"Jawab aku!!" Sehun membentaknya. Mencengkram rahang Baekhyun memaksanya untuk menatap dirinya.

"Hiks..." Baekhyun terisak kencang dalam tangisnya. Ia menatap Sehun dengan pandangan terluka dan tubuhnya menginggil takut.

"Sialan!!" Sehun semakin geram mendengar tangisan itu. Ia butuh jawaban bukan malah tangisan lelaki kecil itu.

Ia menghempaskan rahang Baekhyun hingga Baekhyun kembali limbung dan tak sengaja pelipisnya mengenai ujung meja yang runcing. Pelipisnya mengeluarkan darah yang mengalir kepipinya.

"Kau masih tidak mau menjawabku?!" tak ada rasa kasihan atau iba sedikitpun pada Baekhyun. Sehun sedang berada dipuncak kesabarannya. Tidak peduli jika tindakannya ini menyakiti Baekhyun atau tidak.

"Aku.. Hiks... Milikmu. Aku kekasihmu.. Hiks... Sehun.. " Baekhyun akhirnya mengeluarkan suaranya. Ia menuruti ucapan Sehun. Tidak berani membantah lelaki itu.

"Bagus. Itu yang ingin aku dengar"

Sehun menggapai Baekhyun menariknya kepelukannya dengan senyuman puas tercetak diwajahnya. Tidak mempedulikan Baekhyun yang terluka karena tindakannya.

Setiap orang memiliki batas kesabaran hingga berakhir rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

tbc

Jangan benci Sehun dulu ya. Sehun cuma merasa penantiannya selama ini sia - sia. Sehun juga punya batas kesabaran. Apalagi Baekhyun udah mulai suka ke Chanyeol dan aku juga munculin Joohyuk. orang yang dulu disukai Baekhyun. Gimana gak panas itu si sehun.

Sehun tersakiti, Baekhyun juga tersakiti, Chanyeol menang banyak tapi tersakiti juga/?

Ciaaa chapter depan ada cast baruuuuu.