Terkadang seseorang rela menjadi bodoh untuk cinta. Rela melakukan berbagai hal untuk cinta. Bukankah cinta benar - benar membuat seseorang menjadi gila. Bahkan dengan kegilaannya ia tidak peduli jika harus menyakiti orang lain.

Hari pertama Baekhyun menjadi kekasih Sehun. Status yang berubah dengan sedikit pemaksaan dari satu pihak. Sehun menatap wajah cantik Baekhyun yang tertidur dalam kungkungannya. Terasa berbeda melihat wajah Baekhyun hari ini. Mungkin karena sesuatu yang menapak dengan bangsatnya di wajah mungil itu. Aliran darah yang semalam mengalir dikeningnya akibat benturan kini sudah mengering. Bibir yang terkoyak. Serta pipinya yang memar karena tamparan. Itu semua perbuatan Sehun. Hasil dari perasaan cemburunya.

Sehun menangis dalam diam melihat hasil dari perlakuan kasarnya pada Baekhyun. Padahal semalam ia dengan jelas mendengar tangisan keras lelaki itu. Namun ia terlihat seperti kesetanan.

Baekhyun membuka matanya merasa terusik dengan sesuatu diatas tubuhnya. Disana ia melihat Sehun sedang menatapnya dengan sendu. Terlihat sekali Sehun tengah menyesali sesuatu. Ia mengulurkan tangannya mengusap pipi lelaki itu dan memberikan ciuman selamat pagi dibibirnya.

"Selamat pagi" bisiknya sambil tersenyum manis. Menenangkan hati Sehun. Sehun tidak menjawabnya. Ia masih menatap sendu Baekhyun.

"Kau tidak ingin menjawabku?" Baekhyun mulai cemberut.

"Kau... Terluka" Sehun berucap takut - takut. Telapak tangannya menapak mengelus pipi Baekhyun yang memar. Dan Baekhyun sebisa mungkin menahan bibirnya agar tidak mengeluarkan ringisan. Karena demi apa pipinya terasa sakit ketika disentuh.

"Aku tidak apa - apa. Hei bukankah ini hari pertama kita pacaran. Bagaimana kalau kita pergi kencan?" Baekhyun berucap semangat kali ini dan itu membuat Sehun tersenyum. Ini menyenangkan. Lelaki kecil itu mengajaknya berkencan di akhir pekan ini.

"Kau ingin kita berkencan dimana, hm?"

"Sebenarnya aku tidak suka hal yang berbau romantis. Tapi aku ingin sekali pergi ke pantai bersamamu. Bermain dengan ombak, menuliskan nama kita diatas pasir, menikmati matahari yang tenggelam dan berganti dengan bulan. Bukankah itu menyenangkan, sayang?"

Sehun tidak bisa mengontrol degupan jantungnya. Baekhyun memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Dan Baekhyun juga menunjukan keantusiasannya untuk berkencan beraamanya. Bukankah ini yang ia harapkan selama ini.

"Kau akan mendapatkannya, sayang"

"Benarkah?"

"Tentu. Sekarang berikan aku ciuman"

Baekhyun tersenyum begitu lucu menampilkan giginya. Dan tanpa membuang waktu, ia melingkarkan tangannya dileher Sehun. Menekan tengkuk lelaki itu agar ia bisa memagut bibirnya dengan nyaman.

Sehun meraup bibir Baekhyun. Memberikan lumatan - lumatan dan sesekali menyesapnya. Keduanya tak mengeluarkan lidah untuk berciuman panas seperti biasanya. Mereka hanya ingin berciuman dengan nyaman untuk sekali saja. Juga jangan lupakan Sehun yang tidak ingin Baekhyun kesakitan akibat luka dibibirnya.

Dan Sehun yang pertama kali menjauhkan bibirnya. Mengusap bibir Baekhyun yang mengkilat.

"Aku mencintaimu"

Baekhyun terdiam, kembali mendengar kalimat cinta itu. Akan sangat kurang ajar jika ia tidak membalas kalimat itu sedangkan status mereka sudah berubah.

"Aku... Mencintaimu juga... Sehun" akhirnya ia mengucapkannya untuk pertama kali. Tanpa ada perasaan yang menyenangkan dan tanpa ada sesuatu yang berdebar didalam sana. Hanya sebuah ucapan yang terdengar hampa dan kosong.

Sehun tidak sehari dua hari mengenal Baekhyun. Ia tau apapun mengingat ia yang terlalu posesif pada si kecil. Ia hanya menunduk menghindari tatapan Baekhyun kemudian tersenyum menyedihkan.

Seberapa keras usahaku, aku tidak akan bisa mendapatkanmu Baekhyun.

The Dark Side of My Life

Cast: Byun Baekhyun / Byun Baixian

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Chapter 7

"Chanyeol"

Baixian membuka pintu kamarnya dan terkejut ketika melihat chanyeol berdiri didepan pintu kamar Baekhyun. Tatapan lelaki tinggi itu terlihat kosong dan tubuhnya juga melemas tak bertenaga. Ada apa dengan lelaki itu? Baixian memilih untuk menghampirinya.

"Chanyeol, apa yang kau lakukan disini?" Baixian menggenggam tangannya menyadarkan lelaki itu.

Chanyeol menoleh tak minat kearah Baixian. Menggelengkan kepalanya dan tersenyum lemah. "Tidak ada" jawabnya.

Baixian mengangguk, tak ingin bertanya lagi. Ia menarik tangan Chanyeol dan mengajaknya masuk kekamarnya. Chanyeol hanya terdiam mengikuti kekasihnya dan bahkan tak menyadari Baixian yang sengaja mengunci pintu kamarnya.

"Chanyeol" panggilnya.

"Hm?"

"Eumm..." Baixian menggantungkan ucapannya. Ia menggerakan jemarinya gelisah dan bingung akan memulainya darimana.

"Ada apa denganmu, sayang?" Chanyeol merasa heran dengan tingkah Baixian.

"Kita berpacaran" Baixian tengah gugup bukan main sekarang. Ia bahkan berbicara tidak jelas yang membuat Chanyeol bingung.

"Kita memang berpacaran kan. Kenapa? Apa aku sudah membuatmu tidak nyaman?"

"Bu-bukan. Bukan itu, tapi..."

"Tapi?"

"A-Apa kau tidak ingin menyentuhku?"

"Huh?"

Chanyeol sepertinya sedang mengalami masalah pendengaran. Tapi ia mungkin tidak salah dengar dan peka dengan kode yang diberikan kekasihnya. Apa kekasihnya kecilnya itu baru saja mengajaknya bercinta?

"A-Ah.. K-kau lapar? A-Aku akan membuatkanmu sarapan" Baixian yang merasa amat sangat malu pun mengalihkan pembicaraan. Ia berbalik ingin membuka pintu namun tangannya sudah dicekal duluan oleh Chanyeol.

"Kau... Ingin aku menyentuhmu?" Chanyeol bertanya tidak yakin. Berharap ia tadi hanya salah dengar saja.

Baixian menunduk merasa bersalah dengan permintaannya yang mungkin terdengar memalukan dan terkesan murahan.

"Maafkan aku. Kau pasti merasa terganggu dengan ucapanku"

"Tidak, sayang. Aku akan melakukannya jika kau menginginkannya"

Baixian mendongak terkejut. Tidak menyangka Chanyeol bisa menghormatinya seperti itu. Oh, kau hanya tidak tau saja apa yang dilakukan kekasihmu dibelakangmu Baixian.

"Jadi? Kau ingin aku menyentuhmu?" Chanyeol bertanya sekali lagi. Merasa berdebar walaupun bukan Baekhyun yang mengajaknya bercinta.

e)(o

Baekhyun berkutat didapur. Mempersiapkan beberapa makanan untuk dijadikan bekal ke pantai nanti bersama Sehun. Memotong kimbap serta dadar gulung menjadi beberapa bagian berbentuk bulat dan menaruhnya dikotak makan.

"Sehun!!!" teriaknya memanggil Sehun agar menghampirinya. Sehun baru saja mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya yang sengaja ia tinggalkan dilemari Baekhyun. Lelaki itu terlihat begitu tampan sekaligus manis mengenakan kaos pink dan juga jaket denim. Kakinya terbalut celana panjang hitam dan sepatu vans type old skool warna hitam.

Sementara Baekhyun terlihat cute dengan sweeter over size warna putih dan celana jeans selutut. Juga mengenakan sepatu yang sama dengan Sehun. Baekhyun juga memakai make up hari ini. Tentu ia butuh banyak concealer untuk menutupi memarnya.

"Sudah siap?" Baekhyun mengangguk sembari menyerahkan kotak makan pada Sehun.

"Bawa ini ke mobil"

"Mobil? Aku kan membawa motor" Sehun mengernyitkan keningnya sementara Baekhyun berdecak kesal.

"Kita pergi menggunakan mobilku, sayang"

"Kau punya mobil?"

"Kau pikir aku semiskin apa, huh?!"

Sehun mengedikkan bahu namun tetap mengikuti langkah kaki Baekhyun menuju garasi rumah. Terperangah lebar ketika Baekhyun membuka pintu garasinya dan mendapati ada sekitar 4 mobil mewah berbagai merk yang terlihat sangat mahal. Entah apa nama mobil - mobil itu, Sehun tidak terlalu tau. Ia hanya tau tentang motor saja.

"Tutup mulutmu, sayang. Kau mau lalat masuk kemulutmu, hm?" Baekhyun menepuk - nepuk dagu Sehun terasa lucu melihat ekspresi kekasih barunya.

"Apa... Ini semua milikmu?" Sehun bertanya tidak yakin.

"Tentu. Aku saaaangaaat menyukai mobil~" Baekhyun menghampiri mobil - mobilnya dengan riang. Ia memasuki sebuah mobil berwarna biru tua.

"Sehun.. Kau tidak ingin masuk? Kau bisa menyetir mobil kan?"

Sehun mengangguk, memasuki mobil yang sama dengan Baekhyun dan mulai menjalankan mesinnya. Melaju dengan kecepatan sedang membelah kota Seoul menuju pantai yang indah. Pantai yang akan menjadi saksi kencan pertama mereka.

e)(o

"Jadi? Kau ingin aku menyentuhmu?" tanya Chanyeol pada Baixian. Menanti jawaban dari kekasihnya dengan gugup.

Dan Baixian mengangguk, mengiyakan pertanyaan Chanyeol. "Sentuh aku, Chanyeol"

Chanyeol mengepalkan tangannya disisian tubuhnya. Ia tidak yakin bisa melakukannya dengan Baixian atau tidak. Tangannya tampak bergetar untuk sekedar mengelus pipi tembam itu.

Baixian sendiri merasa kalau Chanyeol sebenarnya tengah ragu. Namun ia sudah terlanjur mengatakan keinginnannya dan menahan malu didepan lelaki itu. Ia memilih yang memulai terlebih dahulu. Mendorong tubuh tinggi Chanyeol dan menduduki perutnya.

"Jika kau ragu, Aku yang akan memuaskanmu"

Baixian menunduk meraih bibir Chanyeol untuk ia lumat. Ini adalah ciuman kedua mereka. Dan Baixian yang selalu mulai terlebih dahulu.

Chanyeol tak bergerak. Ia hanya diam dan mengepalkan tangannya. Membiarkan kekasihnya bermain dengan bibirnya.

Nyatanya itu disadari oleh Baixian. Ia melepas pagutan bibirnya. Menatap sendu kedalam mata Chanyeol. Seolah bertanya kenapa tidak membalas ciumannya.

"Sekali lagi. Jika kau ragu, aku yang akan memuaskanmu"

Baixian mengulang lagi kalimatnya. Terlihat sangat frustasi melihat sikap Chanyeol. Dan itu membuat Chanyeol menggeram.

e)(o

Perjalanan dari rumah ke pantai menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Baekhyun dengan riang menenteng kotak bekal makanan sementara Sehun membawa sebuah tikar ukuran sedang.

Terlihat seperti piknik di area pantai. Dan Baekhyun sangat menyukainya. Keduanya menduduki tikar yang baru digerai Sehun. Menata bekal makan diatasnya dan menikmatinya.

"Aku sangaaaat menyukai pantai" Baekhyun menangkup kedua tangannya dipipi kanannya. Memandang hamparan lautan dengan mata berbinar.

"Oh ya? Kenapa kau tidak bilang dari dulu. Aku kan bisa membawamu kemari setiap saat" ucap Sehun sembari menyuapi Baekhyun satu dadar gulung. Baekhyun tersenyum menyecap dadar gulung buatannya.

"Sebenarnya aku hanya ingin ke pantai ketika sedang berkencan saja" berganti Baekhyun yang menyuapi Sehun potongan kimbap.

"Dan sekarang kau sudah berkencan disini"

Baekhyun mengangguk "bersamamu" ucapnya yang menciptakan lengkungan tulus dibibir Sehun.

"Kau bahagia?"

Baekhyun terdiam ketika Sehun bertanya. Ia mengulas senyum tanpa menjawabnya. Ia bahagia, sangaaat bahagia. Tapi untuk status mereka yang berpacaran... Entahlah.

"Aku mencintaimu, Baekhyun. Aku akan membuatmu bahagia bersamamu"

Baekhyun mendekat melingkarkan kedua tangannya dipinggang Sehun. Mengusukan pipinya manja pada dada lelaki itu.

"Aku selalu bahagia denganmu, Sehun"

Kecupan manis mendarat dipucuk kepala Baekhyun. Sehun membalas pelukan Baekhyun. Mengusap - usap punggung kekasihnya.

e)(o

"Ahhh... Chanhh... Ahhhh..." Baixian memeluk erat leher Chanyeol. Mendesah begitu nikmat tepat ditelinga kekasihnya. Libido Chanyeol semakin naik dengan sensasi itu. Penisnya terjepit erat dilubang Baixian.

Tusukan - tusukan penisnya pada lubang Baixian semakin cepat. Menjemput ejakulasinya. Bibirnya tidak berhenti memberikan hisapan pada bahu dan leher mulus yang terpampang dihadapannya.

Hingga Chanyeol mempercepat hujamannya dan beberapa tusukan terakhir ia menembakkan spermanya didalam lubang Baixian

Tubuh Baixian bergetar ketika ejakulasi pertamanya. Menyemburkan cairannya mengotori perut mereka. Chanyeol mengusap peluh dikening Baixian. Sebelum ia menarik lepas penisnya menciptakan ringisan dibibir Baixian.

"Istirahatlah. Aku mau kedapur sebentar" datar. Ucapannya begitu datar. Berbeda dengan biasanya ia yang berucap penuh kelembutan.

Baixian hanya mengangguk dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Sementara Chanyeol memakai kembali pakaiannya. Keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.

Meminum air putih dengan rakus. Menjernihkan pikirannya. Chanyeol mengusak rambutnya dan sedikit mengerang. Ia terlihat menyesali sesuatu.

Ia tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Terlihat frustasi ketika menerima penolakan bercinta dari Baekhyun. Dan terlihat frustasi juga ketika menerima ajakan bercinta dari Baixian.

Mengingat Baekhyun, ia tiba - tiba saja merindukannya. Seharian ini ia belum melihatnya. Chanyeol mencari kontak nama Baekhyun. Mencoba menghubunginya namun panggilannya dialihkan ke kotak suara. Ponsel lelaki mungil itu sedang tidak aktif.

"Apa dia pergi dengan, Sehun?" gumamnya. Ia mendesis kesal, tentu saja Baekhyun selalu bersama lelaki berkulit terlalu putih. Andai saja ia menjadi Sehun. Pasti sangat menyenangkan. Bisa bersama Baekhyun setiap saat.

e)(o

Baekhyun berlari dengan kaki - kaki kecilnya ketika ia sengaja menyipratkan air pada Sehun. Berakhir dengan Sehun yang mengejarnya dan ia berusaha menghindar. Suara tawa lebarnya terdengar begitu menyenangkan ditelinga Sehun dan itu membuatnya gemas sendiri.

Sehun mempercepat laju larinya memperpendek jarak mereka. Kemudian menangkap tubuh Baekhyun dari belakang. Mengangkat tubuh Baekhyun dan membawanya berputar - putar.

"Ahahahaha Sehun!!!!" Baekhyun tertawa ketika Sehun berhasil menangkapnya.

"Kau mau lari kemana, hm?" ucapnya tanpa berhenti mengangkat tubuh Baekhyun.

"Sehun!! Turunkan akuuuuu" Baekhyun menepuk - nepuk tangan Sehun memintanya untuk menurunkan dirinya. Dan Sehun menurutinya. Ia menunduk memegang lututnya dengan nafas terengah - engah.

"Payah" Baekhyun berucap mengejek membuat Sehun mendengus kesal. Sehun menangkup kedua pipi Baekhyun dan memberikan kecupan bertubi - tubi pada bibir kekasihnya.

"Hm? Kau bilang apa, hm?" tanyanya tanpa berhenti mengecupi bibir Baekhyun. Baekhyun terkekeh sebelum ia mendorong bahu Sehun.

"Sehun, jongkok" pintanya dan Sehun hanya menuruti. Berjongkok didepan Baekhyun. Baekhyun beralih berdiri dibelakang Sehun. Dan melingkarkan tangannya dileher kekasihnya.

Sehun mengerti keinginan lelaki mungil itu. Menangkup tubuh bagian bawah Baekhyun dan menggendongnya. Membawa kekasihnya berjalan disisian pantai sembari menanti matahari menenggelamkan dirinya.

"Baekhyun" Sehun memanggilnya.

"Hm?"

"Aku selalu membayangkan ketika kita dewasa nanti. Kita menikah dan memiliki banyak anak yang lucu - lucu. Pasti menyenangkan sekali"

Baekhyun menegang. Menatap Sehun dari belakang. Bisa ia lihat Sehun tersenyum begitu tulus ketika mengucapkan keinginannya.

Menikah dengan Sehun? Itu tak pernah terpikirkan olehnya sedikitpun. Baginya ia hanya perlu bersama dengan Sehun sampai akhir tanpa memperdulikan status.

Ia ingin membalas semua kebaikan Sehun selama ini. Namun jika harus menikah dengannya... Ia tidak tahu. Hatinya menyerukan nama Chanyeol. Bagaimana dengan Chanyeol, dan bagaimana ia dengan Chanyeol suatu saat nanti.

"Kau ini, kita bahkan belum lulus SMA" ucapnya mencoba terlihat biasa.

"Baiklah, aku akan menikahimu setelah lulus nanti"

"Jika kau ingin menikahiku, kau harus membuatkanku pulau strawberry terlebih dahulu"

Sehun tertawa keras "kau masih mengharapkan pulau strawberry?"

Dan satu geplakan mendarat dikepala Sehun "tentu saja. Itu adalah keinginan terbesarku asal kau mau tau saja"

"Kkk~ ada - ada saja"

"Sehun!! Lihat!!"

Baekhyun tiba - tiba berseru ditelinga Sehun. Jari telunjuknya menunjuk kearah matahari yang tampak turun dengan perlahan.

Sunset pertama yang mereka lihat dan dalam kondisi berkencan. Sehun jujur saja merasa amat bahagia. Ia memejamkan matanya merapalkan do'a didalam hati.

'Aku hanya ingin Baekhyun selalu bersamaku. Menghabiskan hidup bersamaku. Menikmati hari - hari yang indah bersamaku. Dan selalu bahagia bersamaku'

Keinginan yang sederhana namun sangat sulit untuk ia raih. Ia tidak bisa berharap banyak jika saja keinginannya tidak terkabulkan.

'Aku mencintainya. Seseorang yang tidak akan pernah bisa kuraih. Aku hanya ingin ia mengetahui bahwa aku mencintainya. Park Chanyeol, kekasih saudara kembarku'

Baekhyun mengeratkan pegangan tangannya pada Sehun. Menenggelamkan wajahnya diceruk leher lelaki itu. Menghalau air matanya yang siap untuk turun.

"Kau lelah?" Baekhyun mengangguk dan Sehun segera membawa Baekhyun ketempat ia tadi menggelar tikar. Merapikan barang - barang bersiap untuk pulang.

e)(o

Mobil berwarna putih dengan tulisan 'taksi' diatasnya melintasi kawasan perumahan elit dan berhenti didepan rumah mewah berpagar hitam menjulang. Seseorang keluar dari taksi tersebut. Sementara si supir taksi membantu mengambilkan kopernya.

"Terima kasih paman" ucapnya dan dibalas senyuman oleh supir taksi tersebut.

Seorang lelaki berdarah cina, berwajah imut dan berambut coklat tampak modis dengan celana panjang hitam serta leather jacket hot pinknya. Beberapa tetangga berdarah muda tak henti - hentinya menatap kagum kearahnya. Seperti melihat salah satu bidadari surga yang turun ke bumi.

Sementara lelaki berdarah cina atau mungkin kita bisa memanggilnya Luhan saja, ia melongokan kepala mengintip kedalam rumah mewah didepannya. Tampak ragu ia mendorong pagar tinggi itu agar terbuka dan ia berjalan memasuki rumah itu.

Tangannya menekan bel beberapa kali dan tak butuh waktu lama pintu tersebut terbuka. Menampakan seorang lelaki bertubuh tinggi dan berwajah tampan. Itu Chanyeol.

"Siapa?" tanya Chanyeol merasa ia tidak mengenali lelaki cantik didepannya ini.

Luhan segera tersadar dari keterpesonannya pada Chanyeol. "Ah... perkenalkan, aku Luhan"

"Luhan?" Chanyeol mengernyit sepertinya ia pernah mendengar nama itu. Dan seketika ia membelalak.

"Kau Luhan? Luhan teman Baixian yang dari Beijing itu?"

Luhan mengangguk semangat terlihat begitu lucu dimata Chanyeol. Chanyeol mempersilahkan Luhan masuk. Menyuruhnya menunggu sementara ia naik kelantai dua untuk memanggil Baixian.

e)(o

Sehun memarkirkan mobil didepan rumah Baekhyun. Setelah menempuh waktu yang terasa lama bagi Baekhyun. Baekhyun tampak kelelahan dan ia tertidur ditengah perjalanan tadi.

Jadi Sehun harus menggendongnya untuk memasuki rumah dan ingin segera menidurkan Baekhyun diatas ranjang. Takut jika kekasihnya sakit punggung tidur dalam posisi duduk seperti tadi.

"Sehun, kau sudah pulang?" Baixian menghentikan langkah Sehun. Sedikit terheran melihat Baekhyun tertidur dalam gendongan Sehun.

"Ya. Aku permisi sebentar untuk menidurkan Baekhyun dikamarnya"

"Sehun. Setelah ini kemarilah, aku ingin mengenalkanmu pada temanku" Sehun mengangguk sekilas dan kembali melanjutkan langkahnya.

Seperti perintah Baixian tadi, ia kembali keruang tengah setelah menidurkan Baekhyun. Dan ia baru menyadari ada orang asing disini. Mungkin itu teman Baixian.

"Ada apa?" tanyanya tanpa basa - basi.

"Sehun, perkenalkan. Ini temanku, Luhan. Dia dari Beijing. Dan Luhan, ini Sehun, temanku dan sahabat dekat Baekhyun juga" Baixian berucap saling memperkenalkan. Sehun dan Luhan dengan canggung berjabatan tangan.

Reaksi malu - malu Luhan sangat kentara dimata Baixian dan Chanyeol. Kecuali Sehun tentu saja. Ia pria yang tidak peka dari dulu.

Wajah Luhan memerah, dan ia senantiasa menundukan kepala ketika tau Sehun tengah memandang kearahnya.

"Luhan akan tinggal disini mulai sekarang. Ia juga mendaftar disekolah yang sama dengan kita. Sebenarnya aku ingin meminta ijin dulu pada Baekhyun. Tapi ia tidak pernah mau memperdulikanku. Jadi aku bicara padamu saja"

Sehun mengangguk paham "aku akan memberitahu Baekhyun nanti" ucapnya kemudian bangkit berdiri dari duduknya.

"Aku mau kekamar Baekhyun dulu"

Sepeninggalan Sehun, Luhan tiba - tiba memekik pelan. Ia menangkup kedua pipinya yang memerah. Baixian dan Chanyeol mengernyit heran dengan tingkah Luhan yang tak terduga itu.

"Baixiannnnn, dia tampan sekaliiiiii" ucapnya girang. Bahkan kini kakinya menghentak - hentak gemas dilantai.

Chanyeol memutar bola matanya malas. "Baixian, ini sudah malam. Aku harus pulang" ia menghampiri Baixian dan lelaki kecil itu berdiri untuk menyambut pelukan kekasihnya.

"Kau tidak menginap?" Baixian sedikit tidak rela harus berpisah dengan Chanyeol. Padahal tadi mereka baru melakukan hubungan intim.

"Maafkan aku. Aku tidak membawa seragam untuk besok sekolah"

Chanyeol mengusap pipi Baixian yang menggembung karena tengah merajuk. Ia mendekat mengecup kening kekasihnya sekilas.

"Kan sudah ada Luhan yang menemanimu disini"

Baixian menundukan kepala tampak sekali sedang merajuk. Dan Chanyeol segera membawa kekasih kecilnya kedalam pelukannya. Memeluknya erat sembari mengecupi cuping telinganya. Baixian terkekeh pelan mendapat perlakuan seperti itu dari Chanyeol.

"Baiklah. Tapi aku ingin besok pagi kau harus sudah ada dihadapanku ketika aku membuka mata"

"Permintaan dituruti, tuan putri"

Luhan mendengus kesal melihat kemesraan sepasang kekasih itu. Ia serasa sedang menonton drama saja.

e)(o

Lelaki tinggi nan tampan mendudukan tubuhnya disalah satu kursi bar. Ia berucap menyebutkan salah satu jenis minuman beralkohol yang dijawab 'oke' oleh si bartender.

Lelaki itu mengecek ponsel. Membuka aplikasi email dan pesan teratas dengan nama 'Kim Jong Hyun' itu menarik perhatiannya. Ia menantikan kabar dari salah satu anak buahnya itu dari tadi.

"Mereka berkencan?" gumamnya setelah melihat kiriman beberapa foto dari anak buahnya.

"Sepertinya Sehun memang ingin bermain - main denganku" ia tertawa sinis. Namun detik kemudian ia mencengkram ponselnya erat. Serasa ingin menghancurkan obyek dalam foto itu.

e)(o

Ruang kelas tampak begitu sunyi, hanya terdengar suara si guru bertubuh seksi yang tengah menjelaskan materi pelajaran sejarah.

Baekhyun mendengarkan dengan malas, sesekali juga menguap lebar. Ia menoleh ke kiri, tepatnya kearah Sehun. Dan lelaki putih itu ternyata sudah mengenyam alam mimpi sedari tadi. Tidur dengan mulut terbuka dan buku tebal ia jadikan bantal. Baekhyun merasa sangat mengantuk sekarang. Ia ingin ke toilet untuk cuci muka.

"Im ssaem" panggilnya keras. Beberapa pasang mata memandang kearahnya.

"Aku ijin ke toilet" ucapnya meminta ijin. Si guru seksi yang ia panggil Im ssaem tadi mengijininya dan memintanya untuk segera kembali kekelas.

Baekhyun memasuki toilet pria. Menatap pantulan dirinya dicermin. Matanya terlihat jelas sekali sedang menahan kantuk. Ia pun membasuh mukanya. Merasa segar ketika air jernih itu menyentuh wajahnya.

"Baekhyun"

Baekhyun terkejut dan cepat - cepat membuka matanya ketika mendengar seseorang memanggilnya.

"Chanyeol" bisa ia lihat pantulan diri Chanyeol dicermin. Apa lelaki itu mengikutinya kemari?

Baekhyun membalikan tubuhnya untuk berhadapan dengan lelaki itu. Namun ia dibuat memekik ketika tiba - tiba saja Chanyeol mengangkat tubuhnya. Mendudukan Baekhyun diatas wastafel sementara ia berdiri dicelah kaki Baekhyun.

"Chanyeol" panggilnya merasa terheran.

Chanyeol mendekatkan wajahnya, memagut bibir tipis Baekhyun. Membawanya dalam sebuah ciuman yang intens. Baekhyun membalas dengan baik pagutan itu. Tangannya melingkari leher Chanyeol. Menariknya lebih mendekat hingga tubuh keduanya menempel.

Chanyeol menjilat permukaan bibir Baekhyun, memintanya untuk membuka mulutnya. Dan Baekhyun membuka mulutnya, menyambut lidah Chanyeol dengan lidahnya. Melakukan perang didalam sana.

Hingga beberapa detik kemudian Baekhyun menarik rambut Chanyeol. Melepaskan ciuman mereka. Terlihat Baekhyun yang terengah - engah, sedangkan Chanyeol tak melepaskan tatapannya pada Baekhyun.

"Aku mencintaimu, Baekhyun"

.

tbc

.

.

.

maaf ya aku telat update. habis sibuk sih.

ciaaaaaa Chanyeol udah maen cinta - cintaan ke Baekhyun. Baekhyun gimana yaaaaaa????

oke deh, semoga chap ini gk mengecewakan.

jangan lupa review *