Dilanda rasa bimbang yang begitu besar. Memilih tetap bersama sang kekasih yang tak dicintai. Atau memilih menjadi egois bersama kekasih orang lain.
Perasaan yang tiba - tiba tumbuh terhadap Chanyeol, dan perasaan berbalas budi terhadap Sehun. Baekhyun sulit menjadi tegas saat ini. Ia juga seorang manusia yang menginginkan kebahagaian. Hidup bersama dengan orang yang dicintainya. Namun ia selalu takut untuk menggapai keinginannya.
Chanyeol, orang yang ia cintai. Menyatakan sesuatu yang tak pernah ia harapkan. Lelaki itu memiliki perasaan yang sama dengannya.
Seharusnya Baekhyun bahagia. Seharusnya saat ini ia bisa merasakan dekapan hangat Chanyeol sebebas - bebasnya. Namun otaknya memikirkan yang lain. Bagaimana dengan Sehun dan Baixian?
Menjaga perasaan orang lain lebih penting daripada memilih menjadi egois.
"Pikirkan dahulu orang - orang disekitarmu sebelum mengucapkan kalimat itu"
Adalah jawaban Baekhyun tentang pernyataan cinta Chanyeol.
Baekhyun memasang senyum palsu. Menatap Chanyeol sedikit miris. Sementara Chanyeol menatapnya tak percaya.
"Aku tidak peduli dengan orang - orang. Aku mencintaimu, Baekhyun. Aku tidak perlu berpikir seribu kali untuk mengatakan ini. Karna aku yakin dengan perasaanku"
"Jangan menjadi lelaki brengsek, Chanyeol. Bagaimana bisa kau mencintaiku disaat kau sudah memiliki kekasih"
Chanyeol meraih tangan Baekhyun. Menggenggamnya dan mengecupinya berkali - kali. "Kita bisa menjalin hubungan dibelakang Baixian"
Baekhyun tidak menyangka Chanyeol memiliki pikiran seperti itu. Ini sama saja dengan ia yang hanya dijadikan selingkuhan saja. Memang seberapa murahnya dia?
"Bukan hanya Baixian. Tapi Sehun"
"Sehun tidak begitu penting. Dia bukan siapa - sia--"
"Sehun kekasihku"
..The Dark SideCast: Byun Baekhyun / Byun BaixianPark ChanyeolOh SehunLuhan..Chapter 8
Seluruh tubuh Chanyeol menegang. Seolah hanya dengan dua kata itu sesuatu menghantam hatinya. Sejak kapan Sehun berhasil mendapatkan Baekhyun. "Sejak kapan?" tanyanya berharap apa yang diucapkan Baekhyun hanyalah candaan belaka.
"Ini hari kedua kami. Dan kemarin kami melakukan kencan yang pertama. Sehun begitu baik padaku. Ia tau cara untuk menjagaku" Baekhyun menjawabnya dengan senyuman manis. Menerawang tentang apa saja yang Sehun lakukan padanya dihari kencan pertama mereka.
Dan itu melukai perasaan Chanyeol. Ada setitik kebahagian yang Chanyeol lihat dimata Baekhyun. Bukan salah Baekhyun jika lelaki mungil itu jatuh kepelukan orang lain. Ini salahnya yang terlalu lambat menyadari perasaannya.
Ia menunduk, tersenyum miris. Dari awal dia tidak pernah tegas dan selalu bertindak tanpa berpikir panjang. Dan inilah hasilnya. Kehilangan orang yang ia cintai.
"Selamat" ucapnya tak lupa memasang senyuman palsu. Kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Baekhyun.
Sementara Baekhyun seketika limbung terduduk dilantai toilet yang dingin. Menenggelamkan wajahnya dilututnya. Dan menangis dengan keras. Tak peduli jika orang diluar sana ada yang mendengar suara tangisnya.
e)(o
"Ayo pulang"
Sehun merangkul bahu Baekhyun setelah si mungil itu selesai membereskan peralatan sekolahnya. Keduanya berjalan sambil sesekali melontarkan candaan. Mengundang tatapan iri orang - orang dan cemohan untuk Baekhyun.
"Sehun!!"
Mereka berhenti, menoleh keasal suara yang memanggil nama Sehun. Itu Luhan, berlari - lari kecil menghampiri Sehun dan Baekhyun.
"Ada apa?" tanya Sehun dengan tampang datar. Berbeda jika Baekhyun yang memanggilnya. Pasti bibirnya akan tersenyum begitu lebar.
"Sehun... Bolehkan aku menumpang untuk pulang. Aku tidak tau jalanan Seoul" Luhan memasang tampang melas dan berucap seperti ingin menangis.
Baekhyun yang melihat itu memutar bola matanya malas. Ia jelas paham submisive sejenis Luhan ini. Dibalik sikap lemahnya ada jiwa licik didalamnya.
"Maaf, Luhan. Tapi aku membawa motor dan aku bersama Baekhyun"
Raut murung menghiasi wajah Luhan. Kecewa tentu saja.
"Bukankah pagi tadi kau berangkat dengan Baixian dan Chanyeol. Kenapa tidak pulang dengan mereka saja" ucap Baekhyun menimpali yang mana membuat Luhan menatapnya tajam.
"A-aku tidak tau mereka dimana. Sehun... Kau tidak mungkin tega meninggalkanku disini kan? Aku tidak tau jalanan Seoul, Sehun" Luhan merengek sambil memegang lengan Sehun erat. Dan itu membuat Baekhyun mendelik merasa kesal kekasihnya disentuh sembarangan.
"Sayang~ ayo pulang. Aku sudah lelah~" Baekhyun ikut merengek pada Sehun. Memegang lengan kiri Sehun dan menariknya mendekat kearahnya.
Sementara Sehun merasa begitu pusing mendengar rengekan dua lelaki manis yang masing - masing memegangi lengannya begitu erat. Sehun tau ia tampan, tapi menjadi bahan rebutan itu menyebalkan.
"Luhan..." Sehun memegang tangan Luhan menariknya agar melepaskan lengannya.
"Aku akan mencarikan taksi untukmu" ucapnya. Baekhyun yang mendengar itu pun menjulurkan lidahnya mengejek Luhan. Tentu saja Sehun lebih memilih Baekhyun.
e)(o
Ini pertama kalinya Baixian menginjakan kaki di apartement Chanyeol. Apartement yang katanya jarang ditempati. Lokasinya dekat dengan sekolah. Jadi pulang sekolah tadi mereka memutuskan untuk mampir kesini sejenak. Tentu Chanyeol yang mengajaknya.
Jika diperhatikan sedari tadi Chanyeol tampak murung dan pendiam. Mungkin kekasihnya sedang mengalami masalah. Dan ia sedikit kecewa karena Chanyeol tidak membagi keluh kesah padanya.
"Chanyeol..." panggilnya.
"Hm?" Chanyeol berdehem sembari mendudukan dirinya diatas sofa yang menghadap kearah tv berukuran 55 inch.
Baixian mengikutinya, duduk disamping Chanyeol. "Kau tampak murung" tangannya mengusap rambut Chanyeol keatas, menampilkan kening lelaki itu.
Chanyeol menggeleng sembari tersenyum sedikit terpaksa. Ia menarik Baixian kedalam pelukannya. Menyembunyikan wajahnya diceruk leher Baixian.
Melihat Baixian membuatnya teringat pada Baekhyun. Teringat pernyataan cintanya yang ditolak lelaki mungil itu.
Usapan lembut jemari Baixian pada kepalanya membuatnya sedikit merasa tenang. Ia merapatkan tubuhnya pada tubuh Baixian sembari mengecupi kulit leher lelaki itu.
"Eunghh..." Baixian meloloskan desahan membangkitkan gairah Chanyeol.
Jemari Chanyeol bergerak membuka kancing seragam Baixian satu persatu menampilkan dada putih mulus kekasihnya. Kedua jempolnya mendarat di nipple merah muda itu. Menekan - nekan sesekali memainkannya dengan gemas. Bibirnya tak berhenti menyesap leher Baixian hingga menimbulkan banyak tanda merah.
Baixian mendesah frustasi sementara tangannya mencengkram rambut Chanyeol. Semakin menekan kepala Chanyeol memberikannya akses untuk menelusuri lehernya.
"Aku menginginkamu" ucap Chanyeol yang mendapat anggukan dari Baixian.
Dan mereka melakukannya untuk kedua kalinya. Didalam apartement Chanyeol dan diatas sofa.
e)(o
Sudah lama sekali rasanya Sehun tidak berkumpul dengan teman - teman bangsatnya. Dan Kai sudah merencanakan untuk nongkrong kembali di bar seperti biasanya. Namun kali ini yang datang hanya Kai, Taehyung, Daniel, Sehun dan tentunya Baekhyun. Semua orang juga tau, dimanapun ada Sehun disitu juga ada Baekhyun.
"Ngomong - ngomong kalian berdua belum menraktir kami atas hubungan kalian" ucap Kai mengganggu kegiatan Sehun dan Baekhyun yang sedang bercanda.
"Pesanlah apapun yang kau mau" Sehun menjawabnya dengan enggan dan kembali memandangi Baekhyun sambil tersenyum.
Kai yang melihat itu pun menyumpah serapahi Sehun. Seolah Sehun sedang mengejek dirinya yang masih saja single.
"Wahhh... Aku benar - benar merasa tersakiti. Bagaimana bisa Baekhyun menerima Sehun begitu saja?" ucap Taehyung dengan pandangan yang menatap tajam pasangan tak tau tempat itu.
"Sayang, apa kau mendengar rengekan para lelaki tak laku itu?" Sehun bertanya dengan suara yang sengaja dikeraskan.
"Ya, aku mendengarnya. Ohhh... Kasihan sekali mereka" Baekhyun menimpalnya sembari memasang wajah sedih yang dibuat - buat.
Lalu keduanya tertawa mengejek Kai, Taehyung dan juga Daniel yang sedang mengumpat pada mereka. Mereka tak peduli, bahkan kini mereka saling melumat bibir tanpa melunturkan senyuman.
"Kkk~" Baekhyun terkekeh ketika bibirnya dijilati oleh Sehun yang mana menciptakan rasa geli.
Lidah Sehun turun menjilati dagu hingga leher Baekhyun. Memberikan ciuman kupu - kupu pada leher itu dan sesekali menyesapnya.
"Mmhhh... Kau tidak berniat memperkosaku disini kan?"
Sehun menghentikan kegiatannya kemudian tersenyum menatap kekasihnya yang tersipu malu. Sangat menggemaskan, bagaimana wajah bayi itu tersipu karenanya.
"Kalau kau ingin, kita bisa melakukannya disini"
Dan pukulan pelan dari tangan Baekhyun mendarat didada Sehun. "Tidak akan. Menyingkirlah, kau terlalu dekat"
"Aku bisa gila melihat kalian. Dasar pasangan tak tau tempat" Daniel mulai risih melihat adegan romantis pasangan baru itu. Sama seperti lainnya. Sehun memang selalu tak ingat tempat jika sudah menyentuh Baekhyun.
e)(o
Baixian meringkuk dalam tidurnya. Merasa sangat nyaman karena kekasihnya ikut berbaring disampingnya. Memeluk dirinya erat dan menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya.
Setelah pergumulan panas mereka tadi, tepatnya didalam apartement Chanyeol. Baixian merengek kelelahan dan ingin berbaring diranjang miliknya sendiri. Tentu Chanyeol menyanggupinya.
Dan disinilah mereka berada, didalam kamar lelaki mungil itu. Deru nafas Baixian terdengar teratur. Menunjukan bahwa ia sudah jatuh ke alam mimpi. Sedangkan Chanyeol yang berbaring disampingnya tengah sibuk menatapi sikecil dalam diam.
Jika memory diputar ulang maka kejadian ditoilet sekolah bersama Baekhyun lah yang selalu ia ingat. Berkata jujur tentang perasaannya pada saudara kembar kekasihnya, lalu mendapat penolakan, kemudian menghampiri kekasihnya, dan mengajaknya bercinta. Chanyeol serasa ingin membagi tubuhnya. Sebagian untuk Baixian, dan sebagian lagi untuk Baekhyun. Terdengar maruk, tapi itulah keinginannya. Atau jika disuruh memilih, ia akan memilih meninggalkan Baixian - meski terasa berat - dan menjalin hubungan dengan Baekhyun.
Tapi itu semua sudah terlambat. Baekhyun milik orang lain sekarang. Dan itu sulit untuk ia mencoba merebutnya.
Chanyeol menjauhkan dirinya dari Baixian. Menuruni ranjang bersiap untuk pulang setelah memastikan Baixian tertidur lelap. Ia keluar dari kamar Baixian dan saat itu juga ia melihat Baekhyun yang baru memasuki kamarnya.
Dengan perasaan rindu yang membuncah, ia beralih mengikuti Baekhyun. Memasuki kamar lelaki itu tanpa seijin pemiliknya.
Hal pertama yang ia tangkap adalah Baekhyun sedang berdiri membelakanginya dan tangan kurusnya sibuk membuka kancing kemejanya.
"Baekhyun" panggilnya yang langsung mendapat reaksi terkejut dari si pemilik nama.
Baekhyun merapatkan kembali kemejanya saat melihat Chanyeol berasa didalam kamarnya. Layaknya seorang gadis yang takut jika saja diperkosa.
"Mau apa kau kemari?" tanyanya dan Chanyeol hanya menatapnya datar.
Chanyeol melihat arlojinya, waktu menunjukan pukul setengah satu dini hari. Dan lelaki kecil itu baru pulang dari kegiatan bersenang - senangnya. Pandangan Chanyeol berubah menajam.
"Kemana saja kau? Apa kau tidak ingat waktu?" pertanyaan mengintimidasi itu terlontar. Sementara Baekhyun bersikap acuh. Baekhyun mengedikan bahunya sembari melangkah ke tempat lemarinya berdiri. Melanjutkan kembali membuka pakaiannya dan berganti dengan piama tidur didepan Chanyeol.
"Baekhyun, aku bertanya padamu" ujar Chanyeol merasa geram diacuhkan oleh Baekhyun.
"Aku pulang jam berapa atau bahkan tak pulang sekalipun kurasa itu bukan urusanmu"
"Aku tidak suka kau pergi keluar dengan Sehun. Jika dia menganggapmu kekasihnya seharusnya dia memulangkanmu tepat waktu, bukan malah mengajakmu kelayapan hingga larut"
Baekhyun mengorek kupingnya mendengar nasihat - nasihat Chanyeol yang menurutnya tidak berarti itu. Setelah selesai berganti pakaian ia membaringkan tubuhnya diranjang empuknya. Menyelimuti tubuhnya hingga sebatas ada.
"Kalau kau ingat aku bukanlah seorang gadis yang harus pulang tepat waktu, lalu mencuci tangan dan kaki, kemudian meminum segelas susu sebelum pergi tidur" ucap Baekhyun dengan nada yang terdengar enggan berbicara.
Chanyeol melangkah menghampiri Baekhyun dan kemudian seenak jidatnya ia berbaring menindih tubuh lelaki mungil itu. Mengungkungnya dengan tubuh tegapnya.
"Chanyeol, apa yang kau lakukan" Baekhyun membelalakan mata dengan pergerakan tiba - tiba lelaki itu. Kedua mata mereka saling beradu pandang dengan jarak wajah mereka yang hanya beberapa centi. Chanyeol menatapnya sendu, sementara Baekhyun menampakkan raut wajah terkejut.
"Aku hanya mengkhawatirkanmu" ucap Chanyeol pelan nyaris berbisik. Ia sedikit menunduk hingga menempelkan kedua kening mereka dan tatapan mata yang terkunci.
Pipi Baekhyun merona merah hingga ketelinganya. Ia memejamkan matanya merasa malu ditatap seintens itu oleh Chanyeol. Chanyeol yang sedang menatapnya berpikir betapa beruntungnya Sehun memiliki lelaki ini.
Keduanya terdiam cukup lama sampai kemudian Chanyeol berinisiatif menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun. Si mungil membuka matanya ketika merasakan sesuatu menyentuh permukaan bibirnya.
Bibir Chanyeol bergerak melumat bagian atas bibir Baekhyun. Sedikit menyesapnya. Kemudian mendapat balasan sebuah lumatan dibibir bawahnya. Baekhyun membalas ciuman Chanyeol tanpa ragu. Melingkarkan tangannya dileher Chanyeol dan menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.
Baekhyun membuka mulutnya tanpa diminta dan Chanyeol menjulurkan lidahnya memasuki mulut Baekhyun. Kepalanya bergerak kekanan sementara Chanyeol bergerak berlawanan arah.
Ciuman mereka semakin liar ketika Baekhyun meloloskan lenguhan akibat lidah Chanyeol yang menjilati langit - langit mulutnya.
Chanyeol melepaskan ciumannya untuk melihat keadaan Baekhyun. Si mungil tampak terengah - engah dan kemudian menyunggingkan senyuman untuk Chanyeol. Chanyeol membalas senyuman itu dan ia kembali merunduk mengecup bibir Baekhyun. Memberikan beberapa kecupan dibibir hingga leher Baekhyun.
Baekhyun mendongak menyerahkan diri pada Chanyeol sementara tangannya tak berhenti meremat rambut lelaki itu.
Jemari Chanyeol bergerak membuka satu persatu kancing piama Baekhyun menampilkan bagian tubuh atas lelaki itu yang putih bersih dengan dua tonjolan pink didadanya.
Bibir Chanyeol beralih mengecup tonjolan itu. Ia mengeluarkan lidahnya untuk merasakan puting Baekhyun. Baekhyun bergerak gelisah dibawahnya. Ia membusungkan dadanya meminta lebih pada Chanyeol.
Ujung lidah Chanyeol bergerak cepat merangsang puting Baekhyun. Dan sesekali meraupnya untuk ia sesap.
"Ahhh... Chanyeolhhh..." Baekhyun menyukai cara lelaki itu merangsang tubuhnya. Merasakan Bagaimana ia tegang hanya karena sentuhan lidah.
Bibir Chanyeol bergerak turun keperut Baekhyun memberikan beberapa kecupan diperut rata itu. Chanyeol menarik lepas celana serta dalaman lelaki itu hingga Baekhyun telanjang dihadapannya. Hanya menyisakan atasan yang menggantung dibahu si mungil.
Wajah Baekhyun memerah padam ketika mata Chanyeol tak hentinya menatap tubuh telanjangnya. Dan tubuh putih bersih itu semakin membuat penis Chanyeol mengeras.
Dengan cepat Chanyeol membuka pakaiannya hingga telanjang dihadapan Baekhyun. Semakin membuat Baekhyun memerah.
Chanyeol merangkak kembali menindihi Baekhyun. Tangannya bergerak membuka paha Baekhyun lebar - lebar hingga ia leluasa menggesekan kedua penis mereka.
"Akhh... Eunghh..." Baekhyun tak tahan untuk sekedar memekik. Gesekan penis Chanyeol pada miliknya mengantarkan getaran menyenangkan.
Pergerakan Chanyeol tidak berhenti. Ia malah semakin bersemangat dengan gesekan tersebut hingga akhirnya Baekhyun mencapai puncaknya yang pertama.
"Hah... Hah... Chanyeol..." nafas Baekhyun terengah - engah. Namun tak membuat Chanyeol berhenti disitu. Chanyeol mempersiapkan penisnya untuk memasuki lubang Baekhyun.
Ia tidak perlu meminta izin seperti sebelum - sebelumnya. Dirinya sangat menginginkan Baekhyun dan kali ini tidak bisa dibantah lagi.
Chanyeol mendorong kepala penisnya melesak lubang itu. Tidak membutuhkan usaha yang keras untuk memasuki Baekhyun. Karena lubang Baekhyun yang terlalu sering dimasuki penis Sehun.
Chanyeol menggeram ketika merasakan penisnya terjepit oleh dinding - dinding lubang Baekhyun. Sedangkan si mungil meringis perih dan desisan - desisan kesakitan terdengar.
"Aku mencintaimu Baekhyun. Sangat sangat mencintaimu" ujar Chanyeol sembari menatap Baekhyun dan mengecup kening lelaki itu.
Baekhyun terdiam ingin sekali menjawab kalimat itu. Namun ia menahan agar otaknya tak mengikuti kata hatinya. Akan banyak orang yang tersakiti jika ia gegabah dalam bertindak.
Chanyeol mulai bergerak dibawah sana. Menusuk lubang itu dengan penisnya yang panjang. Hal yang ia inginkan selama ini. Ada rasa yang berbeda bercinta dengan Baixian dan bercinta dengan Baekhyun.
Tubuh Baekhyun luar biasa jauh lebih mengagumkan. Pantas Sehun selalu tak ingat tempat jika sudah menyentuh si kecil ini.
"Ahhh... Ahh..." pusat sensitif milik Baekhyun didalam sana tersentuh oleh kepala penis Chanyeol. Tubuhnya sedikit bergetar. Mendapat reaksi seperti itu Chanyeol mempercepat tusukannya. Menyentuh secara berulang ditempat tersensitif itu.
Baekhyun semakin mengeraskan desahannya, sementara Chanyeol bergerak liar. Tak menyadari seseorang berdiri dibalik pintu kamar Baekhyun yang tertutup. Mendengar semua kegiatan mereka dengan raut wajah datar.
Penis Chanyeol menumbuk lubang Baekhyun semakin cepat disaat ia merasakan penisnya mulai berkedut dan beberapa tusukan terakhir Chanyeol menyemburkan cairannya didalam lubang Baekhyun bersamaan dengan si mungil yang menyemburkan cairannya diatas perutnya.
Kedua nafas mereka beradu saling menerpa wajah sang lawan. Chanyeol tersenyum, tampak puas dan juga lega. Begitu juga Baekhyun, bibirnya tertarik begitu tulusnya menandakan ia sangat menyukai kegiatannya bersama Chanyeol.
Chanyeol menarik lepas penisnya kemudian berbaring disebelah Baekhyun. Memeluk lelaki itu dalam tidurnya.
"Terima kasih" ucapnya yang dibalas anggukan oleh Baekhyun.
Baekhyun bersiap untuk menyelami alam mimpi. Ia menyamankan dirinya dalam pelukan Chanyeol. Sembari tangannya menapak mengelus pipi lelaki tinggi itu.
e)(o
Pagi ini Sehun dengan kaos dan hoodie warna hitam serta jeans biru dongker memarkirkan motornya diperkarangan rumah Baekhyun. Ia berniat menghabiskan akhir pekan dengan berada disamping Baekhyun seharian. Jika kita melihat jam saat ini menunjukan waktu pukul 7 pagi. Dan Sehun sudah bersemangat mengunjungi kekasihnya. Benar - benar sedang dimabuk cinta.
Sehun mengetuk pintu utama rumah kekasihnya. Menunggu Baekhyun membukakan pintu kemudian menyambutnya dengan senyuman manis tak lupa juga ciuman di pagi harinya.
Namun ketika pintu terbuka bukanlah Baekhyun yang menyambutnya. Melainkan Luhan.
"Sehunnnn~" Luhan sedikit memekik senang mendapati Sehun berdiri dihadapanya. Lelaki itu tampak sangat tampan dan itu menyegarkan mata rusa Luhan.
"Hai, Lu" Sehun mau tak mau menyapa rusa cina itu.
"Sehun, kebetulan kau disini. Apa kau bisa membantuku?"
"Membantu apa?"
"Aku ingin pergi berbelanja untuk sarapan pagi ini. Tapi aku tidak tau tempatnya. Dan kebetulan kau ada disini. Jadi maukah kau menemaniku berbelanja?"
Sehun menimang permintaan Luhan. Sebenarnya ia enggan sekali pergi. Niatnya kesini tadi kan untuk menemui pujaan hatinya bukan untuk menemani Luhan belanja.
"Baiklah, ayo" jadi mau tak mau Sehun menurutinya, mengingat Luhan adalah teman baik Baixian.
Sehun membantu Luhan untuk menaiki motor besarnya. Dan kejadian berikutnya ia dibuat terkejut. Luhan dengan seenaknya melingkarkan tangannya pada pinggangnya dengan erat. Tak lupa menyandarkan kepala pada punggung tegapnya.
"Luhan, bisakah kau tidak berpegangan terlalu erat?" ucapnya meminta Luhan agar melonggarkan pegangannya.
"Aku tidak pernah naik motor, Sehun. Jadi aku takut kalau kalau nanti terjatuh"
Dan akhirnya Sehun menghela nafas, memilih untuk mengalah. Membiarkan Luhan melakukan keinginannya.
e)(o
Sinar mentari pagi ini mengganggu tidur cantik Baixian. Tidurnya terasa sangat nyenyak. Mungkin berkat dekapan hangat kekasihnya.
Hal pertama yang dilihat Baixian ketika membuka mata adalah wajah damai Chanyeol yang berbaring disampingnya. Baixian tersenyum, tangannya tergerak untuk menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah kekasihnya itu. Ia memandangnya dengan rasa tak pernah puas. Betapa beruntungnya ia memiliki kekasih seperti Chanyeol ini.
Chanyeol yang terlelap merasa terganggu dan akhirnya membuka matanya. Tersenyum tipis mendapati Baixian sedang menatapnya penuh kagum.
"Pagi" sapa Baixian.
"Pagi" balasnya dengan suara serak.
Chanyeol menarik Baixian untuk mendekat dan kemudian memeluknya sembari memberikan kecupan dikening kekasihnya.
"Aku tidak tau kalau kau menginap semalam" Baixian mendongak menatap Chanyeol. Sementara Chanyeol hanya tersenyum sembari mengusap - usap punggung Baixian.
"Aku malas menyetir. Dan aku ikut mengantuk melihatmu tertidur pulas" bohong. Tentu saja apa yang keluar dari mulut Chanyeol itu bohong.
Nyatanya semalam ketika ia ingin pulang ia malah sibuk bercinta dengan Baekhyun. Tertidur pulas sembari memeluk tubuh kecil Baekhyun. Kemudian ketika pagi tiba ia bergegas kembali kekamar Baixian. Tidur disamping Baixian. Tak ingin membuat kekasihnya curiga.
Baixian memajukan wajahnya mencuri satu ciuman dibibir Chanyeol. Dan Chanyeol membiarkannya, tak berniat untuk membalas ciuman itu.
"Kalau seperti ini setiap hari aku pasti menjadi orang yang paling beruntung sedunia. Kkk~" dalam hati Chanyeol membenarkan ucapan Baixian.
Ya.. kalau aku bisa menyentuh Baekhyun setiap hari aku pasti jadi orang yang paling beruntung sedunia
"Aku mau mandi. Dan segera membuatkan sarapan" ucap Chanyeol. Ia beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi milik Baixian.
e)(o
Chanyeol mendengus melihat isi kulkas yang kosong. Seharusnya ia paham kalau Baixian dan Baekhyun bukanlah orang yang suka belanja disupermarket. Jangankan belanja, menyentuh pisau dapur pun tak pernah.
Ia menutup pintu kulkas cukup kasar. Kemudian berbalik dan disaat itu pula ia mendapati Baekhyun sedang berjalan menuju kearahnya. Sudut bibirnya saat itu pula terangkat membentuk senyuman mempesona. Ia bersandar pada kulkas, melipat kedua tangannya didada sembari menatap Baekhyun.
Baekhyun tampak berjalan malu - malu. Ia menggigiti bibirnya seperti menahan senyumnya. Wajahnya memerah mengingat apa yang sudah terjadi diantara dirinya dengan Chanyeol semalam.
"Hai" sapa Baekhyun ketika sudah berada tepat didepan Chanyeol.
Chanyeol tak tahan untuk segera menangkup kedua pipi Baekhyun dan memberikan ciuman selamat pagi dibibir si mungil.
"Merasa lebih baik" tanya Chanyeol. Mengarah pada rasa khawatir pada bagian bawah tubuh Baekhyun yang semalam sudah ia bobol.
Baekhyun mengangguk "saaangat baik" ucapnya bernada imut. Baekhyun tak pernah bersikap seimut ini didepan Sehun. Tapi dihadapan Chanyeol itu semua terjadi secara alami.
"Berniat untuk melakukannya lagi?" Chanyeol menarik pinggang Baekhyun mendekat. Memeluk pinggang Baekhyun sementara si kecil menggantungkan tangannya dipundak Chanyeol.
Baekhyun menatap Chanyeol sembari memiringkan kepala kekiri. Berpose seimut mungkin didepan Chanyeol.
"Aku selalu siap kapanpun kau menginginkanku" jawaban yang menggembirakan bagi Chanyeol.
"Aku menunggumu di apartemenku malam ini. Tentu kau ingat dimana tempatnya"
Baekhyun mengangguk dengan senyuman malu. Menyetujui ucapan lelaki itu. Tak ingin bersikap munafik, Baekhyun menyukai sentuhan Chanyeol. Dan sebab kejadian semalam membuatnya menginginkan sentuhan lelaki itu lagi dan lagi.
Baekhyun menjauhkan dirinya dari dekapan Chanyeol. Takut kalau saja Baixian atau siapapun melihatnya. Biarkan ia menikmati moment dirinya bersama Chanyeol disaat tak ada seseorang yang akan memergokinya.
e)(o
'Wahhh... Cantik Sekali'
'Lihat kulitnya yang sangat putih itu. Pasti terasa halus jika disentuh'
'Sisakan aku satu yang seperti itu, Tuhan'
Bisikan - bisikan penuh kekaguman itu terdengar ditelinga Sehun dan Luhan. Sejak mereka menginjakan kaki disupermarket, keduanya menjadi bahan perbincangan. Jika para gadis memekik melihat Sehun, beda lagi dengan para lelaki yang menatap Luhan dengan air liur yang menetes.
Dalam hati Sehun membenarkan ucapan - ucapan para lelaki itu. Dilihat dari segi manapun Luhan ini sangat cantik. Wajahnya seperti boneka. Dan kalau boleh jujur Luhan itu tipenya sekali. Tapi sungguh dirinya tidak tertarik sedikitpun pada Luhan. Baginya Baekhyun lebih menarik. Baekhyun itu melampaui tipenya. Cantik, imut, berwajah bayi, kulitnya sangat halus, lubangnya yang ketat, mulutnya yang hebat saat mengulum penisnya. Sangat sempurna jika ia jadikan pendamping hidup.
"Lu, apa masih lama?" Sehun bertanya tak sabaran. Pasalnya rasa rindunya pada Baekhyun sudah memuncak.
"Sebentar, Sehun. Kita bahkan belum ada 10 menit disini"
Sehun menggaruk kepalanya sedikit kesal. Namun ia kembali mengikuti kemana kaki Luhan melangkah.
.
.
.
.
bersambung...
maaffff aku telat updateeee huhu. untuk chapter ini banyak scene yg aku hilangin. mungkin akan muncul dichap depan.
oh ya, jangan lupa kunjungi ffku yg Losing My Heart ya...
semoga gk lupa sm ff ini dan tetap berikan reviewnya...
