It's really spectacular

Jung Wooseok x Cho Jinho

Giant Smurf Couple

[Inspired by : Pentagon Spectacular]


Jung Wooseok terkekeh. Ditangannya terdapat dua buah paper bag ringan dengan setia memenuhinya. Berjarak kurang lebih tiga langkah; sesosok pria dengan selisih tinggi dan juga usia yang lumayan –jauh dengannya– sedang asyik berjingkrak-jingkrak. Tak peduli atensi dan bisikan orang–orang di sekelilingnya, ia terus fokus pada perangkat berbentuk persegi panjang yang saat ini menampilkan laman situs jejaring sosial yang tengah di gandrungi masyarakat masa kini.

"Halo, semuanya~ kembali lagi di WooHo'sChannel!"

Yeah, Cho Jinho; sang pelaku yang bersiap membuat video live adalah seorang youtuber dan juga selebgram. Saat ini, jemarinya dengan cekatan mengotak-atik foto terbaik yang hendak ia post di akun instagram miliknya. Untuk ucapannya tadi, sebenarnya sebagai latihan sebelum ia benar-benar melakukan live broadcast. Ia bermaksud membuat semacam trailer sebelum melakukan tujuan utamanya di channel miliknya.

Guguran sakura seolah menjadi latar belakang pendukung kegiatannya kali ini. Senyum manis terpatri indah di wajahnya. Tangannya ia gerakan kesana kemari, meskipun lengan dari jaket tebal yang membungkus tubuh mungilnya sedikit menghambat pergerakan pria mungil itu. Ya, Jinho memang mengenakan jaket Wooseok; ngomong–ngomong.

"Hei, Wooseok!" Jinho melambaikan tangan, memberi gestur supaya Wooseok mendekat sesuai dengan aba-abanya. "Cepatlah! Aku ingin hasil yang sempurna kali ini!"

Si Jangkung Jung hanya terkekeh –lagi– kecil. Setelahnya, kaki jenjangnya ia manfaatkan untuk mengikis jarak antara dirinya dengan sang terkasih. Lengannya ia rentangkan, kemudian dilingkarkan ke bahu Jinho; hingga kemudian menenggelamkan tubuh mungil sang kekasih dalam rengkuhan hangat penuh cinta miliknya.

"Halo, semuanya!" Suara beratnya mengudara. Senyum menawan ia sematkan. " Namaku Wooseok, lengkapnya Wooseok Jung. Aku mahasiswa tingkat pertama di Kyunghee. Salam kenal."

Jinho terkikik mendengar intonasi kaku yang keluar begitu saja dari bibir tebal Wooseok. Tapi ia memakluminya; mengingat ini adalah pertama kalinya seorang Jung Wooseok ia ikutsertakan di videonya dengan tampilan penuh(?) (meskipun sebenarnya Wooseok sering membantunya di belakang layar; entah itu sebagai perekam video atau hanya seorang narator).

Proses pengambilan gambar dengan sistem self–camera dan juga memanfaatkan lengan panjang Wooseok (paper bag milik Jinho sudah beralih tangan ke pemiliknya, kok.). Dan ternyata tema kali ini adalah mengenang kembali masa–masa indah yang berkaitan dengan hubungan antara dua anak adam tersebut.

Dimulai dengan pertanyaan mengapa Wooseok menyatakan perasaannya pada Jinho tiga tahun silam; begitu pula dengan sebaliknya. Berlanjut dengan menggali kembali serpihan ingatan tentang kencan pertama, proses antar–jemput yang berlaku hingga sekarang, pengambilan keputusan tentang hidup bersama di apartemen yang dekat dengan area kampus hingga skinship yang sering keduanya lakukan.

Ah, membicarakan masalah tentang skinship... Wajah Jinho tiba–tiba memerah sempurna. Karena, disetiap skinship yang mereka lakukan, pasti terselip satu moment dimana tatapan matanya dengan Wooseok bertemu. Heol, itu yang membuatnya menggila!

Waktu seolah terhenti. Dengan pandangan yang seakan terkunci hanya pada satu objek. Apalagi jika Wooseok sudah menyunggingkan senyum manis, Jinho seakan meledak; terurai menjadi serpihan kecil yang mungkin akan hilang tersapu angin kencang yang lewat–hiperbola? Sudah pasti–.

"Oh, aku melupakan satu hal." Wooseok memotong ucapan Jinho yang tengah asyik menceritakan tentang pengalaman kencan mereka di Nagoya, setahun yang lalu.

"Apa?"

Wooseok menatap lekat lensa kamera yang masih merekam kegiatan mereka yang saat ini menyusuri jalanan Jinan yang indah karena guguran sakura. Moment ini sedikit mengingatkannya akan moment liburan musim semi di awal perkenalan mereka di Tokyo. "Tentang... first kiss.."

Diameter sipit Jinho meningkat dua kali lipat, diikuti dengan meningkatnya intensitas degupan penyokong hidup –jantung– di rongga dadanya. Rona kemerahan tak pelak hinggap kembali di pipinya yang putih bersih. "K–kenapa kau malah mengingat hal itu, sih?" gerutu Jinho pelan; bermaksud menyamarkan kegugupan yang tergambar sempurna melalui nada bicaranya.

Wooseok kembali tersenyum. Ia sebenarnya sengaja, mengungkit suatu hal yang bisa membuat Jinho mengekerut malu; padahal Wooseok sangat menikmati–ah lebih tepatnya menyukainya. "Sebenarnya bukan hanya first kiss sih, hyung.."

Jinho mematung. Ah, ia mulai membenci suasana ini (padahal ia sangat menyukainya; yup, Jinho dan kata tsundere memang sudah melekat erat –sulit dipisahkan–). Pandangannya benar–benar terfokus dengan tatapan tajam namun penuh perasaan milik yang lebih muda.

"..pada saat tatapan kita bertemu..." Wooseok berbisik sembari mengeliminasi jarak. "Aku pikir waktu –sempat– terhenti.."

Jinho butuh pegangan sekarang. Alarm peringatan bahaya berbunyi dengan nyaringnya di otaknya. Sementara hatinya terus menjerit frustasi, dengan jantung yang kian meningkat detakannya; lebih parah dari tadi yang memang sudah seperti maraton. Lututnya pun sudah mulai terasa lemas.

"W–Wooseok.."

"..apalagi disaat bibir kita bertemu..." salah satu sudut bibir terangkat –menyeringai– membuat bulu kuduk Jinho meremang "..aku merasa jika hatiku mencair, hyung.."

'Aku juga bodoh!'

Batin Jinho berteriak kalap. Dan, dalam hitungan detik, apa yang Wooseok katakan terealisasikan. Si Jangkung bahkan tak mempedulikan tatapan antusias para pengunjung di sekitarnya, juga notifikasi akun media sosial sang kekasih yang penuh. Yang jelas, ia hanya ingin mengungkapkan perasaannya saja, kok.

Cup

Moment bertemunya bibir Wooseok dan Jinho diakhiri dengan kecupan lembut penuh cinta. Binar mata yang lebih muda kian membuat pipi chubby seorang Cho Jinho merona parah. "It's really spectacular, hyung..."

Ah... Wooseok –si Keparat kekasihnya– dan pesonanya yang sangat sialan.


[The moment we met eyes

I thought time had stopped

The moment our lips met

My heart was melting

It's spectacular]


.

.

.

Ready for the next pair?

.

.

.