Am I Crazy?

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Warn : AU, OOC, Typo, Lemon (in very very next chapter), Update 'gak tentu.

Multi Chapter.

If u don't like this story, just leave this page alone.

Sakura melangkahkan kakinya riang menuju pintu gerbang sekolah barunya. Tangannya mencengkram topi toga dari karton kuning buatannya khusus untuk MOS kali ini. Rambut pinknya yang dikuncir genap 12, dan rok rumbai-rumbai permen miliknya berkibar senang karna Sakura selalu menggoyangkannya.

Konoha Hidden Leaf Privat School. Sekolah mewah yang selalu diimpikan semua orang -termasuk dirinya- , sangat sulit masuk kesekolah ini, tentu saja. Orang-orang yang menjadi murid disini mempunyai 3 jalur masuk, yaitu orang-orang super pintar, orang-orang beruntung, dan yang terakhir orang-orang 'kelas atas'.

Sebagian besar murid disejolah ini mungkin hanya mengandalkan uang dari orang tua mereka, sebagian lagi karna hoki-hokian, dan sisanya yang benar-benar pintar. Sakura termasuk bagian ketiga.

Dia sudah mati-matian belajar keras dari pagi, siang, malam, kepagi lagi. Hanya untuk masuk kedalam sini. Orang tua Sakura sebenarnya orang berada. Tapi, Sakura tidak pernah ingin mempublikasikan keseluruh dunia kalau dia adalah anak dari pengusaha kaya raya Haruno Kizashi dan Haruno Mebuki.

Bukan, bukannya Sakura tak mengakui mereka. Merekalah yang tidak mengakui Sakura. Ketika Sakura lahir, Kizashi dan Mebuki sungguh kecewa karna yang lahir ternyata perempuan. Mereka meyakini bahwa perempuan itu tak berguna untuk memimpin perusahaan tempat mereka bernaung.

Jadi, setelah umur Sakura genap berusia 12 tahun, dia dibuang dan dititipkan ke panti asuhan dekat rumahnya didistrik A. Sebenarnya, Sakura tak terlalu sedih, mengingat dia masuk ke salah satu sekolah termegah dengan beasiswa penuh. Ha, Sakura ingin sekali datang kerumahnya yang dulu dan tertawa sekeras-kerasnya didepan wajah kedua orang tuanya.

Dia hidup sendiri, dan itu menyenangkan. Tak ada yang mengaturnya selama ini. Dia... bebas? . Sakura mengela napas pelan. Dia punya 1 flat kecil yang hangat yang dibelinya dari uang yang diberikan bibinya dulu saat dia dibuang.

"Mohon perhatiannya, anak-anak MOS kami. Silahkan berbaris menurut kelompok masing-masing". Suara seseorang yang memegang mic mengalihkan pikiran Sakura dari masa lalunya.

Athena. Sakura masuk kekelompok itu. Matanya menelusuri barisan-barisan untuk mencari karton nama bertuliskan Athena yang berarti kelompoknya. Sakura berdiri dibelakang pemuda berambut merah dan bermata hijau -bukan matanya lebih berwarna jade daripada hijau. Pipinya memerah ketika proses pengagguman itu disadari oleh pemuda didepannya yang sekarang menatap tajam dirinya.

Sakura mengalihkan pandangannya menuju kearah kanan melihat barisan kelompok lain. Arthemis. Sakura memandangi murid MOS yang berada dibarisan ini. Dan seketika mengagumi mereka.

Pemuda berambut panjang dikuncir di paling depan barisan adalah yang tertampan dari barisan ini. Betul-betul pas dengan nama kelompoknya. Arthemis. Wajahnya seperti dewa yunani.

"...Arthemis akan menjadi kelas science 1 dan Athena akan menjadi kelas science 2. Besok kalian akan memasuki kelas kalian. Ingat, tetap membawa barang-barang MOS sampai dua hari kedepan".

Hari pertama pun berakhir.

oOo AIC oOo

Hari kedua Masa Orientasi Sekolah.

Sakura berada di sebuah kelas yang-katanya akan menjadi kelasnya selama 3 rahun kedepan. Kalau memang itu terjadi Sakura mungkin akan sangat teramat senang sekali. Karna, pangeran bermata merah bernetra jade yang ternyata bernama Rei Gaara itu satu kelas dengannya.

"Adik-adik sudah bisa memulai mengumpulkan tanda-tangan pengurus OSIS. Setelah selesai nanti dikumpulkan. Terima kasih" kakak kelas yang menjadi kakak gugus mereka meningalkan ruangan yang membuat ruangan itu rusuh seketika.

"Hei", panggil seorang gadis bermata coklat dan bersurai merah.

"Hai", sapa Sakura ramah.

"Namaku Tamuri. Kau Sakura, kan? Haruno... Sakura?".

Sakura tersenyum manis melihat gadis ramah dihadapannya. "Salam kenal tamuri"

Sakura dan Tamuri memutuskan untuk bersama mengumpulkan tanda tangan pengurus OSIS yang sengaja dipencar agar para siswa semakin mengenal satu sama lain dengan bertanya.

Sakura dan Tamuri mengobrol banyak di lorong menuju kantin untuk makan siang ketika tanpa sengaja bahunya menabrak seorang gadis didepannya. Sakura terkejut melihat gadis itu. Dia... sangat cantik.

Gadis didepannya bersurai merah terang dan memiliki mata berwarna merah bercahaya. Sakura sampai sedikit terpana melihatnya. Mata Sakura menelusuri tag yang ada di dada kiri gadis itu.

Uzumaki Karin, Zeus.

Oh, pantas saja Sakura tidak pernah melihat gadis ini. Ternyata dia bergugus Zeus. Gugus yang berbaris lumayan jauh dari barisan gugusnya.

Gugus Zeus berarti dia kelas science 5. Sakura menganggukan kepalanya mengerti, lalu menatap gadis didepannya. Sakura tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya.

"Salam kenal". Ucapnya penuh pengharapan. Berharap gadis cantik yang sepertinya baik didepannya ini ingin berkenalan dengannya.

Gadis didepannya ini menaikkan alisnya menatap tangan Sakura dan tersenyum sinis melihat wajah ramah Sakura. "Cih".

Karin hanya mendecih sekilas dan melangkahkan kakinya melewati Sakura dengan sebelumnya menabrak bahu Sakura secara sengaja dan mengibaskan rambut merahnya sombong.

Sakura menaikkan alisnya dan mencibir punggung gadis itu. Dia menarik kata-katanya. Karin bukan gadis yang baik. Sungguh sangat bukan gadis yang baik. Dan mungkin, gadis itu akan menjadi musuhnya.

oOo AIC oOo

Oh Tidak!

Sakura memegang kepala pinknya frustasi. Bagaimana tidak frustasi, tenyata gadis merah bernama Karin yang tadi ternyata benar-benar membencinya.

Bayangkan saja, saat dia tadi di kantin Karin dan teman-temannya, yang Sakura tak kenal, tentu saja. Menghadang Sakura dan mengibarkan bendera perang. Mereka mengancam Sakura, jika hidup Sakura tidak akan tenang selama bersekolah disini. Sakura tak mengerti maksudnya apa. Tapi tadi, dia sudah mengerti. Sungguh sangat mengerti.

Karin, gadis yang ditabraknya ternyata anggota geng Kingdom. Memang baru 2 hari mereka ada di sekolah ini, tapi eksitensi geng tersebut tidak dapat diganggu gugat lagi. Semua sudah tahu mereka, kekuasaan mereka, dan loyalitas mereka satu sama lain.

Kingdom memiliki anggota-anggota dari setiap anak pengusaha sekaligus pemimpin ataupun petinggi ini. Ada Uzumaki Karin, Tayuya, Shion, Inuzuka Hana, Uchiha Itachi, Yamanaka Deidara, Hoshigaki Kisame, Pein, Uchiha Tobi, Uchiha Izuna, dan satu lagi Rei Gaara.

Bayangkan saja, mereka memiliki 3 Uchiha didalamnya. Benar-benar pertahanan kekuasaan yang kuat.

Sakura tak menyangka. Sangat tak menyangka bahwa Gaara salah satu anggota geng ini. Dimata Sakura, Gaara adalah sosok malaikat yang akan selalu membagi permen dan menebar senyum kesemua orang.

Iya, dia benar. Gaara memang malaikat. Malaikat kematian!

Langkah Sakura terhenti saat melihat Inuzuka Hana dan Uchiha Itachi sedang berciuman dilorong yang menghubungkan taman belakang sekolah menuju kantin. Sakura terbelalak melihat adegan intim yang live didepannya.

Dia menahan napas saat melihat tangan kekar Itachi menyingkap rok hitam sepaha milik Hana. Ternyata desahan napas Sakura terdengar oleh Itachi yang segera melepaskan pagutannya dileher Hana dan menatapnya tajam.

"Sedang apa kau disini", Itachi menatap Sakura tajam yang dibalas dengan gumaman kikuk Sakura.

"A-aku... eh... sedang lewat sini dan... eh... melihat... kalian berdua", Sakura menyelipkan sehelai rambutnya dibalik telinga dan menundukkan kepalanya yang memerah malu.

Itachi terlihat membisikkan sesuatu ketelinga Hana dan berlalu pergi tanpa melihat kearah Sakura lagi. Hana melangkah mendekati Sakura dan mendongakkan kepala Sakura yang masih menatap lantai putih dibawahnya.

Hana menyeringai sadis, "Kau tau kan, temanku, Karin, sudah berencana untuk membuat hidupmu seperti berada di neraka?" ,Hana memelintir sedikit rambut bawah Sakura yang tak terkuncir.

Sakura tetap hening. "Jika kejadian tadi tersebar luas. Bukan hanya Karin, tapi aku dan Itachi pasti dan akan membuat hidup sekolahanmu akan tertarik ke neraka paling dalam". Kata Hana sambil menekan kata akan dalam kalimatnya.

Hana menepuk bahu tegang Sakura sambil berlalu. "Jadi hati-hati gunakan mulutmu mulai sekarang".

Sakura melirik kebelakang, melihat Hana yang masuk kedalam kantin dengan santainya. Sementara dia, sudah kepalang kabut memikirkan ucapan Hana. Netra hijau Sakura melirik ke samping kanan dan kiri, memastikan tidak ada lagi orang yang mendengar atau melihat kejadian memalukan tadi.

Menghela napas lega. Kaki jenjang nya melangkah kearah taman belakang, hendak pulang dari gerbang belakang, dikarnakan Sakura memarkirkan kereta nya disitu.

oOo AIC oOo

Hari Ketiga Masa Orientasi Siswa.

Sakura membuka helm nya dan menaruhnya di stang motor nya. Kakinya berlari kencang menuju kelasnya. Dia terlambat 10 menit hari ini. Tidak biasa tentu saja. Dia termasuk anak yang disiplin dan tidak pernah terlambat. Entahlah, ini mungkin dikarnakan ancaman Inuzuka Hana semalam yang membuat dia hampir mati jantungan.

Tangannya membuka pintu kelas dengan sedikit kasar. Mendudukkan dirinya dikursi sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya. Sakura tak sadar sedari tadi dia sudah diperhatikan oleh seluruh teman sekelasnya.

Tamuri mengeser kasar bangku yang berada disaming Sakura. Tangannya mengambil tangan Sakura dan memaksa Sakura melihatnya.

"Sakura kau dalam bahaya".

Sakura yang masih mengipas lehernya dengan buku tulis mengernyitkan dahinya dan memandang Tamuri jenaka.

"Ada apa? Aku sehat dan tidak berbahaya sedikitpun" ,katanya tenang.

Tamuri mendecakkan lidah kesal. "Sakura, tadi pagi Itachi marah-marah dan memanggil namamu diseluruh lorong". Wajah Tamuri yang pucat cukup memberitahukan Dakura bahwa berita kali ini benar adanya.

"Apa?", Sakura meletakkan buku yang berada ditangannya dan memandang serius kearah Tamuri.

"Katakan padaku, Sakura. Apa berita itu benar? Apa kau yang menyebarkannya?", Sakura semakin bingung melihat perkataan Tamuri yang cepat. Otaknya memikirkan satu persatu jawaban dari pertanyaan itu.

"Memangnya berita apa?".

Tamuri mendecakkan lidahnya kesal sekali lagi dan menatap Sakura serius. "Berita bahwa Uchiha Itachi dan Inuzuka Hana berciuman di lorong taman belakang", perkataan Tamuri membuat bibir Sakura pucat karna terkejut. "Apa itu kau yang menyebarkannya? Sakura... kau cari mati, hah?"

Sakura masih dalam posisi kaku dan ternganga saat pintu kelasnya dibuka kasar oleh seseorang.

Itachi.

Mampuslah dia.

Pemuda tinggi berkuncir yang berada di pintunya melihat tajam kearah Sakura. "Kau.." tunjuk pemuda itu. "Ikut aku", titahnya.

Sakura menatap Tamuri sejenak dan mengikuti Itachi sampai di satu pintu berwarna marun bertuliskan 'Kingdom' berwarna emas yang tergantung di pintu tersebut. Itachi mendorong pelan pintu tersebut, dan menatap Sakura. "Masuk"

Sakura melangkahkan kakinya memasuki ruangan berharum pine bercampur citrus menciptakan suasana menenangkan jika masuk kedalam. Tapi bukannya tenang, dada Sakura semakin berdebar saat melihat seluruh -semua tanpa terkecuali- anggota geng Kingdom ada diruangan itu dan menatapnya sinis.

Sakura meneguk ludahnya kasar. "Eh... kenapa...", pertanyaannya menggantung saat Hana mengangkat tangannya ke udara.

"Haruno Sakura", Hana melangkahkan kakinya memutari Sakura ditengah ruangan. Sakura meremas tangannya gugup. Netra hijaunya melirik kearah sofa tempat anggota Kingdom duduk yang sekarang sedang tertawa kecil melihatnya.

Jari telunjuk Hana menekan bahu Sakura. "Kau ternyata nakal juga ya. Tidak menggubris peringatanku kemarin."

Sakura mengerutkan alisnya tak mengerti, "A-apa maksud..."

"Berani sekali kau memasang berita tentang Itachi dan Hana di mading", Kali ini Tayuya, gadis berambut pink tua yang kemarin bersama Karin yang angkat bicara.

Sakura membelalakkan matanya. Apa ini sebenarnya? Dia bahkan baru datang tadi, kapan Sakura punya waktu untuk memasangkan berita itu dimading?

"Bukan aku yang pasang", Sakura menatap mata Hana. Hei, dia tidak salah disini?

Hana memutar bola matanya bosan, "Kalau bukan kau siapa lagi?" ,Hana menatap kukunya yang terawat cantik. "Hanya kau yang melihat aku dan Itachi berciuman kemarin".

Pipi Sakura memerah mengingat kejadian yang dilihatnya kemarin, kepala pinknya menunduk dalam. "Bukan aku. Aku saja tadi baru-"

"Memangnya siapa lagi?", Sakura mengangkat kepalanya menatap Itachi yang angkat bicara.

"A-aku... eh... tidak tahu", Sakura menatap mereka dengan pandangan memohon. "Bu-bukan... aku yang salah".

Karin yang sedari tadi melihat Sakura diinterogasi merasa muak. Dia membanarkan letak kacamata dihidungnya, "cih. Dia tidak mau mengaku Itachi".

Itachi menatap Hana sambil menaikkan alisnya. Sebenarnya dia juga marah pada gadis pink ini, tapi etika yang berkata tidak boleh menyakiti perempuan bermunculan dibenaknya. Itachi mengangkat bahunya dan membalikkan badan menuju pintu keluar.

"Kau aman kali ini, pink", Itachi mengisyaratkan Hana agar mengikuti nya.

Hana melangkah pergi mengikuti Itachi sambil menabrakkan bahunya dengan Sakura. Shion mendesah kecewa, setelah itu meninggalkan ruangan yang diikuti oleh Tayuya, Pein, Kisame setelah itu diikuti oleh Deidara, Izuna dan Tobi.

Karin melangkahkan kakinya pelan kearah Sakura, "Mungkin Itachi sedang berbaik hati melepaskanmu, pinky. Tapi aku tidak akan berbaik hati seperti itu. Jadi bersiap saja", setelah mengucapkan hal misterius itu kakinya yang terbalut sepatu pantofel hitam melangkah keluar ruangan -markas- Kingdom.

Sakura menghembuskan nafasnya lega. Matanya melihat kearah sofa dan tiba-tiba terkejut.

Gaara. Rei Gaara. Teman sekelasnya. Masih ada disini. Duduk diam menatapnya yang dengan kikuk menundukkan kepalanya lagi. Mengalihkan tatapannya dari mata Gaara yang tak terbaca.

Gaara menekan rokoknya keatas asbak. Sakura tersingkap melihat itu. Dia tidak pernah tau Gaara merokok. Gaara memasukkan tangannya ke saku celana hitamnya, dan melangkahkan kakinya kearah pintu.

Tangan Gaara membuka pintu itu dan menahannya, "ayo keluar".

Sakura terkejut mendengar Gaara menunggunya, dengan langkah kikuk Sakura mendekati Gaara yang sedang menahan pintu untuknya.

Wangi maskulin Gaara tercium kehidung Sakura karna tanpa sengaja siku Sakura tersentuh dada Gaara. Gaara menutup pintu dibelakangnya. Menguncinya dan memasukkan kunci tersebut ke kantungnya, dan menatap Sakura.

"Mau apa lagi? Sana masuk kelas", perintah Gaara.

"Kau tidak masuk kedalam kelas juga?", Sakura memberanikan diri mengucapkan kalimat tersebut dengan pipi memerah malu.

Gaara menarik sudut bibirnya sedikit, "kau menarik Sakura", ucap Gaara lalu melangkah menjauhi Sakura.

Sakura yang mendengar itu sontak mengalihkan pandangannya kearah punggung Gaara yang berjalan menuju taman samping sekolah dan menghilang dibalik semak-semak. Sepertinya pemuda itu sedang tidak ingin mengikuti pelajaran MOS kali ini.

Sakura memegang pipinya yang memerah malu dengan kedua tangan. Matanya terpejam senang dan bibirnya melukiskan senyuman senangnya. Dadanya yang berdebar cukup membuktikan Sakura malu mendengar Gaara menyukainya.

'Menyukaiku? Apa maksud Gaara'.

oOo AIC oOo

Bulan keenam.

Sakura melangkahkan kakinya menuju sebuah bangku yang berada di depan taman. Sakura membawa 3 buku besar ditangannya. Dia tidak sedang bersama Tamuri sekarang. Gadis itu dipanggil keruang tata usaha untuk mengurus keabsenan murid yang hadir hari ini.

Sakura membuka buku setebal 3 cm berjudul Biologi ditangannya pada bagian pertengahan, mengeluarkan pensilnya dan mulai menulis hal-hal penting untuk diingat.

Di sekolah ini, dia memang hanya fokus belajar. Dia memilih sekolah ini bukan tanpa alasan. Dia akan mengambil beasiswa penuh untuk jenjang selanjutnya yang memang banyak disediakan untuk kebanyakan siswa-siswi disekolah ini.

Tak lama berselang, Sakura mendengar suara petikan gitar yang diiringi nyanyian seseorang pemuda. Sakura mengenal suara ini! Suara Gaara.

Sakura mendongakkan kepalanya kesamping untuk melihat kearah taman. Sakura tersenyum manis melihat pemuda itu sedang memetik gitar nya sambil bernyanyi.

Sakura menatap Gaara yang sedang bernyanyi sambil menatap perempuan didepannya yang masih fokus menggambar dibuku sketsanya. Gadis pirang itu sesekali menatap Gaara dan tersenyum kecil.

Itachi menatap Sakura sedang melihat kearah taman sambil cekikan malu. Matanya melirik Hana yang sedang memakan sate kerang yang ada ditangannya. Melihat Itachi berhenti, Hana mengikuti arah pandangan Sakura dan tersenyum sinis.

"Ayo kesana", Hana terhenti saat Itachi menangkap tangannya sambil menatap Sakura.

"Jangan lakukan apapun padanya, sayang", Itachi menatap Hana tajam.

Hana memajukan bibirnya kesal, "Oh, sekarang kamu udah mulai membelanya? Sebentar lagi apa? Menyukainya seperti yang ada didalam novel-novel remaja?".

Itachi tersenyum tipis dan mencium bibir mengerucut Hana sekilas gemas. Hidung mancungnya bersentuhan dengan Hana.

"Hanya kau, Hana. Kau tahu itu, kan?". Itachi menatap mata Hana lembut.

Hana merona mendengarnya. Kepalanya mengangguk pelan dan mrnggandeng tangan Itachi menuju taman.

"Wah..wah..wah lihat siapa ini? Sakura haruno", cibir Hana. Hana mendekati Sakura dan melihat kearah taman.

Itachi mrnaikkan alisnya saat mrlihat Sakura menegang melihat mereka. "Menikmati waktu menguntitmu, nona?".

Itachi mendekati Sakura yang sudah terpojok didinding kaca. "Kau tahu kan apa yang akan dilakukan Gaara jika mengetahui kau lancang sekali hari ini?". Itachi semakin melangkahkan kakinya, "hari ini kau selamat. Aku tak akan memberitahu siapapun".

Setelah mengatakan itu Itachi dan Hana pergi dari hadapan Sakura tanpa mengucapkan satu kata apapun.

Itachi melangkah mendekat kearah Gaara yang sedang bernyayi sambil menatap Shion. Bibir tipisnya berdeham pelan yang membuat Gaara mengalihkan matanya dari Shion untuk melihat Itachi.

"Kulihat si culun itu sedang menguntitmu tadi, Gaara", Hana mengambil tempat duduk disamping Shion dan merebut lukisan yang berada ditangan Shion.

Sementara Gaara, tetap memainkan gitarnya tenang. "Terus?".

Itachi yang berada disebelahnya memutar kunci gitar Gaara. "Kau tidak senang? Ada yang menyukaimu, loh".

Gaara mendelik tak suka. "Biarkan saja. Dia pengganggu".

oOo AIC oOo

Sepuluh bulan kemudian.

Sialan.

Sakura tertipu.

Netra hijaunya menatap Tamuri yang sedang bercanda tawa dengan Karin. Kemarin, Sakura memergoki Tamuri yang sedang membicarakan dan menjelek-jelekkan Sakura didepan Karin.

Sakura mendengus kesal.

Tamuri termakan umpan Kingdom. Mana ada kucing yang akan lari ketika diberi ikan asin?

Tamuri memang dari dulu mengagung-agungkan Kingdom didalam hatinya. Setiap dia bercerita pada Sakura, pasti ujung-ujungnya menceritakan kingdom.

Kingdom yang berkuasa.

Kingdom yang berada.

Kingdom yang diincar.

Kingdom, kingdom, kingdom. Sakura muak melihat kemuka duaan orang yang pernah menjadi Sahabatnya itu.

Tamuri, mantan Sahabatnya itu, ternyata sudah dipengaruhi Karin dengan imbalan bisa bergabung dengan geng ternama di sekolah itu. Kemarin, Sakura mengetahui sejauh mana kebusukan sahabatnya. Ternyata, dari dulu Tamuri memang tak pernah menjadi Sahabat sejatinya.

Pantas saja, Kingdom selalu tahu kelemahannya, Sakura heran kenapa dia tak pernah menyadarinya?

Ternyata, Tamuri lah yang membocorkan ke publik tentang skandal Itachi dan Hana yang kepergok ciuman untuk memanas-manasi pasangan terbeken di sekolah itu agar bersama-sama menekan Sakura.

Karin benar-benar keterlaluan!

Dengan terbongkar sisi buruk Tamuri didepan matanya. Saat itu juga, sakura menyatakan perang kepada Tamuri. Dan disinilah Sakura sekarang, diatap sekolah, sendirian, dan memakan bekalnya yang menyedihkan. Sungguh menyedihkan sekali hidupnya sekarang ini.

BYUR

"Menyebalkan. Harusnya aku tahu dari awal".

Sakura mendongak melihat ember yang ditumpahkan oleh beberapa orang tak dikenal dari atas rooftop tempatnya saat ini. Siswa perempuan itu hanya menatap Sakura dengan pandangan jahil lalu pergi begitu saja.

Sakura mengepalkan tangannya.

Sakura benci Kingdom.

Ini pasti perbuatan Kingdom.

Sakura benci!

Tbc..

A/n :

Aku mulai gayakin bisa namatin fic ini dan yang lain wkwkkw. Aku sekarang sudah mulai aktif menulis di wattpad. Dan banyak draf yang aku buat disana. Ditambah draf ffn yang belum selesai. Totalnya kira2 10 draf yg harus kukerjakan.

Fake or original mungkin tunggu dulu ya. Bukan discontinue kok, aku akan tetap berusaha mengerjakannya sebisa mungkin. Sama dengan am i crazy? . Semua akan kucoba, akan kutuntaskan ini semua Hahahaha

Oke deh :)

Kalian tahu kan aku mengetik cerita ini untuk kalian :) aku menghargai perasaan kalian. Soo... mind to read and review me?

Bubyee..