Chapter 2 has come...so many typo here, hope u enjoy it.
Happy Reading!
Terlihat seorang namja kecil duduk di salah satu bangku taman - tempat biasa orangtua murid menjemput putra putri mereka – sambil asik memainkan PSP hitam miliknya. Kyuhyun – namja kecil itu – sepertinya tak sadar jika ummanya sudah ada di depannya. Kibum tersenyum melihat mimic lucu putranya yang tengah berjuang mengalahkan musuh – musuhnya dalam game tentunya. Akh selalu saja seperti ini, tidak akan pernah peduli dengan lingkungan sekitar jika sudah asik dengan mainan kesayangannya itu, batin Kibum.
"ehem! tuan muda, apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Kibum, masih tetap mempertahankan senyumnya.
"mommy!" bukannya menjawab Kyuhyun justru langsung menerjang Kibum, memeluknya.
"apa menunggu lama? Mianhae,ne?"
"ukh mommy lama sekali. Sangat lama," jawab Kyuhyun sambil memperlihatkan bibirnya yang dipoutkan. Aish.. anak ini slalu saja menggemaskan, lagi – lagi Kibum membatin. Begitulah Kyuhyun, tidak pernah bisa bersabar, dan menunggu bukan sesuatu yang menyenangkan bagi namja pecinta game ini, walaupun hanya sebentar.
"mommy benar – benar minta maaf, chagiya.." sesal Kibum sambil menunjukkan ekspresi – pura – pura – sedih dan menyesal. Diliriknya sang anak yang ternyata masih mempertahankan wajah kesalnya. 'cara ini pasti berhasil,' pikir Kibum.
"sebagai permintaan maaf mommy akan ajak kyunie jalan – jalan, otte?" tawar Kibum. Ia yakin cara ini ampuh untuk anaknya yang sedang merajuk.
"jalan – jalan? Apa itu juga termasuk…"
"eum! Termasuk membeli kaset game dan mainan, otte?" Kibum memotong kalimat Kyuhyun sebelum anaknya selesai bicara. Kibum mengerti dengan definisi "jalan – jalan" versi Choi Kyuhyun. Kyuhyun masih nampak memikirkan tawaran ummanya. Gayanya benar – benar lucu, satu tangan ia lipat di depan dada sedang tangan yang lain ia gunakan untuk mengetuk – ketuk dagunya. Dan Kibum yang melihat tingkah ajaib anaknya hanya terkekeh dalam hati, mengulum senyum. Jika ia tertawa itu hanya akan merusak suasana, atau lebih tepatnya merusak ekspresi – pura – pura – bersalahnya.
"benarkah?" tanya Kyuhyun kembali memastikan.
"apa mommy pernah ingkar?" kini Kibum yang balik bertanya. Kyuhyun hanya menggeleng menjawab pertanyaan Kibum. Memang benar bahwa mommynya ini tidak pernah ingkar padanya. Jika Kibum menjanjikan sesuatu untuknya maka esoknya mereka akan pergi untuk membeli sesuatu tersebut. Kalau sudah seperti ini sangat mudah bagi Kyuhyun untuk mendapatkan apa saja yang dia mau. Terlalu memanjakan? Yaaa memang bisa dikatakan seperti itu mengingat Kyuhyun adalah satu – satunya malaikat kecil yang dimiliki keluarga Choi.
"kalau begitu kajja, mom. Kyunie sudah lapar menunggu mommy. Kyunie juga ingin kaset Winning Eleven versi terbaru. Kata Changmin, itu limited edition, mom," ucap Kyuhyun menuturkan keingannya.
Bingo! Tebakan Kibum tepat sasaran dan rencana Kibum membuat sang anak berhenti merajukpun sukses.
"hanya itu? Baiklah, kajja kita pergi!"
Mereka – ibu dan anak – melangkah riang menuju mobil yang dibawa Kibum meninggalkan sekolahan Kyuhyun.
Sampailah mereka di sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari sekolah kyuhyun. Restoran minimalis yang cukup memuaskan perut mereka. Kyuhyun setengah berlari menghampiri salah satu meja, tempat favoritnya, pojok dekat jendela. Kibum hanya menggelengkan kepalanya, sudah tidak sabar eoh, pikir kibum. Seorang pelayan datang membawakan buku menu unuk mereka.
"kau mau makan apa, sayang?" tanya kibum pada kyuhyun yang langsung sibuk memilih menu ketika pelayan tadi memberinya buku menu.
"spaghetti dan milkshake saja,mom" jawab kyuhyun sambil meletakkan buku menu tersebut.
"baiklah, kami pesan dua spaghetti dan 2 milkshake." Kata kibum ramah pada sang pelayan.
"baik, nyonya. Silakan ditunggu sebentar." Lalu pelayan itu pergi mengambil pesanan.
Tak berapa lama dua spaghetti dan dua milkshake pun datang. Kyuhyun memandangnya berbinar. Rupanya perut tuan muda yang satu ini benar – benar lapar ya?
"cha..sekarang ayo kita makan." Kata – kata kibum sepertinya sedikit mengagetkan kyuhyun, terbukti dia langsung mendongakkan kepalanya begitu mendengar mommynya bersuara.
"selamat makan!" ucap mereka bersama dan memulai kegiatan makan mereka. Tampak kyuhyun makan dengan lahapnya dan kibum memandang putranya dengan sedikit khawatir, takut kyuhyunnya tersedak.
"mommy." Panggil kyuhyun tiba – tiba.
"wae babby?"
"kenapa kita tidak ajak daddy makan bersama saja?"
"daddymu pasti sedang sibuk,sayang." Ide kyuhyun memang brilian tapi kibum benar, ayahnya pasti sedang sibuk mengingat posisinya sebagai pemimpin perusahaan besar. Sejak choi hankyung – ayah siwon – memberikan kuasa penuh atas perusahaannya di korea, sejak saat itu siwon jadi sulit untuk diajak makan siang bersama dan sering lembur. Kyuhyun tampak kecewa dengan kenyataan bahwa ayahnya memang super sibuk. Sadar putranya kecewa, kibum sibuk berpikir harus bagaimana.
"aaaa kita telpon daddy saja, otte?" sebuah ide muncul dari kibum, menelepon siwon.
"setuju. Kalau begitu cepat telpon daddy, mom. Kyunie ingin suruh daddy tidak lembur malam ini. Kyunie ingin main dengan daddy. Rasanya sudah lama tidak main dengan daddy." Cerocos kyuhyun panjang. Memang benar dia sudah lama tidak bermain dengan daddynya jadi tidak salahkan jika ia minta daddynya pulang lebih awal? Kibum lega karena idenya diterima dengan baik oleh putranya. Kibum segera mencari selfphone dalam tasnya. Ketika sedang asik mencari, pandangan kibum tertuju pada sebuah amplop coklat dalam tasnya. Amplop itu hasil tes kesehatannya. Terngiang kembali semua ucapan donghae tentang chemotherapy, tentang kesehatannya, tentang penyakitnya. Kibum mulai berkaca – kaca mengingat itu semua hingga sebuah suara menginterupsinya.
"mommy. Mom, are you oke?" itu adalah suara kyuhyun yang terlihat heran karena kibum seperti hanya memandangi tasnya saja.
"ne. gwenchana." Seketika kibum kembali dari lamunannya. Sadar dia tidak sendiri, ada kyuhyun bersamanya.
"ah ini dia." Ucap kibum terlihat senang sambil memberikan selfphone nya pada kyuhyun. Dengan segera tangan kyuhyun bergerak lincah mengotak – atik benda persegi panjang berwarna putih itu. Tak butuh waktu lama kyuhyun menemukan nomor kontak ayahnya.
Tuuut tuutt tuuutt
"yeoboseo" akhirnya terdengar suara berat dari seberang sana yang bisa dipastiakan adalah siwon, daddynya.
"daddy." Kyuhyun hamper saja berteriak mendengar suara ayahnya. Seperti sudah bertahun – tahun saja.
"eoh kyunie. Ada apa menelepon daddy,baby?" suara siwon terdengar sedikit kaget. Tidak tahukah kau choi siwon, putramu ini begitu rindu padamu walaupun kalian setiap hari bertemu di rumah. Tapi yang dia rindukan adalah perhatianmu. Kau selalu brangkat sangat pagi dan pulang terlalu larut. Bahkan kau tidak punya waktu barang sebentar sekedar menanyakan bagaimana sekolahnya,kan?
"kyunie sedang makan bersama mommy. Awalnya kyunie ingin mengajak daddy tapi kata mommy daddy pasti sedang sibuk. Ukh. Kapan daddy berhenti sibuk? Kapan daddy tidak lembur? Kapan kyunie bisa bermain lagi dengan daddy?" kyuhyun sudah mulai mengeluarkan gaya – tuan muda merajuk – nya. Dan itu selalu terlihat lucu di mata kibum hingga membuat tersenyum. Biarkan saja kyuhyun mengeluarkan semua keluhannya pada sang ayah,pikir kibum.
"mianhae, jeongmal mianhae nae aegya. Daddy janji hari ini daddy akan pulang lebih awal."
"jeongmal?" mode merajuk kini sudah berganti berbinar begitu mendengar apa yang dikatakan ayahnya tadi.
"yaksok. Sekarang tolong berikan teleponnya pada mommy." Pinta siwon.
"oke." Segera kyuhyun menyerahkan ponsel tersebut pada kibum.
"daddy ingin bicara dengan mommy. Daddy bilang hari ini daddy akan pulang lebih awal."
"benarkah?" ucap kbum seraya meraih ponsel tersebut. Kini ponsel itu sudah berada di tangan kibum.
"yeoboseo" sapa kibum lembut.
"kibumie, kalian sedang makan?"
"ne. kau sudah makan? Kau harus makan lagipula pagi tadi kau tidak sarapan. Jangan bekerja terlalu keras, ingat kesehatanmu."
"iya, aku sudah makan."
"kyuhyun bilang kau akan pulang awal malam ini. Dia sangat merindukan daddynya."
"ne, arrayo. Aku akan pulang lebih awal malam ini. Eoh bummie, I have to go now. I have a meeting to attend. I'll see you at home."
"ne. sara-"
Tut tut tut
Belum sempat menyelesaikan kata "sarangahae" siwon sudah memutus sambungan telepon sepihak. Kibum hanya tersenyum miris. Dulu bahkan siwon tidak rela memutus sambungan telepon dengannya. Begitu sibuknyakah, batin kibum.
"Jadi, kau akan pulang malam ini?" tanya sebuah suara yang keluar dari mulut seorang yeoja yang ternyata adalah sekretaris Siwon, Tiffany. Sekretaris sekaligus kekasih gelap seorang Choi Siwon.
"Ne. mianhae." Jawab Siwon penuh rasa sesal.
"Aku juga akan mengatakannya pada Kibum." Lanjut Siwon.
"Mengatakan apa? Maksud oppa mengatakan tentang…."
"Ne."
dengan begini Siwon memang harus pulang lebih awal karena dia sudah berjanji pada Kyuhyun. Selain itu dia juga punya sesuatu untuk dibicarakan dengan Kibum.
Dan benar, Siwon pulang lebih awal. Kyuhyun sangat senang menyambut ayahnya. Terbukti sejak sore tadi Kyuhyun terus menempel pada Siwon. Mulai dari mengerjakan pekerjaan rumah Kyuhyun, bermain PS, sampai makan malam Kyuhyun terus mengoceh tentang banyak hal. Kibum merasa lega karena akhirnya Kyuhyun bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya. Sesuatu yang sangat jarang didapatkan putranya. Walapun Kibum selalu memenuhi semua kemauan Kyuhyun tapi Kyuhyun juga tetap membutuhkan perhatian ayahnya,kan?
Kini keluarga kecil itu tampak sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton sebuah acara prime time. Tidak terlalu memperhatikan acara televisi karena mereka – Kibum dan Siwon – lebih menanggapi celotehan buah hati mereka.
"sudah malam, waktunya jagoan daddy tidur,eoh." Kyuhyun tampak sedikit kecewa, kenapa malam begitu cepat. Setelah ini dia tidak yakin akan bisa seperti ini lagi besok, menghabiskan waktu bersama daddy dan mommynya.
"mom~" Kyuhyun mulai mencari dukungan dari ibunya seperti biasa tapi sepertinya Kyuhyun harus kecewa kali ini. Karena Kibum lebih berpihak pada ayahnya.
"heeeii jangan seperti itu. Daddymu benar, besokkan Kyunie harus masuk sekolah. Mommy tidak mau besok kau kesiangan." Jawab Kibum bijaksana. Kadang Siwon merasa kagum pada Kibum yang bisa mengendalikan Kyuhyun, bersabar menghadapi sifat manja Kyuhyun. Hei Choi Siwon, tentu saja Kibum mampu. Diakan ibunya, yg melahirkan putramu, lupakah?
"baiklah. Good night mom. Good night dad," ucap Kyuhyun dengan wajah sedikit ditekuk sambil mencium pipi Kibum dan Siwon bergantian.
"good night son" jawab Siwon dan Kibum bersamaan. Sepasang orangtua ini terkekeh melihat tingkah putra semata wayang mereka.
"apa dia sering seperti itu?" tanya Siwon pada Kibum.
"tidak. Karena biasanya dia akan menggerutu jika aku menyuruhnya tidur."
"menggerutu?" tanya Siwon tidak mengerti.
"iya menggerutu. 'memangnya ini jam berapa? Kenapa daddy belum juga pulang?' atau 'apa aku tidak boleh menunggu sampai daddy pulang?' kira – kira begitu." Jawab Kibum santai sambil menirukan gaya bicara Kyuhyun.
"dan aku juga harus menemaninya hingga tertidur." Tambah Kibum.
"lalu kenapa sekarang dia tidak memintamu menemaninya tidur?" tanya Siwon penasaran.
"itu karena kemauannya terpenuhi. Menghabiskan waktu bersama daddynya."
Hening. Mereka tampak dengan pikiran mereka masing – masing. Siwon tertunduk, dia sadar memang selama ini ia kurang memperhatikan Kyuhyun. Dia selalu pulang ketika Kyuhyun sudah terlelap dan ternyata putranya ikut menemani sang ibu menunggu dirinya. Terdengar helaan nafas dr Siwon.
"mianhae.." Siwon mengucapkannya dengan penuh penyesalan.
"heum? Maaf? Kenapa minta maaf? Untuk apa? Dia tidak butuh ungkapan maafmu. Yang dia butuhkan adalah perhatianmu. Dia sangat membutuhkannya Siwonie." Seulas senyum Kibum pamerkan pada suami nya sebelum beranjak menuju dapur. Namun dengan cepat Siwon menggenggam pergelangan tangannya. Kibum tampak bingung.
"waeyo?" tanya Kibum tanpa berniat melepas genggaman Siwon.
"duduklah, ada yang ingin aku bicarakan." Jawab Siwon singkat.
'apa mungkin ini saatnya aku memberitahu Siwon tentanng penyakitku? Huhf, baiklah.' Kibum menuruti kata Siwon,duduk.
"baiklah. Aku juga ada yang ingin aku sampaikan padamu."
"benarkah? Kalau begitu katakan saja."
"tidak, kau saja dulu. Jadi ada apa ?" tanya Kibum yang mulai tampak penasaran. Kau harus bersiap Kibum karena ini bukanlah hal baik untuk mu, untuk keluargamu.
Huhf~. Terdengar helaan nafas dari namja yang telah hidup dengan Kibum selama 7 tahun.
"mianhaeyo Kibumie, kita berpisah saja." Lirih Siwon namun masih sanggup didengar jelas oleh Kibum. Seakan semua berhenti berputar. Seperti didorong ke dalam jurang yang dalam nan curam. Sakit. Hancur. Kibum merasakannya. Apa maksud suaminya? Berakhir? Tapi mereka tidak hidup di masa SMA dimana mereka baru merasakan cinta, menjalin hubungan tanpa komitmen dan bisa berakhir kapan saja. Bukan. Mereka menjalin hubungan dengan penuh komitmen. Mengikat komitmen mereka dengan janji. Janji untuk selalu bersama selamanya. Janji suci di depan Tuhan, bagaimana mungkin bisa berakhir?
"apa? Jangan bercanda Siwonie..ini tidak lucu." Walaupun tidak ada air mata namun mata itu menyiratkan luka yang amat dalam. Bukannya Kibum tidak mengerti dengan maksud Siwon hanya saja dia ingin tidak percaya.
"mianhae Kibumie.. jeongmai mianhae, tapi aku.."
"wae? Apa karena yeoja lain?" tanya Kibum memotong perkataan Siwon. Kalimat itu seketika membuat Siwon yang menunduk sambil menggenggam tangan Kibum mengangkat kepalanya menatap Kibum.
"em..itu.." kibum tersenyum miris.
"dengan siapa? Apa dengan perempuan itu? Sekretarismu, Tiffany Hwang?" kini tatapan Kibum begitu mengintimidasi. Siwon tampak terkejut. Bagi Siwon itu tidak terdengar seperti pertanyaan melainkan pernyataan. Dan benar.
"Kibum..kau.."
"aku tahu? Cih, jadi benar ya." Kibum membuang pandangannya dan melepaskan genggaman Siwon.
"kau pikir siapa aku? Aku istri mu. Bukan setahun atau dua tahun kita bersama, jadi bagaimana mungkin seorang istri tidak bisa merasakan jika suaminya sudah mulai berubah, mulai menjauh, punya rumah lain untuk dia pulang. Aku tahu Choi Siwon." Ungkap Kibum penuh emosi. Air matanya sudah tidak sanggup dibendung lagi. Kini wajah cantiknya yang selalu tersenyum penuh berlinang air mata.
"mianhae..aku menyembunyikan ini dari mu. Jeongmal mianhae..sebenarnya aku sangat berat melepasmu."
"lalu?"
"aku juga tidak bisa meninggalkannya." Siwon semakin menundukkan kepalanya. Namja ini tak kuat melihat Kibum berurai air mata. Mendengar jawaban Siwon, Kibum mengusap air matanya kasar.
"araseo." Kini Siwon memandang bingung yeoja di sampingnya. Menurutnya respon yang diberikan Kibum begitu ambigu. Mengabaikan tatapan bertanya dari sang suami, Kibum hendak bangkit dari duduknya namun Siwon lebih cepat mencekal tangannya sebelum ia berhasil berdiri dan membawanya kembali terduduk.
"kau tadi bilang ada yang ingin kau katakan padaku. Apa itu?" siwon ingat Kibum juga ingin mengutarakan sesuatu. Kibum sendiri seperti diingatkan 'dukamu belum berakhir,kim kibum.' Iya, Kibum memang akan memberitahu Siwon tentang penyakitnya, tapi apa dia masih sanggup mengatakannya? Tidak, dia tidak ingin terlihat semakin mengenaskan dan dikasihani oleh Siwon. Saat ini nasib rumah tangganya sedang menguasai pikirannya. Kenyataan yang baru saja ia terima lebih menyakitkan dari pada kanker yang sedang menggerogoti tubuhnya.
"obseoyo. Tidurlah, hari ini kau pasti lelah." Ya, Kibum putuskan Siwon tidak perlu tahu perihal penyakitnya.
Kamar itu terlihat begitu ramai dengan berbagai macam action figure, berbagai jenis mobil – mobilan dan pesawat,dan beberapa koleksi game portable, cat biru pada kamar memperjelas bahwa itu adalah kamar seorang namja. Pada pintu bagian depan terdapat semacam papan nama menunjukkan siapa pemilik kamar tersebut, Choi Kyuhyun. Ya, kamar ini milik Kyuhyun, namja kecil kesayangan Kibum.
Kibum memasuki kamar putra kesayangannya, mengamati kamar tersebut sambil menggeleng – gelengkan kepalanya. Kamar itu masih sama, berantakan. Dengan sabar Kibum memungut satu per satu mainan tersebut dan mengembalikan pada tempatnya. Selesai dengan mainan Kyuhyun yang bertebaran di lantai, Kibum beralih pada meja belajar yang terletak dekat pintu. Alat tulis dan buku matematika masih ada di atas meja. Sepertinya sang anak terlalu lelah hingga tak sanggup untuk memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Dengan isengnya Kibum memeriksa pekerjaan rumah Kyuhyun. Tak butuh waktu lama untuk memeriksa pekerjaan rumah siswa tingkat satu elementary school. Kibum tahu jika Kyuhyun sangat suka pelajaran berhitung. Puteranya ini selalu mendapatkan nilai memuaskan untuk pelajaran berhitung begitu juga pelajaran lainnya maka tak heran jika semester lalu Kyuhyunnya menjadi juara kelas. Sesuatu terjatuh dari dalam buku Kyuhyun membuat Kibum penasaran. Dengan alis berkerut Kibum mengambil sesuatu yang ternyata adalah sebuah kertas. Kibum pikir itu hanyalah kertas coretan putranya tp ternyata itu adalah surat edaran dari sekolah Kyuhyun. 'Kenapa Kyuhyun tidak memberikan surat ini padaku?' begitulah pikir Kibum. Kyuhyun memang selalu akan memberikan surat edaran dari sekolahnya pada Kibum bila ada pengumuman penting. Kibum memang sangat memperhatikan putranya mengingat Kyuhyunlah satu satunya putra yang dia punya. Dia ingin segalanya yang terbaik untuk Choi Kyuhyunnya tak terkecuali urusan pendidikan. Ternyata isi surat tersebut adalah pemberitahuan tentang ujian akhir semester yang akan diadakan pada minggu terakhir bulan ini. Tiba – tiba dia teringat akan penyakitnya. Kata Donghae, kemungkinan dia bisa bertahan paling lama adalah sebulan,jadi sisa hidupnya tidak akan lebih dari sebulan. Kibum kembali diajak mengingat pembicaraannya dengan sang suami yang mengajaknya berpisah. Kibum terduduk lemas memikirkan semua itu. Penyakitnya, perceraiannya, dan Kyuhyun. Ya, Kyuhyun. Putranyalah yang akan menjadi korban perceraian mereka. Perlahan Kibum berjalan menuju satu – satunya ranjang dimana terdapat seorang namja kecil tengah tertidur pulas. Mendudukkan tubuh ringkihnya pada pinggiran ranjang, membelai surai halus sang putra penuh sayang. Air mata tak terbendung lagi. Bagaimana mungkin malaikat kecil ini mendapati orang tuanya berpisah? Kibum tidak sanggup. Kyuhyun masih terlalu dini memahami dan menerima semua kenyataan yang menimpa keluarganya. Dia masih butuh orang tua yang lengkap, bukan hanya umma bukan pula hanya appa tapi umma dan appa, keduanya. Kibum takut jika putranya akan terpuruk karena hal ini, apalagi sebentar lagi ujian akhir semester Kibum tidak ingin putranya menjadi sedih dan tidak focus dalam belajar. Kibum tidak ingin putranya gagal.
"bagaimana ini baby? Daddymu sudah tidak mencintai mommy lagi hiks dia ingin berpisah dengan mommy hiks hiks hiks," Kibum mati – matian meredam isak tangisnya agar tidak mengganggu tidur sang putra.
"mommy sama sekali tidak menginginkannya hiks hiks mommy masih sangat mencintainya."
"mommy tidak ingin Kyunie sedih. Mommy tidak sanggup jika Kyunie hancur. Mommy sangat sayang Kyunie. Ottokhe? Mommy harus bagaimana sayang? Apa yang harus mommy lakukan agar daddy tidak pergi dari kita? Ottokheyo? Hiks hiks hiks.." tangisnya semakin pecah. Kini Kibum telah mendekap tubuh Kyuhyun, menumpahkan kesedihannya di sana. Malam ini entah sampai jam berapa Kibum menangis hingga ia tertidur di samping Kyuhyun.
Matahari masih belum nampak tapi sepertinya tidur yeoja ini sudah mulai terganggu. Perlahan ia coba membuka manic indahnya. Berat. Matanya terasa berat untuk dibuka. Tentu saja, hampir semalaman dia menangis jadi dapat dipastikan matanya sembab. Kibum – yeoja itu – melirik pada jam weker di atas meja nakas. "masih setengah lima ternyata", gumam Kibum. Merubah posisinya menjadi duduk sambil bersandar pada kepala ranjang. Kibum sadar dirinya ada di kamar putranya, diusapnya surai ikal milik namja ciliknya, mengecup kening, pipi dan bibir Kyuhyun dengan penuh sayang. "saranghae". Kibum – dan juga ibu manapun – tak akan pernah merasa cukup mengucapkannya sekali,dua kali,tiga kali,bahkan bersedia berkorban apapun demi anak mereka, begiu juga Kibum. Tanpa diperintah otak Kibum kembali mem-flashback apa – apa saja yang telah terjadi. Dan tentu saja dia harus kembali mengingat penyakitnya, nasib rumah tangganya, dan ujian Kyuhyun. Bagi Kibum, segala hal yang berkaitan dengan Kyuhyunnya akan menjadi prioritas utama, begitu juga pada masalah ini. Jadi ini bukan saatnya untuk terus bersedih dan mengisi keadaan tanpa berbuat apapun. Kibum harus berbuat sesuatu agar Kyuhyun tidak tahu apa yang sedang terjadi pada kedua orng tuanya. Pasalnya Kyuhyun adalah anak yang cerdas, selalu menanyakan apa saja yang mengusik pikirannya. Jadi bukan tidak mungkin jika anaknya akan menanyakan kenapa salah satu orang tuanya tidak tinggal bersama lagi, kenapa mereka tidak tidur dalam satu kamar, atau kenapa ibunya ada di rumah sakit, memang ibunya sakit apa, dan pertanyaan – pertanyaan tak terduga lainnya. Dan Kibum tidak sampai hati mengatakan kebenarannya. Tidak, Kibum tidak akan sanggup. Beranjak dari ranjang menuju meja belajar, mengamati kalender yang ada di sana.
"hari ini tanggal satu." Lirihnya
"mungkin paling lama kau bisa bertahan sebulan….kau harus menjalani chemotherapy…" ucapan Donghae kembali terngiang. Kibum menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya. Tidak, Kibum tidak butuh itu.
"kita berpisah saja…"kali ini perkataan Siwon kembali terekam. Kibum mengalihkan pandangannya pada selembar kertas edaran dari sekolah Kyuhyun. Tekatnya sudah bulat, dia harus menjaga agar sang putra tetap focus belajar untuk ujiannya. Kibum tidak peduli dengan perceraiannya bahkan dia tak peduli akan penyakit yang siap merenggut nyawanya. Dia harus bertahan, dia harus bisa membuat Siwon bertahan di sisinya setidaknya sampai Kyuhyun melewati ujiannya. Ya, Kibum telah memutuskannya, lalu dia beranjak meninggalkan kamar buah hatinya menuju kamarnya. Dia harus menyampaikan ini pada Siwon.
T B C
Awal saya ngepos ini cuma iseng tp ternyata responnya diluar dugaan saya. Trimakasi dukungannya, kalo bnyak salah d sana sini harap maklum soal ny ini author amatir hehee
bumhanyuk : maaf ya agak mngecewakan, d sini donghae ga jd orng ketiga nya, saya pngen kasi kibum temen jd saya hadirkn eunhae ^^
astri407 : eum..ikutin crta ny aja ya biar tau kibum meninggal ato ga ahhahahaa #maksa
ssungmine : tenang, ini OTP kok soal ny saya jg penganut OTP heheheee
sparkyu amore : thanks, alasan siwon berpaling ntr ada d tengah cerita ^^ saya hampir lupa bagian ini,makasi yach
thanks to : andrey choi, mochiahrraelf, lia ok, raina94, kinan choi, kiky, guest, sps jjm jhh
Sbelumnya maaf mungkin saya ga bisa update cepet.
still need ur review guys ^^
