saya datang lagiiiii

makaasi uda nunggu

langsung baca aja yach..eh tp sbelum nya,,ini cerita cuma buah dr imajinasi saya sajaaa kok..hati2 bnyak typo d mana2 ^^

happy reading! ^^

Langkah kaki Kibum terhenti di depan pintu bercat coklat dengan tulisan "mom n dad". Ya, ini adalah kamarnya dengan Siwon. Setidaknya ini masih menjadi kamar mereka sampai sebulan kedepan. Nampak Kibum memejamkan matanya, kembali meyakinkan dirinya bahwa keputusannya adalah yang terbaik. Perlahan dia memutar knop pintu kamar tersebut. Tampaklah sebuah ruangan yang cukup luas dengan warna dominan putih. Di dalamnya terdapat kamar mandi, ruangan untuk pakaian, meja rias, sofa panjang, ranjang berukuran king size, seolah sedang mengabsen satu persatu apa saja yang ada di dalam sana. Manic matanya terhenti pada sebuah foto berukuran cukup besar yang tergantung tak jauh dari ranjang. Itu adalah foto mereka, foto Siwon dan Kibum ketika mereka menikah tujuh tahun yang lalu. Senyum bahagia tercetak jelas pada dua sosok dalam foto. Kibum tersenyum mengingat pernikahannya. Betapa bahagianya mereka saat itu. Tak ingin terlarut dalam masa lalunya yang indah, Kibum mengalihkan perhatiannya pada sosok yang masih betah bergelung dalam selimut tebalnya. Perlahan Kibum melangkahkan kakinya, menutup pintu dengan pelan tak ingin namja yang masih berstatus suaminya terusik. Kini Kibum mendudukkan dirinya di tepi ranjang, mengamati betapa sempurnanya pahan Tuhan yang diberikan untuknya. Tangan kurusnya terulur menjelajahi wajah tampan sang suami mulai dari dahi yang selalu berkerut lucu, alis tebal, mata indahnya, hidung bangirnya, pipi yang selalu dia kecup, dan bibir yang selalu mengucap kata cinta untuknya, dulu. Ya, dulu semua itu adalah miliknya dan seharusnya tetap menjadi miliknya selamanya.

"eeuunngg~~" sebuah lenguhan menyadarkan Kibum dari kegiatannya mengagumi sang suami dan dengan cepat menarik tangannya dari wajah tampan tersebut. Perlahan mata namja itu terbuka, sedikit terkejut mendapati Kibum berada tepat di hadapannya,

"Kibummie.." suara serak khas bangun tidur Siwon memecah kesunyian kamar mereka.

"good morning." Senyum terkembang indah di wajah yang selalu terlihat mempesona. Sejak Siwon hanyut dalam pesona Kibum yang bak putri salju. Kibum tersenyum seolah tidak pernah terjadi apapun semalam.

"semalam kau tidur di mana?" tanya Siwon penasaran.

"aku tidur bersama Kyuhyun."

"selalu seperti itu?" oh Choi Siwon, pertanyaan macam apa itu? Apa kau cemburu dengan putramu sendiri,eoh?

"ya, setiap kau tak pulang aku lebih memilih tidur bersama Kyuhyun dari pada tidur sendiri." Jawab Kibum santai. Begitulah, jika Kibum mendapat kabar Siwon tak pulang, ia akan tidur bersama buah hatinya. Entah kenapa Kibum selalu merasa jika dia tidur bersama Kyuhyun, dia merasa dekat dengan Siwon. Itulah alasannya, namun Kibum enggan mengatakan.

"sekarang bangunlah, ada yang ingin aku katakan." Lanjut Kibum. Siwon pun dengan patuh menuruti perintah Kibum.

"eum..Choi Siwon, mari kita berpisah." Ucap Kibum langsung pada poin utama.

",,," Siwon hanya melongo mendengar kata – kata Kibum. Mencerna apa yang telah dia dengar dari yeoja yang sampai detik ini masih menjadi istrinya. Entah harus bahagia atau sedih, Siwon cukup terkejut dengan keputusan Kibum. Siwon pikir tidak akan mudah mendapatkan persetujuan dari Kibum mengenai ajakannya untuk berpisah tapi ternyata hanya dalam satu malam Kibum setuju untuk berpisah.

"aku serius, Siwonnie. Aku sudah memikirkannya. Kau benar, lebih baik kita berpisah saja."

"benarkah? Kau tidak sedang bercandakan, Choi Kibum?"

"ne, apa aku terlihat sedang bercanda? Tidak, aku serius sama seperti kau yang serius mengajak berpisah. Dan..Choi Kibum..aku pikir, aku akan menyandang nama itu selamanya tapi sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan marga Kim-ku." Kali ini Kibum menjawab dengan dingin.

"tapi, aku ingin mengajukan beberapa syarat." Lanjut Kibum.

"syarat?" dahi Siwon berkerut ketika mendengar Kibum mengajukan syarat.

"ne. aku akan pergi dari hidupmu jika kau sanggup memenuhi persyaratanku."

"kalau begitu katakan, aku akan mengabulkannya." Jawab Siwon percaya diri. Hei, tentu saja namja ini percaya diri, apa yang tidak bisa dia beri, dia memiliki hampir segala hal yang diinginkan kebanyakan orang.

"aku hanya minta waktumu sebulan. Aku ingin setiap pagi selama sebulan kau menggendongku dari kamar ketika akan sarapan. Selama sebulan jadilah ayah yang baik untuk Kyuhyun. Dan selama sebulan aku ingin kau, aku, dan juga Kyuhyun menghabiskan waktu bersama sebagai sebuah keluarga. Keluarga yang utuh. Bagaimana? Kau sanggup? Aku rasa kekasihmu tidak keberatan jika harus menunggu sebulan lagi. Bukankah dia sudah menunggu satu tahun ini? Jadi apa salahnya bersabar sedikit lagi." Kibim mengutarakan syaratnya dengan mantap ditambah sedikit sindiran untuk calon mantan suaminya. Sedangkan Siwon tampak sedang berpikir. 'hanya itu?' siwon bertanya dalam hati. Pasalnya Siwon mengira Kibum akan meminta uang, rumah, mobil, bahkan dia berpikir jika sebagian sahamnya ikut dirampas. Tapi nyatanya tidak, karena bagi Kibum itu semua tidaklah penting dibanding keluarganya. Jujur saja, Siwon sedikit lega karena Kibum tidak mengincar hartanya. Sepertinya Siwon lupa jika sejak awal kibum adalah sosok yang sederhana.

"baiklah aku setuju." Tanpa curiga Siwonpun menyanggupinya.

"oke, deal?"

"deal" jawab Siwon mantap dan merekapun bersalaman. Tak lama Kibum beranjak dari ranjang nyaman tersebut. Belum jauh Kibum melangkah Siwon ikut beranjak dan dengan cepat memeluk Kibum dari belakang. Yang mendapat pelukkan pun sedikit terkaget.

"gomawo..kau adalah istri yang baik tapi maafkan aku karena aku bukan namja yang baik untukmu. Aku yakin setelah ini kau akan mendapat namja yang jauh lebih baik dan kau akan hidup lebih bahagia karena kau adalah wanita yang baik." Serentetan harapan Siwon ucapkan untuk Kibum. 'bagaimana aku bisa mendapatkan namja yang lebih baik jikalah namja terbaik untukku. Dan bagaimana aku bisa hidup lebih bahagia jika segala kebahagiaanku adalah kau,Siwonnie.' Lirih Kibum dalam hati. Bibirnya bergetar ingin mengeluarkan isakan. Sekuat tenaga dia menggigit bibir bawahnya agar isakannya tidak lolos. Matanya pun sudah mulai berkaca-kaca siap mengeluarkan butiran kristalnya. Ini adalah pagi yang cukup cerah, Kibum tidak mau memulainya dengan tangisan, dan lagi dia tidak ingin menangis, menangisi nasibnya. Perlahan Kibum melepaskan tautan lengan kekar Siwon pada perutnya. Dia takut goyah dan berubah pikiran.

"ne. lebih baik sekarang kau mandi. Jangan sampai terlambat ke kantor." Kibum beranjak dari posisinya. Namun baru beberapa langkah dia berhenti.

"kita akan menjalankan kesepakatan kita mulai besok," sambung Kibum. Lalu yeoja berperawakan proporsional itu kembali berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil keranjang pakaian kotor. Sampai Kibum keluar dari sana Siwon masih belum beranjak dari tempatnya. Namja itu masih mempehatiakan punggung Kibum yang semakin menjauh hingga suara pintu yang tertutup membawanya kembali ke alam sadarnya.

"ahahahahaaa..syarat macam apa itu oppa? Kenapa lucu sekali? Hahaaa" wanita itu justru tertawa ketika mendengar cerita Siwon. Ya, Siwon menceritakan tentang persyaratan yang diajukan Kibum.

"lalu bagaimana? Hanya sebulan, apa kau tidak keberatan,tif?" tanya Siwon pada Tifany yang sekarang sudah berhenti tertawa.

"ne,gwenchana. Yang dikatakan istrimu benar, aku sudah menunggu selama setahun jadi apa salahnya jika aku bersabar sebulan lagi. Tidak masalah jika akhirnya aku bisa bersamamu,oppa"

"syukurlah. Gomawo chagiya, kau memang bisa mengerti oppa." Siwon menggenggam jemari lentik Tifany dan dibalas dengan senyum yang di buat semanis mungkin.

DAY 1

Waktu menunjukkan pukul 5.30 pagi ketika seorang yeoja dengan balutan apron di tubuhnya tengah asik dengan kesibukan dapurnya. Yeoja itu- Kibum tampak sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Ya, dia menyukai kesibukan pagi harinya, menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya. Bukan hal yang susah untuk Siwon menyewa pengurus rumah tanggah hanya saja wanita yang tujuh tahun menjadi istrinya itu menolak. Alasannya dia ingin dia sendiri yang mengurus suaminya. Bahkan saat Kibum hamil dan melahirkan, dia masih tetep menolak adanya pengurus rumah ataupun pengasuh bayi. Dia hanya dibantu ibu mertuanya saja. Dia benar benar ingin memperhatikan sendiri tumbuh kembang buah hatinya. Kibum sudah selesai menghidangkan nasi goreng untuk kedua namjanya, susu untuk buah hati tampannya dan secangkir kopi untuk namja yang masih bisa dia sebut suami.

"selesai..saatnya membangunkan Kyunie." Ucapnya setelah melihat jam yang terpasang pada salah satu sisi dinding dapur yang juga sekaligus ruang makan, pukul 6.00. kibum menaiki tangga menuju kamar anaknya.

"baby..ireona..sudah pagi sayang..kau harus sekolah, jangan sampai kau terlambat." Kibum berkata pelan di depan telinga Kyuhyun sambil menciumi wajah Kyuhyun berharap tidurnya terusik dan terbangun. Walaupun agak susah dibangunkan tapi kegiatan ini tak sedikitpun membuat Kibum kesal. Tak lama Kyuhyun pun bangun, menyipitkan matanya karena jendela kamarnya sudah dibuka oleh ibunya.

"mommy~" panggilnya serak khas orang bangun tidur. Kibum berjalan menghampiri Kyuhyun.

"good morning,baby" sapa Kibum lalu memeluk Kyuhyun dan memberi morning kiss untuknya.

"tidur nyenyak?" pertanyaan wajib yang selalu Kibum tanyakan pada anaknya. Kadang Kyuhyun akan menceritakan mimpinya pada Kibum. Tapi pagi ini Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

"baiklah, sekarang kau mandi, mommy akan siapkan seragammu." Perintah Kibum lembut dan Kyuhyun lagi lagi hanya mengangguk sebagai jawaban tanpa protes. Kibum memperhatikan Kyuhyun yang berjalan lemas menuju kamar mandi lalu dia mulai menyiapkan seragam Kyuhyun.

Setelah selesai dengan keperluan putranya, Kibum meninggalkan kamar Kyuhyun menuju kamar utama, kamarnya bersama Siwon. Sebelum masuk Kibum berhenti di depan pintu, menarik nafas dan bergumam, "hari pertama. Kau pasti bisa Kibum! Fighting!" lalu dia mulai melangkahkan kakinya ke dalam kamar tersebut. Tampak Siwon sedang tertidur dengan selimut tebal melilit tubuhnya. Kibum berjalan mendekati sisi ranjang tempat Siwon tidur. Tangannya terulur untuk membangunkan Siwon.

"Siwonie..ireona..sudah siang..ireona.." Kibum mengguncang tubuh kekar Siwon tapi sang namja hanya bergerak untuk merubah posisi tidurnya.

"sebentar lagi Kibumie.." protes Siwon.

"dipikirnya ini masih jam berapa?" guman Kibum lalu berjalan membuka tirai yang masih menghalangi sinar matahari masuk ke kamarnya.

Sreeettt

"tolong matikan lampunya Kibumie.." Kibum berkacak pinggang, masih tidak habis pikir dengan namja yang selalu mengeluarkaan protes bila dibangunkan. Agak berbeda dengan Kyuhyun, setidaknya butuh 15 menit untuk membangunkan namja satu ini.

"itu bukan lampu tuan Choi Siwon. Itu matahari yang sudah siap mengejekmu. Eoh ayolah..kau masih harus mengantar Kyuhyun sekolah. Aku tidak mau anakku terlambat." Kini Kibum sudah berdiri di dekat Siwon.

"Siwonie…" Kibum kembali mengguncang tubuh Siwon namun kali ini cukup kuat.

"arraseo. Aku bangun. Lagipula Kyuhyun itu juga anakku kenapa kau bilang hanya anakmu." Siwon sudah bangun dan sekarang dia duduk di atas ranjang empuknya ditambah bibir yang dia kerucutkan. Kibum hanya mengulum senyum melihat tingkah suaminya yang kadang kekanakan.

"kalau begitu kau cepat bangun dan mandi. Mungkin Kyuhyun sudah menunggu kita d meja makan." Kibum mulai beranjak dari tempatnya namun belum juga tiga langkah Siwon sudah menahan tangan Kibum. Ekspresi Kibum menunjukkan tanda tanya.

"you forget something."

"what's that?"

"my morning kiss" jawab Siwon mantap. Namun raut wajah Kibum berubah. Siwon yang tampak mulai munyadari sesuatupun perlahan melepaskan tangan Kibum.

"mianhae. Maaf aku lupa." Namun Kibum tak berkata apapun dan beranjak. Baru beberapa langkah Kibum berhenti. Kali ini bukan Siwon yang membuatnya berhenti melainkan dirinya sendiri. Kibum berbalik dan menghampiri Siwon yang masih terduduk di ranjang.

Chup

Satu kecupan singkat Kibum layangkan pada bibir kissable Siwon. Singkat namun mampu membuat Siwon terkaget.

"Ki-Kibumie" lirih Siwon penuh keterkejutan.

"kau masih berhak mendapatkannya. Kita akan memulai semuanya hari ini jadi cepat mandi dan aku akan menunggumu di sini." Kibum mengeluarkan jurus killer smilenya sampai membuat Siwon masih betah melongo di tempat bahkan saat Kibum sudah sampai di depan lemari pakaian Siwon masih saja diam di sana.

"mau sampai kapan kau di sana? Kalau Kyuhyun benar benar terlambat aku tidak akan mengampunimu." Ancam Kibum mutlak dan membuat Siwon bergegas ke kamar mandi. Kibum terkikik melihatnya sedangkan Siwon di dalam kamar mandi sedang mengatur debar jantungnya. Entah kenapa Siwon jadi berdebar hanya karena ciuman singkat yang diberi Kibum. Bukankah mereka sudah sering berciuman? Bahkan saat dia mencium Tiffany dia tak mendapatkan sensasi mendebarkan semacam ini. eoh Choi Siwon betapa beruntungnya kau memiliki Kibum. Kau telah menikahi seorang malaikat dan kau akan melepaskannya begitu saja? Seharusnya Siwon memikirkan kembali rencana berpisah dengan Kibum.

Tak butuh waktu lama Siwon sudah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi. Namja berbadan atletis itu bergegas mengenakan pakaian yang sudah disiapkan Kibum. Sedangkan Kibum duduk di depan meja riasnya. Memberikan sedikit polesan pada wajah cantiknya. Terkadang Siwon mencuri pandang pada yeoja yang sebenarnya tetap cantik bahkan tanpa make up. Kibum tahu jika Siwon sedang mencuri pandang lewat cermin di depannya. Dari cermin itu Kibum bisa melihat Siwon yang sedang kesulitan memasang dasinya. Yeoja cantik itu beranjak dan menghampiri Siwon, membantu memasangkan dasi.

"biar ku bantu."

"aaa..ne" Siwon hanya menurut dan Kibum sudah mulai mengajak tangan lentiknya untuk bekerja – memasang dasi.

"finished" ucap Kibum dengan senyum terkembang.

"thanks" Siwon pun ikut memamerkan senyum menawannya.

"kau harus mulai belajar memakai dasi sendiri. Bagaimana jika kita sudah berpisah nanti, siapa yang akan memakaikan dasimu? Akh tentu saja Tiffany akan memasangkannya untumu,ya kan?" Kibum coba menasihati namun dia lupa jika Siwon sudah punya Tiffany untuk menggantikannya. Setelah itu suasana menjadi canggung. Kibum tidak lagi menatap Siwon. Kenyataan yang baru dia sadari membuat hatinya sesak.

"Kibumie.." Siwon meraih pundak Kibum, membuat badan Kibum berbalik menghadapnya. Satu tangan Siwon yang bebas juga dia gunakan untuk memegang pundak Kibum.

"dengarkan aku. Kau memintaku untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk sebulan kedepan. Maka ijinkan aku memanfaatkan waktu sebulan ini dengan baik. Ijinkan aku mengukir kenangan indah yang layak untuk kau kenang. Aku mohon biarkan sebulan ini hanya ada kau dan aku juga Kyuhyun. Biarkan hanya kita tanpa perlu ada orang lain. Kau mengertikan?" papar Siwon panjang lebar. Sedikit banyak Siwon agak enggan jika Kibum menyinggung tentang Tiffany. Tapi Siwon serius ingin memanfaatkan waktunya sebulan untuk menjadi suami dan ayah yang baik tanpa harus membahas Tiffany.

"ne, arraseo." Kibum hanya menurut. Lagipula Siwon benar, lebih baik menggunakan waktu sebulan yang berharga hanya dengan keluarganya. Karena setelah ini baik Siwon maupun Kyuhyun akan melanjutkan hidup mereka. Siwon dengan istri barunya dan Kyuhyun secara otomatis memiliki ibu baru. Kadang memikirkan hal itu adalah sesuatu yang mengerikan. Sebut kibum egois karena dia tidak rela suaminya memeluk yeoja lain, apa lagi Kyuhyun yang akan memanggil yeoja lain dengan sebutan umma. Tapi cepat atau lambat itu akan terjadi, suka atau tidak. Kini mereka tengah berpelukan. Ya, siwon memeluk erat Kibum begitu juga sebaliknya seolah tak akan pernah bisa memuluk satu sama lain lagi. Mereka masih asik dengan suasana romantic yang mereka ciptakan hingga sebuah ketukkan pada pintu kamar mereka membuarkan suasana.

Tok tok tok

"mom..dad..are you oke? I've been waiting for you. Kenapa lama sekali? Aku bisa terlambat." Terdengar Kyuhyun yang sedang mengomel di depan pintu. Akh ternyata mereka terlalu larut dalam suasana hingga melupakan namja kecil yang siap meledak jika harus menunggu lama.

"ne,baby. Kau turunlah dulu nanti kami menyusul." Balas Siwon agak kencang agar namja di balik pintu itu bisa mendengarnya.

"baiklah, tapi aku akan benar benar marah jika mommy dan daddy terlalu lama." Setelah itu terdengar suara langkah kaki yang sedikit dihentakkan menuruni tangga.

"tipikal pemarah dan tidak sabaran. Seperti kau, tuan Choi." Goda Kibum yang ternyata masih dalam pelukkan Siwon.

"mwo? Tapi dia juga putramu, nyonya Choi." Agak tidak terima dengan godaan Kibum. Mereka akhirnya tertawa dan kembali berpelukkan.

"ayo kita besarkan bersama anak manja kita." Bisik Siwon di telinga Kibum. Cukup lama tak ada jawaban dari Kibum. Pasalnya dia tidak yakin akan membesrkan Kyuhyun bersama.

"ne. mari kita besarkan dia bersama." Tak masalah, kan jika hanya sebulan.

Siwon melepas pelukkannya.

"jadi kau sudah siap? Aku tidak ingin jagoan kita benar benar marah."

"ne" Kibum mengulum senyum dan mengangguk. Tak lama Siwon sudah mengangkat tubuh ramping Kibum. Sesuai kesepakatan mereka, Siwon akan menggendong Kibum turun untuk sarapan.

T B C

annyeong...maaf saya update lama pake bngt. heheheee

makasi yg uda review (ga bs sebut satu2 ^^v), makasi yg uda dukung #ini knpa malah kaya pidato trima pnghargaan ==?

maaf kalo ternyata alur ny bertele tele kaya sinetron. yang uda nebak2 gimana critanya..bs ngikutin ni crita ampe kelar (walo ga tau kapan kelar nya kekekee) biar tau tebakannya bner pa ga.

gitu aja dech..saya masih tetep butuh review, masukan dan dukungan. many thanks ^^