It's Sibum story with baby Kyu n Haehyuk as their bestfriend.

All cast in this story isn't mine, but the characters n the story is really MINE.

Happy reading!

"kau tau tidak apa yang Siwon lakukan tadi ? dia sedang berselingkuh." Donghae merasa tidak habis pikir dengan sahabatnya yang tidak melakukan apapun ketika tanpa sengaja menangkap basah suaminya berselingkuh.

"arrayo."

"neo arra? Dan kau diam saja?! Donghae dan wanita itu akan mati di tanganku jika ini terjadi pada ku." Kini Eunhyuk yang bersuara. Sepertinya dia tidak setuju dengan sikap diam Kibum menghadapi suaminya yang selingkuh. Donghae hanya memandang sang istri ketika namanya disebut seolah berkata 'kenapa aku?'

"apa yang bisa kulakukan selain diam? Apa kalian berharap aku melabrak wanita itu? Memakinya sepuas hati? Mengancamnya? Atau mencakar dan menjambak rambutnya?"

"tak apa jika kau melakukan itu semua. Kau berhak melakukannya Kibumie." Eunhyuk sangat mendukung jika Kibum sungguh akan melakukannya. Bahkan wanita bergummy smile ini bersedia membantu 'menganiaya' selingkuhan suami sahabatnya.

"jika aku melakukannya Siwon tak akan diam. Kau ingin kami di rumah bertengkar? Dan membiarkan Kyuhyun tau? Tidak. Aku tidak bisa." Kibum bisa saja membuat perhitungan pada wanita itu tapi dia tau bagaimana Siwon. Laki – laki itu tidak akan tinggal diam dan pasti pertengkaran tak akan terelakkan. Kibum sangat menghindari hal itu. Kibum tidak ingin Kyuhyun melihat orang tuannya bertengkar.

Hening.

Mereka sedang sibuk dengan pikiran masing – masing. Kibum memandang keluar kafe. Dari tempat mereka duduk mereka bisa leluasa memperhatikan kendaran ataupun manusia yang berlalu – lalang di daerah Myeongdong. Ya, mereka sekarang sedang berada di sebuah kafe kawasan Myeongdong. Setelah insiden di restoran Jepang tadi Donghae memutuskan membawa kedua wanita cantik itu keluar mal. Rasa lapar sudah menguap entah kemana jadilah mereka berakhir di sebuah kafe sekedar menenangkan pikiran.

"sekarang ceritakan semuanya pada kami" pinta Donghae. Kibum yang sedang asik dengan pikirannya seolah ditarik kembali ke dunia nyata. Memandang kedua sahabat di depannya, menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Ini tidak bisa di sembunyikan lagi, pikir Kibum.

Flashback on

Kibum pov

Sekitar setahun yang lalu, saat itu aku sedang menemani Kyuhyun menonton acara kartun kesukaannya. Tiba – tiba ponsel Siwon berdering. Tidak biasanya Siwon jauh dari benda persegi panjang itu. Belakangan dia selalu membawa ponselnya dengan alasan pekerjaan. Ponsel itu masih berdering dan Kyuhyun merasa terganggu.

"mommy, ponsel daddy tidak mau berhenti ya. Berisik sekali."

"biar mommy lihat siapa yang menelpon."

Hanya tertulis "XXX" sebagai caller id sang penelpon. Merasa penasaran, aku pun menerima panggilan tersebut. Belum sempat aku menyapa, "XXX" sudah bersuara terlebih dulu.

"chagiya..kita jadi berkencan, kan? Kenapa tidak membalas pesanku? I have waiting for you. Palliwa." Dia memutuskan sambungannya. Yeoja? Chagiya? Kencan? Siapa sebenarnya si "XXX" ini? Wanita tadi bilang Siwon tidak membalas pesannya. Aku langsung membuka inbox ponsel suamiku. "XXX" hampir memenuhi inbox. Aku membuka pesan terakhir darinya.

[chagiya, kita jadi jalan – jalankan hari ini? Aku merindukanmu. Kau juga sudah berjanji akan menemaniku berbelanja. Aku tunggu di kafe Rose kawasan Gangnam. Saranghae]

Rasanya aku tidak percaya dengan apa yang kubaca. Belum hilang keterkejutanku, sebuah pesan baru masuk. Dari "XXX".

[kenapa lama sekali? Kau tidak sedang dengan anak dan istrimu, kan? Kau akan datang, kan?]

Jadi si "XXX" ini tau Siwon sudah menikah bahkan memiliki anak lalu kenapa dia mengganggu rumah tangga orang lain. Rasanya aku ingin melempar ponsel pintar milik Siwon. Aku tidak yakin suamiku selingkuh. Dia laki – laki setia. Dia hanya mencintaiku. Tidak mungkin jika dia selingkuh. Tapi…akhir – akhir ini dia aneh. Pulang sangat larut bahkan sampai tidak pulang, setiap akhir pekan jarang menghabiskan waktu bersama aku dan Kyuhyun, bahkan dia tidak membiarkan ponselnya jauh dari pandangannya. Apa mungkin…

"Kibumie…kau tau dimana kunci mobilku?"

Aku sadar dari pemikiranku tentang suamiku saat suaranya terdengar dari kamar kami. Aku buru – buru meletakkan ponselnya di tempat semula setelah sebelumnya mengembalikan tampilan ponsel ke tampilan awal. Aku tidak mau dia curiga. Kulihat dia menuri anak tangga menuju ke arahku, sofa di depan televisi.

"aku lupa dimana aku menaruh kunci mobilku. Apa kau tau?"

"huh, kau selalu lupa. Ada di samping televisi."

Siwon hanya nyengir sambil mengusap belakang kepalanya lalu bergegas mengambil kunci mobil di samping televisi.

"dad, where are you going? Bukankah kita akan battle game, dad?"

Inilah yang dilakukan suamiku pada anakku tiap akhir pekan, mengingkari janji.

"oh god.. I'm so sorry. Hari ini daddy tidak bisa, baby. Bagaimana jika pekan depan?"

"minggu lalu daddy juga berkata seperti itu dan daddy juga selalu mengingkarinya."

Kasihan sekali Kyuhyunku. Dia hanya ingin bermain dengan ayahnya di akhir pekan. Tapi sepertinya itu sangat sulit untuk seorang Choi Siwon.

"memang kau mau kemana?"

Entah hanya perasaanku saja atau memang bicaraku ketus dan dia akan menjawab…

"ada rekan bisnis yang harus ku temui."

Tepat sekali. Biasanya aku akan percaya begitu saja tapi hari ini entah mengapa aku menaruh curiga yang cukup besar pada suamiku. Mungkin karena menerima telepon dan membaca pesan dari "XXX".

"baiklah. Jangan pulang terlalu malam."

Aku merasa bersalah pada Kyuhyun karena tidak bisa menahan ayahnya. Aku juga tidak ingin Siwon pergi karena itu akan menambah kadar curigaku padanya. Kyuhyun mulai terisak. Aku tidak tega. Dia pasti sangat kecewa. Kyuhyun sangat menanti hari minggu hanya untuk bermain dengan ayahnya. Tapi yang dia dapat selalu kekecewaan.

"uljima…mommy juga akan menangis jika Kyunie menangis. Kita kerumah halmoni saja, otte?"

Saat ini membawa anakku ke rumah mertuaku adalah satu – satunya jalan yang kudapat agar dia tidak kesepian.

"ne, mom."

Syukurlah Kyunie ku setuju. Baiklah, aku akan menitipkan Kyuhyun di rumah neneknya sementara aku akan mencari tau dengan siapa suamiku pergi. Mungkin terdengar konyol karena menguntit suami sendiri. Lalu mau bagaimana lagi? Aku tidak mungkin bertanya blak – blakan padanya, kan? Aku juga tidak mau terus di rundung rasa penasaran. Oke, aku putuskan untuk menguntit suamiku. Mencari tau dengan siapa dia pergi dan siapa sebenarnya si "XXX" itu.

"tidak masuk dulu, Kibumie?"

Choi Heechul, ibu mertua ku menawariku untuk masuk lebih dulu sedang Kyuhyun sudah lebih dulu berlari ke dalam mencari kakeknya. Kadang wanita di hadapanku ini membuatku kagum. Dia masih saja terlihat cantik dan awet muda meskipun diusianya yang sudah tidak muda lagi. Membuatku berpikir, apa aku juga akan tetep terlihat cantik dan awet muda sepertiya ketika tua nanti?

"tidak usah umma. Sepertinya Eunhyuk sudah menungguku. Aku tidak bisa meninggalkannya bersama Siwon karena dia juga sedang tidak di rumah. Eum…tidak masalahkan jika aku menitipakan Kyuhyunie di sini?"

"apa yang kau katakan. Tentu saja tidak masalah. Aku malah akan marah jika kalian meninggalkan cucuku sendirian di rumah. Memang kemana Siwon?"

"hari ini dia ada janji bertemu rekan bisnis."

"ck anak itu. Harusnya dia meluangkan waktu untuk kalian."

Benar. Harusnya dia bersama kami menghabiskan akhir pekan bukannya malah pergi menemuai rekan bisnisnya. Ah iya, aku harus segara pergi. Aku harus segera mencari tau dengan siapa suamiku pergi. Maafkan aku, umma, karena telah berbohong padamu. Eunhyukie, mian. Aku memakai namamu untuk berbohong pada ibu mertuaku.

"ne..umma, aku pergi dulu. Aku akan menjemput Kyuhyun sore nanti. Annyeong."

"ne, hati – hati di jalan."

Ibu mertuaku adalah mertua terbaik yang pernah ada. Jika kebanyakan menantu – khususnya menantu perempuan, mengeluh betapa kejamnya ibu mertua mereka, maka berbeda denganku. Mereka sangat baik, mereka tidak pernah menganggapku sebagai anak menantu tapi sudah seperti anaknya sendiri. Bahkan sepertinya mereka lebih membelaku dari pada suamiku yang anak kandung mereka. Aku sangat bersyukur memiliki mereka.

Aku sudah sampai di kawasan Gangnam. Aku mulai mencari kafe tempat mereka bertemu dan dari kejauhan aku melihat mobil suamiku. Ku parkirkan mobilku tidak terlalu dekat dengan kafe itu. Aku tidak ingin suamiku tau aku ada di sekitarnya jika dia melihat mobilku. Tak lama aku melihat suamiku keluar dengan seorang….yeoja. yeoja? Bergandengan semesra itu? Apa yang kulihat semakin menguatkan dugaanku bahwa suamiku sudah tidak setia padaku. Tapi siapa wanita itu? Aku seperti pernah mengenalnya. Aaa aku ingat. Dia sekretaris suamiku. Tiffany Hwang. Aku kenal betul siapa wanita itu.

Mobil suamiku mulai melaju. Aku pun mulai menjalankan mobilku, tetap menjaga jarak.

Aku tidak percaya aku menjadi penguntit suamiku sendiri. Sudah hampir seharian aku mengikuti mereka. Sekarang kami ada di sebuah restoran di dalam pusat perbelanjaan. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan karena aku memilih duduk sedikit jauh dari mereka. Selama aku mengikutinya, suamiku tidak curiga jika aku ada di sekitarnya. Ck wanita itu benar – benar gila belanja. Aku memang suka belanja tapi aku tidak semengerikan wanita itu ketika berbelanja. Apa kau tidak lelah mengikutinya ke sana ke mari, Siwonie?

Mereka beranjak dan sepertinya akan meninggalkan pusat perbelanjaan. Syukurlah, aku kira wanita itu akan melanjutkan kegilaannya berbelanja.

Aku terus mengikuti mobilnya hingga masuk ke kawasan perumahan. Aku tidak tau apa nama kawasan ini tapi yang jelas aku akan mengingat bagaimana caranya bisa sampai kemari. Mobil suamiku berhenti di depan rumah minimalis sederhana. Sepertinya suamiku mengantar teman kencannya pulang. Mereka keluar dari mobil. Tapi…kenapa Siwon ikut masuk ke dalam. Astaga Tuhan…cukup Kibum. Ini sudah cukup membuktikan kalau suamimu sudah selingkuh.

Sejak hari itu aku tau suamiku sudah tidak setia lagi. Aku tau alasannya sering lembur. Aku sudah tau dengan siapa dia pergi setiap akhir pekan. Aku juga sudah tau identitas si "XXX".

Fleshback off

"jadi kau sudah tau sejak setahun lalu?" Donghae buka suara.

"ne."

"dan kau hanya diam saja?" giliran Eunhyuk.

"iya. Ku putuskan untuk menutup mata dan telingaku. Aku tidak bisa kehilangan Siwon. Aku sangat mencintainya. Dan lagi Kyuhyun, dia masih terlalu kecil untuk jadi korban broken home."

"tapi dia sudah tidak mencintaimu, Kibumie." Eunhyuk sepertinya mulai gemas dengan wanita di hadapannya ini.

"…"

"lalu, Siwon tidak tau jika kau sakit? Kau tidak memberitaunya?" sejak tadi inilah yang ingin Donghae tanyakan. Dia ingat ekspresi bingung Siwon ketika mereka tadi bertengkar. Sepertinya Siwon tidak tau kalau Kibum sakit.

"ne. siwon tidak tau apa – apa. Aku memutuskan untuk merahasiakannya." Jawab Kibum tenang.

"neo michoseo?! Ini menyangkut nyawamu, Kibumie!" sungguh, Donghae tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kibum. Donghae meminum juice ny, berharap bisa mengurangi emosinya.

"katakan. Pasti ada sesuatu, kan? Kau punya alasan kenapa menyembunyikannya dari Siwon, kan? Marebwayo, Kibumie.." eunhyuk yakin Kibum sedang menyimpan cerita.

"ne. setelah suamimu memvonis hidupku hanya tinggal sebulan, aku bertekat akan membicarakannya dengan Siwon malam harinya. Tapi malam itu aku mendapat vonis lain. Dia mengajak berpisah." Di akhir kalimat Kibum mengucapkannya dengan lirih. Namun sepasang suami istri itu masih bisa dengan jelas mendegarnya. Sontak mereka terkejut, berharap yang mereka dengar adalah salah. Pasalnya, dulu Siwonlah yang mengejar Kibum tanpa kenal menyerah. Dan sekarang Siwon ingin berpisah? Yang benar saja..

"jeongmal? Mkasudmu bercerai?" eunhyuk memastikan. Donghae sudah mengepalkan tangannya kuat – kuat.

"eum."

"dan kau…" eunhyuk menggantung kalimatnya.

"setuju. Aku tau suatu hari ini akan terjadi. Siwon memilih untuk bersamanya. Aku tau itu tapi…kenapa sakit sekali. Padahal aku sudah bisa memprediksi. Akupun sudah sejak lama menyiapkan hatiku untuk ini tapi tetap saja sakit sekali mendapati ini benar terjadi hiks.." kibum mulia terisak. Eunhyuk dengan naluri kewanitaannya berpindah duduk di sebelah Kibum, memeluknya erat. Kibum butuh sandaran. Selama ini dia tanggung semua beban hatinya sendiri. Kibum semakin terisak dalam pelukkan Eunhyuk.

"saat itu aku memintanya untuk menunda mengajukan gugatan cerai hingga sebulan kedepan, saat masa hidupku sudah habis. Dengan begitu kami tidak perlu bercerai dan Kyuhyun tidak menjadi korban broken home. Kyuhyun akan lebih mengerti jika orang tuanya dipisahkan oleh kematian bukan dengan perceraian." Kibum semakin tidak bisa membendung air matanya jika mengingat Kyuhyun.

"sekarang kau mengerti maksudku menplak terapi menyakitkan itu, kan Hae?"

Ya, sekarang Donghae mengerti. Apa yang bisa dia lakukan jika Kibum sudah jadi keras kepala seperti ini.

Kibum masih terisak ketika ponselnya berdering.

"yeoboseyo"

"…"

"tolong jaga putra saya sebentar lagi. Saya akan segera menjemputnya."

"…"

"ne, kamsahamnida."

Dua orang di sekitarnya menatap penuh penasaran seolah bertanya 'dari siapa?'

"aaa tadi dari tempat bimbingan belajar Kyuhyun. Aku lupa harus menjemputnya. Aku pergi dulu."

"apa kami perlu ikut bersamamu?" tawar Donghae.

"tidak perlu. Aku bisa sendiri, jangan khawatir."

"baiklah. Hati – hati di jalan. Jangan lupa minum obatmu."

"ne, uisanim"

Kibum sudah keluar dari café dan sepasang suami istri itu masih memperhatikan mereka hingga mobil yang dikendarai Kibum tak terjangkau pandangan mata mereka.

"malang sekali nasibnya. Padahal dia 'kan orang baik." Eunhyuk berpindah duduk di samping Donghae, memeluk mesra lengan sang suami.

"ne. kita harus selalu ada untuknya, eum?" dan hanya dibalas anggukan oleh Eunhyuk.

Kibum sampai di tempat bimbingan belajar Kyuhyun. Dia tau Kyuhyunnya pasti marah, sangat marah. Bukan lima atau sepuluh menit tapi hampir satu jam Kibum terlambat menjemput sang putra. Kejadian siang ini benar – benar menyita perhatian Kibum, membuatnya menyesal karenanya. Dan sekarang Kibum harus siap dengan segala bentuk 'hukuman' dari putranya.

"Kyuhyunie~~" Kibum berjalan menghampiri Kyuhyun dengan wajah cerahnya. Namun Kyuhyun sedikitpun tak berniat membalas sapaan ibunya dan melewati Kibum begitu saja menuju mobil sedan Audy biru milik sang ibu. Kibum hanya bisa menghela nafas, sabar.

Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan seperti yang sering mereka lakukan. Tapi sepertinya hanya Kibum yang berbicara karena Kyuhyun tak menjawab pertanyaannya dan tidak menanggapi setiap komentar Kibum. Suasana dalam mobil itu benar – benar tak mengenakkan.

Hingga sampailah mereka di sebuah rumah mewah minimalis di salah satu kawasan elit kota Seoul. Begitu mobil terparkir dengan sempurna, Kyuhyun buru – buru turun dari mobil masuk ke rumah mewah tersebut, tak lama Kibum menyusul masuk dan…

BLAM

Terdengar suara yang dibanting dengan kereas dari lantai dua, kamar Kyuhyun. 'dia benar – benar marah', batin Kibum. Akan sangat sulit mengajak putranya bicara jika sedang marah dan kesal, maka Kibum putuskan untuk membiarkan Kyuhyun dalam kamar.

Sebentar lagi jam makan malam, kibum sedang sibuk menyiapkan makan malam. Sejak tadi Kibum khawatir pada Kyuhyun yang belum juga keluar dari kamarnya. Terakhir tadi Kibum masuk ke kamar anaknya dan ternyata buah hati tercinta sedang tertidur. Sedangkan Siwon, namja tampan itu sudah pulang sejak setengah jam yang lalu. Dia sudah tidak pernah lagi pulang malam. Siwon benar – benar menepati janjinya. Dan sekarang namja berbadan atletis itu sedang duduk menikmati acara televisi sambil sekali – sekali memandangi Kibum. Sejak dia pulang tadi, Kibum tidak mengajaknya bicara sama sekali, hanya bersikap dingin. Siwon pun merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Dia benar – benar tidak focus pada acara yang sedang ia tonton. Maka dia putuskan untuk menghampiri Kibum. Jarak antara tempatnya duduk dan dapur memang tidak terlalu jauh dan tanpa penghalang. Itu sebabnya dia bisa membagi perhatiannya antara menonton acara televisi dan memandangi Kibum.

"Kibumie" Kibum tak berpaling sedikitpun, tetap asik dengan 'pekerjaannya'. Kibum benar – benar seperti salju, dingin.

"kau marah pada ku? Aku minta maaf. Maafkan aku." Lagi, tak ada tanggapan dari Kibum membuat Siwon jengah juga.

GREB

"tolong katakan sesuatu. Jangan diam seperti ini. Marahlah padaku. Berteriaklah padaku, maki aku, jika perlu pukul aku. Lakukan apa saja asal jangan diam begini." Siwon memeluk Kibum dari belakang, menumpukan kepalanya pada bahu Kibum, berbicara dekat telinga Kibum berharap Kibumnya benar – benar mendengar dia bicara. Perlahan Kibum melepas pelukan Siwon dan berbalik menghadap namja tegap di belakangnya.

"sudahlah. Apa untungnya aku melakukan itu semua? Apa dengan begitu kau akan melepasnya dan kembali padaku?"

"…"

"huh. Tidak, kan?"

"tapi kau tetap masih istriku."

"lalu? Kau tau benar jika aku masih istrimu tapi kenapa kau lakukan ini padaku?! Kau bahkan tidak mencoba mengejarku." Kibum berusaha bersabar dan tidak berteriak agar Kyuhyun tidak mendengar merea bertengkar.

"sudahlah, anggap siang tadi aku sama sekali tidak melihat bahkan tidak mengenalmu. Anggap tidak ada yang terjadi hari ini," lanjut Kibum. Benar, kejadian hari ini memang lebih baik tidak usah di ungkit lagi. Lagi pula tidak ada yang bisa Kibum lakukan. Jika dengan marah, memaki bahkan memukul suaminya bisa membuat sang suami kembali maka ceritanya tak akan seperti ini.

Siwon hanya diam. 'bodoh kau, Choi' batin Siwon mengatai dirinya sendiri. Dia begitu malu telah tertangkap basah oleh istrinya sedang berselingkuh. Bahkan tak hanya Kibum, kedua sahabatnya pun juga sudah tau belangnya. Tiba – tiba Siwon ingat dengan kata kata Donghae siang tadi tentang Kibum. Apa yang dia tidak tau?

"eum… tentang yang dikatakan Donghae siang tadi – "

"itu bukan apa – apa." Potong Kibum sebelum Siwon menyelesaikan kalimatnya. Kibum tau apa yang akan ditanyakan Siwon. Sayangnya apa yang ingin Siwon ketahui masih akan tetap ditutup rapat oleh Kibum. Ekor matanya menangkap sosok yang sejak tadi dia khawatirkan, Kyuhyun, putranya.

"Kyunie~" Kibum bergegas menghampiri Kyunie nya namun lagi – lagi Kibum harus bersabar karena Kyuhyun masih tidak menghiraukannya. Siwon yang melihat sikap putra semata wayangnya pun mengerutkan alisnya. Pasalnya Kyuhyun tidak pernah bersikap seperti itu terhadap ibunya. Setidaknya itu yang selama ini dia tau. Kyuhyun akan selalu bermanja pada sosok yeoja yang telah melahirkannya.

"Kyu lapar, dad." Kyuhyun menghampiri Siwon yang masih berdiri di dapur. Tak menunggu lama Siwon menggendong tubuh mungil itu.

"geure, ayo kita makan. Mommy sudah masak makanan yang enak untuk kita," dan membawa namja dalam gendongannya ke meja makan yang tak jauh dari dapur. kibum tersenyum tipis melihat ayah dan anak itu. Setidaknya mereka sudah mulai akrab, batin Kibum. Tapi apa harus dengan mengacuhkanku, dalam hatinya memprotes. Tak ingin lebih lama dengan pikirannya sendiri, Kibum menyusul mereka ke meja makan.

Makan malam kali ini benar – benar tidak nyaman. Siwon yang masih mendapat sikap dingin Kibum, Kibum yang masih berusaha mendekati Kyuhyun, dan Kyuhyun yang masih mengacuhkan Kbum. Suasana di meja makan itu tidak seenak masakan yang di buat Kibum.

Seperti biasa, setelah makan malam Siwon akan menemani Kyuhyun belajar atau hanya sekedar menonton televisi sedang Kibum membereskan meja makan dan dapur. sekarang kedua namja Choi beda usia itu sedang ada di kamar little Choi.

"finish, dad. Let's play." Kyuhyun sudah selesai dengan tugas rumahnya.

"good boy. Kita akan bermain tapi sebelumnya daddy ingin bertanya, kenapa kau bersikap seperti itu pada mommy, eum?" Siwon begitu penasaran dengan sikap Kyuhyun pada Kibum. walaupun Kibum yang diacuhkan tapi bukan berarti sebagai ayah dia diam saja dengan sikap anaknya yang mengacuhkan ibunya, kan? Memdapat pertanyaan dari ayahnya, Kyuhyun secara tak sengaja merubah air mukanya, mengerucutkan bibirnya, khas Kyuhyun jika sedang kesal.

"mommy sudah tidak sayang Kyunie lagi."

"eh, waeyo? Kau tidak boleh berkata seperti itu, baby." Siwon terkejut. Bagaimana bisa Kyuhyun berpikir seperti itu padahal Kibum selalu melakukan yang terbaik untuknya, pikir Siwon.

"tadi siang saat Kyu akan pulang dari bimbel, mommy tidak ada untuk menjemput. Baru setelah satu jam saat tempat bimbel akan tutup mommy baru datang. Mommy sudah tidak ingat Kyunie lagi. Mommy sudah tidak sayang Kyunie lagi, dad." Kyuhyun menunduk sudah siap untuk menangis. Sedangkan Siwon kembali ingat kejadian siang tadi. Betapa hancurnya Kibum ketika memergokinya berselingkuh. Siwon pikir pasti karena kejadian itu membuat Kibum begitu down hingga lupa menjemput Kyuhyun.

"hei jagoan, kemarilah." Kyuhyun menghampiri ayahnya yang sedang duduk di tepi ranjangnya. Didudukannya Kyuhyun di pangkuannya dan membawanya dalam pelukan hangat.

"jadi karena itu kau kesal dan marah pada mommy?" dalam pelukan sang ayah Kyuhyun mengangguk.

"kau tidak boleh berpikir seperti itu. Daddy yakin mommy bukannya sengaja terlambat menjemputmu. Pasti ada sesuatu yang harus mommy lakukan sebelum menjemput Kyunie. Kau tau, kan mommy sangat menyayangimu. Mommy selalu memberikan yang terbaik untuk mu. Mommy juga selalu berusaha memenuhi apa yang Kyunie mau,kan. Apa mommy pernah menolak pinta Kyunie, eum?" tidak menjawab, Kyuhyun hanya mnggeleng.

"tidak, kan. Kalau begitu kyunie tidak boleh seperti ini. Apa tidak kasian pada mommy jika Kyunie mengacuhkannya? Bagaimana jika mommy menangis? Apa Kyunie suka lihat mommy menangis?"

"aniyo." Kyuhyun mengangkat kepalanya menatap ayahnya, melepaskan diri dari pelukkan hangat itu.

"kalau begitu Kyunie tidak boleh seperti ini lagi. Dengar, Kyunie tidak boleh membuat mommy menangis. Yaksok?" siwon menatap sang putra dan menjulurkan salah satu jari kelingkingnya.

"yaksokeyo. Pinky promise, dad." Kyuhyun menautkan kelingkingnya pada Siwon.

"yes, pinky promise." Dan Siwon kembali memeluk Kyuhyun.

Tanpa mereka sadari dari luar kamar Kibum mendengar percakapan mereka. Air mata sudah tidak bisa dibendung lagi. Pipi yang kini mulai tampak tirus telah banjir dengan air mata. Dia terharu dengan apa yang dikatakan suaminya. Dia tak menyangka Siwon akan memberi pengertian seperti itu pada Kyuhyun. Tak ingin lebih lama menjadi pencuri pembicaraan mereka, Kibum menuju kamarnya untuk menenangkan diri dan kembali bersikap biasa.

Di dalam kamar, Kyuhyun masih betah berada dalam dekapan ayahnya.

"besok Kyunie akan minta maaf pada mommy." Siwon melepas pelukannya dan menatap sang putra.

"itu baru jagoan daddy. Jja.. sekarang Kyunie tidur." Siwon membiarkan Kyuhyun mencari posisi yang nyaman untuk tidur lalu menyelimutinya.

"good nite, dad"

"good nite, son" dan sebuah kecupan pada kening Kyuhyun mengakhiri perbincangan mereka.

Malam ini Kibum tidak bisa tidur meskipun sosok namja sedang memeluknya dari belakang, sosok itu sudah terlelap sangat dalam di dunia mimpinya. Perlahan tanpa berniat mengusik tidur sang namja, Kibum bangun dari tidurnya, berjalan keluar kamar dan menutup pintunya dengan pelan. Kakinya ia langkahkan menuju kamar sang putra. Mungkin karena tadi tidak mengantar Kyuhyun tidur dan tidak memberi kecupan membuat Kibum tidak bisa tidur. Namja kecil itu bagaikan candu untuk Kibum. betapa dia sangat mencintai sang putra sama seperti dia mencintai ayah dari putranya. Pintu itu dia buka perlahan agar Kyuhyunnya tidak terbangun. Begitu memasuki kamar bisa Kibum lihat putranya tengah tertidur. Kibum mengamati meja belajar Kyuhyun. Tak banyak yang perlu dibereskan, begitu juga dengan segala macam mainannya. Beberapa hari ini – tepatnya sejak Siwon menemani Kyuhyun di rumah – kamar Kyuhyun tidak seberantakan sebelumnya. Sepertinya Siwon telah mengajarkan banyak hal dan memberikan pengertian pada Kyuhyun. Kibum tampak mengulas senyum mengingat beberapa perubahan kecil Kyuhyun yang bernilai positif. Berarti keputusan yang Kibum ambil tepat dan perjanjian yang dia buat dengan suaminya membuahkan hasil, setidaknya untuk putra mereka.

"mom?" kibum terkejut. Dia masih berdiri di depan meja belajar Kyuhyun. Meja belajar itu hanya beberapa langkah dari ranjang Kyuhyun, dekat dengan pintu. Kibum berbalik dan menghampiri satu – satu ranjang di sana, mendudukan diri di tepi ranjang single itu.

"kau belum tidur, sayang? Waegeure?" Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada kepala ranjang.

"kyunie tidak bisa tidur, mom."

"ada yang sedang mengganggu pikiran Kyunie?" Kibum menatap lembut sambil mengusap kepala Kyuhyun.

"eum… aku tidak sabar menunggu besok untuk meminta maaf pada mommy." Jawabnya polos. Kibum langsung membawa Kyuhyun dalam pelukkan hangat sarat akan kasih sayang. Walaupun Kibum telah mendengar pembicaraan Kyuhyun dan Siwon tapi dia tidak menyangka jika Kyuhyun akan memikirkannya hingga tidak bisa tidur. Ya, setelah Siwon keluar dari kamarnya, Kyunyun terus memikirkan perkataan ayahnya. Dia merasa sikapnya berlebihan terhadap ibunya.

"tidak perlu minta maaf, sayang. Mommy sudah memaafkanmu. Mommy yang minta maaf sudah membuat Kyunie menunggu begitu lama."

"aniyo. Mommy pasti punya urusan lain untuk diselesaikan sebelum menjemput Kyunie." Air mata menetes begitu saja dari sudut manic indahnya. Dia sangat berterimakasih pada sosok ayah yang telah memberika pengertian sedemikian rupa pada Kyuhyun. Kyuhyun melepas pelukkan mereka, menatap sang ibu dengan raut heran.

"mommy menangis ya? Mian, pasti selama ini Kyunie sangat nakal sampai membuat mommy sedih dan menangis." Kyuhyun menunduk dan Kibum segera menghapus air matanya.

"hei, mommy menangis bukan karena bersedih tapi mommy senang uri Kyunie sudah mulai mengerti dengan keadaan mommy dan daddy. Gomawo." Kibum menangkup kedua pipi cubby Kyuhyun, memnadang dalam mata sang putra tak lupa senyum yang selalu menenangkan.

"eum." Balas kyuhyun. Kali ini Kyunyun yang menghambur dalam pelukan hangat ibunya dan tentu dengan senang hati Kibum menyambutnya.

"mom, jangan menangis lagi. Kyunie sudah berjanji tidak membuat mommy menangis. Kyunie juga akan melindungi mommy agar tidak ada yang membuat mommy menangis. Saranghae, mom." Demi apa Kibum sangat terharu bahkan kristal bening itu mengalir lagi.

"mommy do saranghaeyo, jeongmal."

Untuk beberapa saat mereka masih berpelukan hingga Kibum meresa Kyuhyun lebih tenang dan tidak bicara lagi. Senyum terulas di wajah cantiknya mendapi Kyuhyun ternyata sudah terlelap dalam dekapannya. Kibum segera menidurkan Kyuhyun dan memakaikan selimutnya tak lupa kecupan selamat malam untuk kening Kyuhyun.

'you know that I love you so much. I'll fight for you. I'll do anything for you, for your best, for your pleasure. You have to grow up well and pursue your dream, son.'

Walaupun Kyuhyun sudah tertidur namun Kibum belum berniat beranjak dari kamar malaikat kecilnya. Sedang di luar kamar itu berdiri sosok kepala rumah tangga keluarga Choi. Ya, Siwon sudah cukup lama berada di sana menikmati momen ibu dan anak itu. Selang beberapa menit setelah Kibum keluar dari kamarnya, Siwon sadar jika sosok yang dia peluk sudah tak dalam pelukkannya lagi. Siwonpun mencari kebaradaan Kibum di dapur namun tak ada hingga dia mencoba menengok kamar jagoan kecilnya. Dan benar, Kibumnya ada di sana sedang memeluk Kyuhyun. Tak ingin mengganggu, Siwon hanya berdiri di sana mendengar pembicaraan mereka dan menikmati momen mengharukan itu. Sama seperti yang Kibum lakukan sebelumnya. Ada perasaan lega dalam hati Siwon. Istri dan anaknya sudah berbaikan. Dia akan melihat senyum cerah istrinya yang tidak bisa dia nikmati hari ini, walaupun itu juga karnanya. 'semoga juga Kibum akan kembali hangat lagi padaku.' Harap Siwon dalam hati.

T B C

Annyeonghaseyooo

saya dateng lagi. maaf up date ny ga bs cepet.

tolong jngn rajam saya krn critanya membosankan dngn alur bertele tele. sya bner masi amatir ^^v

boleh saya sedikit bercerita?

sbenernya sya dpt ide crita ini dr seorang sunbae d tmpat sya krja. dia abis baca kisah yg katanya true story. dia baca smpe nangis. krn sya pnasaran knpa dia nangis akirnya sya nanya dan dia brcrita pd sya. sya ga tau dia dpt tu crita dr mana, yg pasti bukan dr novel apalagi koran hahahaaa

jadi kalo ada yg ngrasa crita sya kaya mirip mirip ama crita lain..ya mohon maklumi. sya brani jamin kalo sya cuma ambil garis besarnya aja. untk crita detailnya beneran kluar dr otak sempit saya. maaf kalo sya telat bilang kalo crita sya terinspirasi dr crita lain, krn bneran sya ga ngerti, cuma dpt crita ny dr sunbae aja. yg jelas sya sama skali ga pnya niat buat jiplak, ngeplagiat, dn sjenisnya. *bow

sbnernya itu yg pngn sya sampein dr chap krmn. makasi buat tegurannya.

skarang sya uda lega. terserah readerdeul gmna nyikapin nya.

sya masih butuh kritik saran kalian

many thanks ^^