Hampir seperempat murid Hogwarts mengakui bahwa Byun Baekhyun, murid tahun ke 5 dari Gryffindor memiliki wajah yang cukup sinis dan sulit untuk didekati.

Beberapa dari mereka sering melihat pemuda itu membaca dengan kusyuk seakan setiap helai kertas yang ia lewati adalah kekasihnya sendiri. Tidak ada satupun yang berani mendekati Byun Baekhyun saat ia sedang bergumul dengan tumpukan buku itu di perpustakaan kecuali beberapa orang yang mungkin dekat dengannya, terutama kekasihnya.

Pernah satu kali tiga orang murid tahun pertama terkikik di pojok perpustakaan karena salah satu temannya menceritakan hal konyol yang Proffesor Kyuhyun lakukan dikelas Herbologi. Tanpa diduga, dibelakang mereka Baekhyun tengah berdiri dan siap melemparkan api kemarahannya pada ketiga murid baru itu.

"Tolong baca kembali peraturan di dalam perpustakaan. Ini bukan ruang rekreasi dan setahu ku kalian sudah diberi penjelasan oleh *prefek kalian apa fungsi dari masing – masing ruangan." ujar Baekhyun sinis dengan aura kelam. Ketiga murid itu terdiam, habis kata – kata dan tak tahu harus berkata apa lagi. Mereka hanya menunduk dan mengatakan,

[ Prefek : Ketua asrama. Yang bertanggung jawab atas segala yang dilakukan murid asrama ]

"Ya, senior. Maafkan kami."

Itu hanya satu cerita kecil dari beragam cerita yang bisa disimpulkan dari sumber terpercaya. Oh ayolah! Baekhyun memang cantik, bahkan beberapa lelaki di Hogwarts akan berebut memberikannya *Love Potion. Tetapi mereka masih menyayangi nyawa mereka. Para lelaki itu tidak mau karena Baekhyun memiliki 'Penjaga' yang bisa saja membuat mereka mati mendadak dengan tubuh yang terkoyak dan ditemukan di Hutan Terlarang keesokan paginya.

[ Love Potion : Ramuan cinta ]

Penjaga tampan yang selalu melindungi Baekhyun dari para hidung belang!

Wajah sinis Baekhyun akan menjadi santapan sehari – hari para siswa Hogwarts yang berpapas muka dengannya. Banyak yang membenci nya, banyak pula yang mencintainya karena beberapa dari mereka tahu Baekhyun tidak selamanya akan menjadi sosok yang menakutkan, judes dan menyebalkan.

Ia bisa menjadi sosok yang menggemaskan, paling dicintai dan ceria terhadap beberapa orang yang sudah mengenalnya.

Don't judge a book by a cover.

Ibarat buku tua, Baekhyun adalah buku tersebut. Terlihat membosankan, tidak menarik dan payah. Siapa sangka, isinya sangat menakjubkan, menarik dan mampu membawa kalian kedalam pemahaman yang lebih dalam .

"They will never stop, cause they know I'm so hot!" ujar Baekhyun saat ditanya oleh Kyungsoo tentang mereka semua yang membencinya.

Actually, Byun Baekhyun is hot and some people know that he's so lovely!

.

.

The Romance Stories of Serpent and Lion

Author : PrincePink

Cast : Park Chanyeol – Byun Baekhyun

Support Cast : EXO and Many More

Genre : Boys Love, Alternative Universe, Fantasy, Romance, Friendship, Drama.

Rate : T

.

Chapter 2 : He's Always Right There When I need Him.

.

.

Kekehan Baekhyun terdengar nyaring malam itu diatas menara astronomi. Beberapa kali tubuhnya menggelinjang saat Chanyeol menciumi lehernya, ataupun mencubit nipplenya dari luar sweater hitamnya.

"Chanyeol – Hahahaha! Sudah!" kekehnya. Chanyeol tidak berhenti, ia malah menggendong Baekhyun dan menyandarkan tubuh mungil kekasihnya ke tembok. Bibirnya masih tetap bermain di leher Baekhyun, sedang tangannya memainkan dada nya dengan lembut. Baekhyun masih terkekeh dan mengalungkan kakinya di pinggang Chanyeol.

"Cantiku." puji Chanyeol tanpa melepas bibirnya dari leher Baekhyun.

"Kalau Professor Heechull datang dan memotong poin kita, aku tidak akan tanggung jawab!" ancam Baekhyun sambil berusaha menjauhkan kepala Chanyeol. Tapi pada akhirnya ia harus berakhir pasrah dengan tawa yang nyaring dari belah bibirnya.

"Tidak peduli. Lagipula ini malam hari. Siapa orang bodoh yang mau berkeliaran pukul dua belas malam." kekeh Chanyeol sambil melepas bibirnya dan tersenyum menatap hickey kemerahan di leher Baekhyun.

Lelaki mungil berambut Brown itu memegang lehernya dan menatap Chanyeol horor.

"Kau membuat tanda ya?" tanyanya dengan muka marah. "Ini tidak lucu Chanyeolo, bagaimana bisa sedang aku harus memakai pakaian terbuka di musim panas! Kalau orang lain tahu, mau ditaruh dimana mukaku. Dasar *troll bodoh!" sungut nya kesal. Chanyeol hanya mengecup bibir Baekhyun yang sedari tadi mengoceh dan memeluk pinggang kekasihnya yang masih berada di gendongannya.

[ Troll : Mahluk dunia sihir bertubuh besar, raksasa, dan bodoh ]

"Baekhyunie, ini masih musim dingin."

"Meskipun musim dingin tapi aku akan memakai pakaian – pakaian ku dengan leher terbu-"

"Dan kau tak tahan dingin maka itu aku jamin dalam beberapa pekan ini kau akan terus menggunakan seluruh pakaian musim dingin mu." ujar Chanyeol bijak, dengan balasan wajah Baekhyun yang terdiam, polos seperti biasanya .

"Betul juga."

"Demi Janggut Merlin, mengapa kekasihku ini menggemaskan seperti *Goblin!" gemas Chanyeol sambil mencubit pipi kiri Baekhyun.

[ Goblin : Mahluk sihir bertubuh kecil, berjari panjang, mata berwarna hitam, kepala lebih besar dari ukuran kepala manusia]

"Goblin?" yakin Baekhyun dengan ekspresi horor. "Mahluk seram itu?!kau bercanda Chanyeolo. Kau menyakiti hatiku yang rapuh ini." Baekhyun mencebikan bibirnya, hampir menangis.

"Astaga honey, aku hanya bercanda mengapa hari ini kau begitu sensitif? Kau hampir sama dengan Professor Jaejoong di kelas ramalan ketika aku bertanya padanya tentang jodohnya." ujar Chanyeol tak percaya.

"Maaf. Entahlah hormon ku sedang tak menentu." sesal Baekhyun. Chanyeol hanya tersenyum maklum dan mengecup pipi Baekhyun.

"By the way, minggu depan pertandingan Slytherin dengan *Ilvermony bukan?" tanya Baekhyun sambil merapikan poni Chanyeol yang sudah memanjang.

[ Ilvermony : Sekolah sihir lain selain Hogwartz. Ilvermony berada di Amerika]

"Hanya pertandingan persahabatan. Tapi kau tahu sendiri bukan, tim *Quiditch sana tidak bisa kita remehkan juga. Mereka cukup tangkas dan ahli." balas Chanyeol sambil menatap dua bola mata gelap milik Baekhyun.

[ Quiditch : Olahraga dalam dunia sihir]

"Kalau begitu biarkan Gryffindor saja yang melawan mereka."

"Gryffindor akan melawan Durmstrang bulan depan." jelas Chanyeol. "Lagipula asrama kalian dan mereka punya taktik yang sama. Kemungkinan nilai kalian akan seri." ujar Chanyeol serius. Baekhyun berpikir jika kekasihnya ini akan menjadi sosok yang penuh ambisi dan menggairahkan dalam waktu yang bersamaan.

Ambisi dan semangat sama dengan menggairahkan bagi Baekhyun.

"Sejujurnya terkadang aku tidak mengerti jika kau membicarakan tentang Quiditch." ujar Baekhyun sambil menyisiri rambut Ash Grey Chanyeol.

"Tapi sebagai kekasihmu aku akan terus mendukung apapun yang kau lakukan. Terutama dalam Quiditch, yang mana merupakan hobi mu selama ini." jelas Baekhyun sambil tersenyum tipis. Chanyeol tak bisa melepas pandangannya dari Baekhyun saat ini. Baekhyun terlalu cantik untuk ia lewatkan.

"Perjuangan mu untuk masuk tim pun aku tahu dan aku sungguh mengapresiasi hal itu." terang Baekhyun sambil mengelus jidat Chanyeol. "Lakukan apapun yang baik dan berguna untukmu maka aku akan menjadi pendukung pertamamu.," Baekhyun tersenyum. Chanyeol menghela nafasnya dan mengecup bibir Baekhyun cepat.

"Oh sayang, kau memang ditakdirkan untuku." ujar Chanyeol. Dengan gemas, Chanyeol mengecup pipi kiri dan kanan Baekhyun bergantian. Yang dikecup hanya terkekeh dan menggeliat kan tubuhnya.

"Geli Yeollo! Sudah hentikan!" pekiknya. Chanyeol melepaskan bibirnya dan mengelus pipi Baekhyun.

"Kalau aku selalu mendukungmu." ujar Baekhyun sambil memainkan jari telunjuknya di atas dada Chanyeol yang berbalut kemeja hitam. "Kau juga pasti akan selalu mendukungku bukan?"

Chanyeol tertawa lebar, memperlihatkan deretan giginya yang bersih dan teratur. "Tentu saja Sweety, apapun yang kau lakukan aku akan dukung. Kecuali jika kau memintaku untuk mendukungmu memutuskan hubungan kita, berselingkuh, atau bunuh diri. Itu tidak akan pernah ku dukung sana sekali." ujar Chanyeol serius.

"Hihi, tidak kok. Mana mungkin aku melakukan itu semua. Kecuali jika kau yang menyuruhku."kekeh Baekhyun. "Aku hanya terpikirkan satu hal saja saat ingat bahwa minggu depan kau akan bertanding dengan Ilvermony."

Alis si tinggi menyatu secara perlahan, menunjuka raut bingung dan penasaran dengan apa yang lelaki mungil dihadapannya ini katakan.

"Apa itu?" tanyanya. "Maukah kau memberi tahu kekasih mu ini?"

Baekhyun menggeleng sambil menggigit bibirnya. "Uh- Huh! Rahasia!"


The Romance Stories of Serpent and Lion


Jika di dunia sihir ini mantra *Crcuciatus bukan salah satu mantra yang berbahaya dan tidak boleh digunakan sembarangan,Luhan dengan tangan lincahnya akan memantrai Baekhyun dengan kutukan Cruciatus melalui tongkat kayu Blackthorn nya.

[ Cruciatus : Salah satu mantra berbahaya yang mampu membuat yang dikutuk tersiksa ]

Mata rusanya sudah menyipit tajam saat bibir tipis berwarna merah muda itu mengicau layaknya burung beo yang bertengger manis di jendela kamar neneknya. Luhan beberapa kali membolakan matanya dan mengumpat mendengar apa yang diucapkan Baekhyun pagi itu di aula besar. Seharusnya Luhan tahu mengapa Baekhyun si reinkarnasi anjing kecil itu menarik dirinya dan Kyungsoo menjauh dari kawan – kawan Gryffindor mereka.

Tidak lagi tidak bukan hanya karena ide bodoh Byun Baekhyun yang sewaktu – waktu bisa muncul kapan saja.

Luhan melirik Kyungsoo yang terdiam sedari tadi dan hanya mengernyitkan alisnya bingung. Ia menatap jengkel Baekhyun yang berada dihadapannya. Ingin sekali Luhan menjejalkan roti daging di mulut Baekhyun.

"Ayolah please hanya kalian yang bisa ku andalkan." Baekhyun merengek, mengatupkan kedua tangannya memohon. "Para Slytherin butuh dukungan dan bila mereka menang, membanggakan nama baik sekolah kita juga bukan?"

"Mengapa harus Slytherin? Apa karena kekasih tinggi mu itu berasal dari sana? Oh tidak Byun Baekhyun. Lebih baik kau cari orang lain yang bisa membantumu." ujar Luhan dengan wajah memerah kesal.

"Mengapa kalian selalu mempermasalahkan hal itu? Apa kalian begitu benci pada Slytherin?" Baekhyun mulai memajukan bibirnya. Matanya mulai memerah, dan berair di kelopak dalamnya.

"Astaga," desis Kyungsoo yang sedari tadi memilih diam. "Baekhyun bisakah kau tidak menjadikan air matamu itu senjata untuk kami?" Lelaki bermarga Do itu menatap Baekhyun lirih.

"Untukmu!" potong Luhan sambil menatap Kyungsoo tajam. "Air mata buaya anak ini tidak bisa mempengaruhiku!"

"Luhan mengapa kau begitu kejam - hiks – kau kejam! Dasar rusa bodoh!" pekik Baekhyun kesal dengan hidung memerah. Luhan menatap Baekhyun tak percaya yang tengah menangis dramatis dan beberapa detik kemudian, ia menutup matanya dan menghirup udara dalam – dalam dan membuangnya.

"Okay." Luhan membuka matanya dan menunjuk Baekhyun. "Kau menang dengan air mata buaya mu itu." desis Luhan. Kyungsoo hanya tersenyum tipis melihat kedua sahabatnya yang terlihat bertolak belakang satu sama lain.

Baekhyun yang kekanakan dan Luhan yang menempatkan dirinya sebagai si dewasa diantara mereka.

"Ayolah Kyungsoo, Luhan. Ini adalah cara terbaik kita untuk mendukung Slytherin. Aku jamin, hal yang kita lakukan ini dapat membangkitkan semangat mereka dan juga membuat setiap orang terkesan."Baekhyun tersenyum lebar sambil menatap kedua sahabatnya.

"Baekhyun apa itu tidak memalukan?" tanya Kyungsoo pelan. "Maksudku, mengapa harus kami? Kau bisa cari orang lain yang mendukung ide mu ini." tambah Kyungsoo.

Baekhyun menyibak poninya dan menatap Kyungsoo serta Luhan bergantian.

"Karena kalian imut dan cantik."

"What the?! Apa yang kau katakan? Aku ini Manly?! Enak saja kau perkutut Byun!" suara Luhan kembali meninggi. Kyungsoo hanya menatap Baekhyun horor.

"Baekhyun, aku tidak pernah merasa wajahku seperti itu." tambah Kyungsoo lirih. Baekhyun terkekeh dan berdehem.

"Dan juga," ujarnya dengan nada genit. " Kai dan Sehun ikut bertanding loh! Apa kalian tidak mau mendukung dua orang yang berhasil menerbangkan kupu – kupu dalam perut kalian?" tanya Baekhyun jahil.

Setelah itu, Baekhyun dihadapkan dengan wajah Kyungsoo dan Luhan yang memerah bak tomat.

Skakmat! 1 Untuk Baekhyun dan 0 mutlak untuk Luhan serta Kyungsoo.


The Romance Stories of Serpent and Lion


Kaki jenjang Baekhyun berlari memutari tangga setelah jam pelajaran Professor Jaejoong selesai. Beberapa siswa menatapnya kesal, adapula yang terkekeh melihat tingkahnya. Sambil membawa buku – buku nya yang tebal, Baekhyun berlari melewati lorong – lorong di sekolahnya, dan berhenti tepat didepan tembok datar tanpa apapun.

Baekhyun menghela nafasnya dan mulai menutup matanya sambil berdiri menghadap tembok polos itu. Ia berkonsentrasi pada satu hal dan beberapa saat kemudian, tubuhnya sudah berada dalam satu ruang besar, penuh kaca, lampu yang terang, juga matras – matras yang bertumpuk rapi di ujung ruangan.

Baekhyun membelalakan matanya saat mendapati Luhan, Kyungsoo dan tujuh orang lainnya yang menatapnya . Mereka duduk melingkar diatas lantai kayu.

"Halo semua. Apa sudah lama menungguku?" tanya Baekhyun sambil berjalan kearah mereka.

"Yeah." jawab Luhan malas.

"Kami menggunakan *Room of Requirement karena kami tidak tahu harus melakukan ini dimana Baik." ujar Kyungsoo sambil tersenyum.

[ Room of Requirement : Ruangan yang muncul ketika seseorang membutuhkannya. Ia akan berubah sesuai dengan kebutuhan pengguna]

"Tidak apa. Lagipula, sejujurnya aku berpikir hanya ruang ini saja yang bisa kita gunakan untuk berlatih." Baekhyun tertawa renyah. Matanya menatap ketujuh lelaki yang cukup manis yang duduk disebelah Kyungsoo dan Luhan.

Ketujuh lelaki itu tersenyum lebar, bahkan dua diantaranya melambai pada Baekhyun sambil menunjukkan ekpresi penuh kagum mereka. Mungkin dalam hati mereka seperti ini akhirnya aku bertemu dengan senior Byun dari kelas Gryffindor yang terkenal itu.

"Jadi kalian sudah merekrut anggota barunya?" tanya Baekhyun pada Luhan dan Kyungsoo.

"Yup! Beberapa dari mereka adik kelas kita dan juga satu angkatan dengan kita, kecuali Kibum Hyung." ujar Luhan sambil menunjuk pria berambut blonde dengan tatapan tajam dan senyumnya yang elegant.

"Tidak usah ditanya. Terlihat dari wajahnya." ujar Baekhyun sambil menunjuk Kibum.

"Sialan kau Byun!" ujar Kibum sambil menatap Baekhyun kesal. Lelaki mungil itu tertawa nyaring.

"Santai Kibum Hyung. Aku tahu kau memang mahluk tersexy di jajaran anak – anak tahun terakhir." tambah Baekhyun.

"Yeah, itulah aku." ujar Kibum sambil mengibas poni nya centil. "Panggil aku Key saja. Itu nama yang teman – teman berikan padaku."

"Okay, Key Hyung." ujar Baekhyun sambil tersenyum lebar. "Dan kalian?" tunjuk Baekhyun pada enam lelaki lainnya. Keenam lelaki berwajah manis itu tersenyum dan merapikan posisi duduk mereka saat Baekhyun menyadari kehadiran mereka.

"Aku Chittapon Leechaiyapornkul." ujar lelaki berambut cokelat itu semangat yang melambai pada Baekhyun saat lelaki manis itu masuk ke ruang kebutuhan. "Aku berasal dari asrana Hupplepuff tahun kedua."

Baekhyun melongo, dan menelan ludahnya.

"Panggilan mu?"

"Ten."

"Dari namamu kau berasal dari salah satu negara di Asia Tenggara. Aku pernah membaca buku itu, kalau tidak salah nama negaranya adalah Filipin-"

"Thailand." Ujar Ten dengan senyuman lebar diwajahnya. Baekhyun melongo dan menelan ludahnya. Hampir saja ia mengatakan hal yang salah padahal semua orang tahu bahwa dia adalah si pandai Byun dari Gryffindor.

"Negara indah beriklim tropis. Lain kali kau harus kesana senior. Aku –"

"Okay Ten." potong Baekhyun sambil tersenyum lebar menatap Ten yang dengan segera menghentikan ocehannya. "Dan kalian?"tunjuk Baekhyun pada ketiga lelaki lainnya.

"Aku Xiumin." ujar lelaki bermata sipit dengan wajah yang menarik. "Dan ini Lay." tunjuknya pada lelaki berlesung pipit yang tersenyum manis pada Baekhyun sejak awal. "Kami seangkatan denganmu dan kami berasal dari asrama Hupplepuff."

"Ah, kalian berdua manisnya!" pekik Baekhyun. "Lalu kau?" tanya Baekhyun pada lelaki bertubuh tinggi dengan raut wajah serius.

"Huang Zi Tao, tahun ke lima, asrama Ravenclaw." ujarnya singkat. Luhan melirik Kyungsoo, dibalas dengan gedikan di bahu Kyungsoo.

"O-okay." Baekhyun tertawa canggung. "Dan kalian berdua?" ujar Baekhyun sambil menunjuk dua anak lainnya yang tersisa. Perawakan kedua anak ini cukup tinggi dengan wajah yang manis. Apalagi lelaki dengan rambut sebahu dan wajah tirus yang sempurna. Batin Baekhyun merana sirik melihat wajah ayu itu.

"Aku Jeonghan." ujar lelaki berwajah tirus itu.

"Dan aku Wonwoo." tambah lelaki disebelahnya. "Kami berdua berasal dari Slytherin, murid tahun pertama."

"Woah, mengapa murid tahun pertama memiliki tubuh yang tinggi?" ada secercah nada iri di balik perkataan Baekhyun. "Tidak seperti kita, ya kan?" Baekhyun menatap Luhan Kyungsoo dan Key.

"Kau saja Byun. Aku tidak sependek itu." ujar Key kesal. Kyungsoo hanya terkekeh dan melipat tangannya didepan dada.

"Okay, karena semua sudah berkumpul. Aku akan menjelaskan pada kalian tujuan kita semua berkumpul disini." Ujar Baekhyun semangat sambil menautkan kedua tangannya dan menatap ke sembilan lelaki dihadapannya dengan wajah berbinar.

"Luhan dan Kyungsoo sudah menjelaskan sebelumnya pada kami, dan kami semua menyetujui ajakanmu Baekhyun." ujar Xiumin . Baekhyun mengangguk dan tersenyum lebar.

"Aku memiliki ide ini saat libur musim panas tahun lalu, aku mengantar adik sepupu *muggle ku ke sekolahnya. Ia berlari menuju lapangan sekolahnya dan segera bergabung dengan anak – anak gadis lainnya yang seumuran dengannya." jelas Baekhyun. Lelaki lainnya mendengarkan dia dengan serius dan memahami setiap cerita Baekhyun.

[ Muggle : Manusia]

"Mereka menari dengan lincah, menggerakan tubuh mungil mereka yang baru saja memasuki masa – masa pubertas, dan berteriak kencang sambil menyebutkan satu nama dengan ceria. Ah, ide ku terpikirkan dari situ." ujar Baekhyun sambil menggaruk pelipisnya.

"Apakah namanya Cheerleader?" tanya Tao yang sedari tadi mendengarkan cerita Baekhyun dengan serius.

"Huh? Cheer- "Baekhyun menelan ludahnya . "Apa?" tanya Baekhyun saat lidahnya sulit melafalkan nama pertama yang ia dengar disepanjang usianya.

"Cheerleader. Mereka sekumpulan gadis – gadis yang menari dan bersorak untuk mendukung suatu tim." terang Tao. " Aku tahu karena kakak perempuan ku seorang muggle dan dia sering berlatih disekolahnya."

"Ah, Cheerleaders!" pekik Baekhyun.

"Tapi Baekhyun mereka para gadis? Sedang kita?" tanya Luhan dengan wajah dramatis.

"Kita lelaki manis." tambah Ten.

"Menggoda dan cantik." ujar Key sambil tersenyum.

"Yup. Benar dengan apa yang mereka katakan." ujar Baekhyun sambil memperlihatkan gigi – gigi kelincinya. Luhan menghela nafas dan menatap Baekhyun dengan kedua matanya yang sayu.

"Baiklah, lalu apa lagi idemu?" tanya Kyungsoo.

"Kita akan mulai berlatih mulai hari ini dan." Baekhyun tersenyum misterius sambil merogoh saku celana kainnya. Mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam dengan dua lubang di tengahnya, mengangkatnya, dan menggoyang – goyangkannya di hadapan ke sembilan lelaki manis lainnya yang menatap benda itu penasaran.

"Ini kaset. Dan aku mengambil barang ini dari kamar adik sepupuku. Ah, isinya sangat menarik! Aku yakin ketika aku memasukan ini pada benda bernama tape yang sempat aku masukan dalam koperku, maka secara otomatis tubuh kalian akan bergoyang dengan sendirinya." jelas Baekhyun sambil menatap kesembilan lelaki dihadapannya dengan pandangan sensual dan penuh misteri.

"Kalian tertarik?"tawar Baekhyun.

Kesembilan lelaki itu saling berpandangan. Kilat imaginer dapat Baekhyun lihat dari ke delapan belas bola mata mereka, dan Baekhyun yakin mereka akan mengatakan –

"Sure!"


The Romance Stories of Serpent and Lion


Jongin meneguk air minum yang ia bawa sedari tadi meneguk habis seluruh air didalam botol itu. *Chaser Slytherin ini menaruh botol minumnya dan menghapus peluh di pelipisnya. Rambut ash grey nya sudah basah dan ia tidak berniat merapikannya.

[ Chaser : Posisi dalam olahraga Quiditch. Bertugas memasukan bola bernama Quaffle kedalam gawang]

Berbeda dengan Sehun dan Kris yang memilih berbaring diatas lapangan dan menghirup nafas dalam – dalam. Terlihat sekali bagaimana kerja keras mereka dalam beberapa jam terakhir untuk berlatih.

Jongin melirik temannya yang lain, dan terakhir, matanya tertuju pada Chanyeol yang memilih duduk di sudut kursi dan terdiam sambil menatap hamparan lapangan hijau, tanpa mau melepas *Firebolt nya. Jongin berdiri dan mendekati Chanyeol.

[ Firebolt : Jenis sapu terbang]

"Profesor Jonghyun sudah kedalam, kau bisa beristirahat cukup lama." ujar Jongin. Chanyeol menghela nafas dan menatap Jongin.

"Iya, tubuhku sudah pegal dan sepertinya aku butuh istirahat juga meminjam kamar mandi prefek untuk berendam nanti." Chanyeol tersenyum tipis.

"Jangan lupakan aku. Kau tidak mungkin berendam sendiri disana." kekeh Jongin.

Chanyeol dan Jongin menatap Kris dan Sehun yang mulai menutup mata mereka dengan wajah basah dan penuh keringat.

"Sang Kapten dan sang *beater sudah mulai kelelahan."

[ Beater : Posisi dalam olahraga Quiditch. Bertugas memukul Bludger]

"Setidaknya dengan begini Sehun tidak akan lagi berniat memasukan ramuan *Felix Felicis beberapa jam sebelum bertanding karena latihan kita saja sudah sangat keras sekali." Kedua lelaki itu terkekeh. Sedang Jongin turut menggelengkan kepalanya.

[ Felix Felicis : Ramuan keberuntungan]

"Terkadang aku kasihan melihat Kris Hyung yang harus fokus di ujian *NEWT sedang Slytherin belum menemukan kapten yang cocok sepertinya." ujar Chanyeol tanpa melepas pandangannya dari Kris.

[ NEWT : Nastily Exhausting Wizarding Test. Ujian yang dilakukan oleh murid tahun ke 6-7 di Hogwartz]

"Itu yang disebut dedikasi. Keturunan Wu sudah menjadi bagian dari tim Quiditch Slytherin sejak dahulu." ujar Jongin . "Sejak kecil seluruh anggota keluarga Wu sudah di didik untuk menjadi pemain Quiditch. Yang ku tahu begitu." tambahnya. Chanyeol menghela nafasnya dan tersenyum. Ia kembali menatap Firebolt nya sambil memainkan tongkat sapu itu. Jongin kembali melirik Chanyeol.

"Sudah lama aku tidak melihat mu bersama Baekhyun? Padahal pertandingan lusa dan kekasihmu seakan tidak ada disampingmu untuk mendukungmu." ujar Jongin.

"Aku juga tidak tahu ia pergi kemana akhir - akhir ini." Chanyeol menaikkan wajahnya dan menatap hamparan rumput hijau lapangan yang terkena sinaran matahari dengan alis menyatu dan seraya berpikir. Menerawang jauh ke masa masa dimana Baekhyun seakan menghindarinya.

"Menghindari ku dan setiap kali kuajak dia berbicara dia tidak pernah datang." aku Chanyeol.

"Kapan kalian terakhir bertemu?"

"Seminggu lalu di menara Astronomi. Kami berpelukan, berciuman, aku mencubit nipple nya dan dia mengerang-"

"Tidak usah diceritakan lebih jelas, brengsek. Aku tahu hormon mu memang begitu jika berduaan dengan Baekhyun." Jongin menatap Chanyeol kesal. Yang ditatap hanya menggaruk lehernya.

"Mau bagaimana lagi, setiap kali berdekatan demgan Baekhyun sesuatu terjadi dan aku tidak bisa menahan hasratku." jujur Chanyeol. Jongin menghela nafasnya

"Jadi sekarang *Seeker Slytherin ini sedang gundah gulana, galau merana?"

[ Seeker : Posisi dalam olahraga Quiditch. Bertuga menangkap Golden Snitch/bola emas dengan sayap]

"Bisa dibilang." ujar Chanyeol lemas. Jongin ikut memandang hamparan luas rumput hijau dihadapannya. Ia tersenyum tipis dan terkekeh.

"Mengapa semua Gryffindor selalu membuat galau ya?" lirih Jongin. Chanyeol mengerutkan alisnya dan menatap Jongin bingung.

"Maksudmu?"

Seakan tersadar, Jongin menatap Chanyeol dan mengubah air mukanya menjadi lebih serius.

"Tidak ada apa – apa."

Setelah itu, Jongin pun pergi meninggalkan Chanyeol yang menatapnya bingung.


[ Hari Pertandingan ]


Sejak dirinya menjadi seorang *Seeker di tim Slytherin, hari ini adalah hari dimana Chanyeol pertama kalinya melihat wajah tenang Sehun sebelum bertanding. Biasanya lelaki itu akan meggoyang –goyang kedua kakinya, menggigit jarinya atau berusaha menghapus keringat – keringat sebutir jagung yang mengaliri pelipis dan dahinya.

[ Seeker : Penangkap bola golden snitch dakan olahraga Quiditch]

"Sehun, You okay?"tanya Kris sambil memegang sandwichnya. Chanyeol dan Jongin ikut melirik Sehun yang dengan santainya memotong roti isi blueberry nya dengan khidmat.

"I'm literally fine."jawab Sehun sambil menatap ketiga temannya. " What? Ada yang salah?" tanya lelaki berwajah dingin itu. Chanyeol menggeleng dan kembali meminum jus labu nya. Jongin menatap Kris.

"Tidak, hanya saja –"

"Aku terlihat tenang, right? " ucapan Kris terpotong Sehun.

"Mm," Kris terlihat bingung dan melirik kedua sahabatnya yang lain. "Yeah seperti itu."

"Apa kau sedang jatuh cinta?" tanya Jongin sambil mendekatkan kepalanya. Sehun menatap Jongin, kemudian tersenyum tipis.

"Knowing everything people obey is sin, Kim Jongin." dengus Kris. Jongin mencibir dan kembali menjauhkan kepalanya. Kris melirik Sehun yang masih tersenyum sambil memotong rotinya lagi.

"Argh – Nam Joohyuk!"

"Tidak! Itu Junki si Seeker tampan! "

"Aku ingin Jonghun! Aku ingin dia!"

Teriakan gadis – gadis Hogwarts di ruang makan membuyar keheningan pagi itu. Di meja Slytherin, tim Quiditch asrama itu memandang rombongan tim Ilvermony dengan balutan seragam tim berwarna hitam dan perak melenggang sombong sambil tersenyum.

"What the hell are they going here?!" kesal Kris sambil menatap tajam rombongan itu. Begitupula pemain lainnya yang menatap sinis para pemain Ilvermony.

"Bagaimana bisa sekolah memperbolehkan mereka ikut sarapan di sini?!" kesal Jongin sambil memukul mejanya. Sehun menatap rombongan yang duduk di bangku itu dengan tatapan dingin luar biasa.

"Aku kesal setengah mati!" pekik Jongin.

Disebelahnya, Chanyeol hanya menatap Junki, Seeker tangguh dari Ilvermony yang terkenal dengan ketampanan dan kepopulerannya melebihi *Gilderoy Lockhart. Tanda tangannya tersebar dimana- mana, dan wajahnya menjadi impian siapapun.

[ Gilderoy Lockhart : Tokoh ]

Tak jauh dari situ, Junki benar – benar akan meminum jus labu didepannya kalau saja seseorang tidak memantrainya dan membiarkan gelasnya terjatuh tiba – tiba dan membasahi baju bagian depannya.

Ia membelalakan matanya dan membalikan tubuhnya untuk melihat meja Tim Slytherin yang sedang menahan tawanya. Mata Junki memicing melihat keempat lelaki berambut Ash Grey yang tengah menahan tawa dan kini memandangnya sinis.

"Sialan. Akan ku balas kalian semua." ujar Junki sambil mengepalkan tangannya.


Para pemain bersiap menaiki sapunya. Chanyeol beberapa kali memperbaiki topinya dan melirik bangku penonton. Ia tidak mendapati kekasihnya. Namun ia mendapati empat jajar bangku penonton yang dikosongkan.

Chanyeol mengernyit dan memperhatikan lebih jelas bagaimana beberapa orang dengan celana strip cokelat putih, juga atasan berwarna hijau seperti warna asramanya memasuki bangku penonton.

Tunggu, mengapa salah satu dari mereka seperti Baekhyun?batin Chanyeol saat matanya fokus pada seseorang yang berada di baris pertama dari sepuluh orang itu.

"CHANYEOL SARANGHAE?!"teriak sosok yang sedari tadi menjadi fokus Chanyeol.

Benar saja!

Itu memang Baekhyun.

Chanyeol tersenyum lebar dan mengangkat tangan kanannya. Ia tak peduli dengan pakaian apa yang dipakai kekasihnya. Yang terpenting, ia bisa melihat Baekhyun. Vernon terkekeh dan mendorong bahu Chanyeol.

"Lebih semangat Dude?"

"Tentu saja."

Berbeda dengan Sehun. Ia tersenyum tipis saat mendapati sosok berambut blonde yang berdiri disamping Baekhyun. Sedang Jongin, sesekali matanya melirik sosok mungil berambut pendek yang berdiri di samping sosok tinggi bermata tajam.

"Okay, semua siap?" tanya Professor Jonghyun yang bertugas sebagai Wasit.

"Siap!"

Chanyeol menatap tajam sosok yang sempat ia rapali mantrai beberapa jam lalu. Ayolah, menyenangkan bila kau melakukan hal – hal konyol dengan rivalmu. Chanyeol menyeringai saat Junki melempar tatapan tajam padanya.

"Brooms up!"teriak Professor Jonghyun. Semua pemain mulai menaikkan sapu mereka dengan kaki yang mengantung dikedua sisinya dan tubuh yang di tumpukan seratus persen diatasnya.

Chanyeol sempat melirik barisan Baekhyun beserta teman – temannya yang kini sudah membentuk satu formasi. Chanyeol sempat mengerutkan alisnya, dan kembali konsen pada permainan yang akan ia mainkan beberapa detik lagi.

"Siap!"teriak Professor Jonghyun. Dengan keras Professor Jonghyun meniup peluit.

"Mulai!"

Pertandingan pun dimulai. Chanyeol sebagai Seeker segera berputar mencari Snitch dengan lincah. Berputar mengililingi arena mencari bola emas itu. Begitupula Junki yang dengan lincah memutat balik sapunya dan mulai mencari *snitch. Jongin sebagai Chaser mulai mengoper Quaffle ditangannya pada Minho, yang mana diterima dengan baik oleh lelaki itu. Sehun menjaga gawang dengan baik, sedang Kris sebagai kapten mulai berjaga – jaga akan kedatangan *bludgeryang sewaktu – waktu bisa melukai tim mereka.

[ Snitch : Golden snitch. Bola emas bersayap yang di cari seorang seeker untuk menentukan kemenangan / Quaffle : Bola yang harus di oper oleh Chaser dan dimasukan kedalam gawang / Bludger : Bola yang bergerak random dan dapat melukai para pemain]

"Ya, kita lihat Nam Joohyuk dari Ilvermony mulai mengoper Quaffle! Oh tidak! Quaffle berhasil direbut kembali oleh tim Slytherin!" teriak Taemin, murid Gryffindor,si komentator pertandingan hari ini.

Chanyeol meghentikan laju sapunya dan mengerutkan alisnya saat melihat Baekhyun bersama teman – temannya tengah memegang sesuatu berwarna cerah dikedua tangan mereka. Sesuatu berbentuk bulat , layaknya kumpulan kertas yang disatukan. Mereka tersenyum lebar dan membentuk satu formasi unik dengan Baekhyun didepan dan kesembilan lelaki lainnya berada dibelakang, membentuk formasi segitiga.

"Apa ini?" bisik Chanyeol.

Sesuatu yang baru terdengar dipenjuru arena permainan. Sesuatu seperti musik yang keras yang mampu membuat seluruh penonton bahkan pemain menatap barisan Baekhyun beserta teman – temannya.

Entah dari mana suara itu berasal, yang pasti Chanyeol tahu suara ini disebut lagu dan bermelodi keras.

"Go Slytherin and We Fight!" Teriak Baekhyun bersama teman – teman nya sambil mengangkat sesuatu di tangan mereka – yang disebut pom – pom – dengan tinggi. Chanyeol membulatkan matanya saat mereka semua menari dengan lincah.

Sehun, Jongin dan Kris juga terdiam menatap tingkah unik kekasih Chanyeol. Jangan lupakan tim Ilvermony yang mendadak diam tanpa mau melanjutkan permainan mereka, diiringi musik ceria yang mendampingi para pemain dalam bertarung.

I stay out too late, got nothing in my brain
That's what people say, that's what people say
I go on too many dates, but I can't make them stay
At least that's what people say, that's what people say

"Ya kita kembali dalam permainan dan- " Taemin membelalakan matanya heboh. "Whoo! Kapten Kris Wu berhasil memukul Bludger sehingga satupun tak ada yang berakhir dengan tulang tangan patah atau rusuk retak!"

Permainan kembali dimulai, dengan tim Slytherin yang semakin bersemangat karena Baekhyun beserta kawan – kawannya tanpa terganggu dengan teriakan cempreng tim pemandu sorak tersebut.

But I keep cruising
Can't stop, won't stop moving
It's like I got this music in my mind
Saying it's gonna be alright

Luhan yang sempat memprotes ide Baekhyun kini terlihat enjoy dan menikmati setiap gerakan. Ia menggerakan tubuhnya dengan lincah dan berteriak dengan nyaring. Begitupula Kyungsoo yang menari mengikuti gerakan juga alunan musik yang up beat di arena lapangan.

Baekhyun merentangkan tangannya dan tubuhnya berhasil dilempar keatas oleh ke sembilan temannya, cekatan dan lincah! Mereka menangkap Baekhyun dengan hati – hati dan penuh perkiraan. Penonton lain bahkan ikut bersorak saat melihat tim pemandu soran Slytherin ini.

Jongin sempat melirik tim pemandu soran Slytherin, dan tersenyum saat melihat sosok tersebut.

Sosok yang ia kagumi sejak dahulu

Hey, hey, hey!
Just think while you've been getting down and out about the liars
And dirty, dirty cheats of the world you could've been getting down to this sick beat

Dan sekarang, Chanyeol harus membelalakan matanya saat kesepeluh lelaki itu menggoyangkan pinggul mereka perlahan, sambil berbaris. Mereka membalikan tubuh mereka sehingga kini para lemain dan penonton bisa melihat bokong – bokong sexy itu. Pertama, yang ingin Chanyeol lakukan adalah menarik Baekhyun dari barisan lelaki cantik se Hogwarts itu, dan kedua menarik bola mafa lelaki – lelaki yang berada di sekitar mereka.

Sehun melirik barisan Cheerleaders itu dan meneguk liurnya disela – sela permainannya. Kris masih setia menjaga para pemainnya. Sedang Jongin? Keadaannya sama 'mengenaskan' saat melihat pantat – pantat indah itu.

Seandainya darah imajiner itu benar – benar bisa mengalir dari hidung Chanyeol, Jongin, Sehun serta lelaki lainnya.

"Nice ass."

Chanyeol menatap tajam lelaki bermata sipit dengan garis rahang yang kuat disampingnya. Menatap Chanyeol dengan seringaian.

"Kekasihmu punya bokong yang indah. Ehm, aku bisa bayangkan –"

"Hentikan bibir laknat mu itu atau aku tak segan – segan membunuhmu setelah permainan ini selesai," desis Chanyeol. "Camkan itu Lee Junki,"

"Aku tunggu." Ujar Junki dengan muka meremehkan.

Telinga Chanyeol berdenging saat suara yang ia hafal melintas didekatnya. Dengan cepat ia menoleh ke kiri dan tersenyum saat mendapati snitch yang melintad didekatnya. Tanpa ragu, Chanyeol segera membelokan sapunya dan mengejar snitch. Junki melihat itu dan segera menyusul Chanyeol.

"Tangkap bolanya Jongin! !" teriak Joshua yang sudah mulai keletihan. Jongin menangkap quaffle dan memasukannya ke dalam gawang.

"Point untuk tim Slytherin!" pekik Taemin. "Permainan semakin panas bak pantat para pemandu sorak, dan wow – seeker Slytherin dan Ilvermony mulai menemukan snitch!"

"Nice kid!" teriak Kris.

Shake it off

Shake it off

Ah ah!

Shake it off

Shake it off

Semakin panas. Semakin panas para pemandu sorak ini bergoyang tanpa tahu apa arti letih. Mereka tertawa dan bergerak sinkron. Kesepuluh lelaki manis itu mulai membentuk formasi.

Baekhyun mengeluarkan tongkatnya dan mengacungkannya keatas.

"*Flagrante!" teriak Baekhyun. Seketika itupun api menyala dari tongkat Baekhyun dan menjadi satuan api – api besar di atas langit. Membentuk satuan huruf – huruf menjadi tulisan dengan api berbentuk ular hijau yang mengelilingi tulisan itu.

[ Flagrante : Sihir untuk mengeluarkan tulisan api]

' SLYTHERIN, WE FORYOU!'

Baekhyun tersenyum lebar melihat tulisan dilangit. Dan detik itu pula, Taemin bersorak ketika si gesit nan lincah berwarna emas itu sudah berada di tangan Chanyeol.


The Romance Stories of Serpent and Lion


Euphoria seperti ini mungkin sering terlihat ketika Slytherin memenangkan pertandingan antar asrama. Tetapi ini tidak seperti biasanya. Karena kini bukan hanya keturunan Slytherin saja yang melakukan euphoria di ruang rekreasi Slytherin, tetapi juga beberapa murid Gryffindor, Ravenclaw dan Hupplepuff. Yeah, kebahagiaan bersama.

Dengan bergalon – galon *butterbear, ayam kalkun, buah – buahan bahkan cokelat sekalipun yang mereka siapkan di ruanh rekreasi Slytherin.

[ Butterbear : Minuman. Bir mentega]

"Bersulang untuk para pemain!" teriak Kris sambil menaikan gelas butterbear nya. Seluruh murid di ruang rekreasi menaikan gelasnya.

"Bersulang unuk Hogwarts!" teriak Sehun.

"Bersulang untuk Slytherin!" Vernon ikut berteriak.

"Dan bersulang untuk seeker kita yang tak pernah mengecewakan. Park Chanyeol!" tambah Jongin sambil tersenyum lebar.

"Cheers!"

"Cheers!"

Chanyeol tersenyum dan meminum butterbear nya bersama dengan yang lain. Baekhyun hanya bisa tersenyum memperhatikan kekasihnya yang dilingkupi kebahagiaan. Ia hanya berdiri dibarisan paling belakang dan berharap agar kebahagiaan selalu terus menyertai Chanyeol sampai kapanpun.

Semua murid telah memencar bahkan beberapa sudah kembali memakan hidangan yang ada. Luhan dan Kyungsoo melirik Baekhyun

"Kau tidak mendekatinya?"tanya Luhan. Baekhyun menggeleng.

"Biar malam ini dia merayakan keberhasilannya. Mungkin aku akan segera kembali ke kamar karena besok aku tidak boleh terlambat di kelas ramuan." ujar Baekhyun.

Chanyeol melayangkan pandangannya, mencari Baekhyun. Sampai matanya menangkap sosok mungil yang ia kenal, tubuhnya ia gerakan melewati beberapa murid.

"Baekhyun," panggil Chanyeol. Baekhyun menoleh dan tersenyum.

"Hai Chan."

"Bisa ikut aku sebentar." ujarnya sambil tersenyum lembut. Baekhyun menatap kedua sahabatnya, yang mana di balas anggukan dari keduanya.

"Tarian yang bagus. Terimakasih Kyungsoo, Luhan telah menjadi bagian dari tim pemandu sorak dan mendukung asrama kami." Ujar Chanyeol.

"Sama – sama." Kyungsoo membalas dengan senyuman diwajahnya. Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan membawanya menjauh dari kerumunan.

"Mau kemana kita Chan?"

"Ke tempat dimana hanya ada aku dan kau malam ini." Ujar Chanyeol penuh misteri. Baekhyun mengernyitkan alisnya dan tetap mengikuti langkah Chanyeol.


The Romance Stories of Serpent and Lion


Chanyeol mendorong lembut tubuh Baekhyun keatas kasurnya – kasur miliknya – dan mencumbu leher Baekhyun. Lelaki manis itu melenguh dan tersenyum, membiarkan lelaki bersweater hijau itu menciumi lehernya.

" Ngh – Chanyeol."

Tangan Baekhyun bergerak mengelus punggung Chanyeol, dan memekik saat Chanyeol mengangkat tubuhnya kemudian menaruhnya diatas pahanya. Chanyeol mencium bibir Baekhyun dan melumatnya. Baekhyun menutup matanya dan menikmati ciuman Chanyeol. Sesekali membalas atau meremas rambut Chanyeol sebagai ungkapan nafsunya.

Birahi Chanyeol tak tertahan saat tangannya merambat ke bokong Baekhyun dan meremasnya.

"Chanyeol!" pekik Baekhyun sambil mendorong dada Chanyeol dan menarik bibirnya. Chanyeol menatap Baekhyun heran, sedang si manis menatapnya dengan alis bertaut. Seakan tersadar, Chanyeol menghela nafas dan menutup matanya.

"Kita tidak pernah meremas bokong kalau kau tahu. Hal terjauh yang kita lakukan hanya kau yang memelintir putingku dari balik baju." ujar Baekhyun polos. "Jangan merebut keperawananku sebelum kita menikah!"

"Astaga, sayang. Maafkan aku. Sungguh!" sesal Chanyeol. Baekhyun tersenyum dan merapikan poni Chanyeol.

"Tidak apa." Ujar Baekhyun. "Aku tahu tubuhku terlalu aduhai sehingga kau tidak bisa menahannya."

"Ah, mulai narsis!" kekeh Chanyeol. "Tapi memang benar sih. Apalagi saat kau menggoyang pantatmu di bangku penonton. Kalau aku tidak ingat saat itu aku sedang bermain, aku sudah pasti akan menarikmu dan tidak ada lagi kata ampun untuk menyetubuhimu." Tambah Chanyeol sambil ingatannya berkelana ke beberapa jam lalu saat pertandingan.

"Benarkah?"

"Dan aku tidak mau pantat indah ini kau tunjukan di depan orang lain. Hanya aku. Hanya aku yang boleh melihat dan menikmatinya." tegas Chanyeol. Baekhyun terkekeh dan mengecup bibir Chanyeol.

"Terimakasih telah mendukungku dan melakukan semuanya." Chanyeol menatap Baekhyun lembut ditengah – tengah kegelapan malam. Sinar rembulan seakan tersorot hanya untuk Baekhyun.

"Oh, Byun Baekhyun a real cheerleader for me." Ujar Chanyeol sambil mengelus pipi Baekhyun . "He's always right there when I need him." Tambah Chanyeol.

Baekhyun tersenyum tipis, dan menutup matanya saat Chanyeol kembali mendekatkan wajahnya. Mengecup bibirnya dengan lembut.

" I love you, Baekhyun."

"I love you too, Park Yoda."

.

.

.

Ekstra

Niatnya ingin mengambil satu piring kalkun dari mangkuk besar yang masih penuh, langkah Luhan terhalang sosok berambut abu yang tengah tersenyum padanya. Luhan menggigit bibirnya sambil memeluk piring bercorak unicorn yang sedari tadi ia bawa.

Sosok itu berdehem dan melipat tangannya. Arogansi dari gesture tubuhnya menandakan dia memang seratus persen keturunan Slytherin yang tampan dan penuh kuasa.

"Terimakasih telah mendukungku." Ujar sosok itu. Luhan menatap kedua mata abu itu dan tersenyum.

"Sama – sama. Senang mendengar kau menyukainya." Balas Luhan.

Luhan melirik keadaan sekitarnya, dan menghela nafas lega saat tak ada satupun yang menyadari bahwa kini ia tengah berhadapan dengan sosok yang banyak dikagumi oleh kaum hawa maupun kaum adam di seluruh penjuru sekolahnya.

"Kau ada acara malam ini?" tanya sosok itu. Luhan seraya berpikir sembil menggigit kuku ibu jarinya.

"Eum – sepertinya tidak ada. Ada apa?" tanyanya dengan senyum manis andalannya. Sosok itu mengelus leher belakangnya dan tersenyum kikuk.

"Ku tunggu kau di menara astronomi, bagaimana?" tawarnya. Luhan menggigit lidahnya, menahan jeritan dari tenggorokannya. Berusaha tetap tenang meski dadanya tengah bergemuruh.

"Ayo." ujar Luhan. "Tunggu aku pukul sebelas malam ya, Sehun."

.

.

TBC

.

[Catatan dari Author]

- Nih buat nininguin yang udah nagih dan ngasih beberapa prompt untuk FF ini dari DraRy! :*

- Banyak yang minta dikasih keterangan untuk mantra, ramuan dan istilah lain, udah gw tulis yaps :) Semoga kalian suka ya :3

- Kebayang aja gitu pas denger lagu Shake It Off ama jalan cerita ini. Hehehe

- Sampai jumpa di chap depan!