Side Story : When Pure Blood Meet A Half-Blood

Namanya Jungwoo.

Bukan murid special yang memiliki otak cerdas seperti Baekhyun yang memang terkenal di Hogwarts. Oh siapa sih yang tidak mengenal si ensiklopedia berjalan itu? Bahkan mahluk - mahluk misteri di hutan terlarang saja mengenal si Pandai Byun dari Gryffindor.

Kembali lagi ke Jungwoo, si murid tahun kedua Gryffindor yang tidak terlalu banyak berbicara, namun cepat menangkap semua mata pelajaran. Terutama mata pelajaran ramalan yang di ajarkan oleh Prof. Jaejoong. Ratusan kali sepertinya Prof. Jaejoong memuji Jungwoo atas kepandaian anak itu dalam tessomancy, membuka tarot, ataupun melihat kedalam bola ramalan.

(Tessomancy : membaca daun teh)

Kepandaiannya dalam mata pelajaran ini menjadikannya Jungwoo si populer dari kelas ramalan. Salah satunya, laki - laki keturunan Cina yang kini tengah duduk memperhatikan daun teh dihadapannya dengan bosan.

Wajah yang tampan dan keangkuhan garis - garis wajahnya menandakan ia seorang Slytherin.

"Mr. Wong, bisa tegakan badanmu dan baca kembali apa yang digambarkan daun teh pada teman didepanmu?" Tanya Prof. Jaejoong tegas

Wong Lucas menegakan tubuhnya dan menatap cangkir milik Yuta, temannya dari Slytherin yang sama - sama tidak berniat mengikuti kelas ini.

"Hmm, Yuta akan hidup bahagia -" ujarnya. "Selamanya. Amin!" Ujar Lucas asal.

Prof. Jaejoong menyatukan alisnya dan menghampiri kedua murid tahun keduanya. Prof. Jaejoong mengambil cangkir Yuta dan menatap Yuta serta Lucas bergantian

"Bahagia dari mana? Aku melihat Mr. Nakamoto akan mengalami cedera besok lusa di lapangan saat pertandingan Quidditch." Ujar Prof. Jaejoong

"Sial kau Lucas." Desis Yuta. Lucas hanya tertawa.

Tawa lelaki bermata lebar itu seakan ikut menghipnotis Jungwoo yang duduk tak jauh darinya untuk terkekeh. Lucas seakan tersedot pada lubang besar saat melihat senyum Jungwoo.

Manis.


Side Story of The Romance Stories of Serpent and Lion

Luwoo's Side

Cast : Lucas Wong - Kim Jungwoo

Support Cast : NCT Members and EXO Members

Genre : Boys Love, Alternative Universe, Fantasy, Romance, Friendship, Drama

Rate : T

.

Side Story : When Pure Blood Meet A Half - Blood

.

.

BGM : Troye Sivan - For Him

.

.


"Nah Mr. Kim, apa yang kau lihat dari daun teh milik Mr. Dong." Ujar Prof. Jaejoong seraya tersenyum pada Jungwoo. Lelaki berwajah manis itu mengambil cangkir milik Winwin dan memperhatikan daun teh milik Winwin dengan seksama. Winwin menatap sahabatnya penasaran.

"Matahari." Ujar Jungwoo. "Aku melihat matahari dalam cangkir Winwin."ujar Jungwoo tanpa melepaskan matanya.

Prof. Jaejoong mengangguk. Jungwoo menatap sahabat satu asramanya kemudian kembali membaca daun teh milik Winwin.

"Winwin tipe yang ceria dan jarang bersedih. Ia akan bertemu satu sosok yang memiliki sifat yang serupa dengannya." Ujar Jungwoo. "Keduanya begitu hangat, menyenangkan, dan penuh keceriaan. Winwin dan sosok itu akan bahagia selamanya." Ujar Jungwoo kemudian tersenyum manis pada Prof. Jaejoong

Winwin menutup mulutnya. Terlihat shock- ah! Terkadang dia memang hiperbola

"Good boy! Ramalan mu tepat. Bukan begitu Mr. Dong?" Wajah iseng Prof. Jaejoong terpatri saat bertanya pada Winwin.

Yang ditanya hanya tersenyum malu

"50 point untuk Gryffindor karena salah satu muridnya mampu menjabarkan dengan benar ramalan hari ini." Ujar Prof. Jaejoong sambil berjalan ke arah mejanya. Beberapa anak Gryffindor bersorak, tidak sedikit pula non- Gryffindor yang mengeluh karena asramanya tidak dapat menjawab dengan benar.

Lucas masih menatap Jungwoo.

"Hei, dari tadi si Wong memperhatikanmu." Bisik Winwin. Jungwoo membalikan tubuhnya dan membalas tatapan Lucas

Bingo, merasa tertangkap basah, Lucas melempar pandangannya ke arah lain.

"Hehehe. Biarkan saja lah." Kekeh Jungwoo.


Lucas, Yuta, dan Jaehyun berlari menuju Room of Requirement sore itu. Langkah kmereka yang terburu - buru membuat gaduh lorong sepi sore itu.

(Room of Requirement : Kamar Kebutuhan)

"Ayo cepat nanti para Hyung bisa marah!" Ujar Yuta saat melihat Lucas dan Jaehyun yang lambat.

"Aduh kakiku keram!" Kata Lucas. Meskipun begitu, mereka tetap berlari. Dan hingga sampai di koridor lantai 7.

"Hah! Cape sekali!" Ujar Jaehyun yang tengah menopang tangannya diatas lutut. Mereka bertiga menutup mata mereka dan sedetik kemudian sudah tiba didalam kamar kebutuhan yang dipenuhi kaca dan juga pohon artificial di sudut ruangan.

"Terlambat lagi Lucas, Yuta dan Jaehyun?" Tanya Chanyeol yang tengah menatap mereka galak.

"Sorry Hyung, tadi perut Lucas sakit sehingga harus bolak - balik kamar mandi." Jaehyun menjelaskan dengan kepala tertunduk.

"Satu telat lalu semua harus ikut telat?" Tanya Kris yang sudah berdiri disamping Chanyeol.

Jaehyun si Ravenclaw yang terkenal dengan kepintaran nya bermain kata kembali akan menjelaskan duduk perkaranya sampai Chanyeol mengangkat tangannya.

"Hari ini kami maafkan. Dan besok, tidak ada lagi kata terlambat." Ujar Chanyeol tegas.

"Siap Hyung!" Ujar mereka bertiga.

"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul, mari kita mulai materi hari ini." Ujar Chanyeol sambil membalikan tubuhnya dan menatap beberapa murid yang sudah hadir di kamar kebutuhan tersebut.

Ngomong - ngomong, ini bukan kelas formal. Bukan. Ini hanya perkumpulan murid murid hogwarts yang ingin membekali diri mereka dengan kecakapan ilmu sihir yang luar biasa. Baik dalam melindungi diri ataupun melawan Dengan didikan Chanyeol, Kris yang dibantu deretan murid murid senior Hogwarts seperti Baekhyun, Luhan, Kyungsoo, Sehun, Jongin, Suho, Xiumin, Tao, Yixing dan Jongdae, maka terbentuklah 'kelas tambahan' ini.

Lagipula kemampuan sihir para senior hampir mencapai kemampuan sihir tingkat tinggi. Pengalaman mereka sudah banyak dan alasan itulah yang menjadikan murid junior percaya pada mereka.

Jungwoo yang juga mengikuti kelas ini menatap Lucas yang memegang perutnya.

"Kasihan." Bisik Jungwoo.

"Kau bilang apa?" Tanya Luhan yang berdiri disebelahnya. Jungwoo tersadar dan menggeleng

"Tidak hyung."

Chanyeol dan Kris berdiri ditengah - tengah kerumunan murid - murid yang siap menerima materi dari kedua senior Slytherin mereka.

"Hari ini kita akan belajar self defense dengan mantra sihir yang sudah kita pelajari sejak kalian fasih melafalkan mantra." Ujar Chanyeol

"Tapi tidak semua dari kalian mampu melindungi diri kalian dengan mantra - mantra yang sudah kalian hafal." Tambah Kris. "Oleh sebab itu, hari ini kami akan melatih kalian untuk melindungi diri kalian sendiri sebagai seorang penyihir." Ujar Kris berwibawa

"Kami akan tunjuk dua orang yang akan memberi contoh duel dalam dunia sihir." Ujar Chanyeol. "Karena pasti kalian butuh contoh bukan untuk memahami materi ini?" Tanya Chanyeol.

"Baiklah. Sehun dan Jongin, silahkan tunjukan pada murid lain bagaimana cara bertarung secara sihir." Tunjuk Kris.

"Kenapa harus kami sih?" Sungut Jongin. Kris menatap Jongin bengis, otomatis membuat lelaki berkulit gelap itu terdiam.

"Come On! Jangan sampai membut si iblis beralis tebal itu murka." Bisik Sehun. Semua murid menjauh, dan membiarkan Sehun juga Jongin berjauhan dalam jarak 2 meter.

"Semangat Sehun." Ujar Luhan dengan nada pelan. Sehun yang mendengarnya hanya tersenyum dan mengangguk

"Jangan sampai kalah." Itu Kyungsoo saat Jongin melewatinya.

"Thanks untuk dukungannya." Balas Jongin sambil mengerling dan tersenyum genit pada Kyungsoo. Sehun dan Jongin sudah siap mengacungkan tongkat mereka.

"Siap?" Tanya Chanyeol. Mereka berdua mengangguk.

"1,2,3 Go-"

"Expeliarmus!" Teriak Jongin sambil mengacungkan tongkatnya, dan detik berikutnya -

(Expelliarmus : Mantra untuk melucuti senjata lawan)

BUAGH

Sehun terlempar jauh. Menyisakan tawa dari semua murid yang menonton. Kecuali Luhan, yang menatapnya khawatir.

"Hahahah si pirang itu bisa kalah juga ternyata." Tawa Baekhyun yang paling keras. Lucas, Yuta, dan Jaehyun ikut tertawa dan menunjuk seniornya. Sehun kini hanya bisa pasrah menjadi bahan tertawaan semua murid.

"Nah, seperti itu." Ujar Chanyeol sambil menatap murid - murid Junior yang tengah memperhatikan apa yang Sehun dan Jongin praktikan.

Luhan menatap Sehun yang berdiri dan mengumpat. Matanya bersibobrok dengan Sehun.

'Its okay' Itu yang Sehun katakan tanpa suara saat Luhan melemparnya dengan tatapan khawatir.

"Nah, sekarang siapa first trial yang akan mencoba materi yang saat ini kita akan coba?" Tanya Kris.

"Jungwoo saja! Dia hebat!" Itu suara Baekhyun. Jungwoo menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bingung

"Come On Jungwo! Majulah kemari." Ajak Chanyeol Jungwoo berjalan kedepan dan memegang tongkatnya dengan ragu.

"Lalu siapa yang mau berduel dengan Jungwoo?" Tanya Chanyeol. Tidak ada satupun murid yang mengangkat tangan.

"Tidak ada?" Tanya Kris sambil menatap setiap murid penuh ketegasan. "Baiklah, Lucas. Maju ke depan."

"Apaa?!" Lucas terkejut. Namun saat ia melihat tatapan mata Kris dan Chanyeol, Lucas mau tak mau maju dengan berbekal ucapan semangat dari teman - temannya yang menurut Lucas tidak bisa diandalkan. Mereka tidak tahu saja, selain Lucas gugup karena ini pertama kalinya ia mencoba uji pertahanan diri dengan mantra - mantra yang ia hafal

Lucas lebih gugup lagi melihat senyum Jungwoo yang manis meskipun mereka kini berjarak 2 meter.

"Ready?" Tanya Kris. Lucas mengangkat tongkat sihirnya, begitupula dengan Jungwoo.

"1,2,3. Go!"

"Expeliarmus!"

BRUGH

"HAHAHAHAHA!" Itu tawa dari semua murid yang melihat Lucas. Terutama Yuta, Jaehyun, Mark dan Jeno. Mereka anggap ini lelucon gratis. Jungwoo menatap Lucas dengan perasaan bersalah. Apalagi saat Lucas berusaha bangun dan menatap Jungwoo dengan tatapan tak terbaca.


Selesai kelas tambahan, Lucas, Yuta, Jaehyun dan Mark - si murid Hupplepuff tahun kedua - berdiri ditembok dekat aula, sambil tertawa dan memperhatikan murid - murid tahun pertama yang hilir mudik. Selain mereka menertawakan tingkah beberapa anak tahun pertama yang lucu, atau pun menggelikan, geng biang onar ini pun mencari murid - murid tahun pertama yang menurut mereka menarik

Lucas bersiul saat melihat dua orang murid tahun pertama yang manis. Disusul gelak tawa ketiga sahabatnya. Tak jauh dari mereka, Jungwoo berdiri memperhatikan tingkah Lucas, sambil membawa Dittany Crete dalam saku jubahnya.

(Dittany Crete : Tanaman)

"Seorang Gryffindor tidak boleh menyerah hanya karena sebuah perasaan." Bisik Jungwoo pada dirinya. Berbekal kebenarian, Jungwoo berjalan mendekat kearah mereka berempat , lebih tepatnya kearah Lucas. Si Biang onar Slytherin

"Lucas Wong?" Panggil Jungwoo. Ketiga teman Lucas yang menyadari kehadiran Jungwoo. Yuta menepuk bahu Lucas dan saat lelaki itu sadar, Yuta menunjuk Jungwoo dengan dagunya

Lucas terdiam dan menatap Jungwoo dingin

"Ada apa?" Tanya Lucas.

"Bisa kita berbicara?" Tanya Jungwoo. Lucas menatap Jungwoo sesaat kemudian tersadar akan kehadiran teman - teman onar nya

"Kalian duluan saja ke ruang rekreasi Slytherin. Aku menyusul." Ujar Lucas. Yuta, Jaehyun, dan Mark mengangguk kemudian berjalan meninggalkan kedua lelaki berbeda asrama tersebut.

"Ada apa?" Tanya Lucas sepeninggal teman - temannya.

Jungwoo mengeluarkan Dittany Crete dari saku jubahnya dan memberikannya pada Lucas. Lelaki bermata besar itu menaikan alisnya dengan angkuh

"Ambilah. Ini bisa menyembuhkan sakit perutmu." Ujar Jungwoo. Lucas masih menatap Jungwoo dan tidak mau menerima tanaman itu

"Sekaligus permintaan maafku karena telah menyerangmu saat kelas tambahan tadi." Jungwoo terkekeh. Itu terlihat manis dimata Lucas

"Tidak apa - apa." Sahut Lucas

"Maka ambilah tanaman ini!" Paksa Jungwoo dengan wajah kesal. Dengan terpaksa, Lucas mengambil tanaman itu dan berdecak

"Bagaimana bisa kau memberikanku tanaman ... sedang aku saja bodoh dalam mata pelajaran ramuan." Kesal Lucas

"Rebus saja dengan air, dan minum air rebusannya. Atau kalau mau cepat, potong saja dan minum minyaknya." Jelas Jungwoo. Lucas berdehem dan memasukan tanaman yang Jungwoo berikan kedalam tasnya

"Thanks." Ujar Lucas singkat. Jungwoo terkekeh dan mengangguk

"Sama - sama." Balas Jungwoo. "Apa terpental karena Expeliarmus itu sakit?" Tanya Jungwoo lagi dengan kekehan

"Sial!" Lucas berdecak dengan wajah merahnya. Meskipun begitu, ia merasa bersyukur karena sakit perutnya mampu membuat dirinya dan Jungwoo selangkah lebih dekat.


Materi baru yang Chanyeol dan Kris ajarkan selalu menyenangkan sekaligus menantang. Dan beruntungnya, hari ini tidak ada satupun murid junior yang datang terlambat dan melahirkan 1001 alasan.

Patronus

(Patronus : Dilafalkan dengan mantra Expecto Patronum. Fungsi dari mantra ini untuk mengeluarkan patrons atau bayangan berbentuk binatang dari pemantra)

Mantra terkuat yang pernah ada.

Mantra inilah yang saat ini sedang dipelajari oleh murid - murid Junior. Yuta tertawa saat Patronus nya keluar, berlarian berbentuk anjing dan berhasil membuat Jaehyun terjatuh.

"Sialan patronus mu itu!" Kesal Jaehyun.

"Sorry dude!"

Winwin bersorak saat Patronus nya keluar dengan bentuk ular.

Taeyong bahkan berterial heboh saat bentuk patronusnya itu kuda

Lain lagi dengan Lucas, laki - laki itu tertawa saat bentuk Patronus nya seekor gorilla

"HAHAHAHAHAHA!" Tawanya membahan.

"Patronus mu aneh sekali." Ujar Jungwoo sambil terkekeh.

"Mungkin menggambarkan diriku yang kuat!" Ujar Lucas sambil menepuk dadanya

Dasar pamer

Jungwoo hanya terkekeh dan melafalkan mantra patronusnya

"Wah! Patronus ku berbentuk burung pipit!" Jungwoo berujar dengan antusias. Lucas tersenyum saat Jungwoo memperhatikan patronusnya

Cantik, batin Lucas

Merasa ditatap, Jungwoo mengalihkan pandanganya dari sang patronus pada lelaki yang sedari tadi memperhatikannya. Lucas berdehem dan berpura - pura memperhatikan bentukan patronusnya

Selalu saja ketahuan!


"Telat lagi, Mr. Wong dan Mr. Nakamoto?" Tanya Chanyeol sambil melipat tangannya di depan dada siang itu di lapangan Quidditch.

(Quidditch : Olahraga di dunia sihir)

"Maaf hyung." Lirih mereka berdua

Kedua lelaki itu bersyukur setidaknya hanya dihadapkan pada Chanyeol, bukan Kris - karena lelaki itu tengah sibuk menghadapi NEWT-, bukan pula Sehun yang selalu menatapnya dengan dingin, ataupun Jongin yang selalu menghukum mereka dengan hukuman yang aneh dan ajaib.

"Cepat naik ke sapu kalian dan berlatihlah bersama yang lain." Perintah Chanyeol.

"Baik hyung."

"Diceramahi lagi." Keluh Yuta.

"Suruh siapa tidur dikelas Prof. Hyukjae dan berakhir dengan mengerjakan 3 lembar perkamen tentang Animagus?" Kesal Lucas sambil menaikan sapunya.

(Animagus : Penyihir yang mampu merubah dirinya menjadi hewan)

Apalagi saat mata Lucas menatap barisan penonton yang dipenuhi kekasih - kekasih seniornya, seperti Baekhyun, Luhan - yang belum secara resmi di iikat oleh Sehun dalam hubungan percintaan-, ataupun Kyungsoo yang Lucas tahu lelaki bermata doe itu memiliki kedekatan dengan seniornya, Jongin

Lucas kesal. Dan iri by the way

"Brooms up!" Ujar mereka berdua dan kini mereka berdua melayang dengan sapu terbang mereka.

"Cepat bersiap dengan posisi!" Perintah Chanyeol yang turut serta bersama mereka dengan sapu terbangnya. Lucas segera bersiap di posisi Beater sambil menangkap tongkat pemukul yang dilempar oleh Sehun.

(Beater : Posisi dalam Quidditch yang bertugas memukul bludger/bola)

Lelaki bermarga Wong terkejut saat Tim Gryffindor ikut berlatih dengan mereka sebagai rival. Persiapan untuk menghadapi pertandingan di bulan depan mungkin, batin Lucas.

"Kita berbagi lapangan dengan Tim Gryffindor?" Tanya Lucas pada Vernon yang bersiap disebelahnya

"Ya. Minggu depan mereka akan bertanding melawan Beauxbatons. Apalagi mereka tengah melatih seeker baru mereka." Ujar Vernon

(Beauxbatons : Sekolah sihir selain Hogwarts ; Seeker : Posisi dalam Quidditch yang bertugas menangkap Golden Stitch)

Oh, Lucas lupa akan Taeyong! Dia seeker baru di tim Gryffindor. Entah apa yang menggerakan kepala Lucas dan mengabsen setiap orang yang duduk di bangku peserta. Benar saja! Ada Jungwoo disana. Dada Lucas kembali bergemuruh dan entah mengapa jiwa pamer nya tiba - tiba muncul ketika melihat lelaki manis itu.

"Hei, bersiaplah. Bludger akan datang kearahmu!" Teriak Sehun. Lucas menyeringai dan menepuk dadanya sombong

C'mon baby! Lihatlah aksiku ini batin Lucas

Karena terlalu banyak aksi dengan berjungkir balik dengan sapunya, atau bergaya bak pemain handal

"Euh, kenapa dia banyak gaya begitu?" Ujar Jongin sambil menatap Lucas bingung

Chanyeol hanya menggeleng dan memperhatikan juniornya itu sambil menatapnya aneh.

"Ehe, come here Bludger! Aku akan memukulmu -"

BUAGH

"AAAAARGHHH!TANGANKU!"

"Makanya jangan banyak gaya." Ujar Chanyeol dan hanya menatap Lucas yang meringis kesakitan dengan datar. Dari jauh, Jungwoo yang tengah menonton Taeyong segera berdiri dan menatap sosok yang baru saja diserang bludger itu dengan kaget

"Lucas!" Pekiknya


Madam Bora, selaku perawat di Hogwarts tersenyum saat lengan Lucas berhasil ia gulung dengan perban.

"Lain kali kau harus berhati - hati . Bludger itu bukan squishy yang ketika menabrak mu hanya terasa seperti tergelitik." Ujar Madam Bora dengan lembut

"Apa itu squishy?" Tanya Lucas

"Mainan kaum muggle. Biasanya anak - anak yang memainkannya." Ujar Jungwoo yang duduk disampingnya

(Muggle : Kaum manusia)

"Kalau begitu beristirahatlah beberapa jam disini. Setelah itu kau bisa kembali kekamarmu." Ujar Madam Bora

"Terimakasih Madam Bora." Ujar Chanyeol dan Jongin yang menemani Lucas. Sebagai senior dan penanggung jawab tim quiditch Slytherin, Chanyeol dan Jongin tidak mau meninggalkan juniornya sendirian.

"Makanya jangan banyak action ketika menjaga bludger!" Jongin memukul kepala Lucas

"Aw Hyung!" Kesalnya. Chanyeol diam - diam memperhatikan Jungwoo yang sejak terluka nya Lucas sudah menemani lelaki itu.

"Ehem! Kau tidak kembali ke kelasmu Jungwoo?" Tanya Chanyeol. Yang ditanya seakan tersadar dan menggeleng

"Aku akan menemani Lucas disini. Tidak apa Hyung. Kembali lah ke lapangan. Pasti yang lain sudah menunggu." Ujar Jungwoo sambil tersenyum. Chanyeol dan Jongin saling tukar pandang dan mengangguk

"Baiklah. Kami titip Lucas padamu." Pesan Chanyeol.

"Ya Hyung."

"Dan kau!" Tunjuk Jongin pada Lucas. "Jangan berbuat macam - macam dengan anak sepolos dia."Jongin menunjuk Lucas

"Memang aku mau berbuat apa?" Tanya Lucas kesal.

Chanyeol tertawa. "Baiklah, kami tinggal ya."

"Bye! Get well soon, Lu!" Ujar Jongin, dan dua orang Slytherin itu meninggalkan ruangan. Sepeninggal mereka, Jungwoo membantu Lucas untuk duduk dengan bantal sebagai sanggahan punggungnya.

"Kenapa kau mau repot repot membantuku?" Tanya Lucas.

"Kita kan berteman." Ujar Jungwoo sambil tersenyum dan menepuk pelan lengan Lucas. "Kamu kan temanku. Apa salah jika aku membantumu?" Tanya Jungwoo lembut. Kembali dada Lucas bergemuruh dan ada perasaan menggelitik ketika menatap Jungwoo.

"Tidak." Balas Lucas.

"Yasudah kalau tidak ada yang salah." Balas Jungwoo

Ya Tuhan, apa benar aku menyukainya?


"Tumben kau tidak telat?" Tanya Mark yang baru saja datang ke kelas ramuan sebelum Prof. Hyorin datang.

"Aku tidak mau lagi dikirimi Howler oleh orangtuaku. Mengerikan sekali!" Lucas berujar kesal. "Apalagi saat Baba membahas nilai ramuan ku yang tidak ada excellent nya sama sekali. Menyedihkan." Ujarnya

(Howler : Surat yang dapat berbicara atau membentak)

Mark tertawa.

Dari kejauhan saja, Lucas sudah terhipnotis dengan tawa renyah lelaki berambut cokelat yang duduk tak jauh darinya, meskipun lelaki bertawa renyah itu duduk dibelakang. Lucas sih tidak mau duduk didepan! Dia penunggu bangku belakang

"Selamat pagi." Sapa Prof. Hyorin dengan dua ekor kupu - kupu cantik yang hinggap di batang kacamatanya

"Selamat pagi Profesor!"

"Ah, begitu bersemangat sekali rupanya!" Ujar Prof. Hyorin sambil menatap ceria murid - muridnya

"Aku sih tidak." Bisi Lucas yanh dibalas tawa Mark.

"Baiklah, karena semua sedang bersemangat, maka hari ini aku akan membebaskan kalian untuk memilih rekan dan setelah itu, kalian duduk bersama rekan kalian." Ujar Prof. Hyorin.

"Yeay! Kita akan bersama!" Ujar Taeyong pada Jungwoo yang duduk disebelahnya. Jungwoo hanya terkekeh.

"Eits, terkecuali untuk Mr. Wong." Ujar Prof. Hyorin

"Aku?!" Tanya Lucas sambil menunjuk dirinya. "Ada apa denganku, Profesor?"

"Karena nilaimu itu sangat sangat merusak mata. Maka aku akan mengatur rekan kerja mu untuk hari ini." Ujar Prof. Hyorin sambil tersenyum. Lucas mendesah lesu. Padahal ia sudah berharap satu kelompok dengan Mark lalu akan mengacau bersama

"Kau akan bekerjasama dengan . Karena nilai Mr. Kim cukup lumayan dalam pelajaranku dan kau begitu bodoh dalam mata pelajaranku. "Tegas Prof. Hyorin. Jungwoo tersenyum tipis dan mengigit bibirnya. Sedang Lucas dibelakang sana, hanya bisa terdiam

Bertanya - tanya pada dirinya, apa dia sanggup mengontrol hatinya yang berdegup dengan kurang ajar setiap kali berdekatan dengan Jungwoo


Setelah pembagian rekan, kini pasangan Slytherin - Gryffindor itu berdiri di balik meja. Dengan kuali yang ditaruh diatas api dan bahan - bahan yang sudah disiapkan di sampingnya. Prof. Hyorin tidak memberitahu apa ramuan itu, namun ia hanya menyuruh semua murid untuk mengikuti tata cara pembuatannya.

"Apa ini?" Tanya Lucas sambil mengangkat telur berukuran telur ayam

"Itu telur ashwinder. Tolong pecahkan telur itu kedalam kuali." Perintah Jungwoo saat membaca tata caranya.

(Ashwinder : Satwa gaib)

Lucas memecahkan telur itu kedalam kuali. Jungwoo segera mengaduknya dan membuatnya rata

"Masukan tujuh duri mawar dan peppermint kering, Luc." Suruh Jungwoo. Lucas memasukan bahan yang Jungwoo perintahkan. Sesekali Lucas akan melirik Jungwoo yang serius mengaduk diata kuali

Cantik

BOOM

"Ledakan lagi Mr. Na?" Tanya Hyorin saat mendapati Jaemin yang salah memasukan bahan dan berakhir dengan ledakan dari dalam kuali. Jaemin menatap kesal kuali nya dan berakhir dengan dirinya yang gosong. Lucas terkekeh. Begitupula Jungwoo

"Tolong masukan bubuk Moonstone." Perintah Jungwoo. Lucas menuruti dan memasukannya kedalam kuali

(Moonstone : Batu)

Jungwoo mengaduknya searah jarum jam sebanyak 12kali. Lucas takjub melihat kepiawaian lelaki ini. Jungwoo dengan lihai menambahkan 4 helai kelopak bunga Beladona kedalam kuali dan mengaduknya

"Hm harum sekali!" Pekik Jungwoo. Lucas ikut membaui dan mengangguk.

"Ya, harum."

Lucas terdiam saat Jungwoo tersenyum lebar padanya.

"Siapa yang sudah berhasil?" Tanya Prof. Hyorin. Jungwoo tersenyum lebar dan mengangkat tangannya. Sedang tangan kiri nya ia pakai untuk mengangkat tangan Lucas

Lelaki itu semakin saja mengutuki detak jantungnya.

"Wah, baiklah. Aku akan cek apa ramuan kalian berhasil atau tidak?" Ujar Prof. Hyorin sambil berjalan ke arah Lucas dan Jungwoo. Prof. Hyorin menyipitkan matanya saat sampai di meja mereka berdua dan memperhatikan detail ramuan yang dibuat Lucas dan Jungwoo. Prof. Hyorin mengangkat dan mengayunkan tongkatnya, terbentuklah asap spiral dari ramuan buatan Lucas dan Jungwoo

"Brilliant! Sempurna! Ini yang aku inginkan!"

Riuhan terdengar dari mulut seluruh murid, bahkan Jungwoo tersenyum lebar. Lucas tak percaya bahwa hari ini dia menjadi nomor 1 di kelas ramuan. Matanya membola kaget

"Good job Mr. Wong dan Mr. Kim! Kalian berhasil hari ini!" Ujar Prof. Hyorin dengan ceria. "50 point untuk Gryffindor dan 50 Point untuk Slytherin karena keberhasilan dua murid nya!"tambah Prof. Hyorin.

"Terimakasih Profesor!" Ujar Jungwoo.

"Apa kalian tahu ramuan apa yang berhasil kalian buat ini?" Tanya Prof. Hyorin. Lucas dan Jungwoo saling menatap. Mereka berdua menggelengkan kepalanya

"Amortentia." Singkat Prof. Hyorin

(Amortentia: Ramuan cinta yang paling kuat di dunia)

"What?!" Pekik Lucas. Jungwoo hanya terkejut. Ditambah lagi pekikan kaget seluruh murid. Dan dengan santainya Prof. Hyorin terkekeh

"Larutan yang diinginkan seluruh muda - mudi dalam masa pubertas seperti kalian." Ujar Hyorin. "Maka sebagai hadiah, aku akan memberikan dua botol ramuan amortentia untuk Mr. Wong dan Mr. Kim." Ujar Hyorin sambil menyerahkan dua botol amortentia pada mereka berdua

"Terimakasih Profesor!" Ujar Jungwoo senang sambil menerima botol pemberian Prof. Hyorin

"Terimakasih." Singkat Lucas

"Gunakan dengan bijak ya hohohoho~"

Apakugunakan saja untuknya?


"Mau ikut ke menara astronomi?"

Jungwoo membalikan tubuhnya saat selesai menyantap ayam kalkun di aula besar di jam makan malam. Ia tersenyum saat mendapati Lucas berdiri dibelakangnya sambil tersenyum.

Winwin dan Taeyong menatap mereka bingung. Mungkin mereka berpikir, ada hubungan apa Jungwoo dengan murid tahun kedua si biang onar dari Slytherin ini. Meskipun berita kesuksesan mereka dalam membuat amortentia sudah tersebar keseluruh penghuni hogwarts. Apalagi Lucas yang pada dasarnya bodoh dalam mata pelajaran itu.

"Ayo." Balas Jungwoo dengan senyum manisnya. "Kalian duluanlah ke kamar. Aku mungkin pulang agak larut." Ujar Jungwoo pada Winwin dan Taeyong

"Yeah, hati - hati." Balas Winwin sambil menatap mereka penuh tanya

Lucas tersenyum dan berjalan bersama Jungwoo menuju menara astronomi.

Dan melahirkan pertanyaan besar dikepala Winwin dan Taeyong sampai sekarang. Sahabat manisnya itu harus menjelaskan sesuatu nanti

.

.

Sesampainya di menara astronomi, Lucas memperhatikan Jungwoo yang menatap langit - langit dengan penuh kekaguman

Jungwoo memiliki tubuh yang tinggi, tapi Lucas bangga akan tubuhnya yang lebih dari Jungwoo. Mungkin bila mereka menjadi sepasang kekasih, mereka akan dijuluki pasangan tiang berjalan, batin Lucas

"Mengapa kau mengajaku ke sini?" Tanya Jungwoo sambil menatap Lucas

"Karena aku ingin mengajakmu melihat bintang dari sini." Jelas Lucas. "Terlihat indah bukan?"

"Ya. Sangat indah." Balas Jungwoo sambil menatap Lucas.

"Tapi kau lebih indah dari mereka." Ujar Lucas pelan. Tanpa disadari Lucas, tutur katanya terdengar sampai ditelinga Jungwoo.

"Ya?" Tanya Jungwoo. Ia ragu dengan pendengarannya

Tapi jantung Jungwoo berdetak keras mendengarnya. Lucas berjalan mendekat dan menatap Jungwoo dengan intens

"Kim Jungwoo," bisik Lucas. "Apa kau menyukaiku?" Tanya Lucas.

Jungwoo mengedipkan matanya dan menelan ludahnya gugup. "Wa-wait! Lucas, mengapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Jungwoo.

"Aku tidak suka bertele - tele, Jungwoo." Ujar Lucas sambil menyelipkan rambut Jungwoo ke belakang telinganya. "Aku sudah menyukaimu. Matamu itu. Seakan menghipnotisku untuk terus memperhatikanmu." Ujar Lucas dengan jujur.

Jungwoo masih terdiam.

"Tapi aku ragu. Aku takut kau tidak menyukaiku. Karena kau pintar, sempurna, dan menyenangkan." Kekeh Lucas sambil menatap Jungwoo lembut. "Sedang aku? Begajulan, urakan, bodoh, dan tidak disiplin."Bola mata Lucas hanya tertuju pada Jungwoo malam itu.

"Dan aku berpikir apa amortentia bisa kumasukan kedalam minumanmu." Kekeh Lucas

Jungwoo menghela nafasnya dan terkekeh.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu, aku ini seorang Gryffindor dan ayahku seorang muggle. Apa kau mau padaku yang tidak berdarah murni ini?" Tanya Jungwoo lirih.

Lucas terdiam dan menatap Jungwoo dengan penuh perasaan

Perasaan ingin melindungi, mencintai dan menyayangi

"Apa dimatamu seorang Slytherin seperti itu?" Tanya Lucas lirih. Jungwoo menunduk dan menggeleng.

"Aku hanya tidak mau kau menjadi pembicaraan diantara para Slytherin yang memegang teguh prinsip pure blood." Ujar Jungwoo pelan

"Omong kosong. Hal seperti itu sudah dihapuskan dari Slytherin sejak lama Jungwoo asal kau tahu." Ujar Lucas dengan tegas Lelaki itu mengangkat wajah Jungwoo dengan tangannya dan menatap jernihnya bola mata orang yang dicintainya itu.

"I love you, Kim Jungwoo. Dan atas segala ke arogansian ku, aku ingin kau menjadi kekasihku." Ujar Lucas. "Dan itu harus!"

"Kau memaksa!" Kekeh Jungwoo. "Tapi aku suka. Hehehe" Lucas tersenyum dan merapatkan tubuhnya pada Jungwoo.

"Jadi kau menerimaku?"

"Tentu!" Ujar Jungwoo ceria

Dengan segenap kekuatan Lucas mendorong Jungwoo dan menempelkan bibir mereka. Ciuman pertama mereka sebagai sepasang kekasih. Jungwoo mengalungkan tangannya dileher Lucas dan tersenyum ditengah ciumannya. Lucas mengangkat sedikit tubuh Jungwoo dan terus menciumnya

"Aku tidak pernah benar - benar ingin melawan mu dengan Expelliarmus." ujar Lucas lembut sambil berbisik didepan bibir Jungwoo. Lelaki yang lebih pendek mengecup bibir Lucas dan tersenyum.

"Maaf ya. Gara - gara aku kau terjatuh." sesal Jungwoo. Lucas hanya menggeleng dan mengecup kembali bibir Jungwoo.

"Jadi mau diapakan amortentia kita?"


1 minggu kemudian

"Aku butuh kekasihku sebelum bertanding!" Ujar Lucas pada Yuta

"Tapi Jungwoo belum kemari sampai detik ini!" Kesal Yuta. "Aku tidak mau Chanyeol Hyung mengamuk dan mengganti posisi kita nanti di tim!" Bisik Yuta saat duduk disebelah Yuta. Lelaki keturunan Jepang itu memperhatikan seniornya yang tengah bersiap menuju lapangan. Lucas duduk dengan gusar dibalik tenda Slytherin. Kini mereka tengah bersiap menunggu untuk bermain

"Lucas!"

Itu Jungwoo yang berdiri di pintu tenda. Lucas berdiri dan membuka tangannya lebar. Jungwoo berlari dan memeluk Lucas dengan erat. Lucas mencium rambut kekasihnya dengan mesra.

"Aku tidak mau melewatkan pertandingan pertamamu." Bisik Jungwoo.

"Terimakasih sudah datang." Balas Lucas

"Apa yang kau inginkan sebelum bertanding?" Tanya Jungwoo dengan polos sambil menatap Lucas

"Mencium mu." Ujar Lucas. Dan tanpa menunggu lama, Lucas sudah menerima ciuman dari Jungwoo yang tengah memeluk lehernya. Lucas merapatkan tubuh mereka dan memeluk pinggang Jungwoo dengan mesra.

PLAK

"Auch!" Pekik Lucas kesakitan. Jungwoo melepas bibirnya dan menatap Lucas kaget.

"Berciuman saja terus! Dasar tidak tahu tempat!" Sehun menatap garang Lucas. Tangannya baru saja memukul kepala Lucas

"Hyung, kau seperti tidak pernah saja!" Kesal Lucas

"Cepat ke lapangan! Semuanya sudah menunggu!" Sungut Sehun.

"Ya ya!"

Jungwoo terkekeh dan mencium pipi Lucas

"Cepat sana!" Ujar Jungwoo sambil mengelus dada Lucas.

"Kau akan menonton ku kan?" Tanya Lucas

"Tentu saja! Nanti jika bludger akan menghantam mu lagi, akan ku bombarda bola sialan itu." Ujar Jungwoo.

(Bombarda : Mantra untuk menghancurkan sesuatu)

Lucas tertawa dan mencium kening Jungwoo.

Setidaknya, meskipun cedera, Lucas masih memiliki Jungwoo yang setia berada di sisinya.

.

.

END

.

.


Author's Note :

Halo semua, ketemu lagi dengan icha di fanfic ini :3

YEAY LUWOO IS REAL! dan aku suka banget suka suka banget ama mereka. Kenapa ya liat Luwoo itu kaya Chanbaek!argh gemes dah! Makanya aku buat side story dari cerita ini. Apalagi gemes banget kalo inget mereka. Jadi pengen buat Harrpot AU nya hehehe

Yuk, jangan lupa comment atau review yah untuk para Luwoo shipper! Yeay