Mata azure itu beberapa kali melirik ke arah bangku kosong yang tak jauh dari tempat duduknya. Meski perbincangan teman- temannya terdengar menarik tapi tetap saja iris mata secerah lautan itu tak bisa berhenti untuk melirik ke arah bangku kosong tersebut. Yah, walau di bilang bangku kosong, tapi tetap saja ada pemiliknya. Dan entah mengapa sang pemilik bangku itulah yang membuatnya gelisah seperti sekarang.
Jujur saja, ia merasa bahwa pemilik bangku kosong itu seperti menghindarinya. Bukan perasaan, mungkin memang dia tengah menghindar darinya. Apa yang membuatnya menghindar seperti ini? Apa dia terlihat menakutkan? atau mungkin bisa saja pemilik bangku itu merasa akan di makan olehnya. Hufftt... Sungguh, ia tak mengerti apapun. Toh, dia saja sudah melupakan kejadian beberapa waktu lalu dengannya, lagi pula dia pun tak mengerti jalan pikiran orang itu.
Aneh.
Rated: T
Genre: Romance, Hurt/Comfort
Vocaloid Yamaha Corp and Crypton Future Media.
Pair: Len x Rin
Warning: Typo, EYD yang buruk, Ide pasaran.
By Go Minami Asuka Bi
... : Lirik lagu yang di putar
: Lirik lagu yang Rin nyanyikan
/.../ : Lirik lagu yang Len Nyanyikan
RnR Please...
Hembusan angin terasa menerpa tubuh mungil Rin tatkala pintu penghubung antara koridor dan atap terbuka yang seketika menimbulkan sensasi sejuk. Tak aneh jika cuaca mulai terasa dingin, sekarang sudah memasuki musim gugur jadi angin pun mulai terasa dingin. Tak terlalu menghiraukan keadaan di atap, Rin pun melangkahkan kakinya perlahan hingga terhenti pada pagar pembatas. Tangan kecilnya meraih pembatas dan mengeratkan genggaman disana. Sungguh, Rin sangat menyukai keadaan hening seperti ini.
Tonari ni iru anata no iki
Shiroku natte samusō
Kotoshi mo mata inochi wa karehate
Yagate kuru haru o machiwabiru
Inochi no rensa o kikinagara
Mebuite yuku hikari no naka de
Entah mengapa samar- samar ia mendengar sebuah lagu di sana, padahal seingatnya disini hanya ada dirinya sendiri, mungkin. Tunggu! Rasanya entah mengapa dia merasa kenal dengan lirik tadi. Bahkan terdengar sama sekali tidak asing bagi dirinya. tanpa sadar Rin memejamkan matanya dan mencoba mencerna lirik- lirik yang ia dengar tadi.
Kuchite yuku sadame to
Wakatte nao tsuyoku
Iki shite itai yo
Utatte itai
Watashi ni mo nanika nokoseru to ii na
Watashi ga ikita inochi no akashi o ...
Kanashii uta ni wa shitaku nai yo
Nē onegai Ima kono toki dake wa
"Waratte itai yo ...
Anata no yoko de
Yasashii uta o utatte itai."
Rin membuka matanya tatkala bibirnya mulai mengikuti lirik dari lagu tersebut. Rin kenal! Ya, dia tau lagu apa ini. Tapi, siapa yang memutarnya? Seingatnya, ini bukan lagu dari seorang penyanyi ternama, bahkan penyanyinya bukanlah bintang. Rasanya Rin ingin tertawa miris saat menyadari perkataannya tadi.
"Ikudomeka no fuyu o koete
Yatto kizuita kono kimochi wa
Tsugeru koto wa dekinakatta kedo
Kokoro wa itsumo
Tsunagatte ita yo ne ..."
"Kurakute mienai yo
Nani mo kikoenai yo
Kowai yo Kurushii yo Samishii yo
Nani mo ka mo subete ga
Kiete iku naka de
Anata no egao dake ima kienai"
/Kurushii tte itte kure yo
Samishii tte itte kure yo
Mukae ni iku
Donna toko e mo ...
Ikanaide yo doko e mo
Oite'kanai de ... Bokura zutto
Futari de hitotsu darō ...?/
Berbeda dengan tadi, perlahan dan samar, Rin mendengar sebuah suara yang ikut menyanyi. Tunggu! Meski lagu itu terus melantun, entah mengapa suara yang ikut bernyanyi itu malah menyanyikan lirik dan nada berbeda. Apakah dia salah dengar?
"Yasashii uta o utatte ite ne
Kodoku na sekai o tsutsumarete mo
Zutto soba ni iru yo
Wasurenai de ne"
/Furitsumoru yuki to tomo ni
Kiete yuku kimi o
Dakishimeru koto shika dekinai yo
Kanau nara mō ichido dake
Kimi no koe ga kikitai/
"Anata wa itsumo,"/Hitori ja nai yo/
Suara ini.
Rin menutup mata seraya menyenandungkan lagu yang bersahutan dengan lagu lain. Sungguh, lagu yang di nyanyikan suara itu begitu sinkron dengan apa yang ia nyanyikan. Bagaikan sebuah lirik yang pelengkap bagi lagu ini.
Deg!. Rin membuka mata azurenya tatkala otaknya tahu dimana orang yang menyanyi tersebut. Kepalanya kini menengadah ke pada sebuah tangga yang menghubungkan tempat di atas pintu masuk atap. Meski tidak terlihat tapi ia yakin jika disana kedua suara itu berasal yang membuat kakinya kini melangkah perlahan ke arah tangga.
"Samishiku nai yo Anata ga iru
Dakishimete kureru atatakai te de
Kikoenai keredo
Tsutawatte iru yo
Fureta yubisaki kara"
Tap!
/Aishite'ru/ /"tte"
Deg!
Suara musik yang terus melantun itu terasa hilang begitu saja tatkala kedua pasang bola mata Azure kini saling menatap terkejut tepat lirik lagu yang mereka senandungkan bersahutan.
Orang yang menyetel musik itu pun tersadar duluan setelah beberapa detik terpaku pada iris azure milik gadis di sampingnya yang masih memegangi tangga. Ia mengambil mp3 kuning di sampingnya lalu menancapkan Headset yang ia pegang sejak tadi ke dalam lubang tersedia disana dan seketika musik pun menghilang. Berhentinya musik yang melantun pun membuat Rin kembali ke dalam dunia nyata dan membuatnya kembali melangkah naik ke tempat pemuda itu duduk. Tanpa meminta ijin dari orang yang terlebih dahulu disana, Rin seenaknya menaruh bokong rampingnya di samping pemuda blonde itu.
"Jadi ini kegiatan Kagamine-san saat istirahat untuk menghindariku?" Kata Rin dengan nada mengejek seraya menatap apa pun di hadapannya.
"Kenapa kau menghindariku?"
"Apa karna kejadian di kelas waktu lalu?"
"Atau kau membenciku?"
Len menghela nafas menanggapi pertanyaan Rin. Sungguh, tak ada gunanya berbicara dengan gadis di sampingnya ini, malah membuatnya bertambah kesal saja. Len bangkit dari posisi duduknya dan hendak berjalan menuruni tangga sampai perkataan Rin yang tertangkap oleh gendang telinganya membuat ia berhenti.
"Benarkan?" Kata Rin lagi saat perkataan sebelumnya hanya mendapat tanggapan berhentinya langkah kaki Len.
Len memutar tubuhnya agak menyamping, setidaknya posisi ini masih dapat menatap gadis itu. "Apa maumu?"
Mengikuti alur, Rin pun ikut menolehkan wajahnya ke arah Len. "Apa yang bisa ku harapkan dari seorang teman yang bahkan tidak bisa menganggapku teman?"
Garis mata Len menajam saat balasan dari Rin sama sekali tak masuk akal baginya. Toh, sejak awal Rin memang orang asing yang mencoba untuk mengganggunya, menurut Len. "Ku harap kau tidak mengorek informasi tentang diriku."
"Yah, jika itu bisa membuatmu lebih baik pada teman- teman yang lain... Why not?"
"Murahan."
Rin tersenyum kecut mendengar komentar pedas Len. "Setidaknya kita sudah berteman."
"Dalam mimpimu, Kagami."
Tuk! Tuk! Tuk!
Hentakan demi hentakan pun terdengar dari arah Len saat ini. Memang hanya hentakan pelan pulpen di tangan Len tapi dengan aktifitas tidak jelasnya saat ini, terlihat dengan jelas bahwa pikiran pemuda blonde itu tengah berkelana kemana-mana. Sudah 2 jam dirinya berkutat di atas meja belajar tapi tak ada satupun yang ia lakukan. Yang ia lakukan hanyalah melamun seraya menghentakkan pulpennya ke atas meja. Entah mengapa bisa jadi seperti ini, padahal hanya sebuah tebakan atau memang gadis itu tahu tentang lagu itu, makanya ia bisa menjawab begitu saja. Ataukah hanya kebetulan? Tapi, apakah benar hanya kebetulan?.
"Proof of life."
Hentakan pulpen Len pun berhenti.
"Benarkan?"
Gigi- gigi Len mengerat tatkala ingatannya tentang percakapan Rin tadi siang terputar layaknya kaset rusak. Len benar- benar tidak mengerti dengan hal ini. Bagaimana bisa dia ada di atap dan Len tidak mengetahuinya? Jadi suara manakah yang Len dengar di atap suara? Suara 'dia' kah atau suara Rin? Dan yang paling penting, Bagaimana-.
"Bagaimana gadis itu tahu judul lagu yang bahkan tidak di rilis dalam bentuk CD maupun Online?!"
Bahkan jika boleh di bilang, Len mungkin satu- satunya pemilik lagu tersebut dan hanya ada di dalam mp3 miliknya. Meskipun begitu banyak mp3 dengan tipe dan model yang sama, tapi mp3 yang berisi lagu itu hanya ada satu di dunia, dan tak mungkin ada yang membuat atau menyebar luaskan lagu tersebut ke media internet. Toh Len sudah memastikannya berkali- kali saat perjalanan pulang tapi tetap tak ada hal yang menyangkut tentang lagu tersebut. Lalu, bagaimana Rin tahu judulnya?.
Tunggu, bukankah waktu itu ia kehilangan mp3nya? Dan yang menemukannya adalah Rin bukan? Ck! Betapa bodohnya dirinya saat ini. Mungkin saja Rin tak sengaja memencet tombol play di Mp3nya hingga memutar lagu tersebut, maka dari itu ia mengetahui judulnya. Tapi, apakah hanya lagu itu yang terputar? Len mengeratkan giginya saat menyadari hal lain di banding bagaimana cara gadis itu tau lagu di mp3nya. Apakah Rin memakai mp3nya?.
"Sial!"
TBC
Balasan Review:
Aku manusia: Trima kasih sudah mau mereview. Sudah UP kok. Maaf ya kurang pnjang.
A/n:
Halo, apa kabar? Ada yang masih nungguin crita saya? Kayanya sih ga :". Aduh aku ngaret banget ya? Maaf banget ya. Aku lagi banyak tugas kuliah, plus laptop rusak, hp pun tewas. hiks, rasanya i'm like TT. yah, semua sudah mulai membaik. Hpku sudah ada yang baru, hanya tinggal menunggu lappy tersayang.
Untuk kali ini, saya mohon maaf kalau masih belum bisa panjang, soalnya ide saya lagi blank! Jadinya hanya ini yang terpikir untuk di lanjutkan plus, jempol saya pegal untuk mengetik. Saya harap kalian suka.
Jika ada yang mau bertanya soal ff ini silahkan tanyakan di kotak review. Nanti di chap depan akan saya balas, tapi bukan spoiler. Kalau kalian mau tebak siapa Rin dan siapa 'Dia' di masa lalu Len. Ataukah itu Rin atau bukan? Jika ya, apa alasannya? Jika bukan, lalu siapa? Dan kenapa Rin bisa tahu tentang lagu itu?
Yah, kalian bisa katakan imajinasi kalian di review. Tapi, hingga semua terungkap, saya ga akan kasih tau dulu. Hehhe...
Oklah mungkin itu saja, sampai chapter depan.
Salam Hangat,
Go Minami Asuka Bi
