Title : Grow (The Fact)
Author : barbequez
Cast : Wong Yukhei, Qian Kun
Genre : Romance, Family
Halo saya harap kalian nyaman membaca cerita yang saya buat hehe. Silahkan kritik dan sarannya
Cahaya matahari pagi menyinari wajah seorang pria tampan yang baru saja datang ke kampusnya, senyum hangat terpatri di wajahnya, siapa pun yang melihatnya pasti akan ikut tersenyum "pagi Yukhei" sapanya, yang disapa pun otomatis tersenyum ketika melihat senyuman secerah mentari itu "Pagi Kun-ge".
Masih dengan senyuman cerah terpatri di wajah Kun, ia berjalan berjalan mendekati Yukhei. 'Oh Tuhan, bisa kah hentikan waktu untuk sesaat saja untuk memandangi indahnya senyuman Kun-ge pagi hari ini' batin Yukhei.
"Aku kelas di lantai tiga, bagaimana denganmu?" tanya Kun,
"Ah- aku di lantai dua ge" jawab Yukhei yang baru saja kembali dari dunianya
Kun yang menyadari hal itu mengerutkan dahinya "apa kau belum makan atau minum sebelum berangkat? Kau terlihat tidak fokus"
"Hehe iya belum ge" Yukhei menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, jauh di dalam hatinya ia merasa lega bahwa Kun tidak menyadari kalau sebenarnya ia termenung memandangi wajah gegenya itu.
"Nanti aku temani makan di kantin bagaimana? Lain kali sebelum berangkat sebaiknya kau mengisi perutmu terlebih dahulu" ujar Kun sembari berjalan masuk ke dalam gedung kuliah yang diikuti Yukhei di sampingnya.
"Kun-ge tidak sibuk dengan kegiatan BEM? Biasanya untuk makan di kantin saja hampir tidak pernah".
"Tidak, lagi pula aku sudah mau lengser juga kan" Kun terkekeh pelan, hal itu mengakibatkan ada desiran-desiran halus di dada Yukhei.
Kun adalah Kepala Biro Kesekretariatan BEM di kampusnya, maka dari itu ia selalu seperti yang dikatakan Yukhei bahkan ke kantin saja dia sangat jarang. Alasan ia sangat jarang ke kantin bukanlah karena tidak sempat, ia lebih memilih memakan bekal buatan Ibunya karena ia bisa melakukan tugasnya sambil makan tanpa perlu repot-repot membelinya dahulu di kantin.
"Kun-ge selesai kelas jam berapa?" tanya Yukhei
"Jam setengah dua belas, bagaimana denganmu?"
"Aku selesai jam 12 ge, tunggu aku di kantin ya ge. Kalau tidak, aku tidak mau makan" Yukhei sedikit bercanda di ujung kalimatnya, ia hanya rindu bermanja-manja dengan gegenya, meskipun ia sudah tidak memandang Kun sebagai 'gege'nya lagi.
Rasanya ingin sekali Kun mengacak rambut Yukhei seperti saat di mana ia masih lebih tinggi dari Yukhei, anak itu sekarang sudah tumbuh begitu besar, bahkan jika orang melihat mereka sekarang bisa-bisa Yukhei yang dikira lebih tua "hahaha tentu saja aku akan menunggumu, jangan khawait" ujar Kun, ia mengurungkan niatnya mengacak rambut Yukhei, tidak mungkin dia harus mengambil kursi dulu untuk megacak rambut adiknya itu kan?
Mereka sudah sampai di lantai dua di mana kelas yang Yukhei ambil berada "kau yang terbaik ge hahaha. Aku duluan Kun-ge"
"Ya, dengarkan perkataan dosenmu, Yukhei" nasehat Kun, yang dinasehati pun hanya memberi acungan jempol. Kun kembali melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang masih satu lantai lagi.
Kun mengemasi barang-barangnya yang ada di atas meja, waktu menunjukkan pukul setengah dua belas kurang lima dan kelasnya berakhir lima menit lebih awal. Setelah mengemasi barang-barangnya ia segera keluar ruangan sambil ber'aku duluan' pada teman-temannya yang masih belum beranjak dari kelas.
Ia berjalan menuruni tangga menuju kantin yang berada di lantai satu sembari mengecek jam tangannya 'ah ternyata kelas berakhir lebih awal' pikirnya, pemuda itu terlalu hanyut dengan materi yang disampaikan oleh dosennya hingga tidak menyadari bahwa ternyata kelas berakhir lebih awal. Kun merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi serta baik dalam akademik, hal ini tentu membuatnya terkenal di kalangan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Di samping itu, sifat ramah dan gampang bergaulnya itu membuat orang-orang nyaman berteman dengannya, walaupun tak jarang pula yang diam-diam menyimpan perasaan lebih padanya, seperti orang yang ia anggap seperti adik kandungnya sendiri itu.
Di tengah perjalanannya menuju kantin, ia tak sengaja berpapasan dengan seorang gadis berparas cantik, Xu Yiyang mahasiswi satu angkatan di bawah Kun, sementara Yukhei dua angkatan di bawah Kun. Yiyang sangat terkenal di kalangan senior-seniornya karena wajahnya yang cantik dan juga sifatnya yang lembut.
"Halo Yiyang" sapa Kun sambil tersenyum ramah
"Hai Kun-ge" jawab Yiyang membalas senyuman ramah Kun
"Kau mau kemana?"
"Ah, aku ingin ke kantin ge" jawab Yiyang lagi, mendengar jawaban itu membuat Kun tersenyum semakin lebar
"Kebetulan aku juga ingin ke kantin, mau bareng?" tawar Kun yang ditanggapi anggukan pelan dari Yiyang.
Sembari berjalan bersebalahan, Kun diam-diam melirik pada Yiyang, wajah gadis itu sangat cantik dilihat dari samping membuat Kun tak bosan mencuri-curi pandang.
"Apa setelah ini kau ada kelas, Yiyang" tanya Kun mencoba mencairkan suasana yang ia rasa cukup canggung ini
"Aku ada kelas sekitar satu jam lagi ge, sekarang sedang jeda sebentar jadi aku ingin ke kantin untuk mengisi waktu luang ini" jawab Yiyang, Kun hanya ber'ooh' ria.
Sesampainya di kantin banyak orang-orang memandangi kedua insan tersebut, mereka membuat siapa saja yang melihat mereka terasa sejuk. Kun memilih tempat yang tidak terlalu dekat dengan jendela mengingat sudah mau tengah hari pasti sinar matahari akan terik sekali.
"Ingin pesan apa? Aku akan memesankannya untukmu" tawa Kun sembari mempersilahkan Yiyang duduk di meja yang ia pilih
"Ah xiexie gege. Aku ingin strawberry smoothies saja" Yiyang tampak merogoh tasnya untuk mencari dompetnya "ini ge uangnya" ia pung mengeluarkan beberapa lembar Yuan.
"Tidak apa-apa, anggap saja traktiran dari seorang senior" Kun terkekeh pelan menolak uang yang diberikan Yiyang "aku beli dulu ya" ia segera pamit sebelum Yiyang bersikeras memberikan uang itu.
Setelah selesai memesan, Kun berjalan menuju kasir untuk membayar semua pesanannya lalu kembali ke mejanya. Ia menarik kursi yang ada di depan gadis itu "tunggu sebentar ya, tadi saat memesan cukup ramai jadi pesanan kita tidak akan datang cepat"ujar Kun.
"Tidak apa-apa ge" jawab Yiyang tersenyum lembut. Mereka berdua pun banyak berbincang-bincang masalah mata kuliah mereka.
Jam menunjukkan pukul 12.17, kelas Yukhei sudah berakhir sekitar 15 menit yang lalu ia pun pergi menuju kantin begitu kelasnya selesai, namun yang didapatinya adalah Kun-ge nya sedang asik mengobrol dengan seorang gadis yang ia yakini adalah seniornya yang sangat terkenal itu. Ada sedikit rasa sesak di dadanya melihat pemandangan itu, ia seperti tidak rela melihat tatapan penuh kasih itu diberikan Kun kepada orang lain. Di sinilah Yukhei berdiri, di depan pintu masuk kantin memandangi tambatan hatinya dari jarak yang tak begitu jauh tapi terasa begitu jauh. Ia menyadari perasaannya kepada Kun tidak seperti seorang adik pada kakaknya lagi ketika di bangku SMA dan Kun baru memasuki universitas.
Flashback start
Dulu ketika Yukhei masih SMA dia mengencani beberapa teman-teman perempuannya, namun setelah berkali-kali pacaran ia merasa tidak ada yang bisa membuatnya nyaman dan bahagia melebihi saat ketika ia bersama dengan Kun. Di saat itu Yukhei mulai ragu pada dirinya sendiri, ia bahkan bertanya pada teman laki-lakinya yang ia yakini 'belok' tentang bagaimana rasanya menjadi seorang gay.
Temannya menjelaskan beberapa hal tentang duni pelangi, seperti apa itu bottom apa itu top, yang Yukhei tangkap adalah bottom adalah orang yang berperan sebagai 'wanita'dalam hubungan sesame laki-laki ini dan top sebagai laki-lakinya. Kemudian ia membayangkan bagaimana jika ia yang menjadi bottom, Yukhei pun ngeri sendiri membayangkannya sehingga ia yakin bahwa jika ia dan Kun menjalin hubungan, Kun lah yang menjadi bottom. Temannya juga memberitahu bahwa menjadi berbeda seperti itu bukan berarti akan tertarik kepada setiap sesama jenisnya, pasti juga memiliki tipe dan kriteria sendiri.
Setelah mendengar penjelasan temannya itu Yukhei berifikir 'ku rasa aku hanya gay pada Kun-ge'.
