Cherry Blossom In The School
Naruto Fandom
Disclamer : Masashi Kishimoto
Author Fanfic : Esmeraldat
pair : MadaSaku /di hajar Madara
Eps 4
Aku sangat terkejut dengan apa yang berada di dalam sketch book milik Sasuke, aku tidak menyangka dia punya hobby seperti itu, menggambar seluruh siswi di dalam kelas. Hanya ada para siswi di sketch booknya dan tidak ada gambar siswa di dalamnya. Apakah para siswi di gambar itu yang meminta untuk di gambar oleh Sasuke. Di sketch book tersebut aku mendapatkan gambar Yamanaka Ino di halaman pertama yang memegang rangkaian bunga. Di halaman kedua aku mendapatkan gambar Sakura, dia terlihat tertawa dengan sangat ceria, aku hanya tersenyum saat melihatnya. Di halaman ketiga aku mendapatkan gambar Tenten yang terlihat sangat percaya diri dengan senyumnya. Hanya saja aku tidak mendapatkan gambar Hyuga Hinata. Apakah karena anak itu pemalu jadi dia tidak meminta Sasuke untuk menggambarnya? Aku melirik Hinata entah kenapa dia tersentak kaget, saat aku lirik.
"A, apa sensei tahu kalau aku memberi jawaban pada kiba lewat line? Padahal suara nya sudah ku diamkan." Pikir Hinata yang sedang membalas line dari Kiba.
line kiba di smartphone Hinata yang berisi :
Kiba :
Hey ayolah Hinata beri tahu aku jawaban no 5, aku lupa rumusnya!
Hinata Reply :
Sebentar Kiba, Sensei melirik ku. Aku akan beri tahu setelah dia tidak melihat ke arah ku.
"Akh sial! Orang itu! Rasanya ingin aku pasangkan Kacamata kuda padanya!" Gerutu Kiba pelan setelah mendapatkan balasan line dari Hinata.
Hmm, mungkin saja. Anak itu selalu terlihat tersipu dan sangat pendiam. Dia bukan anak yang mudah untuk meminta Seseorang untuk menggambarnya ke cuali seseorang diam diam menggambarnya. Tapi boleh juga kemampuan Sasuke dalam seni menggambar, apa dia diajari oleh Sai? Aku melirik ke arah Sai, dia terlihat sangat tenang di mejanya.
"Kenapa Madara sensei melihat ke arah ku, apa dia tahu aku melihat buku catatan? Tapi kalau dia tahu pasti dia akan menghampiri ku kan?" Pikir Sai yang salah satu tangannya berada di kolong meja yang memegang buku catatan.
Teng teng teng
bel sekolah berbunyi itu artinya waktu jam pulang tiba.
"Baiklah semuanya! Jam pelajaran hari ini sudah selesai, silahkan kumpulkan soal ujian yang kalian kerjakan" Printah ku pada seluruh murid di dalam kelas.
"Akhirnya selesai juga!" Seru seluruh murid di dalam kelas. Satu persatu murid-murid di kelas 1-b mengumpulkan lembar ujian di atas meja guru dan yang terakhir mengumpulkan adalah Sasuke.
"Bagus juga gambar mu, apa ini hobby mu yang baru?" Tanya ku pada dirinya yang terlihat agak kesal, sepertinya dia tidak suka jika sketch book itu di lihat oleh orang lain selain dirinya.
"Lalu, kenapa kau menggambar semua siswi di sketch book milik mu?" Dia mengambil sketch booknya dari tangan ku dengan kasar.
"Itu bukan urusan mu, kenapa kau ingin tahu sekali. Madara Sensei." Dan dia pergi begitu saja dengan sangat angkuh.
Haa~~ Desah ku. Benar juga, itu bukan urusan ku, untuk apa aku ingin tahu.
"Ini." Aku meletakkan map coklat yang berisi lembar ujian yang di kerjakan oleh murid 1-b di atas meja Tobirama.
"Terimakasih Madara." Jawabnya
"Ya, sama-sama." Aku berjalan ke meja ku dan mengambil tas dan memasukkan beberapa dokument penting ke dalam tas. Hasirama pun datang ke meja ku dan merangkul ku.
"Hei Madara! Bagaimana kalau hari ini kita pulang bersama!" Ajak Hasirama dengan sangat gembira.
"Bagaimana dengan adik mu? Bukannya kalian selalu pulang bersama." Tanya ku. Aku melihat ekspresi Hasirama dengan wajah Heran saat aku bertanya seperti itu.
"Sepertinya, kau tidak suka sekali dengan Tobirama?"
"Bukannya, adik mu yang tidak suka pada ku?!" Hasirama terlihat menahan tawa.
"Ahaha, ucapan mu kenapa terdengar aneh begitu!"
"Hei apa yang kau pikirkan?!" Teriak ku padanya.
"Ahaha tidak, tidak lupakan saja" Hasirama tertawa sambil mengibaskan tangannya pada ku.
"Adik ku memang seperti itu Madara, dia terlalu sangat protektif pada ku atau pun yang menyangkut pada lingkungan di sekitarnya. Kalau dia tidak menyukai mu, tidak mungkin dia meminta diri mu untuk menggantikan dirinya saat mengajar bukan." Jelasnya yang meyakinkan diri ku.
"Akh! Terserahlah! Dia kan adik mu, wajar saja kau membelanya." Aku jalan ke luar meninggalkan ruang guru.
"Hei! Bukannya adik mu juga tidak menyukai ku! Itu sama saja kan!" Hasirama berlari mengejar diri ku yang berjalan di koridor.
Sasuke baru saja keluar dari gedung sekolah sambil menatap sketch book ditangannya.
"Brengsek! Orang itu melihat isi sketch book ku!" Gerutunya.
di jalan lain, terlihat wajah Chouji yang sangat kesal begitu pun dengan wajah teman-temannya seperti Ino dan Kiba sementara teman yang lainnya terlihat lesu juga ada yang sangat biasa saja seperti Shino.
"Menyebalkan sekali! Madara sensei mengambil cemilan ku dan bukan hanya itu dia juga memakannya ketika sedang mengawas ujian!" Chouji terlihat berapi-api karena kesal, ketika mengingat pristiwa Cemilannya di makan.
"Ya dia memakannya, seperti menonton bioskop saja." Sambung Ino.
"Bukannya itu salah mu Chouji, makan di jam pelajaran." Lanjut Shikamaru. Chouji terlihat bersalah ketika mendengar ucapan Shikamaru.
"Ya memang benar, tapi jangan sampai di makan juga!"
Di jalan yang sama dengan Shikamaru, Chouji dan Ino di depan jalan mereka ada Sakura bersama Naruto yang menanyakan sesuatu pada Sakura.
"Hei Sakura! Tadi aku lihat di kelas! Kau sedang membicarakan apa dengan Madara Sensei? Tidak biasanya dia bicara dengan mu, apa lagi aku lihat kalian berdua terlihat canggung." Sakura Kaget dan menengok ke arah Naruto dengan wajah mulai memerah.
"Ti, tidak ada apa apa kok Naruto!" Jawab Sakura sambil mengibaskan kedua tangannya di udara, tapi di mata Naruto, Sakura menyembunyikan sesuatu. dan salah satu alis naruto terangkat ke atas.
"Mencurigakan." ucap Naruto dalam hati.
"Hei kalian berdua sedang membicarakan apa? Aku jadi ingin tahu." Tiba-tiba saja Ino ikut nimbrung di dalam pembicaraan Naruto dan Sakura.
"tidak membicarakan apa-apa kok Ino."
"Tadi kalau tidak salah dengar kalian berdua membicarakan Madara Sensei kan?" Tebak Ino ingin memastikan apa yang dia dengar.
"Ino kebiasaan mu jelek sekali, menguping pembicaraan orang tidak baik." Naruto menyambar percakapan Ino.
"Bukannya kau sama saja Naruto!" Ucap Sakura ketus pada Naruto.
"Hei Ino, aku ingin menanyakan sesuatu pada mu." Tanya Sakura pada Ino sambil membuang Naruto yanga ada di dekatnya.
"Huaah!" Naruto tersiak dengan kasar oleh Sakura.
"Apa?" Tanya Ino bengong, yang melihat Sakura terlihat malu-malu.
"Menurut mu, cowok di marga Uchiha seperti apa?"
"Menurut ku, mereka sangat luar biasa! Membahana, Cool dan Kyaaa" Ino terlihat Antusias seperti fangirling Idol boys band Kebetulan Sasuke lewat di dekat mereka.
"Apa lagi kalau orang itu seperti Uchiha Sasuke!" ucap Ino yang luluh melihat wajah Sasuke.
"Aku juga berpikir sama dengan mu," Sakura melirik ke arah Sasuke.
"Tapi di banding Sasuke, menurut ku Itachi sangat mempesona." Ino memanggut pada Sakura yang artinya setuju. Jika Itachi itu lebih menawan di banding Sasuke.
"Itachi senpai, pembawaannya cool tapi friendly. Makanya dia juga salah satu senpai favourite ku di sekolah. Tapi aku lebih memilih Sasuke." Sakura melirik Ino yang nampak bersemangat membahas cowok di marga Uchiha.
"Karena Sasuke lebih menantang, tidak ada siapapun wanita yang berani mendekatinya kan!" Lanjut Ino.
"Kau benar, Lalu menurut mu bagaimana dengan Madara Sensei?" Ino terlihat kaget ketika Sakura bertanya tentang gurunya yang bernama Madara.
"Ahaha, bagaimana ya aku menjawabnya." Ino hanya cengengesan dan menggaruk pipinya yang tidak gatal, ketika pertanyaan itu di lontarka kepada dirinya.
Sementara Naruto berusaha menguping pembicaraan Sakura dan Ino
