Daniel dan Guanlin terbangun didalam bathtub disebuah kamar mandi yang mereka tidak tahu dimana. Daniel hanya memakai celana, dan Guanlin hanya memakai baju.

"Apakah bokongmu sakit?" "Pertaruhan nyawa bukan solusi" "Kembalikan celanaku"

ㅡNo One Knows

Cast :

Kang Daniel - Lai Guanlin

Hwang Minhyun - Park Jihoon

mikakko,2018

...

Daniel dan Guanlin lalu bersiap didepan pintu,

Drep.. Drep..Krietttt

"HUWAAAA!!!"

"YA TUHAN!!!"

"ASTAGA!!!"

"SIAPA KALIAN?"

"HEY, ITU CELANA DAN BAJUKU!"

"Tuan-tuan, aku mohon diam!"

Guanlin dan Daniel terdiam dengan bentakan salah satu dari dua orang yang masuk kedalam kamar mandi mereka,

"Baiklah, tenang, tenang. Aku Hwang Minhyun dan ini Park Jihoon"

"Aku Daniel, dan itu Guanlin, dan aku rasa, kau memakai celanaku, dan temanmu memakai bajuku" ucap Daniel

"Jadi, kalian yang menelanjangi kami?! Kalian sangat jahat!" teriak pemuda yang diketahui bernama Jihoon,

"Hey, jaga ucapanmu, jangan asal bicara!" teriak Guanlin

"Kami terbangun di kamar mandi lantai atas, dengan tanpa busana luar, kami hanya memakai pakaian dalam. Kami menemukan celana jeans dan jaket ini, lalu kami memakainya," jelas Minhyun

"Kami tidak tahu bahwa jeans dan jaket ini adalah milikmu, Daniel-ssi" tambah Jihoon

"Kami sudah berkeliling, kami hanya menemukan dasiku yang digunakan untuk menggantung senter ini, sedangkan Jihoon, tangannya.."

Minhyun menunjukan tangan Jihoon dengan posisi tangan yang diikat oleh isolasi dan kertas,

"Baiklah, kita sama-sama terjebak disini. Apa dari kalian ada yang tahu ini dimana?" tanya Guanlin yang dibalas gelengan dari kedua orang tersebut

"Tunggu, bisakah kau membuka ikatan tanganku? Kau memiliki pisau.." kata Jihoon

Guanlin mengangguk, lalu memotong ikatan isolasi di tangan Jihoon, "H-hati-hati" ucap Jihoon

"Nah, sudah"

"Akhirnya.. Eh? Apa ini? Ada sebuah kertas dan timer?"

Jihoon menunjukan kertas yang ada di genggaman tangannya, dan memberikannya kepada Minhyun,

"Bacakan, Minhyun" ucap Daniel

Minhyun membuka kertas lusuh itu,

"Tentukan pilihan sebelum waktu habis. Dua pasang menjadi satu"

"Apa maksudnya?" tanya Guanlin

"Kita harus menentukan pasangan.." ucap Daniel

"Sebelum waktu habis?" ucap Jihoon sambil melihat timer di tangannya, "Dan sekarang tinggal 3 menit?!"

"Ok! Sekarang kita harus memilih"

"Kenapa kita harus memilih? Aku tidak suka pilihan" Jihoon menahan tangis

"Siapa yang mau berpasangan denganku?" tanya Daniel, ketiga orang lain refleks mundur menjauh dari Daniel

Daniel menahan senyum, "Kalian pikir aku juga mau menjadi pasangan kalian? Jangan bermain-main, kita harus cepat!"

Daniel menunjuk Guanlin, "Siapa yang kau pilih?"

"Yang jelas bukan kau" balas Guanlin ketus

"Aku tidak mau berpasangan dengan siapapun selain Minhyun hyung, apalagi kau muka datar" ucap Jihoon sambil menunjuk Guanlin

"Dasar tidak tahu terima kasih, sudah baik aku membuka ikatan tanganmu!"

"SUDAH DIAM! Aku merasa kita telah dibodohi," tegas Minhyun sambil mengambil timer dari tangan Jihoon, "Ini timer untuk memasak, bodoh", Minhyun menaruh senter yang ia pegang di dalam wastafel,

"Apa yang terjadi jika aku memutar timer ini..?" Minhyun memutar timer itu menjadi 10 menit, lalu 30 menit, "Lihat! Tidak terjadi apa-apa" Minhyun memutar timer itu menjadi 1 menit, "Bodoh sekali, tidak ada apa-apa"

KRINGGGG KRINGGGG

Seketika, kamar mandi itu menjadi gelap gulita,

"WAAAAA!"

"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH!"

"AKU TIDAK MELAKUKAN APA-APA!"

"SENTER, DIMANA SENTERNYA?!"

"WASTAFEL, DI WASTAFEL!"

Daniel berhasil meraih senternya, dan menghidupkan senter tersebut, sekarang Minhyun ada di hadapannya,

"Baik-baik saja?" tanya Daniel, Minhyun mengangguk,

"WAHHHH HYUNGGG!!!"

Entah darimana dan bagaimana, sesuatu menarik Jihoon entah kemana, "JIHOON-AH!"

"ARGHHHHHH!"

"GUANLIN!"

Tiba-tiba, kamar mandi itu menjadi terang kembali

"A-apa yang terjadi?" tanya Minhyun, ia menangis

"Tenang, a-ayo kita keluar dan cari mereka"

Daniel membopong Minhyun sambil membawa botol bir dan senter, entah bagaimana dan kemana, Jihoon dan Guanlin pergi. Daniel berdoa agar mereka baik-baik saja, agar mereka bisa keluar dan mencari bantuan untuk ia dan Minhyun,

"Ayo keluar, hyung" panggil Daniel kepada Minhyun yang mendudukan diri di bathub

"Hyung? Kenapa kau memanggilku hyung?"

Daniel tersenyum tipis,

...

Kang Daniel. Seorang mahasiswa tahun akhir jurusan bisnis disalah satu universitas internasional Seoul. Kang Daniel tinggal bersama orang tuanya, disalah satu kawasan elit, ayahnya adalah seorang CEO agensi ternama di Korea Selatan. Selain kuliah dan mengerjakan skripsi, Daniel juga bekerja sebagai pelatih dance untuk trainee-trainee di agensi yang kelak akan ia olah dengan tangannya sendiri.

"Hey, Euigeon hyung!" Kang Euigeon adalah nama lahir Daniel, ia mengubah namanya menjadi Daniel karena dari kecil ia bersekolah di Los Angeles, dan teman-temannya kesusahan untuk melafalkan namanya, jadi ia meminta sang ayah untuk memberinya english name.

"Hai, Baejin" sapa Daniel kepada Bae Jinyoung, salah satu member group yang akan debut beberapa bulan lagi

"Siap untuk latihan, guys?" tanya Daniel

"YA!!" balas mereka semua,

Mereka semua menari dengan Daniel yang menjadi panutan mereka.

Ketika selesai, mereka beristirahat, tiba-tiba saja, ada suara ribut dari luar. Daniel tahu, itu pasti ayahnya,

"Kang Euigeon," ayah Daniel memasuki studio dance yang langsung diberi salam oleh semua orang didalam studio itu

"Ada apa ayah?"

"Minggu depan, tunanganmu akan ke Korea. Ia pasti lelah, kau harus menyambutnya, perjalanan dari Chicago ke Seoul tidaklah sedekat dirimu dan Ong Seongwoo. Hahaha."

Daniel mendesah malas, ia sudah berkali-kali menolak pertunangan mereka, tapi tetap saja ayahnya ini sangat keras kepala. Jadi, Daniel hanya menuruti ayahnya daripada masalah bertambah panjang

"Baiklah ayah, aku akan mengosongkan jadwalku minggu depan, omong-omong siapa namanya? Aku lupa?"

"Hwang Minhyun, satu tahun diatasmu. Ia akan mengurus pusat perusahaan ayahnya yang berada di Korea. Aku sudah mengirimkan fotonya lewat LINE, sambut dia, putraku. Aku harus pergi dulu"

Sepergian ayahnya, semua kembali normal. Daniel duduk di lantai studio, sedangkan yang lain sibuk berlatih, ia menatap foto seorang pemuda manis yang memakai jas hitam dari handphonenya

"Manis juga" gumam Daniel

...

"Begitulah"

"Jadi.. Kau adalah orang yang appa akan jodohkan denganku?" tanya Minhyun, yang dibalas anggukan oleh Daniel

"Seharusnya, kemarin aku menjemputmu dibandara.. Tapi.. Yaaa" Daniel menatap sekeliling, "Yang penting kita bertemu, walau dengan keadaan seperti ini hahaha" tawa Daniel mencairkan suasana

Minhyun tersenyum tipis, Daniel sangat tampan. Dan ketika tertawa, gigi kelincinya sungguh menggemaskan

"Ayo hyung, kita keluar, ah, ambil satu botol bir itu sebagai senjata"

Minhyun lalu mengambil satu botol bir di bawah kakinya, ia mengerutkan alisnya ketika tangannya menyentuh cairan basah, ia mencium tangannya, bau anyir menusuk hidungnya

"D-daniel.." gumamnya yang masih hisa didengar oleh Daniel

"Ya hyung? Astaga! Apa yang terjadi dengan tanganmu?" Daniel langsung menghampiri Minhyun untuk memeriksa jari Minhyun yang dilumuri darah,

"B-bukan jariku.. tapi.. lantainya"

Daniel refleks menoleh kebawah, lantai yang tadinya bersih sekarang berlumuran darah, tepat di tempat Guanlin dan Jihoon berdiri sebelum mereka hilang ditarik entah oleh siapa.

"Ayo, cepat keluar hyung"

...

Daniel dan Minhyun berjalan berdampingan, dengan tangan yang berpegangan erat. Daniel terus memperhatikan sekeliling, sampai ia menemukan tangga kebawah, ia menoleh kearah Minhyun lalu mengangguk, mereka lalu meneruskan langkah menuruni anak tangga.

'happiness'

Daniel refles menoleh ke arah Minhyun "K-kau berkata apa hyung?" tanya Daniel

"Happiness" jawab Minhyun, yang membuat Daniel menghela nafas karena yang ia dengar tadi adalah suara Minhyun

"Tapi aku tidak berkata apa-apa, Niel-ah" lanjut Minhyun

"M-maksudmu hyung?"

"Dialah yang bersuara" tunjuk Minhyun ke bawah tangga, Daniel langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Minhyun, matanya membesar,

Dibawah sana, ada sosok pria yang memakai pakaian serba hitam, tangan yang memegang pistol dan mata yang menuju kepada mereka berdua. Daniel menelan ludah, "A-yo turun"

"Tunggu! Apa kau yakin?" tanya Minhyun yang dibalas anggukan oleh Daniel, "Kita selesaikan segera"

DORRR

"AHHHH!"

Daniel dan Minhyun kaget, entah mengapa orang itu tiba-tiba menembakan pistolnya ke langit-langit, lalu ia menunjuk mereka berdua, seperti mengarahkan untuk cepat menghampirinya. Daniel dan Minhyun pun langsung bergegas turun, menghadap sosok itu.

Sosok itu tersenyum misterius, "Dengarkan baik-baik, kalian berdua," ia menatap Daniel dan Minhyun bergantian

"Dan JAWAB PERTANYAAN SAYA!" bentak orang itu, ia menunjuk Daniel dengan pistolnya,

"A-aku?" tanya Daniel sambil menunjuk dirinya sendiri

"Apa yang akan kau berikan kepada orang spesial di hari yang spesial?" tanya orang tersebut

"A-apa? M-maskudnya?"

"Jangan banyak bertanya dan CEPAT JAWAB!"

"B-baik! B-baik! A-ku.. Ini," Daniel menunjuk kalung yang ia gunakan,

"Hanya ini yang aku punya sekarang, ini terbuat dari emas putih," jelas Daniel

"Kalung emas putih? Baiklah, akan saya catat" orang itu mengeluarkan sebuah buku kecil dan pena untuk mencatat jawaban Daniel

Orang itu lalu membenarkan jubah hitamnya, lalu menunjuk Minhyun "Kau. Apa yang akan kau berikan kepada orang spesial di hari yang spesial?"

Minhyun tertegun, "Ayo jawab" bisik Daniel

"Ehm.. H-hari spesial macam apa? Ulang tahun, valentine, pernikahan atau ap--"

"CEPAT JAWAB!"

"Y-ya, siapa orangnya? Ibu? Ayah? Adik, hyung? Nuna? Teman--"

"ARGH! DASAR CEREWET! KENAPA KALIAN PARA BOTTOM SELALU BANYAK TANYA?!"

"Ya tergantung--"

"Kenapa kalian tidak bisa mengambil keputusan sendiri? Kenapa kalian harus tergantung oleh orang lain?"

Minhyun terdiam, "CEPAT JAWAB!"

"P-percaya!" jawab Minhyun cepat

"Percaya?" tanya orang itu

"..an" sambung Minhyun

Orang itu mengerutkan dahi, "Percaya, atau kepercayaan?"

"Percaya"

"..an"

"ARGH! CEPAT, PERCAYA ATAU KEPERCAYAAN!"

"P-PERCAYA!"

"..an" jawab Minyun gugup

"Kepercayaan. Baiklah, akan saya catat" orang itu sekali lagi mencatat jawaban Minhyun

Daniel langsung memeluk pinggang Minhyun ketika tunangannya itu bergetar hebat karena ketakutan dan menahan tangis,

"Kalian harus ingat, dan konsisten kepada jawaban kalian, tuan-tuan" orang itu menatap Daniel dan Minhyun bergantian untuk sekian kalianya,

"Oh ya, satu lagi. Nikmati dan jalani"

WUSSHHH

Sosok pria itu lalu hilang menjadi abu hitam mengikuti angin yang barusan berhembus, Daniel dan Minhyun melototkan mata masing-masing dan berhadapan, sampai-sampai...

"WOIIIII"

"AAAAAA"

..mereka dibekap dari belakang dan semuanya menjadi gelap.

.

.

.

.

Continue or End?

Thanks for :

hanashiro kim, jinjun299, songgaemgyu, and Michiyo Park yang sudah review di chapter sebelumnya!

Mind to RnR? ;)

)Oh ya ada yang nanyain RnR itu apa, RnR itu Read and Review yaa :D