Daniel dan Guanlin terbangun didalam bathtub disebuah kamar mandi yang mereka tidak tahu dimana. Daniel hanya memakai celana, dan Guanlin hanya memakai baju.
"Apakah bokongmu sakit?" "Pertaruhan nyawa bukan solusi" "Kembalikan celanaku"
ㅡNo One Knows
Cast :
Kang Daniel - Lai Guanlin
Hwang Minhyun - Park Jihoon
mikakko, 2018...
"Akhh" seseorang yang sedaritadi tertidur mulai membuka matanya, ada nyeri dikaki yang ia rasakan. Ia menoleh kesamping dimana terdapat orang yang membuatnya kesal beberapa waktu lalu
"Hey, muka datar, bangun!" ia mengoyang-goyangkan tubuh orang itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Guanlin,
"Harusnya kau mendengar aku yang bekata hal yang sama beberapa waktu lalu" jawab Guanlin kepada pemuda imut di depannya, Park Jihoon
"Eh?"
"Aku sudah membangunkanmu daritadi, mungkin aku sudah menunggu 2 jam. Kau sama sekali tidak bergerak, tuan Park"
"Oh, maaf hehehe" Jihoon hanya menyengir membalas ucapan Guanlin. Ia melihat kesekelilingnya, "Tempat apa ini?" tanyanya yang tidak mendapat jawaban apapun dari Guanlin.
Matanya menangkap pintu berwarna abu-abu dengan lubang kecil ditengahnya, pintu itu tidak ada gagangnya, lalu ia berusaha mengintip dari lubang kecil itu, "Wah, tunggu dulu. Apa kita dikurung disini?"
"Ya" jawab Guanlin seadanya,
"Huft, aku bingung, apa salahku didunia ini sehingga harus terjebak disini? Harusnya sekarang aku sudah bersama Jinyoung sunbae, berlatih di agensi baruku" keluh Jihoon
"Agensi? Jinyoung? Apa maksudmu?" tanya Guanlin,
Jihoon tersenyum tipis, "Jadi.. "
"Selamat, Park Jihoon, kau resmi menjadi trainee KDS Entertainment"
"Benarkah, sajangnim?" tanya Jihoon tidak percaya,
"Tentu, tentu. Dan lagi, kau sudah banyak pengalaman, bakatmu tidak bisa diragukan lagi. Kalau kau mau dan berniat belajar dengan sungguh-sungguh, kau bisa ikut debut dengan 1No1" jelas Kang Daesung, CEO KDS Ent.
Jihoon tidak bisa menahan senyumannya, ia lalu mengangguk bersemangat "YA! Ah, maafkan aku-Ya, sajangnim, aku mau dan aku berjanji akan berlatih dengan giat dan akan ikut debut sebagai 1No1" semangat Jihoon
Daesung hanya tersenyum lalu menelfon seseorang, "Tolong suruh Bae Jinyoung ke ruanganku sekarang juga" lalu ia menutup panggilan itu.
"Leader 1No1 akan membantumu untuk mempersiapkan diri, Jihoon-ah"
Tidak lama setelah itu, Jihoon dan Daesung yang sedang berbincang mendengar ketukan dari luar, "Sajangnim, ini aku, Baejin"
"Masuklah, Jinyoung"
Lalu sosok tinggi berkulit tan dengan wajah yang kecil memasuki ruangan itu, ia membungkukkan badan kepada sang bos, "Kyulkyung nuna bilang anda memanggil saya, sajangnim?" tanya Jinyoung
"Ya, duduklah, Jinyoung" Jinyoung lalu duduk disamping pemuda imut yang memperhatikannya daritadi
"Jinyoung, ini Park Jihoon trainee baru yang aku pilih dari audisi SOPA. Aku juga sudah memilihnya untuk menjadi bagian dari 1No1"
"Annyeonghaseyo, Park Jihoon imnida"
"Annyeong, Bae Jinyoung imnida"
"Nah, jadi aku memintamu untuk mengurus Jihoon, Jinyoung-ah''
Jinyoung tersenyum. ''Dengan senang hati, sajangnim''
Setelah itu, Jinyoung mengajak Jihoon untuk berkeliling gedung KDS.
''Terima kasih untuk hari ini, Jinyoung sunbae'' Jihoon tersenyum manis kepada JInyoung yang dibalas anggukan dan usapan dikepala nya
''Sama-sama, winkie. Istirahatlah, Ha manager akan mengirimkan semua jadwalmu. kita akan berlatih dan bersenang-senang bersama''
''Harusnya hari ini aku mulai rekaman untuk album pertama kami'' keluh Jihoon, Guanlin yang tidak tega reflek memeluk JIhoon.
''Aku yakin, jika agensimu peduli dan profesional, mereka akan menunda debut grupmu dan melakukan pencarian terhadapmu,'' Guanlin melirik Jihoon sebentar,
''Lagi pula, kau terlihat berbakat'
Jihoon merona, ''Ah, t-tidak juga'' ia mengalihkan pandangannya, kemana saja asal tidak menuju pada Guanlin yang sedang setia memeluknya sekarang,
Tiba-tiba, sesuatu menarik perhatian Jihoon, ia lalu mendorong pelan Guanlin dan menuju pada pojok ruangan, terdapat sebuah kotak tua, ia mengambilnya.
''Open Me'' Jihoon membaca tulisan diatas kotak itu dan membukanya,
''WHOAAA'' teriaknya ketika melihat isi kotak itu,
''Hey, apa itu?" tanya Guanlin memandang isi kotak itu,
Terdapat beberapa baru bercahaya dengan berbagai warna, Jihoon mengambil semua batu itu, ''Cantik'' katanya
''Sepertimu'' batin Guanlin, Guanlin menunduk mengambil sesuatu yang terjatuh ketika JIhoon mengeluarkan isi kotak tersebut,
''Hey, ada pesan''. Guanlin membaca kertas tersebut,
''Keluar, sebelum terlambat. Jika satu pasang tidak menemukan, maka hanya satu yang akan pulang. Cari, dicari, atau disini'' baca Guanlin,
''Apa maksudnya?'' tanya Jihoon
Guanlin terlihat berpikir, lalu ia tersenyum ''Pasangan. Itu adalah aku dan kau, sedangkan Daniel dan Minhyun. KIta harus segera keluar darisini. Hm.. jika satu pasang tidak menemukan..''
''AH! Aku rasa, Daniel dan Minhyun hyung juga dikurung, entah dimana. Masing-masing harus cepat keluar dari ruangan ini untuk mencari satu sama lain, dan bergabung kembali..'' sambung Jihoon
''Tetapi, jika kita sudah menemukan jalan keluar, tanpa menemukan pasangan lain..''
''Pasangan itu akan pulang, dan yang satu lagi akan tetap disini'' lanjut Guanlin yang dibalas anggukan oleh Jihoon
''Tapi bagaimana cara kita keluar? Pintu itu hanya memiliki lubang ditengahnya, dan kita malah menemukan batu-batuan bukannya kunci-OHH! AKU TAU! BATU INI ADALAH KUNCINYA!'' teriak Jihoon bersemangat
"Hah? Bagaimana?" tanya Guanlin
"Lubang dipintu itu, jika kita memasukkan salah satu dari batu-batu ini, akan terbuka" jawab Jihoon lalu mencoba memasukkan batu berwarna kuning dipintu itu.
Hening. Tidak ada yang terjadi
"Ah, coba ini" Ia lalu memasukkan batu berwarna biru, sama. Tidak ada yang terjadi.
"Kalau ini?" Merah. Tidak bisa.
"Ini?" Putih. Tetap tidak bisa.
"Ayolah, ini yang terakhir, aku mohon, Tuhan" Jihoon dengan hati-hati memasukkan batu terakhir, batu bewarna hitam, tetap tidak bisa.
Ia menunduk kecewa, menahan tangisnya, meratapi nasibnya yang terjebak didalam sini, mungkin untuk selamanya.
"Suatu yang manis adalah pesonamu. Sesuatu itu terbuat dari tanaman, terasa seperti awan. Memakannya membuatmu senang. Note: 23 = 16 "
"Hah? Apa yang kau katakan Guanlin-ssi?" Jihoon mendongakan wajahnya menatap Guanlin yang berdiri menatap tembok yang tadi tertutup oleh kardus-kardus, terdapat tulisan yang dibaca Guanlin disana,
"Aku lebih tua darimu, pelajar SOPA. Panggil aku hyung"
"Baik, baik. Jadi, apa maksudnya hyung?" tanya Jihoon kembali sambil menekan kata hyung. Guanlin tersenyum menang, "Entahlah. Apa kau tau makanan yang manis, terbuat dari tanaman, terasa seperti kapas, dan membuatmu senang?"
Jihoon berfikir sejenak, "Yang membuatku senang adalah permen kapas, dan itu terbuat dari gula"
Guanlin mengerutkan keningnya, menatap batu-batu yang berserakan dilantai dan dinding tadi secara bergantian,
"Permen kapas.. terasa seperti 'awan', terbuat dari gula... Gula terbuat dari.. tebu.. dan.. DAN TEBU ADALAH TANAMAN!" teriak Guanlin yang membuat Jihoon terkejut, "JIHOON! APA WARNA PERMEN KAPAS?"
"Eh? P-permen kapas memiliki banyak warna, hyung.." balas Jihoon yang membuat Guanlin kecewa, ia tidak menemukan jawabannya.
"Hyung! Gara-gara kau, aku ingin makan permen kapas, kau harus mentraktirku permen kapas jika kita sudah keluar dari sini. Permen kapas adalah kesukaanku" oceh Jihoon
Guanlin menatap Jihoon lekat, ia memajukan wajahnya, "Permen kapas.. adalah kesukaanmu?" tanyanya yang dibalas anggukan oleh Jihoon, ia menatap dinding itu lagi, lalu menjauhkan tubuhnya dari Jihoon,
"Aku rasa.. teka-teki ini berhubungan denganmu"
"Huh?"
"23 = 19.. apa maksudnya ini? Jihoon, berapa tanggal lahirmu?"
"29 Mei"
"..bukan tanggal lahir. Kau tahu apa yang berhubungan denganmu yang memiliki unsur angka 23 dan 19?"
Jihoon berpikir, lalu menggeleng pelan, entah mengapa, ia lalu menglafalkan abjad dan menghitungnya, ia teringat sesuatu
"Hyung! Aku ingat! Nomor antrianku ketika audisi adalah 10023, dan.. uhh.. huruf W adalah huruf ke 23 dalam abjad. W, untuk Winkie, stage nameku" jelas Jihoon
Guanlin tersenyum tipis dengan cerita Jihoon, ia lalu berpikir lagi, "Jika 23 adalah untuk W, lalu 19 untuk huruf apa?"
Jihoon mulai menghitung abjad lagi, "..J,K,L,M,N,O, P.. P hyung! 19 adalah untui huruf P!"
"Baiklah, jadi.. 23 = 19. W = P, apa maksudnya?" Guanlin berjalan mendekati pintu abu-abu itu, "W sama dengan P... tunggu, siapa stage namemu tadi?" tanya Guanlin
"Winkie, hyung" jawab Jihoon mendekati Guanlin
"Winkie.. W sama dengan P.. Winkie.. P..Pinkie? Pinkie.. Pinkie.. AH! PINK!"
"Pink?" tanya Jihoon heran,
"Ya, teka-teki ini benar-benar berkaitan denganmu. 23 = 19. W = P. W adalah untuk Winkie, dan P adalah Pinkie, yang mana adalah warna batu untuk membuka pintu ini, Pink Jihoon-ah, pink! Berikan aku batu pink!"
Jihoon memeriksa bebatuan tadi "T-tapi hyung, kita tidak memiliki batu berwarna pink"
Guanlin menggeram, "ARGH! YANG BENAR SAJA" Ia lalu menendang kursi yang ada didepannya dengan brutal, ia menangis.
Jihoon tidak tega dengan Guanlin, ia mengambil kotak tadi lalu memasukan batu-batu itu kembali kedalam kotak kecil itu, "Pink.. Merah muda.. t-tunggu, pink terbuat dari merah dan putih.."
Jihoon lalu mengambil batu bewarna merah dan putih, ia lalu mengambil pisau Guanlin yang terletak didekatnya, ia membelah batu itu menjadi dua bagian,
Ia lalu berdoa dalam hati, dengan perlahan meletakan setengah bagian dari batu putih dan setengah bagian dari batu merah,
Kriettt...
Tiba-tiba saja, pintu itu tergeser dan membuka jalan untuk mereka keluar,
"HYUNG! KITA BERHASIL!"
Guanlin yang sedaritadi memperhatikan langsung memeluk Jihoon, "Kau memang berbakat, Jihoon. Kau cerdas dan kreatif, aku yakin agensimu pasti sedang menunda debut grupmu dan mencari dirimu" ujar Guanlin yang membuat Jihoon tersenyum lebar,
"Ayo kita keluar"
"Hyung, kita tidak menemukan apa-apa dan siapa-siapa sedaritadi" keluh Jihoon,
Mereka sekarang berada ditangga, mereka mencoba turun ke lantai dasar dan mencari pintu keluar, tiba-tiba saja
"Halo, Park Jihoon, Lai Guanlin"
Sosok berpakaian serba hitam dan memakai topeng yang menutupi matanya itu muncul dibawah tangga, tepat sekali. Ia adalah orang yang sama, dan berada di tempat yang sama seperti yang terjadi pada Daniel dan Minhyun sebelumnya.
"Siapa kau?" tanya Guanlin
Sosok itu tersenyum miring, "Dengarkan baik-baik, dan JAWAB PERTANYAANKU!" bentak sosok itu sambil menodongkan pistolnya kehadapan mereka,
"Tuan Lai Guanlin, apa yang akan kau berikan kepada orang spesial di hari yang spesial?" Tanya sosok itu,
"Hah? Maksudmu?" tanya Guanlin bingung
"JAWAB SAJA PERTANYAANKU!"
Jihoon sudah berpegangan erat kepada Guanlin, sosok itu sangat mengerikan,
"Ok, ok. Aku akan memberinya.. eum.. kepastian? Entahlah, aku susah menentukan sesuatu" jawab Guanlin santai
Sosok itu tersenyum, "Baiklah. Kepastian. Akan saya catat" sosok itu lalu mengeluarkan buku kecilnya lalu mencatat jawaban Guanlin, lalu ia menoleh kepada Jihoon,
"Trainee Park, apa yang akan kau berikan kepada orang spesial di hari yang spesial?" Tanya sosok itu lagi
Jihoon bingung, ia gugup "A..aku.. aku tidak memiliki apa-apa jadi.. aku.."
"CEPAT JAWAB!"
"Aku.. AKU TIDAK TAHU! Beri aku waktu,"
Sosok itu menggelengkan kepalanya, "Jawab sekarang JUGA!"
"AKU TIDAK TAHU! KAU SANGAT PEMAKSA DAN TIDAK SABARAN! TIDAK AKAN ADA WANITA YANG MAU DENGANMU, KAU--KAU MAKHLUK BERTOPENG!" Jihoon dengan amarahnya sangat menakutkan, kawan. Entah bagaimana orang yang beberapa menit lalu ketakutan justru sekarang yang menjadi menakutkan,
"KAU... ARGH! CEPAT JAWAB!"
"Huh! Dasar cerewet, aku akan memberikannya sebuah.. uhh.. kecupan?"
"Hanya sebuah kecupan murah kau memikirkannya lama sekali" sarkas sosok tadi sambil mencatat jawaban Jihoon,
"Hei!"
"Diam. Baiklah, kalian harus ingat, dan konsisten terhadap jawaban kalian" sosok itu lali membalik badannya, melebarkan jubahnya
"Nikmati dan jalani, Tuan-tuan"
WUSHHHH
Sosok itu lalu menghilang dari hadapan mereka. Meninggalkan Jihoon dan Guanlin yang terdiam menatap kumpulan asap yang ditimbulkan sosok itu.
"Lalu.. bagaimana?" tanya Guanlin
"Kita harus mencari Minhyun hyung dan Daniel hyung! Ayo cepat cepat"
Baru beberapa langkah, Guanlin dan Jihoon ditarik paksa oleh sesuatu. Mulut mereka ditutup dengan tangan orang itu. Mereka dibawa kesuatu ruangan, yang entah dimana.
Continue or End?
Chit-Chat mikko:
Helooooo, first of all I want to say JEONGMAL JEONGMAL JINJJA WANJEON DAEBAK HEOL GAMSAHAMNIDA BUAT YANG UDAH BACAAAAA :3
Sumpah ya, aslinya ini dibikin karena kegabutan seorang siswa yang lagi UTS dan stress dengan per-les-les-an-nya. Tapi hehehe ga nyangka ada yang tertarik #HalahKataKataBasi
Oh ya, kalian udah ada yang kepikiran belum "sosok itu" siapa?? Hehehe :D
mikko spoiler dikit nih, "sosok itu" bakal muncul di chapter selanjutnya, (bahkan di chapter ini udah ada kok #ehhh?)
Siapa hayoooo?
O ya, Alhamdulillah, mikko lagi banyak libur, dan mikko dirumah aja #sedih :(
jadi kemungkinan besae mikko bakal rajin update, hehehe.
Jangan lupa review ya! Loveeee :3
