Disclaimer Naruto by Masashi Kishimoto
Genre~ Romantic Humor Sedih Abstrak Ooc dll
Paring~ H.Sakura U. shizui H. Gaara
Story by Techi-Rinruka
.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
Enjoy
.
.
.
"Aku takut ketika mimpi buruk itu menjadi kenyataan. Aku akan kehilangan kamu. Tapi dalam setiap ketakutanku aku percaya bahwa kau benar-benar tetap akan bersamaku."
.
.
.
.
.
SAKURA'S APARTMENT
.
.
CHAPTER 1
Mobil Zenvo ST 1 berwarna putih berhenti di halaman depan apartemen yang terdiri dari beberapa lantai itu. Seorang laki-laki yang menggunakan kemeja warna putih di balut blazer abu-abu dengan celana panjang berwarna hitam keluar dari mobil Zenvo ST 1 itu.
Shisui nama dari laki-laki itu berjalan menuju apartemen yang terlihat seperti bangunan lama dengan ruangan yang terbuat dari kayu atau lebih dikenal dengan Apato.
Saat berjalan beberapa jengkal dari mobilnya. Ia dihentikan oleh seorang laki-laki berambut merah dan tato yang bertuliskan ai di dahinya.
Laki-laki yang bertato ai di dahinya itu mendekati Shisui yang sudah berdiri mematung memandangnya.
"Kau mau apa kesini, ha?" Tanya laki-laki bertato ai itu.
"Aku mau menjemput, Sakura. Dia sudah bangun?" Jawab Shisui datar.
"Ha, cuma mau menjemput adikku. Tidak ada hal yang lain?"Tanya laki-laki bertato ai itu lagi.
Tidak ada jawaban. Shisui diam.
" Hmm. Oke, aku akan mengizinkamu masuk ke dalam apatoku dan menemui Sakura . Asal kamu mau membelikanku jus apel!" Lanjut laki-laki bertato ai itu sambil berseringai.
"apa?! Jus apel?, kamu bisa membuatnya sendiri, Gaara." Protes Shisui sambil menekan nama Gaara dalam ucapannya.
"Hey, santai donk. Aku kan cuma bercanda, malah diambil hati. Aku tidak akan menyuruhmu. Tapi sebagai calon adik ipar, kamu harus menyayangi calon kakak iparmu ini." Kembali Gaara menggoda Shisui yang terlihat kesal dengan dirinya.
"hn." Jawab singkat Shizui
Gaara memutar bola matanya.'Astaga...apa adikku akan betah dengan laki-laki berdarah dingin ini.' Batin Gaara takut.
"Jadi, Shisui. kamu akan membelikan jus untukku atau kamu mau langsung masuk saja?" Gaara kembali bertanya pada Shizui.
"Terserah." Jawab singkat Shizui lagi.
'Sadis kau , Shizui. Awas saja kalau kau seperti ini pada adikku.' Ucap Gaara dalam hatinya.
"Oh, Terserah. Jadi, berarti kau mau membeli jus untukku." Kembali Gaara menggoda Shizui. Tapi alhasil yang di goda malah menatap Gaara tajam.
"Y-ya s-sudah ayo masuk." Ucap Gaara takut sembari berjalan membelakangi Shizui untuk masuk ke dalam apartemen yang terdiri dari beberapa lantai itu diikuti Shizui yang berjalan di belakangnya.
.
.
.
.
.
"Silahkan duduk ,calon adik ipar" Ucap Gaara sembari mempersilakan Shizui untuk duduk.
"Hn."
'Astaga... apa kau tidak punya kalimat lain selain itu, calon adik ipar yang sadis.' Ucap Gaara dalam hati.
"Oh, baiklah. Kamu tunggu disini, aku akan memanggil Sakura mungkin dia masih tidur atau dia sedang menari." Ucap Gaara.
"Menari?. Maksudnya?." Tanya Shizui.
"Ya, menari. Menari dengan bantalnya itu, hahaha. Tunggu ya, cuma sebentar kok." Lalu Gaara berjalan menuju kamar Sakura yang terletak di sebelah kanan ruang tamu.
'Menari dengan bantalnya??. Ada-ada saja kau kakak ipar.' Batin Shizui geli.
Sambil menunggu Gaara yang sedang membangunkan Sakura yang masih tidur atau sedang menghentikan Sakura yang sedang menari dengan bantalnya--hehe menari dengan bantal. kesambet apa tuh Sakura kok pagi-pagi menari.--. Shizui melihat-lihat keadaan apato Sakura dan Gaara yang terlihat rapi. Mulai dari keadaan ruang tamu atau Oshiire tempat dimana Shizui berada. Ruang tamu yang terlihat bersih namun sempit. Dan apa kalian tau Shizui sekarang duduk dengan dua lututnya diatas bantal panjang dengan beralaskan tatami, dan di depannya sekarang terletak meja kecil yang di gunakan untuk meletakkan makanan atau mungkin di sini menjadi tempat dimana Sakura dan Gaara juga makan.
Shizui mengalihkan padangan matanya ke sebelah kiri di mana disana terdapat dapur untuk memasak. Dapur yang Shizui rasa cukup sempit di banding dengan dapur di rumahnya. Dan di sebelah tempat memasak pada dapur tersebut terletak 1 kamar mandi yang di gunakan Gaara dan Sakura.
Tidak cuma melihat keadaan ruang tamu dan dapur. Shizui melihat apa saja yang ada di apertemen (apato) Sakura dan Gaara termasuk pintu yang menjadi ciri khas dari apato ini yaitu fusuma (pintu geser).
'Mereka tinggal di apato yang sempit ini. Tapi mereka tetap bahagia.' Komentar Shizui dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
Gaara meggeser pintu panjang atau fusuma itu dan masuk ke kamar adiknya. Hal pertama yang selalu ia lihat di pagi hari ketika ia masuk ke dalam kamar adiknya. Ia selalu melihat adiknya masih bergelut dengan bantal dan selimut tebalnya walau pagi hari dimana matahari telah bersinar terang dan cahayanya masuk pada jendela yang nyaris seluruhnya adalah jendela besar itu menerobos ke kamar adiknya hingga tak akan ada celah yang dilewati cahaya matahari pagi itu. Tapi masih saja adiknya itu menutup matanya rapat-rapat. Entah apa yang di lakukan adiknya itu sebelum ia tidur saat malam hari?.
'Huhhh, Sakura. Kapan kau akan berubah?." Keluh Gaara.
Selesai menikmati pemandangan yang selalu ia lihat pagi harinya di kamar Sakura. Ia pun memanggil Sakura, mendekatinya dan menggoyangkan tubuhnya. Tapi tidak ada jawaban dari Sakura. Mungkin Sakura terlalu asyik bernostalgia dengan mimpinya Gaara.
"Sakura?!!!." Panggil Gaara sekali lagi setelah sekian kali memanggil nama adik kesayangannya itu. Namun tetap gagal.
Tak tahan melakukan hal yang tak akan berguna. Gaara kemudian memandang Sakura lekat.'Oh..kamu sedang bermimpi indah, Sakura. Baiklah, aku akan menyadarkanmu dari mimpi itu.' Batinnya. Ia lalu bersiap-siap dan mengangkat tangan kanannya lalu mengepalkannya. kemudian mengetok kasar dahi lebar Sakura.
PLOKKKK
'Haha.. Rasakan kau adik tersayangku.' Ucap Gaara senang.
HARUNO SAKURA POV ON
pLOKKKKK
Bunyi apa itu?Ohhh jangan-jangan...
Aku mengernyitkan dahiku, terasa sakit dan bunyi itu terdengar dari dahiku. Apa dahi lebarku telah di lempar batu oleh orang pemilik langkah menakutkan itu. Apa benar seperti itu, tidak... tidak... tidak...
Aku akan membuka mata dan akan berteriak jika benar seperti itu. Baiklah... aku akan BERTERIAK... satu... dua... tiga...
TIDAKKKKKKKKKKKKKKKKK
HARUNO SAKURA POV OFF
.
.
.
.
.
"Hahahahaha, kenapa bangun Sakura. Kau tau wajahmu tadi sangat menyeramkan ketika kau berteriak. Mata melotot dan mimpi indah telah hilang. Sungguh tanganku ini ingin sekali lagi mengetok dahimu itu. Hahah." Ledek Gaara pada Sakura. Ketika Sakura telah bangun dari alam bawah sadarnya.
"Apa kau bilang?!, hey nii-san yang jahat. Aku sudah bilang padamu berapa kali. Tolong bangunkan aku dengan cara yang baik. Jangan selalu mengetok dahiku. Kau tau apa?!!. Dahiku lebar itu karena KAUUUU?." Teriak Sakura tak terima dengan perilaku Gaara yang menurutnya tidak baik.
"Hey, Adikku yang punya dahi lebar. Kau tau berapa kali aku memanggilmu dalam satu detik untuk membangunkanmu. Apa kau tau berapa kali itu, ha. Dan satu lagi, kau punya dahi lebar itu karena kau di takdirkan memilikinya dan kau harus menerimanya. Makanya rajin-rajinlah merias diri agar dahimu itu tidak semakin lebar hahahah."
"Dasar NII-SAN KURANG AJAR. JANGAN DURHAKA DEH SAMA ADIKNYA?." Teriak Sakura lagi. Ia terlihat frustasi dengan kakaknya itu.
Tapi, Sakura itu kan benar hehe
"Hey, jangan berteriak-teriak. Apa kamu tau di luar itu ada Shizui. Jangan mempermalukan dirimu sendiri. Kalo Shizui dengar, kamu akan di tinggalin. Terus dia cari orang lain. Dan..." Gaara memotong kalimatnya. Bibirnya lalu mendekat pada telinga Sakura dan kemudian ia berbisik.
"Dan... aku akan daftarin diri sebagai pengantinnnya, hehe." Lanjut Gaara di telinga Sakura.
Sakura melotot. Ia memandang Gaara yang terkekeh sendiri dengan ucapannya sendiri. Mungkin Sakura sekarang geli atau marah dengan kakaknya akibat apa yang di katakan kakaknya itu, sehingga ia tak beralih kemanapun dan tetap memandang Gaara.
"Jadi, Nii-san mau menikah dengan Shizui orang yang aku sayangi?." Tanya Sakura menghentikan kekehan dari Gaara sehingga membuat Gaara diam.
"Emmm... kalau Shizui mau sih." Jawab Gaara cengir.
"hahahah.. jadi kalau Shizui gak mau sama kNii-san gimana." Tanya Sakura lagi.
Gaara diam. Ia sedang berpikir.
"Benar juga sih. Tapi kenapa aku harus menikah sama dia. Aku masih normal tau. kamu gimana sih Sakura.?" Gaara memonyongkan bibirnya. Wawww Gaara.
"Tapi kan Nii-san yang mulai duluan. Kok aku sih." balas Sakura.
"Kamu!." Seru Gaara tak mau kalah dari Sakura.
"Nii-san!."
"Kamu!."
"Nii-san!."
"Kam..."
SREKKKK
Sakura dan Gaara menghentikan perdebatannya ketika ada suara dimana pertanda ada yang membuka fusuma itu. Dan mereka menolehkan kepalanya saat sebuah kepala menongol di balik fumusa itu.
"Shizui." Panggil Sakura girang.
Shizui tersenyum tipis lalu juga masuk ke dalam kamar itu. Namun ia tidak langsung duduk, tapi Shizui masih berdiri memandang kedua adik kakak tersebut secara bergantian. Lalu menanyakan pada Sakura dan Gaara kenapa mereka teriak- teriak sampai terdengar ke luar kamar?.
"Gaara, Sakura. Kenapa kalian teriak- teriak?."
Gaara dan Sakura diam. Mereka berpikir apa yang akan mereka jawab. Tapi sebelum Gaara yang menjawab duluan. Sakura yang memulainya.
"Shisui...?! nii-san nih mau merebut kamu dari aku." Rengek Sakura seperti anak kecil sambil memainkan bibirnya.
Tak ada jawaban dari Shisui. Ia hanya diam. Tapi ia melirik Gaara yang diam tak menjawab. Dan sepertinya Gaara salah tingkah. Ya, dilihat dari geraknya, Gaara memang sedang duduk tak nyaman. Namun Shisui mengerti, itu hanya candaan dari kakak beradik itu. Tapi dipikir-pikir, untuk apa Gaara ingin merebut Shisui, dan kalau Gaara ingin merebut Shisui berarti Gaara ingin memilikinya dan... Oh, tidak jangan sampai Gaara menjadi gay. hehehe
Kembali lagi ke permasalahan dimana Sakura menunjuk Gaara sebagai orang yang mau merebut Shisui.
Gaara yang diam kemudian langsung berdiri dan merangkulkan tangannya pada Shisui.
"Shisui, calon adik ipar yang baik. Kita keluar dulu yuk, Sakura mau mandi. Apa kamu mau lihat Sakura mandi, tidak kan?." Bisik Gaara pada Shisui yang memandangnya tajam.
"Kalau mau, bagaimana?." Jawab Shisui enteng.
"Apa?!." Gaara membulatkan matanya. Ia kemudian menoleh pada Sakura yang masih duduk di kasur berdipan memandangnya dan Shisui yang asyik berbisik-bisik. Memastikan adiknya itu tak mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Eh, Shisui jangan sampai kau macam-macam. Meskipun kau akan menjadi kekasih adikku. Tapi kalau kau seperti ini. Aku tidak akan segan-segan mencelakakanmu." Ancam Gaara serius.
"Benarkah? Kau akan membuatku celaka?." Tanya Shisui dengan nada sengitnya.
"Y-y-a tidak tau. Sudahlah jangan bahas itu. Sekarang kita keluar." Jawab Gaara.
"Oke, Sakura. Kita keluar ya. Cepat mandi nanti terlambat." Lanjut Gaara pada Sakura yang masih melongo menatapnya dan Shisui.
"Y-ya Nii-san." Ucap Sakura lalu berdiri dan mengambil handuk. Kemudian berjalan melewati Gaara dan Shisui keluar kamar dan menuju kamar mandi.
Kembali ke Gaara dan Shisui...
Shisui mengenduskan hidungnya. Terasa ada sesuatu yang masuk ke dalam hidungnya dari saat Gaara merangkulkan tangannya di pundaknya.
"hmmm, Gaara apa kau belum mandi?." Tanya Shisui pada Gaara.
"Hehe belum." Jawab Gaara nyengir.
"pantas saja kau bau." Ejek Shisui, membuat Gaara memutar bola matanya kesal lalu melapas rangkulannya dan keluar dari kamar itu.
TBC
