FF ini bukanlah merupakan lanjutan dari Chapter sebelumnya. Di Judul Project akan berisi FF2 baru yang ku update bulan Februari dalam rangka merayakan bulannya Kyuhyun^^

.

Meet Him Among Them

Kim Kibum, Cho Kyuhyun [Kihyun]

Warning: Boys Love, Alternate Universe, Bahasa kurang baku, typoku masih manusiawi.

Disclaimer: cerita ini milikku dan mustahil ditemukan di dunia nyata, pemeran diambil dari nama Korean Idol.

~Happy Reading~

Matahari sudah beranjak condong ke arah barat ketika taman kota Busan mulai di datangi oleh orang-orang yang singgah sekedar menikmati pemandangan sore hari maupun berkumpul bersama. Salah satunya namja yang sedang memegang kamera DLSR miliknya, sejak tadi tidak berhenti mencari objek yang menarik untuk ditangkap oleh kamera yang mengalung di lehernya. Namja yang profesinya sebagai fotografer ini berhenti dua meter dari kolam tengah taman ketika melihat objek yang menarik baginya. Tangannya sibuk memotret tanpa mempedulikan yang terjadi di sekitarnya.

Byurrr

Namja itu mengernyit sebentar ketika mendengar suara benda jatuh ke kolam, menengokkan kepalanya ke sumber suara dan nyaris tergelak ketika melihat benda atau makhluk apa yang jatuh ke kolam, namun sayangnya wajah datarnya sama sekali tidak mengijinkannya untuk tertawa jadi dia hanya menatap tanpa ekspresi pada namja lain yang bergerak-gerak tidak jelas di dalam kolam yang tingginya hanya setengah betis. Satu alisnya ditarik ke atas, bukannya menolong alih-alih mengangkat kameranya untuk menangkap objek yang sedang sibuk menggerutu di kolam taman.

"Yah! Kenapa kau malah memotret disana? Tolong aku!" namja yang sekarang terduduk di kolam itu berteriak.

Si fotografer menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, tidak yakin jika yang diajak bicara oleh namja pucat yang tadinya mencoba berdiri namun kembali terduduk karena terpeleset dasar kolam yang licin itu adalah dirinya.

"Ya kau, memang siapa lagi yang ada disini?" memang di sekitar kolam tidak ada orang lain selain si fotografer.

Karena nurani yang berbisik, si fotografer memutuskan untuk membantu namja yang kesusahan bangun dari kolam, alasan lainnya karena dia tidak mau dibilang tega membiarkan orang lain terendam di kolam. Si fotografer mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh namja pucat dalam kolam, menarik tubuh tinggi gembul untuk keluar dari kolam. Tubuh namja itu basah mulai dari surai yang masih terlihat ikal meskipun basah sampai sepatu converse sewarna baby blue, sebenarnya si pucat tidak perlu basah seluruh tubuh tetapi karena tingkahnya yang tidak mau diam ketika tercebur kolam, air kolam jadi membasahi sekujur tubuhnya. Bukannya berterima kasih, namja yang masih basah itu mencari sesuatu entah apa di semua saku pakaiannya yang basah. Si fotografer yang tidak mau berurusan langsung berbalik, tapi dengan segera tangannya dicekal oleh si namja pucat.

"Minta tolong sekali lagi boleh?" sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Namja fotografer hanya menaikkan salah satu alisnya sebagai tanda ia sedang bertanya.

"Ambilkan ponselku disana?" Si Fotografer yang diajaknya bicara masih diam tanpa ekspresi yang berarti di wajahnya.

"Kau bisa ambil sendiri" jawab si fotografer cuek.

"Ada ikan" kata si pucat dengan pancaran mata yang terlihat antara takut dan geli.

"Ikan sudah ada disana sebelum kau masuk kolam" lagi, si fotografer menjawab datar.

"Tapi tadi aku tidak tahu" mencoba membela diri "Ayolah aku geli" kata si pucat meminta sekali lagi.

Si fotografer mendorong namja pucat untuk mendekat pada kolam "Mereka tidak menggigit" seolah mengatakan pada si namja pucat untuk mengambilnya sendiri.

Dengan ragu, namja pucat mengulurkan tangannya untuk mengambil ponselnya yang terendam di air, namun baru satu jarinya masuk air kolam, seekor ikan lewat di dekat jarinya "Aaa~~" berteriak seperti habis digigit cobra kemudian berlari, sembunyi di belakang tubuh tegap si fotografer "Dia mau menggigitku! Dia mau menggigitku!" paniknya sambil berteriak-teriak berlebihan.

Si fotografer hanya mendengus, jengah dengan kelakuan namja yang baru ditemuinya itu, ia lebih memilih mengambilkan ponsel di kolam daripada harus melihat tingkah ajaib si namja pucat lebih lama lagi "Ini sudah tidak bisa dipakai" katanya sambil menyerahkan ponsel ke tangan si namja pucat.

"Setidaknya sim card dan memory masih bisa digunakan" namja pucat langsung membongkar ponselnya "Gomawo" sebuah senyuman tulus nan manis ia persembahkan pada penolongnya.

Si fotografer terpaku sebentar sebelum kembali menguasai dirinya, "Hn" hanya bergumam lalu membalikkan badannya, benar-benar pergi kali ini.

Srekk srekk

Si fotografer mendengar suara-suara aneh di belakangnya, seperti suara perpaduan antara sepatu yang bergesekan dengan jalan juga suara gesekan antar jeans. Karena kecurigaannya, ia memutuskan untuk berhenti dan suara itu berhenti, sesosok yang memamerkan gigi rapinya tertangkap penglihatan si fotografer ketika ia membalikkan badannya. Itu namja yang tercebur tadi, berdiri di belakangnya sambil memeluk dirinya sendiri. "Kau mengikutiku?"

"Hanya kau yang kukenal disini" jawab si pucat dengan nada murung.

"Aku tidak mengenalmu"

"Setidaknya kita pernah bicara tadi" sanggah si pucat, "Namaku Cho Kyuhyun, sekarang kau mengenalku" tambahnya.

Si fotografer mendengus "Kau tersesat?"

"Tidak, aku sedang menunggu jemputan" semakin memeluk dirinya sendiri sambil sesekali mengusap-usap lengannya, angin sore hari yang berhembus semilir menyapa tubuh yang masih basah membuatnya merasa kedinginan.

Si fotografer melihat gelagat si namja pucat yang kedinginan. Ia langsung menarik tangan si pucat untuk membawanya ke arah toilet umum. Sang namja pucat yang masih bingung dengan apa yang akan dilakukan namja di depannya hanya menurut saja. Sampai di depan toilet umum, si fotografer mengaduk-aduk tasnya, mencari sesuatu.

"Kau bisa pakai ini untuk ganti" menyerahkan celana yang masih tebungkus lengkap dengan tag harganya, lalu membuka jaketnya untuk diserahkan bersama celananya.

"Kau memberikannya padaku?" Kyuhyun terlihat berbinar-binar.

"Atau kau memilih kedinginan dengan pakaian basahmu?" tanya si fotografer.

"Aku pinjam" katanya sambil mengambil pakaian yang disodorkan padanya "Kau tunggu disini sebentar" pesan Kyuhyun sebelum masuk ke toilet.

Sepuluh menit kemudian Kyuhyun keluar dengan pakaian si fotografer yang melekat di tubuhnya. Lagi-lagi memamerkan gigi rapinya, "Jaketnya sedikit kebesaran, tetapi ini sudah cukup" katanya, "Terimakasih, uhmm..."

"Kibum, Kim Kibum" jawab si fotografer, memperkenalkan namanya.

"Terimakasih, Kibum" meralat perkataannya, Kyuhyun tersenyum kemudian.

"Semua pakaianmu kau taruh disana?" Kibum menunjuk paper bag di tangan Kyuhyun.

"Eum" jawab Kyuhyun sambil mengangguk-angguk lucu.

Itu berarti... "Kau tidak memakai..." pandangan Kibum turun ke bawah pinggang namja pucat di depannya.

"Yak! Apa yang kau lihat?" Kyuhyun berteriak sambil melotot, untung saja jaket yang dipakainya lumayan panjang untuk ukuran tubuhnya jadi bisa menutupi bagian bawah tubuhnya yang tidak memakai celana dalam.

"Kita berpisah di sini" kata Kibum, membalikkan badannya untuk beranjak pergi. Tetapi lagi-lagi ia harus di tahan oleh Kyuhyun.

"Tunggu dulu, Kibum. Sudah kubilang aku hanya mengenalmu disini" kata Kyuhyun, ia perlu Kibum untuk membantunya sekali lagi.

Kibum menatap datar Kyuhyun setelah berhenti berjalan, lalu kembali membalikkan badannya untuk semakin melangkah pergi dengan cuek.

"Kibum!" teriak Kyuhyun kemudian menyusul Kibum yang tidak mengacuhkannya, berjalan sejajar dengan Kibum.

Sedangkan Kibum masih tidak peduli, sesekali berhenti untuk mengambil gambar objek yang menarik penglihatannya. Sama sekali tidak terganggu dengan suara Kyuhyun yang mulai menyanyikan lagu Meet Him Among Them milik Lee Sunhee. Justru diam-diam Kibum menikmati alunan lagu yang ditimbulkan dari dua belah bibir menggoda namja yang selalu mengikutinya ini. Sampai Kibum melihat keong kecil di salah satu dahan bunga yang rendah. Kibum berjongkok, memutar-mutar lensa untuk mencari ukuran yang tepat. Setelah selesai memotret, ia memeriksa hasilnya di preview masih dengan posisi berjongkok.

"Hoo, keong yang menjijikkan bisa menjadi indah lewat kamera fotografi ya" suara di samping Kibum terdengar, dengan nada kagum yang kentara.

Kibum menoleh, mendapati wajah yang tidak jauh dari wajahnya secara refleks ia mendorong tubuh si pemilik wajah –Kyuhyun- agar menjauh. Dengan refleks yang baik pula, Kyuhyun berhasil menarik Kibum untuk menyelamatkan diri. Naas, Kibum yang tidak siap justru ikut tertarik oleh Kyuhyun yang juga tengah ditarik oleh gravitasi. Kyuhyun jatuh terjengkang, dengan Kibum yang berada di atas tubuhnya.

"Kenapa kau mendorongku?" sungut Kyuhyun tidak terima, ia jatuh karena di dorong Kibum. Sekarang ia harus ditimpa tubuh Kibum yang berat pula.

"Kau mengagetkanku" jawab Kibum sambil bangkit dari tubuh Kyuhyun. Mengulurkan tangannya untuk membantu Kyuhyun berdiri, tetapi ditolak oleh Kyuhyun. "Aku tidak sengaja" tambahnya kemudian.

Kyuhyun hanya mendengus, menepuk-nepuk bagian belakang tubuhnya yang kotor. Menggerutu akan kelakuan Kibum, namja itu bahkan sama sekali tidak menunjukkan raut kaget di wajahnya.

"Sampai kapan kau akan mengikutiku?" tanya Kibum ketika ia melangkah dan lagi-lagi Kyuhyun mensejajarkan dirinya dengan Kibum.

"Aku tidak mengikutimu, Tuan Kim" sanggah Kyuhyun dengan nada kesal, sepertinya masih dendam dengan perlakuan Kibum tadi. "Sudah kukatakan kalau aku menunggu jemputan dan aku butuh seseorang untuk menemaniku di sini"

Kibum hanya menggumam mendengar alasan Kyuhyun, kemudian mengarahkan kameranya ke objek lain.

"Huah, angin sore memang segar" kata Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk menikmati angin yang berhembus.

Kibum terpaku sebentar melihat pemandangan yang lebih dari kata indah, Kyuhyun yang tengah mendongak dengan latar belakang sinar matahari sore. Kibum mengarahkan kameranya untuk mengabadikan pemandangan di hadapannya. Mengambilnya dalam jumlah yang banyak.

"Eoh!" Kyuhyun berseru ketika sadar kamera Kibum mengarah padanya. Ia kemudian tersenyum manis dengan mengulurkan tangannya membentuk huruf V di dekat wajahnya. "Lihat, lihat" kata Kyuhyun semangat ketika Kibum menurunkan kameranya. Kyuhyun dengan semangat mengintip preview di kamera Kibum, lalu mendesah kecewa ketika melihat gambar gedung dengan latar belakang sinar matahari sore. Kyuhyun mendongak, itu pemandangan di belakang Kyuhyun, dengan tidak sabar Kyuhyun menekan tombol previous dan disana lagi-lagi gedung tersebut, ditekan sekali lagi dan gambar gedung itu muncul lagi. Kyuhyun bersungut kesal, Kibum mengerjainya padahal Kyuhyun sudah berpose tadi. Berjalan menjauh dengan langkah kaki menghentak, Kyuhyun menggerutu tentang betapa menyebalkannya namja yang baru saja dikenalnya ini.

Kibum tersenyum tipis melihat kelakuan Kyuhyun yang berjalan menjauh darinya. Ia kemudian menunduk, melihat preview di kameranya. Tangan Kibum menekan tombol previous dan muncullah gambar seorang yang tengah tersenyum manis dengan jari membentuk huruf V di samping matanya. Ya, jika Kyuhyun bersedia bersabar sedikit lagi, ia bisa menemukan banyak gambar dirinya yang diambil oleh kamera Kibum.

.Angel.

"Kibum, jam berapa sekarang?" tanya Kyuhyun tiba-tiba muncul di samping Kibum. Padahal tadi Kyuhyun sudah pergi entah kemana meninggalkan Kibum yang kembali asyik dengan sasaran bidikannya.

Kibum mengecek jam di pergelangan tangannya. "Lima lebih sepuluh menit"

"Tidak! Jonghyun pasti sudah menjemputku" kata Kyuhyun panik, "Bagaimana ini" kata Kyuhyun lemas.

"Kau tinggal pergi ke tempat dimana orang itu menjemputmu" Kibum menyarankan. Kemudian salah satu alisnya naik begitu melihat wajah murung Kyuhyun, "Kau tersesat kan?" tanya Kibum untuk kedua kalinya.

"Sudah kubilang aku tidak tersesat" jawab Kyuhyun masih bersikukuh bahwa dirinya tidak tersesat, "Aku hanya tidak tahu dimana tempatnya" tambahnya lesu.

Kibum mendengus, "Sama saja"

"Terserah" kata Kyuhyun kesal, menyedekapkan kedua tangannya di depan dada, kedua pipinya menggembung kesal.

Kibum menghela napas, menyerah setelah melihat kelakuan lucu namja di depannya. "Dimana kau berjanji bertemu dengan orang yang menjemputmu?" akhirnya Kibum menawarkan bantuan.

"Di... halte?" kata Kyuhyun ragu.

Kibum menatap Kyuhyun datar, halte yang mengelilingi taman ini ada empat. Halte yang mana?

"Aku tidak ingat" kata Kyuhyun kemudian karena ia tidak betah dengan tatapan Kibum yang sangat datar dan menghakimi yang diarahkan padanya. "Eoh!" Kyuhyun berseru lagi ketika ia mengingat sesuatu. "Pinjam ponselmu" kata Kyuhyun menengadahkan tangannya ke arah Kibum.

Kibum tidak menolak, ia mengulurkan ponselnya pada Kyuhyun. Dalam pikiran Kibum, Kyuhyun mungkin akan menghubungi orang yang menjemputnya. Tetapi yang ia dapat justru foto Kyuhyun yang tengah selca dengan senyuman begitu manis yang ditunjukkan Kyuhyun di layar ponsel Kibum.

"Foto ini ku upload di kakao talk sebelum aku masuk taman. Jonghyun berkata jika ia akan menjemputku disana. Karena aku bosan, maka aku masuk taman" jelas Kyuhyun.

Kibum menatap foto Kyuhyun, kemudian fokusnya beralih pada background foto. "Ayo" kata Kibum begitu ia tahu dimana letak halte yang dimaksud.

Kyuhyun mengikuti Kibum dengan riang. Tidak lama kemudian, mereka tiba di halte yang dimaksud.

"Jonghyun!" Kyuhyun berseru pada seseorang yang terlihat tengah mencoba menghubungi seseorang lewat telepon.

Seseorang yang dipanggil Jonghyun kemudian mendekat pada Kyuhyun. "Kau kemana saja Hyung? Ponselmu kuhubungi tidak aktif" protes Jonghyun.

"Tehehe, ponselku tercebur di kolam saat aku jatuh. Mian" kata Kyuhyun sambil nyengir.

"Kau tidak apa-apa?" Jonghyun memeriksa tubuh Kyuhyun.

"Tidak apa. Kibum sudah menolongku" kata Kyuhyun menunjuk Kibum, "Namanya Kim Kibum" kata Kyuhyun menjelaskan pada Jonghyun, lalu menoleh pada Kibum, "Ini Lee Jonghyun yang kumaksud tadi, dia seseorang yang kutemui di Busan" memberitahu Kibum dengan tangannya yang memegang lengan Jonghyun.

Jonghyun dan Kibum saling mengangguk, melakukan perkenalan ala pria.

"Hyung, kita harus segera pergi karena yang lainnya telah menunggu" ajak Jonghyun pada Kyuhyun.

"Kau benar" kata Kyuhyun lalu mendekat pada Kibum, "Terima kasih bantuannya, kukembalikan pakaianmu jika kita bertemu lagi"

"Tidak perlu dipikirkan" Kibum memberitahu Kyuhyun bahwa ia merasa tidak masalah jika Kyuhyun tidak mengembalikannya.

"Farewell" kata Kyuhyun dengan senyuman manis di bibirnya. Meskipun ia tidak rela berpisah dengan Kibum, tetapi ia tidak memiliki alasan lebih untuk tetap tinggal. Kyuhyun kemudian membalikkan badannya, masuk dalam mobil. Membuka kaca mobil kemudian melambaikan tangannya pada Kibum.

Kibum hanya mengangguk mengiringi kepergian Kyuhyun, ada pancaran tidak rela yang terlihat di matanya.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bercanda

.

7 bulan kemudian

.

Kyuhyun memasuki gedung seni tempat dimana koleksi foto milik Kim Kibum dipamerkan. Iya, Kim Kibum. Kim Kibum yang pernah ia temui di taman ketika Kyuhyun berkunjung ke Busan tujuh bulan lalu. Belum lama ini Kibum menghubunginya lewat kakaotalk, mengundang Kyuhyun untuk hadir. Kyuhyun bahkan sempat lupa bahwa kala itu Kyuhyun menambahkan dirinya ke dalam kontak kakaotalk milik Kibum, tetapi si pemilik kakaotalk tidak pernah Kyuhyun lupakan. Wajah tampannya dengan kesan datar, sangat berbeda dengan orang lain juga sangat mudah diingat. Kyuhyun berkeliling-keliling melihat-lihat foto yang dipajang dengan paper bag di tangannya berisi pakaian Kibum yang dipinjamkan padanya. Tadi Kyuhyun sempat melihat foto keong kecil yang diambil Kibum kala itu, yang membuat Kyuhyun terjengkang dengan tidak elitnya. Lalu mata Kyuhyun membulat, mulutnya menganga begitu melihat foto yang terpajang di hadapannya. Ini kapan? Kyuhyun tidak ingat Kibum pernah mengambil fotonya yang ini. Foto Kyuhyun yang tengah mendongak dengan latar belakang sinar matahari sore. Kyuhyun tersenyum kemudian, menikmati hasil karya Kibum. Tetapi tidak lama kemudian perempatan muncul di pelipisnya, Jonghyun dan kekasihnya sangat berisik membicarakan fotonya.

"Mengapa kalian masih disini!" bentak Kyuhyun kesal, "Enyah sana!" usirnya, membuat pasangan itu melipir. "Cih, sepasang kekasih yang norak. Tidak tahu situasi di depan jomblo" katanya sebal. Kemudian matanya menangkap seseorang yang tengah tersenyum tipis padanya. Lelaki itu mendekat pada Kyuhyun.

"Kau datang?" Kibum masih betah tersenyum meski hanya tipis, ia senag sekali Kyuhyun datang memenuhi undangannya apalagi ia baru tahu jika Jonghyun bukanlah kekasih Kyuhyun. Selama ini Kibum selalu menahan diri untuk tidak menghubungi Kyuhyun lewat kakaotalk karena ia menganggap bahwa Kyuhyun memiliki kekasih.

"Seperti yang kau lihat" jawab Kyuhyun tersenyum manis. Kemudian keduanya masuk dalam keheningan yang canggung "Kapan kau mengambil foto ini?" Kyuhyun berusaha memecahkan suasana awkward keduanya. Menghadap ke arah fotonya sendiri.

"Sebelum aku mengambil foto gedung di belakangmu" jawab Kibum ringan, ikut menatap foto Kyuhyun.

"Heh, kau menyebalkan" dengus Kyuhyun.

Tersenyum geli, Kibum kemudian melirik Kyuhyun yang kembali fokus pada fotonya. Kibum memegang kedua tangan Kyuhyun, meminta namja itu untuk beralih fokus padanya "Selama ini aku tidak pernah setertarik ini dengan seseorang, Kyuhyun, jadilah kekasihku".

Kyuhyun menganga sebentar, tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Kibum "Apa kau belum pernah menyatakan perasaanmu pada seseorang? Bukan begini cara mengatakannya" Kyuhyun bisa melihat kerutan di dahi pria di depannya, tentu karena jawaban Kyuhyun di luar ekspetasi siapapun. "Kau harusnya melakukannya tahap demi tahap, aku tahu kau itu datar tapi tidak seperti ini juga, dasar tidak romantis" Kyuhyun menggerutu.

Genggaman tangan Kibum pada Kyuhyun semakin mengerat, membuat Kyuhyun kembali fokus pada Kibum "Hiduplah denganku, dan ajari aku bersikap romantis" permintaan yang cukup aneh bukan? Belum apa-apa sudah mengajak hidup bersama.

Kyuhyun mengumpat dalam hati "SUDAH KUBILANG BUKAN BEGITU CARANYA! KAU BENAR-BENAR PAYAH! TIDAK ROMANTIS!" dan teriakan membahana itu sukses mengalihkan fokus semua orang yang ada di ruangan itu.

Krikk... krik... krikk...

Ruangan hening seketika, semua mata tertuju pada kedua orang yang masih saling berhadapan di depan potret dan itu membuat Kyuhyun malu sendiri, bahkan ia tidak berani hanya untuk melirik sekitarnya. Kyuhyun langsung menghambur ke pelukan Kibum, menyembunyikan wajah yang memerah karena malu "Aish, apa yang kulakukan, aku malu sekali" berbisik lirih, semakin menenggelamkan wajahnya pada pundak Kibum.

Kibum yang awalnya kaget karena diteriaki plus diberi pelukan tiba-tiba, segera menguasai dirinya kembali. Menarik Kyuhyun dari pelukannya kemudian menangkupkan kedua tangannya pada wajah yang masih memerah dihadapannya "Jadi, kau bersedia menjadi kekasihku dan hidup denganku?" menatap langsung pada sepasang karamel bulat di depannya, mendeklarasikan tekad dan memberikan keyakinannya pada namja dihadapannya.

"Terima! Terima! Terima!" koor orang-orang yang ada di ruangan itu untuk menyemangati keduanya.

Wajah Kyuhyun semakin memerah, benar-benar malu. Ketika sebuah anggukan di berikan Kyuhyun, Kibum langsung menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya kembali.

"Kenapa kau melakukannya di depan orang-orang? Aku malu Kibum!" berbisik dalam pelukan Kibum, Kyuhyun saja yang tidak sadar diri. Jika saja tadi dia tidak berteriak orang-orang tidak akan fokus pada mereka berdua.

Sedangkan Kibum? Dia hanya mengelus-elus punggung Kyuhyun, tersenyum dalam hati ketika sorakan kembali terdengar yang ditujukan pada keduanya.

.

.END.

.

FF ini sebagian sudah ditulis mungkin setahun atau dua tahun lalu dan sebagian lain belum lama, jadi ya begitu, gaya penulisannya berbeda.

Terima kasih telah membaca dan silahkan tinggalkan review^^