Minor

Cast: Cho Kyuhyun, Kim Kibum [KiHyun]

Warning: Boys Love, Typoku masih manusiawi, Alternate Universe, Bhasa Kurang Baku

Disclaimer: Semua nama cast dalam ff ini hanya pinjaman, dan cerita ini murni milik saya.

Summary: Masih belum cukup umur

^^Selamat membaca^^

Cklek!

Kyuhyun menutup kedua matanya rapat, meringis wajahnya ketika mendengar suara jendela yang baru saja ia kunci. Membuka mata lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, Kyuhyun akhirnya bisa bernapas lega tatkala tidak menemukan tanda-tanda kehidupan dalam rumah yang baru saja ia masuki melalui jendela tersebut. Agaknya tebakan Kyuhyun bahwa sang pemilik rumah sedang tidak ada di tempat tidaklah meleset.

Dengan gaya mengendap-endap, entah-untuk-tujuan-apa-padahal-ia-sudah-percaya-bahwa-pemiliknya-tidak-ada- Kyuhyun menuju kulkas dua pintu yang ada di dapur. Perlahan ia membuka salah satu pintu kulkas, mata Kyuhyun berubah berkaca-kaca ketika ia melihat isi dalam kulkas. Dua rak paling atas terdapat black coffee kalengan, skip-bagian-ini-karena-Kyuhyun-tidak-suka-kopi, lalu rak yang tersisa di bawahnya terdapat beer kalengan dengan berbagai merk. Di pintu kulkas juga berderet rapi soju buatan lokal. Mata Kyuhyun semakin berkaca-kaca melihatnya, mengulurkan tangan untuk meraih salah satu beer dalam kulkas. Kyuhyun tersenyum bahagia tatkala beer tersebut telah berada di tangannya. Ia terkekeh akan keberhasilannya, membayangkan bahwa dirinya bisa mencoba beraneka macam minuman dalam berbagai merk dari isi kulkas.

Kyuhyun membuka penutup kaleng, hampir menenggaknya ketika ia merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya. Maka dari itu, Kyuhyun memutuskan untuk menutup kulkas terlebih dahulu. Ia masih setia cengengesan, hingga pintu tertutup dan menghadapkan dirinya ke samping kanan. Kata orang, jangan merayakan kemenangan terlebih dahulu jika babak final belum berakhir, nasehat ini cocok untuk Kyuhyun saat ini. Bocah yang tengah berada di tingkat akhir high school tersebut dibuat melongo, ternganga, mematung, tidak percaya dikarenakan si pemilik rumah tiba-tiba muncul di sampingnya. Merebut kaleng beer di tangan Kyuhyun dengan cepat lalu menenggaknya sampai habis, tanpa ampun di depan Kyuhyun.

"Kau masih di bawah umur" kata si pemilik rumah dengan intonasi datar, mengembalikan kaleng beer yang kosong ke tangan Kyuhyun. "Buang di tempat sampah," perintahnya lalu pergi dari dapur tanpa permisi.

Kyuhyun kita yang lucu nan imut-imut baru tersadar dari shock-nya ketika punggung si pemilik rumah hampir menghilang dari pandangannya.

"Kibum Hyung menyebalkan! Aku sudah diatas umur!" teriaknya sia-sia karena tidak digubris oleh orang yang dipanggilnya Kibum Hyung.

Kyuhyun melirik kulkas di sampingnya, 'buka sekali lagi sekarang mungkin tidak akan ketahuan, toh Kibum Hyung sudah menghilang lagi' pikirnya. Tangan Kyuhyun terulur, hampir menyentuh pegangan pintu kulkas jika ponselnya tidak berdering. Sebuah pesan dari Kibum terpampang di layar.

Kyuhyun merengut, menggerutu sebentar karena aksi mari-mencuri-beer-di-rumah-Kibum- gagal total. Tidak lama, wajahnya berubah berseri begitu melihat isi pesan dari Kibum.

"Datanglah ke perpustakaan, ada sesuatu untukmu"

..ANGEL^O^..

Kyuhyun memasukkan banyak jenis permen ke dalam tas sekolahnya, Kyuhyun tadi baru pulang sekolah ngomong-ngomong. Melihat rumah tetangganya yang sepi, Kyuhyun pun berinisiatif untuk mencoba minuman di rumah tetangganya. Karena Kibum tidak pernah mengijinkannya minum-minuman beralkohol, makanya Kyuhyun sengaja mengendap-endap masuk lewat jendela. Bukan hanya Kibum saja yang melarangnya, tetapi kedua orangtuanya juga. Padahal Kyuhyun sudah merasa cukup umur untuk minuman beralkohol. Bukankah remaja yang sudah cukup umur di korea akan diajari ayahnya untuk minum, agar bisa menjadi namja. Tetapi Daddy-nya yang payah itu masih saja menganggapnya anak kecil.

Tas sekolah Kyuhyun menggembung begitu permen terakhir sudah masuk. Kibum memberinya banyak permen, katanya baru saja bertemu client yang seorang pengusaha cafe dengan permen sebagai salah satu sajian utamanya. Permen yang di bentuk aneh-aneh, Kyuhyun tidak peduli bentuk yang penting terasa enak di lidahnya.

"Kibum Hyung, jadi pengacara enak tidak?" Kyuhyun bertanya iseng. Ia duduk di depan Kibum, lalu meletakkan kepalanya di meja kerja Kibum.

"Tidak" jawab Kibum cuek. Ia jelas menikmati profesinya sebagai pengacara karena ia suka, tetapi jika ia berkata jujur Kyuhyun bisa mengkopinya untuk menjadi pengacara juga. Profesi ini terlalu berbahaya untuk Kyuhyun -menurut- Kibum.

Menghela napas dengan efek dramatisasi, "Lalu enaknya jadi apa nanti? Papa bilang menjadi pebisnis itu susah. Daddy yang seorang dokter juga jarang pulang" Kyuhyun mengeluh, ia sudah kelas tiga high school tetapi belum menentukan jalan hidupnya.

"Kau suka mengotak atik program komputer. Kau bisa menjadi programmer" saran Kibum tanpa mengalihkan fokusnya dari lembaran-lembaran yang sejak tadi tengah ia baca.

"Daripada menjadi programmer, aku lebih suka menjadi pro-gamer. Bisa bermain game sepuasnya sekaligus dapat uang" ya seperti sekarang ini, Kyuhyun suka menjual item dan berbagai stuff secara online. Lumayan untuk menambah uang jajannya. Tidak perlu kerja susah-susah, hanya bermodalkan alat canggih yang sudah ia miliki serta otak cerdas dan jari yang lincah.

Kibum hanya menggumam mendengar kata-kata Kyuhyun. Tidak tertarik untuk membahas lebih lanjut.

Keheningan sesaat menyapa, membuat Kyuhyun memanyunkan bibirnya. Ia tidak pernah suka dengan yang namanya keheningan, hal tersebut merupakan musuh utama Kyuhyun dimanapun dan kapanpun -kecuali-saat-ia-tidur.

"Marcus milik Hyung kemana?" Kyuhyun akhirnya menemukan topik pembicaraan. Ia tadi sebelum masuk rumah sudah yakin jika rumah ini dalam keadaan kosong dikarenakan Marcus, ford mustang merah milik Kibum, tidak tampak di garasi serta harley davidson night rod special-nya memang tidak ada di tempat.

Perempatan imajiner muncul di pelipis Kibum begitu mengingat Marcus tercintanya harus masuk bengkel dikarenakan ulah terdakwa yang kalah oleh tuntutan darinya. Tubuh Kibum juga memar di beberapa bagian akibat ditabrak dari samping, sekarang ia memakai pakaian tertutup karena itulah Kyuhyun tidak menyadari.

"Masuk bengkel" jawabnya jengkel.

Kyuhyun yang tidak melihat gelagat Kibum hanya ber-oh ria sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia jelas tahu kalau si harley davidson telah dipinjam teman Kibum kemarin.

..AngeL^O^..

Kyuhyun celingukan mencari Kibum, ia kini berada di dapur. Baru saja menghabiskan sepiring besar pudding. Kyuhyun tadi melihat ada rainbow cake di kulkas Kibum, kulkas yang sama dengan yang dibuka Kyuhyun tadi hanya berbeda pintu.

Dulu, Kyuhyun sangat heran mengapa Kibum memiliki banyak makanan manis kesukaan Kyuhyun juga berbagai macam cemilan di kulkasnya padahal Kibum tidak mengkonsumsi sesuatu yang manis pun cemilan ringan. Tetapi ketika Kibum memberitahunya bahwa itu pemberian dari client, Kyuhyun kemudian paham. Anehnya, kadang client Kibum memberikan makanan dengan bukti pembayaran yang disertakan. 'Bukankah seharusnya bukti pembayarannya di buang dahulu?' begitulah pikiran naif Kyuhyun kala itu. Dan karena Kibum punya banyak makanan yang menganggur, jadilah Kyuhyun sebagai tenaga suka rela untuk memindahkan isi kulkas Kibum ke perutnya agar tidak mubadzir. Bukankah Kyuhyun adalah orang yang baik?

Kembali pada kegiatan Kyuhyun yang sedang mencari jejak Kibum, suara pintu tertutup dari lantai dua meyakinkan Kyuhyun bahwa Kibum tengah memasuki salah satu ruangan di lantai atas. Mungkin kamarnya.

Pelan-pelan Kyuhyun kembali ke dapur, dengan hati-hati membuka pintu kulkas yang berisi banyak minuman beralkohol. Tidak kapok, ia kembali mengambil satu beer kalengan. Terkikik kecil sebelum pintu kulkas dibuka lebih lebar lagi oleh seseorang, kembali Kibum merebut beer di tangan Kyuhyun. Lalu mengambil satu lagi dari rak, kemudian menutup pintu kulkasnya.

"Kau boleh mengkonsumsi apapun kecuali yang ada di dalam" Kibum mengetuk pintu kulkas yang baru saja ia tutup. Menyandarkan tubuhnya disana.

Kyuhyun merengut, gagal lagi usahanya. Kibum ini seperti Shaman saja, selalu tahu apapun yang dilakukan Kyuhyun dan datang tidak diundang tanpa suara pula.

"Paham!" peringat Kibum. Karena Kyuhyun hanya melengos, Kibum masih tidak bisa percaya begitu saja. Apalagi ia harus meninggalkan rumah sekarang. "Aku akan mengambil Harley, baik-baiklah di rumah" pesan Kibum sambil menggesekkan benda persegi tipis di bagian kunci kulkas. Kemudian melenggang begitu saja.

Mata Kyuhyun membulat lucu. Demi Zealot yang sering ia bantai di starcraft, orang bodoh mana yang menciptakan kunci kulkas dengan keypass! Kyuhyun dengan senang hati mengutuk orang tersebut.

..^AngeL^..

Kyuhyun menggerutu dengan alat penyedot debu di tangannya. Tadinya ia hanya ingin membuat susu coklat saja. Tetapi karena telepon dari Kibum mengagetkannya, Kyuhyun jadi tidak sengaja menyenggol toples berisi susu bubuk dan jatuh. Ini semua salah Kibum, hanya mengabari akan pulang lambat dan menyuruh Kyuhyun mengunci pintu rumah Kibum jika Kyuhyun pulang ke rumahnya sendiri saja sampai membuat Kyuhyun kaget.

Bukan hanya karena telepon dari Kibum saja yang membuatnya kesal, tetapi juga karena susu kesukaannya jadi berkurang. Kalau Kibum tidak segera bertemu client yang biasa memberi susu, dalam dua hari jatah susu Kyuhyun di rumah Kibum sudah habis.

Mendongakkan kepala lalu menyeka keringat, akhirnya kegiatan mari-membersihkan-tumpahan-susu-bubuk selesai sudah. Mata Kyuhyun menangkap sesuatu yang menyebalkan tergantung dengan santainya di pojok ruangan sebelah kiri atas. Pipi Kyuhyun berdenyut sebal melihatnya.

"Apa? Kau mau memarahiku karena menumpahkan susu?" teriak Kyuhyun, "Sudah kubersihkan. Lihat! Lihat!" tambahnya menunjuk-nunjuk lantai.

Kembali mendongak, "Aku hebat kan? Sebenarnya aku hanya tidak ingin kau mengomel dan mengunci kulkas" Kyuhyun merengut sebentar, lalu dahinya mengerut. "Ngomong-ngomong, apa cctv ini merekam suara jugakah?" gumamnya.

"Sepertinya tidak" gumamnya lagi sambil melihat ke arah cctv di sudut atas ruangan dengan tatapan iritasi.

Kyuhyun mengerutkan dahinya, lalu menoleh ke arah kulkas. Huh, pantas saja Kibum tahu timing Kyuhyun mendekati kulkas. Ada cctv di dapur, mengapa Kyuhyun baru sadar.

"Dengar ya Hyung! Harusnya kau tidak perlu mengunci kulkasmu. Aku sudah di atas umur kau paham!" teriaknya lagi.

"Mulai bulan kemarin aku sudah delapan belas, jadi sudah bukan anak di bawah umur lagi! Aku sudah di atas umur! Sudah dewasa, mengerti!" kesalnya, mengulang kata di atas umur agar Kibum paham jika dirinya telah dewasa.

Memajukan bibirnya karena kesal, Kyuhyun berjalan menuju pintu belakang dapur setelah memberikan orasi bermutunya. Mengembalikan alat penyedot debu ke gudang tempat alat tersebut tersimpan sebelumnya.

Kyuhyun menepuk-nepuk tangannya dari debu setelah berhasil mengembalikan alat penyedot debu ke tempatnya semula. Kyuhyun berniat kembali ke rumah sebelum ia tersandung sesuatu yang membuatnya jatuh dengan tidak elit.

Bersumpah serapah pada penyebab jatuh dirinya, Kyuhyun mencari-cari si pelaku. Kedua alis Kyuhyunpun naik tatkala menemukan siapa pelakunya. Itu handle pintu lantai. Kyuhyun baru melihatnya, sepertinya tadi ketika ia mengambil alat penyedot debu tidak ada apapun.

Perempatan imajiner tercipta di pelipis Kyuhyun, mengapa orang seteliti Kibum bisa ceroboh membiarkan handle pintu menonjol begini? Kyuhyun hampir membaliknya agar tertutup supaya tidak membahayakan orang lain sebelum rasa penasaran menghantamnya.

..^AngeL^..

"Woah~" Kyuhyun menatap pemandangan di depannya dengan kedua mata yang berbinar-binar senang. Tidak menyangka bahwa di rumah Kibum terdapat gudang bawah tanah sebagai tempat menyimpan minuman beralkohol.

Dilihat dari rak berderet dengan isi berbagai macam botol, Kyuhyun merasa bahwa hari ini adalah hari keberuntungannya.

Kyuhyun terkikik, bukankah tadi Kibum berkata bahwa Kyuhyun boleh mengkonsumsi apapun kecuali isi dalam kulkas yang terkunci. Kyuhyun nyengir, minuman beralkohol di tempat ini mungkin lebih mahal dan lebih enak dibanding beer kalengan yang tersimpan di kulkas. Mengingat dari tempat penyimpanan yang diperlakukan secara khusus.

Menggaruk belakang kepalanya ketika tersadar bahwa ia tidak mengerti apapun perihal minuman keras, Kyuhyun sedang mencari metode yang tepat untuk menentukan minuman mana yang harusnya ia coba terlebih dahulu. Sebuah bohlam lampu berpijar di atas kepalanya. Mengapa ia tidak menggunakan tanggal lahirnya saja untuk mencoba secara random? Kyuhyun berpikir bahwa dirinya memanglah jenius.

Tanggal lahirnya adalah hari ke tiga, maka dari itu Kyuhyun berjalan ke arah rak pertama lalu mengambil botol di atas rak bertuliskan angka tiga dengan tulisan di bawahnya.

Kyuhyun melihat merk yang tertera dalam botol yang kini berada di tangannya.

"Five roses. Fine old. Bourbon. Kentucky straight. Bourbon Whisky" gumamnya pelan. Kemudian wajahnya berubah murung begitu menyadari bahwa botol yang ia pegang hanya berisi udara. 'Mengapa Hyung Kibum kurang kerjaan sekali menyimpan botol kosong?' pikirnya sebal.

Kyuhyun lalu menggeserkan tubuhnya ke angka dua. Ia lahir bulan ke dua dan pantas mencoba minuman di rak nomor dua.

"Baker's mark. Kentucky straight. Bourbon Whisky. Handmade" gumamnya lagi ketika membaca merk minuman tersebut. Kyuhyun merengut lagi ketika botol di tangannya juga terasa sama ringannya dengan botol sebelumnya.

Kyuhyun melangkah lagi, kali ini menuju rak ke dua puluh tiga. Yeah, itu kombinasi dua angka dalam kelahirannya. Kombinasi angka yang bagus bukan?

"Dan zoilo. Very Old. Fino. Sherry" gumam Kyuhyun setelah mengambil botol ketiganya dari rak penyimpanan. Wajah Kyuhyun kembali muram begitu ia menggoyangkan botolnya dan mendapati isinya kurang dari setengah. Kyuhyun menggerutu kesal sambil mengembalikan botol ke tempatnya semula. Kalau nomor-nomor kecil sudah berkurang isinya, itu berarti nomor yang terdiri dari tiga digit kemungkinan masih penuh.

Dengan semangat Kyuhyun berjalan ke arah rak yang memiliki nomor tiga digit sambil menggumamkan kata 'dua ratus tiga' berkali-kali.

Nah, ini dia" katanya senang begitu menjumpai nomor yang ia idamkan. Mata Kyuhyun berbinar-binar cerah tatkala tangannya menarik botol dari rak. Ini berat, dan seperti dugaannya. Masih utuh.

"Bacardi. Gold. Puerto Rican Rum" gumamnya pelan. Dahi Kyuhyun mengerut, sepertinya ia pernah mendengarnya. Tetapi untuk saat ini yang ia inginkan adalah mencoba isinya. Dengan riang, Kyuhyun berjalan ke arah lemari penyimpanan yang lain. Meletakkan botol yang ia ambil di atas meja, saatnya ia menemukan cara untuk membuka botol tersebut.

..ANGEL^O^..

"Kyu?" Kibum mengerutkan dahinya tatkala ia memasuki rumahnya yang tengah dalam keadaan gelap gulita. Lampu belum dinyalakan, sedangkan Kyuhyun belum berpamit untuk pulang. Biasanya, Kyuhyun akan menelponnya untuk berpamit pulang dari rumah Kibum tatkala Kibum tengah di luar.

Berpikir bahwa mungkin saja Kyuhyun tengah tertidur, Kibum berjalan menuju kamarnya. Tetapi ia menemukan ruangan tersebut kosong, bahkan kamar mandi juga kosong.

Berjalan ke arah sofa, juga mendapati tempat tersebut kosong. Kibum akhirnya menuju perpustakaan pribadinya. Memijat pangkal hidungnya karena Kyuhyun juga tidak ada di sana, Kibum berinisiatif untuk mendial ponsel Kyuhyun. Suara dering ringtone dengan lagu Starry Night milik Mamamoo tertangkap indra pendengaran Kibum. Berjalan menuju asal suara, Kibum menemukan ponsel Kyuhyun yang tergeletak begitu saja di counter dapur bersama satu mug kosong, setoples susu dan satu wadah gula. Jelas Kyuhyun meninggalkan dapur bahkan sebelum membuat susu coklat kesukaannya.

Kibum berjalan menuju sofa tempat tasnya ia letakkan, mengambil ipad untuk melihat cctv. Jujur saja ia khawatir, tidak biasanya Kyuhyun menghilang seperti ini. Sampai ia melihat Kyuhyun menjatuhkan setoples susu karena terkejut oleh panggilan telepon darinya. Sepertinya Kibum harus membelikan Kyuhyun susu lagi, meskipun dengan dalih pemberian dari client.

Kibum menatap malas pada Kyuhyun yang tengan marah-marah di monitornya. Dan ya, cctv di rumah Kibum juga merekam suara jadi ia mendengar segala kecerewetan Kyuhyun di dapur. Kibum menaikkan sebelah alisnya ketika Kyuhyun menyadari mengapa Kibum selalu menangkap basah Kyuhyun yang mencoba mengambil beer dari kulkas.

Dahi Kibum mengerut ketika ia telah mempercepat videonya tetapi Kyuhyun tidak jua muncul hingga suasana dapur berubah menjadi gelap. Dengan perasaan khawatir terjadi sesuatu pada Kyuhyun, Kibum berjalan menuju tempat gudang peralatan di belakang rumah. Yang ia temukan adalah pintu lantai di gudang penyimpanan telah terbuka, Kibum mengumpat begitu sadar akan kecerobohannya. Harusnya ia mengunci tempat ini, dengan tergesa Kibum berjalan menuju ruang bawah tanah.

Menemukan Kyuhyun yang terlihat mabuk, Kibum menghela napas berat. Berjalan mendekat pada Kyuhyun, "Kau puas?" tanyanya sarkastik.

"Eoh, Kibum Hyung!" Kyuhyun balas berteriak, wajahnya memerah sampai telinga. Mencoba memfokuskan diri untuk menatap Kibum, "Kibum Hyung kenapa ada tiga? Tehehehe" cengengesan sebentar, "Aku suka, suka Kibum Hyung. Kalau Kibum Hyung ada banyak, kue untukku juga tambah banyak. Aku suka" racaunya.

Kibum mendengus, sempat tersentuh dengan perkataan Kyuhyun di awal dan hancur begitu saja ketika kue mulai dibicarakan. Kibum mengangkat botol di meja yang kemungkinan menjadi penyebab Kyuhyun seperti ini. Tiga perempat isi botol sudah habis, bocah di depannya ini yang belum pernah minum sebelumnya tentu sudah mabuk. Kibum menghela napas kasar mendengar racauan Kyuhyun. Saatnya memindahkan bocah ini ke tempat yang lebih nyaman.

..^AngeL^..

Kibum keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar, menatap ke arah ranjang dan mendapati Kyuhyun yang tengah berada dalam posisi tidak elit. Kaki dan tangan terbuka lebar, kepala miring karena berada di pinggir ranjang. Menggeser kepala sedikit saja, kepala bocah itu pasti sudah jatuh menggantung. Memijit pelipisnya pelan, mengurusi orang mabuk adalah hal yang sangat merepotkan.

Kibum berjalan ke arah ranjang, membenarkan posisi Kyuhyun karena dirinya juga butuh tempat untuk tidur. Kibum menaikkan alisnya ketika baru menyadari Kyuhyun yang hanya memakai celana pendek hijau neon yang mencolok. Bocah itu mungkin kurang nyaman dengan celana sekolahnya kemudian membukanya begitu saja, serta dilempar sembarangan dan nyangkut di ujung ranjang yang berseberangan dengan Kibum berada. Kibum tidak mau ambil pusing dengan itu, menempatkan diri di samping Kyuhyun. Tentu saja Kibum sudah menelepon orang tua Kyuhyun bahwa bocah kecil mereka menginap di rumahnya. Kibum tidak mungkin memulangkan Kyuhyun dalam keadaan seperti ini, bukan hanya Kyuhyun saja tetapi dirinya juga akan celaka di tangan kedua orang tua Kyuhyun.

Kibum mengingat-ingat kapan terakhir kali bocah badung ini menginap dan berada satu ranjang dengannya. Mungkin sebulan lalu setelah Kyuhyun merayakan ulang tahun, dan tiba-tiba meminta hadiah kemudian menginap. Dan bocah satu ini sangat pecicilan ketika tidur. Seperti sekarang ini, satu kakinya sudah ada dia atas tubuh Kibum, mau tidak mau ia menyingkirkan kaki tersebut.

Suasana cukup tenang hingga tubuh di samping Kibum perlahan merapat padanya. Bukan hanya merapat, tetapi juga tangan dan kakinya melingkar ke tubuh Kibum. Dengan mulut yang menggumamkan kata -aku-mau-susu-dan-kue. Kibum masih mencoba untuk tidak mengacuhkan ocehan tidak berguna Kyuhyun. Meletakkan lengannya untuk menutupi mata, Kibum harap bisa terlelap secepatnya.

Kibum sudah hampir terlelap jika ia tidak merasa sesuatu atau dalam hal ini seseorang merangkak naik ke atas tubuhnya. Kibum membuka matanya, pemandangan surai cokelat ikal yang pertama tertangkap oleh matanya.

"Kibum Hyung, ayo main" Kyuhyun merengek tidak jelas sambil menggoyangkan tubuhnya dan Kibum. Matanya tertutup tetapi bibirnya tidak mau menutup.

Alamat sial untuk Kibum, kata 'main' yang dilontarkan oleh Kyuhyun berakibat negatif untuk pikirannya. Apalagi dengan Kyuhyun yang menggeliat-geliat di atas tubuhnya. Jika Kibum membiarkan ini semua terus berlanjut, maka akan terjadi hal-hal yang setengah diinginkan Kibum.

Kibum menahan tubuh Kyuhyun agar tidak lagi bergerak-gerak absurd. Dengan kaki dan tangan yang ia lingkarkan pada tubuh Kyuhyun, mengunci pergerakan bocah di atasnya.

Kyuhyunpun tidak mau diam, ia masih mencoba melawan, tetapi tidak berguna. Tenaganya lebih kecil daripada sosok yang mengunci tubuhnya. Masih meracau untuk mengajak bermain, Kyuhyun mungkin sudah kehilangan kewarasannya tetapi masih sulit untuk mengistirahatkan dirinya. Kyuhyun beralih menggigit-gigit kecil dada Kibum sebagai bentuk pelampiasan lain karena tubuhnya tidak dapat digerakkan

Kibum mengernyit, bocah ini benar-benar ingin membangunkan singa yang tengah terlelap. Kyuhyun masih bisa bergerak karena masih memiliki tenaga yang tersisa, Kibum berpikir untuk menghabiskan tenaga yang tersisa tersebut.

Kibum menarik wajah Kyuhyun dari dadanya, mendekatkan wajahnya sendiri pada Kyuhyun. Menyatukan bibir keduanya untuk pertama kalinya. Aroma pahitnya Rum masih bisa Kibum rasakan, lebih dari itu Kibum ingin merasakan yang lain dari bibir Kyuhyun. Mengeksplorasinya sampai ia puas, sampai rasa hausnya terobati. Tetapi untuk kali ini, lagi-lagi Kibum harus menahannya, Kyuhyun sudah kewalahan, itulah alasannya. Kibum tersenyum kecil melihat Kyhyun yang terengah-engah. Dengan begini, bocah kecilnya yang berisik akan segera tertidur.

Kibum membawa tubuhnya ke dalam posisi miring dengan Kyuhyun masih dalam rengkuhannya. Jika saja Kyuhyun sudah dewasa, Kibum akan dengan senang hati untuk khilaf sekarang. Tetapi baginya, Kyuhyun masih terlalu kecil, terlalu murni untuk ia nodai. Kibum mengelus lembut punggung sempit Kyuhyun, ia harus lebih bersabar lagi. Buah akan terasa lebih nikmat jika sudah masak kan?

.

.

End

.

.

Terimakasih telah membaca^^ dan silakan tinggalkan review^^