Trapped
Cast: Kyuhyun, Kibum, Changmin, Ryeowook (mention), Henry (mention), Siwon (mention)
Warning: Boys Love, AU, Typoku masih manusiawi, Bahasa; dewasa dan kurang baku
Warning(2): FF ini sudah kutulis sebagian beberapa tahun lalu, jadi maklumilah jika gaya penulisannya berubah-ubah.
Warning(3): memiliki banyak konten amoral, bijaklah dalam membaca.
Summary: "Kau hanya berperan menjadi seorang kekasih, mudah bukan?" – Kibum. "Menjadi mainan, maksudmu?" – Kyuhyun.
.
Selamat Membaca
...
Gemerlap lampu menyinari backyard dari mansion keluarga Kim. Perlengkapan pesta telah terpasang dengan apik di tempat tersebut. Kyuhyun bisa melihat di seberang kolam renang telah disiapkan 'dapur' untuknya 'meracik' musik yang akan 'dihidangkan' di pesta nanti. Kyuhyun harus menunggu Event Organizer yang telah mengundangnya di ruang keluarga milik keluarga Kim yang menghadap langsung taman belakang tempat pesta tersebut.
"Aku yakin tidak mengundang badut ke pesta ini" sebuah suara dingin dengan intonasi yang datar masuk ke telinga Kyuhyun dan berhasil mengalihkan fokusnya pada seseorang yang sedang menyeringai padanya. Pandangan mata namja itu mengintimidasi, meneliti tubuh Kyuhyun dari atas sampai bawah.
"Oh crap!" umpat Kyuhyun lirih setelah mengetahui siapa yang berani mengatainya badut. Itu Kim Kibum. Orang yang paling tidak ingin ia temui, meskipun kemungkinan bertemu dengan namja ini adalah 99.99%. Kyuhyun mengembalikan pandangannya ke arena party, mencoba tidak mengindahkan keberadaan Kibum plus berakting cool menyembunyikan kegugupannya.
"Aku sedang bicara padamu!" Kibum menarik lengan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun menghadapnya.
Kyuhyun kembali mengucapkan sumpah serapah di dalam hatinya karena sekarang tubuhnya berada dalam jarak yang sempit dari tubuh Kibum.
"Kau akan ditertawakan bila masuk ke pestaku dengan pakaian seperti ini" bisik Kibum di telinga Kyuhyun yang membuatnya kembali mengumpati namja didepannya. Kibum menggesekkan bibirnya di telinga Kyuhyun kemudian kembali berbisik "Tapi aku suka bila kau memberikan tontonan menarik untukku".
"Holy shit!" gesekan bibir Kibum serta napas yang menggelitik telinganya membuat Kyuhyun mengumpat lirih.
"Kau mengumpat?" tangan Kibum yang bebas meraih dagu kyuhyun untuk menghadapnya. "Lets see bagaimana kau bisa survive di dalam sana" Kibum berbicara di depan bibir Kyuhyun, menempelkan sebentar lalu menjilatnya.
"See u gorgeous!" Kibum kemudian melenggang pergi dari hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun yang shock karena perlakuan Kibum barusan masih mematung tanda sedang loading. Baru setelah ia sadar, namja itu mengumpat-ngumpat sampai semua binatang dan makhluk astral ia absen tanpa terkecuali. Saat Kyuhyun melihat ke arah taman belakang, tatapannya bertemu dengan Kibum yang menatapnya menantang dengan seringaian di bibir. Kyuhyun merutuki dirinya karena terlalu lambat bereaksi, setidaknya tadi ia bisa menghajar Kibum karena telah berani-beraninya mengambil keperawanan(?) bibirnya. Oke mungkin takkan se-ekstrim itu, mana mungkin Kyuhyun yang tidak suka olahraga dengan kemampuan bela diri tingkat dasar itu bisa menghajar anak yang paling berkuasa di sekolah, itu berlebihan. Kyuhyun mengusap-usap bibirnya berharap bekas bibir Kibum menghilang sambil kembali mendudukkan dirinya di sofa.
Kyuhyun memandang pantulan dirinya di kaca besar yang berfungsi sebagai sekat ruang keluarga dengan backyard. Memang penampilannya sama sekali tidak match dengan tema party kali ini yang pasti akan didatangi oleh anak-anak muda. Penampilannya terlalu aneh. Penampilannya sangat cupu, meski dengan rambut pirang keemasannya yang terkesan segar tetap tersisir rapi menutupi dahi hingga alisnya. Kyuhyun menghembuskan napasnya sekali, memang ia sengaja berpenampilan seperti ini sebelum 'show' jika ia bergaya seperti saat di panggung ketika berangkat kemari ia pasti takkan selamat saat di bus.
.ANGEL^O^
Kibum berjalan menuju bar counter, sama sekali tidak tertarik berdansa seperti yang lainnya. Lagipula dari bar counter ia bisa mengamati sang DJ dari dekat. Kibum memesan Scotch kesukaannya, menyesapnya sedikit demi sedikit seperti yang ia lakukan akhir-akhir ini saat ia mengunjungi Octagon Bar.
Kibum sengaja memerintahkan Event Organizer yang ia sewa untuk meletakkan bar counter lebih dekat dengan panggung DJ. Ia ingin melihat sosok itu lebih dekat karena ia sendiri yang memesan DJ namja dari Octagon Bar untuk mengisi musik disini. Dari tempat Kibum mengamati, sang DJ terlihat begitu bersinar dibawah terpaan gemerlap lampu panggung.
"Nama panggungnya Marcus, tapi orang-orang memanggilnya DJ Marc" jawab seorang bartender saat Kibum menanyakan tentang DJ di Octagon Bar dua minggu yang lalu. Kibum memastikan ia akan mendengarkan suara dari si namja lebih banyak nanti, Kibum menghabiskan scotch terakhir di gelasnya dan menyeringai melihat sang DJ. Yang diketahui pasti oleh Kibum adalah, namja yang berada di panggung DJ sekarang adalah seseorang yang sempat ia temui sebelum acara pesta dimulai tadi.
.ANGEL^O^
"Shit!" sebuah umpatan keluar dari salah satu kamar mandi di mansion keluarga Kim. Kyuhyun masih berusaha untuk menutup ziper horizontal di celana jeans-nya yang tadi sempat dibukanya sebelum naik ke panggung. Ziper-nya agak sedikit macet, mungkin karena dia tadi terlalu excited saat bergerak sehingga membuka ziper-nya lebih lebar. Jika saja ziper yang macet ini ada di bagian bawah Kyuhyun takkan mempermasalahkannya, takkan susah-susah menutupnya, takkan berlama-lama berada di mansion keluarga Kim karena pasti akan menimbulkan resiko. Masalahnya, ziper satu ini ada di sebelah kaki kanannya dan berada di paha atasnya, jika ia tidak berhasil menutupnya bisa tidak selamat ia saat perjalanan pulang nanti. Kyuhyun mengumpat sekali lagi saat usahanya lagi-lagi gagal.
"Butuh bantuan?" sebuah suara lain yang datar terdengar di kamar mandi.
Kyuhyun menolehkan kepalanya ke asal suara. Dan seperti sebelumnya, ia mengumpat saat melihat wajah pemilik suara itu. Bagaimana namja brengsek ini bisa masuk kemari? Oh ingatkan kyuhyun kalau mansion ini adalah milik keluarga namja itu sehingga punya kunci cadangan. Mungkin juga karena ini adalah kamar mandi dengan pintu mahal sehingga tidak menimbulkan suara saat pintunya dibuka, ingatkan kyuhyun untuk mengunci kamar mandi dengan kunci yang hanya bisa dibuka dari dalam lain kali saat ia masuk kamar mandi.
Kibum mendekati Kyuhyun "Sepertinya kau cukup kesulitan" ujarnya dengan seringai yang mesum menurut Kyuhyun.
"Tidak terima kasih, aku akan langsung pulang saja" jawab Kyuhyun sambil berjalan kearah pintu. Tapi baru saja dia berjalan selangkah tubuhnya sudah didorong ke tembok dan pergerakannya dikunci oleh Kibum.
"Aku tidak keberatan sama sekali untuk membantumu" bisiknya lagi di telinga kyuhyun. Merapatkan tubuhnya pada tubuh namja di depannya. Tangan kiri Kibum mulai merayap ke bagian bawah kyuhyun tepatnya ke arah ziper yang berusaha Kyuhyun tutup. Tangan Kyuhyun menghalangi tangan milik Kibum untuk meraih ziper-nya tapi hanya sesaat karena Kibum langsung mengangkat dua tangan Kyuhyun di atas kepalanya dengan tangan kanan Kibum yang menahannya. Tangan kiri Kibum kembali ke bagian atas paha kanan Kyuhyun, meraih kepala ziper dengan jempol dan jari telunjuknya sedangkan sisa jarinya ia telusupkan ke dalam skinny jeans namja yang dijepitnya.
Kyuhyun mulai menggigit bibir bawahnya, matanya menatap tajam mata kibum.
Di lain sisi, Kibum justru menyukai mata bulat biru itu saat menatapnya, meskipun dengan tatapan tajam dan terselip rasa benci di dalamnya. Kibum mulai menarik kepala ziper agar bisa menutup hingga mengakibatkan gesekan antara kulit paha Kyuhyun dan ketiga jari Kibum.
Mati-matian Kyuhyun menahan rasa geli dan kesemutan di pahanya, menimbulkan sensasi tersendiri dalam dirinya.
Kibum lalu menyusupkan wajahnya diantara leher dan pundak kyuhyun, menghirup dengan sedikit rakus aroma mint bercampur apel yang menguar. Tidak hanya berhenti disana, Kibum tergoda untuk mencicipi leher tersebut.
"...ji...an" Kyuhyun mendesis dengan gigi terkatup rapat, masih berusaha melepaskan diri dari Kibum.
"Kau mengatakan sesuatu?" Kibum menarik wajahnya untuk menatap langsung manik biru yang masih memancarkan kebencian padanya.
Kyuhyun mengatur napasnya, giginya bergemelatuk "Bajingan!" ulangnya keras, "Lepaskan aku!" perintah Kyuhyun.
"Boleh saja" jawab Kibum dengan seringaian di wajahnya, "Setelah aku menciummu" sambungnya dengan gerakan cepat tangannya menarik tengkuk Kyuhyun untuk mempertemukan kedua belah bibir yang berlawanan. Kibum melumat bibir Kyuhyun dengan rakus seolah ingin menghabisinya saat itu juga.
Kyuhyun melotot karena lagi-lagi ia mendapat tindakan pelecehan, mendorong Kibum sekuat tenaga hingga tautan keduanya terlepas. Kyuhyun hendak mengeluarkan sumpah serapahnya tapi batal karena nafasnya yang masih tersengal tidak bisa diajak kompromi, hanya mampu menatap Kibum dengan tatapan yang ia buat setajam mungkin tetapi sepertinya wajah datar di depannya tidak terpengaruh sama sekali.
Saat Kyuhyun merasa nafasnya mulai stabil dan kakinya sudah tidak lemas, ia mendekat pada Kibum. Bukan untuk memberikan sumpah serapah seperti yang tadi ia rencanakan, bukan pula menampar wajah si datar seperti perempuan yang baru saja diperawani bibirnya, atau menendang bagian selangkangan seperti perempuan yang hampir diperkosa, just do something in Kyuhyun's way. Ia semakin mendekatkan wajahnya pada Kibum dan saat Kyuhyun yakin muka datar itu takkan memberikan respon yang berarti selain mengangkat sebelah alisnya, Kyuhyun mengubah fokusnya pada rahang bawah kanan Kibum dan-
KRAUK
Kyuhyun menggigit rahang bawah Kibum dengan sekuat tenaga.
Kibum mengaduh karena kaget sekaligus merasakan perih di rahang bawahnya. Mencoba melepaskan gigitan kucing kecil di depannya dengan mendorong tubuh lawannya.
Kyuhyun terdorong mundur, mendapatkan pelototan horrorr dari Kibum. Sebenarnya Kibum tidak melotot, muka datarnya tidak mengijinkannya untuk melotot, tapi itulah yang ditangkap dan diartikan oleh mata Kuhyun. Mendekati Kibum sekali lagi sehingga membuat si namja datar melindungi dua sisi rahang bawahnya dengan kedua tangan, takut digigit lagi.
Kyuhyun justru berteriak di depan Kibum, "BAJINGAN TENGIK MESUM!" lalu menendang tulang kering Kibum dan berlari keluar ruangan. Beruntung, karena Kibum tidak mengejarnya, pasti sedang kesakitan di dalam sana.
.ANGEL^O^
Kyuhyun kembali mengumpat sambil berjalan menuju halte bus terdekat dari mansion Kibum. Ini jam 4 pagi, cuaca sedang dingin-dinginnya dan gara-gara si namja datar mesum, Kyuhyun jadi melupakan mantelnya yang pasti bisa menghangatkan tubuh. Ia memeluk dirinya sendiri dan semakin mengeratkan pelukannya saat Kyuhyun tiba di halte dan duduk di tempat duduk besi yang tersedia di sana. Kemeja putih tipisnya tidak membantu sama sekali.
Kyuhyun memejamkan matanya saat mengingat kejadian tadi, satu hal yang harus dicatatnya adalah bahwa ia harus selalu waspada jika berada di sekitar Kim Kibum. Membuka matanya saat Kyuhyun merasakan kain tebal menyampir di pundak yang menimbulkan rasa hangat di tubuh, itu mantelnya. Kyuhyun lalu menoleh pada sosok yang berdiri di sampingnya. Mendengus kala melihat wajah itu, wajah yang mempunyai tanda merah bekas gigitan dan bekas darah yang diusap secara kasar di rahang bawah bagian kanannya, wajah yang tetap datar milik Kim Kibum. Mungkin Kyuhyun di masa lalu memiliki banyak dosa, bukan mungkin tapi pasti iya sehingga ia harus mengalami kesialan berlipat-lipat karena bertemu namja ini. Dan dosanya pasti bertambah lagi karena hari ini ia banyak mengumpat dan demikian pun yang dilakukannya sekarang, mengumpati namja muka datar disampingnya.
Kibum mendudukkan diri di samping Kyuhyun "Tidak ada bus lewat di jam ini" katanya datar seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka sebelumnya.
Kembali mendengus, Kyuhyun tidak menanggapi ucapan Kibum, lebih memilih memalingkan wajahnya agar tidak melihat namja muka datar disampingnya. Keheningan mulai melingkupi mereka hingga hampir lima belas menit. Suara klakson taxi memecahkan keheningan pagi.
"Anda yang memesan taxi?" tanya sang supir taxi.
Kibum berdiri kemudian menuntun Kyuhyun ke arah taxi, dan herannya Kyuhyun menurut saja.
"Antarkan namja ini dengan selamat ke tujuannya" katanya singkat kemudian memberikan uang dua ratus ribu pada sang sopir sebagai ongkos. Ia lalu membuka pintu belakang dan memberi kode supaya Kyuhyun masuk. Kyuhyun menurut, lagipula dia risih dekat-dekat dengan Kibum.
Kibum menunggu sampai taxi yang ditumpangi Kyuhyun menghilang baru ia beranjak dari tempat itu.
.ANGEL^O^
Paginya Kyuhyun datang ke sekolah dengan wajah lemas, terpaksa berangkat lebih pagi karena ia harus berjalan ke sekolah yang jaraknya hampir dua kilometer. Uang disakunya hanya tinggal tujuh puluh lima ribu, hanya cukup untuk hal darurat, dan naik bus berangkat serta pulang sekolah bukan merupakan hal darurat jika ia bisa menghemat uangnya. Sedikit menyesal karena ia gengsi tidak mau menerima uang kembalian ongkos taxi yang diberikan pada sopir taxi dari Kibum tadi.
Kyuhyun membuka kelasnya, banyak teman sekelasnya yang sudah datang. Beberapa menengok kearahnya sebentar kemudian kembali ke kegiatan masing-masing. Tentu saja, mana ada orang yang mau menyempatkan diri menyapa namja yang eksistensinya tidak diakui sama sekali oleh sebagian besar murid di sekolah itu. 'Hanya si kutu buku yang mendapat beasiswa sehingga beruntung dapat bersekolah di sekolah elit' kata mereka dan Kyuhyun sama sekali tidak ambil pusing dengan perkataan tersebut. Kyuhyun berjalan lemas menuju bangkunya
"Yo Kyu!" sebuah suara melengking menyapa telinga Kyuhyun dan sukses memberikan kontribusi polusi suara di kelas.
Kyuhyun hanya menoleh malas kemudian duduk di bangkunya, meletakkan kepalanya di atas meja.
Sang penyapa, Shim Changmin, mengernyit, merasa heran dengan tingkah sahabatnya. Meskipun biasanya sahabatnya tidak menunjukkan semangat yang meluap-luap seperti dirinya ketika di sekolah, Kyuhyun tidak pernah terlihat selemas ini.
"Waeyo Kyu? Kau tidak sarapan?" tanya Changmin prihatin sambil mendekati sahabatnya.
"Aku hanya capek Shimchwang" jawab Kyuhyun malas
"Memangnya kau habis marathon Kyu?" tanya Changmin mulai ngelindur.
"Memangnya hanya marathon saja yang bikin capek?" tanya Kyuhyun jutek, kesal juga pagi-pagi harus meladeni makhluk cerewet sejenis Changmin.
"oh, benar juga, jadi kau-"
BRAK
Sebuah suara bantingan pintu memotong percakapan yang sebenarnya tidak berguna dari Changmin dan Kyuhyun. Beberapa namja yang tergolong 'berandalan' masuk ke kelas, menempati tempat duduk di tempat paling belakang. Kemudian menyusul sesosok namja dengan wajah datarnya memasuki kelas yang diikuti oleh dua orang namja lain. Suasana kelas menjadi seperti semula begitu segerombolan namja tersebut duduk.
"Huh, tidak adakah hari damai untuk kita?" gumam Changmin yang masih didengar oleh Kyuhyun
"Takkan ada Chwang" jawab Kyuhyun sambil melihat ke arah si namja datar yang duduk disamping jendela sedang melihat keluar jendela tanpa menghiraukan namja yang sedang mengoceh di sekitarnya.
"Selama kita masih sekelas dengan mereka" Kyuhyun mulai menegakkan tubuhnya, masih melihat kearah si namja datar.
"Ngomong-ngomong kyu,..." Shim Changmin mulai mengoceh lagi, tapi suaranya tiba-tiba menghilang dari telinga Kyuhyun saat ia semakin serius menatap namja datar di belakang sana.
Namja datar itu, Kim Kibum, tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke kelas, menoleh tepat kearah Kyuhyun yang masih memandanginya. Mata dingin nan tajam menatap Kyuhyun dengan penuh intimidasi. Kyuhyun gelagapan lalu melihat ke arah mana saja yang penting tidak menatap Kibum.
"Hey Kyu, kau ini kutanya malah bersikap aneh begitu? Apa yang kau lihat eoh?" Changmin mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas, kemudian bergidik ngeri melihat tatapan dingin mengarah padanya, atau pada sahabatnya, tidak taulah dia. "Kau berurusan dengan Kibum?"
"Tidak"
"Tapi dia melihat ke arah kita dengan tatapan yang mengerikan"
"Memangnya sejak kapan dia menatap orang lain dengan biasa saja?" Kyuhyun melirik Kibum yang ternyata masih betah memandangnya "Biarkan saja," lanjutnya mencoba bersikap biasa.
"Kau keringatan Kyu, dan sedikit pucat, kau sakit?"
"Ani, hanya capek karena tadi harus berjalan ketika berangkat sekolah"
"Mwo? Kenapa kau tidak bilang padaku? Aku bisa menjemputmu Kyu"
"Tidak perlu Chwang"
"Kau butuh uang?"
Kyuhyun menatap sahabatnya dengan tatapan malas "Aku hanya belum mendapatkan bayaran Chwang, bukannya aku tidak punya uang"
"Pria brengsek macam apa yang belum membayar setelah menyewamu?" tanya Changmin menggebu, ia tahu profesi Kyuhyun sebagai DJ ngomong-ngomong.
Plakk!
Sebuah geplakan sayang mendarat di kepala Changmin
"Kau membuatku terdengar seperti gigolo!"
"Lalu?" bertanya sambil mengelus kepalanya, refleks Changmin masih kurang bagus untuk mengantisipasi keanarkisan Kyuhyun.
"Seorang bajingan mesum membiarkanku pulang tanpa memberiku bayaran setelah aku dipekerjakan" padahal Kyuhyun sendiri yang kabur dari namja itu.
"Tuh kan, kau sendiri yang membuatmu terdengar seperti gigolo"
"Yak!"
Changmin langsung menghindar sebelum mendapat geplakan lanjutan.
"Berhenti disana Shim Chwang tiang!" teriak Kyuhyun sambil menyusul Changmin yang berlari ke luar kelas.
.ANGEL^O^
Istirahat siang yang membosankan dialami lagi oleh seorang namja yang hanya duduk diam sambil menatap datar makanan yang tadi dipesannya. Teman-temannya yang sedari tadi mengobrol sambil bercanda tidak dihiraukannya sama sekali. Dia tidak selera makan, entah keinginannya untuk makan tidak ada sama sekali sejak pagi tadi.
Kim Kibum, namja yang hanya memandangi makanannya mendongak ketika menghirup aroma itu. Aroma yang Kibum rindukan meskipun baru pagi ini ia terakhir menghirupnya. Sebuah aroma mint bercampur apel yang menyapa indra penciumannya, membuatnya mengedarkan pandangan ke sekitar, meneliti siapa pemilik aroma.
Hanya dua orang murid yang membawa makanan mereka dengan nampan penuh. Salah satunya dengan tinggi di atas rata-rata serta cengiran bodohnya. Kibum tahu, teman sekelasnya, entah siapa namanya. Disamping namja tinggi, seorang dengan tubuh sedikit berisi dan mata bulat caramel yang terbungkus kaca mata, rambut cokelat ikal dan kulit pucat. Kibum juga tahu siapa namja itu, namja yang ketahuan menatapnya pagi tadi, juga tidak tahu siapa namanya.
Kibum mengedarkan pandangannya lagi, seorang murid yang menjauh dari kantin tadi juga lewat di sampingnya, tubuhnya mungil dengan rambut hitam lurus. Kibum lalu menggelengkan kepalanya, mungkin dia masih terbawa kejadian petang tadi. Kibum harus berhenti mengingatnya segera atau ia akan berubah menjadi mellow.
Namun apa mau dikata, sampai pulang sekolahpun Kibum masih tetap tidak bisa lepas dari penasarannya pada DJ yang semalam mengisi pestanya. Tadi malam –pagi- memang interaksi mereka yang paling intens dari malam-malam sebelumnya saat di bar. Lamunan Kibum yang sambil berjalan terputus ketika lagi-lagi ia menghirupnya. Sebuah aroma mint bercampur apel, tetapi terlalu banyak murid disini. Kibum menyeringai menyadari pemikirannya, bahwa mungkin saja DJ Marc itu masih high school dan satu sekolah dengannya. Lagipula Kibum bisa melihat dengan baik kulit dan wajah si DJ namja meskipun memakai eyeliner untuk mempertajam garis matanya, Kibum masih bisa memperkirakan bahwa usia Dj Marc takkan jauh-jauh darinya. Jika itu benar, ia bisa menemui namja itu tiap hari. Menyenangkan bukan?
Kibum kembali berjalan dan melanjutkan lamunannya, mengira-ira bagaimana rupa sang DJ jika tanpa rambut pirangnya. Kibum tidak bodoh. Jika namja itu merupakan murid di sekolahnya, tentu saja tidak mungkin berambut pirang. Kibum mulai membayangkan sang DJ dengan penampilannya yang culun, sedang berdiri di depannya. Kibum berhenti, memandangi Dj Marc yang memandangnya dengan pandangan bertanya persis seperti saat ia mengatainya badut, dengan rambut lurus blode berponinya yang perlahan-lahan berubah menjadi hitam. Dia bisa melihatnya, jika mata bulat biru itu hanya kontak lens maka...
Puk
Pukk
Dua tepukan mendarat di bahunya, membuat sosok DJ dengan rambut hitamnya memudar. Kibum menolehkan kepalanya ke arah orang yang mengganggunya, menatapnya dingin.
"Eoh? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya si pelaku penepukan merasa ngeri ditatap sedemikian rupa. Kemudian nyengir canggung, "Kau tidak apa? Daritadi kupanggil tapi tidak menyahut dan hanya diam saja berdiri di depan mobilmu, yakin tidak apa?"
Kibum mendengus, mengambil kunci mobil di saku blazernya kemudian dilemparkan pada temannya.
"Aku malas nyetir, antar aku pulang dulu, Hyukjae" Kibum seenaknya memerintah sambil mendekat kearah pintu penumpang.
.ANGEL^O^
Keesokan harinya, Kibum menyesap kopi pagi. Ini masih weekdays dan ia harus kembali melakukan rutinitasnya. Bersekolah seperti biasanya, kemarin ia telah memerintahkan bawahannya untuk memberikan laporan lengkap sebelum ia berangkat ke Sekolah pagi ini. Kibum meletakkan cangkir kopi yang masih tersisa setengah, bermaksud untuk beranjak sebelum seorang bawahannya datang memberitahukan bahwa semua laporannya telah terkirim dalam email. Kibum beranjak, tangannya mengambil ponsel dalam ransel. Membuka email yang dimaksudkan bawahannya, Kibum membuka sebuah foto terlebih dahulu. Menggesernya hingga berganti dengan foto yang lain, Kibum menyeringai begitu menyadari bahwa jalannya sangatlah mudah baginya.
Ketika Kibum telah sampai di Sekolah, ia mengambil tempat di samping jendela kelasnya yang berada di lantai dua. Kebetulan sekali kelasnya menghadap langsung gerbang utama sekolah sehingga dari tempat ini ia bisa dengan bebas mengawasi semua anak yang datang. Kibum kembali menyeringai begitu targetnya mulai memasuki gerbang Sekolah, ia sudah tidak sabar untuk berhadapan berdua saja dengannya. Masih betah mengawasi sampai si target menyadari kegiatannya kemudian mendongak dan menemukan Kibum yang masih menyeringai. Hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
.ANGEL^O^
Kyuhyun berjalan memasuki gerbang Sekolahnya, tidak selemas kemarin karena dia akhirnya mendapatkan bayarannya kemarin. Naik bus dan sarapan pagi sudah ia lakukan, ia akan pamer pada Changmin nanti bahwa ia telah mencoba berbagai macam sajian kuliner kemarin. Yeah, Kyuhyun mendapat uang banyak kemarin. Si brengsek yang sialnya sangat kaya raya, memberinya bayaran dua kali lipat dari fee biasanya. Dan Kyuhyun sama sekali tidak menolak karena fee yang ia dapat diberikan lewat EO. Kalau Kibum langsung yang memberikannya sebanyak itu, Kyuhyun pasti akan mengembalikan kelebihannya. Tidak sudi ia menurunkan gengsinya di depan orang semacam Kibum, that damn bastard.
Sedang asyik-asyiknya mengumpati seseorang yang ia benci, Kyuhyun merasakan sesuatu yang tidak enak. Seperti dirinya tengah diawasi. Lebih buruk dari itu, perasaan ini mirip seperti seekor kelinci lucu innocent yang tengah diincar oleh seekor hyena. Mungkin sebentar lagi ia akan diburu kemudian di mangsa. Kyuhyun lalu ber-facepalm ria dengan pemikirannya sendiri. Memang sejak kapan ia mulai mendalami perasaan sebagai kelinci lucu yang innocent? Kyuhyun mendongakkan kepalanya, mencoba mencari sumber aura gelap yang dilemparkan padanya. Dahinya mengerut begitu melihat seseorang yang dibencinya duduk di tepi jendela, menatap ke arahnya dengan seringai. Holy fuck, Kyuhyun rasa ia akan sial hari ini.
"Yo~ Kyu!" sebuah lengan tersampir di pundaknya, membuat Kyuhyun refleks menoleh pada si pemilik lengan.
"Selamat pagi" kata Changmin dengan kecerahan wajah tingkat maksimum. "Hari ini matahari menjadi pengangguran karena kau bersinar terlalu cerah, honey" sambungnya.
Kyuhyun memutar bola matanya malas, "Singkirkan tanganmu, Shim" kata Kyuhyun jutek. Entah sejak kapan pula Kyuhyun memahami perasaan Ryeowook yang selalu 'terpendekkan' ketika Siwon melakukan skinsip pada si kecil satu itu, karena Kyuhyun merasa 'terpendekkan' sekarang.
"Wae? Apa kau malu? Biarkanlah semua orang tahu bahwa kita adalah couple paling serasi sedunia" jawab Changmin asal seperti biasanya.
Kyuhyun meradang, disikutnya perut Changmin untuk menghentikan omong kosongnya. Mood Kyuhyun yang bagus bisa porak poranda jika ia terlalu lama mendengar igauan Changmin.
Berjalan lebih dahulu, Kyuhyun berpapasan dengan seseorang yang membisikkan sesuatu kepadanya. Dahi Kyuhyun mengerut, berhenti untuk menoleh pada si pelaku pembisikan. Kyuhyun bertanya-tanya, apa gerangan urusan orang itu dengannya.
.
'Istirahat terakhir, ruang presiden sekolah'
.ANGEL^O^
Ketika Kyuhyun telah melewati belokan terakhir, dapat dilihatnya seseorang yang menunggunya tengah memasukkan kedua tangannya dalam saku celana seragam. Tubuh tegapnya bersender penuh pada tembok, memberikan isyarat 'ikut-aku' ketika namja tersebut melihat Kyuhyun datang mendekat. Memasuki ruang Presiden Sekolah, dengan satu instruksi "Keluar kalian" ruangan tersebut kosong seketika.
Kyuhyun mendengus, anak orang kaya selalu bisa bertingkah seenaknya. Mengekor masuk ruangan, Kyuhyun melihat si namja yang mengajaknya ke sini justru berdiri diam menghadap jendela.
Berjalan mendekat, Kyuhyun kemudian berdiri di damping namja tersebut. "Kau mengajakku kemari bukan untuk melihat gadis-gadis berolahraga bukan?" kebetulan di samping sekolahnya yang merupakan Sekolah khusus Namja, ada Sekolah khusus Yeoja dan sekarang mereka tengah berolahraga di bawah cuaca yang terik. "Kim Kibum?" tanya Kyuhyun mempertegas.
Tanpa persiapan Kyuhyun ditarik untuk mendekat pada Kibum, berhadapan satu sama lain. Kibum boleh menjadi orang paling ditakuti di Sekolah, tetapi Kyuhyun tidak memiliki alasan untuk takut. Sama sekali, setidaknya untuk saat ini.
"Aku rindu aromamu" jawab Kibum tidak nyambung. Mendekatkan wajahnya pada perpotongan leher Kyuhyun, namun harus ia tunda karena tangan Kyuhyun yang menahan tubuhnya untuk tidak bergerak lebih jauh.
"Berhenti melakukan pelecehan padaku!" geram Kyuhyun.
Kibum menarik salah satu sudut bibirnya, "Oh, ya?" menarik diri kemudian menatap Kyuhyun "Kapan aku melakukannya? Aku tidak ingat" tantang Kibum. Sorot mata kebencian dari Kyuhyun muncul kembali, Kibum ingat sorot mata ini. Ia pernah mendapatkannya, hanya berbeda warna manik saja.
Kyuhyun menggertakkan giginya, kesal dan benci menjadi satu. Namja di depannya ini tidak sadar dengan apa yang dilakukannya kemarin, "Kemarin, di rumahmu!" Kyuhyun menekan setiap kata yang terucap dari bibirnya.
Sudut bibir Kibum naik tajam, "Seingatku, baru kali ini aku berada dalam jarak sedekat ini denganmu".
Mata Kyuhyun melotot kaget, sadar akan kesalahannya. Membuang muka agar tidak berhadapan dengan Kibum, Kyuhyun harus mencari alasan untuk mengalihkan pembicaraan ini.
Tangan Kibum terulur untuk memainkan helaian ikal milik Kyuhyun. Melihat si pemilik surai masih diam saja, Kibum mendengus kasar. Ini tidak menarik lagi.
"Henry Lau, dia temanmu bukan? Seorang imigran" Kibum memilin-milin surai ikal yang berantakan.
Dahi Kyuhyun mengernyit, perasaannya tidak enak ketika roommate-nya disebut.
"Shim Changmin, juga Kim Ryeowook. Ketiganya memiliki pekerjaan sambilan yang beresiko" Kibum mendekatkan hidungnya untuk mengendus wangi surai ikal kecoklatan yang sejak tadi menggodanya.
Kyuhyun mengepalkan tangannya, giginya bergemelatuk. Hatinya bergejolak, ingin sekali mendorong Kibum jatuh dari jendela lantai dua ini. "Apa maumu?"
Kedua alis Kibum terangkat, "Hanya ingin memberitahumu bahwa bahaya bisa mendatangi teman-temanmu kapan saja" jawab Kibum ringan.
Kyuhyun menolehkan kepalanya cepat hingga berhadapan langsung dengan wajah Kibum dengan jarak yang sempit. Memicingkan matanya, Kyuhyun sedang waspada karena teman-temannya sedang terancam. "Jika yang kau inginkan adalah aku menjadi salah satu anak buahmu, akan kulakukan"
Kibum menjauhkan wajahnya, berbalik kemudian menarik kursi Presiden Sekolah untuk ia duduki. "Menjadikanmu anak buahku dan membuatmu menurut padaku. Sungguh membosankan" katanya santai. "Kemarilah" sambungnya.
Kyuhyun masih bergeming hingga Kibum menarik lengan Kyuhyun dan mendudukkannya dalam pangkuan. Memeluk pinggang Kyuhyun dan menelusupkan wajahnya pada perpotongan leher Kyuhyun.
"Jadilah kekasihku" kata Kibum pelan di telinga Kyuhyun setelahnya kembali mengendus leher Kyuhyun.
Kyuhyun menyingkirkan lengan Kibum di pingganggya dengan cepat, secepat itu pula si lengan kembali bertengger. Berusaha menjauhkan tubuhnya, tetapi Kibum malah menariknya semakin merapat. Kyuhyun merasa perlawanannya secara fisik telah sia-sia maka ia berusaha untuk melawan lewat kata-kata.
"Dalam mimpimu" jawab Kyuhyun.
"Tidak mau?"
"Apa kurang jelas?"
Kibum tersenyum berbahaya, "Kalau begitu ayo bermain mari-jadikan-cho-kyuhyun-terkenal" menjeda sejenak hanya untuk melihat reaksi Kyuhyun yang terlihat bingung namun tidak mengendurkan tingkat kewaspadaannya, "Sekolah pasti akan gempar jika mereka tahu bahwa Dj Marc adalah Cho Kyuhyun si nerd"
Kyuhyun melotot tajam, mengerahkan seluruh tenaganya untuk berdiri kemudian menarik kerah seragam Kibum. "Kau... Bajingan!" menahan diri untuk tidak meninju namja di hadapannya.
"Kau hanya tinggal memilih" kata Kibum santai.
"Bangsat!" umpat Kyuhyun sambil melepaskan cengkramannya.
Kibum tersenyum miring menatap Kyuhyun yang terlihat frustasi, meneliti penampakan Kyuhyun dari atas ke bawah. Rambut ikal hitam kecoklatan yang berantakan sangat kontras dengan rambut pirang keemasan yang tersisir rapi meskipun sama-sama bermodel jamur. Mata bulat lebar dengan manik sewarna karamel terbungkus kaca mata model lama sangat kontras dengan sepasang mata tajam dengan manik biru cerah. Penampilannya yang nerdy diluar kontras dengan penampilan dandy ketika sedang bekerja sebagai Disc Jokey. Seringaian Kibum semakin lebar, penyamaran namja ini sungguh luar biasa.
"Kau hanya perlu berperan menjadi seorang kekasih, mudah bukan?" menyedekapkan tangannya, intonasi santai Kibum tidak tergoyahkan.
"Menjadi mainan, maksudmu?" serobot Kyuhyun tidak terima dengan masa depannya yang terancam suram.
"Jika kau lebih suka menjadi mainan"
Kyuhyun mendengus kasar, merasa tidak memiliki pilihan. Mungkin untuk sekarang ia akan mengikuti kata-kata si brengsek ini. Sambil jalan untuk memikirkan cara menikamnya tepat di depan hidungnya.
Kibum masih menyeringai, meski Kyuhyun terlihat menyerah sekarang tetapi ia yakin bahwa Kyuhyun pasti akan melawannya dengan harga diri yang si namja ikal punya, juga dengan sorot kebencian yang sering tertuju padanya, hidup Kibum akan semakin menarik setelah ini.
"Karena kita sudah menjadi kekasih, ayo berciuman" ajak Kibum dengan keputusannya yang sepihak.
Kyuhyun mendecih tidak terima, "Tidak sudi, kau melakukannya dengan kasar kemarin"
Kibum mengulurkan tangannya untuk menyapu bibir Kyuhyun dengan ujung jari jempolnya, "Jika kulakukan dengan lembut, kau mau melakukannya sehari tiga kali?"
Menepis tangan Kibum kasar, "Kau pikir jadwal makan" protes Kyuhyun tidak terima sambil berjalan menuju pintu.
"Sekali dengan penuh penghayatan atau tiga kali dengan pelnuh pengertian?" Kibum memberikan opsi tanpa jalan tengah.
"Coba saja kalau kau bisa" jawab Kyuhyun jutek mengambil rutenya sendiri, kemudian kabur dari ruangan Pesiden Sekolah sekaligus menjauh dari Kibum.
Kibum tertawa pendek, betul bukan? Namja satu itu memang menarik.
Walau bagaimanapun, Kyuhyun masih akan tetap membenci Kibum seperti sebelum-sebelumnya setelah ini. Sedangkan Kibum tidak akan pernah melepaskan Kyuhyun sampai ia merasa bosan.
.
.
END
.
.
Terimakasih telah membaca meskipun aku ragu untuk mengerjakan cerita ini karena banyak konten amoral -_-
Silakan tinggalkan review selagi aku masih menulis ff ^^
