The Broken Cupcake

Traître's sequel

.

.

Kau tahu Baek ? hidup tak pernah memberiku pilihan. Namun, ketika aku bersamamu, aku seperti melihat dua jalan yang bisa ku tempuh.

CHANBAEK

Hurt, Angst

Happy reading

..

..

..

Mungkin aku terlahir tidak untuk cinta. Tapi, ada satu hal yang membingungkanku. Jika aku tak pantas mencinta, kenapa Tuhan malah menghadirkanmu untuk ku cintai ?

..

ALL-Chanyeol POV

Cupcake yang telah hancur itu aku pungut beserta hatiku yang ikut menjadi serpihan. Ku tatap sendu kue manis yang sekarang tak berbentuk itu, menahan diri agar tak mengejar Baekhyun yang kini sosoknya tak bisa kulihat karena genangan air mataku.

Aku tak bisa mencegah Baekhyun pergi sekuat apapun aku ingin. Bagaimanapun akulah yang salah di sini, tapi sungguh, aku rela menjadi orang brengsek untuknya. Menjadi orang jahat untuk tetap bersamanya. Karena untuk pertama kalinya, aku menjadi lebih manusiawi ketika mencintainya.

Baek, tak adakah kesempatan untukku ? Tak bisakah aku egois untuk tetap memilikimu ?

Rasanya sesak, sungguh. Bayangkan ketika orang yang benar-benar kau cintai, yang telah kau berikan hatimu sepenuhnya, yang bahkan membuatmu rela menjatuhkan harga dirimu demi dirinya, kini telah pergi. Dan kau, ditinggalkan dengan penyesalan dan kebingungan, tak tahu harus kemana lagi kau berpijak.

Tapi, aku bisa apa ?

Dan ya, itulah akhir dari kami. Bukannya aku tak mau mengejar Baekhyun dan mempertahankannya. Bukannya aku melepasnya. Tapi, aku.. Aku.. Otakku kosong. Aku sama sekali tak bisa berpikir, mungkin kinerja otakku sedang rusuh di dalam sana.

Malam itu ternyata Baekhyun telah terlebih dulu bertemu dengan seseorang yang juga andil dalam kehidupanku, meskipun tidak begitu penting, tapi sialnya dialah alasan aku menyakiti Baekhyun selama ini.

Baekhyun, maafkan aku. Maafkan aku yang sudah beristri tapi terlampau mencintaimu ini. Maafkan aku Baekhyun, demi Tuhan, maafkan aku.

Dan aku akan mengakui dosaku. Dosa seorang pria brengsek yang mungkin tak termaafkan.

Sejujurnya, aku telah menjalani pernikahan karena perjodohan selama setahun terakhir. Aku sama sekali tidak dan tidak akan pernah mencintainya. Dia memang cantik, aku akui itu, tapi dia tidak indah, tidak mampu membuatku berdebar. Tidak mampu membuatku tersenyum walau hanya senyuman kecil. Dia sama sekali tidak membuatku jatuh cinta.

Tapi sialnya, Baekhyun kini telah menganggapku sebagai penghianat. Seseorang yang tak bisa di amanahi sebuah kepercayaan. Di matanya mungkin aku sekarang tak ubahnya sebagai pria tak setia yang memainkan perasaannya. Baekhyun pikir dia adalah seorang yang menjijikkan. Perusak ikatan suci dua insan yang sudah menyatu. Tapi aku sama sekali tak menganggapnya demikian. Karna yang patuh dipecundangi adalah aku. Aku yang tak begitu berani melepaskan dia yang tak ku cintai untuk bersama Baekhyun. Aku terlalu pengecut.

Baek, aku hanyalah boneka kedua orang tuaku. Tapi aku merasa menjadi manusia ketika bersamamu. Kau lah yang membuatku hidup, Baek. Aku tidak peduli status di atas kertas itu jika pada kenyataannya hatiku hanyalah milikmu.

Setelah beberapa malam aku terpuruk dan rasanya hampir mati, aku memutuskan menemuinya. Persetan dengan ancaman penghapusan namaku atas ahli waris, persetan dengan status suami yang ku miliki. Aku akan benar-benar mengejar Baekhyun. Aku tak akan melepasnya se-inchipun. Dan di malam itu, aku resmi keluar dari kediaman keluarga Park setelah memberikan surat cerai pada wanita yang menjadi istriku di atas kertas.

Aku bergegas menemui Baekhyun tanpa membawa apapun. Dompet, ponsel, mobil, semua yang berhubungan dengan keluarga Park seutuhnya telah kutanggalkan. Aku putuskan untuk menunggunya selesai bekerja di depan supermarket. Berdiri seperti orang bodoh dengan suhu di sekitarku yang hampir mendekati nol derajat.

Bahkan aku sama sekali tak merasakan dingin. Aku mati rasa.

Aku menunggunya dengan segala sesal, dengan tangis yang ku coba tahan sedari tadi. Dan aku tersentak ketika tiba-tiba tangan mungil menyodorkan segelas kopi panas yang masih mengepul.

Astaga Baekhyun, bagaimana kau masih bisa sebaik ini setelah apa yang ku lakukan padamu ?

Kami bercakap sebentar, sampai akhirnya ku dengar kata-kata Baekhyun yang membuat sebagian hati dan jiwaku hancur, tak berbentuk.

"Aku tak ingin melihatmu. Kita sudah usai, kau ingat ?"

Dan aku tergugu memeluk kakinya. Rasanya nafasku terhenti begitu saja. Dengan sisa tenaga aku mencoba berdiri, mengumpulkan suaraku yang hilang entah kemana.

"Tapi aku mencintaimu !" teriakku.

Aku berusaha memeluknya. Berusaha menyalurkan rasa frustasiku, namun dia menolak pelukanku untuk kesekian kali.

"Ak-aku akan melepaskan segalanya untukmu Baek. Persetan dengan status ahli waris sialan itu, persetan dengan pernikahanku. Aku benar-benar mencintaimu, Baekhyun. Bisakah kita tetap bersama ?" ujarku berat. Mengucapkan kalimat itu saja rasanya susah sekali. Dadaku sakit seperti terhimpit sesuatu yang besar, dan benar-benar menyakitkan.

Detik berlalu dan hanya hela nafas berat kami yang terdengar. Suhu semakin turun, aku khawatir jika seperti ini terus kekasihku akan sakit.

"Bisakah kita ke tempat yang lebih hangat ? aku takut kau sakit.."

Baekhyun terkekeh, dan terdengar seperti alunan kematian untukku.

Itu bukan tawa bahagia. Itu… ah ! sialan kau Park Chanyeol. Kau pasti membuatnya sangat terluka.

"Kau tahu Park, kau adalah segalanya bagiku, tapi…" Baekhyun berbisik sangat lirih, tapi anehnya hanya suaranya yang bisa aku dengar saat ini. Tanpa sadar aku menahan nafas, menunggu Baekhyun menyelesaikan kalimatnya.

"Kau membuatku menjadi orang yang menjijikan" tertunduk, tidak berani menatap matanya.

Yang menjijikkan di sini adalah aku, sayang. Maafkan aku.. maafkan aku..

"Kau membuatku seperti jalang yang merebut suami orang lain" katanya tersenyum kecut.

Dan air mata yang sedari tadi menggenang sukses meluncur begitu saja.

Baekhyun, bagaimana bisa kau berpikir sehina itu ? kau adalah persamaan dari kesempurnaan Baek. Hanya salahkan aku, jangan dirimu..

Aku tersengal. Rasanya sakit sekali. Paling sakit di sepanjang kehidupanku. Aku mencintainya, dan aku sendiri yang menghancurkannya. Tuhan, apa hukuman paling pantas untuk pendosa sepertiku ?

Di depanku, malaikat kecilku ikut terisak. Aku tahu dia mencoba tegar, aku tahu dia hancur, aku tahu dia pasti mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk berdiri dan menatap mataku. Aku tahu, aku tahu. Maafkan aku sayang..

"Kau tahu Chanyeol, melihatmu menangis membuat ku hancur.."

"Kau adalah hal terindah dari Tuhan untukku, dan seharusnya aku tidak menjadi serakah untuk memilikimu.."

Setelahnya Baekhyun menyuruhku untuk kembali. Dia menyuruhku pulang ke tempat dimana aku kehilangan segalanya. Dia menyuruhku setia kepada wanita yang tidak ku cintai. Dan kemudian dia meninggalkanku dengan hatiku yang dibawa bersamanya.

Aku, entahlah. Tujuan hidupku sudah tak berarti ketika Baekhyun pergi. Aku hanya kertas kusam yang ditinggalkan.

.

.

.

Still TBC wkwk

.

.

Yuk hargai author ! Mind to review ?