Vocaloid milik perusahaan yang menciptakannya, Yamaha dan lainnya.
Saya hanya berhak atas ide cerita
Happy Reading
Oh iya kali ini sudut pandangnya diambil dari Len dan sebenarnya kubuat drabble ini untuk merayakan ultah Len tapi karena terdesak uas jadi cuman keburu posting di facebook.
27 Desember
Tanggal 27 Desember, tepat di hari ulang tahunku yang ke-delapan, rumah kosong yang biasanya dijadikan markas anak-anak di komplek ini-termasuk aku dan Rin-dihuni oleh keluarga baru. Sebenarnya sejak kemarin lusa ada orang-orang yang memindahkan barang ke rumah itu, tapi sepertiya baru hari ini penghuni baru itu pindah pagi-pagi sekali.
Keluarga itu aneh menurutku, warna rambut mereka tidak ada yang sama, bahkan keluargaku saja berambut pirang semua. Lalu, bagaimana bisa ibu dengan rambut coklat, ayah berambut biru tua bisa memiliki tiga anak yang warna rambutnya tidak ada yang mirip dengan mereka berdua.
Dua anak perempuan di keluarga itu masih lumayan mirip dengan kedua orang tuanya, tapi satu anak laki-laki yang katanya seusia denganku, ia memiliki gen yang unik. Rambutnya ungu seperti terong ...
Keluarga itu datang kepada kami, memperkenalkan diri mereka. Hal yang paling tidak terpikirkan olehku adalah, mereka ikut merayakan ulang tahunku dan Rin.
"Kenapa mereka ikut merayakan ulang tahun kita?" tanyaku sambil menarik tangan Rin yang mencabuti bunga di taman belakang rumah kami.
Setelah perkenalan yang singkat, keluarga baru itu-keluarga Shion-langsung ikut pesta barberque kami. Untungnya, sebagian halaman belakang kami seperti rumah kaca, jadi salju tidak akan membuat rerumputan tertutupi salju.
"Kamu tidak dengar apa yang papa katakan tadi ya? Paman Shion itu teman papa dari luar kota," jawab Rin yang langsung menarik tangannya dan kembali mencabuti daun daun.
"Teman?" tanyaku sambil kulirik pria tinggi dengan rambut biru tua. Oh, kalau dilihat-lihat wajahnya tidak terlalu tua dari papa Rinto. Papa juga tidak pernah bercerita apapun soal teman-temannya.
Sebenarnya, tidak ada yang banyak bisa kulakukan dalam keadaan seperti ini. Papa asik memanggang barbeque dengan paman Shion sementara mama sibuk menyiapkan minuman untuk kami berdua. Bibi Shion juga membantu mama tapi sambil mengawasi anak bayinya yang berambut hitam. Keluarga aneh.
Rin tiba-tiba bangkit dan berlari-lari kecil membawa rumput. Apa yang ada di pikirannya membawa rumput seperti itu?
"Kamu mau kemana Rin?!" tanyaku sambil kukejar Rin. Ah iya, Rin sepertinya tidak ingin diganggu, tapi jarang sekali ia mencabuti bunga. Ia anak yang agresif sekali jika ada yang mendekati kebun ibu.
"Aku belum menghias meja dengan bunga," jawab Rin sambil memasukan bunga itu ke dalam vas bunga di atas meja piknik.
Aneh, dia seperti mencari perhatian. Bunga?bahkan yang dipegangnya itu bukan bunga sama sekali.
"Miku!"
Ketika mendengar teriakan kecil dari anak lelaki lainnya, aku mengalihkan pandanganku. Anak laki-laki dengan rambut terong dan gadis cilik dengan rambut biru kehijauan berjalan ke arahku dan Rin.
"Kamu sudah berkenalan dengan mereka Len?" tanya Rin.
Aku langsung saja mengangkat kedua bahuku sebagai jawaban belum. Lagi pula kenapa aku harus berkenalan lagi dengan mereka setelah orangnya memperkenalkan mereka? Toh sedari tadi mereka berdua yang sepertinya mengasingkan diri dari aku dan Rin.
"Oooh, lihat anak perempuan ini lucu sekali," ucap Rin ketika Miku berdiri di depan kami berdua.
Aku menatap kakaknga, Gakupo yang berjalan cepat mendatangi kami. Entah kenapa aku tidak suka tatapannya itu, seperti marah padaku tapi juga mengejek.
"Mama bilang, hari ini adalah ulang tahun kak Rin dan kak Len," ucap Miku sambil memasukkan tangannya kedalam saku jaket berbulunya. "Aku punya coklat untuk kalian berdua," lanjutnya sambil memberikan coklat padaku.
Entah kenapa, tanganku reflek menerima coklat darinya. Ketika aku mendengar teriangan senang Rin, aku mengalihkan pandanganku dari gadis kecil itu sambil berbisik makasih.
Aku rasa ... ini adalah pertama kalinya seorang gadis memberiku coklat. Kata anak perempuan dikelasku ... anak perempuan hanya akan memberikan coklat di hari ... apa ya namanya itu ... vatin? valetin? valentin?
Terima kasih untuk hadiah ulang tahunnya.
Fin
