Sial kenapa wajahku bisa semerah ini, pasti Miya memandang diriku aneh.

Zilong yang melihat Alucard memerah dari kejauhanpun memutuskan untuk menyuruh Layla menghampirinya, "umm..Layla apa kau bisa menggantikan posisi Alucard untuk Miya? Kelihatannya Alucard seperti kepiting rebus yang di lumuri saus sambal"gumam Zilong."ah iya kau benar"ucap Layla lalu menghampiri gadis berambut silver dan pria berambut putih tersebut

"Alu~ kita bisa bertukar tempat~?" ucap Layla yang menghampiri mereka dari kejauhan. Melihat isyarat dari Zilong yang menyuruhnya untuk 'mengiyakan' Layla, Alucard pun pergi menghampiri Zilong

"dari mana saja kau sialan,aku hampir saja jantungan tadi"keluh pria berambut putih tersebut yang baru datang

"hei bernafaslah kawan..harusnya kau berterima kasih padaku karena kau dapat menyentuh nya walaupun hanya kakinya"ejek Zilong kepada Alucard yang semulanya memerah menjadi menahan marah dari sahabatnya

"jadi ini rencanamu ya dasar...tapi terima kasih"

"hahaha jadi bagaimana?"

"apanya?"

"kau sudah menyatakan perasaanmu?"

"kau gila mana mungkin bisa secepat itu menyatakan cinta"

"secepat itu? Ini aku yang gila apa kau yang bodoh,bukankah kau sudah menyukainya sejak tahun ajaran pertama? Ini sudah tahun ajaran ketiga dan kau masih takut untuk menyatakan perasaanmu? Hah jangan bercanda"

"tahun ajaran ketiga? Sudah selama itukah? Jadi aku harus bagaimana?"

"itu terserah padamu.. kalau mau aku bisa membantumu"

"benarkah?"

"apa aku terlihat sedang bercanda? Begini saja nanti malam kau datang ke taman di depan kompleks"

Karena sudah penasaran dengan rencana Zilong, Alucard pergi lebih awal dari jam yang di janjikan Zilong..setelah berada cukup dekat dengan taman betapa terkejutnya ia melihat Zilong dengan gadis pujaan hatinya sedang tertawa bersama 'mereka terlihat bersenang-senang'. Hati Alucard mulai memanas ketika ia melihat Zilong menggenggam tangan Miya 'ya tuhan kenapa aku jadi seperti ini jauhkan fikiran negatif ini dari Zilong' pikirnya.

Setelah merasa tidak terima dengan apa yang terjadi di depannya pria berambut putihpun pulang tanpa memberi tahu sahabatnya

"hei Alu"sapa Zilong tiba-tiba dan hampir membuat pria itu terjatuh dari kursinya"kenapa kau tidak datang kemarin?"lanjutnya

"ah aku...lupa"

"kau berbohong kepada orang yang salah teman"

"apa maksudmu"

"pasti telah terjadi sesuatu,apa kau bertemu wanita lain sampai kau tidak bisa datang?"

"apa!...siapa?!"

"yahh siapa tau kau bertemu salah satu fans mu di jalan"

"hahaha apa-apaan itu,ngomong-ngomong apa yang kau bicarakan dengan Miya kemarin malam?"tanya pria itu sinis ia tidak bisa marah kepada sahabatnya

"sudah kuduga kau pasti datang Alu...jadi sekarang kau cemburu ya?"goda pria berambut coklat dengan wajah yang menyebalkan sampai-sampai Alu mempunyai niat untuk memukul nya."tenang saja aku tidak mungkin menikung sahabatku sendiri..dengar setelah ini adalah pelajaran bu Iritel kelas kesenian, kau kan tau Miya suka pohon bagaimana nanti jika kau melukis pohon saja! Aku yakin Miya akan mengagumi mu"seru Zilong sambil menepuk-nepuk pundak Alucard

Sejujurnya Alucard sangat tidak yakin bahwa rencana Zilong kali ini bakal lancar,soalnya lukisan pria itu tidak terlalu bagus untuk di perlihatkan kepada gadis yang di sukai nya.

"Miya kau gambar pohon yaa..wahh cantik nya"ucap gadis bertelinga besar dan berambut pink

"haha iya Nana ini pohon yang ada di halaman rumahku cantikkan?"

"iya cantik sekali"

Ternyata Miya sangat berbakat dalam melukis

'sudah kuduga rencana ini bakal gagal'gumam pria berambut putih,tentu saja orang yang di sebelah kiri dan kanannya mendengar nya

"apanya yang gagal"tanya pria berambut pirang panjang yang mendekati ke tempat nya

"ah!..tidak apa-apa"

"ayolah celot..Alucard sedang jatuh cinta"goda salah satu teman nya yang menggunakan pakaian brucelee

"apa..apa yang kau katakan Chou itu tidak benar"jawab Alucard

"ohh benarkah, tapi wajahmu memerah loh"

"sudahlah Chou jangan menggoda nya"gumam pria berambut pirang,Lancelot

"wahh Alucard lukisan pohon dan bulan mu bagus terlihat nyata"

Merasa familiar dengan suara tersebut Alucard sudah yakin bahwa itu adalah gadis yang di sukainya, ia tidak memandang nya hanya berterima kasih saja, lalu kembali melukis. "wahh jika ini di letakkan di kamar barumu bukan kah terlihat sangat cantik iya kan Miya" Layla tiba-tiba muncul dibelakang mereka membuat mereka terkejut.. "kamar baru? Apa Miya membangun kamar lain di rumahnya?" tanya Lancelot penasaran karena selama ini Miya sekamar dengan saudara-saudara nya "ah iya.. Estes baru saja membangun kamar yang baru" semua tau bahwa Estes adalah sepupu Miya "apa yang kau katakan Layla,Alucard pasti memiliki seseorang untuk diberikan lukisan sebagus itu"lanjutnya

Alucard tersentak lalu melirik gadis berambut silver yang sedari tadi ada didepannya, ia memikirkan bagaimana cara memberikan lukisan itu kepadanya..apa memberikan langsung kepadanya atau menempatkan lukisan tersebut di depan lokernya disusul dengan sepucuk surat?. Tak lama setelah pelajaran berlangsung pria berambut coklat datang serta disusul pria berambut pirang dengan hiasan topi koboi.

"Alucard setelah pulang nanti mau mampir ke game center?"

"maaf Clint lain kali saja, ngomong-ngomong kalian dari mana saja tadi?"

"biasa tempat keramat"sahut Zilong dengan mulut yang masih mengunyah

"ada-ada saja"

Setelah jam pulang, karena merasa kelelahan pria berambut putih itu memutuskan untuk langsung pulang kerumah, ia menuju loker nya dan mengganti sepatu setelah ia menuju luar ia melihat Miya sedang tertidur dengan pulas tanpa ia sadari ia sudah mendekati dan duduk di sebelah gadis itu.."haaaa..andai saja aku mempunyai keberanian yang cukup untuk menyatakan perasaanku padamu..tapi aku terlalu takut untuk itu"gumam Alucard dengan pelan namun sesudah ia mengatakan kalimat itu Miya terbangun dan tersadar bahwa ia merasa sudah cukup lama tertidur.

"loh Alucard belum pulang?"

'dia bangun! apa dia mendengar apa yang ku katakan?'