Tiba-tiba Zilong datang lalu menangkis parang yang seharus nya mendatar ke tubuh Miya tersebut, "Alu kita mundur dulu, kita kalah jumlah sekarang" ucap Zilong
Setelah mereka mulai menjauh, segerombolan orang itu tidak mengejar mereka. Mereka memutuskan untuk beristirahat di rumah Alucard sebab rumah-nya paling dekat dengan mereka sekarang
"Alu kau punya handuk" tanya Miya yang melepas ikatan rambutnya. Elf rembulan ini sangat pembersih
"punya sih, tapi.." 'masa aku harus kasi handuk bekas ku ke Miya? Ya ampun harusnya aku membeli handuk kemarin' pikirnya lalu berjalan ke arah kamar untuk mengambil handuk "ini"
"a-terima kasih, aku pinjam dulu yaa"ucap Miya lalu menuju kamar mandi. "aww lihatlah pemuda tampan di sana, wajahnya memerah yaa" ejek Zilong sambil memainkan rambut nana yang semulanya terikat rapi menjadi hancur acak-acakan "awww iya yahh~~ ia terlihat tidak bisa mengontrol tingkat kemerahan-nya" ucap nana sambil mengubah Zilong menjadi Tororo (?). Alucard yang mendengar kedua temannya mengejek-nya ia lalu melempar semua barang yang ada di dekatnya(?) seperti remot tv, bingkai foto, bantal, dsb. "sialan kalian" ucapnya, tak lama kemudia Miya keluar dari kamar mandi masih memakai seragam Academy-nya "ini Alu handuk nya, terima kasih" ucapnya lalu menuju ke arah Nana dan Zilong yang sudah kembali dari Tororo-nya
"Nana kenapa dengan rambutmu?"
"Zilong mengacak-acaknya tadi, jadi berantakan deh"
"hmm~ oh iya tadi waktu di kamar mandi aku mendengar kegaduhan dari arah luar, kalian bahas apa? Kayaknya seru banget" ucap Miya yang penasaran lalu menoleh ke arah pemuda tampan yang jaraknya tidak jauh dari-nya
"ohh tadi kita-"
"membahas Zilong kelihatannya Zilong sangat lapar suara perutnya aneh sekali, 'IYA KAN ZILONG'hahaha" ucap Alu yang membungkam mulut Zilong dengan tangannya
"hahaha~ wahh begitu" ucap Miya lalu tertawa kecil
"hahaha~~ Alucard lucu yah Miya, rasanya ingin di tusuk pakai tombak kesayangan~" ucap Zilong yang tersenyum miring
"apa katamu" ucap Alu menggeram
"haha bercanda kawan"
"kalau begitu aku pulang duluan yah"ucap Miya yang telah bersiap-siap serta di susul Nana
"kau sudah mau pulang?, aku antar ya"
"ga apa-apa Alu aku pulang dengan Nana kok"
"tapi setelah Nana sampai duluan kau pulang sendiri kan? Gpp biar aku antar, aku juga punya urusan sama Estes yang harus di diskusikan" jelas Alucard lalu menyuruh Zilong pulang juga
"hei Miya, kan Alucard pulang denganmu bagaimana kalau di jalan nanti kau mengatakan nya" bisik Nana
"apa..ga Nana terlalu cepat"
"ya ampun kesempatan seperti ini ga datang dua kali loh"
"apa yang kalian bisikkan?" tiba-tiba Alu muncul di antara Nana dan Miya yang tersentak kaget
"a-ga bukan apa-apa kok"ucap Miya
Setelah sampai di rumah Nana
"Alu, Miya hati-hati yah di jalan" ucap Nana yang sudah berada di depan rumahnya "oh iya Alucard.. bisa kesini sebentar"
"kenapa Nana"
"kau tidak berniat ingin menyatakan perasaanmu?"bisik Nana kepada Alu
"apa..haha diamlah ini namanya proses tau", ucap Alu yang mengusap kepala Nana lalu pergi
Miya sangat penasaran dengan apa yang Nana bisikkan kepada Alucard, 'bagaimana jika Nana mengatakan bahwa aku menyukai Alu' 'bagaimana jika Nana menceritakan tentangku yang aneh-aneh' pikirnya. Karena merasa tidak mau penasaran ia memutuskan untuk bertanya kepada Alucard "umm Alu?", "hmm"jawab Alu yang merasa agak canggung
"aku penasaran apa yang Nana bicarakan padamu tadi"
"eh?" Alucard bingung harus menjawab apa, hatinya belum siap untuk mengatakannya jadi ia memutuskan untuk mencari alasan "ohh itu..gini nih tadi Nana minta saran untuk toko game yang bagus"
"ohh gitu haha~ iya deh" ucap Miya yang tertawa kecil
"ayo Alu masuk dulu, aku akan panggilkan Estes"
"a-iya.."
"Estes turunlah, Alucard mencarimu!, Alu duduklah dulu"
"iya Miya" Alucard duduk di sofa. 'Miya sopan sekali' pikirnya sambil memandangi Miya yang menuju ke arah dapur lalu memberinya coklat panas
Tak lama kemudian Estes datang dan langsung duduk di sofa. "jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Estes langsung to the point "begini..aku-" Estes memotong ucapan Alucard "kau ingin minta saran bagaimana cara menyatakan perasaan-mu ya?"
"a-itu.."
"haha~~ kau mudah ditebak, begini..Miya itu terima orang apa adanya kau tidak perlu menunjukkan sesuatu yang special atau menunjukkan hal-hal yang fantastis cukup apa adanya"
"begitu yah..tapi kupikir itu terlalu simple"
"tentu saja itu cuma saran dariku, sisanya kau pikirkan bagaimana agar kau dan dia bahagia"
"terima kasih Estes kalau begitu aku pulang"
"loh Alu sudah mau pulang"ucap Miya yang turun dari tangga
"iya haha~ sudah larut soalnya"
"begitu? Baiklah"
"Miya antarlah Alu ke depan"
"a-iya Estes"
"umm harusnya kau tidak menghantarku sampai depan sini"ucap Alucard yang melewati gerbang rumah-nya
"tapi Estes bilang jika ada tamu yang berkunjung, pas pulangnya di antar sampai depan"
"haha~yang kau tahu itu dari Estes semua yah"
"iya, emangnya salah ya?" Miya memerengkan kepalanya
"haha~ ga salah sih, aku pulang yaa" pamit Alucard
"i-iya, hati-hati ya"
Setelah sampai di rumah, Alucard merebahkan badannya ke kasur ia bingung harus menyatakan perasaannya atau tidak. Alucard mengingat saat Miya memerengkan kepalanya "ya ampun imut sekali, kenapa bisa ada makhluk seimut itu!" teriaknya sambil berguling-guling di kasur. Tak lama setelah ia berguling, Alucard melihat handuk yang tadi di pakai oleh Miya "oh iya handuk nya belum aku jemur" gumamnya
