~happy reading~
[Keesokan harinya - 5:13 pm]
"Ejen Baekhyun masih berada di rumah helang over" ucap dengan beraninya berdiri di jendela kamar yang akan menjadi jalan keluar baginya
"Sila jalankan operasi sekarang over" jawap suara dari dalam ponsel yang menjadi penghubung antara dua orang sahabat baik itu dari markas utama
"Diterima over and out"
Dan bermula misi seorang Byun Baekhyun. Dengan gerakan dramatis dia mengeluarkan tali dari dalam beg galasnya lalu menjatuhkan tali itu sehingga mencecah lantai dasar dan..
Hap
Baekhyun mendarat ke tanah dengan mulusnya. Melihat sekeliling bagi memastikan kawasan aman dan berlari ke tembok yang menjadi penghalang dia dengan dunia luar. Menggunakan sebuah alat yang dibekalkan Kyungsoo, tembok itu dapat dipecahkan dan membebaskannya. Lalu di pun berlari ke arah jalan raya bagi mencari tumpangan ke konsert pujaan hatinya dan nampaknya takdir sedang berpihak padanya karna sebuah taksi telah berhenti di depannya
Cermin taksi itu diturunkan dan menampakkan wajah tua pemandu taksi itu "Baekhyun"
Baekhyun mengeryit bingung 'bagaimana bisa pemandu taksi itu mengenaliku?'
"Baekhyun! Jawap! "
Dan itu membuyarkan lamunan sedikit lagi sampai ke langit ketujuh Baekhyun. Suara dari ponsel yang berada di tangannya
Well semua aksi dramatis Byun Baekhyun itu bukanlah satu kenyataan
--
The One That I Want To Forget
Pairing :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Other Pairing :
Do Kyungsoo
Kim Jongin
Xi Luhan
Oh Sehun
Many More
Author :
LoeyBaek_
Chapter : 001
Warn :
Yoai, BxB, Boys Love
Rated :
Sesuai untuk setiap lapisan umur
Disclaimer :
Character dalam fanfic ini bukan milik saya tetapi milik Tuhan dan Ibu Bapa mereka tetapi fanfic ininadalah 100% hasil permikiran saya. Jika ada kesamaan iti adalah sesuatu yg tidak disengajahkan.
"Byun Baekhyun ke markas utama over"
"Do Kyungsoo menjawap dari markas utama over" jawap Kyungsoo dari markas utama --stadium konsert Chanyeol bakal diadakan sebetulnya
"Aku bakal memulakan operasi keluar dari rumah helang over"
"Baik--hell! " Kyungsoo terbengong seketika "Apa maksudmu keluar dari rumah helang Byun! Kita sedang tidak ingin pergi menangkap burung"
Baekhyun memutar bola mata malas "Yakk Idiot! Berapa kali harus ku ulang 'rumah helang' bermaksud rumahku. Itu. Adalah. Kode. Nya. "
Sekali lagi Kyungsoo terbengong "Mengapa harus menggunakan kode eoh? Tidak akan ada yang berubah"
Ingatkan Baekhyun untuk membawa Kyungsoo menonton film perisik lagi sehingga dia menangis "Yakk Kyung! Apa kau sudah lupa film perisik yang sering kita nonton"
Masih dengan nada bengongnya "Terus"
"Mereka akan menggunakan kode asal kau tau"
"Tapi Sehun tidak pernah menggunakan kode"
"Itu karna Sehunmu tidak pernah berperan sebagai perisik atau berakting dalam film aksi" Baekhyun menjeda sambil tersenyum jahil --yang tidak dilihat Kyungsoo yang berada di 'markas utama'-- karna baru mendapat idea menjahili sahabatnya satu ini "Memang Oh Sehun pengecut"
"Yakk Byun! Jangan kau berani mengutuk Sehunku! "
"So what? Memang dia seorang pengecut"
"No! "
"Yes"
"Tidak"
"I-Ya"
Kyungsoo yang ingin meledek terdiam karna tiba-tiba muncul di benaknya cara membalas dendam "Baiklah, kalau itu katamu apa lagi bisa kubuat. Oh Sehun memang pengecut"
Di seberang telepon Baekhyun tersenyum kemenangan
"Oleh itu, aku akan mengambil Park Chanyeol. Dia sering berlakon film aksi dan sangat macho rasanya"
Baekhyun langsung tidak merasa tercabar "Cobalah, bukan secepat itu seseorang bisa move on"
Kyungsoo yang merasa gagal membalas dendam ingin mencampakkan ponselnya tetapi sekali lagi senyum jahil terpancar saat mendapat idea baru
"Baiklah mungkin aku tidak bisa move on"
Sekali lagi Baekhyun tersenyum penuh kemenangan
"tapi mungkin aku mengajak Narae yang aku dengar tidak dapat hadir karna kehabisan tiket dan kebetulan aku mempunyai dua tiket"
Akhirnya, senyuman Baekhyun hilang "No, You can't Do Kyungsoo"
"Yes, I can Byun Baekhyun. Just have to call her number and Puff! She here"
Mata Baekhyun semakin berkaca hampir menangis "Tidak! Kyungsoo jangan! Aku akan datang secepatnya"
"You have 30 minutes from now Byun" ucap Kyungsoo lalu memutuskan telefon
Baekhyun ingin sekali mempunyai kuasa Momo dalam M/V Twice - Signal dan dalam sekelip mata bisa sampai di tempat Kyungsoo apabila dia menyebutkan nama Narae --rival Baekhyun
Sebenarnya mereka tidak bisa dibilang rival karna masing-masing belum pernah berbual dengan seorang Park Chanyeol, Jadi bagaimana bisa Baekhyun menganggap Narae rivalnya?
Alasan simple karna pernah sekali, Chanyeol membuang T-shirt ke kerusi penonton dan bagaikan takdir T-shirt itu sampai di tangan Narae --sebenarnya bukan takdir tetapi Narae merampas T-shirt itu dari tangan orang dibelahnya yang sempat menangis keras. Hal yang membuat Baekhyun bertambah marah, Narae membawa T-shirt itu ke sekolah dan semenjak hari itu Baekhyun menganggap Narae adalah rivalnya
Setelah bernostalgia beberapa minit, Baekhyun akhirnya sedar mengenai masa. Dia melihat jam di dinding kamar dan tersenyum tipis
Masih ada Dua puluh delapan minit dan tiga puluh empat saat lagi
Tanpa berfikir panjang Baekhyun berdiri di jendela kamarnya dan sedikit bergidik ngeri setahunya dalam pelannya biliknya tidak sejauh ini dari tanah
Sambil meneguk ludah payah, Baekhyun mengeluarkan tali --setiap selimut dibiliknya yang dia ikat agar panjang dan terkejut apabila tali itu tidak mencecah tanah --walau hanya tingga beberapa inci lagi tapi Baekhyun tetap takut.
Ingin berputus asa.
Itulah yang Baekhyun rasakan saat ini tapi Tidak. Dia tidak bisa demi Park Chanyeol. Dengan berbekalkan semangat yang sedikit goyah Baekhyun turun ke bawah dengan tali yang dia buat sendiri itu.
"Jangan pandang ke bawah. Tuhan bantu aku" gumamnya berkali-kali tanpa henti
Prakk --bunyi sesuatu akan terkoyak
Nampaknya, Tuhan tidak ingin mendengarkannya saat ini dan Pakk!
Selimut itu terkoyak --mungkin karna tubuhnya yang mungil tetapi cukup berat-- menyebabkan bunyi yang kuat karna Baekhyun yang mendarat dengan punggungnya
"Tuan muda tiada di kamarnya!" samar-samar terdengar bunyi riuh dari kamar Baekhyun tetapi si mungil yang masih mengurut pinggulnya yang sakit masih tidak menya
darinya sehingga
"Itu dia Tuan Muda! " teriak seseorang, membuatkan Baekhyun menatap ke atas dan pandangan mereka bertemu. 'Tunggu bukankah itu pengawal ayah yang berjaga di pintu keluar.. Yeahh, Ini kesempatan bagiku' batinnya
Tanpa memperdulikan sakit di pinggulnya, Baekhyun berlari dengan sekuat tenaga persetanan orang itu memberitahu ayahnya, lagipun ayahnya akan tahu juga
Sedikit lagi sampai di pintu utama, Baekhyun tersenyum lebar. Tidak ada penjaga juga pagar yang terbuka itu membuatkannya senang untuk keluar dan dia telah keluar dari mansion ayahnya sendiri
Walau telah berada di luar, dia masih terus berlari takut-takut orang suruhan ayahnya masih mengejarnya. Baekhyun terus berlari ke tempat konsert Chanyeol diadakan.
Setelah berlari cukup lama, Baekhyun mengambil nafas lega karna akhirnya sampai di tempat tujuannya sekaligus melihat Kyungsoo yang berada di pintu masuk dengan mulut yang berkumat-kamit mengucapkan sumpah serapah
Kyungsoo langsung berdiri saat melihat Baekhyun "Yakk Idiot! Konsert bakal diadakan sebentar lagi"
Baekhyun hanya tersenyum idiot menanggapi perkataan Kyungsoo
"Kyung! Ayo kita masuk"
"Maafkan kami Tuan, Tuan muda berjaya kabur akibat kecuaian kami"
Tuan Byun mengenggam ponsel di telinga dengan keras "Kabur? Kemana anak itu kabur?!! "
Mendengar nada marah Tuan Byun, pengawal itu hanya menggigit bibir bawahnya takut"Kami tidak pasti Tuan. Tapi kami rasa Tuan muda pergi ke konsert Park Chanyeol yang menjadi bualan orang sekitar"
Tuan Byun semakin marah apabila nama 'Park Chanyeol' disebut "Bawa anakku pulang dan pastikan dia tidak berjumpa dengan Park Chanyeol, Aku akan pulang sekarang juga"
[T B C]
Bagaimana? Tinggalkan jejak~ 3
