Tak lama kemudian mereka sampai ketempat kue yang ingin mereka tuju. Mereka datang ke cafe kecil yang jaraknya tidak jauh dari swalayan, mereka pun duduk di dekat jendela tak lama kemudian seorang pelayan cafe datang dan memberikan menu.

"kau mau apa?"ucap Miya yang duduk di depan Alucard

"hmm..apa aja deh, ngomong-ngomong kau tidak masalah makan kue utuh begitu?"tanya-nya sembari memilih kue di menu

"umm apa maksudmu?"ucapnya yang memesan kue yang kami pesan

"maksudku apa kau tidak takut gemuk atau apa gitu?"

"Estes bilang selagi bisa makan jangan takut gemuk" ucapnya yang membetulkan ikatan rambutnya

"haha~" Alucard tertawa kecil mendengar ucapan Miya, membuat gadis didepan-nya memerengkan kepalanya "kau ini lucu sekali" ucapnya lalu meletakkan tangannya di pipi "kau tahu? Aku menyukai dirimu yang seperti ini" ucap Alucard ceplas ceplos, tanpa ia sadari rona merah muncul di telinga Miya. Ia memerah sampai ke pipi-nya tersadar atas apa yang baru ia katakan, tiba-tiba pesanan mereka tiba saat itulah mereka tersadar lalu melahap kue yang di pesan. 'Alucard bodoh apa yang kau ucapkan tadi ahhh sial' pikirnya lalu menggelengkan kepala. Sesekali ia melirik Miya, telinganya masih memerah. "Alu..ada yang ingin kukatakan padamu" ucap Miya setelah membisu sekitar 5 menit

"umm apa?"

"eh-ntar aja deh, besok aja"

"umm..aku bayar dulu yah"

Alucard memandangi Miya dari kejauhan, penasaran dengan apa yang ingin dikatakan-nya besok. Setelah selesai membayar, Alucard menghantar Miya pulang "sampai jumpa besok Alucard" ucapnya yang sudah di depan pintu "a-iya"ucap Alu lalu berjalan menuju arah rumahnya "Alu! Besok di bawah pohon yaa!" teriak Miya dari kejauhan mengingatkan Alucard. Pria berambut putih itu hanya melambaikan tangannya.

ESOK NYA

"hei Miya kenapa kau hari ini terlihat gugup begitu?" ucap Layla selaku teman sebangku dan sahabatnya menepuk pundaknya

"ah aku merasa gugup, aku rasa akan menyatakan-nya hari ini"ucap Miya sembari memainkan dasinya

Mendengar ucapan Miya Layla menepuk pundaknya lagi, "semangatlah Miya apapun jawaban dari Alucard kau harus tetap tenang oke"ucapnya "hahaha~ iya terimakasih" ucap Miya.

Alucard melirik Miya dari kejauhan penasaran apa yang dibicarakan oleh kedua gadis itu "hei Alu kau dengar tidak?"ucapan dari Chou yang tiba-tiba membuat Alucard sedikit terkejut "eh apa?"ucapnya langsung memandangi Chou "ah kau ini, ini loh berita yang kulihat di Fakebook. Hebat loh anjing nya bisa mandi sendiri"asik Chou yang sibuk dengan layar hp nya "ah itu sudah biasa"ucap Alucard berencana mengerjai Chou

"jadi apa yang tidak biasa?"

"burung"

"hah? Kenapa?"

"burung aja bisa berubah menjadi Fasha hehe~"

Karena kesal dengan jawaban Alucard, Chou pun menggunakan skill kedua nya. "hei lagi asik ngapain?" Lancelot, Alpha dan Saber tiba-tiba datang membawa snack lalu ngumpul di meja Alucard "bisakah kalian tidak membawa makanan kemeja ku?" tanya Alucard sedikit kesal "hahaha~ kami pungut kok sampah nya nanti" ucap Lancelot "oh iya apa hari ini bu Alice ga masuk ya?"tanya Alu kepada teman-temannya yang asik memakan snack "umm katanya sih ada rapat dianya jadi ga masuk kelas"ucap Lancelot. Tak lama waktu berlalu akhirnya bell pulang berbunyi, ia ingat janjinya dengan Miya jadi ia langsung menuju pohon yang telah dijanjikan

Alucard sampai dibawah pohon, namun Miya belum ada disana jadi ia memutuskan untuk bersandar disana. Miya yang melihat Alucard bersandar dari kejauhan memutuskan untuk menghampiri nya

"Alu…"ucapnya yang sudah didepan Alucard

"ah-kau sudah datang"ucap Alu yang mulai berdiri

"a-kau bersandar saja aku akan duduk didepan mu"

"begitu?, jadi apa yang akan kau katakan?"tanya Alucard yang bersandar lagi

"mungkin ini terdengar aneh tapi...aku...menyukaimu"ucap Miya sembari memainkan jemarinya

"eh?!"

"aku..menyukaimu Alu, aku ingin kau menjadi kekasihku. Alu mungkin kau ga akan menerimanya tapi aku berasa lega setelah mengatakan ini" wajahnya sangat memerah Miya sangat tidak bisa mengontrol tingkat kemerahan diwajahnya. Alucard terkejut dengan apa yang dikatakan Miya, sesekali ia mencubit pipinya untuk mengetahui apakah ini mimpi. Setelah cukup lama terdiam Alucard pun membuka alat ucap-nya "Miya...kau serius? maksudku kau tidak bercanda kan?"

"ah-kau tidak perlu menjawab jika kau tidak ma-"

"tentu saja aku mau..kau pikir sudah berapa lama aku ingin mengatakan kata-kata itu"ucap Alucard "harusnya aku yang mengatakannya bukan kau"lanjutnya

"j-jadi"

"aku menerimanya Miya…"ucap Alucard sembari mengelus kepala Miya

Tiba-tiba ntah dari mana Layla, Zilong, Clint dll muncul dari balik tembok yang letaknya agak jauh dari mereka sambil mengumam 'makan-makan' 'traktir' dan kata lainnya yang membuat Alucard kesal karena merusak momen mereka

-FIN-

Me: gantung ya? Hehehe~ cerita nya Author mau bikin bonus Chapter nya, tapi gatau kapan bisa bikin. Pokoknya diusahakan secepatnya deh (フˊ3ˋ)フ. Oh iya terimakasih yang sudah meluangkan waktunya untuk fic unfaedah ini (TT). Sekian~