CLECK

"Eomma, aku sudah mendapatkan pekerjaan" Sehun langsung memeluk ibunya ketika melihat sang ibu baru saja pulang kerumah

"Pekerjaan apa nak?" Ibu Sehun sungguh senang karena anaknya mendapat pekerjaan namun dia takut itu akan menggangu proses belajar anaknya

"Hanya menjadi bodyguard bu, lagian itu hanya berjalan sepulang sekolah hingga malam lalu kami diberi fasilitas kamar pribadi, dan juga digaji sebesar sepuluh juta per bulan bu" Sehun memberitahu ibunya dengan antusias

"Baguslah nak" Ibu Sehun senang namun di sisi lain dia sedih akan pisah dengan anaknya

"Tiap minggu aku akan pulang bu, ibu jangan khawatir" Sehun janji akan pulang, dia takut ibunya kesepian

"Jaga dirimu nak dirumah orang, jangan membuat masalah" sang ibu memberi arahan pada anaknya agar tahu diri dirumah orang

"Iya bu, ibu juga jaga kesehatan dan kalau bisa ibu tidak usah bekerja. Aku takut ibu terlalu lelah" Sehun memeluk ibunya, dia sungguh takut ibunya jatuh sakit karena terlalu lelah bekerja

"Sehun dengarkan ibu, jika ibu tidak bekerja maka ibu akan bosan dirumah jadi ibu lebih baik bekerja daripada dirumah saja" Ibu Sehun tidak mau anaknya saja yang banting tulang, dia juga mau membanting tulang untuk kehidupan mereka

"Baiklah, tetapi ibu jangan terlalu memaksakan diri" Sehun merelakan ibunya untuk bekerja dengan berat hati

"Cha... Sini ibu bantu mengepak barang - barangmu" Ibu Sehun kembali ke mode semangat untuk membantu anaknya packing barang agar besok sudah pindah ke tempat baru

..

..

..

TIT TIT

Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Sehun, Ibu Sehun yang melihat mobil mewah tersebut berhenti di depan rumahnya terkejut. Ini pertama kalinya seseorang dengan menaiki mobil datang kerumah kecil mereka.

"Sehun" Kai yang turun dari mobil tersebut langsung memanggil sahabatnya untuk memasukkan semua barangnya ke dalam mobil

"Kai?" Sehun yang berada di ruang tamu terkejut karena seseorang memanggilnya dan setelah melihat keluar, dia terkejut karena sahabatnya membawa mobil ke rumah mereka

"Bu, perkenalkan dia sahabatku namanya Kai dan dia juga salah satu bodyguard di tempat aku bekerja" Sehun memperkenalkan Kai pada ibunya

"Hallo bu" Kai menyapa ramah ibunya Sehun yang sungguh cantik walaupun sudah mulai tua

"Hallo nak" Ibu Sehun membalas sapaan ramah sahabat anaknya

"Hun, ayo. Nona Lu sudah menunggu kita, dan dia menyuruhku untuk menjemputmu serta membantu mengangkut barang - barangmu" Ibu Sehun terkejut dengan kebaikan Nona Lu yang mereka maksud

"Baiklah" Sehun masuk kedalam rumah dan mengeluarkan semua tas yang berisi barang - barangnya

"Bu, aku pergi ya dan ibu harus menjaga kesehatan ibu. Aku janji akan pulang setiap minggu" Sehun sungguh tidak rela berpisah dengan ibunya namun dia harus mencari pekerjaan agar ibunya bisa hidup lebih baik

"Hati - hati nak" Ibu Sehun melambaikan tangannya dan mobil tersebut sudah menghilang dari kawasan tersebut

..

..

..

"Kau di kamar nomor satu" Luhan memberitahu Sehun mengenai nomor kamarnya

"Terima kasih nona" Sehun tetap mengucapkan terima kasih, walau dalam perjanjian sudah disebutkan mereka akan tinggal di mansion tersebut

"Kau bekerja mulai hari ini" Luhan beranjakd ari sofa dan memasuki kamarnya sedangkan yang lain berkumpul mendekati Sehun untuk saling menyapa

"Hai Sehun, aku Suho" Suho tersenyum dengan wajah malaikatnya

"Aku Kris" Kris memasang wajah kesalnya

"Aku Chanyeol" Chanyeol tersenyum lima jari untuk sahabat barunya

"Aku Minho"

"Aku Hoya"

"Aku Myungsoo"

"Aku Siwon"

"Aku Taeyong"

"Aku Sehun" Sehun membalas sapaan ramah dari mereka semua, dia tahu bahwa bodyguard bernama Sehun tidak suka dengan keberadaannya namun dia masih ingat dengan nasih ibunya sehingga hal itu membuatnya harus bertahan dengan semuanya

..

..

..

"Silahkan makan" Luhan makan bersama semua bodyguardnya, maklum saja dirumah ini kedua orang tuanya jarang ada karena bisnis mereka di Jepang. Sehun yang pertama kalinya makan bersama majikan cukup terkejut, dia kira mereka akan makan di dapur dan duduk di lantai

"Jangan terkejut Sehun" Luhan mengetahui keterjutan Sehun langsung memberikan kata - kata pendukung

"Maaf nona" Sehun malu karena ketahuan oleh nona-nya

"Aku masih punya hati, kita sama - sama manusia dan juga meja ini akan kosong setiap harinya jika bukan kita semua yang isi" Luhan adalah dewi yang sudah menolong para pria tampan tersebut, namun manusia tidak sempurna termasuk Luhan yang haus akan sex

"Kedua orang tua nona?" Sehun terkejut karena dari tadi nona-nya tidak menyebut kedua orang tuanya, sedangkan Suho langsung memukul paha Sehun

"Shh..." Suho kesal karena keberanian Sehun bertanya hal pribadi pada nona mereka

"Tidak apa Suho. Mereka sibuk bekerja di Jepang, sehingga aku kesepian maka dari itu aku menyewa bodyguard sebagai temanku bukan pembantuku" Luhan menjabarkan kehidupannya yang gelap

"Saya minta maaf nona" Sehun menunduk karena sudah lancang bertanya hal pribadi pada nona-nya

"Tidak apa, mari makan" Luhan menyuruh mereka semua untuk makan sedangkan yang lainnya mengikuti perintah majikan mereka

..

..

..

"Nona, aku ingin berbicara dengan nona" Sehun memberanikan diri untuk bertanya pada majikannya

"Ya, silahkan bertanya" Luhan memiliki wakyu luang, sehingga berbincang sedikit dengan bodyguard barunya tidak masalah

"Hm... Aku ingin izin setiap hari minggu untuk mengunjungi ibuku" Sehun mengatakannya dengan jujur, mana tahu majikannya memberikan izin padanya

"Kenapa?" Luhan memancing agar Sehun lebih terbuka dengan dirinya, sama seperti yang lain

"Ibuku tinggal seorang diri dirumah kami yang kecil, aku tidak tega padanya sehingga aku ingin mengunjunginya setiap minggu dan juga aku bekerja untuk membantunya mencari uang"

"Baiklah aku mengizinkanmu, dan ini gaji pertamu" Luhan memberikan gaji yang dilapisi amplop kepada Sehun

"Terima kasih nona" Sehun sungguh tidak menyangka akan mendapatkan gaji pertamanya, dan dua hari lagi dia akan mengunjungi rumah ibunya dan memberikan tiga per empat gajinya untuk sang ibu

"Ya" Luhan menjawab sekilas sambil tersenyum ramah

"Aku permisi dulu nona" Sehun pamit undur diri dan masuk ke kamarnya, besok mereka semua mau sekolah

..

..

..

"Ayo berangkat" semua sudah kumpul dimobil tinggal menunggu majikan mereka maka mereka akan berangkat ke sekolah, dan untungnya mereka semua satu sekolah sehingga mereka sejalan dan tidak akan terlambat

"Sehun, kau bisa menyetir" Luhan bertanya pada Sehun

"Ngh.. Aku tidak bisa nona" Sehun malu mengakuinya namun jujur lebih baik daripada mereka tabrakan

"Baiklah, Suho akan mengajarkanmu lain kali" Luhan memberikan ultimatum agar Suho mengajari anak baru

"Baik nona" Suho dan Sehun sama - sama menjawab perintah nona mereka

..

..

..

"Anak - anak, kita kedatangan teman baru" Guru Kim memberitahu kelasnya mengenai sahabat baru mereka sedangkan siswa - siswi tersebut sibuk menebak apakah teman baru mereka laki - laki atau perempuan

"Silahkan masuk nak" sang guru memberikan izin kepada anak baru untuk masuk ke dalam ruangan

"Perkenalkan nama saya YangYang, mohon bantuannya" YangYang tersenyum manis kearah teman - temannya sedangkan para gadis sibuk memuji ketampanan YangYang dan Luhan terkejut karena sahabat lamanya sekaligus orang yang sudah pernah mengisi hatinya kembali lagi ke hadapannya

"Silahkan duduk disamping Luhan" Guru Kim memberikan perintah dan itu mutlak untuk dipatuhi

"Hai Lu" YangYang tersenyum kearah Luhan ketika dia sudah duduk disamping Luhan, sedangkan yang disapa hanya membuang muka karena jijik dengan orang yang duduk disampingnya

"Baiklah, silahkan buka buku paket kalian halaman 103 dan coba pahami dari contoh tersebut lalu saya ingin memberikan pertanyaan"

Proses belajar mengajar dimulai hingga istirahat tiba, Luhan dan semua bodyguardnya berkumpul dimeja yang biasa mereka duduki. Mereka selalu bersama kemana - mana dan itu membuat banyak orang iri pada kelompok Luhan cs.

"Hai, boleh aku bergabung" YangYang yang kesulitan mendapatkan bangku kosong bertanya pada Luhan cs yang masih memiliki satu kursi kosong tepat disampng Luhan

"Tidak" Luhan tidak suka berdekatan dengan mantannya, namun yang lain heran dengan sikap Luhan yang terlalu dingin

"Tampan, disini saja" seorang yeoja bernama Hyuna menyuruh cowok tampan tersebut untuk duduk disampingnya yang masih kosong sedangkan YangYang hanya mengangguk dan duduk disamping Hyuna

"Kau kenapa Lu, apa makanan tidak enak" Kris bertanya pada Luhan yang masih memasang wajah kesal

"Bukan. Dan ku peringatkan pada kalian semua untuk tidak berteman dengan dia" Luhan memberikan perintah pada semua bodyguard sekaligus sahabatnya untuk tidak berteman dengan YangYang

"Dia siapa Lu?" Kris terkejut dengan nada Luhan yang menyiratkan kebencian pada seseorang yang disebut dia

"YangYang" Luhan menjawab santai sambil melanjutkan makannya yang tertunda sedangkan yang lainnya terkejut karena mereka melihat YangYang adalah orang baik namun mereka tidak berani bertanya hal yang privasi tentang nona mereka

"LUHAN" Baekhyun berlari kearah orang yang diteriakin sedangkan Kyungsoo sepupunya hanya bisa menahan rasa malunya

"Haiz" Luhan mengela nafas melihat salah satu sepupu cerewetnya berteriak dengan nyaringnya

"Luhan" Baekhyun memeluk Luhan sedangkan Kyungsoo ikut - ikutan memeluk Luhan

"Oh, kau ada anggota baru Lu" Baekhyun menyadari diantara mereka ada anak baru dalam grup mereka

"Ya" Luhan menjawab singkat. Dia malas menjelaskan secara detail karena Baekhyun memang dasarnya genit dengan pria tampan

"Hai, aku Baekhyun" Baekhyun memberikan tangan kanannya untuk bersalaman dengan si tampan

"Aku Sehun" Sehun menjawab dengan senyum manisnya sambil membalas jabatan tangan Baekhyun yang membuat Baekhyun makin jatuh cinta dengannya

"Aku Kyungsoo" Kyungsoo tetap memperkenalkan diri walaupun dia tidak menjabat tangan Sehun

"Aku Sehun" Sehun membalas perkenalan diri Kyungsoo dengan ramah, dia mengetahui perbedaan keduanya Kyungsoo lebih baik sedangkan Baekhyun genit

"Lu, kenapa dia kembali" Baekhyun bertanya pada Luhan mengenai YangYang, satu sekolah sudah heboh dengan adanya anak baru yang tampan dari China

"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Jangan bahas dia, aku muak mendengarnya" Luhan malas berhubungan dengan orang yang sudah dibencinya

"Hm.. Ku harap dia tidak menggangu kita lagi" Baekhyun menjawab sekedar karena dia juga dendam dengan YangYang

"Sudahlah, bagaimana jika kita beli bubble tea" Kyungsoo mengusulkan untuk minum minuman favorit mereka

"Baiklah" Luhan kembali semangat jika sudah berhubungan dengan bubble tea, dan kemudian mereka pindah ke cafe kecil dekat sekolah yang menjual bubble tea

~TBC~