"Bi, kami pesan dua belas bubble tea. Dua rasa taro, dan sisanya coklat" Luhan memesan pada bibi penjaga stand bubble tea

"Baiklah, tunggu sebentar nak" Bibi tersebut sudah biasa menghapal pesan Luhan dan yang lainnya, dan Luhan cs merupakan pelanggan tetap bibi tersebut

Mereka mengisi waktu menunggu dengan sambil berbicara dengan teman - temannya. Kemudian tidak berapa lama bibi penjual bubble tea tersebut mengantar pesanan mereka "Silahkan"

"Woah, udah lama aku tidak minum bubble tea" Baekhyun sungguh senang karena akhirnya dia bisa minum minuman favoritnya

"Iya" semua menyahut senang karena merka akhirnya bisa meminum minuman favorit mereka, setelah habis Luhan membayar semuanya dan beranjak untuk masuk ke kelas

"Terima kasih Lu" semua mengucapkan terima kasih termasuk kedua sepupu Luhan

"Ya" Luhan menyahut singkat dan duduk di kursinya seperti biasa

..

..

..

"Lu, aku pinjam catatanmu" YangYang mendekati Luhan dan meminta sesuatu pada sahabat lamanya yang sekaligus mantannya

"Ini" Luhan terpaksa memberikannya, semua orang sudah melirik kearahnya karena beruntung cowok tampan tersebut meminjam bukunya. Namun bagi Luhan YangYang adalah sampah yang harus dimusnahkan

"Terima kasih" YangYang tersenyum tulus pada Luhan sedangkan Luhan cuek

"Kau kenapa Lu, dia kan tampan harusnya kau ramah sedikit padanya" Yoona kesal pada sahabatnya yang terlalu cuek dengan cowok tampan baru di kelas mereka

"Biasa saja" Luhan menjawab cuek karena semua temannya jatuh kedalam pesona YanGYang

..

..

..

"Buka celana kalian dan celana dalam kalian" Luhan memberikan perintah tidak terbantahkan ketika mereka baru saja pulang dari sekolah

"Kenapa Lu" Kris terkejut karena ini pertama kalinya Luhan menyuruh mereka semua membuka celana secara bersamaan

"Buka saja" Luhan tetap menjadi dominan dalam sex

"Baiklah" mereka membuka celana mereka serta celana dalam mereka hingga nampaklah sembilan penis menggantung dengan indahnya

"Bangunkan penis kalian dan aku mau tahu punya siapa yang paling panjang" setelah perkataan Luhan mereka melakukan handjob agar penis mereka bangun sedangkan Luhan sudah bersiap - siap untuk mengukur penis siapa yang paling panjang

"Bagus, sekarang maju satu persatu" Luhan mengukur penis mereka dengan teliti agar tahu penis siapa yang terpanjang dan itu akan menjadi senjata pamungkasnya. Setelah selesai mengukurnya Luhan memberitahukan pemenangnya

"Baiklah, penis yang terpanjang adalah Sehun" Luhan mengatakannya dengan nada biasa sedangkan yang lainnya tidak percaya termasuk Kris

"Kau serius Lu" Kris sungguh tidak percaya, selama ini punyanya lahh yang terpanjang

"Ya" Luhan malas berdebat dengan Kris sedangkan yang lainnya bertepuk tangan dan memberikan selamat

"Hun, kau ikut aku ke ruang kerja" Luhan memberikan perintah lalu berjalan ke ruang kerja sendirian sedangkan Sehun harus merapikan pakaiannya yang sudah setengah telanjang kemudian bergegas masuk ke ruang kerja nona-nya

CLECK

"Ada apa nona?" Sehun bertanya ramah sedangakn Luhan menggunakan tangannya untuk menyuruh Sehun duduk

"Aku ingin kau pura – pura menjadi kekasihku, aku tidak ingin YangYang masuk diantara kita. Apa kau bisa?" Luhan to the point bertanya pada Sehun

"Kenapa harus aku, mereka jauh lebih tampan" Sehun heran kenapa harus dirinya menjadi pacaran palsu nona-nya

"Kau tampan, sexy, dan penismu besar itulah aku mau menjadikanmu sebagai kekasih palsuku"

"Baiklah, aku terima" Sehun pasrah, ini adalah kerjaan mereka sebagai bodyguard nona mereka, melindungi sang nona dari musibah

"Bagus, mulai besok kita duduk dibangku yang sama dan selalu bersama kemana – mana" Luhan memberikan perintah agar Sehun mematuhinya

"Baik nona" Sehun mematuhi peraturan yang dibuat sang nona

"Baiklah, ayo makan siang" Luhan menarik tangan Sehun kemudian menggandeng mesra tangan Sehun hingga menuju ruang makan yang sudah ramai

"Nona aku malu" bisik Sehun karena dia malu tiba – tiba nona-nya menggandeng tangannya

"Biar terbiasa Hun, nanti kau grogi dan semua rencanaku hancur" Luhan memberikan pengertian kemudian duduk disamping Sehun

"Iya nona" Sehun menunduk karena malu sedangkan Kris menatap tajam Sehun yang sungguh beruntung

"Sehun jangan menunduk, aku bukan berpacaran dengan pencuri. Tegapkan badanmu, kau tampan dan sempurna apa yang kau takutkan sehingga menunduk" Luhan memarahi bodyguardnya yang menunduk malu

"Maaf nona" Sehun merubah posisinya dari menunduk menjadi tegap

"Dan untukmu Kris, jangan kau menatap tajam Sehun. Aku yang memilih dia bukan dia yang menggodaku" Luhan tidak suka dengan cara Kris menatap Sehun

"Nghh..." Kris membuang nafas kesal, dia ingin beranjak dari meja makan namun dia masih sadar statusnya hanya bodyguard dan tidak ingin membuat majikannya semakin kesal padaya

Makan malam tersebut di mansion megah terasa hampa karena mereka saling tidak bicara untuk pertama kalinya. Sedangkan Luhan sudah maklum dengan sifat Kris yang keras kepala dan cemburu berat dengan keberadaan Sehun.

..

..

..

"HYAA... KRIS OPPA..."

"SEHUN OPPA... SARANGHAE"

"LUHAN NOONA SARANGHAE"

"APA BAGUSNYA SI LUHAN ITU, SEHUNKU SUNGGUH TAMPAN KENAPA HARUS DEKAT DENGAN SI SOMBONG ITU"

Begitulah bisikan seluruh orang ketika Luhan cs melewati lorong sekolah, Luhan dan Sehun saling berpelukan mesra sehingga ada orang yang tidak suka dengan posisi Sehun mereka yang direbut oleh Luhan si sombong sedangkan YangYang yang melihat situasi tersebut hanya membuang nafas kesal.

"Lu, aku ingin bicara padamu" YangYang mendekati Luhan dan menarik tangan Luhan secara paksa

"Kau siapa, jangan menarik tangan orang sembarangan" Sehun menahan tangan YangYang yang menarik paksa tangan majikannya dan menjadi tameng untuk Luhan

"Kau yang siapa, aku adalah sahabatnya" YangYang tidak terima dengan Sehun yang menghalangi langkahnya

"Jika kau sahabatnya, kau harus bisa lebih sopan dalam mengajak berbicara dengan wanita. Bukan dengan menarik paksa tanganya, kau tidak ada bedanya dengan pencuri" Sehun memojokkan YangYang sedangkan yang lainnya kagum dengan sikap Sehun yang pemberani jadi tameng bagi wanita

"Bukan urusanmu, ayo Lu" YangYang tidak peduli kemudian menarik tangan Luhan sedangkan Sehun tidak terima kekasihnya diperlakukan kasar

"Kau tidak bisa sembarang menarik tangannya, dia kekasihku" Sehun berang dengan sikap keras kepala YangYang

"Aku tidak percaya kalau kau adalah kekasihnya" YangYang menantang Sehun sedangkan yang lainnya gelagapan untuk mengetahui apakah Sehun akan membuktikannya

"Baik, apakah kau ingin bersamanya Lu untuk berbicara empat mata" Sehun bertanya pada kekasihnya namun Luhan menjawab dengan gelengan kepala kemudian Sehun berdoa dalam hati meminta maaf karena lancang melakukan hal ini kemudian Sehun mendekatkan bibirnya ke bibir Luhan dan menciumnya dengan lembut

Hal itu membuat semuanya shock berat termasuk Kris dan Luhan orang yang dicium. Ini adalah first kissnya namun dia juga terpaksa melakukannya untuk menghancurkan YangYang.

"Sudahkan, aku sudah membuktikannya" Sehun menantang YangYang sedangkan yang ditantang hanya diam terpaku dengan yang terjadi

"Ayo sayang" Sehun mengajak Luhan masuk ke kelas sedangkan yang lainnya mengikuti dari belakang

..

..

..

"Maaf nona" Sehun menunduk dan meminta maaf pada Luhan ketika mereka semua berada di mobil dan bergegas mau pulang ke rumah

"Ya, tetapi caramu sungguh hebat untuk menyerang telak YangYang" Luhan pasrah namun dirinya senang ketika mengetahui YangYang tidak berkutit sama sekali

"Ya, tetapi itu perbuatan tidak bermoral nona. Saya mencium majikan sendiri" Sehun masih takut untuk menatap majikannya

"Sudahlah, aku tidak masalah" Luhan menepuk punggung Sehun untuk memberikan ketenangan

"Ayo pulang" Kris masuk ke mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga menuju mansion majikannya

..

..

..

"Sehun, aku ingin bicara berdua denganmu" Kris ingin bicara empat mata dengan Sehun sedangkan yang lainnya takut dengan apa yang akan dilakukan Kris pada Sehun

"Ya" Sehun menjawab singkat dan mengikuti Kris, namun suara Luhan menghentikan langkah mereka

"Jika Sehun kembali dalam keadaan cacat dan luka, kau tidak akan ku ampuni Kris" Luhan juga takut dengan kondisi Sehun

"Ya" Kris menjawab malas, dia sungguh tidak suka dengan kondisi sang nona yang lebih perhatian dengan Sehun dibandingkan dengan dirinya

Kris membawa Sehun hingga menuju kamarnya dan langsung duduk di kasurnya sedangkan Sehun berdiri tepat di depan Kris.

"Ada apa" Sehun mencoba bertanya dengan ramah sedangkan Kris membuang nafas kesal

"Jangan kau sakiti nona Luhan" Kris membuka suara untuk pertama kalinya untuk Sehun

"Maksudmu? Aku tidak mengerti" Sehun heran dengan maksud Kris tentang Nona Luhan

"Nona Luhan adalah wanita yang baik jadi ku mohon jangan kau sakiti dia" Kris memberikan pesan singkat namun misterius untuk Sehun

"Aku masih tidak mengerti" Sehun masih binggung dengan ucapan Kris

"Kau akan segera tahu" Kris langsung merebahkan badannya di atas kasur sedangkan Sehun berniat keluar dari kamar Kris

BLAM

Sehun menutup pintu kamar Kris dengan pelan sedangkan Kris mencoba merelakan Luhan bersama Sehun.

"Saranghae Lu" Kris menangis dalam mimpi, walaupun dirinya tidak bisa bersama Luhan setidaknya Luhan hidup bahagia

~TBC~