"Ayo berenang, kalian semua harus berenang" Luhan menyuruh semua bodyguardnya untuk berenang bersamanya

"Nona ini masih terlalu pagi dan airnya pasti dingin" Chanyeol mengatakannya dengan wajah ketakutannya

Luhan berjalan mendekati Chanyeol dan meremas penisnya "Ini saja yang membuktikan kau laki – laki, hanya air dingin saja kau takut" Luhan semakin kuat meremas penis Chanyeol

"ARGH... Sakit nona... ampun" Chanyeol kesakitan karena penisnya diremas sedangkan yang lain menatap horor, pasalnya sang nona jarang mau meremas penis mereka seperti yang sedang terjadi pada Chanyeol

"Kalian semua silahkan berenang dengan kondisi telanjang bulat" Luhan memberikan ultimatum sedangkan yang lainnya pasrah dan mengikuti perintah majikan

Satu persatu dianatara mereka mulai melepas baju dan celananya hingga mereka semua telanjang bulat kecuali Luhan dan Chanyeol.

"Good" Luhan sungguh suka dengan bentuk badan bodyguardnya yang seksi dan berotot

"Nona... sakit" Chanyeol merengek kesakitan karena tangan nona-nya masih setia di penisnya

"Sudah, buka semua pakaianmu dan silahkan berenang untuk kalian" Luhan melepas remasannya pada penis Chanyeol dan menyuruh semua bodyguardnya untuk berenang di kolam renang pribadinya

"Nona tidak berenang" Chanyeol yang sudah telanjang bulat bertanya pada sang nona yang tidak membuka bajunya. Bagi semua bodyguard dimansion tersebut sudah biasa melihat nona mereka telanjang bulat kecuali Sehun si penghuni baru

"Sebentar lagi" Luhan memeriksa handphonenya dan mensilent agar tidak ribut

Luhan langsung melepas bajunya dan hanya menggunakan bikini membuat semua bodyguardnya terpana dengan tubuh majikan mereka yang seksi.

BYUR

Luhan langsung menceburkan diri kedalam kolam sehingga membuat cipratan air mengenai wajah bodyguardnya yang terkejut.

Mereka berenang penuh dengan canda tawa, hidup itu mudah jika dipahami. Luhan yang merasa memiliki teman setia sungguh senang hidup dengan bodyguardnya.

Selesai berenang mereka langsung masuk ke kamar mandi dikamar masing – masing dan kemudian isirahat karena terlalu lelah sehabis berenang.

..

..

..

TOK TOK TOK

"Masuk" seseorang mengetuk pintu kamarnya sedangkan Luhan heran dengan orang tersebut

"Maaf nona, aku ingin izin setengah hari hari ini karena aku ingin menemui ibuku" Sehun menundukkan kepala karena dia malu sudah lancang mengetuk pintu kamar majikannya

"Kau boleh pergi dan Chanyeol akan mengantarmu hingga sampai ditujuan dan nanti malam kabari Chanyeol untuk menjemputmu" Luhan memainkan handphonennya tanpa melihat kearah Sehun

"Baik nona, terima kasih sudah memberi izin. Saya pamit dulu" Sehun membungkuk hormat pada nona-nya

"Hah... kau terlalu polos Sehun dan aku rasa aku menyukaimu" Luhan berbicara sendiri, dia menyukai sifat polos Sehun dan kebaikan Sehun yang masih mengingat ibunya ketika dirinya sudah menjadi orang yang hebat

..

..

..

"Nanti kau kabari aku kalau kau sudah mau pulang" Chanyeol memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah ibunya Sehun

"Ya, sekali lagi terima kasih Chan" Sehun mengucap terima kasih sambil membungukukkan badan sesuai dengan yang diajarkan ibunya ketika dia masih kecil

"Ucapkan terima kasih pada Nona Luhan, dia adalah majikan kita bukan aku majikannya" Chanyeol dan yang lainnya setia pada majikan mereka, sehingga hal itu membuat Sehun kagum dengan mereka semua termasuk Chanyeol yang tadi pagi selangkangannya baru saja diremas sang majikan namun dia menganggap hal itu wajar saja

"Baiklah, sampai jumpa Chan" Sehun melambaikan tangannya hingga mobil yang dikendarai Chanyeol tidak nampak lagi dari perumahannya

Sehun membalikkan badan dan melangkahkan kakinya hingga sampai didepan rumah ibunya "Ibu... Ibu..."

CLECK

"Anakku.." Ibu Sehun langsung memeluk anaknya karena sudah seminggu dia tidak bertemu dengan sang anak

"Ibu, ayo masuk" Sehun malu karena tetangga akan mengejeknya sebagai anak cengeng

"Bagaimana kehidupanmu nak sebagai bodyguard. Apa kau baik – baik saja" Ibu Sehun memeriksa tubuhnya anaknya apakah ada terdapat luka atau tidak

"Ibu, aku baik – baik saja" Sehun menghentikan tangan ibunya untuk memeriksa seluruh tubuhnya kemudian mengeluarkan amplop coklat dari tasnya

"Bu, aku memiliki uang tambahan dari majikanku dan ini untuk ibu" Sehun memberikan amplop tersebut pada ibunya sedangkan sang ibu menangis terharu karena sang anak masih sangat peduli dan perhatian padanya

"Sehun... kau sebaiknya memakainya dengan baik" Ibu Sehun menolak uang tersebut dan berharap anaknya saja yang menggunakan uang tersebut

"Bu, jangan seperti ini bu. Aku sudah hidup dengan tenang disana dan semua kebutuhanku sudah diurus dan ini uang untuk ibu" Sehun tidak mau ibunya menolak uang tersebut

"Baiklah, ibu menerimanya dan ibu mengucapkan terima kasih padamu" sang ibu menerima unag tersebut dan bersyukur memiliki anak seperti Sehun yang masih peduli pada ibunya ketika hidupnya sudah tergolong sukses

"Harusnya aku yang berterima kasih pada ibu dan aku sudah banyak merepotkan ibu, karena sudah merawatku dari kecil hingga saat ini. Jika dibandingkan pengrobanan ibu untukku dengan uang yang kuberikan pada ibu, itu sungguh berbeda. Ibu lebih banyak berkorban untukku dan saatnya aku membalas semua kebaikan ibu" Sehun memeluk ibunya karena dia sungguh bangga memiliki ibu yang kuat dan sungguh berhati emas

"Tidak nak, kau tidak merepotkan ibu" Ibu Sehun menangis hebat didalam pelukan sang anak karena dia tidak menyangka akan memiliki anak berhati emas, dulu Sehun adalah anak yang nakal dan merepotkan ketika tumbuh dewasa dia menjadi anak tampan berhati emas dan peduli padanya

"Ibu, aku lapar" Sehun memang belum makan siang dimansion karena dia rindu dengan masakan ibunya

"Kau belum makan nak?" Ibu Sehun heran dengan anaknya yang belum makan, padahal jam sudah menujukkan pukul satu siang

"Sebenarnya tadi aku disuruh makan oleh sahabat – sahabatku ditempat kerja baruku namun aku menolaknya karena aku rindu dengan masakan ibu" Sehun memang menolak untuk makan bersama yang lain karena dia rindu dengan masakan ibunya

"Baiklah, ibu akan menyiapkannya untukmu" Ibu Sehun hendak beranjak dari kursi tersebut kemudian Sehun menahan tangan sang ibu

"Kita sama – sama kedapur saja bu, dan juga tidak usah dipanaskan lagi" Sehun tidak mau merepotkan ibunya hanya untuk memanaskan makanannya

"Tapi tidak enak makan makanan yang sudah dingin nak" Ibu Sehun heran dengan anaknya yang lebih dewasa

"Iya tetapi masakan ibu yang terbaik walaupun masih panas atau sudah dingin" Sehun tersenyum lembut kearah sang ibu sedangkan sang ibu hanya bisa menangis bahagia memiliki anak yang baik

Sehun makan dengan lahap sedangkan sang ibu yang melihatnya tersenyum geli karena tingkah anaknya menjadi kekanakan terkadang.

"Hati – hati nak, nanti kau tersedak" Ibu Sehun memperingatkan anaknya untuk hati – hati namun Sehun tetaplah keras kepala

"Iya bu, makanan ibu sungguh enak... UHUK UHUK" Sehun tersedak karena makan sambil berbicara sedangkan sang ibu memberikan segelas air untuk sang anak yang tersedak

"Hah... terima kasih bu" Sehun lega karena akhirnya dia sudah baikan dari tersedak

"Makanya hati – hati kalau makan nak, ibu sudah mengatakannya tadi" Ibu Sehun tidak habis pikir dengan anaknya yang masih saja bandel jika sudah diperingatkan

Sehun dan ibunya menghabiskan waktu dengan bercerita mengenai kehidupan masing – masing setelah mereka berpisah selama seminggu. Ibu Sehun sesekali ketawa mendengar Sehun yang menceritakan tingkah konyol sahabatnya di tempat kerjanya yang baru dan mengenai majikannya yang sungguh berhati emas.

..

..

..

"LUHAN" Baekhyun memasuki mansion sepupunya sambil berlari sedangkan yang diteriakin sedang menonton dengan bodyguardnya

"Apa?" Luhan malas menjawab sepupunya yang terlalu cerewet ini namun daripada si cerewet menangis, bisa – bisa mansionnya runtuh karena suaranya

"Aku mau bertemu dengan si tampan" Baekhyun memasang wajah genitnya sedangkan Luhan heran dengan orang yang diberikan julukan tampan

"Siapa Baek? Semua bodyguardku tampan dan sexy" Luhan bertanya langsung karena heran dengan orang yang dimaksud Baekhyun sedangkan para bodyguard berharap bukan dirinya yang ingin dijumpai sepupu majika mereka. Sepupu majikan merka yang bernama Baekhyun sungguh luar biasa cerewetnya

"Yang anggota baru" Baekhyun lupa namanya siapa, dia sangat tidak terlalu ingat apakah dia sudah berkenalan atau tidak pada pria tampan tersebut

"Oh Sehun" Luhan menjawb malas

"Iya, dia" Baekhyun mengiyakan saja, yang penting dia anggota baru milik Luhan sepupunya

"Sayangnya dia sedang tidak berada dimansion Baek" Luhan mengatakannya sambil memfokuskan matanya pada layar televisi

"APA? KEMANA DIA PERGI LU... HIKS..." Baekhyun shock dan tanpa sadar berteriak keras membuat semuanya menutup telinga kemudian dia menangis karena sedih tidak akan bertemu pangerannya. Sedangkan Suho memencet tombol pause agar tayangan di televisi berhenti dan semua menoleh kearah Baekhyun

"Jangan gila Baek, kami tidak tukik" Luhan kesal dengan sepupunya yang suaranya sepuluh oktaf dan bisa memecahkan gendang telinga mereka semua

"Lu, Sehun kemana Lu" Baekhyun merajuk sambil menghentakkan kakinya dilantai sedangkan yang lainnya merasa jijik dengan Baekhyun yang mulai gila

"Dia bertemu ibunya, kau cari yang lain saja" Luhan memasang wajah cuek sedangkan yang lainnya memandang majikannya tidak percaya

Baekhyun melihat seluruh bodyguard Luhan yang memandangnya dengan tatapan tidak suka kemudian Baekhyun berjalan kearah mereka sambil menendang selangkangan mereka satu persatu.

"ARGH..."

"SAKIT... ARGH..."

"DASAR GILA..."

"ARGH... SAKIT BODOH"

"SAKIT SETAN"

"DASAR GILA... ITU SUNGGUH SAKIT"

"ARGH... PENISKU"

"AH... KAU GILA"

Semuanya berteriak kesakitan karena tendangan Baekhyun sepupu majikan mereka sungguh kuat dan tepat mengenai sasaran sehingga memberikan kesan tidak terlupakan.

"Rasakan... makanya jangan menatapku seperti itu" Baekhyun melipat kedua tangannya dengan angkuh

"Baek, aku saja tidak pernah menendang punya mereka. Kau sudah berani menyakiti selangkangan mereka" Luhan tidak terima bahwa semua bodyguardnya tersiksa karena sepupunya

"Aku minta maaf Lu, aku kesal pada mereka" Baekhyun menyesal karena sudah menendang selankangan bodyguard sepupunya, dia tidak ingin Luhan marah padanya seperti sepuluh tahun yang lalu

"Sudahlah, jangan kau ulangi lain kali. Dan untuk kalian ayo keruang kerjaku, akan kuberikan salep untuk rasa nyeri pada selangkangan kalian" Luhan beranjak dari sofa dan diikuti bodyguarnya sambil memegang selangkangannya

Luhan mengambil salep tersebut dari laci mejanya dan membuka kotak tersebut "Kalian bukalah celana kalian dan celana dalam kalian, aku akan mengoleskannya untuk kalian" Luhan masih memiliki hati untuk bodyguardnya sehingga itulah membuat mereka semua jatuh cinta pada majikannya dan rela menjadi obdient slave sang nona

Setelah selesai memberikan salep mereka semua dilarang memakai celana maupun celana dalam agar obatnya langsung bekerja. Mereka semua sudah kembali kekamar masing – masing dengan kondisi setengah telanjang namun apa yang ditakutkan. Pembantu dirumah ini tidak ada selain mereka.

"Nona, bagaimana aku bisa menjemput Sehun" Chanyeol teringat akan sahabatnya namun kondisinya juga tidak meyakinkan sehingga dia lebih baik bertanya pada sang majikan

"Oh, soal itu tenang saja. Aku yang akan menjemputnya" Luhan tidak khawatir karena dirinya hapal dengan semua rumah asal mula bodyguardnya

"Baiklah, maaf merepotkan nona" Chanyeol membungkuk hormat karena dia segan kerjaanya jadi dikerjakan sang nona

"Tidak, aku yang seharusnya minta maaf gara – gara Baekhyun selangkangan kalian bengkak"

"Tidak apa nona" Chanyeo tersenyum lembut untuk meyakinkan sang majikan jika mereka hanya sakit sedikit

"Baiklah, saya permisj dulu nona" Chanyeol pamit undur diri kemudian masuk kedalam kamarnya untuk tiduran

~TBC~