"Sehun" Luhan yang sudah sampai dirumah Sehun langsung memarkirkan mobilnya dan memanggil sang pemilik rumah

"Nona" Sehun terkejut karena nona-nya yang menjemputnya yang seharusnya Chanyeol yang menjemput

"Siapa dia nak, kenapa cantik sekali" Ibu Sehun yang juga keluar untuk melihat siapa yang memanggil nama anaknya dan terkejut dengan wanita cantik tersebut

"Dia majikanku bu, silahkan masuk nona" Sehun memepersilahkan majikannya untuk masuk kedalam rumah kecilnya sedangkan sang ibu terkejut dengan pengakuan anaknya

"Maaf nona, rumah saya sungguh kecil dan berantakan" Ibu Sehun malu dengan rumahnya yang kecil dan berantakan, mungkin majikan anaknya merasa tidak nyaman dengan hal tersebut

"Tidak apa – apa bu" Luhan tersenyum lembut sehingga membuat Ibu Sehun terkagum dengan senyuman malaikatnya

"Ada apa nak sehingga kau menjemput anakku?" Ibu Sehun ingin tahu ada gerangan apa sehingga majikan anaknya mau menjemput anak laki – lakinya

"Oh maaf, nama saya Luhan. Dan saya ingin menjemput Sehun karena temannya Sehun tidak bisa datang" Luhan lupa memperkenalkan diri kemudian dia memperkenalkan dirinya serta tujuannya kemari

"Apakah saya bisa bertanya nona?" sang Ibu ingin bertanya tentang anaknya pada sang majikan

"Bisa bu, tetapi jangan terlalu formal memanggil saya Nona. Panggil saja Luhan atau Lulu" Luhan menatap sendu sang ibu, dia cemburu dengan Sehun yang hidup susah namun orang tuanya sungguh perhatian untuknya

"Baiklah Lu, ibu ingin bertanya apakah Sehun anak yang baik dirumah anda" Ibu Sehun terkejut dengan majikan anaknya yang sopan, baik, dan tidak sombong

"Ibu" Sehun kesal pada ibunya karena bertanya yang tidak – tidak pada majikannya

"Dia anak yang baik bu" Luhan tersenyum karena keluarga yang didepannya sungguh bahagia

"Baguslah, ibu khawatir dia akan merepotkanmu Lu" Ibu Sehun sudah terbiasa memanggil wanita cantik tersebut dengan sebutan Luhan atau Lu

"Tidak bu, dia sangat mandiri dan sopan santun dimansionku. Aku yang seharusnya banyak belajar dari dia, aku hidup berpisah jauh dari orang tuaku sehingga aku setiap hari kesepian dan aku memutuskan untuk membuka lowongan pekerjaan untuk bodyguard bu" Luhan mengatakannya sambil menangis karena dia terbawa suasana

"Lu jangan menangis sayang, nanti cantiknya menghilang" Ibu Sehun membawa Luhan kedalam pelukannya karena dia sangat sayang dengan Luhan

"Bu, apakah aku boleh bermain kesini" Luhan melepaskan pelukannya dan bertanya pada Ibu Sehun

"Jika kamu mau, maka kamu bisa bermain kemari nak" sang ibu hanya setuju saja dengan permintaan anak angkatnya

"Baiklah" Luhan tertawa senang karena dia bisa merasakan kebahagiaan dari orang lain

"Nona, apakah kita sebaiknya pulang sekarang" Sehun takut mereka kenapa – kenapa karena sudah malam

"Bu, apakah ibu bisa memasak untukku. Aku ingin mencoba masakan seorang ibu" Luhan memohon pada ibu bodyguardnya untuk memasakkan untuknya

"Baiklah, ibu akan masak untuk makan malam kita" Ibu Sehun tidak ingin mengecewakan anak angkatnya

Ibu Sehun berjalan kedapur dan memasak untuk makan malam mereka sedangkan Sehun menatap nona-nya dengan tatapan sendu setelah tahu kenapa nona-nya menjadi orang yang keras namun hatinya lembut.

"Tadi Baekhyun mencarimu dirumah" Luhan menatap Sehun untuk memberikan penjelasan

"Ah, maaf nona aku sedang dirumah ibuku sehingga aku tidak bisa bertemu dengannya" Sehun menggaruk tengkuknya karena dia juga tidak ingin bertemu dengan sepupu nona-nya yang genit

"Ya, dan kemudian semua laki – laki dimansion menatapnya dengan tidak suka sedangkan Baekhyun mendekat kearah mereka dan menendang selangkangan mereka dengan menggunakan heelsnya" Luhan memperkecil suaranya agar sang ibu tidak mendengar apa yang dikatakannya sedangkan Sehun terkejut dan tahu alasan kenapa buka Chanyeol yang menjempuntya

"Pasti sakit" Sehun bergidik ngeri membayangkan selangkangannya yangjadi korban dari sepupu nona Luhan

"Iya, bengkak testis mereka. Aku saja tidak pernah melakukannya pada kalian" Luhan kembali kesal mengingat hal yang tadi

Sehun diam – diam tersenyum bangga memiliki majikan yang masih memiliki hati, setidaknya meremas penis masih wajar dibandingkan dengan menendang selangkangan orang dengan heels.

"Ayo makan nak" Ibu Sehun berteriak dari dapur untuk memanggil anaknya untuk makan

"Iya bu" Sehun dan Luhan berjalan bersama menuju dapur kemudian duduk dimeja makan sedangkan sang ibu menatap bahagia pada anaknya yang sedang makan

"Makan yang banyak nak" Ibu Sehun sungguh bahagia melihat Luhan makan dengan lahap

"Iya bu" Luhan melanjutkan makan sedangkan Sehun menatap bahagia majikannya karena pada akhirnya dia bisa merasakan masakan seorang ibu

Selesai makan Luhan nekat membantu Ibu Sehun untuk mencuci piring dan membersihkan meja, sedangkan Ibu Sehun sudah melarangnya namun harus diam karena terpukau dengan cara kerja Luhan yang sudah mahir. Selesai cuci piring mereka duduk diruang tamu bertiga sambil berbicara singkat.

"Apakah masakan ibu enak nak?" Ibu Sehun berharap jika masakannya enak maka Luhan bisa makan setiap hari atau paling tidak setiap minggu dirumahnya

"Masakan ibu yang terbaik" Luhan memberikan kedua jempolnya karena dia menyukai masakan rumahan dibandingkan makanan restorant yang cepat saji

"Sehun, apakah majikanmu ini makan lahap dimansionnya" Ibu Sehun bertanya pada anaknya tentang kehidupan Luhan dimansionnya

"Dia makan setengah dari makanan yang tadi dimakannya bu... ARGH..." Sehun menjelaskannya namun harus berakhir kesakitan karena Luhan mencubit pahanya

"Aku tidak suka makanan yang dimasak bibi mansion bu" Luhan tidak peduli pada wajah kesakitan Sehun

"Nak kau harus makan baik makanannya enak atau tidak, itu tidak baik untuk kesehatanmu" Ibu Sehun menasehati anak angkatnya mengenai pola makannya

"Iya bu" Luhan juga merasa pola makannya salah harus menuruti apa yang dikatakn Ibu Sehun

"Maaf bu, kami harus pamit besok sudah mau sekolah lagi" Luhan merasa kecewa karena waktu memisahkan mereka

"Tidak apa nak, kapan – kapan kalian bisa bermain lagi kesini" Ibu Sehun tersenyum tulus walaupun dia tidak ingin berpisah

"Bagaimana jika ibu datang ke mansion minggu depan, kami semua ingin mencoba masakan ibu" Luhan memberikan tawaran pada ibu angkatnya

"Boleh, ibu senang jika kalian menyukai masakan ibu" Ibu Sehun sungguh senang jika Luhan dan yang lainnya menyukai masakannya

"Baiklah bu, kami pamit dulu" Luhan mendekati Ibu Sehun dan memeluknya serta mencium kedua pipinya sedangkan Sehun dan Ibunya terkejut dengan yang terjadi

"Aku pamit bu" Sehun pamit pada ibunya kemudian mencium kedua pipi ibunya seperti Luhan lakukan

"Hati – hati nak" Ibu Sehun mengantar anaknya hingga menuju mobil dan mereka saling membalas lambaian hingga mobil mereka hilang dan Ibu Sehun masuk kedalam rumahnya dan menguncinya dengan rapat

Sedangkan didalam mobil Sehun dan Luhan masih fokus menatap kedepan, Luhan ingin bertanya pada Sehun dan mengajaknya berbicara singkat.

"Sehun, lain kali ajak aku jika kau ingin mengunjungi ibumu"

"Baik nona" Sehun senang saja jika Luhan bertemu dengan ibunya, setidaknya dia bisa membantu Luhan menghilangkan sedikit rasa rindunya pada sang ibu

"Dan juga kau jangan terlalu nampak tidak menyukai Baekhyun, jika kau memperlihatkan secara langsung maka siap – siap selangkanganmu bengkak seperti yang lainnya" Luhan memberikan peringatan pada Sehun tentang Baekhyun

"Baik nona" suara Sehun bergetar menjawab peringatan sang nona, sedangkan Luhan tersenyum karena bodyguardnya yang tampan ini ketakutan jika ditendang selangkangannya. Wajah saja yang garang namun hatinya bagai emas dan takut juga disakiti selangkangannya

"Kau wajah saja yang datar namun hatimu lembut dan kau pasti kesakitan jika selangkanganmu ditendang" Luhan tak habis pikir dengan kelebihan dan kekurangan Sehun

"Kalau masalah selangkangan, siapapun pasti sakit jika ditendang nona"

"Coba kalau Baekhyun suka memegang penis kalian, kupastikan kalian akan ketagihan dengannya"

"Tidak juga nona"

..

..

..

CLECK

"Nona" semua bodyguard memanggil nona mereka yang baru saja memasuki mansion]

"Ada apa?" Luhan terkejut karena dia dihadapi semua bodyguard dengan wajah paniknya

"Gawat nona, YangYang berhasil masuk kedalam kamar nona" Suho sebagai pemimpin mereka memberitahu kondisi yang sedang terjadi

"Apa? Bagaimana dia bisa berhasil masuk" Luhan terkejut karena dia memiliki banyak bodyguard namun menangkap satu tikus saja sulit

"Dia menggunakan bius nona untuk membuat kami tertidur"

"Sudahlah, aku ingin menemuinya. Ayo Sehun" Luhan tanpa sadar membawa Sehun kedalam masalah pribadinya

CLECK

"Hai sayang" YangYang tersenyum lembut ketika tahu yang masuk kedalam kamar adalah Luhannya

"Sayang kepalamu, kau ngapain disini dan lebih baik kau pulang sana" Luhan makas berbasa basi dengan YangYang

"Tidak baik mengusir calon suamimu Lu" YangYang berjalan mendekati Luhan dan mencoba untuk mengelus sayang kepala calon istrinya

"Kau mengerti bahasanya, kau diusir dari mansionnya. Jadi silahkan ikuti perintahnya" Sehun membawa Luhan kebelakang punggungnya dan menghadapi YangYang dengan berani

"Dasar sampah, kau kira kau siapa hah?" YangYangt muak dengan Sehun yang selalu membela Luhan ketika dirinya sudah mendapatkan Luhan

"Lebih baik sampah daripada manusia tidak tahu diri sepertimu" Sehun sebenarnya sakit hati dengan perkataan YangYang namun dia harus kuat untuk melindungi nona-nya

"KAU..." YangYang geram dengan hinaan yang dikatakan Sehun untuknya

"Kau lebih baik pulang, kami semua tidak menyukai kehadiranmu" Kris membantu Sehun, dia tahu sahabatnya itu sudah tertekan dengan ucapan kasar YangYang

"Luhan, kupastikan kau akan menjadi milikku" YangYang keluar dari kamar lalu memberikan flying kiss pada Luhan sedangkan untuk yang lainnya gerakan memotong leher

"MATI SAJA KAU" Luhan berteriak frustasi karena YangYang sungguh nekat jadi manusia

BLAM

Setelah YangYang keluar, semuanya mendekati sang nona dan meminta maaf atas kelalaian mereka dalam menjaga mansion.

"Maaf nona" Suho selaku pemimpin kelompoknya merasa kecewa dengan kualitas mereka dalam menjaga nona-nya

"Hm, kalian istirahatlah" Luhan menyuruh semua bodyguardnya untuk beristirahat agar besok semua bisa bersekolah dengan baik

"Baik nona" semua menjawab kompak kemudian bubar dari kerumunan dan masuk kedalam kamar masing - masing kecuali Sehun yang masih setia berdiri didepan nona-nya

"Kau kenapa Hun" Luhan heran dengan Sehun yang masih setia berdiri didepannya

"Nona, aku memiliki cara untuk membuatnya jerah dengan apa yang dilakukannya" Sehun ingin memberikan saran untuk nona-nya yang frustasi

"Apa?" Luhan juga ingin mendengar pendapat bodyguardnya

"Mungkin ini terlalu kejam namun bisa efektif" Sehun membisikkan rencananya ditelinga sang nona sedangkan Luhan sebagai pendengar yang baik merasa rencananya kali ini akan berhasil membuat YangYang diam dan tidak pernah menemuinya

"Ok, aku akan mengkuti saranmu" Luhan tersenyum licik dan berharap rencananya akan berhasil berkat bantuan Sehun

..

..

..

"YangYang, nanti malam kau bisa kerumahku" Luhan menjadi wanita lembut untuk hari ini

"Bisa, mau ngapain Lu" YangYang yang dibutakan cinta tidak menyadari arti dari tawaran Luhan

"Rahasia, kamu harus datang nanti jam tujuh malam" Luhan masih menjawab sambil tersenyum manis kepada YangYang

"Baiklah sayang" YangYang mencium pipi Luhan singkat sedangkan yang lainnya terkejut dengan apa yang dilakukan YangYang, Kris ingin menghajar YangYang namun harus ditahan karena jika dia emosi maka semua rencana yang sudah mereka susun akan hancur lebur

"Aku tunggu dirumah" Luhan beranjak kemudian dia dan yang lainnya pergi ke kantin sedangkan YangYang masih berbunga - bunga hatinya karena Luhan mengundangnya kemansionnya

"Sudah kutebak, kau tidak bisa lari dari pesonaku" YangYang tersenyum manis karena pujaannya akan memilihnya

~TBC~