"Nak, ibu ingin pulang" Ibu Sehun pamit permisi pada anak angkatnya
"Ibu~ Ibu jangan pulang dulu, kita bermain dibelakang saja bu" Luhan masih belum ingin berpisah dari Ibu Sehun karena jujur saja dia sudah mengangap Ibu Sehun seperti ibunya sendiri
"Baiklah" Ibu Sehun dan Luhan bermain kebelakang rumah karena dirinya tidak bisa menolak permintaan putrinya
"Indah sekali nak" Ibu Sehun terpana dengan keindahan rumah anaknya dimana ada kolam renang serta pepohonan yang membuatnya semakin sejuk dan gazebo ditengah - tengah kolam ikan yang sangat cantik
"Iya bu" Luhan juga selalu terpana dengan keindahan rumahnya
"Mana Sehun dan yang lainnya nak?" Ibu Sehun heran karena sedari tadi tidak ada satupun pria yang nampak didepannya
"Mereka sedang istirahat bu, biasanya jam segini mereka istirahat" Luhan mengetahui jadwal bodyguardnya dengan baik
"Oh" Ibu Sehun tidak menyangka jika semua bodyguard diperbolehkan tidur siang
"Ibu, nanti malam kita masak nasi goreng dan sehabis itu kami mengantar Ibu pulang" Luhan memberitahu jadwal mereka yang tersisa
"Kenapa kau baik sekali nak" Ibu Sehun tidak menyangka bahwa akan ada malaikat seperti Luhan
"Itu hal nurani bu"
"Ayo kita duduk disana nak" Ibu Sehun mengajak putrinya untuk duduk di gazeobo yang ditengah - tengah kolam ikan yang penuh dengan ikan warna - warni didalamnya
"Jika ibu ingin bermain kemari, tinggal kabari kami bu" Luhan mengetahui bahwa Ibu Sehun sangat menyukai suasana dihalaman belakang rumahnya
"Iya nak" Ibu Sehun hanya mengiyakan saja dan tidak mungkin dirinya berani menelepon untuk dijemput karena dirinya sadar bahwa tidak sebanding dengan sang putri angkat
..
..
..
"Nona, tadi saya mendapat pesan bahwa Tuan besar dan Nyonya besar minggu depan akan mengunjungi anda" Kris melaporkan hal tersebut pada majikannya yang sedang bersantai digazebo
"Nghh... Masih ingat punya anak mereka" Luhan kesal karena setelah sekian lama baru orang tuanya mau pulang padahal waktu ulang tahunnya saja kedua orang tuanya tidak datang dan hanya mengucapkan selamat ulang tahun pun tidak ada
"Lu, tidak boleh seperti itu" Ibu Sehun memarahi anaknya yang sembarangan bicara seperti itu
"Aku kecewa sama mereka bu, mereka saja tidak ada datang pada saat aku merayakan ulang tahun yang ketujuh belas dan jangankan mereka datang. Kirim pesan selamat ulang tahun saja tidak ada" Luhan benar - benar kecewa dengan orang tuanya
"Mungkin kamu kecewa pada mereka, tetapi bagaimana pun mereka tetap orang tuamu yang sudah melahirkan dan membesarkanmu" Ibu Sehun menasehati anak angkatnya yang memang kecewa berat dengan orang tuanya namun tidak boleh seperti itu
"Iya bu. Ayo bu kita masuk, cuaca sudah semakin dingin" Luhan dan Ibu Sehun masuk kedalam mansion karena hari sudah semakin gelap
"Kalian ingin mencoba nasi goreng buatan Ibu Sehun?" Luhan bertanya pada semua bodyguardnya yang sedang duduk bersantai disofa
"Boleh" semuanya menjawab kompak karena jujur saja mereka jarang memakan nasi goreng karena banyakan orang yang masakkan untuk mereka tidak enak
"Baiklah, Ibu kedapur dulu nak" Ibu Sehun beranjak dari ruang tamu kedapur untuk memasak nasi goreng sebanyak - banyaknya untuk semuanya
"Kalian disini, aku ingin membantu Ibu" Luhan biasanya akan selalu duduk disofa bersama bodyguardnya kini harus turun tangan untuk membantu Ibu Sehun karena dirinya juga ingin belajar memasak
Dalam waktu lima belas menit nasi goreng sebanyak tiga belas porsi sudah siap ditambah dengan satu baskom nasi goreng lebih untuk bagi yang ingin tambah porsi makannya.
"Ayo makan" Luhan memanggil semuanya termasuk Baekhyun yang sudah siap memasang eye liner pada wajahnya
"Wah, harum sekali bu" Baekhyun tergoda karena masakan tersebut sangat enak dan harum
"Iya nak, itu adalah buatan Luhan" Ibu Sehun merasa memang masakan Luhan yang terbaik
"Lu, lebih baik kau buka restorant saja" Baekhyun menimpali karena jujur saja aromanya sangat menggoda imannya
"Tidak mau"
"Kenapa?" Baekhyun heran kenapa Luhan tidak mau membuka restorant saja
"Nanti kau makan banyak dan gratis, bisa - bisa aku rugi karenamu" Luhan mengatakannya dengan santai sambil duduk dikursi sedangkan yang lainnya ketawa keras karena mendengar penuturan Luhan termasuk Ibu Sehun yang tersenyum saja
"Ish... Aku tidak seperti itu" Baekhyun cemberut karena dibully oleh sepupunya sendiri
"Baek, jangan makan banyak. Nanti kau tidak sexy lagi" Luhan memperingatkan Baekhyun sepupunya agar tidak makan terlalu banyak karena volume badan Baekhyun cepat berkembang jika banyak makan
"Mau bagaimanapun aku lahh yang terseksi" Baekhyun bangga dengan badannya yang seksi dan montok sedangkan yang lain berlagat mau muntah
"Sudah, ayo makan" Ibu Sehun menyuruh mereka semua makan dan mereka makan dengan tenang kecuali Baekhyun yang sibuk memuji masakan Luhan yang enak dan menambah porsinya dengan banyak
"Hah.. Kenyangnya" Baekhyun kekeyangan sehingga membuatnya susah bergerak
"Baek" Luhan memanggil Baekhyun yang sedang sibuk mengusap perutnya
"Apa?" Baekhyun menjawab sambil tetap menutup mata karena kekenyangan
"Kalau aku jadi suamimu, aku gak mau memasakkan untukmu" Luhan mengatakannya dengan santai sedangkan Baekhyun membuka matanya karena terkejut dengan perkataan Luhan
"Kenapa?" Baekhyun tidak terima
"Karena yang seharusnya memasak itu seorang wanita, lalu aku bisa rugi kalau setiap hari makanmu sebanyak ini"
"Oh, untung saja kau wanita jika pria maka aku yang rugi" Baekhyun bersyukur karena Luhan itu wanita dan terutama sepupunya
"Ibu mau pulang dulu nak" Ibu Sehun merasa senang namun malam sudah tiba dan waktunya untuk kembali kerumahnya yang ditinggalkan seharian
"Baiklah, aku antar ibu" Luhan beranjak untuk mengambil kunci mobilnya kemudian mengambil jaket agar tidak kedinginan
"Nona, aku juga ikut" Sehun mengusulkan dirinya untuk ikut namun Baekhyun menarik tangannya dengan cepat
"Kau temani aku saja" Baekhyun mengatakannya sambil memasang puppy eyesnya
"Benar, kau temani Baekhyun saja" Luhan meninggalkan mereka dan memasuki mobil bersama Ibu Sehun
Selama diperjalanan, Ibu Sehun banyak bertanya hal - hal kecil tentang Sehun dan teman - temannya yang kelihatan akrab ditambah Baekhyun yang usil.
"Apa tidak apa - apa Sehun ditinggalkan bersama Baekhyun nak?" Ibu Sehun bertanya karena memang dirinya sedikit khawatir dengan keadaan putranya
"Tidak apa bu, Baekhyun menyukai Sehun. Mana mungkin Sehun disakiti" Luhan mengatakannya dengan santai
"Kenapa dia menyukai Sehun?" Ibu Sehun heran karena dari segitu banyaknya bodyguard Luhan yang tampan kenapa cuma anaknya yang disukai
"Biasa lahh bu, namanya juga Baekhyun" Luhan binggung juga menjawabnya karena jujur saja semua bodyguardnya tampan dan sexy termasuk Sehun namun kenapa cuma Sehun yang disukai oleh sepupu centilnya
"Tolong perhatikan Sehun ya nak, jika dia bandel maka lapor ke Ibu"
"Iya bu, lagian aku akan tegas pada mereka jika mereka buat salah. Aku bisa mengkarate mereka jika mereka melawan jika sudah diingatkan"
"Wah... Ibu tidak menyangka kau bisa karate nak"
"Aku hanya belajar saja bu dulu, karena untuk menjaga diri sendiri" Luhan tidak mau pamer bahwa dirinya pernah memegang sabuk hitam
"Kalau begitu untuk apa bodyguard sebanyak itu nak" Ibu Sehun paling heran dengan yang ini jika memang putri angkatnya bisa karate
"Aku cuma tidak ingin kesepian makanya aku memperkerjakan mereka, lagian kalau memang bodyguard yang benar - benar mana ada masuk kedapur dan makan bersama majikannya"
"Hm" Ibu Sehun sangat mengerti posisi Luhan yang kesepian dan berharap semua bodyguardnya termasuk Sehun anaknya bisa menjaga dan membuat Luhan lebih ceria lagi
"Sudah sampai bu, ayo turun" Luhan turun dari mobil diikuti Ibu Sehun dan membuka pintu rumahnya dengan cepat karena takut putrinya kedinginan
"Ibu, aku pamit dulu ya" Luhan ingin pamit dan tujuannya hanya ingin mengantar saja
"Tunggu nak" Ibu Sehun masuk kedalam rumah dengan buru - buru untuk mengambil sesuatu
"Ini nak, keripik ubi untuk kalian makan" Ibu Sehun memberikan keripik ubi tersebut untuk anaknya serta teman - temannya dan itu merupakan hasil usaha yang selama ini dijualnya
"Terima kasih bu" Luhan mengambilnya dengan terpaksa karena jujur saja jika menolak maka Ibu Sehun akan merasa terhina dan jika diambil maka Ibu Sehun tidak mendapatkan untung dari hasil usahanya
"Hati - hati nak" Ibu Sehun mengantar putrinya hingga masuk kedalam mobil dan mobilnya sudah tidak nampak dari tempat tersebut
"Hatimu sangat mulia nak" Ibu Sehun tidak menyangka bisa menemukan orang kaya seperti Luhan namun rendah hati
..
..
..
"Sehun, aku ingin bertanya padamu" Baekhyun kekenyangan namun masih bisa menggoda pria tampan
"Apa nona?" Sehun menjawab formal sedangkan muka Baekhyun semakin kusut karena mendengar Sehunnya mengatakan nona lagi untuk kesekian kali
"Sehun, jangan panggil nona. Panggil Baekhyun saja" Baekhyun frustasi untuk mengajari pria tampan tersebut untuk memanggil namanya dengan elegan
"Baik Baek" Sehun lupa bahwa Baekhyun tidak suka dipanggil nona
"Apakah kau sudah memiliki pacar?" Baekhyun menatap Sehun dengan berharap seolah mendoakan bahwa Sehun belum memiliki kekasih
"Belum nona" Sehun menjawab dengan malu karena memang itu hal privasi
"Masa? Pria setampan dirimu belum memiliki kekasih. Mereka bodoh atau apa sehingga tidak mau denganmu" Baekhyun senang namun pura - pura sedih mendengar penuturan Sehun
"Aku tida memiliki modal apa - apa nona" Sehun mengatakannya dengan jujur karena semua temannya yang wajahnya masih dibawahnya namun sudah memiliki kekasih karena semua temannya
"Masa? Kau sudah tampan, sexy, penismu panjang lagi. Itu sudah cukup sebagai modalmu sayang" Baekhyun dengan kurang ajarnya berbicara frontal sehingga membuat Sehun malu karena ada juga orang yang akhirnya memuji dirnya
"Nona bisa saja" Sehun malu
CLECK
"Ini untuk kalian, ayo makan" setelah dirinya kembalui ke mansion langsung membuka kripik dari Ibu Sehun untuk dimakan bersama
"Ini dari siapa Lu? Enak" Kris mencobanya dan terasa sangat enak dan yang lainnya mencoba untuk menikmati kripik tersebut
"Dari Ibu Sehun" Luhan menjawab setelah mengunyah kripik yang ada didalam mulutnya
"Wah, Ibu mertuaku sangat perhatian" Baekhyun merada pede karena dirinya akan menjadi menantu Ibu Sehun
"Sehun, aku mau kau menjawab dengan jujur. Siapa yang cantik disini Aku atau Luhan" Baekhyun ingin sekali bertanya hal tersebut karena selama ini banyak orang membilang bahwa Luhan lebih cantik sedangkan dirinya imut
"Hm... Kalian berdua cantik" Sehun ragu untuk menjawabnya dan malu karena ini adalah pujian secara langsung yang dia berikan
"Kalau salah satu?" Baekhyun sungguh berharap bahwa dirinya yang akan dipilih Sehun
"Hm... Tidak ada, kalian sama cantiknya" Luhan tahu bahwa Sehun merasa terpaksa membilang hal tersebut karena takut selangkangannya akan menjadi korban Baekhyun
"Ish..."
"Sudahlah Baek, kalau kau cantik maka buktikan biar orang yang memujimu secara tidak langsung" Luhan pusing tujuh keliling dibuat sepupunya yang genit ini
"Baiklah" Baekhyun sudah semangat karena perkataan Luhan sambil memakan kripik buatan calon mertuamu
"Baek jangan banyak makan, nanti kau gendut" Luhan memperingatkan sepupunya yang cepat gemuk jika banyak makan dan tadi makan malam sudah makan banyak
"Ish... Aku lapar" Baekhyun merajuk seperti anak kecil
"Tadi kau bilang kenyang, sekarang lapar. Dasar plin plan" Luhan menyindir keras sepupunya yang kuat makan
"Sudah, yang lain ayo tidur. Biar Baekhyun yang menghabiskan semua kripiknya"
"Jangan Lu, nanti aku gemuk" Baekhyun mengikat kripik tersebut dan mengekori Luhan cs yang sudah memasuki kamar untuk tidur
~TBC~
